MEMBUAT “ALTAR” PERCINTAAN

MEMBUAT “ALTAR” PERCINTAAN

.

Ivan Taniputera.

16 September 2016

.

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi mengenai membuat “altar” percintaan. Kegunaannya adalah membantu orang yang hubungan percintaannya sering bermasalah. Sebagai contoh adalah seseorang yang hubungannya dengan kekasih sering mengalami gejolak atau seseorang yang tidak sulit berjumpa dengan kekasih baru namun sulit menjalin kelanggengan hubungan. Dengan kata lain, hubungan asmara sulit mencapai jenjang yang lebih serius. Meskipun demikian, metoda ini tidak dapat diterapkan oleh mereka yang sulit berjumpa dengan jodohnya. Metoda ini hanya dapat dipergunakan oleh mereka yang sudah mempunyai kekasih tetapi hubungannya kurang baik. Jadi, bagi mereka yang sulit berjumpa jodoh perlu dipergunakan metoda lain.

.

Sebagai tambahan, ini bukanlah “altar” dalam artian spiritual atau keagamaan. Hanya demi memudahkan penyebutan saja dipergunakan istilah “altar.” Latar belakang filosofisnya adalah mengarahkan energi cinta kasih pada orang yang Anda kasihi. Pikiran adalah pelopor yang berada di balik segalanya. Oleh karenanya, jika hubungan Anda dengan orang lain bermasalah, terdapat semacam “energi” yang menggangu relasi tersebut. Energi yang mengganggu ini perlu dinetralkan dengan energi cinta kasih. Demikianlah, latar belakang di balik bekerjanya metoda ini.

.

Kini kita akan menguraikan bagaimana membuatnya. Pertama-tama, sediakan sebuah lemari kecil yang mempunyai pintu penutup. “Altar” ini tidak boleh terbuka atau dapat terlihat dari luar atau oleh banyak orang. Intinya “altar” ini harus bersifat “rahasia.” Latar belakang filosofinya adalah percintaan adalah sesuatu yang pribadi sifatnya. Selain itu, agar suatu energi dapat tersimpan maka harus dalam tempat atau wadah tertutup. Jadi setelah Anda melakukan upacara memancarkan cinta kasih, pintu harus ditutup kembali. Sebaiknya, jangan ada orang yang boleh membuka dan menutupnya dengan bebas. Disarankan agar Anda menguncinya.

.

Berikut ini adalah gambar “altar” tersebut.

.

 
 

Benda-benda yang diperlukan adalah lemari dan benda-benda yang melambangkan atau dapat diasosiasikan dengan cinta kasih, seperti bantal bertuliskan “Love,” sepasang patung bebek mandarin, tulisan “Shuangxi,” boneka sepasang pengantin, gambar sepasang kupu-kupu, serta taplak bertuliskan “ai” (cinta). Semuanya diatur seperti gambar di atas atau Anda juga boleh menetapkan susunan Anda sendiri yang dianggap indah. Anda juga boleh menambahkan benda-benda lain yang ada kaitannya dengan percintaan. Tidak ada aturan baku di sini. Semua yang ada hanya didasari kenyamanan saja.

.

Anda juga boleh menambahkan dupa dan lilin, khususnya yang berwarna merah.

.

Tinggi lemari juga dapat disesuaikan dengan kebiasaan Anda. Sebagai contoh, jika Anda lebih suka melakukan ritual pemancaran cinta kasih sambil duduk bersila, maka tinggi altar adalah kurang lebih sejajar dengan mata Anda saat duduk bersila. Apabila Anda lebih suka berdiri saat melakukan ritual, maka altarnya juga hendaknya lebih tinggi. Jadi, menyesuaikan dengan kebiasaan Anda. Jika letak altar terlalu tinggi, kepala Anda akan mendongak, sehingga kurang nyaman.

.

Ritualnya adalah sebagai berikut. Sebagai catatan, ini bukan ritual dalam arti keagamaan, melainkan semacam tekad pemancaran cinta kasih. Karena cinta kasih bersifat universal, maka “ritual” ini tidaklah terbatas oleh sekat-sekat keagamaan dan dapat dilakukan oleh siapa saja yang berasal dari agama serta kepercayaan apa pun. Apabila agama Anda tidak memperkenankan penggunaan dupa dan lilin, tidak perlu pergunakan kedua benda tersebut.

.

Pertama-tama nyalakan lilin dan dupa sambil mengucapkan doa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Boleh juga hanya membaca pemantapan tekad, “Aku berharap agar semua makhluk sejahtera adanya. Aku berharap agar [sebut nama kekasih] sejahtera lahir dan batin.” Selanjutnya bangkitkan ketenangan dengan mengheningkan cipta. Lalu bayangkan kekasih Anda dan pancarkan energi cinta kasih selama kurang lebih lima menit hingga setengah jam. Caranya dengan membayangkan segala sesuatu yang baik terjadi. Boleh juga diperluas ke orang-orang lain di sekitar Anda, seperti orang tua atau calon mertua. Segenap hambatan bagi perjodohan ini akan sirna.

.

Jika Anda menggunakan dupa, maka tunggu hingga dupa habis. Cara mengakhiri ritual adalah dengan mengheningkan cipta kembali dan menutupnya dengan membaca pemantapan tekad. Lemari ditutup dan dikunci. Ritual ini sebaiknya dilakukan setiap hari secara teratur.

.

Ritual ini jelas tidak sama dengan ilmu pelet. Menggunakannya untuk hal-hal menyimpang hanya akan berbalik mencelakakan diri Anda sendiri. Kehidupan Anda justru akan bertambah buruk dan diliputi kesialan. Jadi, yang patut diingat adalah senantiasa menggunakannya untuk kebaikan.

.

Berikutnya kita akan membahas mengenai arah hadap dan letak “altar” ini. Terdapat beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan dengan seksama dan bila Anda tidak mengetahuinya lebih baik berkonsultasi pada saya. Adapun kriterianya adalah sebagai berikut.

.

1) Berdasarkan letak bintang Taohua Anda. Adapun yang dijadikan patokan bukan Cabang Bumi (shio) pada pilar tahun kelahiran Anda, melainkan pilar hari.

 
  • Cabang bumi Yin, Wu, dan Xu, bintang Taohua adalah Mao.
  • Cabang bumi Si, You, dan Chou, bintang Taohua adalah Wu.
  • Cabang bumi Shen, Zi, dan Chen binang Taohua adalah You.
  • Cabang bumi Hai, Mao, dan Wei bintang Taohua adalah Zi.

.

2) Berdasarkan elemen arah perjodohan Anda.

3) Berdasarkan penjuru Yannian.

.

Semua itu perlu diperhitungkan dan dicari arah optimalnya .

.

Berikut ini adalah foto “altar” salah seorang klien.

.

 

 

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .

 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

SIKAP TANGAN (MUDRA) PENDETA AGAMA YAHUDI (YUDAISME)

SIKAP TANGAN (MUDRA) PENDETA AGAMA YAHUDI (YUDAISME).

.

Ivan Taniputera.

23 Agustus 2016.

.

Ternyata Agama Yahudi (Yudaisme) juga mengenal sikap tangan (mudra) dalam ibadahnya. Adapun mudranya adalah sebagai berikut. Kelingking kedua belah tangan dirapatkan dengan jari manis; jari tengah dirapatkan dengan jari telunjuk; dan ibu jari terbentang jauh dan didekatkan dengan ibu jari tangan satunya. Kedua telapak tangan mengarah ke luar atau dihadapkan ke arah orang lain. Gambarnya adalah sebagai berikut.

.

 
 

.

Mudra tersebut dipergunakan untuk memberkati umat setelah usainya kebaktian di sinagoga (tempat ibadah Agama Yahudi). Sambil menghadapkan tangan pada umat, pendeta Agama Yahudi menyanyikan lagu pemberkatan sebagai berikut:

.

יְבָרֶכְךָ יהוה, וְיִשְׁמְרֶךָ (Yevhārēkh-khā Adhōnāy veyishmerēkhā)

Tuhan memberkati engkau dan melindungi engkau.

.

יָאֵר יהוה פָּנָיו אֵלֶיךָ, וִיחֻנֶּךָּ (Yāʾēr Adhōnāy pānāw ēlekhā viḥunnékkā)

Tuhan menyinari engkau dengan wajahNya dan memberi engkau kasih karunia.

.

יִשָּׂא יהוה פָּנָיו אֵלֶיךָ, וְיָשֵׂם לְךָ שָׁלוֹם (Yissā Adhōnāy pānāw ēlekhā viyāsēm lekhā shālōm.)

Tuhan menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. (Bilangan 6:24-26, LAI).

.

Kedua belah telapak tangan ini membentuk huruf Ibrani Shin: ש , yang merupakan singkatan bagi Shaddai atau “Tuhan Maha Kuasa.”

.

Sebagai tambahan, ritual pemberkatan ini disebut birkat kohanim ( ברכת כהנים )

.

Menurut Kitab Mishnah, seseorang yang dilanda oleh mimpi buruk hendaknya memusatkan perhatian pada sikap tangan pendeta Agama Yahudi tersebut saat birkat kohanim dilantunkan.

.

Demikianlah kita sudah mempelajari sedikit mengenai tradisi ritual Agama Yahudi. Ternyata agama tersebut juga mengenal mudra, yakni sikap tangan tertentu yang dipergunakan saat beribadah.

KASUS UNIK: RITUAL MEMATAHKAN KUTUK TURUN TEMURUN

KASUS UNIK: RITUAL MEMATAHKAN KUTUK TURUN TEMURUN

.

Ivan Taniputera.

16 Agustus 2016.

.

.

 

Ini adalah kasus unik yang dialami seorang teman terkait kutukan turun temurun. Sebelumnya kita perlu membahas terlebih dahulu apa yang dimaksud kutukan turun temurun. Jikalau beberapa atau hampir setiap anggota suatu keluarga mengalami kemalangan atau bentuk ketidak-beruntungan yang sama, dimana hal ini terjadi berulang-ulang dari generasi ke generasi, maka kita perlu mencurigai ada sesuatu yang tidak beres dengan riwayat serta sejarah keluarga tersebut. Barangkali terdapat kutukan yang mencengkeram keluarga itu. Karena masih sedikit sekali yang mengulas hal ini dari sisi metafisika, saya akan menuliskan artikel tentangnya, sehingga kita dapat bersama-sama belajar mengenai teori dan konsep di balik bekerjanya suatu kutukan menghantui suatu keluarga secara turun-temurun .

.

Kutukan tidak selalu terdeteksi pada diagram Bazi atau Astrologi seseorang. Dengan kata lain, tidak ada orang yang terlahir dengan kutukan melekat selamanya. Kutukan sesungguhnya tidak mempunyai sifat permanen. Jika kita mengetahui akar dan duduk permasalahannya, kutukan dapat dihapuskan, atau lebih tepatnya ditransformasikan.

.

Meski bukan termasuk ranah kajian ilmiah, kutukan dapat dijelaskan dengan menggunakan “bahasa” ilmiah. Kutukan dapat diumpamakan sebagai suatu energi. Energi memang sifatnya tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan (hukum kekekalan energi), namun bentuknya tidak kekal. Dengan kata lain, energi dapat ditransformasikan atau diubah menjadi bentuk energi lainnya. Sebagai contoh, energi listrik dapat diubah menjadi energi panas (kalor). Energi selalu berada dalam perubahan. Marilah kita mengumpamakan kutukan sebagai bentuk energi. Jika tidak ditransformasikan, kutukan itu akan tetap ada dalam bentuknya sebagaimana dialami suatu keluarga. Oleh karenanya, agar pengaruh buruk suatu kutukan turun temurun sirna perlu dilakukan upaya menransformasinya.

.

Penyebab timbulnya kutukan antara lain adalah dendam, misalnya leluhur suatu keluarga pernah membuat menderita orang lain, dan orang itu lantas melontarkan kutukannya. Pada saat kutukan itu dilontarkan, maka sang pelontar kutukan seolah-olah telah menransformasi energi yang semula relatif baik menjadi buruk. Energi itu lantas mengalir pada keluarga yang dikutuk. Demikian kurang lebih bekerjanya suatu kutukan. Jadi, untuk mengatasinya tiada cara selain menransformasi energi buruk itu menjadi baik kembali. Sepintas tampak mudah, tetapi belum tentu pada praktiknya.

.

Sebenarnya tidak ada cara transformasi baku yang seragam atau berlaku bagi semua kasus kutukan dan tidak mungkin ada, karena permasalahan setiap keluarga berbeda-beda. Dengan demikian, ritual transformasi itu bersifat unik dan berlainan bagi masing-masing keluarga. Ritual yang berhasil pada suatu keluarga belum tentu berhasil pada keluarga lainnya. Meniru ritual yang dilakukan orang lain belum tentu ada gunanya. Memang mungkin saja terdapat peluang keberhasilan jika masalahnya hampir sama atau mirip. Kendati demikian, ada baiknya Anda melakukan ritual yang benar-benar sesuai bagi Anda. Anda belum tentu sembuh dari penyakit yang diderita jika mengonsumsi obat orang lain. Karenanya, Anda lebih baik berkonsultasi dengan orang yang memahaminya. Apabila Anda memerlukannya saya juga dapat membantu Anda. Hanya saja saya tidak menerima konsultasi gratis.

.

Kasus yang dialami teman saya tersebut adalah sebagai berikut. Setiap anggota keluarga yang sudah menikah pasti bisnisnya akan mengalami penurunan dan hancur. Sebelum menikah bisnisnya bagus, namun anehnya setelah menikah usaha yang ditekuni justru merosot, sehingga akhirnya bangkrut. Pertama-tama hal ini tidak begitu mereka perhatikan dan dianggap kebetulan semata. Namun setelah direnungkan lebih jauh, ternyata leluhur mereka pernah melakukan hal sebagai berikut.

.

Leluhur mereka mempunyai dua orang istri. Untuk mudahnya sebut saja istri tua dan istri muda. Meskipun demikian, setelah sang leluhur meninggal, istri tua dan anak-anak yang dilahirkannya tidak bersedia mengakui istri muda beserta anak-anaknya. Bahkan pada batu nisan leluhur itu, yang ditulis hanya nama istri tua dan anak-anaknya. Istri muda merasa terhinda dan dendam karena seolah-olah disingkirkan dari keluarga tersebut serta mengutuk mereka. Demikianlah riwayat singkat bermulanya kutukan.

.

Saya lalu menyarankan ritual sebagai berikut.

.

Adakan sembahyang di makam leluhur. Persembahan yang harus disediakan adalah:

.

1) Lilin sepasang.

2) Lima jenis buah-buahan.

3) Tiga cangkir teh

4) Dupa

5) Uang-uangan kertas

.

Atur berbagai persembahan seperti gambar di atas. Jika meja altar pada makam tidak memadai, maka boleh ditaruh di tanah, hanya saja harus diberi alas terlebih dahulu.

.

Sebelum memulai ritual, lakukan meditasi pemancaran cinta kasih. Caranya pancarkan cinta kasih pertama-tama pada orang yang mengutuk keluarga Anda tersebut. Selanjutnya alihkan pancaran cinta kasih pada seluruh leluhur Anda, saudara, sahabat, tetangga, rekan kerja, dan bahkan orang-orang yang Anda benci. Pancarkan jangkauannya seluas mungkin, termasuk pada hewan, makhluk halus, tumbuhan, dan seluruh isi jagad raya ini. Bangkitkan harapan agar mereka sejahtera dan berada dalam kedamaian. Apabila Anda penganut Agama Buddha Tantrayana, undanglah Guru Akar Anda hadir dan memancarkan berkah-berkahNya.

.

Bermeditasilah selama kurang lebih lima menit. Kemudian nyalakan lilin dan dupa. Jikalau agama Anda melarang penggunaan dupa, cukup pasang lilin saja. Lalu panjatkan doa yang intinya:

.

1) Memohon pengampunan atas nama leluhur Anda.

2) Memohon agar kutukan diakhiri.

.

Setelah selesai bangkitkan keyakinan kuat bahwa Anda sudah bebas dari kutukan.

.

Makna filosofis di balik ritual ini adalah cinta kasih dapat menransformasi kebencian.

.

Uang-uangan kertas kemudian di bakar. Jikalau agama Anda tidak memperkenankan penggunaan uang kertas, pergunakanlah uang sebenarnya. Tetapi tentu saja bukan untuk dibakar, melainkan disedekahkan pada orang lain. Kekuatan amal sanggup menranformasi energi buruk menjadi baik.

.

Sesudah semuanya selesai, Anda dapat mengambil isolasi merah dan gunting dengan ukuran secukupnya, menutupi nama Anda yang tertera pada batu nisan leluhur, yakni sebagai daftar nama keturunan almarhum. Ini merupakan suatu perlambang bahwa Anda sudah tidak lagi menjadi bagian kutukan. Ucapkan doa syukur dan pelimpahan jasa.

.

Hal lain yang perlu diingat, hari melakukan ritual ini tidak boleh sembarangan. Anda harus mencari hari baik dengan elemen-elemen tidak bertentangan dengan diri Anda. Jika Anda tidak dapat menentukannya sendiri, mintalah bantuan orang yang sanggup menghitungkannya untuk Anda.

.

Sebagai penutup, ritual ini boleh disesuaikan dengan agama dan keyakinan masing-masing. Yang penting adalah tidak kehilangan makna filosofis ritual tersebut.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . .

 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.