CARA MENENTUKAN HARI BAIK PERNIKAHAN MENURUT PRIMBON JAWA

CARA MENENTUKAN HARI BAIK PERNIKAHAN MENURUT PRIMBON JAWA.

.

Ivan Taniputera.

28 September 2016

.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai bagaimana menentukan hari baik bagi pernikahan menurut Primbon Jawa. Kemungkinan banyak yang masih bingung dalam menggunakan Primbon Jawa. Meskipun demikian, jika kita mengetahui urutan atau algoritma dalam mencarinya, maka hal itu tidaklah sulit. Kit akan membandingkan pula dengan primbon-primbon lainnya, dimana terdapat perbedaan-perbedaan. Artikel ini juga bertujuan melestarikan budaya warisan leluhur, mengingat primbon-primbon adalah warisan budaya bangsa.

.

Dalam menentukan hari baik pernikahan menurut Primbon Jawa, maka prinsipnya adalah dari “yang lebih besar ke kecil.” Artinya adalah dari cakupan waktu yang lebih besar terlebih dahulu, kemudian semakin kecil. Dalam hal ini kita mulai dari tahun menurut windu. Berdasarkan perhitungan Jawa, terdapat delapan nama tahun; yakni Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Kita akan mencoret hari yang buruk satu persatu berdasarkan urutan kriteria-kriteria di bawah ini.

.

A. PEMILIHAN BULAN

.

Menurut Primbon Jawa terdapat bulan-bulan yang buruk berdasarkan masing-masing tahun di atas. Berikut ini adalah daftarnya.

.

  • Alip, bulan 1 (Sura)
  • Ehe, bulan 1 (Sura), 2 (Sapar), 6 (Jumadilakir), 7 (Rejeb), 8 (Ruwah), dan 10 (Sawal)
  • Jimawal, bulan 7 (Rejeb), 8 (Ruwah), dan 10 (Sawal)
  • Je, bulan 4 (Bakdamulud), 5 (Jumadilawal), 6 (Jumadilakir), 7 (Rejeb), 8 (Ruwah), 9 (Pasa), dan 12 (Besar)
  • Dal, bulan 6 (Jumadilakir), 7 (Rejeb), 9 (Pasa), dan 10 (Sawal)
  • Be, bulan 6 (Jumadilakir) dan 12 (Besar)
  • Wawu, bulan 2 (Sapar), 3 (Mulud), 4 (Bakdamulud), 5 (Jumadilawal), dan 9 (Pasa)
  • Jimakir, bulan 3 (Mulud), 5 (Jumadilawal), 7 (Rejeb), 8 (Ruwah), 10 (Sawal), dan 12 (Besar)

.

Jadi jika pernikahan hendak dilangsungkan pada tahun Ehe, maka bulan 1, 2, 6, 7, 8, dan 10 kita coret.

.

Selain itu, masih ada kriteria lain, bulan yang tidak terdapat hari Selasa Kliwon (Anggarakasih), dimana bulan-bulan itu tidak boleh diselenggarakan bagi pernikahan.

.

  • Alip, bulan Jumadilakir, Besar.
  • Ehe, bulan Rejeb
  • Jimawal, bulan Sura dan Ruwah
  • Je, bulan Sapar dan Ruwah
  • Dal, bulan Mulud dan Pasa
  • Be, bulan Jumadilawal
  • Wawu, bulan Rabingulakir dan Dulkangidah
  • Jimakir, bulan Jumadilawal.

.

Jadi pada tahun Ehe, setiap bulan Rejeb akan kita coret.

Terdapat bulan yang terbaik dalam masing-masing tahun. Jika memungkinkan pernikahan diselenggarakan pada bulan-bulan berikut.

.

