RENUNGAN TAHUN BARU 2018: MENJADI MANUSIA MILENIAL

RENUNGAN TAHUN BARU 2018: MENJADI MANUSIA MILENIAL.

.

Ivan Taniputera.

30 Desember 2017.

.

SelamatTahunBaru2018

 

.

Kita telah tiba pada penghujung tahun 2017. Banyak peristiwa baik suka maupun duka yang dialami selama tahun tersebut. Penghujung suatu tahun memang merupakan saat tepat guna mengevaluasi segenap pencapaian yang telah berhasil kira raih serta target di tahun berikutnya. Merupakan saat yang tepat pula untuk merenung.

.

Kali ini artikel renungan akan saya beri judul: “Menjadi Manusia Milenial.” Menjadi manusia milenial artinya sosok-sosok yang selalu siap menerima dan tanggap terhadap perubahan zaman. Apabila tidak siap menerimanya, kita akan tergerus dan tergilas oleh arus perubahan yang demikian pesatnya itu. Kita perlu menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa mengikuti perkembangan teknologi. Perubahan itu adalah sesuatu yang tidak dapat dihalang-halangi apalagi dibendung. Ini adalah realita yang terjadi di tengah-tengah kita. Sudah siapkah kita menerima perubahan tersebut? Berpuluh-puluh tahun yang lalu, kita belum dapat membayangkan adanya teknologi seperti Wifi. Berpuluh-puluh tahun lalu, internet masih merupakan barang mewah dan hanya segelintir orang saja yang memanfaatkannya. Kini hampir semua orang telah menikmati teknologi tersebut.

.

Sayangnya, banyak orang yang menyalah-gunakan teknologi. Sebagai contoh adalah SMS dan penjualan online penipuan atau abal-abal. Sesungguhnya, SMS dan internet adalah hasil kemajuan teknologi yang memudakan kehidupan kita. Namun orang-orang yang tidak bertanggung jawab telah salah memanfaatkannya, sehingga merugikan banyak orang. Yang dirugikan sangatlah banyak. Para pedagang online yang jujur juga terkena dampaknya. Orang menjadi ragu dalam membeli secara online. Karena nila setitip rusak susu sebelanga. Begitu pula, pemilik nomor telepon seluler juga diwajibkan melakukan registrasi ulang. Tujuannya untuk menghindari penipuan. Karena segelintir orang saja, maka banyak orang mengalami kerepotan. Lebih jauh lagi, pada tahun 2017 yang akan segera berlalu ini, berita hoax dan SARA sering menjadi topik pembicaraan. Penyebaran hoax dan SARA tersebut juga merupakan penyalah gunaan teknologi yang sangat serius. Menjadi manusia milenial selain menguasai teknologi, juga memegang teguh moralitas yang tinggi dalam berteknologi. Tidak hanya menguasai saja, melainkan juga harus bermoral. Moral inilah yang akan mencegah penyalah-gunaan teknologi demi menyusahkan orang lain. Kita berharap agar pada tahun 2018 kelak, penyalah-gunaan teknologi akan berkurang.

.

Manusia-manusia milenial adalah sosok-sosok yang kreatif. Banyak pekerjaan manusia kelak akan digantikan oleh robot atau mesin. Itulah sebabnya, banyak pekerjaan akan menghilang di masa mendatang. Banyak orang mungkin pesimis dengan mengatakan bahwa pengangguran akan meningkat. Kendati demikian, saya berpendapat bahwa meski ada profesi-profesi yang menghilang, namun jenis-jenis pekerjaan baru pasti akan bermunculan pula. Sebelum adanya internet, apakah orang berpikir akan ada pekerjaan bernama web designer? Karena itu, janganlah berkecil hati. Meskipun demikian, pekerjaan-pekerjaan baru itu adalah untuk mereka yang kreatif. Pendidikan di zaman sekarang harus direka ulang. Tujuan utama pendidikan masa kini hendaknya menghasilkan generasi-generasi muda yang kreatif. Bila seseorang tidak kreatif akanlah sulit bertahan hidup.

.

Selain menghasilkan generasi yang kreatif, pendidikan juga hendaknya sanggup menghasilkan generasi bermoral. Tentu saja, agar generasi berikutnya dapat menjadi pribadi-pribadi bermoral, maka generasi sebelumnya harus memberikan teladan. Jadi generasi-generasi yang lebih tua juga perlu memperlihatkan teladan dalam moralitas.

.

Tahun 2017 juga masih diwarnai berbagai konflik. Sebagai contoh, adalah ancaman perang nuklir antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Begitu pula konflik antara Israel dan Palestina mengenai Yerusalem. Marilah kita memanjatkan doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar segenap konflik itu dapat diselesaikan secara damai. Kita berdoa pula agar dunia ini senantiasa damai.

.

Selamat Tahun Baru 2018. Salam sejahtera bagi kita semua.

Advertisements

PINTU MENUJU KEKAYAAN DAN KEMAKMURAN

PINTU MENUJU KEKAYAAN DAN KEMAKMURAN.

.

Ivan Taniputera.

13 Desember 2017.

.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengadakan penelitian mengenai adakah kaitan antara pola pikir kita terhadap kekayaan dengan kekayaan beserta kemakmuran yang dapat kita raih. Jika ada, pola pikir apakah yang kondusif dalam mendatangkan kemakmuran beserta kekayaan? Saya lalu merancang kuis sebagai berikut. Silakan Anda baca sampai selesai. Barangkali hasil penelitian ini dapat menjadi bahan diskusi yang menarik.

.

Saya mengucapkan terima kasih banyak pada para responden yang sudah berpartisipasi dalam penelitian ini.

.

Berikut ini terdapat enam gambar pintu. Jikalau di belakang pintu tersebut terdapat kekayaan, manakah pintu yang Anda pilih?

.

 
 

.

Makna pilihan Anda adalah sebagai berikut.

.

PINTU A.

.

Anda percaya bahwa kekayaan dan kemakmuran itu bukanlah hak tiap orang. Hanya orang-orang yang terpilih dan beruntung saja dapat memperoleh kekayaan beserta kemakmuran. Jadi, tidak peduli betapa keras Anda berusaha atau betapa tinggi tingkat pendidikan Anda, bila Anda tidak termasuk pada golongan mereka yang beruntung itu, Anda tidak akan menjadi kaya atau makmur. Kekayaan dan kemakmuran itu sudah ditentukan sebelumnya. Mereka yang tidak berhak tidak diperkenankan mengambilnya.

Pandangan terhadap kekayaan Anda sendiri adalah sebagai berikut: Apabila Anda berhasil mengumpulkan kekayaan, maka kekayaan itu harus dijaga baik-baik. Jangan dikeluarkan secara serampangan. Anda sangat teliti dan perhitungan terhadap kekayaan, karena Anda merasa itu adalah hak Anda.

Dari sisi pekerjaan Anda cocok pekerjaan yang sifatnya menjaga sesuatu. Anda mungkin dapat menjadi auditor kekayaan perusahaan dengan baik. Anda dapat dipercaya dan baik sekali dalam menyimpan rahasia. Bisa menjadi kepercayaan atasan Anda.

.

PINTU B

.

Anda percaya bahwa kekayaan dan kemakmuran itu adalah hak semua orang. Setiap orang dapat menjadi makmur atau kaya. Asalkan mau berusaha sedikit, pasti ia dapat menjadi makmur atau kaya. Tidak ada yang namanya orang beruntung. Tiap orang bisa menjadi beruntung asalkan mau berusaha. Kekayaan dan kemakmuran tidak bergantung pada tingkat pendidikan atau asal keturunan seseorang.

Pandangan terhadap kekayaan sendiri adalah sebagai berikut. Anda tidak terlalu perhitungan pada apa yang telah Anda berhasil kumpulkan. Bagi Anda bersenang-senang juga penting. Berhasil mengumpulkan kekayaan tetapi tidak bahagia bagi Anda adalah percuma. Anda juga bersedia berbagi kekayaan Anda pada orang lain.

Dari sisi pekerjaan, pilihan Anda sebenarnya banyak. Karena mau berusaha, maka tidak ada batasan bagi pilihan pekerjaan Anda. Asalkan Anda rasa senang, maka Anda akan mengerjakannya. Anda dapat menjadi kesayangan atasan Anda karena sikap rajin Anda. Namun, kelemahannya kalau Anda rasa sesuatu itu tidak berharga dikerjakan, maka Anda enggan mengerjakannya.

.

PINTU C

.

Anda percaya bahwa pendidikan dan sumber daya yang Anda miliki sangat penting dalam mengumpulkan kekayaan beserta kemakmuran. Apa yang dimaksud sumber daya ini tentunya sangat luas; yakni mencakup pula jaringan koneksi, latar belakang keluarga, dan lain sebagainya. Bagi Anda, semakin banyak sumber dayanya, maka semakin besar peluang mengumpulkan kekayaan dan kemakmuran. Itulah sebabnya, Anda mungkin akan mengumpulkan sumber daya dan pengetahuan sebanyak-banyaknya. Sebagai contoh, adalah menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Sebagai tambahan, yang dimaksud koneksi di sini adalah orang-orang yang berpeluang menguntungkan Anda. Jadi, bagi Anda teman adalah penting, namun hanya teman yang menguntungkan atau ada kaitannya dengan bisnis Anda.

Pandangan Anda terhadap kekayaan adalah sebagai berikut. Anda akan mengeluarkan kekayaan Anda untuk sesuatu yang bermanfaat. Jadi, Anda tidak segan mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sifatnya investasi. Anda tidak segan mengeluarkan uang untuk belajar lagi atau memperbesar sumber daya Anda.

Anda cocok bekerja pada bidang-bidang yang sesuai keahlian Anda. Cocok menjadi pekerja profesional. Namun bekerja sendiri juga tidak masalah, asalkan sesuai dengan keahlian dan sumber daya yang Anda miliki. Bidang yang juga cocok adalah riset dan pengembangan (research and development).

.

PINTU D

.

Anda percaya bahwa nilai-nilai konvensional seperti hemat, hidup sederhana, dan kerja keras merupakan kunci menuju kekayaan beserta kemakmuran. Bagi Anda, orang yang memegang nilai-nilai seperti itu akan sanggup meraih kekayaan dan kemakmuran.

Pandangan Anda terhadap kekayaan yang telah berhasil Anda kumpulkan adalah sebagai berikut. Anda akan menabung sebagian besar penghasilan Anda. Anda sudah puas dengan kehidupan yang sederhana dan tidak akan hidup berlebihan. Bagi Anda bukan mewahnya suatu barang yang dipentingkan, melainkan kegunaannya. Meski punya banyak uang, tetapi rumah dan mobil Anda sederhana.

Dari sisi pekerjaan, Anda cocok menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya konvensional atau konservatif, misalnya bisnis warisan keluarga. Anda bisa menjadi kesayangan atasan karena kerja keras Anda. Kelebihan Anda adalah meski Anda tidak menyukai suatu pekerjaan, namun jika dirasa menguntungkan Anda akan tetap mengerjakannya. Anda merasa bahwa bekerja itu berbeda dengan bersenang-senang. Jadi, suka maupun tidak suka tetap harus dikerjakan.

.

PINTU E.

.

Anda percaya bahwa kemakmuran itu didapatkan melalui membahagiakan dan menabur cinta kasih pada orang lain. Anda percaya bahwa dengan membahagiakan orang lain, maka kekayaan beserta kemakmuran akan hadir pada Anda. Orang yang senantiasa menabur kebahagiaan akan makmur dan kaya, meski tingkat pendidikan atau sumber dayanya tidak tinggi. Bagi Anda segenap kebaikan dan cinta kasih itu pada akhirnya akan berpulang pada diri Anda sendiri. Anda mungkin banyak teman, karena Anda tidak pilih-pilih teman. Anda akan berteman pula dengan orang-orang yang tidak ada kaitannya dengan usaha atau pekerjaan Anda.

.

Terhadap kekayaan yang sudah Anda kumpulkan, Anda akan berpandangan sebagai berikut. Anda tidak segan berbagi kekayaan Anda, meski tidak harus berupa materi. Anda juga mungkin membagikan keramahan, senyuman dan kata-kata manis, sehingga orang senang pada Anda.

.

Dengan menimbang hal-hal di atas, maka Anda cocok pada pekerjaan yang berhubungan dengan banyak orang. Apabila banyak orang yang senang pada Anda, maka hal tersebut juga akan makin menunjang bisnis Anda. Sebagai contoh, jika Anda mempunyai toko, maka melalui keramahan Anda, para pelanggan akan terus berbelanja di toko Anda. Bidang hiburan (entertainment) dan pemasaran (marketing) juga cocok bagi Anda. Di saat perusahaan mengalami krisis, Anda adalah orang yang paling berguna karena orang-orang seperti Andalah yang bersedia berkorban lebih banyak untuk perusahaan tanpa ada rasa paksaan.

.

PINTU F.

.

Anda percaya bahwa menjalani rutinitas kerja, sesuai dengan tanggung jawab Anda merupakan kunci bagi kemakmuran dan kekayaan. Anda akan menjalankan sebaik mungkin tugas dan tanggung jawab yang sudah diserahkan pada Anda. Namun, Anda tidak akan bekerja melebihi apa yang sudah menjadi tugas (job description) Anda. Jadi, sebenarnya kata kunci bagi pemilih Pintu F adalah “kepatuhan,” tetapi bukan “kerja keras.” Anda mungkin tidak terdorong untuk bekerja lebih keras demi pekerjaan atau usaha Anda. Bagi Anda masuk kerja atau membuka toko jam 08.00 dan pulang atau tutup toko jam 17.00 sudah cukup bagi Anda. Yang penting adalah hal itu dilakukan terus menerus tanpa henti. Jangan kurang dan jangan lebih.

.

