HU KONGCO KWAN KONG (GUAN YU)

HU KONGCO KWAN KONG (GUAN YU).

.

Ivan Taniputera.

5 Februari 2017.

.

 
 

.

Saya baru saja mendapatkan hu Kongco Kwan Kong (Guanyu) seperti gambar di atas. Pada hu tersebut terdapat tulisan Shanxi Fuzi (山西夫子) atau Orang Suci dari Shanxi. Ini merupakan salah satu gelar Beliau, yang dianugerahkan oleh Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing (1644-1912). Hu ini nampaknya berfungsi sebagai perlindungan, yakni agar orang yang membawanya mendapatkan perlindungan beserta pertolongan dari Kongco Kwan Kong.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .

.

 

 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

PESAN DARI DEWA KWAN KONG

PESAN DARI DEWA KWAN KONG.

.

Ivan Taniputera.

29 September 2015

.

 

 

 .

Saya baru saja mendapatkan lembaran lama berisikan pesan yang dikatakan berasal dari Dewa Kwan Kong. Pada lembaran itu tidak tertulis angka tahunnya. Namun kita akan mencoba melacak berasal dari tahun berapa lembaran tersebut. Berikut ini adalah foto lembaran yang saya dapatkan.

.

 

 

.

Pada lembaran surat itu tertempel pula satu lembaran kecil seperti gambar di bawah ini. .

 

 

Untuk memudahkan para pembaca, saya akan menuliskan kembali apa yang tertulis pada lembaran tersebut:

.

“Salinan nasehat dari Kwan Tee Sing Koen, Kwan Jin Tay Soe seperti di bawah ini:

Kwan Tee Sing Koen mengloearkane toelisannja sendiri boeat ini taon pendoedoek jang mati 7-8 bagian; Kwan Jin Tay Soe soenggoe besar kewelasan dan kemoerahan hatinja, berakta dan menjeboet doenia jang telah kedjadian ini, orang-orang pendoedoek soepaja terlepas dari bahaja maut, djika orang-orang bisa menoeroet atawa menoeroenken ini soerat nasehat 1 lembar di kasih pertjoema pada orang lain bisa terloepoet boeat satoe kampoeng. Djika orang tiada bagiken pertjoema sesoedah meliat ini soerat bisa terkena penjakit toempah darah sehingga binasa, ini ada paling sengsara. Baik djoega berdjoepah pada Kwan Jin Tay Soe, jang toeroen lantas toelis ini nasehat, soepaja orang-orang dengen hormat bagi dan siarken dengen pertjoema di ini alam, soepaja orang-orang kerdja baik dan hati-hati menjeboet doenia jang kedjadian ini, soepaja pendoedoek bisa terlepas dari bahaja maut dan bisa slamet. Djika perkataannja memang palsoe seperti orang lakik bisa mendjadi maling dan orang prempoean djadi soendel, djikaloek tida pertjaja boleh liat nanti boelan delapan (Pik Gwik), ajam tida bisa berkeloeroek, andjing tida bisa menggogong, tengah malem djam 3 ada siloeman, ampat pendjoeroe ada soeara panggil-panggil tiada brentinja, aken tetapi djangan sekali-kali di djawab, di takoetin sedari ini, sehingga kemoedian hari tangkwi boelan sepoeloeh (Tjap Gwik) moesti ada ratjoen berdjalan. Membrilah nasehat orang di dalem ini doenia, dalem ini taoen boelan doea tanggal 19 (Dji Gwik Tjap Kauw), dan boelan lima tanggal 5 (Go Gwik Dje go), antara djam 12 tengah hari 0rang-orang boleh mandi kramas dan makan sajoer (Tjiatjhay) , batja kitabnja Nabi Hoetjo dengen soetji hati dan hormat sama Toapekong. Perkerdjaan jang baik boleh di kerdjaken, perkerdjaan jang djahat djangan di kerdjaken, lantas bisa terlepas dar bahaja, lantaran pertoeloengan dari Kwan Tee Sing Koen dan Kwan Jin Tay Soe, ada sediaken obat tjampoer dan masak djadiken wedang thee, kaloek dapet penjakit selainja itoe ada 3 lembar djimat (hoe), boleh ditempelken di atas pintoe, di toelis atas kertas koening dengen tinta merah. Di inget ini perkataan djangan diboeat main-main, ini hal lantaran ada kasoekeran ke1. Doenia tiada aman. ke2 Tida slamet lantaran tjaboel penjakit. ke3. Awan gelap dan bandjir tinggihnja naik ke langit. ke4. Di ampat pendjoeroe ketoetoep asep seperti malem. ke5. Pendoedoek soesah terlepas dari sengsara. ke6. Orang pendoedoek ilang separo. ke7. Ada nasih tida ada jang makan. ke8. Ada pakean tida ada jang pakik. ke9 Ada djalanan tida ada jang djalan. ke10. Soesah liwatin taoen Kinggo (Shio Be), taoen Simbi (Shio Jo), dan taoen Djin Sin (Shio Kauw), ini ada 3 lembar djimat (tjesakeoe) Ommitohoed…………. Seliwat ini djangan di boeang-boeang, boleh di kasihken pada orang lain dan boleh kasih nasehat pada masing-masing orang lakik dan prempeoan dengan hormat, soepaja berdjalan biak, ini boleh membri djasa kebaikan jang tiada takerannja. Djikaloek hidoepnja zaman dahoeloe, dari sebab kedjadianja trimanja di alam sekarang. Djika baik maoe taoe di alam kemoedian sebab atawa kedjadian alam poenja perboeatan, mangka orang-orang jang berboeat hati baik, djangan ketawa dan goembira bertjampoer, betoel atoeran seneng tambah redjeki, kendati di bikin maloe atawa di ketawaken orang-orang perboeatan nistjaja tida mendjadi gelap …

.

Ommitohoed…….Ommitohoed…….Ommitohoed…….

.

Sementara itu lembaran kecilnya bertuliskan sebagai berikut:

.

“Boeat toembal

Katjang idjoo)

Djagoeng ) di goreng

Ketam item )

Beras merah )

Dlingo bengklee di radjang en koenir.

Lantas diboengkoes dengen warwar bang of dadap-srep. Di tanem 4 podjok roemah en satoe di moeka pintoe.

———–

N/B/.

Kaloe ada geger djangan lari ka kidoel,haroes lari ka lor of lainnja!

Meskipun tidak tertera angka tahun, namun terdapat keterangan sebagai berikut: “Soesah liwatin taoen Kinggo (Shio Be), taoen Simbi (Shio Jo), dan taoen Djin Sin (Shio Kauw).”

.

Tahun Kinggo ini mengacu pada tahun Gengwu atau 1930.

Tahun Simbi ini mengacu pada tahun Xinwei atau 1931.

Tahun Djinsin ini mengacu pda tahun Renshen atau 1932.

.

Sebenarnya bisa juga mengacu pada tahun 1870, 1871, dan 1872. tetapi nampaknya tidak mungkin, karena dokumen-dokumen pada tahun tersebut masih jarang diketik. Tahun 1990, 1991, dan 1992 jelas tidak mungkin, karena pada masa-masa itu ejaan van Ophuysen tidak lagi dipergunakan.

.

Menariknya, terdapat kalimat sebagai berikut: “Di ampat pendjoeroe ketoetoep asep seperti malem.” Hal ini mirip dengan keadaan saat bencana asap yang sedang berlangsung saat ini.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Fengshui, Astrologi, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain silakan kunjungi:

 
 

MENELAAH BAZI, TANGGAL KELAHIRAN, DAN ASTROLOGI GUANYU

MENELAAH BAZI, TANGGAL KELAHIRAN, DAN ASTROLOGI GUANYU

 Ivan Taniputera

7 Agustus 2014

 

Guanyu atau juga dikenal sebagai Guandi, Guangong, atau Kwan Kong. Beliau merupakan pahlawan besar dalam tradisi China dan juga dihormati sebagai dewa. Meskipun demikian, pada kesempatan kali ini kita akan lebih menitik-beratkan pembahasan kita dari sisi Bazi dan astrologinya. Saya baru saja menemukan diagram Bazi Guangong dari buku kuno berjudul “Peh Djie Tionghwa en Horoscoop Barat.” Pada halaman 35 dapat kita baca sebagai berikut:

“PEH DJIE “GLEDEK LANGIT” DARI KWAN KONG

Ini matjem Peh Djie, di namaken “Gledek Langit”, sebab hari kelahiran, maoepoen Taon, Boelan, dan djam ada oendjoek Tanda Langit Boh = No.5. Tanda Boemi Ngo = Sio Koeda = No. 5/ Satoe combinatie dari Boh Ngo sadja soedah di namaken: Api dari Langit, maka Kwan Kong poenja Peh Djie ada: Dewa api Gledek-Hemelsche Vuur God. Boeat taoe terangnja, tjoba Liat Tjonto No. 12.” (halaman 35).

Oleh karenanya, berdasarkan kutipan di atas, diagram Bazi Guanyu hanya terdiri dari Batang Langit Boh (戊, Wu) dan Cabang Bumi Ngo (午, Wu), yakni sebagai berikut:

Kita akan mencoba menelaah kebenaran Bazi atau Peh Djie di atas. Berdasarkan catatan sejarah Guanyu wafat pada tahun 220. Karenanya, kita harus mencari tahun Wuwu (戊午) yang tidak begitu jauh dengan tahun 220. Pencarian ini membawa kita pada tahun 178. Tahun Wuwu sebelumnya, yakni 118, tidaklah mungkin, karena pada tahun 220, Guanyu akan berusia 102 tahun. Dengan demikian, jika benar Guanyu lahir pada tahun 178, maka Beliau mangkat pada usia 42 tahun.