  • Alip, bulan 9 (Pasa) dan 11 (Dulkaidah)
  • Ehe, bulan 4 (Bakdamulud), 9 (Pasa), 1 1 (Dulkaidah), dan 12 (Besar)
  • Jimawal, bulan 1 (Sura), 2 (Sapar), 3 (Mulud), 5 (Jumadilawal), dan 12 (Besar)
  • Je, bulan 1 (Sura), 2 (Sapar), 3 (Mulud), 10 (Sawal), dan 11 (Dulkaidah)
  • Dal, bulan 2 (Sapar), 3 (Mulud), 8 (Ruwah), dan 11 (Dulkaidah)
  • Be, bulan 1 (Sura), 2 (Sapar), dan 7 (Rejeb)
  • Wawu, bulan 1 (Sura), 10 (Sawal), 11 (Dulkaidah), dan 12 (Besar)
  • Jimakir, bulan 1 (Sura) dan 11 (Dulkaidah).

.

Jika memungkinkan, bulan-bulan di atas boleh dipilih. Namun bulan-bulan yang tidak tergolong buruk walaupun bukan terbaik, boleh dipilih.

.

Masih terdapat lagi apa yang disebut Larangan Sasi, yakni bulan yang kurang baik pada masing-masing tahun.

.

  • Alip: bulan Jumadilakir dan Dulkaidah.
  • Ehe: bulan Rabingulawal dan Pasa
  • Jimawal: Mulud dan Besar
  • Je: Sura dan Sawal
  • Dal: Ruwah
  • Be: Sapar dan Rejeb
  • Wawu: Jumadilawal
  • Jimakir: Sura dan Dulkaidah.

.

Anehnya terdapat kontradiksi sini, pada tahun Alip menurut daftar sebelumnya bulan Dulkaidah dianggap baik; tetapi berdasarkan Larangan Sasi, bulan tersebut dianggap buruk. Oleh karenanya, jika hendak menggunakan juga kriteria Larangan Sasi, maka bulan Dulkaidah juga perlu dicoret.

.

B. PEMILIHAN HARI.

.

 

Selanjutnya Primbon Jawa, terdapat hari Saptawara (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, serta Minggu) dan Pancawara (Pon, Wage, Kliwon, Legi, serta Pahing).

.

Berikut ini terdapat hari yang sudah sifatnya jelek, dibagi menjadi hari jelek dan sangat jelek.

  • Hari jelek: Minggu Pahing, Sabtu Pon, Jumat Wage, Selasa Kliwon, Senin Legi, dan Kamis Wage.
  • Hari sangat jelek: Rabu Lebi, Minggu Pahing, Kamis Pon, Selasa Wage, dan Sabtu Kliwon.

.

Hari-hari di atas perlu kita coret terlebih dahulu.

 

Selanjutnya terdapat hari yang kurang baik dalam masing-masing tahun tersebut. Hari-hari yang kurang baik itu disebut kunarpaning warsa (kita singkat “k”) dan sangaring warsa (kita singkat “s”). Berikut ini adalah daftarnya.

.

  • Alip: Sabtu Pahing (k) dan Jum’at Legi (s)
  • Ehe: Kamis Pahing (k) dan Selasa Kliwon (s)
  • Jimawal: Senin Pagi (k) dan Minggu Kliwon (s)
  • Je: Jumat Legi (k) dan Kamis Wage (s)
  • Dal: Rabu Kliwon (k) dan Senin Pon (s)
  • Be: Minggu Wage (k) dan Sabtu Legi (s)
  • Wawu: Kamis Pon (k) dan Rabu Pahing (s)
  • Jimakir: Selasa Pon (k) dan Minggu Legi (s).

.

Jadi, jika ingin menyelenggarakan pernikahan pada tahun Ehe, maka kita mengutamakan bulan yang baik, yakni 4, 9, 11, dan 12. Namun bulan-bulan selain 1, 2, 6, 7, 8, dan 10 boleh digunakan; hanya saja yang terbaik adalah 4, 9, 11, dan 12.

.

Kita mencoret setiap hari Kamis Pahing dan Selasa Kliwon pada bulan 4, 9, 11, dan 12.

.

Lebih jauh lagi, pada masing-masing bulan terdapat hari-hari yang baik bagi berbagai kegiatan. Hari-hari tersebut digolongkan menjadi Sasi Rahaju (disingkt r) dan Sasi Sardju (dsingkat sa). Berikut ini adalah daftarnya.

.

  • Besar (12), Sura (1), dan Sapar (2): Rabu dan Kamis (r), Jumat (sa).
  • Mulud (Rabingulawal, 3), Rabingulakir (4), Jumadilawal (5): Jumat (r), Sabtu dan Minggu (sa).
  • Jumadilakir (6), Rejeb (7), Ruwah (8): Sabtu dan Minggu (r); Senin dan Selasa (sa).
  • Pasa (9), Sawal (10), Dulkaidah (11): Senin dan Selasa (r); Rabu dan Kamis (sa).

.

Oleh karenanya, pada tahun Ehe, setiap hari Kamis Pahing dan Selasa Kliwon, bulan 4, 9, 11, dan 12 sudah kita coret. Apabila dipilih bulan ke 4, maka dapat dipilih Jumat, Sabtu, dan Minggu.

.

Primbon Jawa juga masih mempunyai apa yang dinamakan hari Taliwangke, yang buruk pada masing-masing bulan.

.

  • Sura: Rabu Pahing
  • Sapar: Kamis Pon
  • Rabingulawal: Jumat Wage
  • Rabingulakir: Sabtu Kliwon
  • Jumadilawal: Senin Kliwon
  • Jumadilakir: Selasa Legi
  • Rejeb: Rabu Pahing
  • Ruwah: Kamis Pon
  • Pasa: Jumat Wage
  • Sawal: Sabtu Kliwon
  • Dulkaidah: Senin Kliwon
  • Besar: Selasa Legi

.

Kini kita tiba pada pemilihan hari berdasarkan Wuku.

.

  • Terdapat hari Taliwangke atau hari buruk berdasarkan Wuku: Wuye, hari Senin Kliwon; wuku Wayang hari Selasa Legi; wuku Landep hari Rabu Pahing; wuku Warigalit hari Kamis Pon; wuku Kuningan hari Jumat Wage; wuku Kuruwelut hari Sabtu Kliwon.
  • Selain Taliwangke terdapat lagi hari Samparwangke yang juga kurang baik. Penentuannya juga didasari Wuku: Warigalit hari Senin Kliwon; Bala hari Senin Legi; Langkir hari Senin Pahing; Sinta hari Senin Pon; Tambir hari Senin Wage.

.

C. PEMILIHAN TANGGAL

 

Kita beralih pada tanggal-tanggal yang buruk pada masing-masing bulan.

  • Sura: 17, 27, 11, dan 14
  • Sapar: 19, 22, 1, dan 20
  • Rabingulawal: 13, 23, 10, dan 15
  • Rabingulakir: 15, 25, 10, dan 20
  • Jumadilawal: 16. 26, 10, dan 11
  • Jumadilakir: 11, 21, 3, dan 14
  • Rejeb: 12, 22, 11, dan 12
  • Ruwah: 14, 24, 19, dan 28
  • Pasa: 15, 25, 10, dan 20
  • Sawal: 17, 27, 2, dan 20
  • Dulkaidah: 11, 21, 6, dan 12
  • Besar: 13, 23, 1, dan 20.

.

Tanggal di atas pada masing-masing bulan harus dicoret.

.

Namun masih ada kriteria-kriteria lainnya.

.

Terdapat apa yang disebut tanggal naas pada masing-masing bulan:

.

  • Sura, tanggal 11 dan 6.
  • Sapar, tanggal 1 dan 20.
  • Rabingulawal, tanggal 10 dan 20.
  • Rabingulakir, tanggal 10 dan 20.
  • Jumadilawal, tanggal 1 dan 11
  • Jumadilakir, tanggal 10 dan 14
  • Rejeb, tanggal 2 dan 14
  • Ruwah, tanggal 12 dan 13
  • Pasa, tanggal 9 dan 20
  • Sawal, tanggal 10 dan 20
  • Dulkaidah, tanggal 12 dan 13
  • Besar, tanggal 6 dan 10.

.

Terdapat pula kriteria tanggal sangar pada masing-masing bulan”

.

  • Sura, tanggal 13
  • Sapar, tanggal 10
  • Rabingulawal, tanggal 8
  • Rabingulakir, tanggal 28
  • Jumadilawal, tanggal 28
  • Jumadilakir, tanggal 18
  • Rejeb, tanggal 18
  • Ruwah, tanggal 26
  • Pasa, tanggal 24
  • Sawal, tanggal 2
  • Dulkangidah, tanggal 28
  • Besar, tidak ada.

.

Masih ada lagi kriteria yang disebut Bangas Padewan. Tanggal-tanggal ini juga tidak boleh dipergunakan bagi pernikahan:

.

  • Sura, tanggal 11
  • Sapar, tanggal 20
  • Rabingulawal, tanggal 1 dan 15
  • Rabingulakir, tanggal 10 dan 20
  • Jumadilawal, tanggal 10 dan 11
  • Jumadilakir, tanggal 10 dan 14
  • Rejeb, tanggal 13 dan 27
  • Ruwah, tanggal 4 dan 28
  • Pasa, tanggal 7 dan 20
  • Sawal, tanggal 10
  • Dulkangidah, tanggal 2 dan 22
  • Besar, tanggal 6 dan 20

.

Berikut ini adalah hari-hari naas yang hanya terdapat di bulan-bulan khusus saja dan disebut naas para nabi: Sura, tanggal 13; Rabingulawal, tanggal 3; Rabingulakir, tanggal 16; Jumadilawal, tanggal 5; Pasa, tanggal 21; Dulkangidah, tanggal 24; Besar, tanggal 25.

.

D. PEMILIHAN JAM

.

Berikut ini adalah jam-jam yang baik, berdasarkan tanggal:

1, 6, 11, 16, 21, 26: jam 6-8.23, jam 10.18-1.11 (biasa), jam 1.12-3.35

2, 7, 12, 17, 22, 27: jam 8.24-10.17 (biasa), 10.18-1.11, 3.36-5.59

3, 8, 13, 18, 23, 28: jam 6-8.23 (biasa), 8.24-10.17, 1.12-3.35

4, 9, 14, 19, 24, 29: jam 6-8.23, jam 10.18-1.11, 3.36-5.59 (biasa)

5. 10, 15, 20, 25, 30: jam 8.24-10.17, jam 1.12-3.35 (biasa), jam 3.36-5.59.

.

Jam yang baik berdsarkan pasaran:

  • Legi: jam 6-10.17
  • Pahing: jam 6-1.11
  • Pon: jam 6-8.23, 1.12-5-59
  • Wage: jam 10.18-5.59
  • Kliwon: jam 8.24-3.35

.

Demikianlah alur pemilihan hari baik bagi pernikahan menurut Primbon Jawa, yang dalam hal ini diambil dari Primbon Betaljemur.

.

E. PERBANDINGAN DENGAN PRIMBON LAIN

 

Kita akan membandingkannya dengan Primbon lain.

.

Primbon Sabda Guru (halaman 37), juga memuat daftar yang hampir sama terkait kunarpaning warsa dan sangaring warsa. Hanya saja terdapat satu perbedaan dengan Primbon Betaljemur, yakni sangaring warsa pada tahun Be. Primbon Betaljemur mencantumkan Sabtu Legi (halaman 6), sedangkan Primbon Sabda Guru mencantumkan Sabtu Pon. Apakah kemungkinan ini adalah salah cetak? Perbedaan lain, adalah pada bulan yang tidak ada hari Anggara Kasihnya. Primbon Betaljemur mencantumkan Jumadilawal, sedangkan Primbon Sabda Guru (halaman 33) mencantumkan Rabingulakir. Tanggal naas para nabi juga terdapat satu perbedaan saja, yakni bulan Besar, Primbon Betaljemur mecantumkan 5, sedangkan Primbon Sabda Guru (halaman 35) mencantumkan 5.

.

Anehnya, Primbon Pusaka Guru, halaman 55-56 justru memuat hari baik dan buruk yang berkebalikan dengan Primbon Betaljemur. Jadi, jika Primbon Betaljemur menyatakan bahwa pada tahun Alip bulan Sura adalah buruk, maka Primbon Pusaka Guru justru menyatakan baik.

.

Primbon Puspa Wahju memiliki perhitungan berbeda, terkait hari-hari buruk. Sebagai contoh:

.

Sawal: Jumat Wage, Sabtu, dan Minggu, Jumat disebut Sangar bulan. Tanggal yang buruk adalah 2 dan 10.

.

Dengan demikian, terjadi perbedaan di sini. Oleh karenanya, hal ini perlu mendapatkan penelitian lebih lanjut. Barangkali para pakar primbon perlu berkumpul dan meneciptakan suatu primbon standar. Kesalahan-kesalahan lama perlu diperbaiki.

.

DAFTAR PUSTAKA.

.

Handanamangkara, SPH. Primbon Djawa Sabda Guru, Penerbit/ Toko buku KS, Solo, 1970.

Harja Tjakraningrat, Kangdjeng Pangeran Harja Tjakraningrat. Kitab Primbon Betal Djemur, Soemodidjojo Mahadewa, —–.

———–. Primbon Puspa Wahju, Gajabaru, Surabaja, 1953.

Sastrahandaja, Ki. Primbon Pusaka Guru, Muria, Kudus, 1954.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339… . . . . . . .

 

.

 

 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

RAMALAN DENGAN DADU TENTANG PERNIKAHAN

RAMALAN DENGAN DADU TENTANG PERNIKAHAN .

Ivan Taniputera. 

 18 Desember 2015 . 

.

 

Hari ini saya membuka sesi ramalan dengan dadu. Caranya adalah memilih salah satu di antara tiga puluh pertanyaan di bawah ini: 

.

1.Apa artinja itoe impian semalem?

2.Orang dalem soesa apa bisa dapet pertoeloengan?

3.Itoe boentingan bakal dapetken anak apa?
4.Beli lotery apa bisa dapetken pryze?
5.Apa itoe perkawinan baek?
6. Apa saja poenja kainginan aken kesampaean?
7.Orang sakit apa bisa semboeh kombali?
8.Apa itoe anak sekola bisa naek klas?
9.Orang berdagang apa bisa oentoeng?
10. Apa itoe orang soeka sama saja?
11. Apa itoe orang ilang bisa ketemoe lagi?
12. Orang berkerdja apa bisa dapet naek gadji?
13. Orang dalem perkara apa kena oekoeman?
14. Barang ilang apa bisa dapet kombali?
15. Apa slamanya tinggal miskin?
16. Orang di hoekoem apa bisa dapet keampoenan?
17. Apa itoe pentjoeri bisa kena tangkap?
18. Orang dalem setoran apa bisa accoor kombali?
19. Apa artinja itoe firasat?
20. Peroesahaan apa kita moesti kerdjaken?
21. Apa itoe pembrian taoe ada betoel?
22. Apa itoe orang menjinta pada saja?
23. Begimana keadaannja itoe orang sekarang?
24. Begimana nasibnja itoe orang?
25. Apa itoe orang berhati djoedjoer?
26. Apa itoe orang baek hatinja?
27. Swami matjem apa saja bakal dapetken?
28. Istri matjem apa saja bakal dapetken?
29. Apa itoe orang bisa idoep sampe toea?
30. apa ini tahoen bisa idoep beroentoeng?

 
 

Seseorang memilih pertanyaan nomor 5: “Apa itoe perkawinan baek?” Saya mendapati kombinasi mata dadu sebagai berikut. .

 
 

Kita dapatkan mata dadu 6 dan 3, sehingga mengacu pada jawaban nomor 3 bagi pertanyaan ke-5: “Itoe kawinan akan membawa kasialan.” . Dengan demikian berdasarkan ramalan dadu di atas, pernikahan di atas kurang menguntungkan.

