BAGAIMANA MELINDUNGI TEMPAT USAHA DARI ILMU GAIB JAHAT?

BAGAIMANA MELINDUNGI TEMPAT USAHA DARI ILMU GAIB JAHAT?

.

6 Juni 2017.

Ivan Taniputera.

.

 
 
 

Salah seorang sahabat menanyakan bagaimana melindungi tempat usaha dari ilmu gaib jahat? Memang, saat seseorang mengalami kemajuan dalam hidupnya, tidak mustahil ada orang-orang yang iri padanya. Tidak jarang mereka menggunakan apa yang disebut ilmu gaib guna merugikan saingannya, karena mustahil menyerang secara terang-terangan. Oleh karenanya, saya akan membagikan artikel mengenal hal tersebut.

.

Saya tidak akan membicarakan apakah ilmu gaib jahat itu benar-benar ada atau tidak, karena akan menimbulkan perdebatan atau polemik berkepanjangan. Di muka bumi ini sudah pasti terdapat banyak pandangan saling bertentangan; ada yang memercayainya dan tidak. Namun kita tidak akan membahas hal tersebut. Saya menghargai baik orang yang mempercayainya dan tidak mempercayainya. Saya menghormati seluruh pandangan. Di sini saya hanya merangkum dan berbagi saja beragam pengalaman yang saya dengar dari berbagai pihak.

.

Hal terpenting dan terutama guna menangkal ilmu gaib jahat yang berpeluang menyerang tempat usaha kita adalah memperkuat keimanan dan keyakinan terhadap agama beserta kepercayaan masing-masing. Jikalau kita mempunyai keyakinan dan iman teguh sesuai agama beserta kepercayaan masing-masing, maka segala sesuatu yang jahat tidak dapat mencelakai kita. Jadi kunci utama adalah pertebal keyakinan terhadap agama dan kepercayaan masing-masing.

.

Kedua, kita perlu senantiasa berbuat kebaikan dan menghindari kejahatan. Apabila kita banyak melakukan kebajikan di muka bumi ini, maka segala sesuatunya juga akan menjadi baik.

.

Selanjutnya ini adalah berbagai kiat yang pernah saya dengar dan kumpulkan.

.

Tumbuhan palem merah diyakini dapat menolak gangguan ilmu gaib jahat. Oleh karenanya, Anda boleh menanamnya di depan rumah atau tempat usaha Anda.

.

Metoda lain yang pernah saya dengar adalah menaruh pisau di atas semangkuk air dan dihadapkan ke luar. Versi lain menyatakan bahwa mangkuk itu hendaknya diisi dengan beras.

.

 
 

.

Ada juga yang menyarankan penggunaan cermin cekung. Cermin ini menurut berbagai pihak dapat menangkal ilmu gaib jahat.

.

Luopan (kompas Fengshui) juga diyakini dapat dipergunakan sebagai penangkal. Caranya kompas ditaruh dalam penutup lampu depan rumah atau tempat usaha. Tentu saja peletakannya memerlukan tata cara dan ritual khusus.

.

Menggunakan berbagai jimat, talisman, dan amulet yang diyakini dapat menangkal ilmu gaib.

.

Apabila Anda merasa bahwa gangguan gaib itu sudah masuk ke rumah atau tempat usaha Anda, maka lakukan ritual pembersihan sebagai berikut. Siapkan anglo yang diisi arang secukupnya, kemudian bakar arang tersebut. Taburkan bubuk cendana. Putarkan anglo ke seluruh ruangan dan penjuru rumah, tanpa ada yang terlewati. Sesudah itu taruh anglo di luar dan taburkan terus bubuk cendana hingga seluruh arang habis terbakar. Setelah itu taburkan garam di seluruh penjuru rumah. Biarkan hingga keesokan harinya. Selanjutnya, boleh disapu dari dalam ke luar. Kemungkinan, ritual ini tidak cukup dilaksanakan hanya sekali. Jadi, Anda boleh mengulanginya beberapa kali bila dirasa perlu.

.

Demikian berbagai cara yang sekiranya bermanfaat.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . .

.

 

 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

BAGAIMANA MENGHILANGKAN QI ATAU ENERGI BURUK PADA SEBUAH RUMAH DAN TEMPAT USAHA?

BAGAIMANA MENGHILANGKAN QI ATAU ENERGI BURUK PADA SEBUAH RUMAH DAN TEMPAT USAHA?

.