Sikap Anda terhadap uang atau kekayaan yang telah Anda kumpulkan adalah biasa saja. Anda akan menggunakan kekayaan atau uang yang Anda miliki sewajarnya. Tentu saja pengertian wajar di sini adalah menurut Anda sendiri, karena tingkat kewajaran bagi tiap orang adalah berbeda-beda.

.

Dari sisi pekerjaan, Anda cocok mengerjakan pekerjaan yang mempunyai rutinitas tinggi. Anda merupakan orang yang cocok dalam bidang pengendalian kualitas, karena Anda akan menjaga kualitas pekerjaan atau produk Anda tetap sesuai standar. Anda juga cocok mengerjakan bidang pembukuan dan lain sebagainya. Anda akan disayang atasan karena kepatuhan dan kualitas pekerjaan Anda. Meskipun demikian, di saat perusahaan mengalami krisis Andalah yang paling enggan berkorban lebih banyak, kecuali karena paksaan.

.

Berikut ini adalah data-data responden yang masuk. Paling kiri adalah pintu yang dipilih. Tengah adalah skala kemakmuran atau kekayaan yang dimiliki saat ini (skala 1-10). Paling kanan adalah kelompok usia (20-30; 30-40; 40-50; dan seterusnya).

.

(1) E 8 40-50.

(2) C 4 30-40.

(3) E 5 30-40.

(4) E 4 40-50.

(5) C 4 30-40.

(6) C 7 30-40.

(7) D 2 40-50.

(8) C 6 20-30.

(9) C 5 30-40.

(10) A 5 40-50.

(11) C 1 40-50.

(12) E 7 40-50.

(13) C 6 30-40.

(14) D 1 30-40.

(15) A 2 20-30.

(16) C 8 30-40.

(17) F 7 30-40.

(18) B 1 40-50.

(19) E 6 30-40.

(20) E 10 30-40.

(21) B 6 30-40.

(22) E 7 40-50.

(23) D 10 30-40.

(24) F 8 30-40.

(25) E 8 30-40.

(26) A 10 20-30.

(27) D 8 20-30.

(28) E 10 30-40.

(29) E 5 20-30.

(30) B 4 30-40.

(31) E 2 30-40.

(32) A 9 30-40.

(33) B 8 20-30.

(34) A 2 20-30.

(35) F 7 30-40.

(36) E 5 40-50.

(37) E 7 40-50.

(38) A 5 20-30.

(39) D 8 20-30.

(40) B 5 40-50.

(41) F 6 30-40.

(42) E 9 20-30.

(43) E 4 30-40.

(44) A 1 20-30.

(45) D 3 30-40.

(46) C 3 40-50

(47) E 2 30-40

(48) F 2 20-30.

(49) F 10 30-40.

(50) C 5 30-40.

.

Terdapat 50 responden yang masuk.

.

Jika kita hitung, maka yang berikut ini jumlah pemilih masing-masing pintu.

.

Pintu A: 7 orang.

Pintu B: 5 orang.

Pintu C: 10 orang.

Pintu D: 6 orang.

Pintu E: 16 orang.

Pintu F: 6 orang.

Jumlah: 50 orang.

.

Kalau kita paparkan dalam bentuk grafik adalah sebagai berikut.

.

 
 

.

Ternyata di luar dugaan, yang terbanyak adalah pemilih Pintu E. Selanjutnya baru diikuti oleh jumlah pemilih Pintu C. Saya sebelumnya menduga bahwa yang terbanyak adalah pemilih Pintu C. Ini menandakan bahwa masih banyak orang yang yakin bahwa perbuatan baik akan mendatangkan keberuntungan. Selanjutnya disusul oleh jumlah pemilih Pintu C, yang meyakini bahwa pendidikan dan sumber daya penting dalam meraih kemakmuran. Setelah C, maka menyusul jumlah pemilih Pintu A. Ini menunjukkan bahwa masih cukup banyak orang yang berpandangan bahwa kekayaan beserta kemakmuran itu memang ditujukan bagi orang-orang tertentu saja. Sementara itu, pandangan konvensional atau konservatif Pintu D, yakni bahwa orang harus hemat dan hidup sederhana agar dapat meraih kemakmuran, nampaknya tidak begitu banyak diyakini lagi saat ini. Pintu B merupakan yang paling sedikit dipilih. Nampaknya tidak banyak orang yang berpendapat bahwa kekayaan dan kemakmuran itu adalah hak setiap orang.

.

Berikut ini kita akan membuat grafik perbandingan masing-masing pintu dengan skala kemakmuran pemilihnya.

.

 
 

.

Berikut ini adalah grafik gabungannya.

.

 
 

.

Hal menarik yang kita amati adalah pemilih pintu E mempunyai spektrum skala kemakmuran yang tinggi, yakni menengah atas. Oleh karenanya, ini barangkali merupakan penemuan menarik bahwa kekayaan dan kemakmuran itu nampaknya berakar pula dari menabur kebajikan beserta kebahagiaan bagi banyak orang. Hal tersebut nampak jelas dari gambar di bawah ini.

.

 
 

.

Ini nampaknya memperlihatkan keterkaitan antara menabur kebajikan dengan kemakmuran atau kekayaan yang akan dapat kita kumpulkan. Dengan kata lain, bila Anda ingin kaya atau makmur, banyaklah menabur kebajikan.

Spektrum skala kemakmuran pemilih pintu C spektrumnya berada di tengah-tengah. Ini nampaknya mengacu pada para profesional kelas menengah. Sebenarnya hasil ini sesuai dengan dugaan saya.

.

 
 

.

Lebih jauh lagi, berdasarkan gambar grafik hasil di atas, Anda dapat menyimpulkan pandangan apakah yang kurang kondusif bagi pengumpulan kekayaan beserta kemakmuran.

Demikianlah hasil penelitian ini. Kita dapat menyimpulkan bahwa pikiran memiliki pengaruh dalam kehidupan kita.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 

,

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

KIAS-KIAS (CISWA) SUPER DASHYAT UNTUK MEMPERBAIKI NASIB DAN MENINGKATKAN KEBERUNTUNGAN

KIAS-KIAS (CISWA) SUPER DASHYAT UNTUK MEMPERBAIKI NASIB DAN MENINGKATKAN KEBERUNTUNGAN.

.

Ivan Taniputera.

5 Desember 2017.

.

Banyak klien menanyakan adakah kias (di kalangan masyarakat keturunan Tionghoa umum disebut ciswa) untuk memperbaiki nasib dan meningkatkan keberuntungan. Menurut pendapat saya kias yang terbaik adalah berbuat kebaikan bagi semua makhluk. Berbuat baik di sini adalah mencurahkan manfaat bagi seisi dunia ini tanpa membeda-bedakan suku bangsa, agama, ras, dan antar golongan. Kita mencurahkan kebaikan beserta manfaat pada semua makhluk yang membutuhkannya. Banyak orang berkata bahwa mereka tidak mempunyai uang untuk melakukan kebaikan. Namun sesungguhnya berbuat baik itu tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Bahkan ada kebaikan yang tidak memerlukan uang sama sekali, seperti menyumbangkan tenaga kita dalam melakukan kebaikan serta turut mendorong dan bersuka cita atas kebaikan yang dilakukan orang lain. Kita jangan malah iri dan kurang senang tatkala menyaksikan orang lain melakukan kebaikan. Melalui turut bersuka cita atas kebaikan yang dilakukan orang lain, secara tidak langsung kita telah pula berpartisipasi dalam tindakan bajik tersebut. Berbuat kebajikan adalah kias atau ciswa terbaik.

.

Meskipun demikian, kita dapat melakukan kias-kias berupa perbuatan bajik yang disesuaikan dengan elemen baik kita. Tentu saja sebelumnya kita perlu menghitung terlebih dahulu dengan metoda Bazi (Hokkian: Pehjie) apa elemen baik kita. Berikut ini adalah kias-kias atau ciswa berdasarkan elemen baik kita.

.

ELEMEN API.

  1. Menyumbang penerangan. Wujudnya banyak sekali. Contohnya adalah sebagai berikut:

a. Di zaman sekarang untuk penerangan orang menggunakan listrik. Listrik ini adalah elemen Api di zaman modern. Oleh karenanya, kita juga harus menyesuaikan dengan kemajuan tersebut. Anda dapat membayar rekening listrik orang yang tidak mampu. Sebagai contoh, ada tetangga Anda yang tidak sanggup membayar rekening listrik. Bila Anda mampu maka boleh membayar rekening listriknya. Ini adalah contoh kias atau ciswa berelemen Api.

b. Menyumbang bola lampu listrik ke panti-panti (bisa panti asuhan atau panti jompo), rumah ibadah, dan tempat apa saja yang memerlukannya.

c. Memasang lampu penerangan di depan rumah Anda, jika jalan di tempat kediaman masih gelap. Dengan demikian, Anda sudah menaburkan manfaat bagi diri Anda sendiri dan orang lain. Jika jalan depan rumah terang, bukankah akan lebih aman? 

.

2. Membantu memasak saat ada kegiatan sosial. Sebagai contoh saat berlangsungnya bakti sosial atau bencana alam, bila Anda gemar dan pandai memasak, Anda dapat menjadi sukarelawan.

.

3. Menyumbang pasien sakit jantung yang tidak mampu (namun tentunya dalam menyumbang sebaiknya jangan membeda-bedakan penyakit yang diderita seseorang). Hanya saja jika kebetulan Anda mengenal pasien sakit jantung yang tidak mampu dan Anda tergerak menolongnya, dimana kebetulan pula elemen Api baik bagi Anda, maka inilah kesempatan melakukan kebajikan besar. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Mengapa jantung? Jawabannya karena menurut metafisika China, jantung berelemen atau berunsur Api. Tapi ingat jangan sengaja hanya mencari yang sakit jantung saja. Dalam menolong sesama jangan membeda-bedakan apa penyakitnya. Kalau Anda hanya mau menolong orang yang sakit tertentu saja demi meningkatkan elemen keberuntungan Anda semata, maka itu justru memberikan dampak sebaliknya karena berarti Anda telah bersifat egois serta tidak tulus. 

.

4. Memberikan dorongan semangat pada orang lain. Jika Anda menyaksikan orang lain hendak menuai keberhasilan, maka doronglah ia dan jangan malah merendahkan semangatnya. Jangan menakut-nakuti orang lain dengan hal-hal tidak masuk akal.

Tentu saja masih banyak contoh-contoh lainnya dan tidak hanya terbatas pada keempat hal di atas.

.

ELEMEN KAYU.

.

  1. Menyumbang dan menanam pohon-pohon untuk penghijauan. Dewasa ini, dunia kita terancam oleh kerusakan lingkungan yang parah. Banyak pohon telah ditebangi dan hutan-hutan menjadi gundul. Masa depan dunia ini telah dipertaruhkan demi keserakahan umat manusia. Mengapa Anda tidak menyumbang program penghijauan kembali? Ikutlah dalam kegiatan-kegiatan terkait lingkungan hidup.
  2. Menanam bunga-bungaan di tempat umum; sebagai contoh tempat ibadah, panti-panti (asuhan atau jompo), taman kota, tepi jalan, dan lain sebagainya. Bunga-bungaan itu menambah keindahan. Orang yang menyaksikannya akan merasa senang dan bahagia. Jika setiap hari ada ratusan orang yang merasa bahagia, tidakkah Anda telah melakukan banyak kebajikan setiap harinya?
  3. Mengajarkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Ini sangat luas. Anda bisa menulis artikel-artikel yang bermanfaat dan menyebarkan ajaran-ajaran yang dipenuhi cinta kasih serta menjauhkan umat manusia dari kebencian. Dapat pula menyumbang buku-buku yang bermanfaat (seperti buku pelajaran dan pengetahuan) karena buku mewakili unsur Kayu. Jika ada acara bakti sosial, Anda dapat menjadi sukarelawan tenaga penyuluhan yang sesuai dengan bidang Anda. Cetak dan sebarkan buku-buku yang menambah pengetahuan.
  4. Bila ada orang yang sakit liver atau hati dan tidak mampu (namun tentunya dalam menyumbang sebaiknya jangan membeda-bedakan penyakit yang diderita seseorang) Anda dapat menyumbangnya. Jika kebetulan Anda mengenal pasien sakit liver yang tidak mampu dan Anda tergerak menolongnya, dimana kebetulan pula elemen Kayu baik bagi Anda, maka inilah kesempatan melakukan kebajikan besar. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Mengapa liver atau hati? Jawabannya karena menurut metafisika China, liver berelemen atau berunsur Kayu. Tapi ingat jangan sengaja hanya mencari yang sakit liver atau hati saja. Dalam menolong sesama jangan membeda-bedakan apa penyakitnya. Kalau Anda hanya mau menolong orang yang sakit tertentu saja demi meningkatkan elemen keberuntungan Anda semata, maka itu justru memberikan dampak sebaliknya karena berarti Anda telah bersifat egois serta tidak tulus.
  5. Menyumbang perkakas atau perabotan bagi mereka yang memerlukannya.

.

ELEMEN AIR

.

  1. Menyumbang minuman ke mereka yang memerlukan atau saat acara-acara sosial tertentu. Sebagai contoh, saat ada bakti sosial Anda dapat menyumbang minumannya. Begitu pula ke tempat-tempat ibadah dan panti-panti sosial. Apabila Anda menganut Agama Buddha, maka dapat mempersembahkan air atau minuman ke altar. Tentu saja minuman di sini adalah yang menyehatkan dan baik.
  2. Menyumbangkan sabun dan perlengkapan pembersih lainnya ke mereka yang membutuhkannya. Di masa sekarang, masih ada orang yang tidak mampu membeli sabun akibatnya mereka mandi kurang bersih dan dapat terjangkit penyakit kulit. Oleh karenanya, jika mampu Anda boleh menyumbang sabun dan perlengkapan mandi ke mereka yang memerlukannya secara berkala. Bukankah Anda juga mandi setiap hari?
  3. Membayar rekening air bagi mereka yang tidak mampu. Sebagai contoh, ada tetangga Anda yang tidak mampu membayar rekening air, Anda dapat membantu menyumbangnya sehingga dapat melunasi tunggakan tersebut. Anda dapat juga membayar rekening air bagi panti-panti sosial, tempat ibadah, dan lain sebagainya.
  4. Membersihkan selokan. Di musim hujan, terutama di daerah perkotaan banyak selokan yang mampet sehingga rentan menimbulkan bahaya banjir dan wabah penyakit. Jika Anda sanggup maka dapat melakukan pembersihan itu sendiri atau membayar orang lain melakukannya. Siapakah yang beruntung bila selokan lancar? Tidakkah Anda juga merasakan manfaatnya?
  5. Bila ada orang yang sakit ginjal (misalnya harus cuci darah) dan tidak mampu (namun tentunya dalam menyumbang sebaiknya jangan membeda-bedakan penyakit yang diderita seseorang) Anda dapat menyumbangnya. Jika kebetulan Anda mengenal pasien sakit ginjal yang tidak mampu dan Anda tergerak menolongnya, dimana kebetulan pula elemen Air baik bagi Anda, maka inilah kesempatan melakukan kebajikan besar. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Mengapa ginjal? Jawabannya karena menurut metafisika China, ginjal berelemen atau berunsur Air. Tapi ingat jangan sengaja hanya mencari yang sakit ginjal saja. Dalam menolong sesama jangan membeda-bedakan apa penyakitnya. Kalau Anda hanya mau menolong orang yang sakit tertentu saja demi meningkatkan elemen keberuntungan Anda semata, maka itu justru memberikan dampak sebaliknya karena berarti Anda telah bersifat egois serta tidak tulus.

.

ELEMEN LOGAM

.

  1. Anda dapat menyumbang membantu perbaikan rumah orang yang membutuhkan. Ingat bahwa perkakas pertukangan terbuat dari logam. Anda dapat membantu memperbaiki panti-panti sosial dan rumah-rumah ibadah yang kondisinya memprihatinkan. Anda boleh melakukannya sendiri bila mampu atau menyuruh orang lain. Di zaman sekarang banyak panti sosial yang kondisinya memprihatinkan. Bila mampu mengapa Anda tidak tergerak membantu memperbaikinya?
  2. Menyumbang perkakas atau mesin bagi usaha kecil yang membutuhkannya. Banyak orang sebenarnya rajin dan ingin berusaha, tetapi mereka tidak mampu membeli peralatannya. Oleh karenanya, Anda dapat membantu mereka dengan menyediakan perkakasnya.
  3. Menyumbang fasilitas kesehatan bagi mereka yang memerlukannya. Fasilitas-fasilitas atau alat-alat kesehatan itu sebagian besar terbuat dari logam, sehingga dengan demikian berelemen Logam.
  4. Bila ada orang yang sakit paru-paru dan tidak mampu (namun tentunya dalam menyumbang sebaiknya jangan membeda-bedakan penyakit yang diderita seseorang) Anda dapat menyumbangnya. Jika kebetulan Anda mengenal pasien sakit paru-paru yang tidak mampu dan Anda tergerak menolongnya, dimana kebetulan pula elemen Logam baik bagi Anda, maka inilah kesempatan melakukan kebajikan besar. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Mengapa paru-paru? Jawabannya karena menurut metafisika China, paru-paru berelemen atau berunsur Logam. Tapi ingat jangan sengaja hanya mencari yang sakit paru-paru saja. Dalam menolong sesama jangan membeda-bedakan apa penyakitnya. Kalau Anda hanya mau menolong orang yang sakit tertentu saja demi meningkatkan elemen keberuntungan Anda semata, maka itu justru memberikan dampak sebaliknya karena berarti Anda telah bersifat egois serta tidak tulus.

.

ELEMEN TANAH.

.

  1. Menyumbang lahan untuk keperluan sosial yang bermanfaat bagi banyak orang, seperti panti-panti sosial, rumah sakit, sekolah, dan lain sebagainya. Anda dapat mendirikan rumah bagi mereka yang kurang mampu.
  2. Menyumbang untuk perbaikan jalan. Jalan yang rusak membahayakan banyak orang, bahkan termasuk Anda sendiri. Apabila Anda mampu, Anda dapat membantu memperbaiki jalan, baik dilakukan sendiri atau membayar jasa orang lain. Menyingkirkan pecahan kaca atau paku dari jalan juga termasuk dalam hal ini. Bayangkan bagaimana rasanya jika kaki atau ban kendaraan Anda terkena paku?
  3. Menyumbang bahan-bahan bangunan bagi mereka yang memerlukan.
  4. Bila ada orang yang sakit organ pencernaan dan tidak mampu (namun tentunya dalam menyumbang sebaiknya jangan membeda-bedakan penyakit yang diderita seseorang) Anda dapat menyumbangnya. Jika kebetulan Anda mengenal pasien sakit organ pencernaan yang tidak mampu dan Anda tergerak menolongnya, dimana kebetulan pula elemen Tanah baik bagi Anda, maka inilah kesempatan melakukan kebajikan besar. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Mengapa organ pencernaan? Jawabannya karena menurut metafisika China, organ pencernaan berelemen atau berunsur Tanah. Tapi ingat jangan sengaja hanya mencari yang sakit organ pencernaan saja. Dalam menolong sesama jangan membeda-bedakan apa penyakitnya. Kalau Anda hanya mau menolong orang yang sakit tertentu saja demi meningkatkan elemen keberuntungan Anda semata, maka itu justru memberikan dampak sebaliknya karena berarti Anda telah bersifat egois serta tidak tulus.

.

Demikian kias-kias berdasarkan elemen keberuntungan Anda. Tentu saja dalam melakukan kebajikan disesuaikan pula dengan kemampuan Anda. Jumlahnya tidak harus besar. Apabila Anda hanya mampu menyumbang sepotong bata atau segelas air minum saja, maka asalkan dilakukan dengan tulus dan penuh kesungguhan hati, maknanya akan besar. Bukankah sebuah bangunan atau rumah sebesar apa pun, dibentuk dari sepotong demi sepotong bata. Jangan remehkan kebajikan walau sekecil apa pun dan jangan pula anggap enteng suatu kejahatan walau sekecil apa pun. Pohon yang besar tumbuh dari biji yang kecil. Satu hal lagi yang perlu diingat, pembagian berdasarkan elemen itu hanya sekedar pengetahuan dan penuntun saja. Namun dalam melakukan kebajikan jangan pilih-pilih yang sesuai dengan elemen keberuntungan Anda semata. Yang penting perlu ketulusan dan kesungguhan. Maksudnya adalah sebagai berikut. Apabila Anda berjumpa dengan kesempatan berbuat baik, tetapi tidak sesuai dengan elemen Anda, maka tetap saja lakukan. Anda tetap akan mendapatkan manfaatnya. Jadi Anda sebaiknya jangan berpikir, “Oh saya hanya mau melakukan kebajikan terkait elemen Api saja, karena Api merupakan elemen baik saya.” Ini adalah pandangan salah dan tidak akan membawa pada hasil terbaik. Biarkan segalanya berlangsung secara alami. Tiap ada kesempatan berbuat baik yang datang, manfaatkanlah hal itu meski bukan terkait elemen baik Anda. Jika kesempatan itu kebetulan sesuatu dengan elemen baik Anda, maka baiklah hal tersebut; namun bila tidak tetap lakukan. Apabila Anda sedang kelaparan, dan hanya ada satu-satunya makanan, meski tidak menyukainya bukankah Anda tetap menyantapnya? Ataukah Anda akan membiarkan diri Anda tetap kelaparan sambil menunggu datangnya makanan Anda sukai yang tidak tentu kapan munculnya?

.

Sekedar berbagi pengalaman, dalam berbuat baik saya tidak pernah sengaja memilih yang ada kaitannya dengan elemen keberuntungan saya. Kesempatan berbuat baik apa pun yang hadir, perlu kita manfaatkan. Namun tidaklah salah, jika Anda sudah memenuhi seluruh kesempatan berbuat baik yang ada dan sebagai tambahan Anda ingin mencari tambahan perbuatan bajik dengan yang sesuai dengan elemen Anda. Namun yang patut diingat, manfaatkanlah seluruh kesempatan yang hadir secara alami ke hadapan Anda terlebih dahulu, baru setelah itu mencari tambahan berikutnya. Ibaratnya, sebelum dapat mengerjakan aktifitas lainnya, Anda perlu menyelesaikan segenap tugas sekolah Anda terlebih dahulu. Jangan tugas sekolah itu malah diabaikan dan Anda mengerjakan kegiatan lainnya.

.

Berbuat kebajikan adalah kias atau ciswa super dashyat. Perbuatan baik dapat mengubah dunia, bukankah karena itu layak disebut dashyat? Ini adalah sesuatu yang logis dan tidak dibuat-buat. Saya adalah orang yang logis dan segala sesuatu baru dapat saya terima bila masuk akal.

.

Apabila Anda ingin berbuat kebajikan yang tidak mengeluarkan biaya, Anda dapat juga membagikan artikel ini. Mendorong orang lain berbuat baik adalah juga kebajikan. Jika Anda sering mengeluh, “Aku tidak mempunyai uang, bagaimana dapat berbuat baik?” Kini ada kesempatan berbuat baik, mengapa Anda tidak manfaatkan? Jika Anda membaca dan mempelajari sesuatu yang bermanfaat, namun setelah itu tidak membagikannya, maka Anda termasuk orang berjiwa pelit serta mementingkan diri sendiri. Bagaimana mungkin Anda mengharapkan kebahagiaan bagi diri Anda? Bahkan Anda telah menciptakan suatu hutang yang kelak harus Anda lunasi di masa mendatang. Ingat bahwa membagikan artikel atau tulisan bermanfaat yang menganjurkan perbuatan bajik janganlah dianggap remeh. Jika ada 10 orang saja yang terinspirasi dan mereka masing-masing melakukan lagi kebajikan bagi 10 orang lain, maka akan ada 100 orang yang mendapatkan manfaatnya. Bagaimana jika 100 orang itu masing-masing melakukan kebajikan lagi terhadap 10 orang lainnya? Akan ada 1.000 orang yang mendapatkan manfaatnya. Demikianlah jumlahnya akan terus bergulir semakin besar. Jika Anda tidak segan-segan membagikan artikel hoax, caci-maki, atau tidak bermanfaat, mengapa Anda enggan membagikan sesuatu yang sungguh-sungguh bermanfaat? Hutang bagi kemanusiaan itu akan Anda tanggung di kehidupan Anda. Jadi, jangan mengeluh bila hidup Anda semakin bertambah susah karena sikap egois Anda. Jangan hanya baca bagi diri sendiri, tetapi bagikan dan sebar luaskan.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

.

 

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

RAHASIA MENOLAK KEMALANGAN: CATATAN BERHARGA TENTANG UANG

RAHASIA MENOLAK KEMALANGAN: CATATAN BERHARGA TENTANG UANG.

.

Ivan Taniputera.

11 November 2017.

.

 
 
 

Malam Sabtu ini saya akan menuliskan pengalaman beberapa kenalan dan sahabat terkait bagaimana mereka mengalami kehilangan banyak uang atau terjerumus dalam kebangkrutan. Dengan dengan demikian, diharapkan agar pengalaman-pengalaman ini dapat menjadi pelajaran atau teladan berharga bagi kita.

.

Penyebab seseorang kehilangan banyak uang atau bangkrut tentu saja sangat banyak dan beragam, namun saya dapat meringkasnya menjadi satu kata saja, yakni “salah perhitungan dan menilai.” Berikut ini saya akan mengulas beberapa penyebab yang paling umum terkait bagaimana seseorang kehilangan banyak uang atau mengalami kebangkrutan. Semua contoh di bawah ini berasal dari kisah nyata yang dialami oleh orang-orang di sekitar saya.

.

  1. INVESTASI BODONG.

.

Investasi bodong maksudnya adalah investasi palsu atau abal-abal. Pola umumnya adalah sebagai berikut. Anda diminta menyerahkan (istilahnya “menanamkan”) sejumlah uang dan dijanjikan akan menerima bunga lebih tinggi, yang tentunya jauh berlipat-lipat dari bunga bank. Uang itu katanya akan diputarkan bagi suatu usaha yang menghasilkan keuntungan tinggi. Selanjutnya keuntungan itu masih katanya akan dikembalikan pada para penanam modal. Namun sesungguhnya tidak ada investasi semacam itu dan setelah meraup sejumlah besar uang dari orang-orang yang tertipu, mereka melarikan diri. Varian lain, usaha itu sebenarnya mungkin memang ada, tetapi ternyata tidak menghasilkan keuntungan sebesar yang diharapkan. Dengan kata lain, perkiraan mereka meleset. Akibatnya, mereka tidak sanggup memberikan bagi hasil yang dijanjikan dan melarikan diri bersama uang Anda.

.

Beberapa tahun yang lalu pernah ada suatu perusahaan yang menurut pengakuan mereka bergerak di bidang komoditas tertentu. Mereka menjelaskan bahwa mereka akan membeli komoditas tersebut saat harganya murah dan menjualnya lagi ketika harga naik. Masalahnya, naik dan turunnya harga komoditas tidak dapat diprediksi secara pasti. Bagaimana jika harga komoditas tersebut terus turun? Yang pasti adalah ketidak-pastian itu sendiri. Namun banyak orang yang tergiur dan menanamkan uangnya, bahkan sampai bermilyar-milyar Rupiah. Awalnya, memang pembagian keuntungan berjalan lancar. Namun beberapa bulan kemudian, pembayaran keuntungan mulai tersendat-sendat dan terhenti sama sekali. Pemilik perusahaan kabur tak tentu rimbanya. Uang bermilyar-milyar Rupiah yang ditanamkan ikut lenyap. Ada seorang teman yang menjadi tertekan batinnya (stress) akibat hal tersebut. Dana untuk pensiun di hari tua terbang entah ke mana. Kemungkinan perusahaan itu menerapkan sistim skema Ponzi.

.

Anehnya, meski investasi bodong semacam ini telah memakan korban semenjak lama, namun tetap saja ada orang yang terjerumus karenanya. Mudah sesungguhnya menilai bahwa investasi yang menjanjikan keuntungan terlalu besar semacam itu adalah tidak masuk akal. Daripada menghimpun dana kita dan memberikan bunga melebihi bank, bukankah lebih baik mereka meminjam saja dari bank yang bunganya lebih rendah?

.

Orang yang tertipu menanamkan modalnya itu telah “salah perhitungan dan menilai.”

.

2. MAIN SAHAM.

.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan bermain saham. Hanya saja Anda perlu menyadari bahwa bermain saham tidak dapat diandalkan untuk hidup Anda. Selain itu, Anda tidak dapat mengharapkan menjadi kaya jika bermain saham. Memang ada orang yang mendapatkan hasil luar biasa dari bermain saham. Namun yang patut diingat pergerakan saham itu sifatnya tidak pasti. Sifatnya hanya untung-untungan. Namanya juga permainan. Terdapat ketidak-pastian di sini. Apabila Anda hendak bermain saham, maka pastikan bahwa uang Anda tidak terkuras habis karenanya.

.

Bertahun-tahun yang lalu, saya pernah ditawari menanamkan uang dalam permainan saham. Ia mengatakan bahwa ia yang akan menjalankannya. Saya lalu bertanya, bagaimana jika gagal? Ia menjawab tidak mungkin gagal, karena mempunyai sistim yang dapat diandalkan. Karena tidak menyukai permainan seperti itu, saya tetap menolaknya. Sebulan kemudian, ia menghubungi saya karena hendak meminjam uang. Saya bertanya, “Bukankah kamu mempunyai sistim yang tidak mungkin gagal? Tentunya uangmu sekarang sudah jauh berlipat ganda. Untuk apa meminjam uang dari saya?” Ia menjawab bahwa ia mengalami “loss” atau kalah dalam permainan saham. Uangnya sudah habis sama sekali. Lagi-lagi kita menjumpai orang yang “salah perhitungan dan menilai.”

.

3. BERJUDI

.

Sudah jelas bahwa berjudi ini tidak dapat menjadikan seorang kaya dan malah sangat berpeluang memiskinkan seseorang. Berjudi diharamkan oleh semua agama. Oleh karenanya, tidak perlu kita ulas lebih jauh. Orang yang miskin karena berjudi, pastilah telah “salah perhitungan dan menilai.”

.

4. HUTANG ATAU MENANGGUNG HUTANG ORANG LAIN.

.

Pada tahun 1998 negara kita didera oleh krisis moneter yang parah. Saat itu banyak perusahaan yang bangkrut karena hutangnya di dalam US Dollar menjadi berlipat ganda. Sementara itu perekonomian macet. Sebenarnya, bila berhutang guna memperbesar usaha, kita hendaknya memperhitungkan pula kemungkinan terburuk; yakni bagaimana bila kita tidak sanggup mengembalikan hutang tersebut. Banyak orang hanya melihat sisi baiknya saja, tanpa memikirkan risiko terburuk. Ini menurut saya adalah kesalahan besar. Ada orang yang mengatakan bahwa kita jangan pesimis. Kendati demikian, memikirkan risiko terburuk bukanlah pesimis, melainkan realistis. Beberapa teman usahanya bangkrut dan asetnya terpaksa dilelang karena tidak dapat membayar hutang. Mereka telah “salah perhitungan dan menilai.”

.

Selain berhutang, seseorang juga dapat mengalami kebangkrutan atau kehilangan uang dalam jumlah besar karena orang yang berhutang padanya tidak membayar atau melarikan uangnya. Menghutangi orang lain tidaklah salah. Kita memang harus saling tolong menolong dalam kehidupan ini. Masalahnya, tidak setiap orang patut ditolong. Anda mungkin bertanya bagaimana kita mengetahui sebelumnya bagaimana seseorang patut ditolong atau tidak. Jawaban saya adalah sebagai berikut. Apabila Anda hendak menolong orang lain dengan cara menghutanginya, maka pertimbangkanlah bagaimana jika hutang itu tidak dapat dikembalikan. Apakah Anda sudah siap menerima risiko tersebut? Jika belum urungkan niat Anda menghutangi. Bila Anda memang merasa kasihan padanya dan hendak menolong, maka tolonglah tanpa mengharapkan uang Anda kembali. Uang Anda dikembalikan bagus, tetapi tidak dikembalikan juga tidak masalah. Janganlah Anda “salah perhitungan dan menilai.”

.

Menanggung hutang orang lain artinya Anda menjadi penjamin baginya. Artinya orang lain yang berhutang, tetapi jika tidak membayar Andalah yang menjadi penanggungnya. Ada orang yang menjadi penjamin hutang bagi kawannya. Namun kawannya itu malah kabur dan ia yang harus merelakan aset-asetnya dijual demi menutup hutang tersebut. Intinya adalah menolong orang lain harus bijaksana. Sekali lagi, janganlah “salah perhitungan dan menilai.”

.

5. MENJALANKAN USAHA YANG ANDA TIDAK MEMILIKI KEMAMPUAN MENJALANKANNYA.

.

Saya mengamati selama ini bahwa ada orang yang membuka suatu usaha hanya karena tertarik melihat orang lain mendapatkan keuntungan besar darinya. Sebagai contoh, ada orang menjual atau memproduksi suatu barang dan menghasilkan keuntungan besar. Kemudian ada orang lain yang menyaksikannya dan juga ingin mendapatkan keuntungan besar dari barang tersebut, sehingga berniat membuka usaha yang sama. Ia lalu mencurahkan seluruh modalnya demi usaha yang sama tersebut tanpa mempertimbangkan apakah ia mempunyai pengetahuan memadai atau tidak. Banyak orang asal meniru suatu usaha tanpa menakar kemampuan mereka sendiri. Menjalankan suatu usaha tidaklah semudah yang dilihat, terutama jika itu bukan bidang Anda. Akibatnya banyak usaha asal tiru semacam itu yang tidak lama kemudian gulung tikar. Jangan “salah perhitungan dan menilai.” Lebih baik Anda jalankan saja usaha yang sesuai dengan kemampuan dan bidang Anda. Majulah berperang bila Anda sudah mengetahui medannya dengan baik. Jangan asal maju berperang.

.

Ini adalah suatu kisah nyata. Ada kenalan yang saat berjalan-jalan melihat seseorang berjualan suatu jenis makanan dan sangat sukses. Ia lalu ingin mendirikan usaha rumah makan. Namun sesungguhnya, ia tidak mempunyai kepandaian memasak. Akibatnya, usaha rumah makan itu akhirnya bangkrut.

.

Demikianlah beberapa penyebab utama mengapa seseorang kehilangan banyak uang dan jatuh dalam kebangkrutan. Dengan memahami prinsip-prinsip yang ada dalam artikel ini, Anda telah belajar menolak kemalangan.

.

Apabila Anda merasa mendapatkan manfaat dan wawasan setelah membaca artikel ini mengapa Anda tidak membagikannya pada orang lain? Jika Anda rajin membagikan sesuatu yang bermanfaat, sudah pasti keberuntungan dan kebahagiaan akan mengikuti Anda. Namun jika setelah membaca serta merasa mendapatkan manfaat Anda berdiam diri saja dan malas membagikannya, kemiskinan akan mengikuti Anda sepanjang hidup karena Anda pelit dalam berbagi. Jikalau Anda malas menabur kebaikan, bagaimana mungkin Anda berharap kebahagiaan mendatangi Anda? Sebaliknya justru kemalangan, kesialan, dan kemiskinan yang akan membayangi Anda sepanjang hidup. Janganlah malas membagikan artikel ini dan “salah perhitungan serta menilai.”

RENUNGAN TENTANG LUBANG HITAM (BLACK HOLE)

RENUNGAN TENTANG LUBANG HITAM (BLACK HOLE). 

.

Ivan Taniputera

9 September 2017

 

 

Pada malam hari ini, kita akan menjadikan Lubang Hitam sebagai bahan renungan kita. Lubang Hitam adalah sebuah entitas di alam semesta yang mempunyai gaya gravitasi sedemikian besarnya, sehingga tiada sesuatu pun dapat lolos darinya, termasuk cahaya. Karena menyerap seluruh cahaya, maka ia menjadi nampak hitam. Kendati lubang hitam, terus menerus menghisap cahaya, hal tersebut tidak menjadikannya terang benderang atau nampak berkilauan. Ia malah nampak gelap. Begitu pula dalam kehidupan kita. Jikalau seseorang menghisap seluruh cahaya kebahagiaan bagi dirinya sendiri dan tidak menyisakan bagi orang lain, maka meski ia terus menerus menyerap cahaya, hal tersebut tidak menjadikannya nampak terang. Justru sebaliknya, ia akan nampak gelap. Demikian, kita sudah merenungkan mengenai Lubang Hitam. Kini pilihan ada di tangan Anda sendiri. Apakah Anda ingin menjadi Lubang Hitam atau bintang yang memancarkan cahaya?

MEMBUANG DIRI SENDIRI-SUATU RENUNGAN ATAS VASALA SUTTA (SALAH SATU BAGIAN SUTTA NIPATA)

MEMBUANG DIRI SENDIRI-SUATU RENUNGAN ATAS VASALA SUTTA (SALAH SATU BAGIAN SUTTA NIPATA)

.

Ivan Taniputera.

14 Juni 2017.

.

Pada kesempatan kali ini, kita akan melakukan renungan terhadap Vasala Sutta yang menjadi bagian Sutta Nipata. Kita akan menarik berbagai intisari ajaran yang terdapat di dalamnya.

.

Pertama-tama, pada sutta ini Buddha mengajarkan bahwa mulia dan tidaknya seseorang bukan diperoleh atas dasar keturunan, melainkan atas perilaku luhur yang dimilikinya.

.

Agar dapat memahami sutta ini lebih baik, maka kita perlu sedikit mengenal latar belakang tradisi yang berlaku di India pada masa tersebut. Terdapat sekelompok orang yang disebut “kaum terbuang.” Mereka ini adalah orang-orang yang para leluhurnya dahulu pernah melakukan suatu kesalahan, sehingga akhirnya dikeluarkan dari masyarakat. Kaum ini menempati lapisan paling bawah atau rendah pada jenjang hirarki sosial di India. Mereka akan dijauhi dan dianggap hina, serta sering diperlakukan tidak baik.

.

Oleh karenanya, Hyang Buddha lalu mengajarkan apakah sesungguhnya yang dimaksud “kaum terbuang” itu. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

.

Pertama-tama, Hyang Buddha membabarkan ajaran dalam bentuk syair, bahwa orang penuh amarah, dendam, berjiwa munafik, dan berpandangan salah adalah “kaum terbuang” yang sesungguhnya.

.

Orang yang mencelakai makhluk lain tanpa berbelas kasihan adalah “kaum terbuang” sesungguhnya.

Orang yang melakukan pembantaian (genosida), membawa kehancuran, dan penindasan adalah “kaum terbuang” sesungguhnya.

Orang yang mencuri milik orang lain adalah “kaum terbuang” sesungguhnya.

Orang yang mengingkari hutang-hutangnya (berhutang tetapi sewaktu ditagih ia menyatakan tidak berhutang atau menolak membayar) adalah “kaum terbuang” sesungguhnya.

Orang yang tidak menyantuni mereka yang patut menerimanya padahal mempunyai harta kekayaan berlimpah adalah “kaum terbuang” sesungguhnya.

Orang yang tidak menghormati mereka yang patut dihormati dan bahkan mencelanya adalah “kaum terbuang” sesungguhnya.

.

Dengan demikian “terbuang” dan tidaknya seseseorang semata-mata ditentukan oleh perilakunya sendiri. Kita dapat menyimpulkan bahwa sebenarnya seseoranglah yang telah membuang dirinya sendiri melalui perilaku buruk dan tidak layak. Agar dapat menuai keberuntungan dan keberhasilan dalam hidup, kita hendaknya senantiasa waspada serta mawas diri. Jangan sampai kita “membuang” diri kita sendiri.

.

Demikianlah sedikit renungan kita atas Vasala Sutta.

MEMINJAM MIMPI

MEMINJAM MIMPI

.

Ivan Taniputera

20 Januari 2017

.

Sekedar renungan malam. Apakah yang tidak bisa kita pinjam dari orang lain? Ikutilah dialog berikut ini yang tentu saja fiktif. 

.

A: Selamat siang sobat. Apakah engkau bermimpi semalam? Jika bermimpi apakah mimpimu?

B: Mengapa engkau menanyakan hal itu, kawan?

A: Karena mimpimu selalu indah. Aku biasanya tidak bermimpi atau kalau bermimpi biasanya mimpiku buruk atau tanpa makna sama sekali.
B: Lalu apakah yang engkau inginkan?
A: Kalau boleh aku ingin pinjam mimpimu barang semalam saja. Aku juga sekali-sekali ingin bermimpi indah. Kuberjanji besok akan kukembalikan.

.

Demikianlah sepotong percakapan antara dua orang sahabat. Mungkinkah seseorang meminjam mimpi orang lain? Ternyata mimpi merupakan sesuatu yang tidak dapat kita pinjam dari orang lain; bagaimana pun caranya. Oleh karenanya, kita harus memimpikan mimpi kita sendiri. Demikianlah sedikit renungan malam kita.