.

Saya mencoba menanyakan kedua kalinya, dan didapatkan sebagai berikut.

.

 

Didapatkan mata dadu 6 dan 5.

Jawabannya adalah:

“Itoe kawinan membawa setorian.”

.

Setorian artinya perselisihan.

.

Jadi untuk kedua kali menanyakan, jawabannya sama-sama buruk. Tentu saja ini hanya sekedar ramalan dan jangan dipercaya sepenuhnya. Mungkin yang terbaik adalah bertanya pada hati Anda, apakah masih ada keraguan dalam hal pernikahan ini. . Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . .

.

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

MENGAPA PENGANTIN BARU BANYAK PERTENGKARAN?

MENGAPA PENGANTIN BARU BANYAK PERTENGKARAN?

Ivan Taniputera

2 September 2014

Salah seorang teman baru saja menikah, yakni kurang lebih belum ada setahun lamanya. Kendati demikian, ia mengatakan bahwa ia sudah mengalami banyak pertengkaran dengan isterinya. Bahkan tidak jarang pertengkaran terjadi karena hal-hal kecil. Oleh karena tidak tahan, ia merencanakan akan mengakhiri pernikahannya. Ia menanyakan mengapa demikian halnya. Saya mencoba meramalkannya dengan metoda Yijing.

Saya mendapatkan heksagram nomor 16:

Heksagram 16 sendiri menandakan sesuatu yang bagus. Ia menandakan adanya kegembiraan dan kepuasaan karena sesuatu yang baru atau bepergian. Kendati demikian, harus dilakukan suatu persiapan yang seksama. dan maju dengan berhati-hati. Apabila menjalankan hal ini, maka kebahagiaan akan dapat dipertahankan. Hal-hal tak diinginkan juga dapat dihindari.

Saya mencoba menafsirkan bahwa mungkin terdapat kejenuhan terhadap lingkungan yang ada, seingga perlu pergantian suasana. Kemungkinannya adalah sebagai berikut:

1. Bila masih tinggal bersama mertua, mungkin terdapat hubungan yang kurang baik dengan mertua, sehingga menjadi mudah emosional. Oleh karena itu, “sesuatu yang baru” di atas boleh ditafsirkan anjuran untuk membeli dan pindah ke rumah sendiri.

2. Jika tidak tinggal bersama mertua, mungkin pertengkaran diakibatkan oleh suasana atau kesibukan kerja. Solusinya adalah banyak berjalan-jalan atau bertamasya, sehingga dapat meredakan ketegangan. Boleh juga makan malam bersama, sehingga terjadi pergantian suasana. Denga demikian, pikiran menjadi segar kembali.

Berdasarkan elemennya, heksagram 16 terbentuk dari unsur kayu dan tanah. Kayu merusak tanah. Dengan demikian, kita boleh menafsirkan terdapat tuntutan yang kuat dari salah satu pihak, sehingga akhirnya memicu pertengkaran.

Kini kita akan menganalisa Bazi masing-masing.

Berikut  ini adalah Bazi suami.

Elemen Diri adalah Api Yin. Elemen yang bermanfaat adalah Tanah dan Logam.

Berikut ini adalah Bazi isteri.

Elemen Diri adalah Kayu Yang. elemen yang bermanfaat adalah Kayu dan Air.

Di sini nampak bahwa salah satu permasalahan yang dapat menimbulkan pertengkaran adalah perkataan dan pemikiran. Isteri kemungkinan kurang cocok dengan perkataan atau pemikiran suami, sehingga bisa memantik pertengkaran. Isteri mungkin merasa bahwa suami kurang memahami dirinya.

Sebaliknya bagi suami, isteri dirasa terlalu mengatur. Dengan demikian, suami merasakan bahwa dirinya menjadi terkekang. Suami kemungkinan merasa bahwa dirinya terlalu dipantau.

Terdapat pertentangan dalam hal prinsip-prinsip mendasar, dimana  hal ini mungkin tidak nampak atau belum begitu terasa semasa pacaran.

Solusinya:

1. Membicarakan baik-baik berbagai prinsip yang berbeda tersebut. Disarankan pula membicarakan hal itu saat makan malam, sehingga suasana menjadi tenang dan santai.

2. Pasang patung bebek mandarin sepasang di rumah. Beberapa buah, antara lain di kamar tidur dan ruang keluarga.

3. Tempatkan guci keramik di bagian tengah rumah.

4. Tempatkan lampu kecil di sektor 142,5 derajat – 157,5 derajat. Lampu ini sebisa mungkin terus menyala.

5. Ambil sepasang bunga kantil, ikat dengan benang merah, taruh dalam kantung merah, dan bacakan doa menurut agama serta kepercayaan masing-masing. Lalu taruh bunga ini di bawah ranjang. Dibiarkan saja selama-lamanya, tidak perlu diganti.

Semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya silakan kunjungi:

https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

ANALISA TENTANG PASANGAN SUAMI ISTERI

ANALISA TENTANG PASANGAN SUAMI ISTERI

Ivan Taniputera

25 April 2014

Berikut ini adalah analisa pasangan suami isteri. Saya akan menggunakan metoda bazi. Pertama-tama saya akan membuat diagram Bazi suami terlebih dahulu.

Nampak bahwa pada diagram bazinya terdapat hukuman Yin-Si-Shen.

Kepribadiannya adalah sebagai berikutnya.

Pikiran mudah berubah-ubah dan gampang terpengaruh oleh orang lain. Oleh karenanya, berpeluang sering tertipu atau dirugikan orang lain.

Pandai bicara, pikiran cermat, dan memiliki keinginan untuk terlibat langsung dalam segenap urusan. Mempunyai kemampuan mengatur hubungan antar manusia. Anda juga merupakan orang yang menepati apa yang Anda janjikan. Meskipun demikian, sering terlalu banyak bicara, suka memilih-milih, mudah curiga pada orang lain, gemar mencari keterangan sejelas-jelasnya. Selain itu, kelemahan lainnya adalah gemar berdebat. Namun dalam mengatakan sesuatu biasanya disertai analisa, asosiasi, pengalaman,ataupun hasil penelaahan.

Gemar berpikir,rajin, dan gemar belajar. Ingin tahu banyak hal. Pikiran sulit tenang dan suka makan hati. Pikiran sering khawatir bahkan tidak jarang kerap bingung sendiri. Oleh karenanya, perlu memilah-milah mana yang benar-benar perlu dipikirkan dan yang tidak. Memiliki hati yang baik dan berkepribadiansantun. Tidak suka berdiam di rumah dan sering bepergian dengan berbagai alasan. Sering diharuskan mengurus banyak hal sekaligus. Akan merasa tertekan jika berdiam diri saja.

Mudah berpikir yang bukan-bukan dan biasanya hanya mementingkan karier atau pekerjaan.

Kelemahannya dalam bidang kesehatan adalah sistim reproduksi terlalu panas atau kering, sehingga bisa mengalami kesulitan dalam mempunyai anak.

Berikut ini adalah diagram Bazi isteri.

Isteri juga merupakan sosok yang memiliki banyak pengetahuan dan gemar belajar. Meskipun demikian, pikiran juga terkadang sulit tenang. Karena terlalu banyak unsur api, maka dapat berdampak pada sistim reproduksi sehingga dapat menjadi “terlalu panas serta kering.”

SARAN-SARAN

1.Jangan terlalu lelah atau sibuk bekerja.

2.Tidur dengan arah menghadap 30 derajat dari selatan ke arah barat.

3.Tempat air mancur di rumah pada arah seperti pada nomor 2.

4.Tempatkan hiasan berbentu kambing dari keramik pada sudut 30 derajat dari utara menuju ke barat.

5.Jangan makan yang asam dan pedas. Dianjurkan yang manis dan asin.

6.Jangan mengonsumsi makanan yang sifatnya panas.

Semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya silakan kunjungi