KISAH-KISAH GAIB LIAOZAI: MAKHLUK HALUS TIDAK SELALU JAHAT

KISAH-KISAH GAIB LIAOZHAI: MAKHLUK HALUS TIDAK SELALU JAHAT.

.

Ivan Taniputera.

18 Juli 2018.

.

 

.

Kisah ini saya ambil dari sebuah karya klasik China berjudul “Kisah-kisah Gaib Liaozhai” atau 聊齋誌異 (Liaozhai Zhiyi). Sebenarnya kalau kita terjemahkan secara harafiah, maka Liaozhai Zhiyi dapat diartikan sebagai “Catatan Pembicaraan di Kamar Belajar Liao Mengenai Hal-hal Aneh.” Isinya adalah kisah-kisah gaib terkait hantu, siluman serigala, peri, dan lain sebagainya. Karya klasik ini ditulis oleh Pu Songling (蒲松齡, 1640-1715) yang hidup semasa Dinasti Qing. Berikut ini adalah salah satu kisah yang terdapat dalam karya klasik tersebut.

.

Seorang petugas diutus oleh gubernur Hunan (nama salah satu provinsi di China) mengantar 600.000 uang perak ke ibu kota. Di tengah jalan ia dihadang oleh badai dan hujan lebat, sehingga terpaksa bermalam di sebuah kuil tua. Kendati demikian, pagi harinya ia mendapati bahwa uang tersebut telah lenyap. Dengan ketakutan, ia beserta anak buahnya kembali ke kantor gubernur di Changsha (ibukota Provinsi Hunan) dan melaporkan apa yang terjadi. Pada mulanya, gubernur tidak percaya dan berniat menjatuhkan hukuman berat padanya. Namun seluruh anak buahnya lalu membenarkan hal tersebut. Petugas itu lalu meminta izin mencari uang perak yang hilang.

.

Sang petugas kembali ke kuil tua dan berjumpa dengan seorang lanjut usia yang penampilannya nampak luar biasa. Kakek itu kelihatannya sanggup membaca pikiran orang lain dan mengatakan bahwa sang petugas pergi ke sana untuk mencari uang yang hilang. Sang petugas dengan sedih mengisahkan apa yang terjadi. Kakek itu kemudian memanggil tandu beserta para pengusungnya dan memerintahkan agar sang petugas berserta seluruh anak buahnya mengikuti ke mana ia pergi.

.

Mengikuti kakek tersebut selama lima hari, setelah melewati barisan pegunungan tibalah mereka di sebuah kota besar. Kakek itu membawa mereka ke pintu gerbang menghadap barat dan memerintahkan sang petugas beserta anak buahnya agar mengetuk pintu tersebut. Seseorang berpakaian zaman Dinasti Han membukakan pintu dan setelah petugas itu memberitahukan asal usul beserta tujuan kedatangannya, ia berjanji akan membantu sang petugas dalam beberapa hari ke depan.

.

Petugas beserta rombongan disediakan tempat kediaman pada sebuah gedung dan mereka memperoleh makanan serta minuman setiap harinya. Suatu kali sang petugas berjalan-jalan di gedung tersebut dan menjumpai taman yang indah. Ia melanjutkan perjalanannya dan tiba di sebuah bangunan, tempat di mana tergantung beberapa kulit manusia lengkap dengan mata, hidung, telinga, beserta jantungnya. Sang petugas merasa ketakutan dan segera berlari kembali ke kamarnya. Ia berpikir melarikan diri, namun merasa bahwa hal tersebut tiada gunanya.

.

Keesokan harinya, orang yang berjanji membantu sang petugas muncul, dan menyatakan bahwa inilah waktunya menghadap raja. Raja itu mengenakan hiasan dari mutiara dan duduk di singgasananya yang menghadap selatan. Raja mengatakan bahwa di istananya harta kekayaan sangat berlimpah dan jumlah uang yang dibawa oleh sang petugas tidak ada artinya jika dibandingkan kekayaan di tempat tersebut. Namun ia tidak keberatan menerima sedikit persembahan dari gubernur. Mendengar hal itu, sang petugas menangis dan mengatakan bahwa ia akan dihukum bila tidak berhasil membawa uangnya kembali. Selain itu, gubernur pasti tidak akan mempercayai cerita tidak masuk akal tersebut.

.

Raja mengatakan bahwa ia tidak perlu takut dan memberikan sebuah bungkusan berisi surat yang nampak tebal. Ia berpesan agar bila gubernur tetap menjatuhkan hukuman, berikan saja surat itu padanya. Segala seuatu akan beres. Setelah itu, raja menitahkan pengawalnya mengantar mereka pulang. Rombongan petugas melalui jalan yang belum pernah mereka lalui sebelumnya dan di akhir barisan pegunungan para pengikut raja meninggalkan mereka.

.

Tidak berapa lama, mereka tiba kembali di Changsha. Mendengar penuturan sang petugas, gubernur menjadi sangat marah dan memerintahkan agar ia ditangkap. Saat itu, gubernur meraih bungkusan surat di saku sang petugas dan setelah membacanya wajah gubernur menjadi pucat serta sangat ketakutan. Selain surat di dalamnya terdapat potongan rambut.

.

Surat itu kurang lebih berbunyi sebagai berikut:

.

“Selama memangku jabatanmu engkau telah berlaku curang dan jahat. Uang yang hilang itu adalah hasil kecuranganmu dan kini aman bersama kami. Petugas yang engkau utus itu tidak bersalah dan janganlah menghukumnya. Lama sebelumnya, kami telah mengirimkan peringatan bagimu; yakni dengan mengambil rambut istrimu. Apabila engkau kini masih mengabaikan peringatan kami, maka tidak lama lagi engkau akan mengalami kemalangan akibat kejahatanmu. Sebagai bukti, bersama surat ini kami mengirimkan kembali rambut istrimu.”

.

Gubernur memerintahkan agar petugas itu dibebaskan. Tidak lama kemudian, gubernur jatuh sakit dan meninggal.

.

Agar jelas, kita akan melakukan kilas balik. Lama sebelumnya, terjadilah peristiwa aneh yang menimpa istri gubernur. Saat bangun tidur, ia mendapati bahwa rambutnya telah lenyap secara keseluruhan dan kepalanya menjadi botak, seolah-olah telah dicukur. Namun tidak terdapat tanda-tanda bahwa seseorang telah memasuki kamar mereka. Peristiwa itu tetap menjadi misteri hingga terjadinya hal aneh di atas.

.

Beberapa waktu setelah meninggalnya gubernur, orang-orang yang merasa penasaran mencoba menelusuri lokasi sebagaimana dituturkan sang petugas. Namun mereka hanya menjumpai kawasan pegunungan tidak berpenghuni yang sunyi dan terpencil.

.

Berdasarkan kisah ini, tidak semua makhluk halus berniat jahat pada manusia. Beberapa di antara mereka ingin menegakkan keadilan. Barangkali pesan moral yang dibawakan adalah kita hendaknya menjalankan tugas kita dengan penuh kejujuran beserta keadilan.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . , . . .

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

BUKU LUAR BIASA BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN MENGENAI MAKHLUK HALUS, JIMAT (HU), DAN ILMU GAIB DI CHINA

BUKU LUAR BIASA BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN MENGENAI MAKHLUK HALUS, JIMAT (HU), DAN ILMU GAIB DI CHINA.

.

Ivan Taniputera.

21 Mei 2016.

.

 
 
 

Judul: The Religious System of China: Its Ancient Forms, Evolution, History And Present Aspect, Manner, Customs, and Social Institution Connected Therewith.

Volume V Book II

On the Soul and Ancestral Worship

Part II. Demonology-Part III. Sorcery.

Penulis: J. J. M. De Groot, PH. D.

Penerbit: E. J. Brill, Leide, 1907.

Jumlah halaman: dimulai dari halaman 405 hingga 928.

Bahasa: Inggris.

Buku ini membahas tentang hantu dan makhluk halus beserta ilmu sihir gaib di China. Berikut ini adalah daftar isinya.

.

 
 

.

 
 

.

Sebagai contoh pada bab II diriwayatkan mengnai hantu-hantu yang mendiami gunung beserta hutan. Pada halaman 501 dapat kita baca:

.

“The spirits (tsing) that dwell in the hills have the shape of a baby, with one single leg. When they run, they turn their face backward. They take pleasure in doing harm. Should a traveller in the mountains hear in the dark some one speak loudly with a human voice, then he has to do with one of the name of khi;……”

.

Terjemahan:

.

“Makhluk halus (tsing) yang berdiam di bukit-bukit mempunyai wujud seperti bayi, dengan satu kaki. Sewaktu berlari, mereka menghadapkan wajahnya ke bawah. Mereka senang membahayakan manusia. Jika seandainya seorang pengelana mendengar dalam kegelapan suara seperti suara manusia, maka itu ada hubungannya dengan salah satu nama khi….”

.

Pada halaman 903 diriwayatkan mengenai Chao Ki-hwo dengan seorang penyihir yang berubah menjadi keledai akibat ilmu sihirnya sendiri.

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

.

 
 

.

 
 

.

 
 

.

 
 

.

Ini adalah buku sambungannya.

.

 
 

 

.

Judul: The Religious System of China: Its Ancient Forms, Evolution, History And Present Aspect, Manner, Customs, and Social Institution Connected Therewith.

Volume VI Book II

On the Soul and Ancestral Worship

Part IV. The War Against Spectres-Part III. The Priesthood of Animism.

Penulis: J. J. M. De Groot, PH. D.

Penerbit: E. J. Brill, Leide, 1910.

Jumlah halaman: dimulai dari halaman 929 hingga 1341.

Bahasa: Inggris.

.

Buku ini antara lain mengenai jimat-jimat China (hu) yang dipergunakan untuk menaklukkan makhluk halus atau keperluan lainnya. Selain itu, dibahas pula mengenai ritual-ritual shamanisme zaman China kuno (Wu-isme). Berikut ini adalah daftar isinya.

.

 
 

.

 
 

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

.

 
 

.

 
 

.

 
 

.

 
 

.

 
 

.

 
 

.

 
 

.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.