Bulan Wuwu berlangsung dari tanggal 8 Juni hingga 9 Juli 178, meskipun demikian tidak ada hari Wuwu pada bulan tersebut. Hari Wuwu justru ada pada bulan berikutnya, yakni bulan Jiwei (己未), atau tepatnya tanggal 12 Juli 178, antara jam 11:00-13:00. Bazi pada hari itu adalah sebagai berikut:

Apakah itu merupakan Bazi Guanyu yang benar? Tanggal tersebut bertepatan dengan tanggal 10 bulan 6 Imlek.  Menurut sumber tradisional, Guanyu lahir pada tanggal 24 bulan 6 Imlek, dimana ini sesuai dengan tanggal 26 Juli 178. Pada tanggal itu, Bazinya adalah sebagai berikut:

Oleh karenanya, ,masih terjadi kesimpang-siuran informasi di sini.

1.Bazi yang empat pilarnya terdiri dari Wuwu itu tidak ada.

2.Yang ada adalah tiga pilar Wuwu, dengan pilar bulan Jiwei (12 Juli 178).

3.Data tradisional menyebutkan tanggal kelahiran 24 bulan 6 Imlek, namun Bazinya akan menjadi berbeda jauh dengan yang disebutkan dalam buku di atas.

4.Ada pula sumber yang menyebutkan bahwa Guanyu lahir pada tahun 160 (lihat http://www.chinabuddhismencyclopedia.com/en/index.php?title=Guan_Yu), dimana menurut sumber tersebut data itu diperoleh dari makam Guanyu.

Jika Guanyu lahir pada tahun 160, maka batang langit tahun kelahirannya adalah Gengzi. Kita anggap tanggal 24 bulan 6 Imlek adalah hari kelahiran Guanyu, maka tanggal tersebut akan jatuh pada 13 Agustus 160. Bazinya adalah:

TAHUN: Gengzi

BULAN: Jiashen

HARI: Bingchen

Jamnya tidak ada data.

Kita masih belum mengetahui tanggal kelahiran manakah yang benar. Tetapi ada hal-hal menarik jika kita mengambil tanggal 12 Juli 178 pukul 11:00-13:00 sebagai patokan. Sebagai catatan, saya pribadi kurang setuju jika Guanyu dilahirkan pada tahun 160, karena pada tahun 220, Beliau akan berusia 60 tahun. Dengan menilik angka harapan hidup di zaman itu, maka usia 60 tahun menurut pendapat saya telah terlalu tua untuk berperang.

Baik, mari kita lanjutkan pembahasan kita. Anggap saja bahwa Guanyu lahir pada tanggal 12 Juli 178, maka pada saat Beliau tertangkap oleh Sun Quan (Hokkian: Sun Kwan), Beliau memasuki pilar dekade GUI HAI, yang berlangsung dari 217-227. Diagram Bazi itu memperlihatkan adanya elemen tanah yang berlebihan, sehingga ini termasuk struktur istimewa yang harus dianalisa sebagai lemah. Dengan demikian air bukan elemen yang menguntungkan. Pilar dekade GUI HAI terdiri dari air, sehingga ini bukan merupakan dekade yang baik bagi Guanyu. Beliau wafat pada tahun 220, yakni tahun GENG ZI. Sekali lagi, terdapat logam dan air, dimana ini bukan elemen baik bagi pemilik bazi tersebut. Selain itu, Zi akan cong atau clash dengan Wu di pilar jam, hari, dan tahun. Tidak heran bahwa pada tahun 220 pemilik Bazi di atas akan mengalami bahaya.

Bagaimana dengan diagram astrologinya? Diagram astrologi bagi kelahiran 12 Juli 178 kurang lebih pukul 12:00 siang adalah sebagai berikut:

Nampak bahwa Ascendant ditempati oleh Libra, yang berarti sebagai berikut:

“Vorm badan tinggi-tegap. Di waktoe moeda ada sedikit koeroes, tapi sampe pertengahan oemoer lebih gemoek sedikit. Tjahaja moeka baek, vorm dari idoeng bagoes, mata ada sepandan dengen aer-moeka. Mempoenjai otak baek, soeka goembira, tjerdik sekali, welas asih, soeka tjampoer gaoel, tapi tidak poenja ketetepan. Lebih soeka pada kunst, muziek, menggambar, dari pada pladjaran wetenschap. Mempoenjai mata tadjem boeat taksir orang. Pengidoepannja tergantoeng lebih banjak dari temen, penggawe, dan perserohnja.” (buku “Peh Djie Tionghwa en Horoscoop Barat,” halaman 44-45).

Kemudian nampak adanya T-Square, yang melibatkan Bulan Opposition Pluto Square Mars. Ini menandakan bahwa pemilik diagram astrologi di atas mempunyai sikap kurang sabar dan bisa mengalami amarah yang luar biasa, dimana ini dapat membahayakan dirinya sendiri. Pluto berada di rumah kedelapan menandakan adanya kematian yang tragis atau dibunuh orang (Kennedy dan Lincoln juga mempunyai Pluto di rumah kedelapan).

Artikel-artikel menarik lainnya silakan kunjungi https://www.facebook.com/groups/339499392807581/