MENENTUKAN PEMBAGIAN PERIODA DALAM ILMU FENGSHUI BINTANG TERBANG (FEIXING) DARI SISI ASTRONOMI

MENENTUKAN PEMBAGIAN PERIODA DALAM ILMU FENGSHUI BINTANG TERBANG (FEIXING) DARI SISI ASTRONOMI

.

Ivan Taniputera.

21 April 2018.

.

Ilmu Fengshui Bintang Terbang (飛星, Feixing) mengenal sembilan perioda yang masing-masing menentukan bagan Bintang Terbang berlaku saat itu. Banyak praktisi ilmu Fengshui tentunya telah mengenal pembagian perioda tersebut, tetapi jika ditanya asal muasal pembagian itu mungkin tidak banyak yang dapat menjawabnya. Itulah sebabnya, pada artikel kali ini saya hendak memaparkan asal muasal pembagiannya yang dilandasi oleh ilmu Astronomi. Pertama-tama, bagi para pembaca yang belum paham ilmu Fengshui, kita perlu memperkenalkan terlebih dahulu sistim pembagian waktu menurut ilmu Fengshui Bintang Terbang (Feixing).

.

Terdapat 1 kurun waktu yang disebut yun (運), menurut perhitungan yang umum lamanya adalah 20 tahun. Yun ini sering diterjemahkan sebagai period (perioda).

Tiga yun disebut satu yuan (元). Dengan demikian satu yuan lamanya adalah 60 tahun (3×20). Yuan ini sering diterjemahkan sebagai era.

Tiga yuan disebut Sanyuan (三元) yang sering diterjemahkan sebagai era besar. Dengan demikian satu siklus sanyuan ini lamanya adalah 180 tahun (3×60).

.

Sanyuan ini dibagi lagi menjadi Shangyuan (上元, era atas), Zhongyuan (中元, era tengah), dan Xiayuan (下元, era bawah). Sanyuan kita sekarang dimulai dari tahun 1864, yang juga menandai awal perioda 1. Hingga kini telah berjalan memasuki perioda 8.

.

Shangyuan ini dibagi menjadi tiga yun (perioda), yang masing-masing mencakup perioda 1, 2, dan 3:

  • Perioda 1 (1864-1884)
  • Perioda 2 (1884-1904)
  • Perioda 3 (1904-1924)

Zhongyuan ini dibagi menjadi tiga yun (perioda), yang masing-masing mencakup perioda 4, 5, dan 6.

  • Perioda 4 (1924-1944)
  • Perioda 5 (1944-1964)
  • Perioda 6 (1964-1984)

Xiayuan ini dibagi menjadi tiga yun (perioda), yang masing-masing mencakup perioda 7, 8, dan 9.

  • Perioda 7 (1984-2004)
  • Perioda 8 (2004-2024)
  • Perioda 9 (2024-2044)

.

Dari sisi astronomis sebenarnya pembagian perioda ini didasari oleh saat penyatuan atau pertemuan (conjunction) antara planet Yupiter dan Saturnus; yang berlangsung setiap 20 tahun sekali. Lalu mengapa terdapat pembagian berupa tiga yuan? Berikut ini adalah penjelasannya. Saturnus dan Yupiter akan bertemu atau mengalami conjunction setiap dua puluh tahun sekali. Setiap conjunction itu terjadi pada suatu kedudukan atau rasi bintang tertentu. Setelah melewati dua conjunction, maka conjunction berikutnya (sekitar 60 tahun kemudian) akan terjadi lagi pada titik yang kurang lebih sama. Dengan kata lain, setiap 60 tahun sekali, conjunction akan terjadi lagi pada titik yang kurang lebih sama. Pada kenyataannya, titik tersebut tidak tepat sama, tetapi akan bergeser, karena masa peredaran planet bukanlah merupakan bilangan bulat. Jadi tidak mungkin akan tepat sama. Selalu akan terjadi sedikit pergeseran.

.

Kita akan mengambil contoh sebagai berikut. Pada tahun 1861, pertemuan (conjunction) Yupiter dan Saturnus terjadi pada 18 derajat 22 menit rasi bintang Virgo. Pada tahun 1881, pertemuan terjadi pada 1 derajat 36 menit rasi bintang Taurus. Pada tahun 1901 pertemuan terjadi pada 14 derajat rasi bintang Capricornus. Pada tahun 1921 pertemuan terjadi pada 26 derajat 36 menit rasi bintang Virgo atau bergeser sekitar 8 derajat dibandingkan pertemuan 60 tahun sebelumnya. Namun lokasinya cukup dekat. Pergeseran ini wajar terjadi karena masa edar planet bukanlah merupakan bilangan bulat. Itulah sebabnya pasti terjadi selisih, sehingga setiap 60 tahun sekali lokasi pertemuan akan bergeser.

.

Kita dapat menyimpulkan bahwa pergantian perioda itu seharusnya didasari oleh saat pertemuan Yupiter dan Saturnus. Adanya tiga titik pertemuan Yupiter dan Saturnus yang berbeda itulah menjadi alasan adanya pembagian satu yuan menjadi tiga yun.

.

Selanjutnya, pada tahun 1941, pertemuan terjadi di 9 derajat 7 menit rasi bintang Taurus. Antara pertemuan tahun 1921-1941 ini kurang lebih bersesuaian dengan perioda 4 (1924-1944) yang merupakan perioda pertama Zhongyuan (era tengah). Pertemuan berikutnya terjadi pada tahun 1961, yakni di 25 derajat 12 menit rasi bintang Capricornus. Kurun waktu antara dua pertemuan ini, yakni 1941-1961, kurang lebih bersesuaian dengan perioda 5 (1944-1964). Yupiter dan Saturnus bertemu lagi pada tahun 1981, yakni di 4 derajat 56 menit rasi bintang Libra. Kurun waktu antara dua pertemuan ini, yakni 1961-1981, kurang lebih bersesuaian dengan perioda 6 (1964-1984). Selanjutnya pertemuan Yupiter dan Saturnus terjadi pada tahun 2000, yakni di 22 derajat 43 menit rasi bintang Taurus. Kurun waktu antara kedua pertemuan tersebut, yakni 1981-2000, kurang lebih bersesuaian dengan perioda 7 (1984-2004). Pertemuan berikutnya terjadi pada tahun 2020, yakni di 0 derajat 29 menit rasi bintang Aquarius. Kurun waktu antara dua pertemuan ini, yakni 2000-2020, kurang lebih bertepatan dengan perioda 8 (2004-2024). Selanjutnya, Yupiter dan Saturnus akan bertempu kembali pada tahun 2040, yakni di 17 derajat 56 menit rasi bintang Libra. Kurun waktu antara pertemuan ini dengan sebelumnya, yakni 2020-2040, kurang lebih bertepatan dengan perioda 9 (2024-2044).

.

Untuk jelasnya silakan perhatikan ketiga gambar di bawah ini.

.

 

 

.

 

 

.

 

 

.

Sampai di sini, kita telah membuktikan keterkaitan pergantian perioda dalam ilmu Fengshui Bintang Terbang (Feixing) dengan peristiwa astronomi berupa pertemuan (conjunction) Yupiter dan Saturnus. Itulah sebabnya, ilmu metafisika perlu dikembalikan ke asalnya, yakni peredaran benda langit. Terjadinya perbedaan antara titik awal suatu perioda dengan saat pertemuan Yupiter dan Saturnus mungkin diakibatkan oleh pembulatan; dimana jarak antar pertemuan sesungguhnya tidak tepat 20 tahun. Mungkin saat pergantian perioda perlu dikalibrasi ulang dengan mengacu pada gerak benda langit sebenarnya. Namun ini semua masih memerlukan penelitian dan diskusi lebih lanjut.

.

Sebagai pelengkap pembahasan kita, masih ada metoda lain dalam menentukan kurun waktu masing-masing perioda. Kita juga akan mengulasnya. Berikut ini adalah rumus-rumusnya.

.

Perioda 1 mempunyai trigarit Kun, 坤

Perioda 2 mempunyai trigarit Xun, 坤

Perioda 3 mempunyai trigarit Li, 離

Perioda 4 mempunyai trigarit Dui, 兌

Perioda 5 tidak mempunyai trigarit

Perioda 6 mempunyai trigarit Gen, 艮.

Perioda 7 mempunyai trigarit Kan, 坎

Perioda 8 mempunyai trigarit Zhen, 震

Perioda 9 mempunyai trigarit Qian, 乾.

.

Rumus berikutnya adalah garis bersambung (garis Yang 楊) akan diberi nilai 9, sedangkan garis terputus (garis Yin 陰) akan diberi nilai 6.

.

Kita mulai dengan perioda 1 terlebih dahulu. Trigarit Kun terdiri dari tiga garis terputus. Jadi, nilainya adalah 3 x 6 = 18. Itulah sebabnya, masa berlakunya perioda 1 adalah 18 tahun. Masa awalnya sama dengan perhitungan umum, yakni tahun 1864. Jadi perioda 1 menurut metoda ini akan berlangsung dari 1864-1882.

.

Perioda 2 mempunyai Trigarit Xun. Nilainya adalah 9+9+6 atau 24 tahun (1882-1906).

Perioda 3 mempunyai Trigarit Li. Nilainya adalah 9+6+9 atau 24 tahun (1906-1930).

Perioda 4 mempunyai Trigarit Dui. Nilainya adalah 6+9+9 atau 24 tahun (1930-1954).

Perioda 5 tidak dipergunakan, sehingga langsung melompat ke perioda 6.

Perioda 6 mempunyai Trigarit Gen. Nilainya adalah 9+6+6 atau 21 tahun (1954-1975).

Perioda 7 mempunyai Trigarit Kan. Nilainya adalah 6+9+6 atau 21 tahun (1975-1996).

Perioda 8 mempunyai Trigarit Zhen. Nilainya adalah 6+6+9 atau 21 tahun (1996-2017).

Perioda 9 mempunyai Trigarit Qian. Nilainya adalah 9+9+9 atau 27 tahun (2017-2044).

.

Ternyata jika kurun waktu berlakunya masing-masing perioda dijumlahkan, maka hasilnya juga adalah 180 tahun. Kita dapat menyimpulkan bahwa pembagian kurun waktu metoda ini tidak bersesuaian dengan saat pertemuan antara Yupiter dan Saturnus. Saya tidak akan mengatakan apakah metoda ini benar atau salah. Hanya saja saya lebih cenderung berpedoman pada peredaran benda langit.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . 

.

 

 

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

ASTRONOMI: MENGGAMBAR PETA KEDUDUKAN RELATIF PLANET YUPITER DAN SATURNUS 1900-2056

ASTRONOMI: MENGGAMBAR PETA KEDUDUKAN RELATIF PLANET YUPITER DAN SATURNUS 1900-2056.

.

Ivan Taniputera.

5 April 2018.

.

Selama beberapa hari ini saya menggambar peta kedudukan relatif Yupiter dan Saturnus. Caranya adalah dengan menarik garis antara kedudukan planet Yupiter dan Saturnus. Saya memetakannya antara tahun 1900 hingga 2056. Gambar ini mungkin menarik bagi para penggemar Astronomi. Berikut ini adalah hasilnya.

.

 

.

Nampak bahwa gambar di atas membentuk pola seperti bunga berdaun tiga. Hal ini tidaklah mengherankan mengingat bahwa perioda orbit Yupiter dan Saturnus perbandingannya mendekati 2:5.

.

Sebagai pelengkap saya akan mencantumkan data kedudukan planet Yupiter dan Saturnus seperti di bawah ini.

.

Data kedudukan ini diambil setiap tanggal 1 Maret masing-masing tahun. Bagian pertama memperlihatkan kedudukan Yupiter dan diikuti oleh letak Saturnus. Sebagai contoh, pada tahun 1901 tertera 7 44 Cap. Artinya adalah Yupiter pada tanggal tersebut berkedudukan di 7 derajat 44 menit Capricornus. Selanjutnya, 13 55 Cap artinya Saturnus berkedudukan di 13 derajat 55 menit Capricornus. Saya hanya menampilkan data hingga tahun 1960 saja.

.

1901 7 44 Cap. 13 55 Cap.

1902 4 55 Aqu. 24 16 Cap

1903 2 03 Pis. 4 34 Aqu.

1904 29 56 Pis. 15 00 Aqu

1905 28 37 Ari. 25 23 Aqu

1906 28 50 Tau 5 54 Pis

1907 1 1 Can. 16 37 Pis

1908 4 56 Leo. 27 42 Pis

1909 9 34 Vir. 8 57 Ari

1910 13 09 Lib. 20 34 Ari

1911 14 33 Sco. 2 35 Tau

1912 13 52 Sag. 15 8 Tau

1913 11 42 Cap. 28 4 Tau

1914 8 49 Aqu. 11 29 Gem

1915 5 57 Pis. 25 22 Gem.

1916 3 57 Ari. 9 39 Can

1917 2 48 Tau. 24 14 Can

1918 3 17 Gem. 8 58 Leo.

1919 5 46 Can. 23 42 Leo.

1920 9 54 Leo. 8 9 Vir.

1921 14 32 Vir. 22 21 Vir.

1922 17 52 Lib. 6 5 Lib.

1923 18 54 Scor. 19 20 Lib.

1924 17 56 Sag. 2 2 Sco.

1925 15 32 Cap. 14 17 Sco.

1926 12 34 Aqu.26 3 Sco.

1927 9 43 Pis. 7 25 Sag.

1928 7 49 Ari. 18 29 Sag.

1929 6 53 Tau. 19 14 Sag

1930 7 41 Gem. 9 47 Cap.

1931 10 31 Can. 20 10 Cap.

1932 14 52 Leo. 00 35 Aqu

1933 19 26 Vir. 10 54 Aqu

1934 22 28 Lib. 21 16 Aqu

1935 23 10 Sco. 1 44 Pis

1936 21 57 Sag. 12 29 Pis.

1937 19 25 Cap. 23 20 Pis.

1938 16 26 Aqu 4 28 Ari

1939 13 40 Pis. 15 56 Ari.

1940 11 56 Ari. 27 53 Ari.

1941 11 13 Tau 10 08 Tau.

1942 12 18 Gem. 12 51 Tau.

1943 15 23 Can. 6 4 Gem.

1944 19 48 Leo. 19 46 Gem.

1945 24 11 Vir. 3 51 Can.

1946 26 53 Lib. 18 18 Can.

1947 27 16 Sco. 2 58 Leo

1948 25 53 Sag. 17 37 Leo.

1949 23 17 Cap. 2 13 Vir.

1950 20 21 Aqu. 16 33 Vir.

1951 17 42 Pis. 0 9 Lib.

1952 16 8 Ari. 13 52 Lib.

1953 15 39 Tau. 26 49 Lib.

1954 16 59 Gem. 9 14 Sco

1955 20 18 Can. 21 11 Sco.

1956 24 46 Leo 24 42 Sag.

1957 29 00 Vir. 13 52 Sag.

1958 01 23 Sco. 24 43 Sag.

1959 1 29 Sag. 5 19 Cap.

1960 29 54 Sag. 15 51 Cap.

 

Jika disederhanakan gambar itu akan membentuk pola seperti:

 

ASTRONOMI: MEMBUKTIKAN BENTUK BUMI BERDASARKAN LAMA WAKTU PENERBANGAN

ASTRONOMI: MEMBUKTIKAN BENTUK BUMI BERDASARKAN LAMA WAKTU PENERBANGAN.

.

Ivan Taniputera.

13 April 2018.

.

Pada kesempatan kali ini saya ingin mengetahui bagaimana bentuk bumi berdasarkan lama waktu penerbangan. Saya akan memilih rute penerbangan antara Lisabon ke New York dan Pretoria ke Rio de Janeiro. Untuk jelasnya silakan perhatikan gambar di bawah ini.

.

 

 

.

Saya akan menjelaskan alur pemikirannya adalah sebagai berikut. Saya akan memilih dua rute penerbangan yang jaraknya sama atau hampir sama menurut model bumi bulat. Hanya saja yang satu harus terletak di belahan bumi utara, sedangkan satunya lagi di belahan bumi selatan. Oleh karenanya, derajat garis lintangnya kurang lebih harus sama atau tidak berbeda terlalu jauh; demikian pula dengan jarak garis bujur masing-masing. Pilihan saya jatuh pada kedua rute atau jalur penerbangan di atas.

Berikut ini adalah derajat garis lintang dan bujur masing-masing kota (data diperoleh dari wikipedia).

.

  • Lisabon terletak di 38 derajat 42 menit Lintang Utara. 9 derajat 8 menit Bujur Barat.
  • New York terletak di 40 derajat 42 menit Lintang Utara. 74 derajat 0 menit Bujur Barat.
  • Pretoria terletak di 25 derajat 44 menit Lintang Selatan. 28 derajat 11 menit Bujur Timur.
  • Rio de Janeiro terletak di 22 derajat 54 menit Lintang Selatan. 43 derajat 11 menit Bujur Barat.

.

  • Jarak garis bujur antara Lisabon dan New York adalah 64 derajat 20 menit. Jarak garis lintang antara Lisabon dan New York adalah 2 derajat.
  • Jarak garis bujur antara Pretoria dan Rio de Janeiro adalah 71 derajat 22 menit. Jarak garis lintang antara Pretoria dan Rio de Janeiro adalah 2 derajat 50 menit.

.

Sebagai tambahan: Jarak Lisabon dan New York adalah 3.370 mil. Jarak Pretoria Rio de Janeiro adalah 4.443 mil. (Data diambil dari https://www.entfernungsrechner.net/de/).

.

Dengan demikian, perbedaan jarak antara kedua pasangan kota tersebut menurut model bumi bulat tidak terlalu jauh atau tidak terlalu signifikan (tidak sampai dua kali lipat). Hal ini berbeda dengan model bumi datar. Seperti gambar di atas, maka menurut model bumi datar perbedaan jarak keduanya adalah sekitar dua kali lipat atau lebih.

.

Untuk mengetahui model mana yang benar, maka kita akan memanfaatkan data lama waktu penerbangan antara kedua jalur tersebut. Jika model bumi bulat benar, maka seharusnya perbedaan lama waktu penerbangan antara kedua jalur di atas tidaklah terlalu signifikan. Sebaliknya menurut model bumi datar, akan terdapat perbedaan cukup signifikan, yakni paling tidak dua kali lipat lebih lama. Penggunaan data lama waktu penerbangan ini dikarenakan hal tersebut dapat diverifikasi secara internasional atau oleh siapa saja. Jika data yang dipergunakan keliru tentunya akan dapat diketahui dengan mudah. Data tersebut akan saya ambil dari https://www.travelmath.com/flying-time/from/Lisbon,+Portugal/to/New+York,+NY dan https://www.travelmath.com/flying-time/from/Pretoria,+South+Africa/to/Rio+de+Janeiro,+Brazil

Hasilnya adalah sebagai berikut.

.

  • Lama waktu penerbangan dari Lisabon ke New York adalah 7 jam 15 menit.
  • Lama waktu penerbangan dari Pretoria ke Rio de Janeiro adalah 9 jam 25 menit.

.

Dengan demikian, perbedaannya tidak sampai dua kali lipat lebih lama. Hal ini membuktikan bahwa model bumi bulat lebih sesuai dengan kenyataan, kecuali dapat diberikan bukti kuat bahwa data waktu penerbangan sebagaimana tercantum di atas adalah keliru. Sampai sejauh ini kita telah memperlihatkan bahwa bentuk bumi adalah bulat. Terjadi kekonsistenan antara jarak masing-masing jalur penerbangan menurut model bumi bulat dengan lama waktu penerbangan.

MEMECAHKAN MISTERI PENAMPAKAN BAYANGAN MIRIP ALIEN

MEMECAHKAN MISTERI PENAMPAKAN BAYANGAN MIRIP ALIEN.

.

Ivan Taniputera.

29 Juli 2016

.

Saya baru saja membaca mengenai penampakan bayangan mirip alien (makhluk angkasa luar) di sebuah bis. Menurut artikel tersebut seseorang berfoto di depan sebuah bis dan hasilnya sungguh mengejutkan karena di bagian kaca depan bis tampak bayangan mirip alien. Untuk jelasnya silakan perhatikan gambar sebagai berikut.

.

 
 

.

Alien mungkin ada di jagad raya ini, namun lebih baik kita mencoba mencari penjelasan ilmiah terlebih dahulu. Kemungkinan pertama, bayangan di kaca tersebut adalah semata-mata pantulan cahaya saja yang membentuk wujud mirip alien. Kemungkinan kedua, ia adalah bayangan orang yang berfoto itu sendiri. Sederhananya adalah sebagai berikut. Wajah orang itu tercermin pada spion bis. Selanjutnya spion memantulkan kembali bayangan orang tersebut pada kaca bis. Jelasnya silakan saksikan gambar berikut ini.

.

 
 

.

Hal yang menguatkan penjelasan ilmiah di atas adalah bayangan mirip alien nampak tidak berambut, sedangkan orang itu juga mempunyai potongan rambut yang sangat tipis. Karena kelengkungan kaca spion (spion menggunakan cermin cembung) dan kaca depan bis, maka bayangannya menjadi terdistorsi dan nampak seperti alien. Demikianlah, kita telah berupaya memecahkan misteri ini.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . 

 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

MEMBANTAH TEORI BUMI DATAR (FLAT EARTH)

MEMBANTAH TEORI BUMI DATAR (FLAT EARTH).

.

Ivan Taniputera.

13 Juli 2016

.

Baru-baru ini saya menyaksikan video di youtube dan membaca beberapa laman yang mengumandangkan kembali teori bahwa bumi berbentuk datar seperti piringan. Nampaknya pandangan tersebut menjadi populer kembali akhir-akhir ini. Berikut ini adalah kurang lebih gambaran visual pandangan mereka mengenai bentuk bumi.

.

 
 

Nampak bahwa bumi yang teridiri dari daratan dan lautan digambarkan sebagai piringan yang di tepinya terdapat dinding es Antartika. Konon dinding ini tidak tertembus oleh siapa pun. Selanjutnya di atas piringan tersebut terdapat kubah langit yang tidak pula dapat ditembus oleh manusia. Menurut salah satu teori tersebut, karena sifatnya yang tidak dapat ditembus itu, seluruh perjalanan antariksa termasuk pendaratan di bulan adalah kebohongan belaka (hoax). Teori ini berlanjut dengan mengemukakan adanya konspirasi raksasa yang mencekoki umat manusia sehingga meyakini bahwa bumi berbentuk bulat. Namun pada kesempatan kali ini, saya tidak akan membahas mengenai teori konspirasi. Saya hanya akan mengungkapkan keberatan-keberatan terhadap teori ini.

.

Keberatan pertama adalah mengapa penduduk di berbagai bagian bumi menyaksikan rasi bintang yang berbeda-beda. Jikalau benar bumi datar, maka masing-masing di antara mereka akan menyaksikan bintang atau rasi bintang yang sama. Mengapa saya yang berdiam di Pulau Jawa tidak dapat menyaksikan bintang kutub (Polaris)? Untuk jelasnya saya akan analogikan dengan gambaran sebagai berikut.

.

 
 

.

Misalkah terdapat kubah yang di dalamnya terdapat beberapa orang. Orang-orang itu berdiri pada berbagai tempat di dasar kubah. Pada puncak kubah terdapat sebuah lampu. Maka di mana pun orang-orang itu berdiri, mereka akan dapat menyaksikan lampu tersebut. Lampu itu dapat kita umpamakan sebagai Bintang Kutub (Polaris). Namun pada kenyataannya, tidak semua orang dapat menyaksikan Polaris. Jadi tidak mungkin bumi berbentuk datar.

.

Sebagai tambahan, saat Laksamana Zhenghe dari Dinasti Ming mengadakan pelayaran pertamanya ke belahan bumi selatan, mereka mengalami kesulitan dengan rasi-rasi bintang yang ada untuk bernavigasi, karena gugusan-gugusan bintang sebagaimana disaksikan di selatan berbeda dengan utara. Baru setelah beberapa pelayaran berikutnya, mereka dapat menyesuaikan dengan hal tersebut dan membuat peta bintang belahan bumi selatan. Kesulitan lain yang mereka alami juga diakibatkan oleh tidak tampaknya Polaris di selatan, padahal para pelaut China menggunakannya sebagai pedoman navigasi.

.

Keberatan kedua, saya pernah tinggal di Jerman. Saat musim dingin maka siang hari lebih pendek. Jam 08.00 pagi masih gelap dan jam 15.00 matahari sudah terbenam. Sebaliknya saat musim panas, matahari masih bersinar hingga pukul 22.00. Oleh karenanya, panjang siang dan malam hari berbeda-beda atau berubah-ubah tergantung musimnya. Dengan kata lain, matahari tidak terbit pada saat bersamaan di sepanjang tahun. Jikalau benar bumi berbentuk datar, hal ini tidak mungkin terjadi. Semua peristiwa alam ini membuktikan bahwa bumi berbentuk bulat dengan garis rotasi yang membentuk kemiringan relatif terhadap matahari. Apabila bumi datar, maka matahari akan terbit dan terbenam pada saat yang sama di sepanjang tahun.

.

Perubahan musim juga mustahil terjadi jika bumi datar. Pada kenyataannya, saat belahan bumi utara mengalami musim dingin, maka belahan bumi utara mengalami musim panas, dan begitu pula sebaliknya. Apabila bumi datar, maka hal tersebut tidak akan terjadi, karena seluruh permukaan bumi sepanjang tahun tidak akan mengalami perbedaan dalam penerimaan sinar matahari. Menurut teori bumi datar, maka matahari dan bulan sepanjang hari hanya melakukan gerak memutar-mutar saja di atas katulistiwa.

.

 
 

.

Apabila benar demikian, maka daerah kutub utara tidak akan pernah menyaksikan matahari terbenam sepanjang tahun. Namun pada kenyataannya, kutub utara mengalami malam hari selama enam bulan setiap tahunnya dan siang hari hari selama enam bulan berikutnya. Jadi, matahari tidak pernah terbenam selama enam bulan dan terbenam selama enam bulan lainnya. Ini kembali memperlihatkan bahwa bumi berbentuk bulat dengan garis rotasi membentuk kemiringan.

.

Penganut pandangan bumi datar menyatakan bahwa peristiwa terbit dan terbenamnya matahari adalah masalah pandangan perspektif saja. Mereka menyatakan bahwa terbenamnya matahari adalah laksana kereta api yang seolah-olah menghilang dari pandangan kita sewaktu bergerak menjauh akibat jaraknya sudah berada di luar jarak pandang kita. Karena jaraknya telah terlampau jauh, maka kita tidak melihatnya lagi. Sebagai tantangan bagi penganut pandangan bumi datar, maka saya persilakan mereka menggunakan teropong atau teleskop yang kuat guna melihat matahari saat di tempat mereka malam hari. Logikanya begini. Jikalau itu karena masalah jangkauan jarak pandang saja, manusia telah menemukan teropong atau teleskop guna memperluas jarak pandang mereka. Tentunya jika mereka meyakini bumi datar, saat malam hari matahari tentunya tidak terletak di balik belahan bumi mereka, sehingga dengan teropong atau teleskop yang kuat seharusnya masih tetap dapat terlihat. Untuk jelasnya lihat gambar sebagai berikut.

.

.

Sebagai tambahan, jikalau benar bumi berbentuk datar seharusnya dengan berdiri di puncak sebuah gedung tinggi di Jakarta dan menggunakan teleskop kuat, kita seharusnya dapat menyaksikan menara Eifel atau puncak Pegunungan Himalaya. Ini adalah tantangan yang harus dapat dipecahkan oleh penganut pandangan bumi datar.

.

Demikianlah beberapa keberatan terhadap pandangan bahwa bumi berbentuk datar.

.

Salah satu video yang dibuat oleh penganut konsep ini memang nampak sangat baik. Mereka seolah-olah dapat mendukung pandangannya dengan konsep-konsep terdengar ilmiah. Oleh karenanya, orang yang sama sekali tidak mempunyai pengetahuan ilmiah akan sulit sekali membantahnya.