FENOMENA GAIB: UANG BERUBAH MENJADI DAUN

FENOMENA GAIB: UANG BERUBAH MENJADI DAUN.

.

Ivan Taniputera.

16 November 2018.

.

 

.

Beberapa waktu yang lalu, saya berbelanja kue-kue di kedai langganan saya yang terletak di pasar. Ketika itu, penjualnya mengisahkan pada saya kejadian yang baru saja dialaminya beberapa hari sebelumnya.

.

Kejadiannya berlangsung sekitar pukul 8 malam. Seseorang yang baru kali itu berbelanja di tokonya memborong cukup banyak kue. Setelah dihitung jumlah keseluruhan harga kue yang harus dibayar adalah Rp. 120.000,-. Orang itu membayar sejumlah yang diminta penjual. Setelah melakukan pembayaran pembeli tersebut segera berlalu. Penjual kue langganan saya lalu meletakkan uang pembayaran di atas mejanya. Beberapa saat kemudian, ia kembali ke mejanya guna memasukkan uang itu ke dalam kas. Setelah mengamati dengan seksama, ia sangat terkejut karena apa yang sebelumnya dirasa sebagai lembaran uang Rp. 100.000,- telah berubah menjadi daun. Sementara itu, lembaran uang Rp. 20.000- nya masih tetap berupa uang. Ia menduga bahwa pembeli itu adalah makhluk halus, karena memang sering tersebar cerita bahwa makhluk halus konon membayar dengan daun.

.

Saya lalu memberikan analisa sebagai berikut berdasarkan logika. Pembeli itu bukanlah makhluk halus, melainkan manusia biasa. Ia menggunakan semacam ilmu gendam atau hipnotis guna menipu penjual kue. Logikanya, bila benar itu adalah makhluk halus, mengapa uang Rp. 20.000,-nya tidak turut berubah? Bagaimana mungkin makhluk halus mempunyai lembaran uang Rp. 20.000,-? Jika itu adalah makhluk halus maka tentunya lembaran uang Rp. 20.000,- juga berubah menjadi daun.

.

Menurut pengamatan saya, ilmu gendam atau hipnotis sebenarnya bukanlah sesuatu yang gaib. Ilmu semacam itu bekerja menggunakan trik psikologis atau ilmu kejiwaan. Ilmu tersebut mencari celah berupa kelengahan seseorang. Saat pikiran seseorang sedang lengah, kosong, atau terpusat pada hal-hal lainnya, ia mungkin tidak begitu memperhatikan lagi realita di sekelilingnya. Mungkin saat itu penjual sedang merasa kegirangan karena ada orang memborong kuenya. Apalagi saat itu sudah malam dan sebentar lagi ia akan tutup. Mungkin ia sudah ingin pulang ke rumahnya. Celah-celah semacam itulah yang dipergunakan oleh penipu. Dengan demikian, ilmu ini sebenarnya akan lebih efektif saat malam hari, dimana perhatian seseorang sedang dalam keadaan lemah.

.

Tentu saja, seseorang yang mempraktikkan ilmu jahat semacam ini mempunyai trik-trik pula untuk mengalihkan perhatian orang lain. Memang pembeli itu meski baru saja dikenal menampilkan dirinya sebagai sosok yang pandai bercerita. Sambil menunjuk kue-kue yang hendak dibelinya, ia terus saja bercerita. Sebagai tambahan, seseorang yang sudah rutin menghadapi suatu kegiatan, biasanya akan menurun pula perhatiannya terhadap rutinitas tersebut. Mungkin karena sudah terbiasa menerima uang hasil pembelian barang dagangannya, ia tidak melihat dengan seksama lagi uang yang diterimanya. Lembaran uang Rp. 20.000,- itu nampaknya hanya sebagai pemancing saja agar penjual tidak merasa curiga. Kemungkinan besar lembaran uang Rp.20.000,- itu diletakkan di bagian atas agar terlihat oleh penjual. Tekstur kekasaran permukaan daun juga tidak berbeda jauh dengan tekstur kekasaran lembaran uang. Itulah sebabnya, begitu menerima dengan tangannya, ia langsung yakin bahwa apa yang dipegangnya itu adalah uang. Ditambah lagi ia merasa kegirangan karena kuenya diborong.

.

Tanpa pengaruh gendam pun, kita sesungguhnya sudah sering mengalami hal-hal semacam itu, khususnya terkait sesuatu yang rutin kita lakukan. Sebagai contoh, kita merasa sudah membawa barang yang biasa kita perlukan di dalam tas kerja kita, tetapi ternyata barang tersebut masih tertinggal di rumah. Saat tiba di kantor, kita kebingungan karena barang yang biasa kita bawa tidak ada dalam tas kerja kita. Kita merasa sangat yakin bahwa kita sudah membawanya. Ini adalah fenomena yang wajar terjadi. Contoh lain, kadang-kadang saat membeli sesuatu, sewaktu tiba di rumah kita baru menyadari telah membawa pulang barang yang keliru. Padahal kita sebelumnya yakin telah membawa barang yang benar. Kelengahan-kelengahan semacam ini bukan merupakan sesuatu yang aneh. Siapa saja pasti pernah mengalaminya.

.

Lalu bagaimanakah cara menghindari hal-hal semacam itu? Caranya adalah dengan berusaha tetap waspada dan sadar. Jangan melamun. Ini memang kedengarannya saja mudah. Anda barangkali membantah dengan mengatakan dalam hati bahwa ini hanya sekedar teori saja. Seseorang yang sudah berniat menipu dengan ilmu gendam tentunya sudah memiliki trik-trik khusus guna mengalihkan perhatian Anda. Mereka pasti memainkan trik psikologis dengan piawainya. Meski hanya sekedar teori, namun apa salahnya jika Anda mencoba tetap waspada dan sadar setiap saat? Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali. Jangan mudah percaya dengan seseorang. Apabila Anda merasa kekuatan perhatian Anda telah melemah, cobalah mencubit tangan Anda sendiri. Itu akan memperkuat perhatian dan kewaspadaan Anda lagi.

.

Kita hendaknya jangan mempraktikkan ilmu semacam ini. Kita hendaknya tidak merugikan orang lain. Segenap kejahatan yang kita lakukan pasti akan berpulang pada diri kita sendiri. Lebih baik adalah menghindari segenap kejahatan. Akibat atau buah kejahatan seringkali sungguh mengerikan.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . 

.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

RAHASIA MENOLAK KEMALANGAN: CATATAN BERHARGA TENTANG UANG

RAHASIA MENOLAK KEMALANGAN: CATATAN BERHARGA TENTANG UANG.

.

Ivan Taniputera.

11 November 2017.

.

 
 
 

Malam Sabtu ini saya akan menuliskan pengalaman beberapa kenalan dan sahabat terkait bagaimana mereka mengalami kehilangan banyak uang atau terjerumus dalam kebangkrutan. Dengan dengan demikian, diharapkan agar pengalaman-pengalaman ini dapat menjadi pelajaran atau teladan berharga bagi kita.

.

Penyebab seseorang kehilangan banyak uang atau bangkrut tentu saja sangat banyak dan beragam, namun saya dapat meringkasnya menjadi satu kata saja, yakni “salah perhitungan dan menilai.” Berikut ini saya akan mengulas beberapa penyebab yang paling umum terkait bagaimana seseorang kehilangan banyak uang atau mengalami kebangkrutan. Semua contoh di bawah ini berasal dari kisah nyata yang dialami oleh orang-orang di sekitar saya.

.

  1. INVESTASI BODONG.

.

Investasi bodong maksudnya adalah investasi palsu atau abal-abal. Pola umumnya adalah sebagai berikut. Anda diminta menyerahkan (istilahnya “menanamkan”) sejumlah uang dan dijanjikan akan menerima bunga lebih tinggi, yang tentunya jauh berlipat-lipat dari bunga bank. Uang itu katanya akan diputarkan bagi suatu usaha yang menghasilkan keuntungan tinggi. Selanjutnya keuntungan itu masih katanya akan dikembalikan pada para penanam modal. Namun sesungguhnya tidak ada investasi semacam itu dan setelah meraup sejumlah besar uang dari orang-orang yang tertipu, mereka melarikan diri. Varian lain, usaha itu sebenarnya mungkin memang ada, tetapi ternyata tidak menghasilkan keuntungan sebesar yang diharapkan. Dengan kata lain, perkiraan mereka meleset. Akibatnya, mereka tidak sanggup memberikan bagi hasil yang dijanjikan dan melarikan diri bersama uang Anda.

.

Beberapa tahun yang lalu pernah ada suatu perusahaan yang menurut pengakuan mereka bergerak di bidang komoditas tertentu. Mereka menjelaskan bahwa mereka akan membeli komoditas tersebut saat harganya murah dan menjualnya lagi ketika harga naik. Masalahnya, naik dan turunnya harga komoditas tidak dapat diprediksi secara pasti. Bagaimana jika harga komoditas tersebut terus turun? Yang pasti adalah ketidak-pastian itu sendiri. Namun banyak orang yang tergiur dan menanamkan uangnya, bahkan sampai bermilyar-milyar Rupiah. Awalnya, memang pembagian keuntungan berjalan lancar. Namun beberapa bulan kemudian, pembayaran keuntungan mulai tersendat-sendat dan terhenti sama sekali. Pemilik perusahaan kabur tak tentu rimbanya. Uang bermilyar-milyar Rupiah yang ditanamkan ikut lenyap. Ada seorang teman yang menjadi tertekan batinnya (stress) akibat hal tersebut. Dana untuk pensiun di hari tua terbang entah ke mana. Kemungkinan perusahaan itu menerapkan sistim skema Ponzi.

.

Anehnya, meski investasi bodong semacam ini telah memakan korban semenjak lama, namun tetap saja ada orang yang terjerumus karenanya. Mudah sesungguhnya menilai bahwa investasi yang menjanjikan keuntungan terlalu besar semacam itu adalah tidak masuk akal. Daripada menghimpun dana kita dan memberikan bunga melebihi bank, bukankah lebih baik mereka meminjam saja dari bank yang bunganya lebih rendah?

.

Orang yang tertipu menanamkan modalnya itu telah “salah perhitungan dan menilai.”

.

2. MAIN SAHAM.

.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan bermain saham. Hanya saja Anda perlu menyadari bahwa bermain saham tidak dapat diandalkan untuk hidup Anda. Selain itu, Anda tidak dapat mengharapkan menjadi kaya jika bermain saham. Memang ada orang yang mendapatkan hasil luar biasa dari bermain saham. Namun yang patut diingat pergerakan saham itu sifatnya tidak pasti. Sifatnya hanya untung-untungan. Namanya juga permainan. Terdapat ketidak-pastian di sini. Apabila Anda hendak bermain saham, maka pastikan bahwa uang Anda tidak terkuras habis karenanya.

.

Bertahun-tahun yang lalu, saya pernah ditawari menanamkan uang dalam permainan saham. Ia mengatakan bahwa ia yang akan menjalankannya. Saya lalu bertanya, bagaimana jika gagal? Ia menjawab tidak mungkin gagal, karena mempunyai sistim yang dapat diandalkan. Karena tidak menyukai permainan seperti itu, saya tetap menolaknya. Sebulan kemudian, ia menghubungi saya karena hendak meminjam uang. Saya bertanya, “Bukankah kamu mempunyai sistim yang tidak mungkin gagal? Tentunya uangmu sekarang sudah jauh berlipat ganda. Untuk apa meminjam uang dari saya?” Ia menjawab bahwa ia mengalami “loss” atau kalah dalam permainan saham. Uangnya sudah habis sama sekali. Lagi-lagi kita menjumpai orang yang “salah perhitungan dan menilai.”

.

3. BERJUDI

.

Sudah jelas bahwa berjudi ini tidak dapat menjadikan seorang kaya dan malah sangat berpeluang memiskinkan seseorang. Berjudi diharamkan oleh semua agama. Oleh karenanya, tidak perlu kita ulas lebih jauh. Orang yang miskin karena berjudi, pastilah telah “salah perhitungan dan menilai.”

.

4. HUTANG ATAU MENANGGUNG HUTANG ORANG LAIN.

.

Pada tahun 1998 negara kita didera oleh krisis moneter yang parah. Saat itu banyak perusahaan yang bangkrut karena hutangnya di dalam US Dollar menjadi berlipat ganda. Sementara itu perekonomian macet. Sebenarnya, bila berhutang guna memperbesar usaha, kita hendaknya memperhitungkan pula kemungkinan terburuk; yakni bagaimana bila kita tidak sanggup mengembalikan hutang tersebut. Banyak orang hanya melihat sisi baiknya saja, tanpa memikirkan risiko terburuk. Ini menurut saya adalah kesalahan besar. Ada orang yang mengatakan bahwa kita jangan pesimis. Kendati demikian, memikirkan risiko terburuk bukanlah pesimis, melainkan realistis. Beberapa teman usahanya bangkrut dan asetnya terpaksa dilelang karena tidak dapat membayar hutang. Mereka telah “salah perhitungan dan menilai.”

.

Selain berhutang, seseorang juga dapat mengalami kebangkrutan atau kehilangan uang dalam jumlah besar karena orang yang berhutang padanya tidak membayar atau melarikan uangnya. Menghutangi orang lain tidaklah salah. Kita memang harus saling tolong menolong dalam kehidupan ini. Masalahnya, tidak setiap orang patut ditolong. Anda mungkin bertanya bagaimana kita mengetahui sebelumnya bagaimana seseorang patut ditolong atau tidak. Jawaban saya adalah sebagai berikut. Apabila Anda hendak menolong orang lain dengan cara menghutanginya, maka pertimbangkanlah bagaimana jika hutang itu tidak dapat dikembalikan. Apakah Anda sudah siap menerima risiko tersebut? Jika belum urungkan niat Anda menghutangi. Bila Anda memang merasa kasihan padanya dan hendak menolong, maka tolonglah tanpa mengharapkan uang Anda kembali. Uang Anda dikembalikan bagus, tetapi tidak dikembalikan juga tidak masalah. Janganlah Anda “salah perhitungan dan menilai.”

.

Menanggung hutang orang lain artinya Anda menjadi penjamin baginya. Artinya orang lain yang berhutang, tetapi jika tidak membayar Andalah yang menjadi penanggungnya. Ada orang yang menjadi penjamin hutang bagi kawannya. Namun kawannya itu malah kabur dan ia yang harus merelakan aset-asetnya dijual demi menutup hutang tersebut. Intinya adalah menolong orang lain harus bijaksana. Sekali lagi, janganlah “salah perhitungan dan menilai.”

.

5. MENJALANKAN USAHA YANG ANDA TIDAK MEMILIKI KEMAMPUAN MENJALANKANNYA.

.

Saya mengamati selama ini bahwa ada orang yang membuka suatu usaha hanya karena tertarik melihat orang lain mendapatkan keuntungan besar darinya. Sebagai contoh, ada orang menjual atau memproduksi suatu barang dan menghasilkan keuntungan besar. Kemudian ada orang lain yang menyaksikannya dan juga ingin mendapatkan keuntungan besar dari barang tersebut, sehingga berniat membuka usaha yang sama. Ia lalu mencurahkan seluruh modalnya demi usaha yang sama tersebut tanpa mempertimbangkan apakah ia mempunyai pengetahuan memadai atau tidak. Banyak orang asal meniru suatu usaha tanpa menakar kemampuan mereka sendiri. Menjalankan suatu usaha tidaklah semudah yang dilihat, terutama jika itu bukan bidang Anda. Akibatnya banyak usaha asal tiru semacam itu yang tidak lama kemudian gulung tikar. Jangan “salah perhitungan dan menilai.” Lebih baik Anda jalankan saja usaha yang sesuai dengan kemampuan dan bidang Anda. Majulah berperang bila Anda sudah mengetahui medannya dengan baik. Jangan asal maju berperang.

.

Ini adalah suatu kisah nyata. Ada kenalan yang saat berjalan-jalan melihat seseorang berjualan suatu jenis makanan dan sangat sukses. Ia lalu ingin mendirikan usaha rumah makan. Namun sesungguhnya, ia tidak mempunyai kepandaian memasak. Akibatnya, usaha rumah makan itu akhirnya bangkrut.

.

Demikianlah beberapa penyebab utama mengapa seseorang kehilangan banyak uang dan jatuh dalam kebangkrutan. Dengan memahami prinsip-prinsip yang ada dalam artikel ini, Anda telah belajar menolak kemalangan.

.

Apabila Anda merasa mendapatkan manfaat dan wawasan setelah membaca artikel ini mengapa Anda tidak membagikannya pada orang lain? Jika Anda rajin membagikan sesuatu yang bermanfaat, sudah pasti keberuntungan dan kebahagiaan akan mengikuti Anda. Namun jika setelah membaca serta merasa mendapatkan manfaat Anda berdiam diri saja dan malas membagikannya, kemiskinan akan mengikuti Anda sepanjang hidup karena Anda pelit dalam berbagi. Jikalau Anda malas menabur kebaikan, bagaimana mungkin Anda berharap kebahagiaan mendatangi Anda? Sebaliknya justru kemalangan, kesialan, dan kemiskinan yang akan membayangi Anda sepanjang hidup. Janganlah malas membagikan artikel ini dan “salah perhitungan serta menilai.”