BUKU RAMALAN PAWUKON YANG SUDAH BERUSIA SEKITAR 130 TAHUN

BUKU RAMALAN PAWUKON YANG SUDAH BERUSIA SEKITAR 130 TAHUN.

.

Ivan Taniputera.

10 Februari 2018.

 

.

 

 

.

Judul: Boekoe Pawoekon: Toeroenan dari Kraton Soerakarta tersalin dalem Bahasa Melajoe.

Penulis: —

Jumlah halaman: 68.

Penerbit: G. C. T. van Dorp & Co., Semarang, 1888.

.

Buku ini membahas berbagai seluk mengenai Pawukon, antara lain diulas tabiat masing-masing Wuku, bahaya yang dialami, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah daftar isinya.

.

 

 

 
 

.

 

 

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Advertisements

BUKU TENTANG WUKU ATAU PAWUKON YANG SUDAH HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN

BUKU TENTANG WUKU ATAU PAWUKON YANG SUDAH HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN

 .

Ivan Taniputera

14 Desember 2014

.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Judul: Boekoe Pawoekon: Toeroenan dari Kraton Soerakarta Tersalin Dalem Bahasa Melajoe

Penerbit: G. C. T. van Dorp & Co., Semarang-Soerabaia-‘s-Gravenhage, 1916

Jumlah halaman: 67

Buku ini berisikan seluk beluk mengenai wuku dalam tradisi astrologi Jawa, dimana satu wuku menguasai satu minggu (tujuh hari). Dalam tradisi Jawa terdapat 30 wuku. Berikut ini adalah daftar isinya:

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pada buku ini akan diuraikan seluk beluk masing-masing wuku, misalnya mengenai wuku Warigalit (halaman 7):

“Artinja woekoe WARIGALIT, bagoes roepanja, djadi kembangnja dalem pasamoean, kerep kawin, djahat hati dan besar tjemboreoeannja, soesah atas kamaoeannja, males dateng di mana tempat berdoedoekan. Kajoenja soelastri, bagoes roepanja, banjak jang soeka dan seneng orang melihat. …….”

Lalu disebutkan juga selamatan untuk masing-masing wuku.

Buku ini juga membahas hari baik dan buruk berdasarkan wukunya.

Terdapat pula penjelasan mengenai tanggal baik dan buruk menurut tradisi Jawa.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

OLYMPUS DIGITAL CAMERA 

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA 

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

APAKAH WUKU SAMA DENGAN XIU?

APAKAH WUKU SAMA DENGAN XIU?

Ivan Taniputera

4 Juni 2014

 

Ada orang yang menanyakan pada saya perbedaan antara perhitungan wuku dan xiu (宿). Keduanya berbeda. Adapun perbedaan antara wuku dan xiu adalah sebagai berikut:

1.Dari segi jumlah

Xiu berjumlah 28, sedangkan wuku berjumlah 30.

Adapun nama-nama wuku adalah sebagai berikut:

1. Sinta, dewa: Bhatara Yamadipati.

2. Landep, dewa: Bhatara Mahadewa.

3. Wukir, dewa: Bhatara Mahayekti.

4. Kurantil, dewa: Bhatara Langsur.

5. Tolu, dewa: Bhatara Bayu.

6. Gumbreg, dewa: Bhatara Chandra.

7. Warigalit, dewa: Bhatara Asmara.

8. Warigagung, dewa: Bhatara Maharesi.

9. Julungwangi, dewa: Bhatara Sambu.

10. Sungsang, dewa: Bhatara Gana.

11. Galungan, dewa: Bhatara Kamajaya.

12. Kuningan, dewa: Bhatara Indra.

13. Langkir, dewa: Bhatara Kala.

14. Mendangsia, dewa: Bhatara Brahma.

15. Julungpujut, dewa Bhatara Guritna.

16. Pahang, dewa: Bhatara Tantra.

17. Kuruwelut, dewa: Bhatara Wisnu.

18. Merakih, dewa Bhatara Surenggana.

19. Tambir, dewa: Bhatara Siwa.

20. Medangkungan, dewa: Bhatara Basuki.

21. Maktal, dewa: Bhatara Sakti.

22. Uye, dewa: Bhatara Kuwera.

23. Menail, dewa: Bhatara Citra Gatra.

24. Prangbakat, dewa: Bhatara Bisma.

25. Bala, dewa: Bhatari Durga.

26. Wugu, dewa: Bhatara Singajalma.

27. Wayang, dewa: Bhatari Sri.

28. Kulawu, dewa: Bhatara Sadana.

29. Dukut, dewa: Bhatara Waruna.

30. Watugunung, dewa Bhatara Antaboga dan Bhatari Nagagini.

Sedangkan Xiu adalah sebagai berikut:

1.角 (Jiăo, Hokkian (H): Kak)
2.亢 (Kàng, H: Kong)
3.氐 (Dĭ H: Tie)
4.房 (Fáng, H: Pong)
5.心 (Xīn, H: Sim)
6.尾 (Wěi, H: Bhie)
7.箕 (Jī, H: Kie)
8.斗 (Dǒu, H; Tauw)
9.牛 (Niú, H: Goe)
10.女 (Nǚ, H: Lie)
11.虛 (Xū, H: Hie)
12.危 (Wēi, H: Gwi)
13.室 (Shì, H: Sit)
14.壁 (Bì, H: Pek)
15.奎 (Kuí, H: Ke)
16.婁 (Lóu, H: Lo)
17.胃 (Wèi, H: Whi)
18.昴 (Mǎo, H: Bauw)
19.畢 (Bì, H: Pit)
20.觜 (Zī, H: Tjoeij)
21.參 (Shēn, H: Som)
22.井 (Jǐng, H: Tjeng)
23.鬼 (Guǐ, H: Koei)
24.柳 (Liǔ, H: Lioe)
25.星 (Xīng, H: Seng)
26.張 (Zhāng, H: Tiang atau Thio)
27.翼 (Yì, H: Ek)
28.軫 (Zhěn, H: Tjin)

2.Dari segi masa berlakunya.

Wuku berlangsung selama seminggu, sedangkan xiu berganti setiap hari. Sebagai contoh.

Wuku Langkir berlaku dari tanggal 1 Juni hingga 7 Juni 2014; sedangkan xiu yang berlaku dari tanggal 1 hingga 7 Juni 2014, masing-masing adalah sebagai berikut:

1 Juni 2014, xiu: Mao

2 Juni 2014, xiu: Bi

3 Juni 2014, xiu: Zi

4 Juni 2014, xiu: Shen

5 Juni 2014, xiu: Jing

6 Juni 2014, xiu: Gui

7 Juni 2014, xiu: Liu

Mungkin persamaannya adalah baik wuku maupun xiu sama-sama mempunya dewa penguasa.

Artikel-artikel menarik lainnya tentang astrologi, bazi, ziweidoushu, Fengshui, ramalan, metafisika, dll, silakan bergabung dengan:

BUKU LENGKAP RAMALAN PAWUKON (30 WUKU) DALAM BAHASA INDONESIA YANG LUAR BIASA

BUKU LENGKAP RAMALAN PAWUKON (30 WUKU) DALAM BAHASA INDONESIA YANG LUAR BIASA

Ivan Taniputera

2 Juni 2014

 

 

Judul: Pusaka Pawukon

Penulis: Karkata Surija

Penerbit: Badan Penerbitan “Sunrise,” Jakarta, kurang lebih 1960-an

Jumlah  halaman: 155

Buku ini merupakan uraian lengkap mengenai beberapa aspek pengetahuan Pawukon (30 Wuku) dalam bahasa Indonesia. Hampir semua buku mengenai topik ini ditulis dalam bahasa Jawa. Terdapat pula doa-doa yang khusus bagi masing-masing wuku. Pada bagian halaman depan tertulis:

“Terpakai sehari–hati untuk melihat kelahiran, sifat, tabeat dan watak orang, perhitungan hari baik untuk melamar, tukar tjintjin, bertundangan, shangdjit, mengawinin, menjunatin, mengubur lajon, pepergian, pindah rumah, mulai pertanian dan segala rupa pekerdjaan dan perusahaan. Diterangkan na’asnja orang-orang jang dilahirkan dalam wuku jang tertentu. Daja penolak naas: bikin selamatan berikut doa-doanja.”

Berikut ini adalah daftar isinya:

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

Berminat foto kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

PARA PEMIMPIN BANGSA DITEROPONG DARI SISI ILMU PAWUKON

PARA PEMIMPIN BANGSA DITEROPONG DARI SISI ILMU PAWUKON

 

Ivan Taniputera

1 April 2014

 

Pawukon adalah salah bagian dari ilmu astrologi Jawa. Ada pun perhitungannya adalah sebagai berikut. Terdapat 30 wuku, dimana masing-masing wuku berkuasa selama tujuh hari. Dengan demikian siklus lengkap ketiga puluh wuku ini akan memakan waktu 210 hari. Masing-masing wuku memiliki sifat dan karakteristiknya masing-masing. Juga bahaya-bahaya dan pantangan apa yang akan mereka alami dalam hidup ini. Pada kesempatan kali ini, kita akan menelaah para pemimpin bangsa kita berdasarkan ilmu pawukon.

 

CATATAN: Semua data tanggal lahir diambil dari wikipedia.org.

 

IR. SOEKARNO (BUNG KARNO)

 

 

 

 

Presiden pertama negara kita, Ir. Soekarno atau yang dikenal pula dengan Bung Karno, lahir pada tanggal 6 Juni 1901. Menurut penanggalan Jawa, Beliau berwuku Wayang. Ada pun penjabarannya adalah sebagai berikut.

 

Dewanya Bathari Sri.

Merupakan orang yang pandai memerintah, tetapi tidak suka diperintah. Mempunyai hati yang baik dan mudah merasa terharu serta kasihan jika melihat orang susah.

Ia dikagumi kawan-kawannya karena pandai menghibur dan murah hati. Memiliki penampilan menarik dan pandai merias diri.

Berkemauan keras dan tidak dapat dihentikan sebelum terkena batunya.

Berpenampilan rupawan, halus dan humoris, namun gemar meninggikan martabatnya. Jika tersinggung dapat mengalami amarah yang menakutkan. Pandai mencari rejeki dan bercita-cita mulia, namun kurang memperhatikan kondisi jasmaninya.

Pandai menyimpan rahasia serta tidak suka memperlihatkan kepandaiannya. Hidup hemat dan berkecukupan. Pikiranya tidak bisa tentram dan kerap dihadapkan pada berbagai permasalahan kecil.

Bencana dalam hidup adalah tertipu atau dikhianati oleh orang lain, baik itu rekan, anak buah, orang-orang dekat, sahabat, atau saudara yang memperdayakannya.

 

Berdasarkan uraian di atas, nampak bahwa Bung Karno memang merupakan pemimpin yang karismatis. Karena tidak suka diperintah oleh pihak lain, maka Bung Karno mencetuskan gerakan Non-Blok.

 

JENDERAL SOEHARTO (PAK HARTO)

 

 

Jenderal Soeharto selaku presiden kedua negara kita dilahirkan pada tanggal 8 Juni 1921. Beliau dengan demikian mempunyai wuku Matal. Uraiannya adalah sebagai berikut.

 

Dewannya Bathara Sakri.

Memiliki budi bahasa yang halus dan menggemari ilmu kebatinan serta filsafat.

Gemar memerintah tetapi enggan diperintah. Apabila segenap perintahnya dipatuhi ia akan bersikap baik hati. Dalam menjalankan tugas, ia akan bersikap sungguh-sungguh, sehingga akan disayangi oleh atasannya. Lebih baik merantau meninggalkan rumah. Peruntungannya ada di perantauan. Gemar bepergian jauh hingga menyeberangi lautan. Mempunyai kepandaian dalam menyelesaikan atau memadamkan perselisihan atau pertengkaran. Pandai mencarikan jodoh.

Gemar memberikan petunjuk dan saran.

Orang-orang yang iri tidak usah dikhawatirkan, karena semua perkataan mereka hanya gertak sambal belaka.

Bencana dalam hidup adalah mengalami keborosan dan kebocoran dalam ekonomi yang diakibatkan oleh godaan keluarganya. Selain itu terancam bahaya akibat pertengkaran.

 

Pada kenyataannya, dalam berpidato Pak Harto memang lebih tenang dan halus. Beliau mempunyai strategi yang tepat dalam memadamkan pemberontakan G30S/PKI. Semasa akhir kekuasaannya, Indonesia memang didera oleh krisis ekonomi yang sangat parah. Akibatnya timbul gelombang unjuk rasa yang terus menerus beserta kerusuhan rasial. Pak Harto akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya.

 

 

PROF. DR. ING. B.J. HABIBIE

 

 

Presiden ketiga negara kita ini, dilahirkan pada tanggal 25 Juni 1936. Dengan demikian wuku Beliau adalah Wugu. Uraiannya adalah seperti di bawah ini.

 

Dewanya Bathara Singaludra.

Tindakannya bersifat konsekuen. Berjiwa kreatif serta baik budi bahasanya. Merasa rendah diri sehingga gemar menyendiri. Rejekinya terdapat di mana-mana. Rajin dan giat bekerja sesuai petunjuk, tidak dapat diajak berkompromoi. Mudah tersinggung dan jika tersinggung dapat menimbulkan kerusakan pada segala sesuatu di sekitarnya. Cocok bekerja dalam bidang jasa atau sosial. Gemar menuntut ilmu dan menyebarkan ilmunya pada orang lain, sehingga akan tinggi pengetahuannya.  Pandai  serta cermat mengatur perekonomian sehingga dapat menjadi kaya, terkadang dapat dianggap kikir atau pelit.

Memiliki hati yang pemberani, namun tidak suka menonjolkannya.

Kurang suka berkumpul dengan orang lain.

Harus banyak mendekatkan diri kepada Tuhan agar diberi ketenangan hidup.

Bencana dalam hidup: Mengalami kecemburuan dan iri hati dari orang lain. Juga waspadai gigitan binatang berbisa.

[Catatan: Gigitan binatang berbisa di sini, tidak harus ditafsirkan secara harafiah, bisa juga diartikan sebagai kata-kata atau perbuatan orang lain yang “berbisa,” sehingga menyebabkan kejatuhannya].

 

Pak Habibie, merupakan orang yang membuka kembali pintu demokrasi di negara kita. Beliau merupakan orang yang gemar menuntut ilmu, sehingga dapat meraih gelar doktor dalam bidang teknik.

 

K.H. ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR)

 

 

Presiden keempat negara kita ini, dilahirkan pada tanggal 7 September 1940. Dengan demikian, Beliau mempunyai wuku Tolu. Ada pun penjelasannya adalah seperti di bawah ini.

 

Dewanya Bathara Bayu.

Gemar berpetualang di tempat-tempat bersejarah. Senang hidup prihatin dan menuntut ilmu bagi masa depannya. Disenangi oleh rakyat kecil. Pandai menyembunyikan perasaannya. Dari luar kelihatan angker, angkuh, serta menakutkan, namun sebenarnya justru sebaliknya. Merupakan orang yang baik dan bijaksana. Nampaknya alim serta pendiam, tetapi jika berbicara atau berdebat dengan orang lain sulit dikalahkan.

Dapat menguasai dengan cepat bahasa di mana pun ia berada. Perkataannya meyakinkan sehingga dapat memikat siapa saja yang mendengarkannya.

Tidak perlu bersusah hati atau melayani orang yang iri hati, karena tidak akan mendatangkan bahaya apa pun.

Mempunyai pikiran yang cemerlang dan kreatif serta telah direncanakan sebelumnya, namun seringkali hanya sampai setengah jalan saja. Setelah berusia setengah tua akan mengalami ketentraman beserta kebahagiaan.

Tahan tidur sampai malam.

Bencana dalam hidup: Harus menjauhi hewan-hewan yang bertanduk atau terkena benda tajam.

 

Mengenai hewan-hewan yang bertanduk, entah kebetulan atau tidak, Gus Dur pada tanggal 23 Juli 2001 diberhentikan dari jabatannya dan digantikan oleh Megawati Soekarnoputri, yang merupakan ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Simbol PDIP adalah banteng. Barangkali ini adalah suatu kebetulan yang unik.

 

MEGAWATI SOEKARNOPUTRI

 

 

Presiden keempat Republik Indonesia ini, dilahirkan pada tanggal 23 Januari 1947. Dengan demikian, Beliau termasuk pada Wuku Warigagung (Warigadean). Uraiannya adalah sebagai berikut.

 

Dewanya Bathara Surya.

Menjadi sinar di dalam keluarga. Gemar menuntut pengetahuan demi masa depan. Semasa kecil akan dimanjakan oleh orang tuannya, sehingga segenap permintaan akan dipenuhi.

Mempunyai cita-cita tinggi namun mudah pelupa.

Gemar bekerja keras dan tidak suka mengalah atau merendahkan diri. Meski berhadapan dengan orang tua atau atasan, jika tidak sesuai dengan pemikirannya akan ditolak.

Tidak suka memperlihatkan kepandaiannya. Jika berbicara lemah lembut.

Apabila memerintah akan mengharapkan segera dilaksanakan tanpa memperhitungkan kondisi yang diperintah.

Rejekinya seperti air mengalir, namun terkadang boros, sehingga tidak memperhitungkan pengeluaran.

Jiwanya sering mengalami kegelisahan, akibat kesalahan masa lalu, dimana karena memilih-milih sesuatu, malah justru mendapatkan yang buruk.

Bencana dalam kehidupan: Berasal dari sanak keluarganya sendiri serta permasalahan dalam asmara atau percintaan.

 

 

SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY)

 

 

Presiden kelima negara kita yang masih menjabat saat artikel ini ditulis, dilahirkan pada tanggal 9 September 1949. Ada pun wukunya adalah Bala. Penjabarannya adalah sebagai berikut.

 

Dewanya adalah Bathari Uma atau Durga.

Tergolong keluarga terhormat. Banyak memiliki sahabat yang menaruh simpati. Sering dipermainkan orang lain dan karena kerap mengalah maka dianggap lemah. Namun jika sudah marah tiada yang ditakuti.

Menyenangi tindakan yang dilakukan dengan diam-diam, sering sukses dalam membuat taktik atau tipu muslihat.

Bercita-cita tinggi, namun sering kandas di tengah jalan karena godaan orang lain atau saudaranya sendiri.

Gembar bertirakat atau menjalankan praktik keagamaan.

Jika sudah bekerja tidak mengenap waktu. Sanggup menahan penderitaan batin.

Cerdas dan tangkas, namun kurang sabar.

Tidak boleh berspekulasi.

Tidak suka menunjukkan kepandaian kecuali ditanya.

Pemasukan tetap mengalir namun ada kebocoran. Selalu ada bagian yang mengalir keluar begitu saja dan tidak tersimpan atau menjadi sesuatu bermanfaat.

Bencana dalam hidup: Terkena getahnya akibat ulah orang-orang yang kurang terpuji di sekelilingnya. Oleh karenanya harus menjauhi orang-orang tidak terpuji. Selain itu bisa mendapatkan bahaya atau masalah karena rahasia-rahasia yang terbongkar.

 

Berdasarkan uraian di atas, maka SBY berpotensi mendapatkan masalah dari orang-orang yang melakukan korupsi di jajaran partainya, sehingga harus menjauhkan diri dari orang-orang semacam itu.

 

Demikianlah secara ringkas para pemimpin bangsa kita jika ditinjau dari ilmu pawukon. Apakah ilmu pawukon akurat? Marilah kita nilai bersama-sama. Saya persilakan jika ada tambahan atau masukan.

 

Artikel menarik lainnya silakan kunjungi https://www.facebook.com/groups/339499392807581/