RENUNGAN TAHUN BARU 2018: MENJADI MANUSIA MILENIAL

RENUNGAN TAHUN BARU 2018: MENJADI MANUSIA MILENIAL.

.

Ivan Taniputera.

30 Desember 2017.

.

SelamatTahunBaru2018

 

.

Kita telah tiba pada penghujung tahun 2017. Banyak peristiwa baik suka maupun duka yang dialami selama tahun tersebut. Penghujung suatu tahun memang merupakan saat tepat guna mengevaluasi segenap pencapaian yang telah berhasil kira raih serta target di tahun berikutnya. Merupakan saat yang tepat pula untuk merenung.

.

Kali ini artikel renungan akan saya beri judul: “Menjadi Manusia Milenial.” Menjadi manusia milenial artinya sosok-sosok yang selalu siap menerima dan tanggap terhadap perubahan zaman. Apabila tidak siap menerimanya, kita akan tergerus dan tergilas oleh arus perubahan yang demikian pesatnya itu. Kita perlu menjadi pribadi-pribadi yang senantiasa mengikuti perkembangan teknologi. Perubahan itu adalah sesuatu yang tidak dapat dihalang-halangi apalagi dibendung. Ini adalah realita yang terjadi di tengah-tengah kita. Sudah siapkah kita menerima perubahan tersebut? Berpuluh-puluh tahun yang lalu, kita belum dapat membayangkan adanya teknologi seperti Wifi. Berpuluh-puluh tahun lalu, internet masih merupakan barang mewah dan hanya segelintir orang saja yang memanfaatkannya. Kini hampir semua orang telah menikmati teknologi tersebut.

.

Sayangnya, banyak orang yang menyalah-gunakan teknologi. Sebagai contoh adalah SMS dan penjualan online penipuan atau abal-abal. Sesungguhnya, SMS dan internet adalah hasil kemajuan teknologi yang memudakan kehidupan kita. Namun orang-orang yang tidak bertanggung jawab telah salah memanfaatkannya, sehingga merugikan banyak orang. Yang dirugikan sangatlah banyak. Para pedagang online yang jujur juga terkena dampaknya. Orang menjadi ragu dalam membeli secara online. Karena nila setitip rusak susu sebelanga. Begitu pula, pemilik nomor telepon seluler juga diwajibkan melakukan registrasi ulang. Tujuannya untuk menghindari penipuan. Karena segelintir orang saja, maka banyak orang mengalami kerepotan. Lebih jauh lagi, pada tahun 2017 yang akan segera berlalu ini, berita hoax dan SARA sering menjadi topik pembicaraan. Penyebaran hoax dan SARA tersebut juga merupakan penyalah gunaan teknologi yang sangat serius. Menjadi manusia milenial selain menguasai teknologi, juga memegang teguh moralitas yang tinggi dalam berteknologi. Tidak hanya menguasai saja, melainkan juga harus bermoral. Moral inilah yang akan mencegah penyalah-gunaan teknologi demi menyusahkan orang lain. Kita berharap agar pada tahun 2018 kelak, penyalah-gunaan teknologi akan berkurang.

.

Manusia-manusia milenial adalah sosok-sosok yang kreatif. Banyak pekerjaan manusia kelak akan digantikan oleh robot atau mesin. Itulah sebabnya, banyak pekerjaan akan menghilang di masa mendatang. Banyak orang mungkin pesimis dengan mengatakan bahwa pengangguran akan meningkat. Kendati demikian, saya berpendapat bahwa meski ada profesi-profesi yang menghilang, namun jenis-jenis pekerjaan baru pasti akan bermunculan pula. Sebelum adanya internet, apakah orang berpikir akan ada pekerjaan bernama web designer? Karena itu, janganlah berkecil hati. Meskipun demikian, pekerjaan-pekerjaan baru itu adalah untuk mereka yang kreatif. Pendidikan di zaman sekarang harus direka ulang. Tujuan utama pendidikan masa kini hendaknya menghasilkan generasi-generasi muda yang kreatif. Bila seseorang tidak kreatif akanlah sulit bertahan hidup.

.

Selain menghasilkan generasi yang kreatif, pendidikan juga hendaknya sanggup menghasilkan generasi bermoral. Tentu saja, agar generasi berikutnya dapat menjadi pribadi-pribadi bermoral, maka generasi sebelumnya harus memberikan teladan. Jadi generasi-generasi yang lebih tua juga perlu memperlihatkan teladan dalam moralitas.

.

Tahun 2017 juga masih diwarnai berbagai konflik. Sebagai contoh, adalah ancaman perang nuklir antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Begitu pula konflik antara Israel dan Palestina mengenai Yerusalem. Marilah kita memanjatkan doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing agar segenap konflik itu dapat diselesaikan secara damai. Kita berdoa pula agar dunia ini senantiasa damai.

.

Selamat Tahun Baru 2018. Salam sejahtera bagi kita semua.

Advertisements

KIAS-KIAS (CISWA) SUPER DASHYAT UNTUK MEMPERBAIKI NASIB DAN MENINGKATKAN KEBERUNTUNGAN

KIAS-KIAS (CISWA) SUPER DASHYAT UNTUK MEMPERBAIKI NASIB DAN MENINGKATKAN KEBERUNTUNGAN.

.

Ivan Taniputera.

5 Desember 2017.

.

