ILMU KEBERUNTUNGAN: MENGHARAPKAN YANG BURUK PADA ORANG LAIN SAMA DENGAN MENGHARAPKAN YANG BURUK PADA DIRI SENDIRI

ILMU KEBERUNTUNGAN: MENGHARAPKAN YANG BURUK PADA ORANG LAIN SAMA DENGAN MENGHARAPKAN YANG BURUK PADA DIRI SENDIRI

Ivan Taniputera

4 Juni 2015

 

Salah seorang teman berkonsultasi pada saya mengenai usaha tokonya yang sepi. Selama mengenal teman ini, saya mengetahui bahwa ia gemar memaki-maki atau mengata-ngatai pelanggan beserta orang yang kurang disukainya. Ia mengharapkan sesuatu yang buruk menimpa mereka. 

Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini, marilah kita merenungkan apa dampak yang mungkin terjadi jika kita mengharapkan sesuatu yang buruk pada orang lain, dalam hal ini pelanggan atau rekan bisnis kita. 

 

Pertama-tama, seorang pengusaha atau pebisnis tidak akan bisa bertahan jika tidak ada pelanggannya. Seorang pengusaha memerlukan rekan bisnis agar dapat bertahan. Jika tidak ada rekan bisnis dari mana ia akan mendapatkan barang-barang yang dijualnya? Setiap orang saling membutuhkan satu sama lain. Ini adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri. Barangsiapa yang hendak memungkiri fakta ini, maka ia harus menghasilkan segala sesuatunya seorang diri; dari hulu ke hilir. Apakah ada yang sanggup?

 

Kedua, setiap pelanggan adalah potensial. Entah pelanggan itu disukai atau tidak, semuanya berpotensi memberikan keuntungan pada kita. 

 

Dengan demikian, bijaksanakah jika seorang pedagang atau pemilik toko mengharapkan yang buruk menimpa para pelanggannya, entah pelanggan disukai atau tidak? Mari kita renungkan sebagai berikut, seandainya harapan buruk orang tersebut pada langganan-langganannya terlaksana, dan mereka sungguh-sungguh menjadi bangkrut, bukankah pelanggan-pelanggannya akan hilang atau berkurang? Jika pelanggan-pelanggannya hilang atau berkurang bukankah bisnisnya sendiri akan merosot? Jika bisnisnya merosot, bukankah itu berarti bahwa kebangkrutan sudah berada di pintu gerbangnya sendiri? Dengan demikian, nampak nyata bahwa mengharapkan sesuatu yang buruk pada orang lain, sama denga mengharapkan yang buruk pada diri sendiri. Jadi mengharapkan sesuatu yang buruk pada orang lain adalah tidak bijaksana.

 

Seorang pelanggan hendaknya mengharapkan sesuatu yang baik pada semua orang. Jika semua orang hidup makmur, bukankah daya beli mereka akan meningkat. Dengan demikian, mereka berpeluang membeli semakin banyak di tokonya. Jika semakin banyak orang berbelanja di tokonya, bukankah ia akan bertambah makmur. Mengharapkan kesejahteraan pihak lain adalah berarti mengharapkan kesejahteraan bagi diri sendiri. 

 

Selanjutnya, secara logis, jika harapan buruk bagi orang lain, akan menghadirkan emosi-emosi negatif dalam pikiran dan batin kita. Dengan demikian, kemampuan kita dalam bekerja menjadi berkurang. Kita tidak akan sanggup lagi membaca peluang-peluang baik bisnis kita. Kita berpeluang mengambil keputusan-keputusan bisnis yang salah. Terlebih lagi, wajah akan menjadi tidak menyenangkan. Jika begitu, apakah orang senang berbisnis dengan kita? 

 

Menurut metafisika China, keberuntungan manusia itu bergantung pada tiga faktor, yakni Langit, Bumi, dan Manusia. Faktor Langit adalah nasib dibaca berdasarkan gerakan bintang-bintang (ilmu nasib atau astrologi). Berdasarkan ilmu pengetahuan modern, ini menyangkut faktor cuaca, iklim, keadaan ideologi-politik-ekonomi suatu negara, dan lain sebagainya. Faktor Bumi ini misalnya adalah Fengshui. Berdasarkan kacamata modern, mungkin mengacu pada strategis dan tidaknya suatu lokasi. Mudah dicapai atau tidak. Faktor manusia mengacu pada diri manusia itu sendiri, misalnya bagaimana ia berusaha, berpandangan, dan bersikap. 

 

Banyak orang hanya menitik-beratkan pada faktor Langit dan Bumi saja, tetapi lupa pada faktor Manusia. Padahal tidak jarang, faktor Manusia dapat menghapuskan keunggulan yang berasal dari kedua faktor lainnya. Sebagai contoh, seseorang hidup pada zaman perekonomian sedang baik dan mempunyai toko atau tempat usaha yang paling strategis di sebuah kota sangat ramai. Namun jika ia lebih suka bermalas-malasan dan jarang membuka tokonya, menurut Anda apakah ia akan menjadi pengusaha sukses? Jadi jangan lupa, faktor Manusia bagaimana pun juga amat sangat penting dan jangan dilupakan. Perhitungan Fengshui sehebat apa pun tidak akan bermanfaat bagi orang malas atau berkepribadian buruk. Termasuk gemar mengharapkan sesuatu yang buruk bagi orang lain. Semua faktor harus kita perhatikan dengan baik. 

 
 

ORANG YANG SERING MENDOAKAN ORANG LAIN MURAH REJEKI, MAKA DIRINYA PUN AKAN MURAH REJEKI. 

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, petuah keberuntungan, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan metafisika, silakan kunjungi:

 

Advertisements

RAMALAN PETANGAN ACHLI NOEDJOEM DENGAN TIGA DADU: MENANYAKAN KEBERUNTUNGAN

RAMALAN PETANGAN ACHLI NOEDJOEM DENGAN TIGA DADU: MENANYAKAN KEBERUNTUNGAN

Ivan Taniputera

12 Maret 2015

 

Seseorang menanyakan ramalan keberuntungannya. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba metoda Ramalan Petangan Achli Noedjoem Dengan Tiga Dadu. 

 
 

Pertama-tama kita memilih salah satu di antara 30 pertanyaan berikut ini. 

 
 

1.Pengharepan……. bole atawa tida?

2. Peruntungan ……. bagimana?

3. Ini hari….. rugi apa untung?

4. Tinggal di negeri….. bagimana?

5. Orang jang pigi lekas dateng apa tidak?

6. Barang jang hilang, bisa dapet apa tidak dan siapa jang ambil?

7. Itu orang keada’annja bagimana?

8. Kalu mau pigi djauh hari apa baiknja?

9.Itu orang tjinta hati sama saja apa tidak?

10. Kedjodoannja… baik apa tidak?

11. Orang jang bunting beranak Laki atawa Perempuan?

12. Orang jang sakit lekas baik atawa tidak?

13. Orang jang dapet susa bole ampun atawa tidak?

14. Ini hari banjak baiknja apa banjak susahnja?

15. Impinan alamat apa, baik atawa tidak?

16. Mau pigi tjari pindjeman uang dapet atawa tidak?

17. Dimana saja punja peruntungan?

18. Itu rumah ditinggali baik atawa tidak?

19. Orang jang berkelahi Laki-Bini kedjadiannja kaja apa?

20. Orang perkara menang apa kalah?

21. Kabarnja di rumah bagimana?

22. Kedutan ini ada alamat apa?

23. Kawan ini ada luar biasa, alamat apa itu?

24. Deradjat; apa bisa naik pangkat?

25. Peruntungan Anak Laki bagimana?

26. Peruntungan Anak Perempuan bagimana?

27. Tjarik mantu baiknja bagimana?

28. Bersero dagang baik apa tidak?

29. Kerdja sendiri apa baik turut orang?

30. Menagih utang dapet apa tidak?

 

Kemudian kita melemparkan tiga buah dadu dan mencatat hasilnya.

 
 

Di sini pertanyaannya adalah nomor 2. Lalu didapatkan hasil sebagai berikut: 1-1-1, dengan demikian jawabannya adalah:

 

“Kau punja untung terlalu lama dapetnja.”

 

Oleh karenanya kita boleh menafsirkan jika penanya ingin mengetahui usaha  atau proyek yang ditekuninya, maka itu butuh waktu dalam membuahkan hasil. Jika yang ditanya peruntungan secara umum, maka dalam waktu dekat ini belum ada keberuntungan besar yang dapat dicapai. Masih harus bersabar dan yang penting adalah terus berusaha.

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel menarik lainnya mengenai Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain silakan kunjungi:

 

RAMALAN 42 PERUMPAMAAN: PERTANYAAN MENGENAI KEBERUNTUNGAN

RAMALAN 42 PERUMPAMAAN: PERTANYAAN MENGENAI KEBERUNTUNGAN

Ivan Taniputera

1 Maret 2015

 

Seseorang menanyakan pada saya mengenai pekerjaannya sepi. Karena pada hari ini saya ingin mencoba metoda Ramalan 42 Perumpamaan, maka saya akan menggunakannya.

 

Didapatkan Perumpamaan nomor 39, yang penjelasannya adalah sebagai berikut:

 

“Demikianlah djoega kerap kali hal goeroe-goeroe. Djikalau anak-anak jang beroleh ilmoe oleh pengadjaran goeroenja, telah lepas dari pada tangannja, djarang sekali mereka itoe tahoe membalas goena .”

 

Ini dapat ditafsirkan sebagai berikut:

 

1) Hati-hati dalam menolong orang, karena bisa-bisa mereka tidak membalas budi kebaikan Anda. Teliti dahulu sebelum menolong orang lain. Jika bisa bersikap iklas lebih baik lagi. Jangan mengharapkan balasan.

 

2) Hati-hati dalam berbisnis karena kemungkinan ada hutang yang tidak dibayar. Bisa juga ditafsirkan ada orang yang sudah mengambil barang Anda, namun mereka lari dan tidak membayarnya.

 

Demikianlah kurang lebih penafsirannya. Lebih baik berhati-hati dan jangan mudah percaya pada orang lain. Disarankan agar jangan menghutangi orang lain. Jika ada yang mau mengambil barang dagangan Anda, maka mereka sebaiknya membayar di muka.

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel-artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain, silakan kunjungi:

 

RAMALAN 42 PERUMPAMAAN: PERTANYAAN MENGENAI REJEKI ATAU KEBERUNTUNGAN

RAMALAN 42 PERUMPAMAAN: PERTANYAAN MENGENAI REJEKI ATAU KEBERUNTUNGAN

Ivan Taniputera

28 Februari 2015

.

 

Seseorang menanyakan pada saya mengenai rejeki atau keberuntungannya. Karena pada hari ini saya ingin mencoba metoda Ramalan 42 Perumpamaan, maka saya akan menggunakannya.

 

Didapatkan Perumpamaan nomor 2, yang penjelasannya adalah sebagai berikut:

 

“Kebanjakan orang, apabila ia mengehendaki barang soeatoe apa dengan inginnja, djika tiada didapatnja barang itoe, ditjatjatnja, lagi poera-poera katanja “ta’ soeka.”

 

Berdasarkan hasil ramalan di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa kemungkinan Anda sedang dilanda kekecewaan atau akan dilanda kekecewaan. Anda telah atau sedang mendambakan sesuatu hasil, yang sangat Anda harapkan akan berhasil. Meskipun demikian, apa yang Anda harapkan itu kemungkinan tidak akan tercapai, sehingga Anda merasa kecewa, padahal Anda sudah sangat mengharapkannya. Kemungkinan Anda akan berbalik merasa kesal dengan harapan-harapan tersebut dan sebagai obat atas kekecewaan Anda, maka Anda barangkali akan mencoba menanamkan perasaan, bahwa Anda sesungguhnya tidak benar-benar mengharapkannya, atau apa yang diharapkan itu sesungguhnya tidak bermanfaat bagi Anda. 

 

Di sini ramalan tersebut dapat pula mengacu pada seseorang, misalnya ada orang yang sudah Anda kenal baik menjanjikan sesuatu, namun ternyata meleset. Akibatnya Anda merasa kecewa dan berbalik menjauhi orang tersebut. 

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Fengshui, Astrologi, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi:

 

RAMALAN GAMBAR UMBUL: BAGAIMANA MENINGKATKAN KEBERUNTUNGAN

RAMALAN GAMBAR UMBUL: BAGAIMANA MENINGKATKAN KEBERUNTUNGAN

.

Ivan Taniputera

22 Januari 2015

.

Seseorang menanyakan bagaimana meningkatkan usaha atau keberuntungannya.

Karena saya sedang mengadakan percobaan atau eksperimen dalam menggunakan gambar umbul sebagai sarana meramal. Saya lalu menarik sebuah kartu umbul dan mendapatkan kartu nomor 35 sebagai berikut:

 
 

 
 

Nampak pada gambar dua orang yang sedang bercakap-cakap. Salah seorang baru saja mendapatkan pertolongan. Oleh karenanya, dapat ditafsirkan bahwa dalam usaha saat ini sudah sering mendapatkan pertolongan atau bantuan dari orang lain. Nampak orang mengenakan pakaian kuning dan merah. Ini menandakan bahwa pekerjaan yang baik ada kaitannya dengan elemen tanah dan api. Selain itu di belakang ada latar belakang pohon-pohonan. Jadi pekerjaan yang cocok adalah juga elemen kayu. Dengan demikian, ada tiga elemen pekerjaan yang cocok:

 

1. Tanah

2. Api

3. Kayu

 

Selain itu, harus juga meningkatkan pengetahuan penanya.

 

Di belakang terdapat gambar polisi lalu lintas sedang mengatur lalu lintas, yang memerintahkan agar lalu lintas dari kiri dan kanan berjalan. Ini menandakan bahwa sebenarnya usaha-usaha atau pekerjaan Anda sudah berjalan. Nampak bahwa ada beberapa usaha di sini dan itu sudah berjalan.

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel-artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi:

 
 

RAMALAN PETANGAN SAM GOAN LIE TJENG: BAGAIMANA MENINGKATKAN KEBERUNTUNGAN?

RAMALAN PETANGAN SAM GOAN LIE TJENG: BAGAIMANA MENINGKATKAN KEBERUNTUNGAN?

 .

Ivan Taniputera

3 Januari 2015

.

Seseseorang menanyakan pada saya mengenai bagaimana meningkatkan keberuntungan. Saya akan menggunakan metoda ramalan petangan Sam Goan Lie Tjeng untuk menjawab pertanyaan tersebut.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Didapatkan hasil:

1. Surat (Angka)

2. Macan (Gambar)

3. Macan (Gambar)

4. Surat (Angka)

5. Surat (Angka)

6. Macan (Gambar)

Ramalan Nomor 6 atau Hong To

Syairnya:

“Ini ramalan sifatnja baik sekali,

Meskipun sebagai buruh atau kuli,

Untungnja bisa didapat, tidak ketjuali,

Tjuma isinja tak begitu djeli.

Tapi dihari jang kedepan,

Ada mempunjai banjak harapan,

Dalam sepuluh terlihat delapan,

Seupama mantjing zonder umpan.

Tegasnja:

Redjeki ada, buat sekarang tjuma tiba tjukup.

Segala urusan terusa terlalu dipikir, meskipun datang satu perubahan. Lambat tjepatnja waktu itu, bergantung sama keadaan.

Kalau mau dagang, dipermulaan tahun jang datang, baik sekali. Sampai di  itu waktu Djie-un mulai terbuka.

Tjutgwapun besar harapan, mungkin dapatkan djodo.

-Kalau ada urusan:

Perkara, tidak berachir djelek.

Penjakit, lekas sembuh.

Pepergian, kembali dengan selamat.

Kehilangan, sedikit harapan.

Warisan, bisa dapat. (Kalau kepala S, rewel dan lama).”

Berdasarkan ramalan di atas, maka pada saat sekarang keberuntungan itu ada. Hasil akan tetap mengalir, hanya saja mungkin tidak banyak, tetapi akan berkecukupan. Bila Anda membutuhkan sesuatu, maka selalu dapat terpenuhi. Dengan demikian, tidak perlu terlalu banyak pikiran. Kelak bisa ada perubahan. Dalam berdagang maka tahun depan, keadaannya akan sangat baik. Oleh karena itu, peruntungan tahun depan lebih baik. Disarankan agar terus bekerja apa pun yang Anda tekuni.

Semoga bermanfaat.

Artikel-artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain silakan kunjungi:

MENGAPA KUCING INI SELALU BERUNTUNG DAN MENDATANGKAN KEBERUNTUNGAN?

MENGAPA KUCING INI SELALU BERUNTUNG DAN MENDATANGKAN KEBERUNTUNGAN?

Ivan Taniputera

6 Desember 2014

.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 .

Selamat siang, para pembaca sekalian di mana pun berada. Saya menemukan gambar patung kucing yang lucu ini. Konon bagi yang meyakininya patung kucing ini dapat mendatangkan keberuntungan. Karena kucing ini dipercayai dapat mendatangkan keberuntungan, maka tentu saja kucing ini secara logika juga harus selalu beruntung, bukan? Jika tidak beruntung, bagaimana ia dapat mendatangkan keberuntungan?

Pada hari Sabtu ini marilah kita merenungkan, mengapa kucing ini selalu beruntung dan dapat mendatangkan keberuntungan bagi mereka yang ada di sekitarnya?

 
 

Penyebab utama, mengapa kucing itu selalu beruntung dan mendatangkan keberuntungan adalah karena ia selalu tersenyum. Sang Keberuntungan suka pada senyuman. Sang Keberuntungan tidak suka pada mereka yang berwajah cemberut atau menatap dengan kebencian. Sang Keberuntungan tentu akan berkata pada dirinya sendiri, “Ah, lihat orang itu cemberut wajahnya dan matanya penuh kebencian. Tentu ia juga tidak suka pada saya. Jadi saya tidak usah datang padanya. Lihat orang itu wajahnya berbahagia dan selalu tersenyum. Tentu ia berbahagia melihat saya dan tersenyum padaku. Ia menyukaiku, jadi biarlah saya datang padanya.” Jelas sekali bahwa Keberuntungan hanya mau hadir pada mereka yang tersenyum. Demikianlah penyebab utama mengapa kucing itu selalu beruntung.

 

Selanjutnya kita menyaksikan bahwa patung kucing itu membawa kertas bertuliskan Ruyi (如意), yang artinya adalah “Terjadi sesuai kehendak.” Kucing tersebut selalu optimis bahwa visi dan misinya pasti akan tercapai. Ia tidak akan mudah putus asa dan terjerumus ke dalam pesimisme. Selain itu, ia juga berharap agar orang lain juga tercapai kehendaknya. Tentu saja, kehendak di sini adalah kehendak yang baik dan wajar. Setiap orang ingin bahagia dalam artian sejahtera lahir dan batin. Oleh karena itu, ia senantiasa berharap agar “semua makhluk dalam keadaan sejahtera.” Demikanlah penyebab kedua, mengapa kucing itu selalu beruntung.

 

Patung kucing itu juga membawa patung kucing kecil lain yang bertuliskan Cai (財). Artinya adalah “rejeki.” Rejeki di sini bukan hanya untuk sang kucing sendiri saja. Ia bersedia berbagi rejeki. Sambil berbagi pun ia masih tetap tersenyum. Oleh karenanya, patung kucing tersebut hendak mengajarkan bahwa beramal juga merupakan sumber keberuntungan. Beramal jangan dilihat dari jumlahnya, namun dari kerelaan hati. Anda hanya rela menyumbang seratus Rupiah, tidak masalah. Dua ratus rupiah? Tidak juga masalah. Berapa saja yang penting dengan kerelaan hati.

 

Keempat senyuman sang kucing juga dimaksudkan karena ia turut bersuka cita atas segenap kebaikan hati yang dilakukan orang lain. Itulah karenanya ia selalu tersenyum. Meskipun kebaikan hati itu bukan kita yang melakukan sendiri, namun kita tetap dapat berbahagia karenanya. Ada orang yang iri hati atau memendam kedengkian atas kebaikan hati yang dilakukan orang lain. Tentu saja ini adalah sumber ketidak-beruntungan. Dengan berbahagia atas kebaikan atau kemurahan hati yang dilakukan orang lain, maka kita juga turut menuai keberuntungan bagi diri sendiri dan orang lain.

 

Yang kelima dan terakhir, patung kucing tersebut membawa botol yang terbuat dari labu. Konon itu adalah botol labu wasiat yang dapat menampung seluruh alam semesta. Oleh karena itu, kita juga harus siap menampung segenap wawasan. Jangan berpandangan sempit. Pandangan sempit justru akan mengusir segenap keberuntungan. Pandangan atau wawasan kita adalah ibaratnya pintu masuk bagi Keberuntungan. Jika pintunya terlalu sempit, maka Sang Keberuntungan akan enggan masuk.

Sudahkah kita tersenyum hari ini?

Semoga bermanfaat.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Fengshui, Astrologi, Bazi, Ziweidoushu, petuah kehidupan, metafisika, dan lain-lain silakan kunjungi:

 

grupastrologi