KHASIAT BUNGA KENANGA UNTUK MEREDAKAN BATUK

KHASIAT BUNGA KENANGA UNTUK MEREDAKAN BATUK.

.

Ivan Taniputera.

16 Mei 2017.

.

 
 

.

Pada kesempatan kali ini, saya hendak membagikan resep obat tradisional untuk meredakan batuk yang membandel. Penyakit batuk memang menyengsarakan, apalagi batuk yang membandel. Namun Anda dapat mencoba resep yang cukup sederhana ini guna meredakannya.

.

Rebus dua atau tiga buah bunga Kenanga (Cananga odorata) dan minum air rebusannya dalam keadaan hangat. Anda boleh juga menuangkan air panas pada bunga tersebut dan menunggu hingga airnya tidak lagi terlalu panas, lalu diminum. Rebusan bunga kenanga ini boleh diminum dua kali sehari, yakni pada saat pagi dan petang.

.

Resep ini sudah dicoba dan memang ada khasiatnya dalam meredakan batuk. Kendati demikian, Anda tetap disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda. Penulis hanya bermaksud berbagi saja pengetahuan mengenai obat-obat tradisional. Segenap risiko dan dampak buruk yang timbul bukanlah tanggung jawab penulis.

Advertisements

RESEP JAMU UNTUK ORANG YANG GEMAR BERGADANG

RESEP JAMU UNTUK ORANG YANG GEMAR BERGADANG

.

Ivan Taniputera.

20 Agustus 2016.

.

 
 

.

Banyak mahasiswa gemar bergadang; kemungkinan karena mengerjakan tugas skripsi dan lain sebagainya. Selain itu, ada juga pekerjaan yang mengharuskan seseorang bekerja di malam hari. Berikut ini terdapat resep jamu yang bermanfaat bagi mereka yang gemar bergadang. Adapun bahan-bahannya adalah:

.

1) Temulawak

2) Kunyit

3) Kunir putih

4) Jeruk nipis seiris

5) Bunga Rosela

6) Alang-alang

7) Jahe

.

Cara membuatnya cukup mudah. Temulawak, kunyit, kunir putih, dan jahe ditumbuk sehingga agak hancur. Selanjutnya masing-masing bahan tadi direbus dengan air. Takaran masing-masing bahan tadi bebas dan boleh dikira-kira saja. Rebus hingga mendidih dan diminum. Jika ingin manis boleh tambahkan gula Jawa atau gula aren.

.

Yang patut diperhatikan adalah kita jangan minum saat masih terlampau panas, karena minuman terlalu panas juga dapat merusak sel-sel tubuh serta berpeluang mengakibatkan kanker.

.

Temulawak dapat memperkuat fungsi hati; sedangkan kunir putih berkhasiat mencegah kanker. Jahe berfungsi menghangatkan dan memperkuat daya tahan tubuh.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . .

.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

BUKU PUSAKA KRATON TANAH JAWA YANG LUAR BIASA MENGENAI PENGOBATAN TRADISIONAL DAN ILMU RAMALAN

BUKU PUSAKA KRATON TANAH JAWA YANG LUAR BIASA MENGENAI PENGOBATAN TRADISIONAL DAN ILMU RAMALAN

.

Ivan Taniputera.

15 Juni 2016.

.

 
 

.

Judul: Poesaka Kraton Tanah Djawa: Djilid Pertama Boekoe Pantja Warna

Terdapat keterangan: Terisi dengan segala pengetahoean oemoem jang banjak terpake menoeroet adat istiadat dari bangsa Boemipoetra sedari dzaman doeloe kala.

Penulis: Tidak diketahui.

Penerbit: Astrologisch Bureau “Aquarius,” Semarang, sekitar tahun 1920-1930-an.

Jumlah halaman: 109.

.

Buku ini berisikan beragam hal yang ada kaitannya dengan kepercayaan tradisional Jawa, seperti mencari hari baik dan buruk, meramalkan nasib seseorang berdasarkan aksara Jawa (hanacaraka) paling depan serta paling belakang nama seseorang, makna pranata mangsa, tabiat wanita berdasarkan namanya, ilmu pengobatan tradisiona, dan metoda ramal dengan dadu.

.

Lalu terdapat pula selamatan menurut hari kelahiran (weton) seseorang, misalnya orang yang lahir pada Djoemat Legi, maka selamatannya adalah:

.

“Toempeng megono pake goedangan (djanganan),,,,,,” (halaman 47).

.

Selanjutnya terdapat pula metoda ramalan dengan menggunakan dadu.

.

Berikut ini adalah daftar isinya:

.

 

 

.

 
 

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

.

 

 

.

 
 

.

.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

RESEP TRADISIONAL DALAM MEREDAKAN SAKIT GIGI

RESEP TRADISIONAL DALAM MEREDAKAN SAKIT GIGI

.

Ivan Taniputera.

24 Desember 2015

.

Salah satu masalah yang sangat mengganggu adalah sakit gigi. Apalagi jika sakit gigi itu menyerang di saat hari-hari libur. Biasanya dokter dan klinik tutup pada hari tersebut. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan resep sederhana dalam meredakan gejala sakit gigi.

Pertama-tama adalah rendam sebongkah kecil kapas pada minyak Cap Tawon yang mudah diperoleh di toko-toko swalayan. Kemudian tutupkan kapas atau selipkan kapas itu pada lubang gigi.

.

.

Boleh juga pergunakan minyak cengkeh. Namun jika Anda tidak punya minyak cengkeh maka rebus beberapa butir cengkeh secukupnya dalam air, sehingga airnya menjadi berwarna kecoklatan. Gunakan air rebusan cengkeh itu sebagai pengganti minyak Cap Tawon.

.

Biarkan kapas itu selama kurang lebih 15 menit dan biasanya rasa sakit akan mereda. Apabila liburan telah berlalu, maka barulah Anda dapat mengunjungi dokter gigi. Tetapi sebagai pengobatan sementara cara ini nampaknya cukup efektif.

BUKU OBAT TIONGHOA BAGI PENYAKIT PES

BUKU OBAT TIONGHOA BAGI PENYAKIT PES

.

Ivan Taniputera.

13 November 2015

.

 
 

.

Judul: Obat Penjakit Pest Jang Soedah Banjak Menoeloeng.

Terdapat keterangan:

“Berikoet nasehat-nasehat dan atoeran pendjagaanja soepaia bisa terloepoet dari itoe penjakit jang bisa menoelar, serta ada di terangken djoega berbagi-bagi atoeran boeat mengobatinnja soepaja orang jang soedah kena dihinggapin itoe penjakit bisa ketoeloengan djiwanja dari bahaja maoet.”

Penulis: Tidak diketahui

Penerbit: Kho Tjeng Bie, Batavia

Jumlah halaman: 31

.

Buku ini memaparkan beraneka ragam obat Tionghoa bagi penyakit pes dan berbagai keterangan mengenai penyakit tersebut.

Sebagai contoh, pada halaman 14-15 disebutkan sebagai berikut:

.

“Adapoen orang jang kena dihinggapin ini sematjem penjakit djahat dan berbahaja, bermoelainja ada dirasaken kepala sanget berat, moeloet ada merasa sedikit pait, kaki tangan teroetama dimana samboeng-samboengannja toelang, pada meloewang serta pegel, pipi moeka kiri kanan ada berwarna merah padem, bibir kering, moeloet aoes, dan lida rasanja garing. ada djoega bermoela dirasaken kepala panas lebih doeloe, sedeng kaki tangan bermoela dingin kamoedian baroe panas, jalah keadaannja ampir mirip seperti orang kena dihinggapin demem dingin,…….”

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

.

 
 

.

 
 

 
 

.

Berminat kopi segera hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU PRIMBON BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN TENTANG TANDA-TANDA KUDA YANG BAIK BESERTA OBATNYA

BUKU PRIMBON BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN TENTANG TANDA-TANDA KUDA YANG BAIK BESERTA OBATNYA

Ivan Taniputera

13 September 2015

.

Judul: Boekoe Obat Katoeronggo Koeda.

Terdapat keterangan:

“Ja-itoe menerangke tjatjad atawa baiknja Koeda, kentara dari boeloe atawa tandanja Mathi, atawa oenjeng-oenjengan, bagimana tjeritanja orang doeloe kala.

Penulis: –

Penerbit: Firma H. Buning, Jogjakarta, 1895

Jumlah halaman: 63

 

Buku ini memuat berbagai tanda-tanda (katurangga) kuda yang baik, beserta obat tradisionalnya bila sakit. Berikut ini adalah daftar isinya:

 

 
 
 
 

Sebagai contoh pada halaman 19 disebutkan  mengenai kuda yang disebut “Bahoerekso”:

 

“Koeda ampoenja oenjengan doewa ada di dada kanan dan kiri, itoe baik, djika tepake di perang jang toenggang slamet tiada kena pelor dan sendjata lainnja, djika prijaji jang piara, slamet dan toeloes pangkatnja.”

 

Selain tanda-tanda yang baik, ada juga tanda tanda yang jelek, sebagai kuda yang disebut “Pasoepati”:

 

“Koeda ampoenja oenjengan di dada tengah betool, tada baik, siapa jang piara dapet tjilaka.”

 

Berikut ini adalah contoh obat tradisional bagi kuda:

 

“Obat koeda djika tjape

 

Beras 1 mangkok, garem 1 mangkok, manis-djangan 3 djari pandjangnja, brambang 3 bidji, wlirang berat 3 soekoe, koenir 15 bidji, asem sakepel, semoea di pipis, boeat djamoe.”

 

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

 

 

 
 

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU OBAT TIONGHOA YANG SUDAH BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN

BUKU OBAT TIONGHOA YANG SUDAH BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN

.

Ivan Taniputera

31 Agustus 2015

.

Judul: Ilmoe Obat-Obattan: Bergoena Pada Sekalian Orang Lelaki dan Prampoean Jang Dapet Roepa-roepa Penjakit

Terpetik dari Boekoe Tjina: Tat Seng Pian

Penulis:-

Penerbit: Yap Goan Ho, Batavia, 1890,

Jumlah halaman: 194

 

Buku ini memuat resep obat-obat China bagi berbagai keperluan. Resep obat ditulis dalam aksara Tionghoa. Berikut ini adalah daftar isinya.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.