TELAAH ASTROLOGI: MENGATASI KRISIS MONETER DEWASA

TELAAH ASTROLOGI: MENGATASI KRISIS MONETER DEWASA INI

Ivan Taniputera

24 Agustus 2015

.

Mata uang di negara kita terus melemah, sehingga nampaknya krisis moneter sudah mengintip di ambang pintu. Kendati demikian, barangkali tiada gunanya bagi kita menyalahkan siapa pun. Pada kesempatan kali, saya mencoba menelaah bagaimana mengatasi krisis moneter dengan bantuan astrologi. Saya akan menggunakan metoda horary astrology dan mendapatkan diagram sebagai berikut:

.

Pertama-tama kita akan mengamati hal-hal buruk terlebih dahulu. Nampak bahwa Matahari dan Yupiter di rumah kelima mendapatkan Square dari Saturnus di rumah kedelapan. Kita dapat menafsirkan bahwa saat ini para pemimpin negara sedang mengalami kesulitan besar. Tingkat kepuasan rakyat mengalami penurunan. Institusi keuangan sedang mengalami tekanan atau hambatan yang dashyat. Masyarakat dilanda kegelisahan.

Yupiter juga mengalami pengaruh buruk, sehingga barangkali fanatisme sempit di tengah masyarakat akan meningkat. Kebencian berlandaskan SARA (Suku Agama Ras Antar-golongan) bisa menghangat.

Kini kita akan beralih pada hal-hal baik, yang barangkali memberi petunjuk pada kita bagaimana cara menghindarkan atau menjaga diri dari krisis ini. Bahkan kemungkinan kita dapat menjadikan krisis ini sebagai peluang yang menguntungkan.

Nampak bahwa terdapat Grand Trine yang melambangkan penolong. Oleh karenanya, masih terdapat peluang keluar atau menghindarkan diri dari krisis moneter, asalkan para pemimpin benar-benar bersungguh hati dan seia sekata dalam bekerja. Lebih jauh lagi, pemerintah dan rakyat juga harus seia sekata serta bahu membahu dalam mengatasi hal ini. Astrologi hanya menunjukkan jalan saja. Namun yang melaksanakannya adalah tetap umat manusia itu sendiri.

Jika kita perhatikan lebih lanjut, maka Grand Trime itu melibatkan Bulan-Venus-Uranus. Kita akan menelaah satu persatu.

Bulan berada di Sagitarius melambangkan bahwa kita hendaknya meningkatkan ekspor. Melemahnya mata uang kita justru dapat dijadikan peluang berharga dalam bidang ekspor, karena harga barang kita akan menjadi lebih ekonomis . Pemerintah harus tanggap dalam hal ini, dan melakukan upaya semaksimal mungkin dalam menggenjot ekspor. Sebagai contoh, adalah menarik  serta membantu para usahawan dan pengrajin lokal agar siap mengekspor hasil produksinya ke luar negeri. Pemerintah tidak dapat duduk diam saja dan harus menjemput bola. Potensi masing-masing daerah harus dikerahkan semaksimal mungkin. Apabila kita dapat memanfaatkan peluang ini, maka manfaatnya bagi negara tidak kecil. Kuncinya hanya keseriusan. Pemerintah harus dapat menjadi saluran bagi ekspor. Segenap kegiatan yang terkait atau mendukung ekspor harus didorong serta difasilitasi dengan kekuatan penuh.

Kemudian kita beralih pada Venus yang sedang berada di Leo. Venus adalah planet tradisional yang melambangkan keuangan. Kita boleh menafsirkannya dengan berbagai cara. Pertama-tama pemerintah harus mempunyai kebijakan yang baik terkait keuangan negara. Hanya dengan kebijakan yang baik itulah kita dapat meloloskan diri dari belitan atau ancaman krisis moneter. Penafsiran lainnya, Venus dapat ditafsirkan sebagai planet yang melambangkan seni budaya. Oleh karenanya, ini barangkali mengacu pada sektor pariwisata. Sektor tersebut dapat mendulang devisa yang tidak sedikit. Apalagi dengan melemahnya mata uang kita, maka seharusnya dapat mendorong kedatangan para wisatawan ke negara kita. Masing-masing perwakilan kita di luar negeri (misalnya kedutaan atau konsulat) hendaknya menjadi mesin penggerak bagi hal tersebut. Pemerintah harus berani menargetkan peningkatan jumlah wisatawan hingga sekian persen. Venus juga mewakili cadangan devisa negara. Oleh karenanya, kita barangkali boleh menafsirkan bahwa cadangan devisa negara harus dikelola dan dimanfaatkan dengan baik.

Uranus berada pada rumah kedua belas yang melambangkan barang tambang. Sementara itu, Uranus sendiri juga mengacu pada teknologi. Dengan demikian, pemerintah perlu meningkatkan kemampuan dalam pertambangan. Potensi tersembunyi negara kita masih banyak yang belum tereksplorasi. Pemerintah harus berani mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang bertujuan membangun dunia pertambangan. Krisis moneter ini hendaknya menggugah kesadaran kita mengenai perlunya teknologi bagi ketahanan nasional.

Demikianlah beberapa petunjuk yang diperoleh melalui telaah astrologi. Apakah  analisa ini akan bermanfaat atau tidak, semua bergantung di tangan kita semua.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi:

https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

KRISIS EKONOMI DUNIA PADA BULAN SEPTEMBER-OKTOBER 2015?

KRISIS EKONOMI DUNIA PADA BULAN SEPTEMBER-OKTOBER 2015?

Ivan Taniputera

12 Mei 2015

 

Saya sedang mencoba memprediksikan keadaan ekonomi dunia pada tahun 2015 dengan bantuan astrologi. Setelah mengutak atik bagan astrologi pada berbagai bulan selama tahun 2015, maka saya tiba pada susunan planet sebagai berikut pada kurang lebih bulan Oktober 2015.

 
 

Nampak bahwa planet Saturnus yang biasa dipergunakan sebagai barometer perekonomian mengalami Square dengan berbagai planet sekaligus, yakni Neptunus, Mars, Venus, dan Yupiter. 

 

Neptunus sendiri adalah planet yang melambangkan delusi, ilusi, dan khayalan. Suatu pandangan atau perkiraan salah yang menjerumuskan seseorang pada kerugian. Mungkinkah krisis kali ini dipicu oleh suatu delusi atau ambisi yang berlebihan dalam hal keuangan? Ini adalah salah satu kemungkinannya. Setiap planet melambangkan banyak hal, sehingga kita perlu menelaah berbagai kemungkinan penafsiran makna. 

 

Selain itu, Neptunus juga dapat diartikan sebagai fanatisme keagamaan. Saturnus sendiri berada pada Sagitarius, yang juga melambangkan keagamaan. Saturnus square Mars dan Neptunus opposition Mars. Mars melambangkan kekerasan dan peperangan. Apakah dapat diartikan bahwa krisis dipicu oleh tindak kekerasan karena keagamaan dan fanatisme, termasuk peperangan? Ini adalah kemungkinan lainnya.

 

Apabila kita amati lebih lanjut Saturnus square Venus. Venus ini dapat melambangkan kekuatan, sedangkan Saturnus adalah perlambatan atau hambatan, sehingga konfigurasi planet tersebut dapat dibaca sebagai hambatan dalam hal perekonomian, atau boleh kita artikan sebagai krisis.

 

Menariknya bahwa Pluto masih square dengan Uranus yang melambangkan adanya pergolakan dan tindak kekerasan karena agama (terorisme). 

 

Saturnus Square Yupiter. Ini juga merupakan pertanda kurang baik bagi perekonomian dunia. 

 

Saya juga teringat bahwa pada tanggal 14 September 2015 akan berlangsung gerhana bulan total. Apakah gerhana bulan tersebut juga merupakan pertanda pada hal yang sama?

 

Kendati demikian, semua ini hanya ramalan. Yang penting adalah kita senantiasa berjaga-jaga. Tidak ada buruk atau salah dari berjaga-jaga dan waspada.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi: