TEPATNYA RAMALAN VISI ATAU PENGLIHATAN SAYA: BENCANA ASAP DAN KEKISRUHAN POLITIK

TEPATNYA RAMALAN VISI ATAU PENGLIHATAN SAYA: BENCANA ASAP DAN KEKISRUHAN POLITIK.

.

Ivan Taniputera.

23 September 2019.

.

Baru-baru ini bencana kabut asap sedang melanda negara kita. Selain itu, kita mendengar pula mengenai kekisruhan politik. Ternyata itulah makna visi atau penglihatan saya, tertanggal 5 September 2019, yang saya tuangkan dalam artikel tanggal 6 September 2019 berjudul VISI ATAU PENGLIHATAN TANGGAL 5 SEPTEMBER 2019 (link: https://ramalanfengshuiastrologimetafisika.wordpress.com/2019/09/07/visi-atau-penglihatan-tanggal-5-september-2019/).

.

Pada penglihatan tersebut saya menyaksikan sosok-sosok berwarna hitam sedang keluar dari kabut. Ternyata visi dan penglihatan terkait kabut tersebut mengacu pada bencana kabut asap yang terjadi akhir-akhir ini.

.

.

Visi atau penglihatan di atas juga dapat mengacu pada kekacauan politik yang terjadi akhir-akhir ini.

.

Dengan demikian, visi atau penglihatan saya itu sungguh tepat adanya. Namun semua itu bukanlah kehebatan saya. Yang penting adalah kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar bencana kabut asap ini segera berakhir dengan tuntas. Kita berdoa pula agar segenap permasalahan segera teratasi. Dunia ini agar aman dan damai serta dijauhkan dari segenap bencana. 

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .

.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

 

Advertisements

RAMALAN DALIUREN: PERIODA KEDUA PEMERINTAHAN PRESIDEN JOKO WIDODO

RAMALAN DALIUREN: PERIODA KEDUA PEMERINTAHAN PRESIDEN JOKO WIDODO

.

Ivan Taniputera.

30 Mei 2019.

.

Pada kesempatan kali ini, saya akan memperkenalkan metoda ramalan Daliuren (大六壬). Saya akan menggunakannya untuk meramalkan mengenai perioda kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Berikut ini adalah bagan Daliuren yang didapatkan.

.

Kita dapat mengartikan sebagai berikut. Pada perioda pemerintahan kedua ini, pemerintah akan bersikap jauh lebih tegas dibandingkan perioda sebelumnya. Orang-orang yang berniat atau bertindak tidak baik bagi keselamatan bangsa serta negara akan ditindak dengan tegas tanpa pandang bulu. Akan ada penegakan hukum yang ketat dalam berbagai bidang. Dengan demikian, ini merupakan saat agar setiap orang mulai menyelaraskan diri dengan hukum. Merupakan saat agar setiap orang kembali ke jalan yang benar. Selagi masih ada kesempatan, setiap orang yang masih menempuh jalan keliru agar segera kembali ke jalan yang benar.

.

Sebagai bahan perbandingan, pada artikel berjudul: “RAMALAN BAGAIMANA PELUANG DAN KEADAAN NEGARA KITA SELAMA LIMA TAHUN KE DEPAN SETELAH PEMILIHAN PRESIDEN (PILPRES) 2019” tertanggal 16 Maret 2018 (link: https://ramalanfengshuiastrologimetafisika.wordpress.com/2018/03/18/ramalan-bagaimana-peluang-dan-keadaan-negara-kita-selama-lima-tahun-ke-depan-setelah-pemilihan-presiden-pilpres-2019/), saya telah menuliskan sebagai berikut:

.

“Kita boleh menafsirkan bahwa pemerintahan dalam kurun waktu 2019-2024 akan lebih kuat dari sisi penegakan dan ketegasan hukum.”

.

Itulah sebabnya, hasil ramalan Daliuren hari ini, juga selaras dengan ramalan setahun lalu.

.

Selanjutnya, kita dapat mengartikan bagan Ramalan Daliuren di atas sebagai berikut. Akan terdapat kerja sama yang baik antara berbagai pihak. Kerja sama di sini dapat diartikan dengan berbagai cara, seperti kerja sama antar berbagai pihak dan golongan di dalam negeri maupun kerja sama dengan luar negeri.

.

Hal ini juga selaras dengan ramalan pada artikel berjudul “RAMALAN BAGAIMANA PELUANG DAN KEADAAN NEGARA KITA SELAMA LIMA TAHUN KE DEPAN SETELAH PEMILIHAN PRESIDEN (PILPRES) 2019” tertanggal 16 Maret 2018:

.

“Kini masyarakat akan lebih menyadari bahwa lebih baik mencari persamaan dan bukan perbedaan. Lebih baik bekerja sama mencari solusi bagi permasalahan bangsa dan negara dibandingkan bertikai satu sama lain. Kita juga boleh menafsirkan bahwa kerja sama antara kepala negara beserta para menteri dan lembaga-lembaga tinggi negara lainnya akan lebih mantap.”

.

dan:

.

“Kartu AC dapat pula kita tafsirkan bahwa kerja sama dengan luar negeri akan meningkat. Barangkali pihak asing akan makin banyak menanamkan modalnya karena menyaksikan peningkatan perekonomian negara kita.”

.

Kita kembali lagi pada Ramalan Daliuren. Akan terdapat kemajuan atau peningkatan dalam bidang perekonomian. Terdapat bintang Naga Hijau (Qinglong, 青龍), yang melambangkan keberuntungan atau kebahagiaan. Selain itu, konfigurasi elemen juga memperlihatkan bahwa rakyat akan banyak menerima curahan manfaat atau keberuntungan. Hasil ramalan ini juga selaras dengan ramalan pada artikel berjudul “RAMALAN BAGAIMANA PELUANG DAN KEADAAN NEGARA KITA SELAMA LIMA TAHUN KE DEPAN SETELAH PEMILIHAN PRESIDEN (PILPRES) 2019” tertanggal 16 Maret 2018:

.

“ Kartu AB melambangkan keberuntungan dari sisi keuangan. “

.

Jika kita kembali pada Ramalan Daliuren, maka nampak adanya bahaya berupa musuh di balik selimut atau gerakan-gerakan yang tidak tampak dari luar. Intinya adalah suatu gerakan yang sifatnya tersembunyi. Orang-orang seperti ini mungkin tidak suka pada pemerintah dan melakukan daya upaya secara diam-diam guna merongrong jalannya roda pemerintahan. Jadi, pemerintah harus mewaspadai sosok-sosok berniat jahat seperti itu. Barangkali ini pula yang menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah bertindak jauh lebih tegas, sebagaimana telah disebutkan di atas.

.

Jika kita bandingkan dengan ramalan pada artikel berjudul “RAMALAN BAGAIMANA PELUANG DAN KEADAAN NEGARA KITA SELAMA LIMA TAHUN KE DEPAN SETELAH PEMILIHAN PRESIDEN (PILPRES) 2019” tertanggal 16 Maret 2018, kita dapatkan pula hasil yang selaras dengan Ramalan Daliuren:

.

“Kemungkinan ada orang-orang berniat jahat atau kurang baik di negara kita atau di seputar pemimpin tersebut. Mereka akan menebarkan kebohongan atau informasi yang salah. Oleh karenanya, pemimpin negara kita 2019-2024 perlu mewaspadai sosok-sosok semacam itu.”

.

dan:

.

“Oleh karenanya, kita boleh menafsirkan akan lebih banyak pengendalian beserta pengekangan terhadap masyarakat. Sebagian orang mungkin akan menganggapnya sebagai pengekangan terhadap demokrasi atau kebebasan berpendapat. Itulah sebabnya, penentangan barangkali akan timbul yang digambarkan melalui Square antara Pluto dengan Merkurius dan Uranus di satu pihak. Merkurius melambangkan tulisan, pidato, media sosial, dan berbagai bentuk komunikasi. Uranus melambangkan penentangan. Jadi apabila kita gabungkan keduanya maka dapat diartikan adanya “pihak-pihak yang melakukan penentangan terhadap dominasi pemerintah melalui berbagai media komunikasi (entah itu tulisan, ceramah, pidato, atau pesan-pesan di media sosial).” Meskipun demikian, pengekangan itu dimaksudkan pemerintah untuk menciptakan suasana persatuan yang lebih kondusif; yakni mencegah ucapan-ucapan bernuansa SARA dan lain sebagainya.”

.

Setelah mengamati perbandingan antara hasil kedua ramalan di atas, anehnya hasil Ramalan Daliuren hari ini (30 Mei 2019), kurang lebih selaras dengan hasil ramalan setahun sebelumnya (16 Maret 2018). Kendati demikian, semua itu hanya ramalan saja dan belum tentu terbukti kebenarannya. Marilah kita senantiasa memanjatkan doa menurut agama beserta kepercayaan masing-masing agar negara kita dan seluruh dunia selalu aman serta damai.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

MEMILIH PEMIMPIN LAMA DAN BARU DI SEBUAH NEGERI ANTAH BERANTAH

MEMILIH PEMIMPIN LAMA DAN BARU DI SEBUAH NEGERI ANTAH BERANTAH.

.

Ivan Taniputera.

6 Mei 2018.

.

 

 

CATATAN: Kisah ini adalah sepenuhnya fiksi. Kemiripan nama dan jalan cerita hanyalah sepenuhnya kebetulan.

.

Dalam perjalanan saya mengunjungi sebuah negeri antah berantah tibalah saya di sebuah kota kecil. Karena hari telah menjelang senja singgahlah saya di sebuah kedai kopi. Saya juga hendak menanyakan di mana saya dapat bermalam di kota kecil tersebut sebelum meneruskan perjalanan menikmati keindahan hutan Amazonias keesokan harinya. Segera saya mencari meja yang kosong, karena sore itu kedai cukup penuh. Kebetulan saya mendapatkan meja kosong di dekat tiga orang yang sedang menikmati kopi pesanannya. Dua orang usianya masih agak muda; sedangkan satu lagi sudah lanjut usia dan mengenakan kaca mata. Karena jarak yang berdekatan saya dapat mendengar obrolan mereka dengan baik. Belakangan saya mengetahui bahwa kedua orang muda itu masing-masing bernama Sanchez dan Ramirez. Sementara orang tua itu mereka panggil Pak Tua Bijaksana.

.

Saya juga baru mengetahui bahwa tahun depan negeri itu akan memilih pemimpin baru mereka. Di Negeri Antah Berantah itu pemilihan pemimpin dilakukan setiap beberapa tahun sekali dan kebetulan tahun depan memang merupakan saat diselenggarakannya ajang pemilihan pemimpin baru. Seorang pemimpin yang sudah atau sedang menjabat dapat dipilih kembali. Demikianlah yang saya baca dari buku petunjuk wisata Negeri Antah Berantah.

.

Orang yang pada akhirnya saya ketahui bernama Sanchez memulai pembicaraan, “Pokoknya tahun depan pemimpinnya harus yang sekarang menjabat!”

.

Orang muda satunya yang dipanggil Ramirez nampak tidak mau kalah. Ia berkata, “Pokoknya tahun depan pemimpinnya harus yang baru!.”

.

Sanchez: “Yang lama!!!”

Ramirez: “Yang baru!!!”

.

Hampir saja mereka saling menggebrak meja. Dari percakapan mereka nampak jelas bahwa Sanchez merupakan pedukung pemimpin lama. Sebaliknya Ramirez menginginkan pemimpin baru. Saya kemudian mengetahui bahwa pemimpin lama, tahun depan hampir dipastikan akan mencalonkan diri kembali.

.

Tiba-tiba bapak tua yang menyertai mereka dan dari tadi diam saja berdehem dan mulai berbicara, “Bukankah tujuan kita kemari adalah menikmati lezatnya kopi kedai ini dan sejuknya udara sore? Apakah tujuan kita kemari untuk bertengkar?”

.

Sanchez dan Ramirez serentak berkata, “Bagaimana pendapat Pak Tua Bijaksana?”

.

Bapak tua yang dipanggil Pak Tua Bijaksana itu menjawab, “Bagaimanapun juga kita saat ini belum mengetahui siapakah saingan pemimpin lama yang hendak mencalonkan diri kembali tersebut. Apakah kalian sudah mengetahui siapakah calon pemimpin lainnya?”

.

Sanchez dan Ramirez menggelengkan kepalanya.

.

Pak Tua Bijaksana melanjutkan, “Kalau begitu untuk apa kalian bertengkar? Masih terlalu dini untuk menyatakan pilihan kalian. Jika apa saja yang dapat dipilih belum diketahui secara pasti, untuk apa kalian bersitegang masalah pilihan? Bukanlah itu berarti kalian meributkan sesuatu yang belum jelas? Apalagi sampai merusak suasana minum kopi yang menyenangkan ini.”

.

Mereka bertiga kemudian menghirup kopi masing-masing yang masih sedikit mengepulkan asap. Para pengunjung lain tidak mempedulikan percakapan mereka bertiga.

.

Pak Tua Bijaksana melanjutkan kembali perkataannya, “Aku akan memberikan sebuah analogi. Misalkan aku akan memberikan hadiah pada kalian tahun depan. Pilihan hadiahnya ada dua, namun salah satu akan kukatakan sekarang; yakni mobil. Sedangkan satu lagi belum mau kukatakan sekarang. Aku baru mau mengatakannya tahun depan saat ajang pemberian hadiah dibuka. Kalian belum mengetahui pilihan hadiahnya yang satu lagi. Lalu ada orang yang berkata bahwa ia mau mobil saja. Yang lain berkata bahwa ia tidak mau mobil. Nah, kemungkinannya ada dua. Bila ternyata hadiahnya yang satu adalah pesawat terbang, maka yang pertama akan kecewa. Ternyata ada hadiah yang jauh lebih baik, yakni pesawat terbang; padahal ia sudah memilih mobil. Namun jika ternyata hadiahnya yang satu adalah sepeda, maka orang kedua akan kecewa, karena ia sudah menolak mobil; sehingga harus menerima pilihan hadiah yang jauh lebih buruk. Tentunya dengan asumsi bahwa mereka masing-masing tidak boleh menjilat ludahnya sendiri.

.

Bapak tua itu berhenti sebentar untuk membetulkan letak kaca matanya dan menghirup kopi di cangkirnya. Kopi itu tentunya sudah agak dingin.

.

Ia melanjutkan lagi ucapannya, “Begitu pula dengan memilih pemimpin baru. Kita juga belum tahu apakah pada tahun depan ada calon lain yang lebih baik atau tidak. Terlalu dini untuk membicarakan hal tersebut. Aku sendiri netral. Jika ada calon yang sanggup membuktikan dirinya lebih baik, mengapa aku tidak memilihnya? Kita harus memilih pemimpin terbaik bagi Negeri Antah Berantah yang kita cintai ini. Bukankah demikian, Nak Sanchez dan Ramirez?”

.

Sanchez dan Ramirez mengangguk setuju.

.

Pak Tua Bijaksana berkata lagi, “Dari pada bertengkar, lebih baik masing-masing pihak berupaya memunculkan calon terbaiknya, khususnya yang menginginkan pergantian pemimpin tahun depan. Lebih baik munculkan konsep-konsep apa yang hendak mereka wujudkan bila terpilih kelak. Pemimpin lama lebih baik melakukan penilaian terhadap apa yang telah dikerjakan selama masa pemerintahannya. Coba ciptakan program-program yang lebih baik lagi. Apa yang keliru dan kurang baik hendaknya diperbaiki di masa mendatang. Seorang pemimpin tidaklah luput dari kesalahan dan kekurangan, tetapi pemimpin yang baik bersedia mengakui kesalahannya, meminta maaf, serta memperbaikinya di masa mendatang. Dengan demikian, masing-masing calon dapat saling beradu konsep. Sementara itu, para pendukung masing-masing calon juga jangan saling bertengkar apalagi bermusuhan. Tiap orang bebas menentukan pilihannya masing-masing. Mari kita pilih pemimpin yang terbaik. Tidak perlu terpaku pada satu sosok, melainkan pada program dan konsepnya bagi negara kita.

.

Mereka kemudian menghabiskan sisa kopi yang ada di cangkir masing-masing.

.

Pak Tua Bijaksana berkata, “Tak terasa sekarang sudah hampir gelap. Jam telah menunjukkan pukul tujuh malam. Aku hendak pulang dulu ke rumahku.”

.

Sanchez dan Ramirez juga hendak pulang ke rumah mereka masing-masing. Demikianlah, mereka bertiga beranjak meninggalkan meja dan menuju kasir.

.

Saya tiba-tiba teringat mengenai rumah penginapan yang saya perlukan malam itu. Saya juga bangkit berdiri ke meja kasir untuk membayar dan menanyakan letak rumah penginapan terdekat. Besok saya masih harus melanjutkan perjalanan saya. Demikianlah, sedikit pengalaman saya di kedai kopi Negeri Antah Berantah.

APAKAH DUNIA DALAM CENGKERAMAN ELIT GLOBAL?

APAKAH DUNIA DALAM CENGKERAMAN ELIT GLOBAL?

.

Ivan Taniputera.

8 Mei 2018.

.

 

 

.

Sore ini saya bertanya-tanya, tema apa lagi yang perlu saya tulis? Tiba-tiba dalam hati saya terdengar suatu suara, “Tulislah mengenai elit global.” Sejujurnya, sampai saat ini saya tidak memandang pembahasan mengenai keberadaan suatu elit global yang mencengkeram dunia sebagai hal yang serius. Apalagi mengenai teori konspirasi. Saya biasanya memandang hal-hal tersebut sebagai topik hiburan saja. Saya lebih berpegang pada paparan dan kajian ilmiah yang dianut kalangan akademisi. Sebagai penggemar sejarah dan politik, saya biasanya berpegang pada kajian arus utama (main stream). Namun kali ini tiba-tiba berbagai ide mengalir begitu saja dalam pikiran saya.

.

Tiba-tiba terlintas di benak saya bahwa elit global itu mungkin dan memang ada dalam sejarah. Kita tidak perlu beralih pada sejarah alternatif atau teori konspirasi untuk mengetahui keberadaannya. Sepanjang sejarah, telah ada “elit-elit global” yang berupaya mengarahkan jalannya sejarah. Hal ini dicatat pada buku-buku dan karya sejarah yang sudah diterima umum. Marilah kita kembali ke Eropa menjelang Perang Dunia I (1914-1918). Ketika itu, dunia dikendalikan oleh negara-negara Eropa yang mempunyai banyak wilayah jajahan. Sebagai contoh, adalah Inggris, Perancis, Jerman, Austria Hungaria, dan Rusia. Mereka inilah yang dapat disebut sebagai “elit-elit global” pada zaman itu. Mereka telah berupaya mengatur dan mengendalikan wilayah-wilayah kekuasaannya di berbagai belahan dunia. Dunia diatur oleh segelintir orang saja. Hal-hal ini sudah dibahas pada banyak buku sejarah yang telah umum diterima kebenarannya.

.

Apakah elit-elit global ini bisa berperang satu sama lain? Jawabnya adalah bisa. Selama terdapat perbedaan kepentingan, perang antar elit global mungkin saja pecah. Buktinya adalah Perang Dunia I (1914-1918). Rusia turun membantu Serbia untuk mengamankan pengaruhnya di Balkan. Segera saja, sekutu masing-masing negara yang terlibat perang turun pula dalam kancah peperangan. Api peperangan berkecamuk dengan dashyatnya di Eropa. Perang Dunia I dilanjutkan dengan Perang Dunia II. Elit global kali ini terbagi menjadi dua kubu; yakni kubu Poros; yang terdiri dari Jerman, Italia, dan Jepang, melawan kubu Sekutu; yang dimotori oleh Inggris, Perancis, Amerika Serikat, dan Rusia. Sejarah mencatat kekalahan Kubu Poros.

.

Dari abu sisa Perang Dunia II muncul apa yang dinamakan Perang Dingin. Muncul kembali dua kubu di sini; yakni blok Barat yang dimotori Amerika Serikat, melawan blok Timur yang dikomandoi Rusia. Mereka melancarkan proxy war (perang yang tidak dilancarkan di negaranya sendiri) dan turut serta dalam percaturan politik negara-negara lain. Dengan demikian, elit-elit global pada masa Perang Dingin adalah para petinggi Amerika Serikat dan Rusia. Merekalah yang bermain dalam percaturan politik dunia.

.

Apa yang baru saja saya tulis di atas merupakan sejarah resmi yang sudah menjadi pengetahuan umum; jadi bukan merupakan sesuatu yang misterius. Berdasarkan hal itu kita dapat menyimpulkan bahwa elit-elit global itu memang ada. Hanya saja elit-elit itu bisa saja berganti-ganti sepanjang zaman. Tokohnya juga sudah pasti berganti-ganti.

.

Berdasarkan apa yang sudah dipaparkan di atas, maka elit-elit global itu merupakan pemimpin negara-negara yang kuat pada suatu masa. Logikanya, tentu saja karena punya kekuatan mereka akan sanggup melebarkan pengaruh di dunia ini. Elit-elit global itu bisa saja merupakan para pemilik modal terbesar di dunia. Uang tak pelak lagi merupakan daya penggerak yang dashyat. Dengan uang, mereka dapat turut mengatur dunia ini. Kita tidak perlu jauh-jauh dalam membuktikan kebenaran pernyataan ini. Sebenarnya, di mana pun juga terdapat tak terhitung “elit global kecil” atau sebut saja “elit lokal.” Sebagai contoh, Anda adalah orang yang paling kaya di kampung halaman Anda. Tentunya Anda akan mempunyai pengaruh dalam berbagai peristiwa yang terjadi di kampung halaman Anda. Intinya, orang yang mempunyai kelebihan dari sisi keuangan, sudah pasti patut diperhitungkan dan ia mempunyai peluang besar dalam mengarahkan berbagai peristiwa di lingkungan sekitarnya. Demikianlah yang terjadi dalam skala kecil dan terlebih lagi dalam tataran dunia.

.

Berdasarkan kenyataan di atas, kita tidak dapat mengabaikan kenyataan bahwa elit-elit global itu ada. Di antara sekian milyar penduduk bumi ini, berapa gelintir yang menguasai keuangan dunia? Silakan Anda renungkan sendiri. Bukankah mereka orang yang sangat berpengaruh?

.

Para elit global ini tentu saja terutama hanya mengupayakan kepentingan mereka semata. Ini tentu saja merupakan sesuatu yang wajar. Bila Anda seorang “elit global kecil” atau “elit lokal” bukankah Anda juga berupaya mengamankan kepentingan Anda? Apa yang disebut kepentingan itu tidak jarang berbenturan dengan kepentingan pihak atau orang lain. Dengan demikian, bisa saja terjadi perang kepentingan. Tentu saja, mereka yang mempunyai sumber daya besar akan sanggup menggunakan berbagai cara agar kepentingan mereka yang menang. Mereka dapat memperalat orang lain untuk mencapai tujuannya, baik disadari atau tidak. Sumber daya yang lebih besar membuat Anda sanggup menerapkan lebih banyak strategi atau taktik. Tujuannya adalah kemenangan Anda. Tentu saja korban dari pihak lawan tidak dapat dihindari. Itulah sebabnya, kemenangan itu memerlukan korban. Hingga sejauh ini, Anda dapat mengikuti logikanya, bukan? Sangat sederhana dan tidak ada yang rumit. Sampai di sini saya hendak mengatakan bahwa teori konspirasi itu mungkin ada sebagai bagian dari rencana atau strategi. Kendati demikian, kita jangan terlalu berlebihan, yakni mengaitkan segala sesuatu dengan teori konspirasi. Selama belum ada bukti yang sahih, maka kita lebih baik diam saja.

.

Kita kembali pada bahasan tentang elit global. Telah diungkapkan di atas bahwa elit-elit global itu hampir pasti akan membela kepentingannya terlebih dahulu. Nampaknya hampir mustahil bahwa mereka akan membela kepentingan Anda. Anda bukan kerabat dan saudara mereka; kenal pun tidak, lalu untuk apa mereka membela kepentigan Anda? Bahkan mungkin sekali Anda justru diperalat oleh mereka guna mencapai tujuannya, baik disadari maupun tidak. Mungkin Anda tidak menyadarinya dan merasakan keuntungan sesaat. Anda mungkin tidak sadar bahwa negara Anda sedang diacak-acak oleh mereka. Namun ingat tujuan akhir mereka belum tentu kepentingan Anda. Sekali lagi yang patut diingat, mereka hanya membela kepentingannya sendiri. Bila suatu saat kepentingan mereka berbenturan dengan kepentingan Anda, maka Anda pun akan dilibas oleh mereka.

.

Apakah Anda bersedia diperalat oleh para elit global atau tidak, pilihan sepenuhnya berada di tangan Anda. Namun untuk mencegah agar Anda tidak diperalat oleh mereka maka kuncinya adalah “kesadaran” dan “kewaspadaan.” Selalu tanyakan hal-hal sebagai berikut, “Apakah hal ini bermanfaat bagi diriku? Apakah hal ini bermanfaat bagi semua orang tanpa membeda-bedakan?” Jadi, kuncinya adalah kemanusiaan (humanity). Anda menjadi tidak mudah dihasut. Ibaratnya seperti pohon yang kokoh dengan akar kuat, sehingga tidak mudah digoyahkan angin. Tetapi hal ini juga tidak menjamin 100 persen bahwa kita tidak akan diperalat oleh elit global. Seringkali caranya dalam memperalat kita adalah begitu halusnya, sehingga hampir mustahil bagi kita menyadarinya. Bahkan mungkin saat ini pun saya sedang diperalat tanpa saya sadari. Namun kalau saya diperalat untuk melakukan sesuatu yang mendukung kemanusiaan (humanity), maka saya justru akan menyokongnya dengan sepenuh hati.

.

Tidak ada gunanya melawan elit global. Mereka mempunyai sumber daya yang jauh lebih melimpah. Saya tidak mengajak Anda melawan elit global. Mungkin ada yang membantah dan mengatakan bahwa bila bersatu kita dapat melawan mereka. Ya, barangkali itu benar. Namun bagaimana cara mempersatukan “kita”? Dahulu waktu kita masih duduk di bangku sekolah, mempersatukan satu kelas yang terdiri dari 30 orang saja susah, apalagi hendak menyatukan “kita” yang jumlahnya entah berapa. Daripada berbicara yang muluk-muluk lebih baik dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Setujukah Anda?

TEPATNYA RAMALAN SAYA: PEMBENTUKAN BERBAGAI POROS KOALISI

TEPATNYA RAMALAN SAYA: PEMBENTUKAN BERBAGAI POROS KOALISI.

.

Ivan Taniputera.

13 Maret 2018.

.

Saya baru saja membaca artikel mengenai pembentukan berbagai poros koalisi dalam menghadapi pemilihan presiden tahun 2019 di negara kita. Berikut ini adalah linknya: https://tirto.id/peluang-poros-koalisi-ketiga-lawan-jokowi-amp-prabowo-di-2019-cFgV.

.

Ternyata hal ini sesuai dengan apa yang saya ramalkan tertanggal 27 Oktober 2017 berjudul RAMALAN MENEROPONG TAHUN 2018 (link: https://ramalanfengshuiastrologimetafisika.wordpress.com/2017/10/28/ramalan-meneropong-tahun-2018/):

 

“Kita dapat pula menafsirkan bahwa berbagai partai politik kemungkinan akan mulai membangun koalisi atau kerja sama.

.

Berbagai aliansi dalam bidang politik akan terbentuk. ..”

.

Pada tanggal 9 Januari 2018 pada artikel berjudul RAMALAN KEADAAN NEGARA KITA TAHUN 2018 DENGAN METODA RAMALAN KARTU MISTERI KEHIDUPAN (VITAMYSTERIUM) (link: https://ramalanfengshuiastrologimetafisika.wordpress.com/2018/01/09/ramalan-keadaan-negara-kita-tahun-2018-dengan-metoda-ramalan-kartu-misteri-kehidupan-vitamysterium/) saya juga meramalkan:

.

“Dengan demikian, kita boleh menafsirkan bahwa kondisi politik di negara kita pada tahun 2018 akan diwarnai oleh persaingan dan pertikaian yang ketat. Banyak partai atau orang akan berebut menjadi pemimpin. Berbagai persekutuan atau koalisi akan terbentuk dan bubar. Tidak ada kawan dan lawan yang abadi. Kondisi perpolitikan mungkin agak gaduh. Berbagai cara dan strategi akan dipergunakan guna meraih kemenangan. Keadaan ini memang akan membawa kerisauan atau kegelisahan bagi rakyat. Namun kartu AF juga menjanjikan bahwa pada akhirnya semua akan baik-baik saja. “

.

Ternyata apa yang saya ramalkan itu sungguh tepat adanya. Baru saja memasuki tahun 2018 kita sudah dapat menyaksikan rencana terbentuknya berbagai aliansi atau yang lebih umum disebut koalisi politik itu. Meskipun demikian, semua ini bukanlah kehebatan saya, melainkan ilmu Astrologi yang terbukti keakuratannya. Marilah kita memanjatkan doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar negara kita dan seluruh dunia senantiasa damai serta sejahtera.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . .

.

 .

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.