FENOMENA ASTRONOMI LANGKA: UNTAIAN EMPAT PLANET DI LANGIT MALAM

FENOMENA ASTRONOMI LANGKA: UNTAIAN EMPAT PLANET DI LANGIT MALAM.

.

Ivan Taniputera.

30 Agustus 2018.

.

Beberapa hari yang lalu, atau tepatnya tanggal 22 Agustus 2018, saya sempat mengabadikan fenomena astronomi langka berupa tampaknya empat planet sekaligus di langit malam. Keempat planet itu seolah-olah membentuk semacam untaian kalung yang sangat indah di langit. Berikut ini adalah fotonya.

.

 

.

Karena tidak dapat dimuat dalam satu foto saja, maka saya membaginya menjadi dua foto. Foto yang satu memuat gambar Bulan, Mars, dan Saturnus. Sedangkan foto satunya lagi memuat gambar Yupiter serta Venus. Sebenarnya antara Bulan dan Mars terdapat Pluto. Hanya saja, Pluto tidak dapat kita saksikan tanpa teleskop.

.

Berikut ini adalah kedudukan planet-planet tersebut pada berbagai rasi bintang menurut aplikasi Skymap.

.

 

.

Sebagai pelengkap, saya akan membahas makna fenomena alam tersebut menurut ilmu Astrologi. Kita akan membuat bagan Astrologi bagi fenomena itu terlebih dahulu.

.

 

.

Berdasarkan bagan di atas, saya akan memaknainya sebagai berikut. Orang-orang yang berniat tidak baik dan melakukan berbagai kejahatan atau kesalahan akan dengan cepat menuai buah perbuatannya. Sebaliknya, orang yang melakukan kebaikan juga akan menuai buah kebajikannya itu dengan cepat. Intinya, buah suatu perbuatan entah baik atau buruk akan hadir lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Karena itu, kita hendaknya semakin berlomba-lomba melakukan kebaikan. Berbagai skandal juga mungkin akan terbongkar. Orang-orang yang berlaku curang dan tidak jujur akan menuai akibatnya. Dengan demikian, penting sekali untuk senantiasa berlaku jujur serta menjauhi segenap kecurangan.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . , . . . 

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

KEADAAN PERMUKAAN PLANET VENUS

KEADAAN PERMUKAAN PLANET VENUS.

.

Ivan Taniputera.

20 Mei 2017.

.

 
 
 

Pada kesempatan kali ini kita akan sedikit belajar astronomi. Bagi kita yang mempelajari astrologi, tidak ada salahnya jika juga mengenal astronomi. Dalam astrologi kita memandang Venus sebagai planet yang melambangkan cinta. Namun kenyataannya, permukaan planet ini sangat mengerikan dan jauh sekali dari sesuatu yang dapat dikaitkan dengan “cinta.”

.

Venus adalah planet yang disebut sebagai Bintang Fajar atau Bintang Senja, tergantung kapan ia terbit. Jarak terdekatnya (perihelion) dari matahari adalah 107.477.000 km; sedangkan jarak terjauhnya (aphelion) adalah 108.939.000 km. Karena letaknya ini, Venus berada di luar zona planet yang dapat menunjang kehidupan (habitable zone). Adapun yang dimaksud zona penunjang kehidupan ini adalah jarak dari bintang yang diorbitnya, dimana jarak tersebut memungkinkan berkembangnya kehidupan. Oleh karenanya, mustahil ada kehidupan di Venus.

.

Permukaan planet Venus dipenuhi oleh aktifitas gunung berapi dan sangat panas. Aktifitas gunung berani itu menjadikan atmosfer Venus dipenuhi oleh Karbondioksida (CO2). Itulah yang mengakibatkan terjadinya Efek Rumah Kaca dashyat di Venus. Jadi berbeda dengan Bumi, Efek Rumah Kaca di Venus terjadi secara alami. Atmosfer Venus 96,5 % terdiri dari CO2. Oleh karenanya, keadaannya sangat menyesakkan dan mustahil bagi kita hidup di sana. Temperatur di Venus adalah sekitar 460 derajat Celsius, sehingga kita pasti akan terpanggang bila berada di sana.

.

Misi antariksa Venera 9 dan Venera 12 yang dikirim ke Venus mencatat adanya aktifitas berupa kilat di planet tersebut. Sementara itu, aktifitas gunung berapi telah dibuktikan oleh data yang dikirimkan oleh Venus Express pada tahun 2008 dan 2009. Oleh karenanya, Venus juga memiliki aktifitas cuaca seperti di di bumi.

.

Demikianlah kita sudah sedikit mengenal keadaan permukaan Venus. Ternyata Venus bukan planet yang nyaman didiami.

HUBUNGAN ANTARA MASSA PLANET DAN JUMLAH SATELIT

HUBUNGAN ANTARA MASSA PLANET DAN JUMLAH SATELIT.

.

Ivan Taniputera.

16 April 2017.

.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas mengenai hubungan antara massa planet dan jumlah satelit yang dimilikinya. Pertama-tama saya akan memaparkan massa masing-masing planet beserta jumlah bulan yang dimilikinya.

.

  • Merkurius: massa: 0.055 x massa Bumi. Jumlah satelit: 0
  • Venus: massa: 0.815 x massa Bumi. Jumlah satelit: 0
  • Bumi: massa: 1 x massa Bumi. Jumlah satelit: 1
  • Mars: massa: 0.107 x massa Bumi. Jumlah satelit: 2
  • Jupiter: massa: 317.8 x massa Bumi. Jumlah satelit: 67
  • Saturnus: massa: 95.159 x massa Bumi. Jumlah satelit: 62
  • Uranus: massa: 15.536 x massa Bumi. Jumlah satelit: 27
  • Neptunus: massa: 17.147 x massa Bumi. Jumlah satelit: 14
  • Pluto: massa: 0.183 x massa Bumi. Jumlah satelit: 5

.

Sebagai catatan: Jumlah satelit mungkin saja akan berubah seiring berjalannya waktu, yakni dengan ditemukannya satelit-satelit baru yang belum diketahui sebelumnya. Kedua, Pluto tetap saya masukkan sebagai planet.

.

Kita akan menuangkan hubungan tersebut dalam bentuk grafik.

.

 
 

.

Meski nampak adanya kecenderungan planet dengan massa lebih besar mempunyai banyak satelit; tetapi tidak ada hubungan langsung antara massa dengan jumlah satelit. Sebagai contoh, Mars yang mempunyai massa lebih kecil dibanding Bumi justru mempunyai satelit lebih banyak dibanding bumi. Pluto yang mempunyai massa jauh lebih kecil dibanding Bumi, justru mempunyai lima buah satelit.

.

Dengan demikian, terdapat banyak faktor yang menentukan jumlah satelit. Nampaknya jumlah satelit itu merupakan kebetulan saja. Hanya saja, massa yang lebih besar memperbesar atau meningkatkan peluang suatu planet menangkap benda langit lain yang melintas dan menjadikannya sebagai satelit. Jadi, fungsi massa di sini hanya meningkatkan peluang suatu planet mempunyai lebih banyak satelit, tetapi bukan satu-satunya penentu.

.

Lebih jauh lagi, menurut rumus hukum gravitasi universal Newton yang memerikan besarnya gaya tarik menarik antara dua benda; yakni:

.

F = G.m1.m2/r^2

.

G = konstanta gravitasi

m1 dan m2 = massa

r = jarak kedua benda

.

jelas sekali bahwa semakin besar m1 atau m2, semakin besar pula gaya tarik menarik antara dua benda tersebut. Bila dikaitkan dengan jumlah satelit yang dimiliki suatu planet, maka besarnya gaya tarik itu berperan sebagai berikut:

.

1) Menarik benda-benda langit yang melintas dengannya dan menjadikan benda langit tersebut sebagai satelit.

2) Mempertahankan satelit yang telah dimilikinya.

.

Jadi, wajar saja jika planet dengan massa yang besar mempunyai peluang mempunyai lebih banyak satelit.

RENUNGAN BETAPA LUASNYA TATA SURYA KITA

RENUNGAN BETAPA LUASNYA TATA SURYA KITA

Ivan Taniputera

17 Juli 2015

.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas sedikit mengenai astronomi atau ilmu perbintangan. Astronomi berbeda dengan astrologi. Perbedaannya adalah astronomi mempelajari benda langit sebagaimana adanya, sedangkan astrologi mempelajari gerak benda langit untuk meramalkan sesuatu. Namun yang hendak kita bahas saat ini adalah astronomi. Kita akan mencoba membayangkan berapa luaskah tata surya kita.

 

Bayangkan bahwa Anda mempunyai sepeda motor atau mobil yang dapat melaju dengan kecepatan maksimal 100 km/ jam. Anda akan menggunakan kendaraan Anda tersebut untuk menjelajah tata surya.

 

Planet yang paling dekat dengan matahari adalah Merkurius. Temperatur udara di Merkurius sangat panas. Tetapi seberapa dekatkah? Jarak rata-rata antara matahari dan Merkurius adalah 57.910.000 km. Jadi jika Anda menggunakan sepeda motor atau mobil Anda untuk menjelajah jarak tersebut, maka diperlukan waktu 579.100 jam tanpa berhenti. Berapa lamakah itu. Kita misalkan bahwa setahun ada 8.760 jam (365 hari x 24 jam). Dengan demikian, waktu yang diperlukan mengadakan perjalanan dari matahari ke Merkurius dengan sepeda motor atau mobil Anda (kecepatan rata-rata 100 km/jam) adalah kurang lebih 66 tahun tanpa berhenti. Oleh karena itu, Anda dapat membayangkan bahwa perjalanan 66 tahun tanpa berhenti saja sudah termasuk dekat dalam skala tata surya kita. Bandingkan dengan jarak Semarang-Surabaya yang hanya ditempuh kurang lebih 6 jam (lewat jalur selatan).

Bahkan dengan pesawat supersonik sekalipun, yakni 1.225 km/ jam jarak itu masih harus ditempuh dalam 5,5 tahun tanpa berhenti. Dengan demikian, pesawat supersonik itu harus terus melaju selama 5,5 tahun tanpa mengisi bahan bakar sama sekali.

 

Bagaimana dengan jarak matahari ke planet terjauh, yakni Pluto, yang berjarak 5.945.900.000 km. Anda akan menempuhnya dalam 59.459.000 jam. Anda akan menempuhnya kurang lebih 6.787 tahun. Sungguh suatu jarak yang luar biasa. Bayangkan Anda mengendarai mobil atau sepeda motor tanpa henti selama 6.000 tahun dan baru tiba pada pintu gerbang paling luar tata surya kita. Tata surya itu sendiri hanyalah setitik debu di tengah-tengah jagad raya yang tak terhingga luasnya ini.

 

Kini Anda dapat membayangkan betapa luasnya jagad raya kita. Belum lagi galaksi kita, Bima Sakti, dan bahkan seluruh alam semesta. Dapatkah Anda membayangkan seberapa luasnya?

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi:

https://www.facebook.com/groups/339499392807581/