RENUNGAN TAHUN BARU IMLEK (TAHUN DING YOU ATAU AYAM API)

RENUNGAN TAHUN BARU IMLEK (TAHUN DING YOU ATAU AYAM API)

.

Ivan Taniputera.

27 Januari 2017.

.

 
 
 

Pada kesempatan kali ini, untuk kesekian kalinya kita merayakan kembali Tahun Baru Imlek yang kebetulan bertepatan dengan Tahun Ding You. Ding adalah nama Batang Langit dalam perhitungan waktu China yang berunsur Api Yin. Sedangkan You adalah nama Cabang Bumi yang berunsur Logam Yin. Cabang Bumi You inilah yang oleh orang awam sering disebut sebagai shio Ayam. Jadi kita boleh mengatakan bahwa tahun ini adalah Tahun Ayam Api.

.

Jika kira renungkan secara mendalam, kedatangan Tahun Baru Imlek ini menandakan bahwa kita masih diberi umur panjang dan kesehatan. Apabila tidak, bagaimana kita dapat merayakannya? Oleh karena itu, kita perlu bergembira karena masih diberi umur panjang dan kesehatan. Lalu apakah yang seharusnya kita lakukan dengan kedua bekal teramat sangat berharga tersebut? Sebagai wujud rasa terima kasih dan kebahagiaan kita, maka kedua bekal tersebut perlu kita pergunakan demi menabur manfaat bagi sesama. Kita perlu menaburkan manfaat demi bangsa dan negara yang kita cintai.

.

Karena masih dilimpahi dengan umur panjang dan kesehatan, maka kita perlu memanfaatkannya demi menciptakan perdamaian beserta ketenangan di tengah masyarakat. Marilah kita senantiasa menaburkan kesejukan. Dewasa ini, media sosial telah mengambil peranan yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia. Sayangnya, media sosial dalam kurun waktu belakangan ini sering disalah gunakan untuk menabur kebencian, kebohongan, dan perpecahan. Tentu saja, menabur kebencian, kebohongan, dan perpecahan tidaklah bermanfaat bagi sesama. Jadi dengan melakukannya, kita telah menyia-nyiakan kesehatan beserta umur panjang yang telah kita miliki. Apakah kita tidak merasa sayang telah menyia-nyiakannya?

.

Itulah sebabnya, pada kesempatan kali ini marilah kita semua bertekad menggunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat bagi sesama manusia, tanpa memandang suku, ras, agama, atau pun golongannya. Kita menggunakan media sosial untuk menyatukan bukan memecah belah. Kita memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan kebenaran bukan kebohongan. Marilah kita renungkan. Satu ketikan tangan kita dapat memberikan begitu banyak permasalahan bagi dunia. Tanpa itu saja, dunia sudah mempunyai banyak permasalahan. Apakah kita masih ingin menambah permasalahan lagi? Manakah yang kita inginkan menabur permasalahan atau manfaat? Sedikit kilasan emosi kita dapat melontarkan masalah bagi banyak orang.

.

Tahun baru merupakan penanda kedatangan sesuatu yang baru. Musim senantiasa berganti. Oleh karenanya, dalam hidup ini kita perlu senantiasa memperbaharui semangat hidup kita. Barulah dengan begitu kita dapat menggapai kesuksesan. Kita harus mempunyai keyakinan bahwa kebahagiaan dan keberhasilan akan menjadi milik kita. Perayaan Tahun Baru Imlek ini dapat menjadi kesempatan membangkitkan semangat yang baru bagi kita. Ibaratnya adalah kehidupan yang mulai bertunas kembali setelah kebekuan musim dingin. 

.

Selamat Tahun Baru Imlek bagi seluruh kerabat dan sahabat yang merayakannya.

Advertisements

RENUNGAN TAHUN BARU IMLEK-TAHUN KAMBING KAYU (YI WEI)

RENUNGAN TAHUN BARU IMLEK-TAHUN KAMBING KAYU (YI WEI)

.

Ivan Taniputera

18 Februari 2015

.

.

 
 

Tidak terasa kita telah tiba kembali pada penghujung Tahun Kuda, kini kita sedang menantikan datangnya Tahun Kambing. Karena tahun baru Imlek ini sesungguhnya bukan hanya milik satu etnis saja, melainkan dapat menjadi sumber kebahagiaan bagi semua etnis, maka saya pada kesempatan kali ini akan menulis renungan saya dalam bahasa Jawa.

 

Para sedherek ingkang kinasih,

 

Ing sajroning negari kita Republik Indonesia wonten rupi-rupi suku bangsa lan etnis. Satunggalipun suku bangsa lan etnis nduweni budaya lan adat istiadatipun piyambak piyambak. Sasadayanipun budaya punika tansah dados bukti kasugihanipun negari kita. Ugi dados bukti menawi bangsa kita saguh njagi kerukunan lan kedamaian gesang sesarengan. Bhinneka Tunggal Ika semboyan negari kita. 

 

Budaya Tionghoa inggih dados salah satunggalipun budaya etnis ing negari kita lan ugi saged nyumbangaken marang kekayaan budaya bangsa. Amarga punika, warsa enggal Imlek boten kagunganipun tiyang Tionghoa kemawon, nanging sampun dados kekayaan budaya sesarengan. Sadaya suku bangsa lan etnis tanpa kecuali kenging berbagi kebahagiaan perayaan warsa enggal Imlek. Mugi-mugi perayaan warsa enggal Imlek dados mencurahkan kebahagiaan marang sadaya suku bangsa lan etnis ing negari kita.

 

Kita sami-sami ndonga mugi-mugi bangsa lan negari kita dipun tebihaken saking bebendhu lan kekirangan. Pihak-pihak ingkang crah supados saged rukun lan saling maringi sepura marang pihak sanesipun. Kita sampun mangertos manawi crah agawe bubrah. Ingkang rugi inggih punika kawula alit. Ingkang mesakaken inggih boten sanes rakyat piyambak. Mugi-mugi pihak-pihak ingkang padu  saguh bangkit kasadaripun manawi piyambakipun punika abdi rakyat. Mugi-mugi Tahun Kambing Kayu saguh maringaken perdamaian lan penyelesaian masalah ing negari kita.

 

Kita sami-sami berupaya dados pribadi ingkang luwih becik tinimbang warsa sadherengipun. Inggih punika dados pribadi ingkang semakin sae. Kita boten namung donga nyuwun kemakmuran, kesehatan, lain kesejahteraan, nanging ugi kebijaksanaan. Jalaran berbekal kebijaksanaan, kita saged nglakeni kehidupan ingkang becik. 

 

Sugeng Warsa Enggal Imlek.