POHON DAN BAYANGANNYA

POHON DAN BAYANGANNYA.

.

Ivan Taniputera.

17 Juli 2018.

.

 

.

Suatu kali saya sedang mengadakan perjalanan ke sebuah negeri antah berantah. Pemandu saya, Pak Marques menuturkan mengenai sebuah desa yang bernama Desa Kebijaksanaan. Di sana terdapat seorang lanjut usia, yang biasa dipanggil Pak Pengetahuan. Ia gemar menuturkan kisah-kisah kebijaksanaan yang unik pada para warga desa. Konon semenjak usia mudanya, Pak Pengetahuan sudah menjadi tukang cerita. Karena warga di desa itu tidak begitu menggemari gadget beserta teknologi modern lainnya, maka kisah-kisah tuturan Pak Pengetahuan merupakan sumber hiburan utama bagi mereka. Saya berniat mengunjungi desa tersebut, karena saya menggemari tujuan wisata yang lain dari yang lain. Pak Marques kemudian mengatur perjalanan ke sana. Pada kesempatan kali ini saya hanya menuturkan ulang saja apa yang saya alami di desa tersebut.

.

Singkat cerita keesokan harinya saya tiba di Desa Kebijaksanaan selewat tengah hari; yakni sekitar pukul 01.00 siang. Pemandangan alam di sana tidaklah mengecewakan. Kami lalu menuju ke tempat kediaman Pak Pengetahuan. Ternyata di sana telah berkumpul para warga desa yang siap mendengarkan kisah Pak Pengetahuan. Mereka sedang beristirahat sejenak dari pekerjaan di ladang. Memang, sebagian besar penduduk desa bermata pencaharian sebagai peladang. Hasil utama desa mereka adalah jagung.

.

Siang itu, Pak Pengetahuan mengisahkan mengenai seseorang yang belum pernah melihat pohon. Tentu saja karena namanya sebuah kisah, maka kita janganlah terlalu mencoba mencernanya dengan logika, begitu pikir saya. Ia hanya mendengar penuturan teman-temannya bahwa pohon itu sangatlah indah. Ia lalu ingin melihat seperti apakah pohon itu. Orang itu, sebut saja namanya Si Pengelana, bertanya pada seorang profesor yang pandai, mengenai seperti apakah pohon itu. Profesor yang ditanya lalu menjelaskan secara panjang lebar mengenai pohon beserta ciri-cirinya. Setelah mendengar uraian sang profesor, ia lalu melangkah pergi dan mencari sesuatu dengan ciri-ciri seperti yang digambarkan profesor tersebut.

.

Saat berjalan, tiba-tiba mata Si Pengelana terpaku pada sebuah citra di tanah yang tak lain dan tak bukan adalah bayangan sebatang pohon. Ia berhenti sebentar dan mengamatinya. Ia lantas berkata, “Sungguh mirip sekali dengan apa yang digambarkan profesor yang kutanya tadi.” Tiba-tiba ia melompat penuh kegembiraan seraya berseru, “Oh inilah rupanya yang disebut pohon itu!” Si Pengelana terpaku dengan takjub. Ia merasa telah menemukan apa yang dicarinya. Demikianlah, Si Pengelana terus mematung di tempat tersebut dipenuhi luapan kegirangan batin luar biasa yang tak tergambarkan. Matanya terus mengamati citra di tanah tersebut. Entah berapa waktu telah berlalu.

.

Matahari semakin menggelincir ke arah barat dan malam pun tiba. Si Pengelana baru menyadari bahwa citra yang diamatinya penuh rasa takjub itu menghilang. Kegelapan menyelimuti tempat di sekitarnya. Tetapi yang lebih penting lagi adalah timbul perasaan sedih dan kehilangan yang luar biasa. Jika sebelumnya, ia merasakan kegembiraan meluap-luap; kini rasa sedih itu menjalari batinnya. Ke manakah perginya “pohon” yang dikaguminya itu. Karena hari telah menjadi gelap, Si Pengelana mengeluarkan korek dari saku bajunya. Ia menyalakan korek itu dan melihat ke sekeliling. Tiba-tiba dengan diterangi cahaya korek yang dinyalakannya, tidak jauh dari tempat tersebut, ia menyaksikan suatu sosok sedang berdiri dengan gagahnya. Ia mengamati sosok tersebut. Ternyata sosok itu justru jauh lebih mendekati gambaran mengenai pohon sebagaimana diuraikan sang profesor. Seluruh uraian sang profesor benar-benar bersesuaian dengan sosok tersebut. Bersesuaian secara sempurna tanpa ada yang terlewatkan.

.

Kegembiraan baru menjalari batin Si Pengelana. Kini ia tahu bahwa apa yang baru saja dilihatnya itu merupakan pohon sebenarnya. Bayangan sebuah pohon bisa menghilang sedangkan pohon yang sebenarnya tetap ada. Si Pengelana lalu memeluk pohon tersebut. Ia telah berjumpa dengan apa yang dicarinya.

.

Pak Pengetahuan mengakhiri kisahnya karena para warga desa hendak kembali ke ladang masing-masing. Para warga pun nampak puas dan bertepuk tangan.

.

Kisah ini bagi saya cukup menarik, tetapi saya sendiri tidak yakin dengan penafsiran saya terhadap makna filosofis cerita tersebut. Apakah para warga desa yang mendengarnya mengetahui makna filosofis tersebut? Entahlah. Apakah memang cerita itu hanya sekedar cerita saja tanpa mempunyai makna filosofis tertentu? Entahlah. Saya lalu mendekati Pak Pengetahuan dan menanyakan apakah makna kisah tersebut. Pak Pengetahuan hanya tersenyum dan berkata, “Temukanlah sendiri.”

.

“Apakah yang dimaksud dengan bayangan pohon itu?”

“Apakah yang dimaksud dengan pohon itu?”

“Siapakah sesungguhnya yang dimaksud dengan Si Pengelana?”

“Mengapa justru cahaya korek api yang kecil dapat menuntun Si Pengelana menemukan pohon sebenarnya?” “Mengapa malah bukan cahaya matahari?”

“Apakah yang dimaksud dengan cahaya korek api kecil pada kisah ini?”

.

Banyak pertanyaan yang timbul dalam benak saya. Apakah para pembaca mengetahui jawabannya? Apakah para pembaca ingin mengetahui jawabannya?

.

“Temukanlah sendiri.”

Advertisements

PINTU MENUJU KEKAYAAN DAN KEMAKMURAN

PINTU MENUJU KEKAYAAN DAN KEMAKMURAN.

.

Ivan Taniputera.

13 Desember 2017.

.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengadakan penelitian mengenai adakah kaitan antara pola pikir kita terhadap kekayaan dengan kekayaan beserta kemakmuran yang dapat kita raih. Jika ada, pola pikir apakah yang kondusif dalam mendatangkan kemakmuran beserta kekayaan? Saya lalu merancang kuis sebagai berikut. Silakan Anda baca sampai selesai. Barangkali hasil penelitian ini dapat menjadi bahan diskusi yang menarik.

.

Saya mengucapkan terima kasih banyak pada para responden yang sudah berpartisipasi dalam penelitian ini.

.

Berikut ini terdapat enam gambar pintu. Jikalau di belakang pintu tersebut terdapat kekayaan, manakah pintu yang Anda pilih?

.

 
 

.

Makna pilihan Anda adalah sebagai berikut.

.

PINTU A.

.

Anda percaya bahwa kekayaan dan kemakmuran itu bukanlah hak tiap orang. Hanya orang-orang yang terpilih dan beruntung saja dapat memperoleh kekayaan beserta kemakmuran. Jadi, tidak peduli betapa keras Anda berusaha atau betapa tinggi tingkat pendidikan Anda, bila Anda tidak termasuk pada golongan mereka yang beruntung itu, Anda tidak akan menjadi kaya atau makmur. Kekayaan dan kemakmuran itu sudah ditentukan sebelumnya. Mereka yang tidak berhak tidak diperkenankan mengambilnya.

Pandangan terhadap kekayaan Anda sendiri adalah sebagai berikut: Apabila Anda berhasil mengumpulkan kekayaan, maka kekayaan itu harus dijaga baik-baik. Jangan dikeluarkan secara serampangan. Anda sangat teliti dan perhitungan terhadap kekayaan, karena Anda merasa itu adalah hak Anda.

Dari sisi pekerjaan Anda cocok pekerjaan yang sifatnya menjaga sesuatu. Anda mungkin dapat menjadi auditor kekayaan perusahaan dengan baik. Anda dapat dipercaya dan baik sekali dalam menyimpan rahasia. Bisa menjadi kepercayaan atasan Anda.

.

PINTU B

.

Anda percaya bahwa kekayaan dan kemakmuran itu adalah hak semua orang. Setiap orang dapat menjadi makmur atau kaya. Asalkan mau berusaha sedikit, pasti ia dapat menjadi makmur atau kaya. Tidak ada yang namanya orang beruntung. Tiap orang bisa menjadi beruntung asalkan mau berusaha. Kekayaan dan kemakmuran tidak bergantung pada tingkat pendidikan atau asal keturunan seseorang.

Pandangan terhadap kekayaan sendiri adalah sebagai berikut. Anda tidak terlalu perhitungan pada apa yang telah Anda berhasil kumpulkan. Bagi Anda bersenang-senang juga penting. Berhasil mengumpulkan kekayaan tetapi tidak bahagia bagi Anda adalah percuma. Anda juga bersedia berbagi kekayaan Anda pada orang lain.

Dari sisi pekerjaan, pilihan Anda sebenarnya banyak. Karena mau berusaha, maka tidak ada batasan bagi pilihan pekerjaan Anda. Asalkan Anda rasa senang, maka Anda akan mengerjakannya. Anda dapat menjadi kesayangan atasan Anda karena sikap rajin Anda. Namun, kelemahannya kalau Anda rasa sesuatu itu tidak berharga dikerjakan, maka Anda enggan mengerjakannya.

.

PINTU C

.

Anda percaya bahwa pendidikan dan sumber daya yang Anda miliki sangat penting dalam mengumpulkan kekayaan beserta kemakmuran. Apa yang dimaksud sumber daya ini tentunya sangat luas; yakni mencakup pula jaringan koneksi, latar belakang keluarga, dan lain sebagainya. Bagi Anda, semakin banyak sumber dayanya, maka semakin besar peluang mengumpulkan kekayaan dan kemakmuran. Itulah sebabnya, Anda mungkin akan mengumpulkan sumber daya dan pengetahuan sebanyak-banyaknya. Sebagai contoh, adalah menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Sebagai tambahan, yang dimaksud koneksi di sini adalah orang-orang yang berpeluang menguntungkan Anda. Jadi, bagi Anda teman adalah penting, namun hanya teman yang menguntungkan atau ada kaitannya dengan bisnis Anda.

Pandangan Anda terhadap kekayaan adalah sebagai berikut. Anda akan mengeluarkan kekayaan Anda untuk sesuatu yang bermanfaat. Jadi, Anda tidak segan mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sifatnya investasi. Anda tidak segan mengeluarkan uang untuk belajar lagi atau memperbesar sumber daya Anda.

Anda cocok bekerja pada bidang-bidang yang sesuai keahlian Anda. Cocok menjadi pekerja profesional. Namun bekerja sendiri juga tidak masalah, asalkan sesuai dengan keahlian dan sumber daya yang Anda miliki. Bidang yang juga cocok adalah riset dan pengembangan (research and development).

.

PINTU D

.

Anda percaya bahwa nilai-nilai konvensional seperti hemat, hidup sederhana, dan kerja keras merupakan kunci menuju kekayaan beserta kemakmuran. Bagi Anda, orang yang memegang nilai-nilai seperti itu akan sanggup meraih kekayaan dan kemakmuran.

Pandangan Anda terhadap kekayaan yang telah berhasil Anda kumpulkan adalah sebagai berikut. Anda akan menabung sebagian besar penghasilan Anda. Anda sudah puas dengan kehidupan yang sederhana dan tidak akan hidup berlebihan. Bagi Anda bukan mewahnya suatu barang yang dipentingkan, melainkan kegunaannya. Meski punya banyak uang, tetapi rumah dan mobil Anda sederhana.

Dari sisi pekerjaan, Anda cocok menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya konvensional atau konservatif, misalnya bisnis warisan keluarga. Anda bisa menjadi kesayangan atasan karena kerja keras Anda. Kelebihan Anda adalah meski Anda tidak menyukai suatu pekerjaan, namun jika dirasa menguntungkan Anda akan tetap mengerjakannya. Anda merasa bahwa bekerja itu berbeda dengan bersenang-senang. Jadi, suka maupun tidak suka tetap harus dikerjakan.

.

PINTU E.

.

Anda percaya bahwa kemakmuran itu didapatkan melalui membahagiakan dan menabur cinta kasih pada orang lain. Anda percaya bahwa dengan membahagiakan orang lain, maka kekayaan beserta kemakmuran akan hadir pada Anda. Orang yang senantiasa menabur kebahagiaan akan makmur dan kaya, meski tingkat pendidikan atau sumber dayanya tidak tinggi. Bagi Anda segenap kebaikan dan cinta kasih itu pada akhirnya akan berpulang pada diri Anda sendiri. Anda mungkin banyak teman, karena Anda tidak pilih-pilih teman. Anda akan berteman pula dengan orang-orang yang tidak ada kaitannya dengan usaha atau pekerjaan Anda.

.

Terhadap kekayaan yang sudah Anda kumpulkan, Anda akan berpandangan sebagai berikut. Anda tidak segan berbagi kekayaan Anda, meski tidak harus berupa materi. Anda juga mungkin membagikan keramahan, senyuman dan kata-kata manis, sehingga orang senang pada Anda.

.

Dengan menimbang hal-hal di atas, maka Anda cocok pada pekerjaan yang berhubungan dengan banyak orang. Apabila banyak orang yang senang pada Anda, maka hal tersebut juga akan makin menunjang bisnis Anda. Sebagai contoh, jika Anda mempunyai toko, maka melalui keramahan Anda, para pelanggan akan terus berbelanja di toko Anda. Bidang hiburan (entertainment) dan pemasaran (marketing) juga cocok bagi Anda. Di saat perusahaan mengalami krisis, Anda adalah orang yang paling berguna karena orang-orang seperti Andalah yang bersedia berkorban lebih banyak untuk perusahaan tanpa ada rasa paksaan.

.

PINTU F.

.

Anda percaya bahwa menjalani rutinitas kerja, sesuai dengan tanggung jawab Anda merupakan kunci bagi kemakmuran dan kekayaan. Anda akan menjalankan sebaik mungkin tugas dan tanggung jawab yang sudah diserahkan pada Anda. Namun, Anda tidak akan bekerja melebihi apa yang sudah menjadi tugas (job description) Anda. Jadi, sebenarnya kata kunci bagi pemilih Pintu F adalah “kepatuhan,” tetapi bukan “kerja keras.” Anda mungkin tidak terdorong untuk bekerja lebih keras demi pekerjaan atau usaha Anda. Bagi Anda masuk kerja atau membuka toko jam 08.00 dan pulang atau tutup toko jam 17.00 sudah cukup bagi Anda. Yang penting adalah hal itu dilakukan terus menerus tanpa henti. Jangan kurang dan jangan lebih.

.

Sikap Anda terhadap uang atau kekayaan yang telah Anda kumpulkan adalah biasa saja. Anda akan menggunakan kekayaan atau uang yang Anda miliki sewajarnya. Tentu saja pengertian wajar di sini adalah menurut Anda sendiri, karena tingkat kewajaran bagi tiap orang adalah berbeda-beda.

.

Dari sisi pekerjaan, Anda cocok mengerjakan pekerjaan yang mempunyai rutinitas tinggi. Anda merupakan orang yang cocok dalam bidang pengendalian kualitas, karena Anda akan menjaga kualitas pekerjaan atau produk Anda tetap sesuai standar. Anda juga cocok mengerjakan bidang pembukuan dan lain sebagainya. Anda akan disayang atasan karena kepatuhan dan kualitas pekerjaan Anda. Meskipun demikian, di saat perusahaan mengalami krisis Andalah yang paling enggan berkorban lebih banyak, kecuali karena paksaan.

.

Berikut ini adalah data-data responden yang masuk. Paling kiri adalah pintu yang dipilih. Tengah adalah skala kemakmuran atau kekayaan yang dimiliki saat ini (skala 1-10). Paling kanan adalah kelompok usia (20-30; 30-40; 40-50; dan seterusnya).

.

(1) E 8 40-50.

(2) C 4 30-40.

(3) E 5 30-40.

(4) E 4 40-50.

(5) C 4 30-40.

(6) C 7 30-40.

(7) D 2 40-50.

(8) C 6 20-30.

(9) C 5 30-40.

(10) A 5 40-50.

(11) C 1 40-50.

(12) E 7 40-50.

(13) C 6 30-40.

(14) D 1 30-40.

(15) A 2 20-30.

(16) C 8 30-40.

(17) F 7 30-40.

(18) B 1 40-50.

(19) E 6 30-40.

(20) E 10 30-40.

(21) B 6 30-40.

(22) E 7 40-50.

(23) D 10 30-40.

(24) F 8 30-40.

(25) E 8 30-40.

(26) A 10 20-30.

(27) D 8 20-30.

(28) E 10 30-40.

(29) E 5 20-30.

(30) B 4 30-40.

(31) E 2 30-40.

(32) A 9 30-40.

(33) B 8 20-30.

(34) A 2 20-30.

(35) F 7 30-40.

(36) E 5 40-50.

(37) E 7 40-50.

(38) A 5 20-30.

(39) D 8 20-30.

(40) B 5 40-50.

(41) F 6 30-40.

(42) E 9 20-30.

(43) E 4 30-40.

(44) A 1 20-30.

(45) D 3 30-40.

(46) C 3 40-50

(47) E 2 30-40

(48) F 2 20-30.

(49) F 10 30-40.

(50) C 5 30-40.

.

Terdapat 50 responden yang masuk.

.

Jika kita hitung, maka yang berikut ini jumlah pemilih masing-masing pintu.

.

Pintu A: 7 orang.

Pintu B: 5 orang.

Pintu C: 10 orang.

Pintu D: 6 orang.

Pintu E: 16 orang.

Pintu F: 6 orang.

Jumlah: 50 orang.

.

Kalau kita paparkan dalam bentuk grafik adalah sebagai berikut.

.

 
 

.

Ternyata di luar dugaan, yang terbanyak adalah pemilih Pintu E. Selanjutnya baru diikuti oleh jumlah pemilih Pintu C. Saya sebelumnya menduga bahwa yang terbanyak adalah pemilih Pintu C. Ini menandakan bahwa masih banyak orang yang yakin bahwa perbuatan baik akan mendatangkan keberuntungan. Selanjutnya disusul oleh jumlah pemilih Pintu C, yang meyakini bahwa pendidikan dan sumber daya penting dalam meraih kemakmuran. Setelah C, maka menyusul jumlah pemilih Pintu A. Ini menunjukkan bahwa masih cukup banyak orang yang berpandangan bahwa kekayaan beserta kemakmuran itu memang ditujukan bagi orang-orang tertentu saja. Sementara itu, pandangan konvensional atau konservatif Pintu D, yakni bahwa orang harus hemat dan hidup sederhana agar dapat meraih kemakmuran, nampaknya tidak begitu banyak diyakini lagi saat ini. Pintu B merupakan yang paling sedikit dipilih. Nampaknya tidak banyak orang yang berpendapat bahwa kekayaan dan kemakmuran itu adalah hak setiap orang.

.

Berikut ini kita akan membuat grafik perbandingan masing-masing pintu dengan skala kemakmuran pemilihnya.

.

 
 

.

Berikut ini adalah grafik gabungannya.

.

 
 

.

Hal menarik yang kita amati adalah pemilih pintu E mempunyai spektrum skala kemakmuran yang tinggi, yakni menengah atas. Oleh karenanya, ini barangkali merupakan penemuan menarik bahwa kekayaan dan kemakmuran itu nampaknya berakar pula dari menabur kebajikan beserta kebahagiaan bagi banyak orang. Hal tersebut nampak jelas dari gambar di bawah ini.

.

 
 

.

Ini nampaknya memperlihatkan keterkaitan antara menabur kebajikan dengan kemakmuran atau kekayaan yang akan dapat kita kumpulkan. Dengan kata lain, bila Anda ingin kaya atau makmur, banyaklah menabur kebajikan.

Spektrum skala kemakmuran pemilih pintu C spektrumnya berada di tengah-tengah. Ini nampaknya mengacu pada para profesional kelas menengah. Sebenarnya hasil ini sesuai dengan dugaan saya.

.

 
 

.

Lebih jauh lagi, berdasarkan gambar grafik hasil di atas, Anda dapat menyimpulkan pandangan apakah yang kurang kondusif bagi pengumpulan kekayaan beserta kemakmuran.

Demikianlah hasil penelitian ini. Kita dapat menyimpulkan bahwa pikiran memiliki pengaruh dalam kehidupan kita.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 

,

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

RENUNGAN TAHUN BARU IMLEK (TAHUN DING YOU ATAU AYAM API)

RENUNGAN TAHUN BARU IMLEK (TAHUN DING YOU ATAU AYAM API)

.

Ivan Taniputera.

27 Januari 2017.

.

 
 
 

Pada kesempatan kali ini, untuk kesekian kalinya kita merayakan kembali Tahun Baru Imlek yang kebetulan bertepatan dengan Tahun Ding You. Ding adalah nama Batang Langit dalam perhitungan waktu China yang berunsur Api Yin. Sedangkan You adalah nama Cabang Bumi yang berunsur Logam Yin. Cabang Bumi You inilah yang oleh orang awam sering disebut sebagai shio Ayam. Jadi kita boleh mengatakan bahwa tahun ini adalah Tahun Ayam Api.

.

Jika kira renungkan secara mendalam, kedatangan Tahun Baru Imlek ini menandakan bahwa kita masih diberi umur panjang dan kesehatan. Apabila tidak, bagaimana kita dapat merayakannya? Oleh karena itu, kita perlu bergembira karena masih diberi umur panjang dan kesehatan. Lalu apakah yang seharusnya kita lakukan dengan kedua bekal teramat sangat berharga tersebut? Sebagai wujud rasa terima kasih dan kebahagiaan kita, maka kedua bekal tersebut perlu kita pergunakan demi menabur manfaat bagi sesama. Kita perlu menaburkan manfaat demi bangsa dan negara yang kita cintai.

.

Karena masih dilimpahi dengan umur panjang dan kesehatan, maka kita perlu memanfaatkannya demi menciptakan perdamaian beserta ketenangan di tengah masyarakat. Marilah kita senantiasa menaburkan kesejukan. Dewasa ini, media sosial telah mengambil peranan yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia. Sayangnya, media sosial dalam kurun waktu belakangan ini sering disalah gunakan untuk menabur kebencian, kebohongan, dan perpecahan. Tentu saja, menabur kebencian, kebohongan, dan perpecahan tidaklah bermanfaat bagi sesama. Jadi dengan melakukannya, kita telah menyia-nyiakan kesehatan beserta umur panjang yang telah kita miliki. Apakah kita tidak merasa sayang telah menyia-nyiakannya?

.

Itulah sebabnya, pada kesempatan kali ini marilah kita semua bertekad menggunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat bagi sesama manusia, tanpa memandang suku, ras, agama, atau pun golongannya. Kita menggunakan media sosial untuk menyatukan bukan memecah belah. Kita memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan kebenaran bukan kebohongan. Marilah kita renungkan. Satu ketikan tangan kita dapat memberikan begitu banyak permasalahan bagi dunia. Tanpa itu saja, dunia sudah mempunyai banyak permasalahan. Apakah kita masih ingin menambah permasalahan lagi? Manakah yang kita inginkan menabur permasalahan atau manfaat? Sedikit kilasan emosi kita dapat melontarkan masalah bagi banyak orang.

.

Tahun baru merupakan penanda kedatangan sesuatu yang baru. Musim senantiasa berganti. Oleh karenanya, dalam hidup ini kita perlu senantiasa memperbaharui semangat hidup kita. Barulah dengan begitu kita dapat menggapai kesuksesan. Kita harus mempunyai keyakinan bahwa kebahagiaan dan keberhasilan akan menjadi milik kita. Perayaan Tahun Baru Imlek ini dapat menjadi kesempatan membangkitkan semangat yang baru bagi kita. Ibaratnya adalah kehidupan yang mulai bertunas kembali setelah kebekuan musim dingin. 

.

Selamat Tahun Baru Imlek bagi seluruh kerabat dan sahabat yang merayakannya.

GAMBAR UNTUK MEREDAKAN KECANDUAN ALKOHOL

GAMBAR UNTUK MEREDAKAN KECANDUAN ALKOHOL.

.

Ivan Taniputera.

12 Oktober 2016

.

.

.

Kecanduan minuman keras memberikan dampak yang merugikan bagi kehidupan seseorang, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Produktifitas yang dilakukan seseorang akan mengalami penurunan. Keluarga menjadi berantakan dan kecanduan alkohol dapat memicu kejahatan atau tindak kriminalitas.

.

Kendati demikian, sulit sekali bagi seseorang membebaskan diri dari kecanduan tersebut. Perlu tekad kuat membebaskan diri dari belenggu minuman keras. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini, saya akan memaparkan tata cara latihan membebaskan diri dari kecanduan alkohol.

.

Hal terpenting adalah membangkitkan tekad kuat membebaskan diri dari belenggu minuman keras. Anda memusatkan pikiran dan menenangkan diri sejenak. Bernafaslah secara teratur serta bayangkanlah kecanduan Anda tersebut menjadi substansi hitam yang pekat, lengket, busuk, dan menjijikkan. Substansi itu kemudian tersedot masuk ke dalam cangkir pada gambar di atas. Bayangkan daya hisap yang kuat dan substansi itu tidak dapat keluar lagi, terjerat dalam gambar cangkir, dan makin terhisap ke bawah.

.

Selama tahapan tersebut, cahaya pemurnian berwarna putih pada bagian-bagian sudut cangkir semakin membesar dan terang. Menandakan proses pemurnian sedang bekerja. Substansi hitam itu termurnikan dan dihembuskan dengan sangat kuat melalui bagian bawah cangkir berupa cahaya putih.

.

Karena pembebasan diri dari kecanduan alkohol sangat sulit, maka diperlukan latihan yang berulang-ulang dalam waktu lama. Dengan kata lain, diperlukan ketekunan luar biasa. Setelah latihan dirasa cukup dapat ditutup dengan doa atau pembacaan ikrar menjauhi minumah keras. Panjatkanlah doa agar semua makhluk sejahtera jasmani dan rohani.

.

Sebagai tambahan, gambar di atas melambangkan sebuah cangkir. Cangkir biasanya dipergunakan untuk menenggak minuman keras, namun kali ini cangkir berfungsi memurnikan dan menyirnakan kecanduan minuman beralkohol.

.

Anda dapat membagikan artikel ini pada sahabat dan kerabat Anda yang menderita kecanduan alkohol. Dengan demikian, Anda telah berbuat pula kebajikan. Ingatlah bahwa kebajikan tidaklah selalu harus mengeluarkan uang. Berbagi artikel ini sudah merupakan kebajikan luar biasa.

.

Salam bebas alkohol!

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . .

.

 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

RENUNGAN BUAH CERI DAN PUDING: SUATU TELAAH FILSAFAT KULINER

RENUNGAN BUAH CERI DAN PUDING: SUATU TELAAH FILSAFAT KULINER.

.

Ivan Taniputera.

18 Juni 2016

.

 
 

.

Hari ini saya akan mengajak para pembaca sekalian merenungkan mengenai buah ceri dan puding yang barangkali dapat mendatangkan manfaat dalam kehidupan ini. Jikalau kita mencoba memandang dunia dari sisi buah ceri sebagaimana tampak pada gambar di atas, maka wawasan buah ceri itu hanya akan sebatas puding dan pinggiran gelas. Apabila buah ceri tidak bersedia meluaskan wawasannya, maka hanya sebatas itu sajalah jangkauan pandangannya. Ia hanya akan dibatasi oleh puding dan tepian gelas saja. Tetapi jika ia bersedia memandang lebih jauh dari semua itu, maka wawasannya juga akan luas.

.

Begitu pula orang yang tidak bersedia meluaskan jangkauan pandangannya akan mempunyai wawasan sempit dan terbatas. Wawasan semacam itu hanya akan mengakibatkan keterbatasan bagi diri sendiri dan kegagalan memahami segala sesuatu dari sudut pandang yang lebih besar.

.

Bagi ceri tersebut segala sesuatu hanya dinilai berdasarkan puding dan tepian gelas. Ia mungkin tidak mengetahui bahwa masih banyak makanan pencuci mulut lainnya, seperti es krim, es campur, nagasari, klepon, dan lain sebagainya. Ia akan menganggap bahwa satu-satunya yang ada dan benar adalah puding dan tepian gelas selaku pembatas cakrawala pemahamannya. Pandangan sempit bisa mengakibatkan fanatisme membuta yang tidak jarang menimbulkan bahaya besar bagi dunia ini.

.

Salah satu perwujudannya adalah nasionalisme sempit dan xenofobia, yang telah memicu perang-perang besar; begitu pula dengan penganiayaan karena agama. Agama yang seharusnya mendatangkan perdamaian dan kebahagiaan bagi umat manusia justru mengakibatkan pertumpahan darah. Semuanya diakibatkan oleh ketidak mampuan meluaskan wawasan kita.

.

Misalkan ada ceri lain yang telah melanglang dapur dan seluruh rumah makan tersebut datang serta masuk ke dalam gelas tersebut, lalu berkata pada ceri pertama bahwa masih terdapat hal-hal selain puding dan tepian gelas, maka mungkin sekali ceri pertama tadi akan melabeli ceri kedua sebagai sesat. Hal-hal di luar puding dan tepian gelas dianggap sebagai tidak masuk akal oleh ceri pertama. Ceri kedua tadi pastilah sesat atau gila karena mengatakan sesuatu yang tidak ada dari sudut pandang ceri pertama. Jika ceri pertama cukup beruntung, maka ia akan bersedia dan berani keluar dari gelas serta menjelajah sendiri seluruh dapur dan rumah makan, bila perlu seluruh dunia beserta jagad raya, barulah dengan demikian ia akan memahami keterbatasan pandangannya selama ini.

.

Namun berapa banyak umat manusia yang seberuntung dan seberani ceri pertama tadi? Seberapa banyak di antara umat manusia berani keluar dari kungkungan batasan cakrawala pemahamannya selama ini? Marilah kita renungkan.

MENGAPA WAKTU TERASA BEGITU CEPAT AKHIR-AKHIR INI?

MENGAPA WAKTU TERASA BEGITU CEPAT AKHIR-AKHIR INI?

.

Ivan Taniputera.

13 Juni 2016

.

.

Tahun Baru 2016 rasanya baru berlangsung kemarin. Namun kini tanpa dirasa kita sudah memasuki pertengahan bulan keenam, yakni pertengahan tahun. Banyak yang merasa bahwa waktu bertambah cepat berlalunya. Saya mencoba merenungkan dan menjawab mengapa hal ini terjadi.

.

Saya berpendapat bahwa penyebabnya terletak pada kemajuan teknologi yang dialami umat manusia. Mari kita ambil berkirim surat sebagai contoh. Dahulu sebelum ada teknologi internet, kita berkomunikasi dengan orang yang ada di luar kota atau luar negeri menggunakan surat. Berkirim surat ke luar negeri memerlukan waktu yang relatif lama dibandingkan sekarang. Jikalau kita mengirim surat pada kerabat atau sahabat kita di luar negeri, maka memerlukan waktu berbulan-bulan agar dapat menerima balasannya. Dengan kata lain, waktu tunggu menjadi lebih lama. Namun dewasa ini dengan adanya internet berikirim surat menjadi lebih cepat. Kita menyebutnya sebagai surat elektronik atau e-mail. Dengan menggunakan internet, surat elektronik kita dalam hitungan detik sudah sampai ke tujuan. Bahkan tidak sampai satu menit orang sudah dapat mengirim balasannya. Menunggu balasan surat elektronik lebih dari sehari sudah dapat dikatakan lama. Segala sesuatu telah berubah menjadi begitu cepat.

.

Teknologi telah mempercepat berbagai pekerjaan. Sebagai contoh adalah dalam dunia percetakan. Dengan adanya teknik cetak digital, maka segenap dokumen kita dapat dicetak dalam hitungan menit. Berbeda dengan dahulu, dimana kita perlu menunggu berhari-hari. Tentu saja dalam bidang-bidang lainnya teknologi telah pula meningkatkan kecepatan secara revolusioner. Alat-alat transportasi juga bertambah cepat. Kecepatan telah menjadi suatu tuntutan dan salah satu peningkat daya saing dewasa ini.

.

Karena kecepatan itulah, maka kita juga merasakan waktu begitu cepat berlalu. Waktu yang kita butuhkan dalam menanti sesuatu menjadi begitu singkat. Kita tidak lagi memperhatikan berlalunya waktu, yakni waktu yang diperlukan dalam menanti sesuatu. Dahulu sebelum terdapat internet, seseorang akan menghitung waktu sebelum menerima balasan surat yang dinanti-nantikannya. Ia akan menghitung hari demi hari sambil menanti kedatangan surat balasan tersebut. Waktu menjadi lebih terasa berlalunya.

.

Waktu sendiri sebenarnya bersifat khayali. Ia adalah semata-mata pembagian semu yang dilakukan manusia terhadap suatu aliran tak bernama. Aliran itu dibagi-baginya menjadi tahun, hari, menit, detik, dan lain sebagainya. Suatu pembagian yang telah ada semenjak awal sejarah peradaban manusia. Oleh karenanya, perasaan kita terhadapnya juga bersifat semu dan tergantung oleh berbagai kondisi.

.

Waktu yang dirasa berlalu begitu cepat itu memang terkadang menimbulkan perasaan tidak nyaman. Seolah-olah waktu begitu kejam dengan berlari terlalu cepat. Kendati demikian, ada kalanya kita dapat melakukan latihan berikut ini. Kita mencoba dengan sadar memperlambat segenap aktifitas kita. Sebagai contoh hari ini dalam mengetik SMS saya mencoba tidak terlalu cepat, meskipun biasanya itu sudah terjadi secara otomatis. Saya berupaya memperlambat aktifitas saya dalam mengetik SMS tersebut. Menjadi sadar betul terhadap segenap huruf dan kata yang muncul. Begitu pula sewaktu menulis artikel ini, saya mencoba menyadari segenap huruf dan kata yang secara bertahap muncul di layar komputer. Dengan kata lain, kita mencoba menyadari “saat sekarang.” Apabila latihan ini dilakukan terus menerus, maka secara bertahap kita akan menyadari waktu yang berjalan melambat dengan sendirinya. Kita tidak akan lagi mengeluh mengapa waktu berjalan begitu cepat.

PELAJARAN BERHARGA DARI TEKA-TEKI LABIRIN INI

PELAJARAN BERHARGA DARI TEKA-TEKI LABIRIN INI

.

Ivan Taniputera.

14 Mei 2016

.

Beberapa waktu yang lalu saya menampilkan teka teki labirin berikut ini.

.

 

 

.

Carilah jalan dari tanda panah hijau bertulisan “mulai” menuju ke “tujuan” di bagian tengah. Semua orang yang mencoba memecahkan teka-teki ini mengalami kebuntuan. Sebenarnya, tujuan teka-teki labirin ini adalah mengajak kita semua merenungkan beberapa pelajaran berharga.

.

Sebelumnya, saya akan memuat terlebih dahulu gambar jawaban teka-teki labirin di atas.

.

 

Jadi jelas sekali, jika Anda cermat dan sanggup menemukan garis-garis berwarna biru di atas, maka nampak bahwa “tujuan” itu mustahil dicapai. Bagian “tujuan” itu sebenarnya tertutup atau terhalang dari semua sisi. Dengan demikian, “tujuan” itu tidak mungkin dicapai dari mana pun juga (dalam hal ini dari arah luar). Garis berwarna oranye memperlihatkan bahwa ke arah mana pun Anda bergerak, akhirnya akan kembali ke titik “mulai” lagi.

.

Apakah pelajaran yang dapat kita ambil?

.

Pertama, banyak orang (atau mungkin semua orang) menjadikan “kebahagiaan” sebagai tujuan dalam hidupnya. Siapakah yang tidak ingin bahagia? Namun tidak sedikit orang menjadikan sesuatu di luar dirinya sebagai sumber kebahagiaan. Aku akan merasa bahagia kalau sudah mempunyai ini atau itu. Tetapi semua itu, ternyata tidak menjadikannya bahagia, karena keinginan manusia itu ibarat sumur tidak berdasar. Meski telah mendapatkan sesuatu, seseorang pasti mendambakan hal lainnya lagi. Sesudah lulus SD, orang ingin lulus SMP. Sesudah lulus SMP, seseorang ingin lulus SMU. Setelah mendapatkan ini, ia ingin mendapatkan itu. Polanya terus berulang bagaikan lingkaran setan. Ia terus terjerumus pada keinginan berikutnya, yakni suatu proses yang berlangsung sepanjang kehidupannya. Tujuan berupa kebahagiaan itu terus menerus ingin dicapainya, namun tidak pernah berhasil. Ia terus menerus berputar-putar mencari tujuan itu, namun anehnya tetap kembali ke titik awal. Hal inilah yang digambar oleh garis-garis oranye pada gambar di atas. Ke manapun Anda pergi, Anda akan tiba pada titik awal.

.

Akhirnya, ia menyadari bahwa kebahagiaan itu tidak bisa dicapai dari luar. Kebahagiaan itu seharusnya sudah ada di dalam, hanya saja terdapat tembok pemisah yang tidak tertembus.

.

Pelajaran kedua, terkadang pemecahan suatu masalah itu justru berada pada titik awal masalah itu sendiri. Ke mana pun Anda berlari mencari pemecahannya, Anda akhirnya pada titik awal pencarian Anda.

.

Begitu pula orang yang mencari suatu pencerahan spiritual, akhirnya harus kembali pada dirinya sendiri. Pencerahan spiritual di luar dirinya adalah sesuatu yang mustahil. Akhir pencarian akhirnya adalah diri sendiri., yakni titik awal pencarian itu sendiri.

.

Demikianlah renungan berharga berasal dari teka-teki labirin ini. Selamat berakhir pekan.