Ivan Taniputera.

7 Juni 2017.

.

Ada rumah-rumah tertentu yang menyimpan energi negatif. Adapun yang disebut energi atau Qi negatif ini sangat banyak ragamnya dan kita tidak akan membahasnya terlalu terperinci. Energi negatif mungkin timbul karena penataan Fengshui yang kurang baik atau bisa juga sebab-sebab lainnya. Pengaruhnya juga bagi masing-masing orang berbeda. Ada yang peka atau rentan terkena gangguan energi buruk tersebut dan ada pula yang tidak.

.

Tanda-tanda adanya energi buruk itu juga sangat beraneka ragam. Sebagai contoh, ada penghuni yang sering sakit atau kerasukan. Para penghuni rumah tidak merasa tentram berdiam di sana. Selain itu, bisa juga terjadi fenomena-fenomena atau penampakan gaib yang menakutkan. Kebanyakan orang mungkin menyebutnya sebagai angker, namun saya lebih memilih menggunakan istilah “energi buruk atau negatif.”

.

Cara mengatasinya juga bermacam-macam. Setiap praktisi mungkin memiliki caranya sendiri-sendiri. Tidak ada yang benar dan salah, karena ilmu metafisika adalah seni atau bukan sepenuhnya sains. Jadi, kita tidak perlu menyatakan bahwa cara atau metoda kita yang terbaik dan merendahkan praktisi lain. Tidak perlu pula merasa bahwa cara atau metoda kita yang paling benar dan lainnya salah. Justru yang gemar merendah-rendahkan atau menjelek-jelekkan praktisi lain itulah yang patut diragukan keilmuannya. Saya menghormati semua cara dan metoda.

.

Salah satu cara mengatasinya adalah dengan memasang gambar sepasang barongsai. Gambar barongsai itu mempunyai sifat Yang; sehingga dapat mengatasi energi Yin yang terlampau berlebihan. Itulah sebabnya, saya lalu membuat gambar sepasang barongsai sebagai berikut; yakni untuk membantu mereka yang memerlukannya.

.

 
 
 
 

Ukuran gambar adalah 61 x 86 cm. Bagi yang memerlukan cetakannya dalam bentuk poster silakan menghubungi saya di ivan_taniputera@yahoo.com.

.

Gambar barongsai ini dapat dipasang di ruangan yang dirasa terdapat energi buruk atau negatifnya. Untuk meningkatkan energi keberuntungan dapat pula dipasang di ruang tamu atau bagian depan toko Anda.

.

Sekedar tambahan, berikut ini adalah tahapan-tahapan dalam membuat gambar di atas.

.

.

 
 

Gambar barongsai tanggal 18 Maret 2017; 17:34:19.

.

 
 

Gambar barongsai tanggal 19 Maret 2017; 17:43:10.

.

 
 

Gambar barongsai tanggal 28 Maret 2017; 18:50:00.

.

 
 

Gambar barongsai tanggal 28 Maret 2017, 18:50:11.

.

 
 

Gambar barongsai tanggal 28 Maret 2017; 19:39:37.

.

 
 

Gambar barongsai jadi, tanggal 27 Mei 2017; 20:50:02.

.

Demikianlah kita sudah mengenal kegunaan gambar sepasang barongsai.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . .

.

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

TAKDIR VERSUS CISWA: SEBUAH RENUNGAN DARI KISAH THO HWA LI

TAKDIR VERSUS CISWA: SEBUAH RENUNGAN DARI KISAH THO HWA LI

Ivan Taniputera

27 Februari 2013

.

Dalam perjalanan ke delapan kelenteng beberapa waktu yang lalu, saya menemukan buku kisah Tho Hwa Li buah karya Gan KH ini. Sebenarnya saya sudah pernah mendengar mengenai kisah Tho Hwa Li semenjak masih kecil dan edisi lama buku ini saya sudah punya, namun kini tidak tahu lagi di mana keberadaannya. Oleh karenanya, penemuan kembali buku ini di salah sebuah kelenteng yang saya kunjungi merupakan peristiwa berharga. Kisah-kisah dalam tradisi Tiongkok memang sarat makna dan filsafat pemikiran.

 
 
 

Secara umum, dalam buku tersebut ada hal-hal menarik, seperti asal muasal tradisi ritual pengantin yang masih dilaksanakan hingga hari ini dan takdir versus ciswa. Kita akan mengulasnya satu persatu.

 

1.TAKDIR VERSUS CISWA

 

Sebelum mengulas mengenai topik bahasan ini. Saya akan memaparkan latar belakang kisahnya secara singkat. Ciu Kong adalah seorang mantan pembesar di masa pemerintahan Kaisar Ciu Yu Ong (781 SM) dari dinasti Ciu (Mandarin: Chou). Karena kaisar ke-12 ini hanya gemar bersenang-senang saja bersama selirnya bernama Po Su, Ciu Kong lantas mengundurkan dirinya. Sebenarnya Ciu Kong ini bukanlah nama pembesar tersebut. Namanya tidak disebutkan dalam buku ini. Ciu Kong adalah gelar yang dianugerahkan oleh Kaisar Yu Ong, sewaktu pembesar tersebut mengundurkan dirinya guna pulang ke desa. Arti telar itu adalah “Sesepuh Marga Ciu.” (lihat halaman 3). Selain pemberian gelar kehormatan, Ciu Kong mendapatkan pula anugerah berupa pedang bernama Sian-cam-ho-cau (Bunuh Dulu Urusan Belakang). Ini menandakan bahwa pemegang pedang tersebut memiliki kekuasaan luar biasa.

Ciu Kong yang telah mengundurkan dirinya lantas membuka profesi sebagai juru ramal. Uniknya Ciu Kong akan memberikan ganti rugi yang besar jika ramalannya meleset (tiga ratus lima puluh tahil perak-halaman 6). Meskipun demikian, biaya meramalnya cukup rendah, yakni “tiga tahil setengah uang perak.” (halaman 5). Dalam sehari, ia hanya menerima tiga orang saja yang hendak diramal. Sebagai juru penerima tamu, Ciu Kong mengangkat mantan juru tulisnya bernama Peng Cian.

Ramalan Ciu Kong memang terbukti keakuratannya. Kendati demikian dua kali ramalan Ciu Kong meleset, yakni:

 

a.Putera seorang nenek bernama Li Kho-cwan (halaman 16) yang diramal akan meninggal. Berkat kias yang diberikan Tho Hwa Li, nyawanya berhasil diselamatkan. Tho Hwa Li adalah gadis sakti yang pandai menciptakan beraneka macam kias. Caranya adalah bersembahyang dengan tiga batang dupa saat sore hari, lalu mengambil bantal anaknya, menepuk tiga kali pada bantal disertai seruan keras memanggil anaknya. Singkat cerita, memang kias atau penangkal ini terbukti kemanjurannya.

 

b.Peng Cian sendiri diramalkan akan meninggal oleh Ciu Kong. Namun Tho Hwa Li berhasil menyelamatkannya, yakni menyuruh Peng Cian menanti kehadiran Delapan Dewa di sebuah kuil. Ternyata usia Peng Cian dapat ditambah 80 tahun.

 

Kegagalan ramalannya ini menggusarkan hati Ciu Kong yang merasa otorita-nya tertantang. Ia lalu mencari cara membunuh Tho Hwa Li yang akan kita uraikan belakangan.

 

Kini kita akan mendiskusikan terlebih dahulu makna kisah ini. Tentu saja sebuah kisah dapat dimakna berbeda-beda bagi masing-masing orang. Kendati demikian saya lebih cenderung memaknainya berdasarkan pertanyaan klasik “Apakah nasib dapat diubah?” Ini adalah sebuah pertanyaan yang telah hadir semenjak zaman yang amat lampau. Sepanjang sejarahnya agama dan filsafat telah berupaya memberikan jawaban bagi hal ini, sehingga kita dapat menjumpai banyak teori tentangnya. Namun, semuanya itu akan tetap menjadi sebuah “hipotesa” yang tidak dapat kita buktikan kebenarannya. Mengapa? Karena kita tidak memiliki mesin waktu. Sebuah hipotesa baru akan terbukti jika sudah diuji dengan sebuah eksperimen. Jadi secara sederhana adalah sebagai berikut. Seorang melakukan tindakan A hingga akhirnya mendapatkan B. Namun kita tidak tahu, jika tidak melakukan A, apakah ia akan tetap mendapatkan B. Dalam kehidupan nyata, memang terdapat kasus-kasus di mana seseorang telah berupaya, namun tidak memperoleh hasil yang diharapkan. Sebaliknya, ada juga orang tidak berusaha, tetapi malah mendapatkan sesuatu yang diharapkannya. Karena kita tidak mampu mengujinya, pertanyaan apakah “nasib dapat diubah” akan tetap menjadi misteri umat manusia sampai ditemukannya mesin waktu; yakni satu-satunya alat yang dapat dipergunakan menguji berbagai kemungkinan pararel dalam kehidupan manusia. Untuk lebih jelasnya, pembaca dapat menonton film “Butterfly Effect.” Apakah ciswa itu benar dapat mengubah nasib? Pertanyaan ini juga mustahil dijawab. Namun kisah di atas mencerminkan pertanyaan klasik tersebut, yakni takdir versus ciswa.

 

2.RITUAL-RITUAL UPACARA PERNIKAHAN TIONGHOA

 

Demi membalaskan dendamnya pada Tho Hwa Li, Ciu Kong lantas melakukan suatu tindakan yang agak eksentrik. Dia hanya memiliki seorang puteri bernama Ciu He Lian, namun agar dapat “membunuh” Tho Hwa Li, ia lantas “menikahkan” puterinya itu dengan Tho Hwa Li. Tentu saja sebelumnya sang puteri akan dirias sebagai pengantin pria. Ciu Kong memilihkan hari paling buruk, yang disebut Thian pia jit. Itu merupakan hari paling buruk bagi pengantin wanita. Banyak bahaya yang menanti, sehingga akan mengancam nyawa sang mempelai wanita. Berikut ini adalah bahaya beserta penangkalnya.

 

a.Pada hari itu saat mempelai wanita keluar dari rumahnya sendiri, dua bintang jahat, yakni Thian-sat dan Thian sin, telah siap menghantamnya, sehingga pengantin wanita mendadak jatuh tersungkur dan meninggal seketika.

 

PENANGKAL: Tho Hwa Li bersembahyang pagi-pagi sebelum matahari terbit, guna mengundang kehadiran dewa Liok ting Thai-sin dan Liok tha Thai sin, yang bertugas menjaga keamanan langit, sehingga sanggup mengusir Thian-sat dan Thian-sin.

 

b.Saat mempelai wanita telah duduk dalam tandu, bintang Ceng-liong ce (Naga Hijau) dan Pek-hou ce (Macan Putih) telah siap mencabut nyawanya.

 

PENANGKAL: Ceng-liong ce paling takut dengan kilin, sedangkan Pek-hou ce takut dengan burung hong (funiks). Oleh karenanya, Tho Hwa Li menempelkan kertas merah bertuliskan warna emas, yang masing-masing berbunyi “KI LIN TO CU” dan “HONG HONG TO CU.” Artinya adalah “Kilin berada di sini” dan “Burung hong merah ada di sini.” Dengan demikian Naga Hijau dan Macan Putih kebur ketakutan.

 

c.Begitu tandu tiba di rumah mempelai pria, bintang Ceng-liong ce yang gagal membunuh pengantin wanita akan kembali beraksi, sehingga mempelai wanita bisa menemui ajalnya.

 

PENANGKAL: Melepaskan tiga batang anak panah, sehingga Ceng-liong ce lari ketakutan.

 

d.Begitu mempelai wanita memasuki rumah pengantin pria, bintang Thian Kau-ce (Kera Langit) telah siap mencekiknya.

 

PENANGKAL: Dengan menaburkan beras kuning, sehingga Kera Langit lari ketakutan. Beras kuning itu dipercaya mampu membutakan mata Kera Langit.

 

e.Bintang Ngo-kui-ce (Lima Setan) telah siap menanti di balik pintu rumah Ciu Kong dan siap menerjang serta menghabisi nyawa Tho Hwa Li.

 

PENANGKAL: Menggunakan niru sebagai payung yang telah digambari pat kwa. Dengan demikian, Lima Setan tidak berani mendekat dan menyingkir jauh-jauh.

 

f.Saat kedua mempelai duduk bersama di dalam kamar pengantin guna bersantap bersama, bintang Pek-hou ce akan datang lagi dan menghantam mempelai wanita sampai tewas.

 

PENANGKAL: Tidak ada penangkalnya, tetapi Tho Hwa Li tidak kehilangan akal. Ia pura-pura pusing dan berbaring di ranjang pengantin. Akibatnya hanya Ciu He Lian yang duduk sendirian di depan meja pengantin. Meskipun berdandan sebagai pengantin wanita, bintang Peh-hou ce tidak dapat ditipu. Ia lantas menghantam puteri Ciu Kong tersebut hingga tewas.