Banyak klien menanyakan adakah kias (di kalangan masyarakat keturunan Tionghoa umum disebut ciswa) untuk memperbaiki nasib dan meningkatkan keberuntungan. Menurut pendapat saya kias yang terbaik adalah berbuat kebaikan bagi semua makhluk. Berbuat baik di sini adalah mencurahkan manfaat bagi seisi dunia ini tanpa membeda-bedakan suku bangsa, agama, ras, dan antar golongan. Kita mencurahkan kebaikan beserta manfaat pada semua makhluk yang membutuhkannya. Banyak orang berkata bahwa mereka tidak mempunyai uang untuk melakukan kebaikan. Namun sesungguhnya berbuat baik itu tidak perlu mengeluarkan banyak uang. Bahkan ada kebaikan yang tidak memerlukan uang sama sekali, seperti menyumbangkan tenaga kita dalam melakukan kebaikan serta turut mendorong dan bersuka cita atas kebaikan yang dilakukan orang lain. Kita jangan malah iri dan kurang senang tatkala menyaksikan orang lain melakukan kebaikan. Melalui turut bersuka cita atas kebaikan yang dilakukan orang lain, secara tidak langsung kita telah pula berpartisipasi dalam tindakan bajik tersebut. Berbuat kebajikan adalah kias atau ciswa terbaik.

.

Meskipun demikian, kita dapat melakukan kias-kias berupa perbuatan bajik yang disesuaikan dengan elemen baik kita. Tentu saja sebelumnya kita perlu menghitung terlebih dahulu dengan metoda Bazi (Hokkian: Pehjie) apa elemen baik kita. Berikut ini adalah kias-kias atau ciswa berdasarkan elemen baik kita.

.

ELEMEN API.

  1. Menyumbang penerangan. Wujudnya banyak sekali. Contohnya adalah sebagai berikut:

a. Di zaman sekarang untuk penerangan orang menggunakan listrik. Listrik ini adalah elemen Api di zaman modern. Oleh karenanya, kita juga harus menyesuaikan dengan kemajuan tersebut. Anda dapat membayar rekening listrik orang yang tidak mampu. Sebagai contoh, ada tetangga Anda yang tidak sanggup membayar rekening listrik. Bila Anda mampu maka boleh membayar rekening listriknya. Ini adalah contoh kias atau ciswa berelemen Api.

b. Menyumbang bola lampu listrik ke panti-panti (bisa panti asuhan atau panti jompo), rumah ibadah, dan tempat apa saja yang memerlukannya.

c. Memasang lampu penerangan di depan rumah Anda, jika jalan di tempat kediaman masih gelap. Dengan demikian, Anda sudah menaburkan manfaat bagi diri Anda sendiri dan orang lain. Jika jalan depan rumah terang, bukankah akan lebih aman? 

.

2. Membantu memasak saat ada kegiatan sosial. Sebagai contoh saat berlangsungnya bakti sosial atau bencana alam, bila Anda gemar dan pandai memasak, Anda dapat menjadi sukarelawan.

.

3. Menyumbang pasien sakit jantung yang tidak mampu (namun tentunya dalam menyumbang sebaiknya jangan membeda-bedakan penyakit yang diderita seseorang). Hanya saja jika kebetulan Anda mengenal pasien sakit jantung yang tidak mampu dan Anda tergerak menolongnya, dimana kebetulan pula elemen Api baik bagi Anda, maka inilah kesempatan melakukan kebajikan besar. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Mengapa jantung? Jawabannya karena menurut metafisika China, jantung berelemen atau berunsur Api. Tapi ingat jangan sengaja hanya mencari yang sakit jantung saja. Dalam menolong sesama jangan membeda-bedakan apa penyakitnya. Kalau Anda hanya mau menolong orang yang sakit tertentu saja demi meningkatkan elemen keberuntungan Anda semata, maka itu justru memberikan dampak sebaliknya karena berarti Anda telah bersifat egois serta tidak tulus. 

.

4. Memberikan dorongan semangat pada orang lain. Jika Anda menyaksikan orang lain hendak menuai keberhasilan, maka doronglah ia dan jangan malah merendahkan semangatnya. Jangan menakut-nakuti orang lain dengan hal-hal tidak masuk akal.

Tentu saja masih banyak contoh-contoh lainnya dan tidak hanya terbatas pada keempat hal di atas.

.

ELEMEN KAYU.

.

  1. Menyumbang dan menanam pohon-pohon untuk penghijauan. Dewasa ini, dunia kita terancam oleh kerusakan lingkungan yang parah. Banyak pohon telah ditebangi dan hutan-hutan menjadi gundul. Masa depan dunia ini telah dipertaruhkan demi keserakahan umat manusia. Mengapa Anda tidak menyumbang program penghijauan kembali? Ikutlah dalam kegiatan-kegiatan terkait lingkungan hidup.
  2. Menanam bunga-bungaan di tempat umum; sebagai contoh tempat ibadah, panti-panti (asuhan atau jompo), taman kota, tepi jalan, dan lain sebagainya. Bunga-bungaan itu menambah keindahan. Orang yang menyaksikannya akan merasa senang dan bahagia. Jika setiap hari ada ratusan orang yang merasa bahagia, tidakkah Anda telah melakukan banyak kebajikan setiap harinya?
  3. Mengajarkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Ini sangat luas. Anda bisa menulis artikel-artikel yang bermanfaat dan menyebarkan ajaran-ajaran yang dipenuhi cinta kasih serta menjauhkan umat manusia dari kebencian. Dapat pula menyumbang buku-buku yang bermanfaat (seperti buku pelajaran dan pengetahuan) karena buku mewakili unsur Kayu. Jika ada acara bakti sosial, Anda dapat menjadi sukarelawan tenaga penyuluhan yang sesuai dengan bidang Anda. Cetak dan sebarkan buku-buku yang menambah pengetahuan.
  4. Bila ada orang yang sakit liver atau hati dan tidak mampu (namun tentunya dalam menyumbang sebaiknya jangan membeda-bedakan penyakit yang diderita seseorang) Anda dapat menyumbangnya. Jika kebetulan Anda mengenal pasien sakit liver yang tidak mampu dan Anda tergerak menolongnya, dimana kebetulan pula elemen Kayu baik bagi Anda, maka inilah kesempatan melakukan kebajikan besar. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Mengapa liver atau hati? Jawabannya karena menurut metafisika China, liver berelemen atau berunsur Kayu. Tapi ingat jangan sengaja hanya mencari yang sakit liver atau hati saja. Dalam menolong sesama jangan membeda-bedakan apa penyakitnya. Kalau Anda hanya mau menolong orang yang sakit tertentu saja demi meningkatkan elemen keberuntungan Anda semata, maka itu justru memberikan dampak sebaliknya karena berarti Anda telah bersifat egois serta tidak tulus.
  5. Menyumbang perkakas atau perabotan bagi mereka yang memerlukannya.

.

ELEMEN AIR

.

  1. Menyumbang minuman ke mereka yang memerlukan atau saat acara-acara sosial tertentu. Sebagai contoh, saat ada bakti sosial Anda dapat menyumbang minumannya. Begitu pula ke tempat-tempat ibadah dan panti-panti sosial. Apabila Anda menganut Agama Buddha, maka dapat mempersembahkan air atau minuman ke altar. Tentu saja minuman di sini adalah yang menyehatkan dan baik.
  2. Menyumbangkan sabun dan perlengkapan pembersih lainnya ke mereka yang membutuhkannya. Di masa sekarang, masih ada orang yang tidak mampu membeli sabun akibatnya mereka mandi kurang bersih dan dapat terjangkit penyakit kulit. Oleh karenanya, jika mampu Anda boleh menyumbang sabun dan perlengkapan mandi ke mereka yang memerlukannya secara berkala. Bukankah Anda juga mandi setiap hari?
  3. Membayar rekening air bagi mereka yang tidak mampu. Sebagai contoh, ada tetangga Anda yang tidak mampu membayar rekening air, Anda dapat membantu menyumbangnya sehingga dapat melunasi tunggakan tersebut. Anda dapat juga membayar rekening air bagi panti-panti sosial, tempat ibadah, dan lain sebagainya.
  4. Membersihkan selokan. Di musim hujan, terutama di daerah perkotaan banyak selokan yang mampet sehingga rentan menimbulkan bahaya banjir dan wabah penyakit. Jika Anda sanggup maka dapat melakukan pembersihan itu sendiri atau membayar orang lain melakukannya. Siapakah yang beruntung bila selokan lancar? Tidakkah Anda juga merasakan manfaatnya?
  5. Bila ada orang yang sakit ginjal (misalnya harus cuci darah) dan tidak mampu (namun tentunya dalam menyumbang sebaiknya jangan membeda-bedakan penyakit yang diderita seseorang) Anda dapat menyumbangnya. Jika kebetulan Anda mengenal pasien sakit ginjal yang tidak mampu dan Anda tergerak menolongnya, dimana kebetulan pula elemen Air baik bagi Anda, maka inilah kesempatan melakukan kebajikan besar. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Mengapa ginjal? Jawabannya karena menurut metafisika China, ginjal berelemen atau berunsur Air. Tapi ingat jangan sengaja hanya mencari yang sakit ginjal saja. Dalam menolong sesama jangan membeda-bedakan apa penyakitnya. Kalau Anda hanya mau menolong orang yang sakit tertentu saja demi meningkatkan elemen keberuntungan Anda semata, maka itu justru memberikan dampak sebaliknya karena berarti Anda telah bersifat egois serta tidak tulus.

.

ELEMEN LOGAM

.

  1. Anda dapat menyumbang membantu perbaikan rumah orang yang membutuhkan. Ingat bahwa perkakas pertukangan terbuat dari logam. Anda dapat membantu memperbaiki panti-panti sosial dan rumah-rumah ibadah yang kondisinya memprihatinkan. Anda boleh melakukannya sendiri bila mampu atau menyuruh orang lain. Di zaman sekarang banyak panti sosial yang kondisinya memprihatinkan. Bila mampu mengapa Anda tidak tergerak membantu memperbaikinya?
  2. Menyumbang perkakas atau mesin bagi usaha kecil yang membutuhkannya. Banyak orang sebenarnya rajin dan ingin berusaha, tetapi mereka tidak mampu membeli peralatannya. Oleh karenanya, Anda dapat membantu mereka dengan menyediakan perkakasnya.
  3. Menyumbang fasilitas kesehatan bagi mereka yang memerlukannya. Fasilitas-fasilitas atau alat-alat kesehatan itu sebagian besar terbuat dari logam, sehingga dengan demikian berelemen Logam.
  4. Bila ada orang yang sakit paru-paru dan tidak mampu (namun tentunya dalam menyumbang sebaiknya jangan membeda-bedakan penyakit yang diderita seseorang) Anda dapat menyumbangnya. Jika kebetulan Anda mengenal pasien sakit paru-paru yang tidak mampu dan Anda tergerak menolongnya, dimana kebetulan pula elemen Logam baik bagi Anda, maka inilah kesempatan melakukan kebajikan besar. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Mengapa paru-paru? Jawabannya karena menurut metafisika China, paru-paru berelemen atau berunsur Logam. Tapi ingat jangan sengaja hanya mencari yang sakit paru-paru saja. Dalam menolong sesama jangan membeda-bedakan apa penyakitnya. Kalau Anda hanya mau menolong orang yang sakit tertentu saja demi meningkatkan elemen keberuntungan Anda semata, maka itu justru memberikan dampak sebaliknya karena berarti Anda telah bersifat egois serta tidak tulus.

.

ELEMEN TANAH.

.

  1. Menyumbang lahan untuk keperluan sosial yang bermanfaat bagi banyak orang, seperti panti-panti sosial, rumah sakit, sekolah, dan lain sebagainya. Anda dapat mendirikan rumah bagi mereka yang kurang mampu.
  2. Menyumbang untuk perbaikan jalan. Jalan yang rusak membahayakan banyak orang, bahkan termasuk Anda sendiri. Apabila Anda mampu, Anda dapat membantu memperbaiki jalan, baik dilakukan sendiri atau membayar jasa orang lain. Menyingkirkan pecahan kaca atau paku dari jalan juga termasuk dalam hal ini. Bayangkan bagaimana rasanya jika kaki atau ban kendaraan Anda terkena paku?
  3. Menyumbang bahan-bahan bangunan bagi mereka yang memerlukan.
  4. Bila ada orang yang sakit organ pencernaan dan tidak mampu (namun tentunya dalam menyumbang sebaiknya jangan membeda-bedakan penyakit yang diderita seseorang) Anda dapat menyumbangnya. Jika kebetulan Anda mengenal pasien sakit organ pencernaan yang tidak mampu dan Anda tergerak menolongnya, dimana kebetulan pula elemen Tanah baik bagi Anda, maka inilah kesempatan melakukan kebajikan besar. Jangan lewatkan kesempatan luar biasa ini. Mengapa organ pencernaan? Jawabannya karena menurut metafisika China, organ pencernaan berelemen atau berunsur Tanah. Tapi ingat jangan sengaja hanya mencari yang sakit organ pencernaan saja. Dalam menolong sesama jangan membeda-bedakan apa penyakitnya. Kalau Anda hanya mau menolong orang yang sakit tertentu saja demi meningkatkan elemen keberuntungan Anda semata, maka itu justru memberikan dampak sebaliknya karena berarti Anda telah bersifat egois serta tidak tulus.

.

Demikian kias-kias berdasarkan elemen keberuntungan Anda. Tentu saja dalam melakukan kebajikan disesuaikan pula dengan kemampuan Anda. Jumlahnya tidak harus besar. Apabila Anda hanya mampu menyumbang sepotong bata atau segelas air minum saja, maka asalkan dilakukan dengan tulus dan penuh kesungguhan hati, maknanya akan besar. Bukankah sebuah bangunan atau rumah sebesar apa pun, dibentuk dari sepotong demi sepotong bata. Jangan remehkan kebajikan walau sekecil apa pun dan jangan pula anggap enteng suatu kejahatan walau sekecil apa pun. Pohon yang besar tumbuh dari biji yang kecil. Satu hal lagi yang perlu diingat, pembagian berdasarkan elemen itu hanya sekedar pengetahuan dan penuntun saja. Namun dalam melakukan kebajikan jangan pilih-pilih yang sesuai dengan elemen keberuntungan Anda semata. Yang penting perlu ketulusan dan kesungguhan. Maksudnya adalah sebagai berikut. Apabila Anda berjumpa dengan kesempatan berbuat baik, tetapi tidak sesuai dengan elemen Anda, maka tetap saja lakukan. Anda tetap akan mendapatkan manfaatnya. Jadi Anda sebaiknya jangan berpikir, “Oh saya hanya mau melakukan kebajikan terkait elemen Api saja, karena Api merupakan elemen baik saya.” Ini adalah pandangan salah dan tidak akan membawa pada hasil terbaik. Biarkan segalanya berlangsung secara alami. Tiap ada kesempatan berbuat baik yang datang, manfaatkanlah hal itu meski bukan terkait elemen baik Anda. Jika kesempatan itu kebetulan sesuatu dengan elemen baik Anda, maka baiklah hal tersebut; namun bila tidak tetap lakukan. Apabila Anda sedang kelaparan, dan hanya ada satu-satunya makanan, meski tidak menyukainya bukankah Anda tetap menyantapnya? Ataukah Anda akan membiarkan diri Anda tetap kelaparan sambil menunggu datangnya makanan Anda sukai yang tidak tentu kapan munculnya?

.

Sekedar berbagi pengalaman, dalam berbuat baik saya tidak pernah sengaja memilih yang ada kaitannya dengan elemen keberuntungan saya. Kesempatan berbuat baik apa pun yang hadir, perlu kita manfaatkan. Namun tidaklah salah, jika Anda sudah memenuhi seluruh kesempatan berbuat baik yang ada dan sebagai tambahan Anda ingin mencari tambahan perbuatan bajik dengan yang sesuai dengan elemen Anda. Namun yang patut diingat, manfaatkanlah seluruh kesempatan yang hadir secara alami ke hadapan Anda terlebih dahulu, baru setelah itu mencari tambahan berikutnya. Ibaratnya, sebelum dapat mengerjakan aktifitas lainnya, Anda perlu menyelesaikan segenap tugas sekolah Anda terlebih dahulu. Jangan tugas sekolah itu malah diabaikan dan Anda mengerjakan kegiatan lainnya.

.

Berbuat kebajikan adalah kias atau ciswa super dashyat. Perbuatan baik dapat mengubah dunia, bukankah karena itu layak disebut dashyat? Ini adalah sesuatu yang logis dan tidak dibuat-buat. Saya adalah orang yang logis dan segala sesuatu baru dapat saya terima bila masuk akal.

.

Apabila Anda ingin berbuat kebajikan yang tidak mengeluarkan biaya, Anda dapat juga membagikan artikel ini. Mendorong orang lain berbuat baik adalah juga kebajikan. Jika Anda sering mengeluh, “Aku tidak mempunyai uang, bagaimana dapat berbuat baik?” Kini ada kesempatan berbuat baik, mengapa Anda tidak manfaatkan? Jika Anda membaca dan mempelajari sesuatu yang bermanfaat, namun setelah itu tidak membagikannya, maka Anda termasuk orang berjiwa pelit serta mementingkan diri sendiri. Bagaimana mungkin Anda mengharapkan kebahagiaan bagi diri Anda? Bahkan Anda telah menciptakan suatu hutang yang kelak harus Anda lunasi di masa mendatang. Ingat bahwa membagikan artikel atau tulisan bermanfaat yang menganjurkan perbuatan bajik janganlah dianggap remeh. Jika ada 10 orang saja yang terinspirasi dan mereka masing-masing melakukan lagi kebajikan bagi 10 orang lain, maka akan ada 100 orang yang mendapatkan manfaatnya. Bagaimana jika 100 orang itu masing-masing melakukan kebajikan lagi terhadap 10 orang lainnya? Akan ada 1.000 orang yang mendapatkan manfaatnya. Demikianlah jumlahnya akan terus bergulir semakin besar. Jika Anda tidak segan-segan membagikan artikel hoax, caci-maki, atau tidak bermanfaat, mengapa Anda enggan membagikan sesuatu yang sungguh-sungguh bermanfaat? Hutang bagi kemanusiaan itu akan Anda tanggung di kehidupan Anda. Jadi, jangan mengeluh bila hidup Anda semakin bertambah susah karena sikap egois Anda. Jangan hanya baca bagi diri sendiri, tetapi bagikan dan sebar luaskan.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

.

 

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

RENUNGAN TAHUN BARU IMLEK (TAHUN DING YOU ATAU AYAM API)

RENUNGAN TAHUN BARU IMLEK (TAHUN DING YOU ATAU AYAM API)

.

Ivan Taniputera.

27 Januari 2017.

.

 
 
 

Pada kesempatan kali ini, untuk kesekian kalinya kita merayakan kembali Tahun Baru Imlek yang kebetulan bertepatan dengan Tahun Ding You. Ding adalah nama Batang Langit dalam perhitungan waktu China yang berunsur Api Yin. Sedangkan You adalah nama Cabang Bumi yang berunsur Logam Yin. Cabang Bumi You inilah yang oleh orang awam sering disebut sebagai shio Ayam. Jadi kita boleh mengatakan bahwa tahun ini adalah Tahun Ayam Api.

.

Jika kira renungkan secara mendalam, kedatangan Tahun Baru Imlek ini menandakan bahwa kita masih diberi umur panjang dan kesehatan. Apabila tidak, bagaimana kita dapat merayakannya? Oleh karena itu, kita perlu bergembira karena masih diberi umur panjang dan kesehatan. Lalu apakah yang seharusnya kita lakukan dengan kedua bekal teramat sangat berharga tersebut? Sebagai wujud rasa terima kasih dan kebahagiaan kita, maka kedua bekal tersebut perlu kita pergunakan demi menabur manfaat bagi sesama. Kita perlu menaburkan manfaat demi bangsa dan negara yang kita cintai.

.

Karena masih dilimpahi dengan umur panjang dan kesehatan, maka kita perlu memanfaatkannya demi menciptakan perdamaian beserta ketenangan di tengah masyarakat. Marilah kita senantiasa menaburkan kesejukan. Dewasa ini, media sosial telah mengambil peranan yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia. Sayangnya, media sosial dalam kurun waktu belakangan ini sering disalah gunakan untuk menabur kebencian, kebohongan, dan perpecahan. Tentu saja, menabur kebencian, kebohongan, dan perpecahan tidaklah bermanfaat bagi sesama. Jadi dengan melakukannya, kita telah menyia-nyiakan kesehatan beserta umur panjang yang telah kita miliki. Apakah kita tidak merasa sayang telah menyia-nyiakannya?

.

Itulah sebabnya, pada kesempatan kali ini marilah kita semua bertekad menggunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat bagi sesama manusia, tanpa memandang suku, ras, agama, atau pun golongannya. Kita menggunakan media sosial untuk menyatukan bukan memecah belah. Kita memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan kebenaran bukan kebohongan. Marilah kita renungkan. Satu ketikan tangan kita dapat memberikan begitu banyak permasalahan bagi dunia. Tanpa itu saja, dunia sudah mempunyai banyak permasalahan. Apakah kita masih ingin menambah permasalahan lagi? Manakah yang kita inginkan menabur permasalahan atau manfaat? Sedikit kilasan emosi kita dapat melontarkan masalah bagi banyak orang.

.

Tahun baru merupakan penanda kedatangan sesuatu yang baru. Musim senantiasa berganti. Oleh karenanya, dalam hidup ini kita perlu senantiasa memperbaharui semangat hidup kita. Barulah dengan begitu kita dapat menggapai kesuksesan. Kita harus mempunyai keyakinan bahwa kebahagiaan dan keberhasilan akan menjadi milik kita. Perayaan Tahun Baru Imlek ini dapat menjadi kesempatan membangkitkan semangat yang baru bagi kita. Ibaratnya adalah kehidupan yang mulai bertunas kembali setelah kebekuan musim dingin. 

.

Selamat Tahun Baru Imlek bagi seluruh kerabat dan sahabat yang merayakannya.

GAMBAR UNTUK MEREDAKAN KECANDUAN ALKOHOL

GAMBAR UNTUK MEREDAKAN KECANDUAN ALKOHOL.

.

Ivan Taniputera.

12 Oktober 2016

.

.

.

Kecanduan minuman keras memberikan dampak yang merugikan bagi kehidupan seseorang, keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Produktifitas yang dilakukan seseorang akan mengalami penurunan. Keluarga menjadi berantakan dan kecanduan alkohol dapat memicu kejahatan atau tindak kriminalitas.

.

Kendati demikian, sulit sekali bagi seseorang membebaskan diri dari kecanduan tersebut. Perlu tekad kuat membebaskan diri dari belenggu minuman keras. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini, saya akan memaparkan tata cara latihan membebaskan diri dari kecanduan alkohol.

.

Hal terpenting adalah membangkitkan tekad kuat membebaskan diri dari belenggu minuman keras. Anda memusatkan pikiran dan menenangkan diri sejenak. Bernafaslah secara teratur serta bayangkanlah kecanduan Anda tersebut menjadi substansi hitam yang pekat, lengket, busuk, dan menjijikkan. Substansi itu kemudian tersedot masuk ke dalam cangkir pada gambar di atas. Bayangkan daya hisap yang kuat dan substansi itu tidak dapat keluar lagi, terjerat dalam gambar cangkir, dan makin terhisap ke bawah.

.

Selama tahapan tersebut, cahaya pemurnian berwarna putih pada bagian-bagian sudut cangkir semakin membesar dan terang. Menandakan proses pemurnian sedang bekerja. Substansi hitam itu termurnikan dan dihembuskan dengan sangat kuat melalui bagian bawah cangkir berupa cahaya putih.

.

Karena pembebasan diri dari kecanduan alkohol sangat sulit, maka diperlukan latihan yang berulang-ulang dalam waktu lama. Dengan kata lain, diperlukan ketekunan luar biasa. Setelah latihan dirasa cukup dapat ditutup dengan doa atau pembacaan ikrar menjauhi minumah keras. Panjatkanlah doa agar semua makhluk sejahtera jasmani dan rohani.

.

Sebagai tambahan, gambar di atas melambangkan sebuah cangkir. Cangkir biasanya dipergunakan untuk menenggak minuman keras, namun kali ini cangkir berfungsi memurnikan dan menyirnakan kecanduan minuman beralkohol.

.

Anda dapat membagikan artikel ini pada sahabat dan kerabat Anda yang menderita kecanduan alkohol. Dengan demikian, Anda telah berbuat pula kebajikan. Ingatlah bahwa kebajikan tidaklah selalu harus mengeluarkan uang. Berbagi artikel ini sudah merupakan kebajikan luar biasa.

.

Salam bebas alkohol!

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . .

.

 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

MENGAPA WAKTU TERASA BEGITU CEPAT AKHIR-AKHIR INI?

MENGAPA WAKTU TERASA BEGITU CEPAT AKHIR-AKHIR INI?

.

Ivan Taniputera.

13 Juni 2016

.

.

Tahun Baru 2016 rasanya baru berlangsung kemarin. Namun kini tanpa dirasa kita sudah memasuki pertengahan bulan keenam, yakni pertengahan tahun. Banyak yang merasa bahwa waktu bertambah cepat berlalunya. Saya mencoba merenungkan dan menjawab mengapa hal ini terjadi.

.

Saya berpendapat bahwa penyebabnya terletak pada kemajuan teknologi yang dialami umat manusia. Mari kita ambil berkirim surat sebagai contoh. Dahulu sebelum ada teknologi internet, kita berkomunikasi dengan orang yang ada di luar kota atau luar negeri menggunakan surat. Berkirim surat ke luar negeri memerlukan waktu yang relatif lama dibandingkan sekarang. Jikalau kita mengirim surat pada kerabat atau sahabat kita di luar negeri, maka memerlukan waktu berbulan-bulan agar dapat menerima balasannya. Dengan kata lain, waktu tunggu menjadi lebih lama. Namun dewasa ini dengan adanya internet berikirim surat menjadi lebih cepat. Kita menyebutnya sebagai surat elektronik atau e-mail. Dengan menggunakan internet, surat elektronik kita dalam hitungan detik sudah sampai ke tujuan. Bahkan tidak sampai satu menit orang sudah dapat mengirim balasannya. Menunggu balasan surat elektronik lebih dari sehari sudah dapat dikatakan lama. Segala sesuatu telah berubah menjadi begitu cepat.

.

Teknologi telah mempercepat berbagai pekerjaan. Sebagai contoh adalah dalam dunia percetakan. Dengan adanya teknik cetak digital, maka segenap dokumen kita dapat dicetak dalam hitungan menit. Berbeda dengan dahulu, dimana kita perlu menunggu berhari-hari. Tentu saja dalam bidang-bidang lainnya teknologi telah pula meningkatkan kecepatan secara revolusioner. Alat-alat transportasi juga bertambah cepat. Kecepatan telah menjadi suatu tuntutan dan salah satu peningkat daya saing dewasa ini.

.

Karena kecepatan itulah, maka kita juga merasakan waktu begitu cepat berlalu. Waktu yang kita butuhkan dalam menanti sesuatu menjadi begitu singkat. Kita tidak lagi memperhatikan berlalunya waktu, yakni waktu yang diperlukan dalam menanti sesuatu. Dahulu sebelum terdapat internet, seseorang akan menghitung waktu sebelum menerima balasan surat yang dinanti-nantikannya. Ia akan menghitung hari demi hari sambil menanti kedatangan surat balasan tersebut. Waktu menjadi lebih terasa berlalunya.

.

Waktu sendiri sebenarnya bersifat khayali. Ia adalah semata-mata pembagian semu yang dilakukan manusia terhadap suatu aliran tak bernama. Aliran itu dibagi-baginya menjadi tahun, hari, menit, detik, dan lain sebagainya. Suatu pembagian yang telah ada semenjak awal sejarah peradaban manusia. Oleh karenanya, perasaan kita terhadapnya juga bersifat semu dan tergantung oleh berbagai kondisi.

.

Waktu yang dirasa berlalu begitu cepat itu memang terkadang menimbulkan perasaan tidak nyaman. Seolah-olah waktu begitu kejam dengan berlari terlalu cepat. Kendati demikian, ada kalanya kita dapat melakukan latihan berikut ini. Kita mencoba dengan sadar memperlambat segenap aktifitas kita. Sebagai contoh hari ini dalam mengetik SMS saya mencoba tidak terlalu cepat, meskipun biasanya itu sudah terjadi secara otomatis. Saya berupaya memperlambat aktifitas saya dalam mengetik SMS tersebut. Menjadi sadar betul terhadap segenap huruf dan kata yang muncul. Begitu pula sewaktu menulis artikel ini, saya mencoba menyadari segenap huruf dan kata yang secara bertahap muncul di layar komputer. Dengan kata lain, kita mencoba menyadari “saat sekarang.” Apabila latihan ini dilakukan terus menerus, maka secara bertahap kita akan menyadari waktu yang berjalan melambat dengan sendirinya. Kita tidak akan lagi mengeluh mengapa waktu berjalan begitu cepat.

PELAJARAN BERHARGA DARI TEKA-TEKI LABIRIN INI

PELAJARAN BERHARGA DARI TEKA-TEKI LABIRIN INI

.

Ivan Taniputera.

14 Mei 2016

.

Beberapa waktu yang lalu saya menampilkan teka teki labirin berikut ini.

.

 

 

.

Carilah jalan dari tanda panah hijau bertulisan “mulai” menuju ke “tujuan” di bagian tengah. Semua orang yang mencoba memecahkan teka-teki ini mengalami kebuntuan. Sebenarnya, tujuan teka-teki labirin ini adalah mengajak kita semua merenungkan beberapa pelajaran berharga.

.

Sebelumnya, saya akan memuat terlebih dahulu gambar jawaban teka-teki labirin di atas.

.

 

Jadi jelas sekali, jika Anda cermat dan sanggup menemukan garis-garis berwarna biru di atas, maka nampak bahwa “tujuan” itu mustahil dicapai. Bagian “tujuan” itu sebenarnya tertutup atau terhalang dari semua sisi. Dengan demikian, “tujuan” itu tidak mungkin dicapai dari mana pun juga (dalam hal ini dari arah luar). Garis berwarna oranye memperlihatkan bahwa ke arah mana pun Anda bergerak, akhirnya akan kembali ke titik “mulai” lagi.

.

Apakah pelajaran yang dapat kita ambil?

.

Pertama, banyak orang (atau mungkin semua orang) menjadikan “kebahagiaan” sebagai tujuan dalam hidupnya. Siapakah yang tidak ingin bahagia? Namun tidak sedikit orang menjadikan sesuatu di luar dirinya sebagai sumber kebahagiaan. Aku akan merasa bahagia kalau sudah mempunyai ini atau itu. Tetapi semua itu, ternyata tidak menjadikannya bahagia, karena keinginan manusia itu ibarat sumur tidak berdasar. Meski telah mendapatkan sesuatu, seseorang pasti mendambakan hal lainnya lagi. Sesudah lulus SD, orang ingin lulus SMP. Sesudah lulus SMP, seseorang ingin lulus SMU. Setelah mendapatkan ini, ia ingin mendapatkan itu. Polanya terus berulang bagaikan lingkaran setan. Ia terus terjerumus pada keinginan berikutnya, yakni suatu proses yang berlangsung sepanjang kehidupannya. Tujuan berupa kebahagiaan itu terus menerus ingin dicapainya, namun tidak pernah berhasil. Ia terus menerus berputar-putar mencari tujuan itu, namun anehnya tetap kembali ke titik awal. Hal inilah yang digambar oleh garis-garis oranye pada gambar di atas. Ke manapun Anda pergi, Anda akan tiba pada titik awal.

.

Akhirnya, ia menyadari bahwa kebahagiaan itu tidak bisa dicapai dari luar. Kebahagiaan itu seharusnya sudah ada di dalam, hanya saja terdapat tembok pemisah yang tidak tertembus.

.

Pelajaran kedua, terkadang pemecahan suatu masalah itu justru berada pada titik awal masalah itu sendiri. Ke mana pun Anda berlari mencari pemecahannya, Anda akhirnya pada titik awal pencarian Anda.

.

Begitu pula orang yang mencari suatu pencerahan spiritual, akhirnya harus kembali pada dirinya sendiri. Pencerahan spiritual di luar dirinya adalah sesuatu yang mustahil. Akhir pencarian akhirnya adalah diri sendiri., yakni titik awal pencarian itu sendiri.

.

Demikianlah renungan berharga berasal dari teka-teki labirin ini. Selamat berakhir pekan.

ILMU KEBERUNTUNGAN: MENGHARAPKAN YANG BURUK PADA ORANG LAIN SAMA DENGAN MENGHARAPKAN YANG BURUK PADA DIRI SENDIRI

ILMU KEBERUNTUNGAN: MENGHARAPKAN YANG BURUK PADA ORANG LAIN SAMA DENGAN MENGHARAPKAN YANG BURUK PADA DIRI SENDIRI

Ivan Taniputera

4 Juni 2015

 

Salah seorang teman berkonsultasi pada saya mengenai usaha tokonya yang sepi. Selama mengenal teman ini, saya mengetahui bahwa ia gemar memaki-maki atau mengata-ngatai pelanggan beserta orang yang kurang disukainya. Ia mengharapkan sesuatu yang buruk menimpa mereka. 

Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini, marilah kita merenungkan apa dampak yang mungkin terjadi jika kita mengharapkan sesuatu yang buruk pada orang lain, dalam hal ini pelanggan atau rekan bisnis kita. 

 

Pertama-tama, seorang pengusaha atau pebisnis tidak akan bisa bertahan jika tidak ada pelanggannya. Seorang pengusaha memerlukan rekan bisnis agar dapat bertahan. Jika tidak ada rekan bisnis dari mana ia akan mendapatkan barang-barang yang dijualnya? Setiap orang saling membutuhkan satu sama lain. Ini adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri. Barangsiapa yang hendak memungkiri fakta ini, maka ia harus menghasilkan segala sesuatunya seorang diri; dari hulu ke hilir. Apakah ada yang sanggup?

 

Kedua, setiap pelanggan adalah potensial. Entah pelanggan itu disukai atau tidak, semuanya berpotensi memberikan keuntungan pada kita. 

 

Dengan demikian, bijaksanakah jika seorang pedagang atau pemilik toko mengharapkan yang buruk menimpa para pelanggannya, entah pelanggan disukai atau tidak? Mari kita renungkan sebagai berikut, seandainya harapan buruk orang tersebut pada langganan-langganannya terlaksana, dan mereka sungguh-sungguh menjadi bangkrut, bukankah pelanggan-pelanggannya akan hilang atau berkurang? Jika pelanggan-pelanggannya hilang atau berkurang bukankah bisnisnya sendiri akan merosot? Jika bisnisnya merosot, bukankah itu berarti bahwa kebangkrutan sudah berada di pintu gerbangnya sendiri? Dengan demikian, nampak nyata bahwa mengharapkan sesuatu yang buruk pada orang lain, sama denga mengharapkan yang buruk pada diri sendiri. Jadi mengharapkan sesuatu yang buruk pada orang lain adalah tidak bijaksana.

 

Seorang pelanggan hendaknya mengharapkan sesuatu yang baik pada semua orang. Jika semua orang hidup makmur, bukankah daya beli mereka akan meningkat. Dengan demikian, mereka berpeluang membeli semakin banyak di tokonya. Jika semakin banyak orang berbelanja di tokonya, bukankah ia akan bertambah makmur. Mengharapkan kesejahteraan pihak lain adalah berarti mengharapkan kesejahteraan bagi diri sendiri. 

 

Selanjutnya, secara logis, jika harapan buruk bagi orang lain, akan menghadirkan emosi-emosi negatif dalam pikiran dan batin kita. Dengan demikian, kemampuan kita dalam bekerja menjadi berkurang. Kita tidak akan sanggup lagi membaca peluang-peluang baik bisnis kita. Kita berpeluang mengambil keputusan-keputusan bisnis yang salah. Terlebih lagi, wajah akan menjadi tidak menyenangkan. Jika begitu, apakah orang senang berbisnis dengan kita? 

 

Menurut metafisika China, keberuntungan manusia itu bergantung pada tiga faktor, yakni Langit, Bumi, dan Manusia. Faktor Langit adalah nasib dibaca berdasarkan gerakan bintang-bintang (ilmu nasib atau astrologi). Berdasarkan ilmu pengetahuan modern, ini menyangkut faktor cuaca, iklim, keadaan ideologi-politik-ekonomi suatu negara, dan lain sebagainya. Faktor Bumi ini misalnya adalah Fengshui. Berdasarkan kacamata modern, mungkin mengacu pada strategis dan tidaknya suatu lokasi. Mudah dicapai atau tidak. Faktor manusia mengacu pada diri manusia itu sendiri, misalnya bagaimana ia berusaha, berpandangan, dan bersikap. 

 

Banyak orang hanya menitik-beratkan pada faktor Langit dan Bumi saja, tetapi lupa pada faktor Manusia. Padahal tidak jarang, faktor Manusia dapat menghapuskan keunggulan yang berasal dari kedua faktor lainnya. Sebagai contoh, seseorang hidup pada zaman perekonomian sedang baik dan mempunyai toko atau tempat usaha yang paling strategis di sebuah kota sangat ramai. Namun jika ia lebih suka bermalas-malasan dan jarang membuka tokonya, menurut Anda apakah ia akan menjadi pengusaha sukses? Jadi jangan lupa, faktor Manusia bagaimana pun juga amat sangat penting dan jangan dilupakan. Perhitungan Fengshui sehebat apa pun tidak akan bermanfaat bagi orang malas atau berkepribadian buruk. Termasuk gemar mengharapkan sesuatu yang buruk bagi orang lain. Semua faktor harus kita perhatikan dengan baik. 

 
 

ORANG YANG SERING MENDOAKAN ORANG LAIN MURAH REJEKI, MAKA DIRINYA PUN AKAN MURAH REJEKI. 

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, petuah keberuntungan, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan metafisika, silakan kunjungi: