BEBERAPA KIAT DAN LATIHAN UNTUK MENJADI KAYA

BEBERAPA KIAT DAN LATIHAN UNTUK MENJADI KAYA

.

Ivan Taniputera.

26 Maret 2017

.

Banyak orang merasa hidupnya tidak pernah sejahtera dan senantiasa bertanya-tanya mengapa demikian halnya. Ternyata ada sikap-sikap batin yang menjauhkan rejeki dari kita. Berikut ini saya akan membagikan beberapa kiat dan latihan yang dapat memperbaiki sikap batin tersebut. Sebagai tambahan, kiat-kiat dan latihan ini bukanlah ciptaan saya, melainkan saya dengar dari beberapa orang bijaksana yang sempat saya jumpai dalam hidup saya. Karena saya rasa sangat bermanfaat, maka saya akan membagikannya pada sebanyak mungkin pembaca. Jika Anda ingin hidup Anda berbahagia, maka silakan bagikan juga artikel ini seluas-luasnya. Hidup Anda akan beruntung.

.

1) JANGAN PERNAH MENGATAKAN MAHAL

.

Saat memperoleh jawaban mengenai harga barang yang kita tanyakan, tidak jarang kita mengatakan, “Tidak jadi, harganya mahal.” Kita tidak pernah menyadari bahwa perkataan semacam itu sama dengan menyumpahi atau mengutuki diri kita sendiri agar hidup miskin. Bagaimana logikanya? Sangat sederhana. Jika Anda mempunyai banyak uang, tidak ada yang mahal bagi Anda bukan? Oleh karenanya, jangan sekali-sekali mengatakan bahwa sesuatu itu mahal. Setelah menyadari kebenaran ini, saya melatih diri agar tidak mengatakan sesuatu itu mahal. Lalu apakah yang harus kita katakan? Kita dapat dengan sopan mengatakan, “Terima kasih atas jawabannya. Harga yang ditawarkan sangat kompetitif, namun sementara saya akan tampung dahulu.” Dengan demikian, semua pihak akan merasa puas dan dihargai. Apabila kita mengatakan barang dagangan seseorang mahal, maka mungkin ia akan tersinggung. Dengan membuat orang lain tersinggung kita telah menaburkan energi negatif.

.

2) JANGAN PERNAH MENGATAKAN TIDAK PUNYA UANG.

.

Anda tentu pernah didatangi oleh salah seorang sahabat yang hendak meminjam uang pada Anda. Karena tidak ingin meminjaminya uang, Anda mungkin menolak dengan menyatakan sebagai berikut, “Maaf, saya tidak punya uang.” Entah benar-benar punya uang atau tidak, hal ini juga sama dengan mendatangkan kutuk kemiskinan pada diri Anda. Anda mengutuki diri Anda sendiri tidak punya uang. Kata-kata ini jelas merupakan semacam “mantra” yang mengundang kemiskinan pada diri Anda. Saya juga melatih diri menghindarkan kata-kata semacam ini. Lalu bagaimanakah jawaban kita tatkala ada sahabat yang hendak meminjam uang dan kita karena berbagai pertimbangan atau alasan tidak ingin meminjaminya uang? Saya pernah mengalami hal semacam itu dan menyatakan sebagai berikut, “Maaf, saya tidak mau persahabatan kita dicemari masalah uang. Jika seandainya engkau tidak dapat mengembalikannya, persahabatan kita terancam rusak. Lebih baik saya tidak meminjamimu uang dan persahabatan kita tetap terjaga” Demikianlah yang saya katakan dan masalah selesai.

.

Demikianlah kiat yang ingin saya bagikan hari ini. Jangan pernah mendatangkan energi kemiskinan pada diri Anda, melainkan undanglah selalu energi kesejahteraan dengan mengembangkan sikap batin yang tepat. Anda harus selalu merasa diri Anda sejahtera. Jangan ucapkan kata-kata yang mengutuki diri sendiri dan mendatangkan jerat kemiskinan pada diri Anda. Bagi Anda yang telah membaca artikel ini, maka silakan bagikan pada sebanyak mungkin kenalan Anda. Dengan membagikannya Anda sudah beramal dan mendatangkan keberuntungan bagi diri Anda sendiri. Namun jika bersikap kikir dan malas membagikannya, maka jerat kemiskinan dengan segera akan membelenggu Anda selamanya.

.

Salam sejahtera dan kemakmuran.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . 

 

 

 

. PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

ILMU KEKAYAAN KUBERA (KUVERA)

ILMU KEKAYAAN KUBERA (KUVERA)

Ivan Taniputera
24 Juni 2014

Kubera3

Kubera atau Kuvera merupakan dewa kemakmuran dalam tradisi India. Beliau dianggap sebagai penguasa kawasan utara. Dalam agama Buddha, Beliau juga dikenal sebagai Vaisravana atau Jambhala. Kubera digambarkan memegang permata berbentuk buah dan seekor tikus. Kuvera merupakan makhluk suci pemurah yang menganugerahkan kemakmuran.Berikut ini adalah yantra bagi Kubera.

Kuberayantra1

Yantra adalah suatu diagram suci yang ada kaitannya dengan makhluk-makhluk suci tertentu. Biasanya berisikan simbol-simbol suci, aksara mantra suci, atau angka-angka. Mungkin ada yang bertanya mengapa angka-angka? Ini adalah pertanyaan menarik. Semenjak zaman Yunani kuno para filsuf meyakini bahwa angka-angka mempunyai getaran gaib. Jika kita kita mencoba sedikit mempelajari teori string dalam fisika modern, maka partikel-partikel sub atomik terdiri dari string-string yang bergetar. Getaran ini mempunyai frekuensi yang dapat dilambangkan dengan angka tertentu. Jadi, secara sederhana segala sesuatu adalah getaran. Segala sesuatu adalah angka. Diri kita, semua makhluk, dan seluruh jagad raya pada hakikatnya adalah angka. Oleh karenanya, menaruh angka-angka pada yantra bukanlah sesuatu yang aneh, karena hal itu mencerminkan hakikat segala sesuatu.

Pada praktiknya yantra tersebut dapat digambarkan pada buah, seperti gambar di bawah ini.

Kuberabuah

Buah tersebut bisa dibungkus dan dibawa ke mana-mana, ditaruh pada laci uang, atau dipasang di atas pintu rumah, dengan harapan agar getaran yantra tersebut dapat menarik keberuntungan.

FILOSOFI KUBERA-BELAJAR ILMU KEKAYAAN DARI KUBERA

Banyak orang mungkin menganggap bahwa praktik pemujaan kepada Kubera itu hanya menambah keserakahan saja. Pandangan semacam ini adalah pandangan yang sangat picik, sempit dan dangkal. Banyak pelajaran mendalam yang dapat kita tarik dari Kubera. Pertama-tama Kubera adalah selalu memberi, namun Beliau tidak pernah jatuh miskin. Ini mengajarkan pada kita sikap kemurah-hatian. Apabila kita senantiasa memberi, tidak hanya uang melainkan juga pengetahuan pada semua makhluk, maka kita tidak akan semakin miskin. Kita malah akan semakin kaya. Jadi pelajaran pertama adalah kemurah-hatian.

Pelajaran kedua adalah, Kubera senantiasa membawa tikus. Dalam tradisi dan budaya tertentu, tikus adalah hewan yang dianggap rajin. Ia selalu mengumpulkan makanan. Dengan demikian, hal ini mengajarkan kita agar senantiasa bersikap rajin. Bukan hanya mengumpulkan materi atau harta kekayaan saja; melainkan kita juga harus senantiasa mengumpulkan pengetahuan, baik pengetahuan duniawi maupun pamungkas.

Pelajaran ketiga, Kubera memegang permata berbentuk buah, yang dapat mengabulkan keinginan setiap makhluk. Apakah ini justru memperkuat keserakahan? Tidak. Itu sekali lagi merupakan pandangan yang picik, sempit, dan dangkal. Pengabulan pamungkas segenap keinginan sesungguhnya adalah merealisasi pembebasan dari segenap kemelekatan. Permata berbentuk buah itu melambangkan buah-buah spiritual pamungkas, yakni pembebasan dari segenap hawa nafsu keinginan. Jika kita tidak mempunyai hawa nafsu keinginan lagi, bukankah itu berarti bahwa setiap hawa nafsu keinginan telah terkabul?  Hal ini adalah realisasi spiritual termulia. Jadi, adalah tidak benar kalau dikatakan bahwa menjalankan praktik Kubera atau Jambhala adalah memupuk keserakahan, sebagaimana dituduhkan oleh pihak-pihak tertentu yang juga masih tebal benih ke”aku”an-nya. Jikalau benih ke”aku”an-nya masih tebal, bagaimana mungkin ia dapat membimbing orang lain menuju pembebasan dari ke”aku”-an? Sesuatu yang sangat tidak masuk akal. Bagaimana mungkin orang buta menuntun orang buta?

Demikianlah sepintas perkenalan kita terhadap filsafat kekayaan Kubera. Semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain sebagainya silakan kunjungi:

https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

grupastrologi