BUKU HODJO GELLO TENTANG KEBATINAN KARYA TAN TIK SIOE

BUKU HODJO GELLO TENTANG KEBATINAN KARYA TAN TIK SIOE.

.

Ivan Taniputera.

8 Desember 2016

.

 
 

.

Judul: Hodjo Gello

Penulis: Tan Tik Sioe

Jumlah halaman: 15

.

Buku ini berisikan berbagai petuah kehidupan dan kebatinan. Salah satunya adalah tentang mencari menantu yang baik:

.

“Djika orang kajah1 ada poenja anak Estri bakal tjarikin toenangan?….. tjariklah! jang saderhanah, djangan terlaloe kajah, pendek asal adat boedinja tjoekoep soedah bagoes….., djangan liat matjem bagoes atau bergas of ganteng …….., tjarik jang otaknja bersi dan jang berakal djoedjoer.” (halaman 9).

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

.

 
 

 
 
 

.

 

.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Advertisements

BUKU PETUAH KEHIDUPAN, ILMU KEBATINAN, DAN SPIRITUAL KARYA DEWA TAN TIK SIOE (TAN TIK SIOE SIAN)

BUKU PETUAH KEHIDUPAN, ILMU KEBATINAN, DAN SPIRITUAL KARYA DEWA TAN TIK SIOE (TAN TIK SIOE SIAN)

Ivan Taniputera

3 September 2015

.

Judul: Djemparing Soeling: Moestika Koemala Boenga Tjepaka Tjina II

Terdapat keterangan: Ilmoe Woelang Hoetomo di bagian rasa sedjatie dari pada pengrasah sedjatie.

Penulis: Dewa Tan Tik Sioe (1884-1929)

Jumlah halaman: 76

Tahun terbit: 1920

 

Buku ini berisikan berbagai petuah kehidupan dan juga hal-hal terkait ilmu kebatinan. Berikut ini adalah daftar isinya.

 
 

Berikut ini adalah contoh syairnya nasihat kehidupan (halaman 23):

 

“Daon pisang si kajoe djati,

Daon keniker poehon sembodja,

Malang melintang kersanja widi,

Tida memikir doenia bradja.”

 

Pada halaman 26 dapat kita baca:

 

“Djangan orang membatja ini boekoe 1-2-3 kali sadja lantas lempar swara kasini-sana berlaga-laga ada 1 goeroe, beloen mengenalin oedjoeng bongkotnja soeda orang kebanjakan brani omong in elmoe pendapetannja dari pringetannja sendiri, dari moeda mendapet dradjat doewet, boektinja soeda banjak jang begitoe.

 

Ka I omong kosong.

Ka II omong djoesta.

Ka III sering loepa dan menghinain lain orang.

Ka IV poerak-poerak dan menipoe.

Ka V omong wadi.

 

Memanglah orang bodo jang ta’ mengenalin 1 bidji elmoe jang bersi djika ada orang menanja ja lantas sadja bikin 1 alesan omongan wadi, tapi kita bilang bodolah! dia.

 

Pada halaman 63 diulas mengenai Raden Werkudara atau disebut juga Bima, yakni salah seorang di antara lima pandawa:

 

“R. Werkoedara memakei bertjoendoek ja! boenga poedak sinoempoet, bermaksoed R. Werkoedara pandei melinjapkin segala tjemar dari pada kabetjikan.”

 

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

 

 
 
 

 

 

 

 
 

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU KARYA DEWA TAN TIK SIOE (TAN TIK SIOE SIAN) TENTANG KEBATINAN, RESEP OBAT TIONGHOA, DAN LAIN SEBAGAINYA

BUKU KARYA DEWA TAN TIK SIOE  (TAN TIK SIOE SIAN) TENTANG KEBATINAN, RESEP OBAT TIONGHOA, DAN LAIN SEBAGAINYA

Ivan Taniputera

2 September 2015

.

Judul: Rasa Sedjati: Boengah Tjepaka Tjina Java, Ilmoe Woelang Hoetomo Wilis Adem Hati

Penulis: Tan Tik Sioe Sian (Dewa Tan Tik Sioe, 1884-1929)

Jumlah halaman: 115

Buku ini berisikan berbagai macam hal, seperti resep obat dan nasihat-nasihat kebatinan beserta spritualisme.

Berikut ini adalah contoh halaman yang berisikan resep obat.

Seperti pada gambar di atas, maka resep obat itu tercantum dalam aksara Tionghoa, dengan sedikit keterangan di bawahnya. Terdapat sekitar 30 resep obat.

Selanjutnya terdapat berbagai syair nasihat.

“ikan moong sing di poelo batoe,

ikan bader, tambang, segaran,

oentoeng roegi, dijawamoe itoe,

hatimoe keder, djadi seselan.” (halaman 28).

Terdapat pula nasihat:

“Djangan pertjajakin segala kitab-kitab goeroe-goeroe-goeroe nenek goeroe, pertjajakinlah timboel dari hatimoe sendiri.”

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN BERISIKAN NASIHAT-NASIHAT SPIRITUAL DAN KEBATINAN RAMA MURTI (TAN TEK SIOE SIAN)

BUKU HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN BERISIKAN NASIHAT-NASIHAT SPIRITUAL DAN KEBATINAN RAMA MURTI (TAN TEK SIOE SIAN)

.

Ivan Taniputera

27 Februari 2015

.

 
 
 

Judul: Rasa Soetjie Terbitnja Hatie: Boekoe Die Dalem Pringetan Poro Lelakoe Lakik2 Saheer Begawan.

Penulis: Rama Murti (1884-1929, Tan Tek Sioe Sian)

Tahun tebit: 1918

Jumlah halaman: 30

 

Buku ini berisikan syair-syair nasihat spiritual dan petuah kehidupan karya Rama Murti (Tan Tek Sioe Sian). Sebagai contoh di halaman 6 disebutkan agar kita senantiasa waspada dalam kehidupan:

 

“Eeh bener kitalah inget

Elingnja lakoe katja di hati

Eeh tinerlah lantas di iket

Elingnja rahaijoe sifatnja widi.”

 

Selanjutnya pada halaman 15 terdapat nasihat:

 

“Siapa bersajang pada Alah! ja Alah! sajangken kamoe.”

 

Pada halaman 19 disebutkan bahwa hati merupakan pengendali kehidupan manusia:

 

“Ka I djiwa, Ka II njawa, Ka III raga, Siapalah ! ja mempoenjain dia?, dan siapa ja berkwasain dia? Hati jang kwasain djiwa raga, dan njawa, in moestail sekali, itoe hati ada ini kakoewasakaan? itoe hati, ja katjoewali pindjem sadja boekan?”

 

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

 

 

 

 
 

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU KEBATINAN TENTANG WEJANGAN DAN AJARAN BERBAGAI GURU SPIRITUAL ILMU KESEMPURNAAN

BUKU KEBATINAN TENTANG WEJANGAN DAN AJARAN BERBAGAI GURU SPIRITUAL ILMU KESEMPURNAAN

 –

Ivan Taniputera

13 Oktober 2014

.

Judul: Ilmoe Wedjangan Goeroe-goeroe

Penerbit: Boekhandel Tan Khoen Swie, Kediri, 1935

Jumlah halaman: 83

Pada bagian sampulnya tertulis:

“Mentjeritakan doea poeloeh matjam Wedjangan dari Goeroe-goeroe jang mengadjarkan Ilmoe Kesempoerna’an. Terhimpoen dari satoe persatoe Wedjangan.”

Buku ini meriwayatkan seseorang bernama Prastowo, di Surakarta, yang gemar beguru ilmu tua (ilmu kesempurnaan spiritual) dan senang berguru ilmu kebatinan:

“Pada waktoe itoe oemoernja sedang 17 taoen. Adapoen jang mendjadi sebabnja soeka bergoeroe itoe, jalah karena kerapkali mendenger pertjakapan handai-taulannja, jang seolah-olah dirahasiakan, sehingga ia tida boleh toeroet tjampoer dalam pertjakapan itoe. Hal jang demikikan menjebabkan akan boleh toeroet dalam pertjakapan itoe. Akan tetapi keinginannja itoe selaloe tinggal mendjadi keinginan sadja…”

Keinginan itulah yang mendorong Prastowo berguru pada berbagai guru spiritual.  Prastowo pertama-tama berguru pada Kijai Iman Mandrowo (halaman 5):

“Apabila orang bergoeroe pada kijai Imam Mandrowo, onkostnja ditentoekan, jaitoe: seorang f 10,- sedikitnja. Adapoen wang f10,- itoe, jang f 5,- boeat maskawin dan jang f 5,- lagi boeat onkost lain2, misalnja: ongkost memboeat slametan….”

Selanjutnya diriwayatkan mengenai pengajaran guru tersebut. Berikut ini adalah kutipan percakapan mereka:

“K (singkatan dari Kijai-penulis) “Anakda beloem bergoeroe lain, melainkan pada saja inikah?”

P (singkatan dari Prastowo-penulis) Begitoe, Kijai, baroe sekali ini bergoeroe.”

K “O, ja, itoelah sebabnja. Nah tjoba saja bertanja begini: Kalau anakda mempoenjai soedara, sampai lama tida bertemoe, apa namanja itoe?”

Prastowo sampai lama ta’ pandai mendjawab. kemoedian katanja:

P, “Ingat-ingat hanja lama tidak bertemoe itoelah namanja.”

K, “Bagaimana rasa hati anakda? Rasa hati itoelah jang saja tanjakan.”….”

Selanjutnya Prastowo juga berguru pada guru-guru lainnya. Buku ini meriwayatkan pengalaman Prastowo dalam menimba ilmu spiritual.

Berikut ini adalah daftar isinya:

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.