 

Dengan demikian, justru Ciu Kong yang kehilangan puterinya. Dendamnya pada Tho Hwa Li semakin bertambah.

 

Kisah di atas mencerminkan sebuah ajaran bahwa manusia hendaknya senantiasa berupaya memperbaiki keadaan. Meski benar bahwa kita tidak mengetahui apakah takdir dapat diubah atau tidak. Namun berusaha menciptakan sesuatu yang lebih baik adalah lebih baik ketimbang tidak berusaha sama sekali.

 

3.EPILOG

 

Ciu Kong mencari cara lain dalam membunuh Tho Hwa Li. Ia lantas mengetahui rahasia kelemahan Tho Hwa Li, yakni ranting pohon Tho tumbuh di halaman rumah Tho Hwa Li yang menjulur ke penjuru barat. Ciu Kong meminta potongan dahan tersebut pada Tho Wan Gwe, yakni ayah Tho Hwa Li, dengan alasan bahwa benda tersebut akan dipakai sebagai wahana penujuman. Benar saja setelah ranting pohon itu dipotong, kesehatan Tho Hwa Li semakin menurun dan akhirnya sakit parah. Sebelum meninggal, Tho Hwa Li berpesan pada Peng Cian, yang pernah ditolongnya, agar membenturkan peti jenazahnya saat hendak diangkut keluar dari rumah Ciu Kong. Permintaan ini dilaksanakan, dan ajaibnya Tho Hwa Li hidup kembali. Terjadi perang tanding dengan Ciu Kong. Ternyata Ciu Kong adalah jelmaan pedang dewa, sedangkan Tho Hwa Li adalah jelmaan sarungnya. Kedua pedang itu sebelumnya adalah milik Dewa Hian Thian Siang Tee (Siang Tee Kong) sewaktu Beliau masih bertapa di Bu-tong-san. Karena memperoleh Jit Gwat jing (sari murni matahari dan rembulan), akhirnya pedang beserta sarungnya berubah menjadi manusia. Saat tengah bertarung, keduanya lantas ditangkap oleh Dewa Hian Thian Siang Tee dan diubah kembali menjadi pedang dan sarungnya.Demikianlan akhir kisah menarik tersebut.

 

Epilog di atas nampaknya menandakan bahwa meskipun bertentangan, keduanya merupakan kedua hal saling melengkapi dalam tradisi Tionghoa, ibarat pedang beserta sarungnya. Pedang tanpa sarung juga tidak berguna dan bisa melukai sang pemilik pedang. Sarung saja tanpa pedang juga tidak berguna, karena tak dapat melindungi seseorang.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .

.

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

JIMAT PENANGKAL HAMA DI SAWAH

JIMAT PENANGKAL HAMA DI SAWAH.

.

Ivan Taniputera.

31 Agustus 2016.

.

Berikut ini adalah jimat penangkal hama di sawah yang didapat dari Primbon Mujarobat.

.

 
 

Jimat ini boleh digambar pada sehelai kain atau kertas dan ditanam di tengah sawah.

Nampak jimat ini bertuliskan angka-angka Arab. Pada baris pertama tertulis 4, 2, dan 4. baris kedua tercantum 2, 8, dan 1. Baris ketiga tertulis 4, 2, dan 5.

Jika kita jumlahkan secara mendatar, maka angka-angka pada baris pertama akan menghasilkan 10. Baris kedua menghasilkan 11. Baris ketiga menghasilkan 11.

Angka-angka paling kiri jika dijumlahkan secara menurun akan menghasilkan 10. Bagian tengah akan menghasilkan 12 dan baris paling kanan menghasilkan 10.

Jikalau kita jumlahkan menyilang ke kanan, akan didapatkan 17. Bila kita jumlahkan menyilang ke kiri, akan didapatkan 16.

.

Oleh karenanya, angka-angka di atas tidak bersifat seperti bujur sangkar ajaib, dimana angka-angkanya pada setiap baris, baik mendatar, menurun, atau menyilang bila dijumlahkan akan memperoleh hasil yang sama.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . 

 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

KIAS MENGATASI SISWA ATAU KARYAWAN YANG SANGAT SERING BERKELAHI

KIAS MENGATASI SISWA ATAU KARYAWAN YANG SANGAT SERING BERKELAHI.

.

Ivan Taniputera.

29 Juli 2016.

.

 
 
 

Salah seorang teman menjadi guru di sebuah sekolah dan menanyakan mengapa para siswanya sering berkelahi dan tawuran. Ia menanyakan apakah ada kias secara metafisika guna mengatasi hal tersebut. Sementara itu, kawan lain menuturkan mengenai para karyawannya yang sering sekali berkelahi. Memang benar bahwa para karyawan itu berasal dari lingkungan yang keras. Namun ia juga menanyakan hal senada dengan kawan sebelumnya, yakni adakah kias demi meredakan suasana seperti itu. 

.

Menjawab pertanyaan mengapa para siswa sering berkelahi dan tawuran, secara metafisika memang ada tempat-tempat yang mempunyai energi buruk pemancing permusuhan beserta emosi.  Kenyataannya, tempat yang panas dan pengap memang lebih mudah memancing amarah seseorang. Namun sudut pandang metafisika juga meyakini keberadaan energi-energi buruk tak kasat mata semacam itu.Jadi meski tempatnya sudah lapang dan sejuk, tetap saja seseorang mudah terpancing gejolak emosionalnya dan terlibat perkelahian dengan orang lain. Agar tidak salah paham, perlu ditambahkan di sini bahwa tempat berenergi buruk yang dimaksud adalah bila intensitas perkelahian sudah di atas kewajaran. Sebagai contoh, siswa kawan tadi dari tahun ke tahun tetap saja mengalami hal yang sama dengan intensitas yang tetap tinggi. Jika hanya sesekali saja terjadi perkelahian maka itu adalah wajar.

.

Saya mula-mula menyarankan bahwa sebelum menerapkan kias secara metafisika, gunakan pendekatan antar pribadi terlebih dahulu, yakni mengadakan kegiatan-kegiatan yang sekiranya sanggup meningkatkan kedamaian beserta kerukunan antar pribadi. Apabila masih gagal maka dapat mencoba kias berikut ini.

.

Caranya adalah menempatkan tumbuhan kaktus pada sekolah atau pabrik yang sering dilanda perkelahian. Tumbuhan tersebut dapat diletakkan pada setiap sudut dan tepi pabrik atau ruangan. Jumlahnya disesuaikan dengan besar serta kecilnya ruangan atau kawasan pabrik. Pedomannya adalah jangkauan energi masing-masing tumbuhan kaktus yang mencapai sekitar 1 hingga 1,5 meter. Jadi, untuk panjang 3 meter, maka paling tidak Anda harus menempatkan 4 tumbuhan kaktus.

.

Bagaimana logika atau filosofi penggunaan tumbuhan kaktus ini? Jika cara damai dan lembut gagal mendamaikan kedua belah pihak, maka cara yang agak keras perlu digunakan. Ilustrasinya adalah dua orang siswa yang sedang berkelahi. Teman mereka sudah membujuk dan melerai agar keduanya jangan berkelahi lagi. Namun upaya ini gagal, sehingga terpaksa guru dan kepala sekolah diundang demi melerai perkelahian mereka. Kedua siswa yang berkelahi itu lalu dimarahi dan diberi hukuman. Demikian kurang lebih analoginya. Energi kaktus ini memang sifatnya agak kasar dan keras.

.

Analogi lain adalah jika suatu energi bersifat keras dan bermusuhan hendak diredakan, maka menambahkan energi lembut terkadang tidak berguna, apalagi jika energi keras tersebut sudah hampir mendekati titik puncaknya. Cara lebih bermanfaat adalah justru menambahkan energi lain yang sama-sama bersifat keras serta bermusuhan. Tujuannya adalah menarik energi keras dan bermusuhan itu hingga mencapai titik puncaknya. Segala sesuatu begitu mencapai titik puncaknya akan beralih menjadi kebalikannya. Begitulah prinsip Yin-Yang. Oleh karenanya, kaktus ini berfungsi sebagai penyeimbang, dalam artian membawa energi buruk tersebut menuju ke titik puncaknya sehingga mereda atau terbuyarkan.

.

Dengan demikian, kantor atau sekolah yang sudah damai dan tenteram sebaiknya jangan diletakkan tumbuhan kaktus. Namun jika ukurannya kecil dan tidak terlampau banyak atau hanya sekedar hiasan tidaklah bermasalah. Penambahan terlalu banyak kaktus pada tempat yang sudah aman dan damai justru akan merusakan keseimbangannya. Kaktus tidak boleh pula ditaruh di kamar tidur. Rumah kediaman juga seyogiannya tidak banyak terdapat kaktus. Jika hendak menanam kaktus maka letakkan di halaman yang paling tidak jaraknya 1-1,5 meter dari rumah atau pintu rumah.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . .

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

 

TOLAK BALA DAN SIMBOLISASI DALAM TRADISI JAWA

TOLAK BALA DAN SIMBOLISASI DALAM TRADISI JAWA

.

Ivan Taniputera.

8 November 2015

.

.

Artikel ini ditulis berdasarkan hasil pembicaraan dengan salah seorang kawan. Ia menuturkan kisah menarik bahwa beberapa minggu sebelum terjadinya gempa dashyat di Yogyakarta tahun 2006, warga di desanya diperintahkan menempelkan uang logam 100 Rupiah beserta rumput alang-alang di atas pintu rumah mereka. Selain itu, warga juga diperintahkan membuat kolak kolang kaling.

.

Pada mulanya, tiada yang mengetahui maknanya. Tetapi beberapa minggu kemudian terjadilah bencana gempa dashyat tersebut. Untungnya warga desa seluruhnya selamat, kendati mereka merasakan guncangan gempa dashyat.

.

Tradisi Jawa memang sarat dengan simbolisme atau perlambang. Setelah bencana tersebut, orang lantas menafsirkan bahwa uang logam 100 Rupiah itu melambangkan gempa bumi. Gambar gunungan di salah satu sisi uang logam mengingatkan pada pagelaran wayang kulit. Sebelum dalang menancapkan gunungan, maka ia akan mengucapkan, “Bumi gonjang ganjing….” atau artinya “Bumi bergoncang dashyat….”

.

Rumput alang-alang ditafsirkan sebagai “alang-alang” atau penghalang bagi bencana. Begitu pun juga kolak kolang-kaling dimaksudkan untuk “ngolang-ngalingi” atau menghalangi bencana.

.

Demikianlah bahasa perlambang dalam tradisi tolak bala (penolak bencana) dalam tradisi Jawa. Ternyata pada leluhur di zaman dahulu telah mempunyai kebijaksanaan yang tinggi pula.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

.

KIAS MENGUNJUNGI ORANG MENINGGAL ATAU ORANG SAKIT

KIAS MENGUNJUNGI ORANG MENINGGAL ATAU ORANG SAKIT

25 April 2015

Ivan Taniputera

 

 
 

Turut berbelasungkawa terhadap sesama manusia atau melayat serta mengunjungi mereka yang sedang dilanda kesusahan, seperti terdapat kerabat meninggal dan lain sebagainya, adalah sesuatu yang mulia. Manusia memang seyogianya memiliki empati terhadap sesamanya. Kendati demikian, menurut ilmu astrologi baik Barat maupun Timur, tidak selamanya bintang keberuntungan seseorang berada dalam keadaan baik. Ada kalanya karena pengaruh konfigurasi planet-planet tertentu, bintang keberuntungannya akan menurun. Inilah yang disebut saat kurang baik bagi seseorang. Di saat tersebut, maka sebaiknya, ia jangan mengunjungi orang meninggal atau sakit, karena rentan terhadap energi-energi negatif.  Begitu pula, jika seseorang sedang lemah daya tahan tubuhnya, maka ia perlu menjaga makan dan jangan banyak bepergian. Lebih baik beristirahat di rumah. 

 

Lalu bagaimana, jika yang meninggal adalah anggota keluarga seorang sahabat yang sangat karib? Apabila Anda terpaksa melayat orang meninggal padahal bintang keberuntungan Anda sedang buruk, maka silakan lakukan kias sebagai berikut. Kias ini adalah warisan orang-orang tua dahulu. 

 

Sediakan

 

1.Sebatang paku kecil.

2.Sejumput kecil tembakau

3.Sepotong kecil jahe

 

Semua bahan-bahan itu dibungkus dengan kertas merah dan dikantungi saat Anda melayat  orang meninggal atau menjenguk orang sakit. Sepulangnya dari melayat, maka bungkusan kertas merah tadi dibuang di perempatan jalan, sambil berdoa sesuai kepercayaan masing-masing, yakni memohon agar dijauhkan dari segenap bencana dan keburukan. 

 

Kias lainnya ada yang mengajarkan agar jahenya dikunyah saat mengunjungi orang meninggal atau sakit. Kedua jenis kias ini dapat dipergunakan bersamaan. 

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi: