RAHASIA KEHIDUPAN: KITA ADALAH BAGIAN DARI SUATU FRAKTAL

RAHASIA KEHIDUPAN: KITA ADALAH BAGIAN DARI SUATU FRAKTAL.

.

Ivan Taniputera.

23 Februari 2019.
.
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai rahasia penting kehidupan. Kita merupakan suatu fraktal yang merupakan bagian dari suatu keutuhan. Pembahasan ini sangat penting bagi mereka yang menekuni dunia metafisika dan spiritual. Untuk jelasnya, silakan perhatikan gambar di bawah ini.
.

.

Kita akan memotong-motong gambar tersebut dan menyusunnya kembali sebagai berikut.
.
.
Gambar itu kita potong menjadi 18 bagian, kemudian bagian paling ujung kiri, yang kita sebut bagian pertama, kita pisahkan dan selanjutnya kita letakkan pada bagian terpisah yang untuk mudahnya kita sebut bagian urutan ganjil. Bagian berikutnya atau bagian kedua kita taruh pada bagian yang berbeda. Untuk kemudahannya, kita sebut bagian urutan genap. Bagian ketiga, kita letakkan di samping bagian pertama, yakni di bagian urutan ganjil. Bagian keempat kita letakkan di samping bagian kedua, yakni di bagian urutan genap. Bagian kelima, kita letakkan di samping bagian ketiga, yakni di bagian urutan ganjil. Demikian seterusnya. Jika proses ini sudah selesai dilakukan, kita mendapatkan gambar dua sosok badut. Pada gambar yang belum dipotong-potong terdapat seorang badut saja; namun kita dapat memotong-motong dan menyusun ulang, sehingga mendapatkan dua gambar badut. Bagaimana jika proses ini kita ulangi lagi bagi gambar dua badut itu? Kita akan memutarnya 90 derajat dan memotong-motong serta menyusun ulang, seperti pada proses sebelumnya. Berikut ini adalah hasilnya.
.

.

Dari gambar 2 sosok badut itu, jika dipotong-potong dan susun ulang, kita dapatkan gambar 4 badut. Kita akan mengulanginya, tetapi dengan arah potong membentuk 90 derajat terhadap arah potong sebelumnya. Berikut ini adalah hasilnya.
.

.

Kita dapatkan gambar 8 sosok badut. Meskipun bentuknya sudah mulai terdistorsi, tetapi kita masih dapat mengenali kedelapan sosok tersebut. Kita ulangi prosesnya, dimana arah potong diputar 90 derajat dengan arah potong proses sebelumnya. Kita dapatkan hasil sebagai berikut.
.
.
Kita dapatkan 16 gambar sosok badut. Meski gambar-gambarnya makin terdistorsi, kita masih dapat mengenali adanya keenam belas sosok tersebut. Kita akan mengulanginya kembali. Berikut adalah hasilnya.
.

.

Nampak bahwa sosok yang dihasilkan semakin banyak, tetapi makin terdistorsi, sehingga sulit dikenali dan ditentukan jumlahnya.
.
Berdasarkan hal ini, kita dapat menyimpulkan bahwa masing-masing sosok masih menyimpan informasi yang berasal dari gambar utuh pertama yang belum terbagi. Masing-masing sosok itu sama-sama merupakan bagian dari keutuhan. Tidak ada bagian yang bertambah maupun berkurang. Kita dapat mengatakan bahwa bagian suatu sosok terkait pula dengan bagian lainnya, yang sama-sama berasal dari gambar utuh sebelum terpotong-potong dan berkali-kali mengalami penyusunan ulang. Karena itulah, jika kita kaitkan dengan metafisika baik Barat maupun Timur, tidak mustahil mendapatkan informasi mengenai kehidupan seseorang melalui kedudukan benda langit saat ia dilahirkan (ilmu Astrologi) atau konfigurasi elemen pada tahun, bulan, hari, serta jam waktu kelahirannya (ilmu Bazi). Meskipun informasi itu kelihatannya terpisah tetapi tidak demikian halnya. Semuanya adalah bagian dari suatu keutuhan. Kepribadian seseorang terpetakan pula pada kedudukan benda langit saat ia dilahirkan. Ini adalah informasi-informasi yang terkait satu sama lain dan merupakan bagian suatu keutuhan (holistik).
.
Seringkali kita salah menyangka bahwa informasi-informasi itu merupakan sesuatu yang terpisah dan tidak terhubung satu sama lain. Ini adalah pandangan yang keliru. Semakin kita memecah-mecahnya, semakin pula sesuatu itu nampak terdistorsi. Realita ini diwakili secara jelas oleh gambar-gambar di atas. Semakin banyak gambar sosoknya, makin pula wujudnya terdistorsi, sehingga sulit dikenali lagi. Itulah sebabnya, kita perlu berhenti memecah-mecah realita. Kuncinya adalah memahami bahwa kita semua adalah bagian keutuhan dan perlu mengembalikan berbagai pengetahuan atau informasi yang sudah dipotong-potong serta disusun ulang itu pada keadaan awalnya berupa keutuhan nan tak terbagi-bagi. Barulah semuanya menjadi jelas. Tidak ada lagi yang terdistorsi. Wujudnya nampak jelas dan sempurna. Inilah yang menjadi tugas para penekun spiritual.
.
Pengetahuan mengenai rahasia fraktal kehidupan ini sangatlah penting. Sebagai praktisi metafisika, kita jadi mengetahui rahasia di balik ilmu-ilmu yang kita pelajari. Kita mulai sanggup memahami prinsip bekerjanya ilmu-ilmu seperti Astrologi dan Bazi. Sementara itu, para penekun spiritual akan mengetahui apakah tujuan utama spiritualisme. Kita runut ulang tahapan-tahapannya kembali pada keutuhan. Jangan sampai terbalik dan makin terpecah-pecah, sehingga distorsi makin parah dan begitu pula halnya dengan ketidak-jelasan beserta kebingungan.
.

.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, silakan bagikan pada orang-orang yang Anda kasihi.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .
.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.
Advertisements

POHON DAN BAYANGANNYA

POHON DAN BAYANGANNYA.

.

Ivan Taniputera.

17 Juli 2018.

.

 

.

Suatu kali saya sedang mengadakan perjalanan ke sebuah negeri antah berantah. Pemandu saya, Pak Marques menuturkan mengenai sebuah desa yang bernama Desa Kebijaksanaan. Di sana terdapat seorang lanjut usia, yang biasa dipanggil Pak Pengetahuan. Ia gemar menuturkan kisah-kisah kebijaksanaan yang unik pada para warga desa. Konon semenjak usia mudanya, Pak Pengetahuan sudah menjadi tukang cerita. Karena warga di desa itu tidak begitu menggemari gadget beserta teknologi modern lainnya, maka kisah-kisah tuturan Pak Pengetahuan merupakan sumber hiburan utama bagi mereka. Saya berniat mengunjungi desa tersebut, karena saya menggemari tujuan wisata yang lain dari yang lain. Pak Marques kemudian mengatur perjalanan ke sana. Pada kesempatan kali ini saya hanya menuturkan ulang saja apa yang saya alami di desa tersebut.

.

Singkat cerita keesokan harinya saya tiba di Desa Kebijaksanaan selewat tengah hari; yakni sekitar pukul 01.00 siang. Pemandangan alam di sana tidaklah mengecewakan. Kami lalu menuju ke tempat kediaman Pak Pengetahuan. Ternyata di sana telah berkumpul para warga desa yang siap mendengarkan kisah Pak Pengetahuan. Mereka sedang beristirahat sejenak dari pekerjaan di ladang. Memang, sebagian besar penduduk desa bermata pencaharian sebagai peladang. Hasil utama desa mereka adalah jagung.

.

Siang itu, Pak Pengetahuan mengisahkan mengenai seseorang yang belum pernah melihat pohon. Tentu saja karena namanya sebuah kisah, maka kita janganlah terlalu mencoba mencernanya dengan logika, begitu pikir saya. Ia hanya mendengar penuturan teman-temannya bahwa pohon itu sangatlah indah. Ia lalu ingin melihat seperti apakah pohon itu. Orang itu, sebut saja namanya Si Pengelana, bertanya pada seorang profesor yang pandai, mengenai seperti apakah pohon itu. Profesor yang ditanya lalu menjelaskan secara panjang lebar mengenai pohon beserta ciri-cirinya. Setelah mendengar uraian sang profesor, ia lalu melangkah pergi dan mencari sesuatu dengan ciri-ciri seperti yang digambarkan profesor tersebut.

.

Saat berjalan, tiba-tiba mata Si Pengelana terpaku pada sebuah citra di tanah yang tak lain dan tak bukan adalah bayangan sebatang pohon. Ia berhenti sebentar dan mengamatinya. Ia lantas berkata, “Sungguh mirip sekali dengan apa yang digambarkan profesor yang kutanya tadi.” Tiba-tiba ia melompat penuh kegembiraan seraya berseru, “Oh inilah rupanya yang disebut pohon itu!” Si Pengelana terpaku dengan takjub. Ia merasa telah menemukan apa yang dicarinya. Demikianlah, Si Pengelana terus mematung di tempat tersebut dipenuhi luapan kegirangan batin luar biasa yang tak tergambarkan. Matanya terus mengamati citra di tanah tersebut. Entah berapa waktu telah berlalu.

.

Matahari semakin menggelincir ke arah barat dan malam pun tiba. Si Pengelana baru menyadari bahwa citra yang diamatinya penuh rasa takjub itu menghilang. Kegelapan menyelimuti tempat di sekitarnya. Tetapi yang lebih penting lagi adalah timbul perasaan sedih dan kehilangan yang luar biasa. Jika sebelumnya, ia merasakan kegembiraan meluap-luap; kini rasa sedih itu menjalari batinnya. Ke manakah perginya “pohon” yang dikaguminya itu. Karena hari telah menjadi gelap, Si Pengelana mengeluarkan korek dari saku bajunya. Ia menyalakan korek itu dan melihat ke sekeliling. Tiba-tiba dengan diterangi cahaya korek yang dinyalakannya, tidak jauh dari tempat tersebut, ia menyaksikan suatu sosok sedang berdiri dengan gagahnya. Ia mengamati sosok tersebut. Ternyata sosok itu justru jauh lebih mendekati gambaran mengenai pohon sebagaimana diuraikan sang profesor. Seluruh uraian sang profesor benar-benar bersesuaian dengan sosok tersebut. Bersesuaian secara sempurna tanpa ada yang terlewatkan.

.

Kegembiraan baru menjalari batin Si Pengelana. Kini ia tahu bahwa apa yang baru saja dilihatnya itu merupakan pohon sebenarnya. Bayangan sebuah pohon bisa menghilang sedangkan pohon yang sebenarnya tetap ada. Si Pengelana lalu memeluk pohon tersebut. Ia telah berjumpa dengan apa yang dicarinya.

.

Pak Pengetahuan mengakhiri kisahnya karena para warga desa hendak kembali ke ladang masing-masing. Para warga pun nampak puas dan bertepuk tangan.

.

Kisah ini bagi saya cukup menarik, tetapi saya sendiri tidak yakin dengan penafsiran saya terhadap makna filosofis cerita tersebut. Apakah para warga desa yang mendengarnya mengetahui makna filosofis tersebut? Entahlah. Apakah memang cerita itu hanya sekedar cerita saja tanpa mempunyai makna filosofis tertentu? Entahlah. Saya lalu mendekati Pak Pengetahuan dan menanyakan apakah makna kisah tersebut. Pak Pengetahuan hanya tersenyum dan berkata, “Temukanlah sendiri.”

.

“Apakah yang dimaksud dengan bayangan pohon itu?”

“Apakah yang dimaksud dengan pohon itu?”

“Siapakah sesungguhnya yang dimaksud dengan Si Pengelana?”

“Mengapa justru cahaya korek api yang kecil dapat menuntun Si Pengelana menemukan pohon sebenarnya?” “Mengapa malah bukan cahaya matahari?”

“Apakah yang dimaksud dengan cahaya korek api kecil pada kisah ini?”

.

Banyak pertanyaan yang timbul dalam benak saya. Apakah para pembaca mengetahui jawabannya? Apakah para pembaca ingin mengetahui jawabannya?

.

“Temukanlah sendiri.”

APAKAH TERDAPAT BAYANGAN BERUPA WUJUD TIGA DIMENSI? MARI PERLUAS WAWASAN ANDA MENUJU DIMENSI YANG LEBIH TINGGI

APAKAH TERDAPAT BAYANGAN BERUPA WUJUD TIGA DIMENSI? MARI PERLUAS WAWASAN ANDA MENUJU DIMENSI YANG LEBIH TINGGI

.

Ivan Taniputera.

1 Juli 2018

.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas topik yang agak berat. Umumnya, setiap orang akan menyatakan bahwa bayangan (shadow) itu bersifat dua dimensi. Agar jelas, sebelumnya perlu dijelaskan bahwa yang dimaksud bayangan di sini adalah citra yang terbentuk karena terdapat penghalang dengan cahaya. Sebagai contoh adalah bayangan pohon di sebuah tembok atau dinding. Cahaya matahari terhalang pohon dan membentuk bayangan pohon tersebut di tembok atau dinding. Bayangan tersebut akan bersifat dua dimensi. Lalu adakah bayangan yang berupa tiga dimensi?

.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut silakan pahami terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut.

.

Sebuah obyek berdimensi 0 (yakni sebuah titik) tidak mengenal konsep atas-bawah; depan-belakang, dan kiri-kanan.

Sebuah obyek berdimensi 1 (yakni sebuah garis) tidak mengenal konsep atas-bawah dan depan-belakang.

Sebuah obyek berdimensi 2 (yakni sebuah bidang datar) tidak mengenal konsep atas dan bawah. Ia hanya mengenal sumbu x dan y saja.

Sebuah obyek berdimensi 3 (yakni sebuah bangun ruang) mengenal konsep atas-bawah; depan-belakang, dan kiri-kanan. Kita hidup dalam alam yang berdimensi tiga.

.

Misalkan terdapat makhluk yang hidup pada suatu dimensi, maka ia tidak akan memahami konsep sebagaimana hanya dikenal di dimensi lebih tinggi. Kita ambil contoh makhluk berdimensi dua (jika ada) tidak akan sanggup memahami konsep atas dan bawah. Bagi mereka ruang hidup mereka hanyalah kiri-kanan dan depan-belakang saja. Kita tidak akan sanggup menjelaskan konsep atas-bawah beserta segenap pemahaman mengenai ruang berdimensi tiga sebagaimana yang kita amati sebagai realita sehari-hari pada makhluk berdimensi dua. Mereka akan menganggap bahwa konsep atas-bawah itu tidak ada dan bahkan mungkin akan mulai mencerca kita sebagai penipu.

.

Begitu pula kita tidak akan sanggup membayangkan konsep-konsep yang berada di tataran dimensi lebih tinggi.

.

Kita akan kembali pada topik kita mengenai bayangan. Marilah kita bayangkan cahaya yang menyinari sebuah ruas garis (dimensi 1). Jika kita menyinarkan cahaya pada salah satu ujung, maka di sini lain akan terbentuk bayangan berupa sebuah titik. Bila kita berganti menyinarkan cahaya pada ujung satunya lagi, maka pada sisi lawannya terbentuk pula bayangan berupa sebuah titik. Makhluk berdimensi 0 akan memandangnya sebagai dua buah titik karena mereka tidak memahami konsep mengenai garis. Mereka tidak akan menyadari bahwa dua buah titik berbeda itu sesungguhnya merupakan bagian sebuah ruas garis yang sama.

.

Kita beralih pada dimensi 2. Kita ambil sebuah persegi sebagai contoh. Jika kita menyinarkan cahaya pada sisi-sisinya, maka pada penjuru lawannya akan terbentuk bayangan berupa garis yang berdimensi 1. Dengan demikian terdapat empat kemungkinan bayangan berupa garis. Jika terdapat makhluk yang hidup pada dimensi 1, mereka juga akan mengalami kesulitan dalam membayangkan bahwa keempat bayangan berupa garis yang nampak berbeda bagi mereka itu, sesungguhnya terbentuk dari sebuah persegi saja. Para makhluk yang hidup di tataran dimensi 1 tidak akan sanggup membayangkan mengenai persegi dan bangun datar dalam bentuk apa pun.

.

Kita akan naik pada dimensi 3. Kita ambil sebuah kubus sebagai contoh. Sebuah kubus mempunyai enam sisi. Jika kita menyinarkan cahaya pada masing-masing sisi, maka pada setiap penjuru lawannya akan terbentuk bayangan berupa persegi. Jadi, terdapat enam kemungkinan bayangan berupa persegi. Bila terdapat makhluk yang hidup di dimensi 2, mereka juga akan sulit membayangkan bahwa keenam persegi tersebut sesungguhnya merupakan bayangan sebuah kubus saja. Tidak ada satu pun bayangan itu yang eksis atau hadir terpisah dari kubus.

.

Logika ini dapat pula kita terapkan pada dimensi yang lebih tinggi. Tentu saja karena keterbatasan kita yang hidup di ranah dimensi 3, mustahil bagi kita membayangkan dimensi 4. Namun karena benda berdimensi 1 akan menghasilkan bayangan berdimensi 0; benda berdimensi 2 akan menghasilkan bayangan berdimensi 1; dan bayangan berdimensi 3 akan menghasilkan bayangan berdimensi 2; tidakkah sesuatu yang berdimensi 4 akan menghasilkan bayangan berdimensi 3? Hal ini dapat kita terapkan lebih lanjut pada dimensi-dimensi yang lebih tinggi.

.

Kita juga mungkin akan mengalami kesulitan dalam membayangkan bahwa bayangan-bayangan berupa obyek tiga dimensi itu sesungguhnya terbentuk dari sebuah obyek berdimensi 4 saja.

 

Untuk jelasnya silakan perhatikan gambar di bawah ini.

.

 

 

.

Kita barangkali dapat memperluas hal ini pada ranah fenomena hantu. Banyak orang menyatakan pernah menyaksikan sosok-sosok bayangan hitam. Apakah sosok-sosok itu sesungguhnya merupakan bayangan dari sesuatu yang berdimensi lebih tinggi?

.

Terlepas dari semua itu, pelajaran yang dapat kita ambil adalah agar kita senantiasa memperluas wawasan pemahamahan kita. Semakin tinggi wawasan pemahaman kita, semakin banyak hal pula akan kita pahami.

MEDITASI MATA NAGA KEBIJAKSANAAN

MEDITASI MATA NAGA KEBIJAKSANAAN .

.

Ivan Taniputera.

14 Juni 2018.

.

 
 

.

Gambar ini melambangkan mata naga. Dalam berbagai tradisi serta budaya, naga merupakan pemilik atau pemelihara pengetahuan dan kebijaksanaan rahasia. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini marilah kita melakukan meditasi sederhana. Caranya sangat mudah. Pertama-tama, lakukan meditasi pernafasan hingga pikiran menjadi tenang. Setelah itu, pusatkan perhatian Anda pada gambar ini. Selanjutnya, amati gambaran, perasaan, atau pesan apakah yang muncul dalam batin Anda. Selamat mencoba.

.

Berikut ini adalah komentar-komentar yang diterima beserta tanggapan saya, sebagaimana dimuat di https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

.

PENANYA PERTAMA

.

Penanya pertama: Rasanya semakin jauh intinya… Semakin dikejar semakin menjauh…

.

Saya:

.

Pesan kebijaksanaan bagi Anda nampaknya adalah sebagai berikut. Anda tidak perlu terlalu mengejar sesuatu, karena semakin Anda mengejarnya hal tersebut justru makin menjauh. Analoginya adalah seseorang yang mencoba mengejar cakrawala. Namun semakin jauh ia berlari mengejarnya; cakrawala itu tetap jauh dan tidak bertambah sedikit pun. Dengan demikian, Anda perlu berhenti mengejarnya. Anda hanya perlu mengamati saja. Renungkan, apakah yang Anda kejar itu sungguh-sungguh dapat dicapai atau hanya merupakan angan-angan ideal Anda saja.

.

Penanya pertama: Benar pak… Saya sedang belajar melepaskan…

.

PENANYA KEDUA

.

Penanya kedua:

.

Dari gambar ini saya merasakan seperti saya memiliki 1 mata lagi di antara alis, lalu saya berjalan melewati lorong menuju jalan yang sangat terang sekali, Lalu saya melewati lorong tersebut dan melihat ada sebuah danau bersih tenang di siang hari, dengan satu teratai yang saya lihat warna putih dengan sebuah bola cahaya di atasnya, saya memandang ke arah yang lain saya melihat seperti kakek kakek memegang sebuah buah persik. Terima kasih.

.

Saya:

.

Mata ketiga ini merupakan mata yang oleh sebagian besar orang disebut mata spiritual. Kendati demikian, menurut pendapat saya mata tersebut tidak hanya berkaitan dengan hal-hal spiritual saja; melainkan seluruh fenomena. Dengannya seseorang dapat melihat misteri-misteri kehidupan yang lebih mendalam; baik bersifat spiritual maupun bukan spiritual. Sebenarnya mata ketiga itu tidak mempunyai bentuk. Hanya saja dalam beberapa tradisi digambarkan dengan mata tambahan di antara alis. Ini adalah lambang saja. Mata ketiga ini dapat direalisasi dengan mengasah pemahaman terhadap segenap hakikat segenap fenomena. Hakikat mendalam segenap fenomena itu tidak dapat disaksikan dengan mata jasmani biasa. Sebagai contoh adalah seseorang yang mempelajari matematika. Ada orang yang mempelajari matematika hanya dengan tujuan lulus ujian. Tetapi ada juga orang belajar matematika dengan berupaya mengenali serta memahami prinsip-prinsip mendasar di balik matematika. Kedua orang ini sama-sama lulus ujian, tetapi tingkat pemahamannya terhadap matematika berbeda. Demikianlah kurang lebih perbedaan antara mata jasmani dan mata ketiga. Jika mata ketiga ini sudah terbuka, maka Anda akan melihat segala sesuatu dengan jelas; baik dalam dunia spiritual maupun bukan spiritual. Anda juga dapat memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia kerja atau hal-hal duniawi. Oleh karenanya, pesan untuk Anda adalah: 

.

1. Anda mempunyai berbagai misteri kehidupan yang menjadi pertanyaan Anda selama ini. Misteri ini belum tentu dalam hal spiritual, melainkan mungkin juga terkait hal-hal bukan-spiritual (duniawi). 

2. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda perlu membangkitkan mata ketiga. 

3. Caranya adalah dengan masuk lebih dalam pada diri Anda sendiri; yang dilambangkan dengan lorong panjang. 

4. Danau bersih dan tenang itu melambangkan ketenangan dan kedamaian pikiran. Inilah yang disebut dengan kebijaksanaan dan wawasan asali. Dengannya seseorang dapat melihat segala sesuatu dengan jelas dan jernih. 

5. Hanya dengan pikiran tenang dan terang, Anda akan memperoleh jawaban. Barangkali penghambatnya adalah rasa takut atau kekhawatiran yang menghambat Anda dalam mencapai danau tenang serta terang tersebut. 

6. Kakek-kakek yang membawa buah persik hal-hal baik tambahan; dimana Anda memperolehnya jika sudah tiba di danau terang dan tenang tersebut. 

7. Meskipun demikian, pesan di atas memperingatkan agar Anda jangan keliru menjadikan hal-hal baik tambahan itu sebagai tujuan utama. 

.

Demikian hasil pembacaan saya.

.

PENANYA KETIGA

.

Penanya ketiga:

.

Saya seperti melewati sebuah lorong dengan diujungny ada sesuatu yang bersinar ko Ivan Taniputera dan saya berjalan kearah yg bersinar tersebut

.

Saya:

.

Anda nampaknya saat ini kurang melihat sisi terang atau bahagia kehidupan. Memang barangkali dalam hidup Anda saat ini ada berbagai permasalahan yang menjengkelkan atau orang-orang mengesalkan Anda. Namun sesungguhnya pengaruh mereka tidaklah begitu signifikan dalam hidup Anda. Hanya saja Anda terlalu memusatkan perhatikan pada hal-hal negatif tersebut, sehingga merusak kebahagiaan Anda sendiri. Anda lupa bahwa masih banyak hal indah lain dalam kehidupan Anda. Itulah sebab, pesan dari meditasi ini adalah agar Anda lebih banyak berpaling pada hal-hal indah dalam kehidupan Anda. Apakah benar demikian yang Anda alami akhir-akhir ini?

.

Penanya ketiga: Perkataan ko Ivan Taniputera membuat saya tersadar dan benar sekali saya sedang mengalami ny.. Ty ko

.

Saya: Baik. Senang jika dapat bermanfaat untuk Anda.

.

PENANYA KEEMPAT

.

Penanya keempat: Sekilas saya seperti melihat pusaran angin, kemudian berganti menjadi bola. 

.

Saya:

.

Saya akan menafsirkan sebagai berikut. 

.

1. Anda sekarang ini mungkin secara fisik atau batin terlalu sering bergerak ke sana kemari; sehingga sulit menemukan ketenangan atau kedamaian. 

2.Anda juga selama ini belum menemukan rasa mantap. Sebagai contoh, Anda mungkin merasa bahwa Anda belum merasa cocok dengan pekerjaan Anda; sehingga Anda masih terus mencari apa yang sekiranya baik bagi Anda. Namun hal ini dapat pula mengacu pada pandangan hidup, dimana Anda merasa belum menemukan yang benar-benar sesuai bagi Anda. 

3. Itulah sebabnya, Anda merasa seperti berlari ke sana kemari. 

4. Meditasi ini menyarankan agar Anda berhenti sejenak dan mulai merenungkan kembali apa yang sudah Anda lakukan. Jawaban bagi pertanyaan Anda tidaklah jauh dan sudah terletak dlam diri Anda sendiri. Saya akan memberikan sebuah analogi. Anda sedang mencari sebuah toko atau lokasi. Karena terburu-buru Anda tidak memperhatikan bahwa Anda sesungguhnya sudah melewati apa yang Anda cari berkali-kali. Yang dapat dilakukan adalah memperlambat langkah Anda serta meningkatkan perhatian Anda. Anda akan menemukan apa yang Anda cari. Apakah benar demikian yang Anda alami akhir-akhir ini?

.

Penanya keempat: Saya sebenarnya bukan tipe terlalu pemilih, dan sangat bersyukur atas apa yg saya dapatkan, mungkin adanya ancaman ancaman dalam hidup atas apa yg sudah saya dapatkan, juga ada yg memang belum didapatkan yg membuat saya gelisah.

.

PENANYA KELIMA

.

Penanya kelima: Saya seperti di tarik masuk ke dalam jalan yg berwarna warni tetapi lebih banyak warna hijau ko, mohon di tanggapi ya ko, terima kasih banyak ko.

.

Saya: 

.

Anda nampaknya sekarang sedang mencoba dan menjajaki banyak hal. Anda juga sedang atau akan mempertimbangkan beragam hal. Namun, semua itu merupakan suatu keharusan dan mau tidak mau Anda harus menapaki atau menjajaki beraneka ragam hal tersebut. Anda juga akan atau sedang berjumpa dengan pribadi dengan beragam latar belakang, entah itu budaya, etnis, pandangan, keyakinan, dan lain sebagainya. Bagi Anda semua itu bukanlah masalah karena pada dasarnya Anda merupakan orang yang toleran. Menurut Anda perbedaan bukanlah masalah. Kendati demikian, kendati menjajaki atau mencoba banyak hal (beberapa di antara baru bagi Anda), tetapi Anda akan diharuskan untuk lebih memusatkan perhatian terhadap hal-hal keuangan atau finansial. Itulah yang akan menjadi pusat perhatian Anda belakangan ini. Apakah benar demikian yang Anda alami?

.

Penanya kelima: Hahaha benar sekali ko 😁, mantap ko 👍 Ivan Taniputera.

.

Saya: Baik. Salam sukses.

.

Penanya kelima: Terima kasih ko.

.

PENANYA KEENAM

.

Penanya keenam: Malam pak Ivan ,,, Semakin sy pandang pusaran inti semakin terang seperti membentuk lambang Tai ci… TQ pak Ivan….

.

Saya:

.

Anda belakangan ini akan diharuskan menjaga keseimbangan antara kedua belah pihak. Dengan kata lain Anda harus “menari” di antara dua belah pihak yang saling berlawanan atau berbeda. Awalnya Anda merasa bebas saja berjalan kesana kemari di antara keduanya. Meskipun demikian, perbedaan atau polarisasi itu akan makin terasa dan Anda harus menyeimbangkan keduanya. Meskipun demikian, hal ini dapat pula hanya berlangsung dalam ranah pikiran saja. Mungkin terdapat dua kutub pandangan dalam diri Anda yang semakin lama akan makin jelas bedanya. Salah satunya memang tidak dapat Anda lepaskan. Jadi yang dapat Anda lakukan adalah menjaga keseimbangan di antara keduanya. Hal ini diibaratkan dengan seseorang yang sedang meniti seutas tali.

.

Penanya keenam: Ya…sy menyeimbangkan dalam arti sy tetap percaya semua atas Kuasa Tuhan,,,krn ada yg tdk sejalan dgn kata hatiku….

.

Saya: Ya benar. Seolah-olah ada dua kutub di sini.

.

PENANYA KETUJUH

.

Penanya ketujuh: Terasa melihat 1ruang seluruhnya kilauan emas terpancar..

.

Saya: 

.

Anda saat ini sedang atau akan mendapatkan kesempatan mewujudkan segenap kelebihan atau kemampuan Anda. Barangkali ini merupakan salah satu titik balik dalam hidup Anda. Dengan demikian, Anda perlu memanfaatkan baik-baik hal ini. Hal tersebut mungkin sekali terkait dengan materi atau keuangan yang saat ini sedang menjadi pusat perhatian Anda. Mungkin sekali Anda sedang mendapatkan tawaran promosi jabatan, khususnya jika Anda sedang berkarir di perusahaan orang lain. Apabila Anda menjalankan usaha sendiri, maka terdapat pula peluang yang menjanjikan. Jikalau Anda masih duduk di bangku kuliah, maka terdapat pula kesempatan-kesempatan untuk meningkatkan kemampuan Anda. Sebagai contoh, peluang menjadi asisten dosen. Intinya adalah terdapat peluang baik dalam meningkatkan kehidupan Anda; dimana hal itu berkaitan dengan pemanfaatan potensi diri Anda secara maksimal.

.

PENANYA KEDELAPAN

.

Penanya kedelapan: Seperti 1 mata yg tajam melihat saya, seperti mata naga yg sedang memerhati saya

.

Saya: 

.

Berikut ini adalah hasil pembacaan saya. Saat ini, Anda perlu waspada karena diri Anda sedang menjadi pusat perhatian berbagai pihak. Namun ini tidak harus merupakan sesuatu yang buruk. Saya akan memberikan sekedar contoh sebagi berikut. Misalnya terdapat seorang atasan yang ingin mempromosikan bawahannya. Tentunya, ia harus mengamati terlebih dahulu kinerja bawahannya itu untuk sementara waktu. Jika terbukti kinerjanya bagus, maka ia akan dipromosikan ke jabatan lebih tinggi. Jadi intinya, Anda disarankan agar menjaga segenap kinerja dan penampilan Anda. Dengan demikian, Anda akan memberikan kesan yang baik pada orang lain.

.

PENANYA KESEMBILAN

.

Penanya kesembilan: Ijin berbagi cerita ya Pak Ivan.. Saya merasa ditarik perlaha. memasuki lorong, ada cahaya yang bergerak berputar2 mengelilingi bagian dalam lorong, pusatnya ada di ujung lorong. Di ujung lorong juga nampak cahaya bersinar & sinarnya memenuhi lorong ini.

.

Saya: 

.

Saya akan melakukan pembacaan sebagai berikut. Anda saat ini sedang dituntun pada suatu jalan (bisa bersifat spiritual atau duniawi). Terdapat sesuatu atau seseorang yang membimbing Anda dalam menapaki jalan tersebut. Meskipun demikian, Anda masih perlu bersabar, karena masih diperlukan waktu dalam mencapainya, dimana waktu yang dimaksud masih cukup lama. Jadi, Anda masih memerlukan kesabaran dan kedisiplinan tinggi dalam mengikuti bimbingan tersebut. Tujuan Anda masih jauh diujung sana. Apakah benar demikian yang Anda alami?

.

Penanya kesembilan: Selamat malam Pak Ivan, maaf baru bls..terimakasih u/ penjelasannya. Benar, sy msi harus melatih kesabaran. Untuk perihal tuntunan tsb, saya ga tau scra lgs siapa yg menuntun sy tsb krn saat ini saya ga berguru. Saya kerja, aktivitas spti biasa saja..tapi entah, kalo diam2 ada guru yg membimbing saya krn dulu bbrpa thn lalu sy mmg pernah belajar hal2 demikian

.

PENANYA KESEPULUH

.

Penanya kesepuluh: Saya merasa terbang di angkasa, dengan pusat berupa sebuah cahaya amat terang dengan bintang2 bertebaran yang bersumber dari cahaya terang tsb.

.

Saya: Harus memusatkan perhatian (focus) ke suatu hal. Perhatian hendaknya jangan ke mana-mana.

.

Penanya kesepuluh: Iya bener pak 😁 tepat.

.

PENANYA KESEBELAS

.

Penanya kesebelas: Cahaya yang bersinar pancarannya sinarnya menarik saya untuk mendekatinya setelah didekati menjadi sebuah lorong cahaya

.

Saya:

.

Kalau saya menafsirkannya sebagai berikut. Anda mungkin sedang menjumpai suatu tawaran atau gagasan yang dirasa menjanjikan.Tawatan atau gagasan ini memang dapat membawa kebaikan bagi Anda. Dapat juga diartikan bahwa Anda saat ini sedang berjumpa dengan seseorang atau hal-hal baru yang menarik. Orang atau hal tersebut akan dapat mendatangkan manfaat lebih lanjut bagi Anda. Namun yang patut diketahui, semua itu bukanlah tujuan akhir, melainkan hanya sarana saja dalam membawa Anda pada kemajuan lebih jauh. Meski ini merupakan sesuatu yang baik, tetapi sebaiknya Anda juga jangan menaruh harapan terlalu tinggi; karena ia hanya merupakan sarana saja. Apakah benar demikian yang Anda alami saat ini?

.

Penanya kesebelas: betul ko saya mendapatkan tawaran dibulan january dan prosesnya baru selesai bulan ini tinggal saya menjalankannya.

.

Saya: Baik. Salam.sukses

.

PENANYA KEDUABELAS

.

Penanya keduabelas: Sebuah satu kesatuan gerakan dari dalam yang tersembur bergerak keluar dengan solid dan indah.

.

Saya:

.

Saya rasa ini mengacu pada kemampuan manajemen atau mengatur orang lain. Meditasi ini barangkali hendak menyarankan Anda agar Anda meningkatkan kemampuan Anda dalam hal tersebut. Anda akan atau sedang menjalankan suatu proyek yang memerlukan kemampuan dalam mengarahkan beberapa orang agar sanggup bekerja sama secara harmonis. Jika menilik dari hasil meditasi, maka yang penting bukanlah kemampuan atau kepandaian masing-masing, melainkan kerja sama setiap anggota. Meski memiliki kepandaian yang hebat tetapi jika tidak sanggup menyelaraskan diri dengan sesama anggota kelompok kerja, maka hal tersebut tidaklah bermanfaat. Tetapi jika kita amati lebih teliti, penyelarasan tersebut merupakan tugas Anda. Jadi, bila keselarasan antar anggota kelompok tidak dapat berlangsung, maka sedikit banyak kesalahan juga berada di tangan Anda. Apakah benar demikian yang Anda alami?

.

Penanya keduabelas: Terima kasih pak Ivan Taniputera, benar sekali pak. Saat ini sedang dalam beberapa project dan menyelaraskan ulang dengan tim untuk di tuntut lebih solid agar mendapat hasil lebih maksimal. Terima kasih pak Ivan Taniputera – selalu banyak membantu 🙏🏻🙏🏻.

.

PENANYA KETIGABELAS

.

Penanya ketigabelas: Beberapa kali saya amati..semakin lama saya amati..saya merasa melihat bulan yang bersinar dikelilingi banyak bintang.. namun muncul awan hitam dan semakin hitam..jadi bulan dan bintang tadi dikelilingi awan hitam..pak Ivan..

.

Saya:

.

Ini nampaknya mengacu pada lingkungan sekitar Anda. Kemungkinan di tempat kerja Anda. Pada awalnya Anda mempunyai karir yang baik. Anda mempunyai banyak rekan kerja yang mendukung Anda. Hanya saja sayangnya baru-baru ini muncul pihak-pihak yang iri serta berupaya menjatuhkan Anda. Hasil meditasi ini mengisyaratkan Anda agar bersikap waspada. Secara umum, terdapat orang-orang yang berniat kurang baik pada Anda. Apakah benar demikian yang Anda alami?

.

Penanya ketigabelas: Betul pak..saya lebih merasa pada lingkungan terdekat saya.

.

PENANYA KEEMPATBELAS

.

Penanya keempatbelas: Matanya tembus lihat ke dinding seperti bolong hp saya

.

Saya: 

.

Saya membacanya sebagai berikut. Meditasi ini menyarankan Anda agar melihat sesuatu secara lebih mendalam. Anda mungkin sedang berkutat dengan suatu hal dan permasalahan, dimana Anda hampir menjatuhkan suatu keputusan. Hanya saja, hasil meditasi Anda ini hendak mengingatkan Anda agar jangan terburu-buru. Anda disarankan melihat lebih dalam lagi hingga menembus apa yang hingga saat ini tidak atau belum Anda perhatikan. Mungkin Anda akan menjumpai hal-hal yang mendorong Anda mengubah keputusan Anda. Dengan kata lain, hasil meditasi ini hendak mengingatkan Anda bahwa apa yang Anda ketahui belumlah memadai. Apakah benar demikian yang Anda alami?

.

Penanya keempatbelas: Iya sepertinya benar saya lagi ada dilema koh Ivan Taniputera. Td sampai lama kok saya tak dpt apa2, tpi terakhir saya bisa lihat seperti hp saya berlobang. Berarti keputusan hrs ditunda ?

.

PENANYA KELIMABELAS

.

Penanya kelimabelas: Tetap melihat seperti sebuah gerakan membentuk jalan semakin keluar dan luas. Sesekali melihat seperti sebuah kotak ditengah dekat titik dan terkadang berubah menjadi setengah lingkaran. Belum melihat itu sebuah mata, tetapi sangat terlihat itu sebuah gerakan membentuk jalan kecil kemudian membesar.

.

Saya: Kalau yang ini saya tafsirkan bahwa apa yang Anda tekuni itu akan makin meluas cakupannya. Mungkin ini pertanda baik; tetapi yang patut diwaspadai terdapat suatu batas dimana Anda sudah tidak dapat menanganinya. Oleh karenanya, penting sekali menentukan batasan-batasan Anda.

.

Penanya kelimabelas: Terima kasih pak Ivan Taniputera, sangat tepat sekali. Saya lanjut di PM buat masukan Kiasnya pak 🙏🏻🙏🏻

.

PENANYA KEENAMBELAS

.

Penanya keenambelas: 

.

Perkenankan saya mencoba memaparkan apa yg saya dapati setelah emngati gambar diatas, saya melihat seperti lorong waktu, yg di bagian depan ato bagian terluar kadang berputar pelan,dan kemudian semakin kedalam terlihat seperti lorong yg ujungnya terdapat sinar yg begitu terang dan indah hingga detail-detail lorong terlihat reliefnya, kadang cahaya terang itu terlihat memacarkan warna pelangi, di selipi sinar cahayabias putih yg mengarah ke segala arah mengarag ke 12 arah dan setiap arah terdapat 2 sinar yg semakin jauh sianrnya semakin melebar.dan kadang bias sinar itu terlihat bergerak memutarseirama. kira2 apakah memiliki arti koh Ivan Taniputera. terimaksih

.

Saya: 

.

Anda nampaknya sedang menggali kembali warisan tradisional leluhur Anda. Barangkali sifatnya adalah spiritual. Awalnya hal tersebut akan terasa membingungkan, terutama jika Anda memandangnya dari kacamata Anda sendiri. Tetapi lambat laun semua itu akan semakin jelas, terutama jika Anda sanggup memahaminya dari wawasan kebijaksanaan lebih luas. Berbagai fenomena atau hakikat mendasar kehidupan akan mulai terlihat secara lengkap. Bahkan kesatuan atau kesaling terkaitannya akan mulai nampak. Namun sampai di sini akan terdapat godaan yang membingungkan; yakni Anda akan melihat pertentangan-pertentangan, sehingga semuanya menjadi kabur kembali. Saran yang dapat diberikan adalah jangan memandangnya sebagai pertentangan, melainkan pandanglah sebagai dua sisi mata uang logam yang saling melengkapi.

.

PENANYA KETUJUHBELAS

.

Penanya ketujuhbelas: Pertama kali saya rasakan seperti di sedot ke pusaran cahaya, mengecil sampai jadi satu titik dan menghilang. Yg kedua kalinya, pusaran cahayanya berpendar keluar dan saya seakan melebur di pusaran cahayanya, ko.

.

Saya: 

.

Hal ini dapat diartikan sebagai melebur ke pusaran cahaya. Dapat diartikan secara spiritual maupun duniawi. Secara spiritual, mungkin Anda sedang melakukan suatu latihan spiritual termasuk meditasi yang meleburkan batin Anda dengan kedemikianan segala sesuatu. Dalam latihan meditasi Tantra hal ini adalah meditasi peleburan dengan yidam, yang akhirnya melebur lagi dalam kesunyataan. Secara duniawi, Anda mungkin akan atau sedang diharuskan menyatukan diri Anda dengan keinginan atau pandangan lebih banyak orang. Dengan kata lain, Anda “menghilangkan” sosok diri Anda ke dalam banyak orang. Contoh yang paling sederhana adalah Anda bergabung dengan sebuah organisasi dan mendukung tujuan bersama. Ini dapat dikatakan bahwa “diri Anda melebur ke dalam organisasi atau perkumpulan.” Jika dibaca sebagai saran atau nasihat, maka mungkin hasil meditasi ini menyarankan agar Anda meleburkan ego Anda ke dalam sinar terang kebijaksanaan. Apakah apa yang saya tuliskan di atas tepat?

.

Penanya ketujuh belas: Tepat, ko. Masa sekarang ini saya sedang tahap spiritual ke arah sana.

.

Saya: Baik selamat menapaki jalan spiritual.

.

PENANYA KEDELAPANBELAS

.

Penanya kedelapanbelas: maaf,pak, yg saya rasakan , saya seperti berjalan kedalam menuju satu titik cahaya, saya seperti terus menerus berjalan, menuju pusat titik cahaya tersebut

.

Saya: 

.

Kalau saya menafsirkan hasil meditasi di atas, maka kata kuncinya adalah “proses.” Artinya adalah sebagai berikut. Anda saat ini sedang menjalani suatu proses atau tahapan dalam kehidupan. Anda akan diharuskan untuk terus menjalaninya dan Anda tidak bisa mundur. Kendati demikian, ini nampaknya merupakan sesuatu yang baik. Anda sedang berjalan menuju pada suatu tahapan akhir sebuah proses kehidupan. Apa yang dimaksud proses ini dapat berarti spiritual maupun duniawi. Secara duniawi hal ini dapat diartikan sebagai sebuah proyek atau usaha. Sebagai contoh, Anda sedang membangun sebuah rumah atau usaha, dimana sekarang ini sudah memasuki tahapan penyelesaiannya. Secara spiritual, Anda mungkin sedang menjalani suatu latihan spiritual dan titik hasilnya sudah mulai nampak. Baik, secara spiritual ataupun duniawi, Anda akan menuai keberhasilan dalam waktu yang relatif tidak begitu lama lagi. Yang penting adalah terus maju dan penuh keteguhan tekad. Apakah benar demikian yang Anda alami akhir-akhir ini?

.

Penanya kedelapanbelas: Tepat sekali, pak analisa, bapak.

.

Saya: Senang sekali dapat bermanfaat.

.

PENANYA KESEMBILANBELAS

.

Penanya kesembilanbelas: Yang aku rasakan seperti aku melihat sebuah sinar cahaya…kening aku sakit….berputar2……dan akupun terasa masuk kedalamnya seperti masuk ke sebuah dimensi yg cahaya terang seperti cahaya matahari..

.

Saya:

.

Sebenarnya bila Anda benar-benar mencapai ketenangan, maka tidak rasa sakit atau rasa berputar-putar. Ini berarti masih terdapat kemelekatan yang sangat kuat, dalam hal ini ego atau sikap mementingkan diri sendiri. Ego sebaiknya jangan digenggam. Belajarlah untuk memberi dan jangan hanya menerima saja,maka hidup Anda akan lebih terang. Belajarlah untuk melepas ego dan tidak mementingkan diri sendiri. Belajarlah untuk melepaskan segenap kemelekatan dan jangan terlalu menggenggam sang “aku.” Intinya jangan egois. Apakah benar yang saya katakan?

.

Penanya kesembilanbelas: ya benar ko…..masih ada ego yg melekat….makasih ya ko 🙏🙏

.

PENANYA KEDUAPULUH

.

Penanya keduapuluh: Ko, nachdem ich unter Ruhe Bedingung meditierend dieses bebildete Struktur beobachtet habe, sah ich eine Figur mit ausstrahlendem Licht. Die Figur sieht so friedlich aus. Daneben feuhle ich mich sehr ruhig und angstfrei. Ich komme gemeinsam mit dieser Figur zum Licht, sah ich auch viele Sternen und Planeten in grossem dunklem Horizon. Ja, ich folge Ihm und gefuehlmaessig bin ich sehr wohl. danke Dir ko.

.

Saya: 

.

Die Vision sieht so positiv aus. Diese Figur steht vor ein Mentor fuer die Entwicklung deines Lebens. Wir koennen sie als sogenanntes Schutzspirit bezeichnen. Wenn Du etwas brauchst dann wuerde sie dir helfen. Diese Figur wird dich begleiten bis zum Ende deines Lebensziels. Interessanterweise sind diese Sternen und Planeten Symbolen der kosmischen Strahlung. Es bedeutet dass Du eine karmische Verbindung mit kosmischen Strahlungen. Vielleich deine Arbeit oder berufliche Tatigkeit ist im Verband mit solchen Strahlungan (wie X-Ray usw). Moege diese Antwort fuer dich hilfreich sein.

.

Penanya keduapuluh: Danke vielmals Ko das ist ja wahr, sehr volltreffend.

.

Saya: Gleichfalls. Alles Guete.

.

PENANYA KEDUAPULUHSATU

.

Penanya keduapuluhsatu: Knp kok saya cuma liat garis fokus aja ya dan pusaran warna ungu dan hijau aja…??

.

Saya:

Kalau menurut penafsiran saya pesan yang diberikan bagi Anda adalah sebagai berikut. Anda mungkin merupakan orang yang lebih banyak mengandalkan logika. Dengan demikian, Anda kurang dapat mengenali keindahan seni kehidupan. Anda hanya cenderung menyaksikan sesuatu secara kasat mata saja. Padahal di alam semesta ini juga terdapat banyak hal yang tidak dapat dijelaskan secara logika. Contoh sederhana adalah seni. Apakah suatu keindahan selalu dapat dijabarkan secara logika atau dengan rumus matematika? Jawabannya adalah tidak. Kita tidak dapat dengan rumus matematika menghasilkan suatu karya seni yang indah. Kita tidak dapat mengandalkan logika kita dalam memahami suatu karya seni atau sastra. Kita ambil saja film Jurassic Park sebagai contoh. Secara logika tidak mungkin kita menghidupkan lagi dinosaurus. Namun saat menonton film tersebut kita hendaknya tidak memusatkan perhatian pada hal semacam itu. Yang penting adalah nikmati saja filmnya. Saat menonton film Transformer, kita hendaknya tidak memprotes dengan mengatakan, “Bagaimana mungkin mobil dapat menjadi robot?” Protes semacam itu tentu saja tidak relevan dengan film yang kita tonton. Film dimaksudkan sebagai hiburan bagi batin kita, bukan materi ajar ilmiah. Jadi, tidak harus sebuah film itu mengikuti logika ilmiah. Jika Anda terlalu memusatkan perhatian pada logika, maka hidup Anda akan terasa kering dan kurang bahagia. Saya kira demikian pesan yang hendak disampaikan. Apakah benar demikian yang Anda alami dalam hidup ini?

.

Penanya keduapuluhsatu: Betul sekali.. terimakasih atas atensinya..

.

Saya: Senang dapat bermanfaat. Salam sukses.

.

PENANYA KEDUAPULUHDUA

.

Penanya keduapuluhdua: Saya melihat gambarnya berputar makin cepat.

.

Saya:

.

Anda nampaknya selama ini sering merasa diburu-buru. Anda merasa bahwa Anda tidak merasa mempunyai cukup waktu dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan Anda. Selain itu, Anda juga sering merasa tertinggal dengan kemajuan zaman yang ada. Oleh karenanya, hasil meditasi ini menyarankan agar Anda belajar membagi waktu dengan lebih efisien. Setiap orang sehari sama-sama memiliki waktu 24 jam dan mereka dapat mengerjakan pekerjaannya dengan tepat waktu tanpa merasa diburu-buru. Itulah sebabnya, Anda perlu belajar dari mereka. Apakah benar demikian yang Anda alami?

.

Penanya keduapuluhdua: thanks pas banget.

.

Saya: Salam sukses.

.

PENANYA KEDUAPULUH TIGA

.

Penanya keduapuluhtiga: rlihat seperti Bunga cantik dgn kristal embun yg berpendar dalam spektrum warna, dan intinya berkilauan memancarkan kilau cahaya ksegala arah, getarannya menenangkan memberikan inner power yg + rasa suka cita sperti memancarkan metta karuna kesegenap alam, mnjernihkan pikiran..

.

Saya: 

.

Menurut pembacaan saya, maka kata kunci bagi Anda adalah “bakti sosial.” Kemungkinan Anda akan atau baru saja mengikuti suatu acara bakti sosial atau pekerjaan untuk kepentingan orang lain. Hal ini sangat baik karena akan menambah kebahagiaan dalam diri Anda dan juga orang lain. Saran yang diberikan hasil meditasi ini adalah bila ada kesempatan maka lanjutkanlah kegiatan-kegiatan semacam itu. Kendati Anda tidak mendapatkan balasan secara kasat mata, tetapi yang terpenting adalah kebahagiaan hidup. Hal yang patut direnungkan adalah banyak orang berlimpah dan bergelimang sesuatu yang kasat mata, tetapi batinnya dipenuhi keruwetan. Barangkali banyak orang berkata, “Aku ingin berlimpah harta kekayaan dan batinku juga berbahagia.” Memang benar ada juga orang berhasil mendapatkan kedua-duanya. Hanya saja orang semacam itu tidak banyak. Sebagian besar umat manusia di muka bumi ini hanya berhasil memperoleh salah satunya saja. Pertanyaan yang harus dijawab adalah manakah yang Anda pilih? Apakah benar demikian yang Anda alami akhir-akhir ini?

.

Ingat, bahkan yang tidak mempunyai kedua-duanya justru lebih banyak lagi; yakni orang yang tidak mempunyai kekayaan dan juga tidak bahagia. Makanya dikatakan bahwa kehidupan adalah dukkha.

.

Penanya keduapuluhtiga: ya ko bnr.. Bbrp thn ini memang concern dan mempertanyakan hal2 bgni..berbagi gk hanya dgn materi saja, sdgkan pandangan ini brtolak blkg sm mindset di kluarga. Mrasa lbh brsemangat utk bantu gk cm manusia tp jg hewan2. Entahlah ko, smkin mnerapkan pancasila (buddhis), yg dlnya aku geli tkutan sm serangga2, eh skrg malah kdg dgn sadar bantu mrk klo misal dlm kondisi nyaris mati ato dlm ksulitan. Sama stu lg, aku slalu brsuka cita stiap kali mrapalkan sabbe deva, bhuta, satta bhavantu sukhitatta..

.

Saya: Bagus sekali. Senang dapat bermanfaat

.

Penanya keduapuluhtiga: anumodana ko analisa hsilnya.

.

PENANYA KEDUAPULUHEMPAT

.

Penanya keduapuluhempat: saya jauh konsentrasi ke pusat cahaya warna warni. saya merasakan semakin dekat dengan cahaya warna warni itu seperti ada seseorang dlam posisi berdiri dengan mencakupkan tangan di dada dan kakinya diangkat satu seperti seserang melakukan yoga. semakin saya masuk ke titik tersebut sya merasakan keresahan mendalam ada apa gerangan??

.

Saya:

.

Saya mencoba melakukan pembacaan sebagai berikut. Anda nampaknya akhir-akhir ini sedang mendapatkan suatu tugas, tanggung jawab, atau beban. Dapat juga diartikan sebagai suatu proses pembelajaran atau sesuatu yang dilakukan bertahap. Apa pun itu, ia merupakan sesuatu yang sangat baik. Meski Anda mendapatkan kemajuan di dalamnya, namun Anda merasa bahwa pekerjaannya semakin bertambah berat. Banyak aspek dalam kehidupan yang tersita atau terkekang karenanya. Dapat pula diartikan sebagai suatu pengekangan diri yang membatasi kebebasan Anda. Akhir-akhir ini Anda mulai merasa bahwa hal itu nampaknya tidak tertahankan lagi. Meskipun demikian, Anda merasa bingung. Jika berhenti atau meninggalkannya, Anda merasa sudah separuh jalan. Hal ini dapat berlaku baik dalam hal spiritual (pembelajaran ilmu spiritual) atau duniawi (contohnya sederhananya adalah angsuran). Pada sisi lain, Anda merasa berat melanjutkannya.

.

PENANYA KEDUAPULUHLIMA

.

Penanya keduapuluhlima: Terlihat seperti Mata yg berbinar2 ceria Dan indah

.

Saya: .

.

Hasil meditasi mengindikasikan hal-hal sebagai berikut:

1. Anda belakangan ini banyak berjumpa dan berkumpul bersama teman atau rekan-rekan yang menyenangkan. Banyak melakukan kegiatan yang menggembirakan. 2. Anda mempunyai relasi yang baik dengan banyak orang dan menampilkan keramahan dengan mereka, Anda disarankan agar senantiasa menjaga keramahan ini yang akan mendatangkan dampak positif bagi Anda.

Apakah benar demikian yang Anda alami akhir-akhir ini?

.

Penanya keduapuluhlima:

.

Selama bulan puasa ini memang saya melakukan kegiatan2 amal yg bikin jiwa saya bahagia Dan keramahan yg dimaksud mungkin relasi saya dengan orang2 yg menerima tersebut ya ko?

Karena Kalo dengan teman2 kantor sih sedang sangat tidak baik, karena cara kerja yang berbeda… Cuma saya emang gak ambil pusing sih, gak kepikiran…

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . 

.

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

ILMU KEBERUNTUNGAN: MENGHARAPKAN YANG BURUK PADA ORANG LAIN SAMA DENGAN MENGHARAPKAN YANG BURUK PADA DIRI SENDIRI

ILMU KEBERUNTUNGAN: MENGHARAPKAN YANG BURUK PADA ORANG LAIN SAMA DENGAN MENGHARAPKAN YANG BURUK PADA DIRI SENDIRI

Ivan Taniputera

4 Juni 2015

 

Salah seorang teman berkonsultasi pada saya mengenai usaha tokonya yang sepi. Selama mengenal teman ini, saya mengetahui bahwa ia gemar memaki-maki atau mengata-ngatai pelanggan beserta orang yang kurang disukainya. Ia mengharapkan sesuatu yang buruk menimpa mereka. 

Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini, marilah kita merenungkan apa dampak yang mungkin terjadi jika kita mengharapkan sesuatu yang buruk pada orang lain, dalam hal ini pelanggan atau rekan bisnis kita. 

 

Pertama-tama, seorang pengusaha atau pebisnis tidak akan bisa bertahan jika tidak ada pelanggannya. Seorang pengusaha memerlukan rekan bisnis agar dapat bertahan. Jika tidak ada rekan bisnis dari mana ia akan mendapatkan barang-barang yang dijualnya? Setiap orang saling membutuhkan satu sama lain. Ini adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri. Barangsiapa yang hendak memungkiri fakta ini, maka ia harus menghasilkan segala sesuatunya seorang diri; dari hulu ke hilir. Apakah ada yang sanggup?

 

Kedua, setiap pelanggan adalah potensial. Entah pelanggan itu disukai atau tidak, semuanya berpotensi memberikan keuntungan pada kita. 

 

Dengan demikian, bijaksanakah jika seorang pedagang atau pemilik toko mengharapkan yang buruk menimpa para pelanggannya, entah pelanggan disukai atau tidak? Mari kita renungkan sebagai berikut, seandainya harapan buruk orang tersebut pada langganan-langganannya terlaksana, dan mereka sungguh-sungguh menjadi bangkrut, bukankah pelanggan-pelanggannya akan hilang atau berkurang? Jika pelanggan-pelanggannya hilang atau berkurang bukankah bisnisnya sendiri akan merosot? Jika bisnisnya merosot, bukankah itu berarti bahwa kebangkrutan sudah berada di pintu gerbangnya sendiri? Dengan demikian, nampak nyata bahwa mengharapkan sesuatu yang buruk pada orang lain, sama denga mengharapkan yang buruk pada diri sendiri. Jadi mengharapkan sesuatu yang buruk pada orang lain adalah tidak bijaksana.

 

Seorang pelanggan hendaknya mengharapkan sesuatu yang baik pada semua orang. Jika semua orang hidup makmur, bukankah daya beli mereka akan meningkat. Dengan demikian, mereka berpeluang membeli semakin banyak di tokonya. Jika semakin banyak orang berbelanja di tokonya, bukankah ia akan bertambah makmur. Mengharapkan kesejahteraan pihak lain adalah berarti mengharapkan kesejahteraan bagi diri sendiri. 

 

Selanjutnya, secara logis, jika harapan buruk bagi orang lain, akan menghadirkan emosi-emosi negatif dalam pikiran dan batin kita. Dengan demikian, kemampuan kita dalam bekerja menjadi berkurang. Kita tidak akan sanggup lagi membaca peluang-peluang baik bisnis kita. Kita berpeluang mengambil keputusan-keputusan bisnis yang salah. Terlebih lagi, wajah akan menjadi tidak menyenangkan. Jika begitu, apakah orang senang berbisnis dengan kita? 

 

Menurut metafisika China, keberuntungan manusia itu bergantung pada tiga faktor, yakni Langit, Bumi, dan Manusia. Faktor Langit adalah nasib dibaca berdasarkan gerakan bintang-bintang (ilmu nasib atau astrologi). Berdasarkan ilmu pengetahuan modern, ini menyangkut faktor cuaca, iklim, keadaan ideologi-politik-ekonomi suatu negara, dan lain sebagainya. Faktor Bumi ini misalnya adalah Fengshui. Berdasarkan kacamata modern, mungkin mengacu pada strategis dan tidaknya suatu lokasi. Mudah dicapai atau tidak. Faktor manusia mengacu pada diri manusia itu sendiri, misalnya bagaimana ia berusaha, berpandangan, dan bersikap. 

 

Banyak orang hanya menitik-beratkan pada faktor Langit dan Bumi saja, tetapi lupa pada faktor Manusia. Padahal tidak jarang, faktor Manusia dapat menghapuskan keunggulan yang berasal dari kedua faktor lainnya. Sebagai contoh, seseorang hidup pada zaman perekonomian sedang baik dan mempunyai toko atau tempat usaha yang paling strategis di sebuah kota sangat ramai. Namun jika ia lebih suka bermalas-malasan dan jarang membuka tokonya, menurut Anda apakah ia akan menjadi pengusaha sukses? Jadi jangan lupa, faktor Manusia bagaimana pun juga amat sangat penting dan jangan dilupakan. Perhitungan Fengshui sehebat apa pun tidak akan bermanfaat bagi orang malas atau berkepribadian buruk. Termasuk gemar mengharapkan sesuatu yang buruk bagi orang lain. Semua faktor harus kita perhatikan dengan baik. 

 
 

ORANG YANG SERING MENDOAKAN ORANG LAIN MURAH REJEKI, MAKA DIRINYA PUN AKAN MURAH REJEKI. 

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, petuah keberuntungan, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan metafisika, silakan kunjungi:

 

MEMBEBASKAN DIRI DARI BAYANG-BAYANG MASA LALU

MEMBEBASKAN DIRI DARI BAYANG-BAYANG MASA LALU

Ivan Taniputera

7 Maret 2014

 

 

Salah seorang sahabat lama yang kerap berkonsultasi pada saya menanyakan bagaimana membebaskan diri dari bayang-bayang masa lalu. Guna menjawab pertanyaan tersebut dan juga barangkali terdapat orang-orang lain yang memiliki pertanyaan sama, maka saya memberanikan diri menulis artikel ini.

Bayang-bayang terjadi karena adanya cahaya. Oleh karenanya, agar dapat membebaskan diri dari bayang-bayang masa lalu, Anda perlu memadamkan “cahaya”nya. Apabila “cahaya” sudah padam, maka bayang-bayang masa lampau Anda juga akan padam. Ini adalah suatu kenyataan sangat sederhana, namun tidak banyak orang memahaminya. Mereka ingin bebas dari bayang-bayang masa lalu, namun justru terus menerus mendekat dan mencari sumber “cahaya” baru. Akibatnya bayang-bayang masa lalu yang timbul semakin rumit dan kompleks. Ibaratnya adalah sebuah lingkaran tanpa akhir. Dengan memahami kenyataan ini, jika ingin bebas Anda hendaknya jangan mencari sumber “cahaya” baru. Padamkanlah “cahaya” tersebut.

Lalu barangkali Anda akan spontan bertanya, “Bagaimanakah cara memadamkan “cahaya”nya?” Mencari cara memadamkan “cahaya” itu adalah pekerjaan rumah (PR) Anda sendiri. Terdapat tak terhingga cara dalam memadamkan “cahaya” penimbul bayang-bayang masa lalu. Anda harus menemukan caranya sendiri. Ibaratnya saat meniup lilin, maka kita dapat meniupnya dari sudut berapa saja atau dengan kecepatan hembusan angin berapa saja. Jika kita membakukan dan mengajarkannya pada orang lain, misalnya kita harus meniup lilin dengan sudut 60 derajat terhadap garis mendatar dan kecepatan angin 40 km/jam yang keluar dari mulut kita, maka lama kelamaan orang yang mengikuti ajaran kita terkait peniupan lilin tersebut akan melekat pada “tata cara.” Mereka berpeluang menganggap bahwa peniupan lilin dengan cara lainnya adalah “salah.” Padahal tujuannya adalah sama-sama memadamkan lilin. Lilin juga akan sama-sama padam. Jadi cara memadamkan “cahaya” Anda harus menemukannya sendiri dan jangan mengekor orang lain. Jangan pula mengajarkannya pada orang lain. Biarkan mereka menemukan caranya sendiri. Anda juga jangan bertanya pada saya bagaimana memadamkan “cahaya” tersebut. Temukanlah sendiri. Itu adalah pekerjaan rumah (PR) Anda. Anda hendaknya tidak menyuruh orang lain mengerjakan PR Anda, bukan? Jika orang lain yang mengerjakan maka Anda telah bertindak curang. Demikian kurang lebih analoginya.

Lalu berapa lama dibutuhkan guna menemukan cara memadamkan “cahaya”? Jawabnya berbeda-beda bagi setiap orang. Bisa sehari, dua hari, enam hari, seminggu, sebulan, setahun, sepuluh tahun, lima puluh tahun, dan yang terburuk adalah seumur hidup. Bahkan mungkin seumur hidup Anda tidak akan sanggup menyelesaikan PR Anda tersebut. Semuanya bergantung pada tekad dan kesungguhan Anda dalam mengerjakan PR.

Anda juga tidak mungkin menyuruh orang lain memadamkan “cahaya”-nya setiap kali bayang-bayang masa lalu itu muncul. Ibaratnya Anda tidak mungkin mengetuk pintu rumah tetangga-tetangga Anda setiap kali Anda ingin memadamkan lilin. Misalnya malam ini Anda akan mengetuk pintu rumah tetangga Anda bernama A tatkala Anda hendak memadamkan lilin Anda. Kemarin Anda meminta B. Besoknya akan meminta C. Ini jelas mustahil dan para tetangga itu mungkin akan terganggu dengan tindakan Anda. Mereka juga mungkin sibuk memadamkan lilinnya masing-masing. Jadi yang hendaknya memadamkan “cahaya” itu adalah diri Anda sendiri. Bukan orang lain.

 Selamat mengerjakan pekerjaan rumah (PR) Anda. Semoga bermanfaat.

 Artikel menarik lainnya silakan kunjungi https://www.facebook.com/groups/339499392807581/