GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEBERUNTUNGAN KHUSUSNYA DALAM HAL PERDAGANGAN

GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEBERUNTUNGAN KHUSUSNYA DALAM HAL PERDAGANGAN.

.

Ivan Taniputera.

19 September 2016.

.

 
 

.

Hari ini saya memuat gambar wallpaper yang dapat meningkatkan energi keberuntungan dalam percintaan. Salah seorang teman menanyakan mengenai gambar wallpaper ponsel atau laptop yang dapat meningkatkan keberuntungan.

.

Oleh karenanya, saya lalu menciptakan gambar ini. Sebenarnya ada banyak gambar yang berkaitan dengan “hokkie” atau keberuntungan. Saya berpedoman pada ilmu Fengshui klasik dan hanya memberikan sedikit kemasan modern padanya. Kapal-kapalan telah banyak dipergunakan oleh para praktisi Fengshui di daratan China. Oleh karenanya, gambar kapal-kapalan tentunya juga baik dipergunakan sebagai wallpaper. Energinya dapat membantu meningkatkan keberuntungan dalam bisnis, khususnya yang terkait dengan perdagangan, ekspor impor, ekspedisi, perkapalan, dan lain sebagainya. Barangkali di luar bisnis-bisnis tersebut masih bisa mendapatkan manfaat, hanya saja tidak sebesar bidang-bidang usaha sebagaimana tersebut di atas.

. Bagaimana logika bekerjanya gambar ini? Sangat sederhana. Ponsel memancarkan radiasi dan gelombang, bukan? Gelombang dan radiasi itulah yang akan memancarkan energi keberuntungan gambar kapal pembawa komoditas berharga tersebut. Sebaliknya jika Anda memasang gambar bernuansa buruk, suram, atau tidak senonoh maka energi buruk pula yang akan terpancar. Selamat mencoba.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . 

 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

RAMAL PANUJUMAN UNTUK MENANYAKAN MENGENAI KEBERUNTUNGAN

RAMAL PANUJUMAN UNTUK MENANYAKAN MENGENAI KEBERUNTUNGAN

.

Ivan Taniputera.

27 Maret 2016.

.

 
 
 

Ini adalah ramalan yang berasal dari buku “Ramal Panujuman.” Buku ini aslinya ditulis dalam bahasa Jawa.

Caranya, pilih salah satu di antara 30 pertanyaan di bawah ini: 

 

.

1.Apakah dapat memperoleh keuntungan?

2.Mendapatkan keuntungan atau kerugian?

3.Apakah harapan itu dapat tercapai?

4.Apakah rekan atau sahabat itu dapat dipercaya?
5.Apakah bepergian sekarang baik?
6.Apakah makna impian itu?
7;.Apakah makna kedutan itu?
8.Apakah lebih baik pindah ke negara/ tempat lain?
9.Apakah orang itu mencintaiku?
10.Apakah orang yang sakit itu dapat disembuhkan?
11.Siapakah dokter yang perlu diundang/ dikunjungi agar dapat memperoleh kesembuhan?
12.Apakah sudah saatnya naik pangkat?
13.Jika berspekulasi saat ini akan menang atau kalah?
14.Bagaimanakah nasib anak laki-laki ini?
15.Bagaimanakah nasib anak perempuan ini?
16.Manakah yang lebih baik, berusaha sendiri atau bekerja pada orang lain?
17.Apakah orang yang telah pergi itu akan kembali lagi?
18.Apakah akan memperoleh anak laki-laki atau perempuan?
19.Apakah orang yang sedang dilanda kesusahan itu akan memperoleh pertolongan?
20.Di manakah saya dapat memperoleh keberuntungan?
21.Apakah saya dapat memperoleh kemenangan pada perkara ini?
22.Apakah suami/istri yang telah pergi itu akan kembali lagi atau akankah terjadi perpisahan?
23.Apakah orang yang sedang berada di tengah peperangan itu akan selamat?
24.Apakah barang yang hilang dapat ditemukan kembali?
25.Apakah akan berjumpa dengang orang yang dicari?
26. Apakah pernikahan itu akan membuahkan hasil baik?
27.Dari manakah mendapatkan menantu terbaik?
28.Hari apakah yang baik bagi pernikahan?
29. Apakah menagih hutang akan dibayar?
30. Apakah perjalanan usaha ini berhasil atau tidak?

.

 
 
 

Selanjutnya pilih salah satu di antara huruf-huruf pada kotak terlampir. Cara memilih boleh dengan menutup mata lalu menggerak-gerakkan jari Anda pada kotak-kotak di atas. Setelah dirasa cukup, silakan periksa jatuh di huruf apakah jari Anda. Cara lain boleh dengan menuliskan huruf-huruf di atas pada kartu dan Anda pilih secara acak.

.

Seseorang menanyakan pertanyaan nomor 3 dan memperoleh jawaban C.

.

Untuk mengetahui jawabannya, kita menggunakan lembaran tabel yang disebut “Raen Pituduh.” Cari angka berapa yang merupakan pertemuan antara nomor 3 dan jawaban C.

.

 
 

 
 
 

Ternyata angkanya adalah 1, jadi kita membuka lembar jawaban C dan mencari angka 1. Hasilnya adalah:

.

“Manawa ngati-ati kalawan ati ora djail, pangarep-arep iku bisa kasembadan.”

.

Terjemahan:

.

“Jika berhati-hati dan tidak memendam niat jahat, harapan itu dapat terlaksana.”

.

Ramalan di atas menyatakan bahwa jika Anda berniat tulus dan senantiasa bertindak waspada dan berhati-hati, maka segenap harapan itu dapat terlaksana.

.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . .

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

HU (CHINESE TALISMAN) UNTUK PERLINDUNGAN DAN KEBERUNTUNGAN

HU (CHINESE TALISMAN) UNTUK PERLINDUNGAN DAN KEBERUNTUNGAN

.

Ivan Taniputera.

20 Maret 2016

.

Saya menjumpai hu sebagai berikut.

.

 
 
 

Saya akan mencoba menguraikan makna aksara-aksara China yang terdapat pada hu tersebut.

Bagian 1 terdapat aksara 奉勍 (Fengqing), yang berarti “menghaturkan hormat.”

.

Bagian 2 terdapat aksara 太上老君 (Taishang Laojun), yang merupakan gelar bagi Lao Zi, yakni pendiri Daoisme.

.

Bagian 3 terdapat aksara 道德天尊 (Daode Tianzun), yang juga merupakan gelar bagi Lao Zi.

.

Pada latar belakang hu memang terdapat gambar Lao Zi.

.

Bagian 4 terdapat aksara 福德正神 (Fude Zhengshen), yang merupakan nama dewa. Dalam lafal Hokkian, Beliau dikenal sebagai Hok Tek Cin Sin.

.

Bagian 5 terdapat aksara 炤財童子 (Zhaocai Tongzi) atau Kumara Pemberi Rejeki.

.

Sayangnya barisan aksara sebelah kiri gambarnya buram, sehingga tidak terbaca.

.

Sementara itu, dibagian bawah aksara bertuliskan Fude Zhengshen (bagian 6), terdapat aksara yang dapat disepadankan dengan bunyi “Om” dalam mantra-mantra India.

.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . .

 
PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

TATA CARA MANDI UNTUK MEMBERSIHKAN DIRI DARI KESIALAN

TATA CARA MANDI UNTUK MEMBERSIHKAN DIRI DARI KESIALAN

Ivan Taniputera

17 Januari 2014

Seseorang berkonsultasi pada saya dan menyatakan bahwa dirinya sedang dirudung oleh kesialan. Apa pun yang dikerjakan olehnya tidak membuahkan hasil dan selalu gagal. Ia menanyakan apa yang seharusnya dilakukan. Setelah melakukan penelaahan, nampak bahwa energi kehidupan atau vitalitas batin orang yang bersangkutan sedang mengalami penurunan.

 

Menurut ilmu metafisika, jika vitalitas atau kebugaran batin seseorang sedang mengalami penurunan, maka energinya akan menjadi negatif (陰 yin), sehingga frekuensinya juga semakin dekat dengan alam yin. Dengan kata lain, ia akan mudah “ditempeli” oleh “makhluk-makhluk halus.” Selanjutnya, “makhluk-makhluk halus” itu akan menghambat keberuntungan orang tersebut, sehingga seolah-olah keberuntungan menjauh darinya. Apa yang dikerjakan sering menjumpai kegagalan. Pikiran juga akan dilanda keputus-asaan. Ia akan merasa tidak tentu arah dan tidak tahu lagi apa yang dilakukan.

 

Bagaimanakah cara mengatasi hal ini? Satu-satunya pemecahan adalah kebugaran batin atau energi kehidupannya harus ditingkatkan kembali. Lalu barangkali pembaca akan bertanya kembali, bagaimanakah caranya? Salah satu caranya adalah dengan ritual mandi. Sebenarnya ritual mandi untuk membersihkan diri dari hawa negatif ini adalah dalam banyak tradisi dan budaya. Bahkan di dalam salah satu Sutra Agama Buddha Mahayana yang berjudul Suvarnaprabhasa Sutra (金光明經 Jing Guang Ming Jing) juga dijelaskan mengenai tata cara ritual mandi. 

 

Kita akan menggunakan tata cara ritual mandi yang sederhana saja.

 

1.Sediakan air hangat, jangan terlalu panas. Yang penting Anda merasa nyaman dengannya.

2.Sediakan bunga tujuh rupa, garam, dan jahe yang telah dipotong-potong.

3.Masukkan semua bahan pada poin nomor 2 ke dalam ember yang berisikan air hangat. Aduk hingga menyebar ke dalam air.

 

Sebelumnya mandi dan keramas dahulu dengan air bersih. Setelah itu bacalah doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing guna membangkitkan kemantapan hati. Intinya adalah memohon agar pikiran menjadi tenang dan dijauhkan dari segenap halaman hidup. Bagi yang beragama Buddha, bunga tujuh rupa boleh diganti dengan bunga persembahan pada altar Buddha dan Bodhisattwa. Boleh juga ditambahkan abu bekas pembakaran dupa. Jika menggemari terapi bebauan (aroma therapy), maka boleh ditambahkan wewangian yang disukai.

 

Kemudian guyurkanlah air hangat yang sudah diberi garam, jahe, dan bunga tujuh rupa tadi ke tubuh, mulai dari kepala hingga seluruh tubuh. Jika memiliki bathup dapat juga berendam ke dalamnya. Pusatkan pikiran Anda pada guyuran air hangat tersebut, seperti sedang bermeditasi.

Setelah selesai, basuh tubuh Anda dengan air bersih.

Ritual ini dapat diulang beberapa kali sesuai kebutuhan. Hari melakukan ritual sebaiknya dipilih hari yang baik bagi Anda.

Intisari ritual ini adalah menenangkan pikiran. Jika pikiran sudah terang, maka vitalitas batin Anda secara bertahap akan mengalami peningkatan.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Untuk artikel menarik lainnya silakan buka https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

KERTAS JIMAT DEWA PENOLONG

KERTAS JIMAT DEWA PENOLONG

Ivan Taniputera

3 Agustus 2015

.

.

Kertas berwarna merah ini bisa kita dapatkan kalau membeli uang-uangan kertas di toko alat sembahyang tradisi Tiongkok. Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas makna kertas tersebut.

Pada bagian bagian atas kertas tertera tulisan 接引貴人符 (Jiē yǐn guìrén fú) atau dapat diterjemahkan sebagai “Jimat Berjumpa Dengan Bintang Penolong” Guiren atau Dewa Penolong ini dalam dialek Hokkian juga dikenal sebagai Kwie Jien.

Di sebelah kanan terdapat tulisan 招財進寶 (Zhāocái jìn bǎo) atau dapat diterjemahkan sebagai “Mencari Rejeki Mendapatkan Harta Pusaka.” Dengan demikian, kita boleh mengartikannya sebagai harapan mendapatkan nasib baik.

Di sebelah kiri terdapat tulisan 合家平安 (Héjiā píng’ān) atau “Seluruh Keluarga Damai Sejahtera).

Oleh karena itu, kita dapat memahami bahwa tulisan-tulisan di atas merupakan doa atau harapan baik.

Pada kotak atas paling kanan tertulis 東方貴人 (Dōngfāng guìrén) atau Dewa Penolong dari Penjuru Timur.

Pada kotak bawah paling kanan tertulis 北方貴人 (Běifāng guìrén) atau Dewa Penolong dari Penjuru Utara.

Pada kotak kedua atas dari kanan tertulis 財帛星君 (Cáibó xīng jūn) atau Dewa Bintang Kekayaan.

Pada kotak kedua bawah dari kanan tertulis 童男貴人 (Tóng nán guìrén) atau Dewa Penolong Pria Mulia.

Pada kotak kedua atas dari kiri tertulis 西方貴人 (Xīfāng guìrén) atau Dewa Penolong dari Penjuru Barat.

Pada kotak kedua bawah dari kiri tertulis 南方貴人 (Nánfāng guìrén) atau Dewa Penolong dari Penjuru selatan.

Pada kotak atas paling kiri terdapat gambar fu atau talisman.

Pada kotak bawah paling kiri tertulis 帶財童子 (Dài cái tóngzǐ) atau Kumara Pengikat Rejeki.

Oleh karenanya, gambar-gambar pada kertas tersebut melambangkan dewa-dewa penolong yang berasal dari empat penjuru. Kertas itu mewakili harapan agar kita berjumpa dengan dewa penolong di mana pun kita berada.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Fengshui, Astrologi, Bazi, Ziweidoushu, dan lain sebagainya, silakan kunjungi:

https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

ILMU KEBERUNTUNGAN: MENGHARAPKAN YANG BURUK PADA ORANG LAIN SAMA DENGAN MENGHARAPKAN YANG BURUK PADA DIRI SENDIRI

ILMU KEBERUNTUNGAN: MENGHARAPKAN YANG BURUK PADA ORANG LAIN SAMA DENGAN MENGHARAPKAN YANG BURUK PADA DIRI SENDIRI

Ivan Taniputera

4 Juni 2015

 

Salah seorang teman berkonsultasi pada saya mengenai usaha tokonya yang sepi. Selama mengenal teman ini, saya mengetahui bahwa ia gemar memaki-maki atau mengata-ngatai pelanggan beserta orang yang kurang disukainya. Ia mengharapkan sesuatu yang buruk menimpa mereka. 

Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini, marilah kita merenungkan apa dampak yang mungkin terjadi jika kita mengharapkan sesuatu yang buruk pada orang lain, dalam hal ini pelanggan atau rekan bisnis kita. 

 

Pertama-tama, seorang pengusaha atau pebisnis tidak akan bisa bertahan jika tidak ada pelanggannya. Seorang pengusaha memerlukan rekan bisnis agar dapat bertahan. Jika tidak ada rekan bisnis dari mana ia akan mendapatkan barang-barang yang dijualnya? Setiap orang saling membutuhkan satu sama lain. Ini adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri. Barangsiapa yang hendak memungkiri fakta ini, maka ia harus menghasilkan segala sesuatunya seorang diri; dari hulu ke hilir. Apakah ada yang sanggup?

 

Kedua, setiap pelanggan adalah potensial. Entah pelanggan itu disukai atau tidak, semuanya berpotensi memberikan keuntungan pada kita. 

 

Dengan demikian, bijaksanakah jika seorang pedagang atau pemilik toko mengharapkan yang buruk menimpa para pelanggannya, entah pelanggan disukai atau tidak? Mari kita renungkan sebagai berikut, seandainya harapan buruk orang tersebut pada langganan-langganannya terlaksana, dan mereka sungguh-sungguh menjadi bangkrut, bukankah pelanggan-pelanggannya akan hilang atau berkurang? Jika pelanggan-pelanggannya hilang atau berkurang bukankah bisnisnya sendiri akan merosot? Jika bisnisnya merosot, bukankah itu berarti bahwa kebangkrutan sudah berada di pintu gerbangnya sendiri? Dengan demikian, nampak nyata bahwa mengharapkan sesuatu yang buruk pada orang lain, sama denga mengharapkan yang buruk pada diri sendiri. Jadi mengharapkan sesuatu yang buruk pada orang lain adalah tidak bijaksana.

 

Seorang pelanggan hendaknya mengharapkan sesuatu yang baik pada semua orang. Jika semua orang hidup makmur, bukankah daya beli mereka akan meningkat. Dengan demikian, mereka berpeluang membeli semakin banyak di tokonya. Jika semakin banyak orang berbelanja di tokonya, bukankah ia akan bertambah makmur. Mengharapkan kesejahteraan pihak lain adalah berarti mengharapkan kesejahteraan bagi diri sendiri. 

 

Selanjutnya, secara logis, jika harapan buruk bagi orang lain, akan menghadirkan emosi-emosi negatif dalam pikiran dan batin kita. Dengan demikian, kemampuan kita dalam bekerja menjadi berkurang. Kita tidak akan sanggup lagi membaca peluang-peluang baik bisnis kita. Kita berpeluang mengambil keputusan-keputusan bisnis yang salah. Terlebih lagi, wajah akan menjadi tidak menyenangkan. Jika begitu, apakah orang senang berbisnis dengan kita? 

 

Menurut metafisika China, keberuntungan manusia itu bergantung pada tiga faktor, yakni Langit, Bumi, dan Manusia. Faktor Langit adalah nasib dibaca berdasarkan gerakan bintang-bintang (ilmu nasib atau astrologi). Berdasarkan ilmu pengetahuan modern, ini menyangkut faktor cuaca, iklim, keadaan ideologi-politik-ekonomi suatu negara, dan lain sebagainya. Faktor Bumi ini misalnya adalah Fengshui. Berdasarkan kacamata modern, mungkin mengacu pada strategis dan tidaknya suatu lokasi. Mudah dicapai atau tidak. Faktor manusia mengacu pada diri manusia itu sendiri, misalnya bagaimana ia berusaha, berpandangan, dan bersikap. 

 

Banyak orang hanya menitik-beratkan pada faktor Langit dan Bumi saja, tetapi lupa pada faktor Manusia. Padahal tidak jarang, faktor Manusia dapat menghapuskan keunggulan yang berasal dari kedua faktor lainnya. Sebagai contoh, seseorang hidup pada zaman perekonomian sedang baik dan mempunyai toko atau tempat usaha yang paling strategis di sebuah kota sangat ramai. Namun jika ia lebih suka bermalas-malasan dan jarang membuka tokonya, menurut Anda apakah ia akan menjadi pengusaha sukses? Jadi jangan lupa, faktor Manusia bagaimana pun juga amat sangat penting dan jangan dilupakan. Perhitungan Fengshui sehebat apa pun tidak akan bermanfaat bagi orang malas atau berkepribadian buruk. Termasuk gemar mengharapkan sesuatu yang buruk bagi orang lain. Semua faktor harus kita perhatikan dengan baik. 

 
 

ORANG YANG SERING MENDOAKAN ORANG LAIN MURAH REJEKI, MAKA DIRINYA PUN AKAN MURAH REJEKI. 

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, petuah keberuntungan, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan metafisika, silakan kunjungi:

 

RAMALAN PETANGAN ACHLI NOEDJOEM DENGAN TIGA DADU: MENANYAKAN KEBERUNTUNGAN

RAMALAN PETANGAN ACHLI NOEDJOEM DENGAN TIGA DADU: MENANYAKAN KEBERUNTUNGAN

Ivan Taniputera

12 Maret 2015

 

Seseorang menanyakan ramalan keberuntungannya. Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba metoda Ramalan Petangan Achli Noedjoem Dengan Tiga Dadu. 

 
 

Pertama-tama kita memilih salah satu di antara 30 pertanyaan berikut ini. 

 
 

1.Pengharepan……. bole atawa tida?

2. Peruntungan ……. bagimana?

3. Ini hari….. rugi apa untung?

4. Tinggal di negeri….. bagimana?

5. Orang jang pigi lekas dateng apa tidak?

6. Barang jang hilang, bisa dapet apa tidak dan siapa jang ambil?

7. Itu orang keada’annja bagimana?

8. Kalu mau pigi djauh hari apa baiknja?

9.Itu orang tjinta hati sama saja apa tidak?

10. Kedjodoannja… baik apa tidak?

11. Orang jang bunting beranak Laki atawa Perempuan?

12. Orang jang sakit lekas baik atawa tidak?

13. Orang jang dapet susa bole ampun atawa tidak?

14. Ini hari banjak baiknja apa banjak susahnja?

15. Impinan alamat apa, baik atawa tidak?

16. Mau pigi tjari pindjeman uang dapet atawa tidak?

17. Dimana saja punja peruntungan?

18. Itu rumah ditinggali baik atawa tidak?

19. Orang jang berkelahi Laki-Bini kedjadiannja kaja apa?

20. Orang perkara menang apa kalah?

21. Kabarnja di rumah bagimana?

22. Kedutan ini ada alamat apa?

23. Kawan ini ada luar biasa, alamat apa itu?

24. Deradjat; apa bisa naik pangkat?

25. Peruntungan Anak Laki bagimana?

26. Peruntungan Anak Perempuan bagimana?

27. Tjarik mantu baiknja bagimana?

28. Bersero dagang baik apa tidak?

29. Kerdja sendiri apa baik turut orang?

30. Menagih utang dapet apa tidak?

 

Kemudian kita melemparkan tiga buah dadu dan mencatat hasilnya.

 
 

Di sini pertanyaannya adalah nomor 2. Lalu didapatkan hasil sebagai berikut: 1-1-1, dengan demikian jawabannya adalah:

 

“Kau punja untung terlalu lama dapetnja.”

 

Oleh karenanya kita boleh menafsirkan jika penanya ingin mengetahui usaha  atau proyek yang ditekuninya, maka itu butuh waktu dalam membuahkan hasil. Jika yang ditanya peruntungan secara umum, maka dalam waktu dekat ini belum ada keberuntungan besar yang dapat dicapai. Masih harus bersabar dan yang penting adalah terus berusaha.

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel menarik lainnya mengenai Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain silakan kunjungi: