RAHASIA KEHIDUPAN: KITA ADALAH BAGIAN DARI SUATU FRAKTAL

RAHASIA KEHIDUPAN: KITA ADALAH BAGIAN DARI SUATU FRAKTAL.

.

Ivan Taniputera.

23 Februari 2019.
.
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai rahasia penting kehidupan. Kita merupakan suatu fraktal yang merupakan bagian dari suatu keutuhan. Pembahasan ini sangat penting bagi mereka yang menekuni dunia metafisika dan spiritual. Untuk jelasnya, silakan perhatikan gambar di bawah ini.
.

.

Kita akan memotong-motong gambar tersebut dan menyusunnya kembali sebagai berikut.
.
.
Gambar itu kita potong menjadi 18 bagian, kemudian bagian paling ujung kiri, yang kita sebut bagian pertama, kita pisahkan dan selanjutnya kita letakkan pada bagian terpisah yang untuk mudahnya kita sebut bagian urutan ganjil. Bagian berikutnya atau bagian kedua kita taruh pada bagian yang berbeda. Untuk kemudahannya, kita sebut bagian urutan genap. Bagian ketiga, kita letakkan di samping bagian pertama, yakni di bagian urutan ganjil. Bagian keempat kita letakkan di samping bagian kedua, yakni di bagian urutan genap. Bagian kelima, kita letakkan di samping bagian ketiga, yakni di bagian urutan ganjil. Demikian seterusnya. Jika proses ini sudah selesai dilakukan, kita mendapatkan gambar dua sosok badut. Pada gambar yang belum dipotong-potong terdapat seorang badut saja; namun kita dapat memotong-motong dan menyusun ulang, sehingga mendapatkan dua gambar badut. Bagaimana jika proses ini kita ulangi lagi bagi gambar dua badut itu? Kita akan memutarnya 90 derajat dan memotong-motong serta menyusun ulang, seperti pada proses sebelumnya. Berikut ini adalah hasilnya.
.

.

Dari gambar 2 sosok badut itu, jika dipotong-potong dan susun ulang, kita dapatkan gambar 4 badut. Kita akan mengulanginya, tetapi dengan arah potong membentuk 90 derajat terhadap arah potong sebelumnya. Berikut ini adalah hasilnya.
.

.

Kita dapatkan gambar 8 sosok badut. Meskipun bentuknya sudah mulai terdistorsi, tetapi kita masih dapat mengenali kedelapan sosok tersebut. Kita ulangi prosesnya, dimana arah potong diputar 90 derajat dengan arah potong proses sebelumnya. Kita dapatkan hasil sebagai berikut.
.
.
Kita dapatkan 16 gambar sosok badut. Meski gambar-gambarnya makin terdistorsi, kita masih dapat mengenali adanya keenam belas sosok tersebut. Kita akan mengulanginya kembali. Berikut adalah hasilnya.
.

.

Nampak bahwa sosok yang dihasilkan semakin banyak, tetapi makin terdistorsi, sehingga sulit dikenali dan ditentukan jumlahnya.
.
Berdasarkan hal ini, kita dapat menyimpulkan bahwa masing-masing sosok masih menyimpan informasi yang berasal dari gambar utuh pertama yang belum terbagi. Masing-masing sosok itu sama-sama merupakan bagian dari keutuhan. Tidak ada bagian yang bertambah maupun berkurang. Kita dapat mengatakan bahwa bagian suatu sosok terkait pula dengan bagian lainnya, yang sama-sama berasal dari gambar utuh sebelum terpotong-potong dan berkali-kali mengalami penyusunan ulang. Karena itulah, jika kita kaitkan dengan metafisika baik Barat maupun Timur, tidak mustahil mendapatkan informasi mengenai kehidupan seseorang melalui kedudukan benda langit saat ia dilahirkan (ilmu Astrologi) atau konfigurasi elemen pada tahun, bulan, hari, serta jam waktu kelahirannya (ilmu Bazi). Meskipun informasi itu kelihatannya terpisah tetapi tidak demikian halnya. Semuanya adalah bagian dari suatu keutuhan. Kepribadian seseorang terpetakan pula pada kedudukan benda langit saat ia dilahirkan. Ini adalah informasi-informasi yang terkait satu sama lain dan merupakan bagian suatu keutuhan (holistik).
.
Seringkali kita salah menyangka bahwa informasi-informasi itu merupakan sesuatu yang terpisah dan tidak terhubung satu sama lain. Ini adalah pandangan yang keliru. Semakin kita memecah-mecahnya, semakin pula sesuatu itu nampak terdistorsi. Realita ini diwakili secara jelas oleh gambar-gambar di atas. Semakin banyak gambar sosoknya, makin pula wujudnya terdistorsi, sehingga sulit dikenali lagi. Itulah sebabnya, kita perlu berhenti memecah-mecah realita. Kuncinya adalah memahami bahwa kita semua adalah bagian keutuhan dan perlu mengembalikan berbagai pengetahuan atau informasi yang sudah dipotong-potong serta disusun ulang itu pada keadaan awalnya berupa keutuhan nan tak terbagi-bagi. Barulah semuanya menjadi jelas. Tidak ada lagi yang terdistorsi. Wujudnya nampak jelas dan sempurna. Inilah yang menjadi tugas para penekun spiritual.
.
Pengetahuan mengenai rahasia fraktal kehidupan ini sangatlah penting. Sebagai praktisi metafisika, kita jadi mengetahui rahasia di balik ilmu-ilmu yang kita pelajari. Kita mulai sanggup memahami prinsip bekerjanya ilmu-ilmu seperti Astrologi dan Bazi. Sementara itu, para penekun spiritual akan mengetahui apakah tujuan utama spiritualisme. Kita runut ulang tahapan-tahapannya kembali pada keutuhan. Jangan sampai terbalik dan makin terpecah-pecah, sehingga distorsi makin parah dan begitu pula halnya dengan ketidak-jelasan beserta kebingungan.
.

.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, silakan bagikan pada orang-orang yang Anda kasihi.
.
Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . .
.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.
Advertisements

SAYA MEMBERIKAN SEMINAR DI FAKULTAS FILSAFAT UNIVERSITAS PARAHYANGAN BANDUNG TENTANG ASTROLOGI

SAYA MEMBERIKAN SEMINAR DI FAKULTAS FILSAFAT UNIVERSITAS PARAHYANGAN BANDUNG TENTANG ASTROLOGI

.

Ivan Taniputera.

6 November 2018.

.

.

Pada tanggal 26 Oktober 2018, saya mendapatkan undangan dari fakultas filsafat Universitas Parahyangan untuk memberikan seminar mengenai ilmu Astrologi, dengan topik “Zodiac and the Meaning of Life.” Seminar dimulai pada sekitar pukul 18.30 dan berakhir pada kurang lebih pukul 19.00. Pada seminar tersebut, saya membahas mengenai seluk beluk beserta sekilas sejarah ilmu Astrologi Barat dan Timur.

.

Saya membukanya dengan menjelaskan apakah makna ilmu Astrologi itu. Astrologi berasal dari bahasa Yunani: ἀστρολογία (Astrologia): ἄστρον astron (“bintang”) and λογία logia (“perkataan”). Jadi “Astrologi” secara harafiah berarti “perkataan bintang-bintang.” Adapun filosofi dasar ilmu Astrologi adalah kedudukan benda langit mempunyai pengaruh pada peristiwa di dunia dan manusia. Saya menjelaskan pula mengenai ilmu Astronomi agar diketahui apa perbedaannya dengan Astrologi. Istilah “Astronomi” juga berasal dari bahasa Yunani: ἀστρονομία (Astronomia): ἄστρον astron (“bintang“) dan νόμος nomos (“aturan.”). Jadi secara harafiah “Astronomi” berarti “aturan bintang-bintang.” Lalu apakah perbedaan di antara keduanya? Astronomi mempelajari benda-benda langit secara saintifik; sedangkan Astrologi mempelajari pengaruh benda langit pada manusia dan peristiwa di bumi. Sebagai contoh, Astronomi mempelajari aturan peredaran benda langit. Sementara itu, Astrologi mempelajari bagaimana pengaruh benda langit terhadap nasib seseorang atau peristiwa-peristiwa di dunia. Oleh karenanya, Astronomi dan Astrologi mempunyai tujuan yang berbeda.

.

Sepanjang sejarah telah terbentuk berbagai sistim Astrologi di dunia ini; seperti: Astrologi Mesir, Astrologi Babilonia, Astrologi Yunani, Astrologi India, Astrologi Tiongkok, Astrologi Maya, dan lain-lain. Beberapa sistim itu ada yang saling memengaruhi satu sama lain. Meskipun demikian, dalam seminar ini saya hanya mengulas Astrologi Barat dan Tiongkok secara panjang lebar.

.

Berikutnya, saya memaparkan mengenai makna zodiak. Istilah “zodiak” juga berasal dari bahasa Yunani: ζῳδιακός κύκλος (Zodiakos Kiklos) atau “lingkaran hewan-hewan kecil.” Zodiak ini telah berusia sangat tua dan berasal dari peradaban Babilonia kuno.

.

Saya lalu memaparkan seluk beluk ilmu Astrologi Barat, khususnya mengenai makna bagan Astrologi, secara singkat; misalnya tentang simbol planet dan zodiak (glyph), rumah atau istana, dan aspek (sudut antar planet). Dijelaskan pula mengenai bagan Astrologi modern dan abad pertengahan.

.

Pembahasan saya kemudian beralih pada ilmu Astrologi Tiongkok. Pertama-tama, saya menjelaskan mengenai 28 Xiu (宿). Barangkali Xiu ini merupakan padanan bagi zodiak dalam Astrologi Barat. Saya menampilkan peta 28 Xiu sebagai berikut.

.

.

Nampak pada peta di atas, 28 Xiu beserta perbandingan dengan rasi-rasi bintang modern. Kita dapat menyaksikan pula pembagian Xiu menjadi empat bagian; yakni Kura-kura Hitam (玄武 Xuanwu), Naga Hijau (青龍 Qinglong), Funiks Merah (朱雀 Zhuque), dan Harimau Putih (白虎 Baihu).

.

Berikut ini adalah daftar selengkapnya bagi keduapuluh delapan Xiu.

.

Kura-kura Hitam (玄武) : Arah Utara

.

•斗 atau 斗(Dǒu atau Nandou) = Gantang atau Gantang Selatan

•牛 (Niú) = Sapi

•女 (Nǚ) = Gadis

•虛 (Xū) = Kekosongan

•危 (Wēi) = Atap

•室 (Shì) = Perkubuan

•壁 atau 壁 (Bì atau Dongbi) = Dinding atau Dinding Timur.

.

Naga Hijau (青龍) : Arah Timur

.

•角 (Jiǎo) = Tanduk

•亢 (Kàng) = Leher

•氐 (Dǐ) = Akar

•房 (Fáng) = Kamar

•心 (Xīn) = Hati

•尾 (Wěi) = Ekor

•箕 (Jī) = Keranjang penampi.

.

Funiks Merah (朱雀) : Arah Selatan

.

•井 atau井(Jǐng atau Dongjing) Sumur atau Sumur Timur

•鬼 (Guǐ) Hantu

•柳 (Liǔ) Pohon Liu

•星 (Xīng) Bintang

•張 (Zhāng) Jaring terbentang

•翼 (Yì) Sayap

軫 (Zhěn) Kereta.

.

Harimau Putih (白虎) : Arah Barat

.

•奎 (Kuí) Kaki

•婁 (Lóu) Ikatan

•胃 (Wèi) Lambung

•昴 (Mǎo) Rambut

•畢 (Bì) Jaring

•觜 (Zī) Paruh kura-kura

•参 (Shēn) Tiga Bintang.

.

Dengan demikian, masing-masing bagian terdiri dari tujuh Xiu.

.

Saya juga membahas mengenai Sima Qian (司馬遷 abad pertama-kedua SM), salah seorang pakar Astrologi Tiongkok kuno. Selain karyanya tentang sejarah, Beliau juga menulis karya tentang Astrologi. Berikut ini terdapat sedikit kutipan dari karya Beliau:

.

“Saat Mars berada pada Xiu Xin dan Fang, para raja akan mengalami goncangan.”

.

Pada bagian selanjutnya, saya mengulas mengenai berbagai bentuk ilmu Astrologi Tiongkok, seperti Qizhengsiyu (七政四餘). Ini merupakan padanan bagi ilmu Astrologi Barat, karena benar-benar didasari oleh pergerakan benda langit secara langsung. Selain itu, masih terdapat Bazi (八字), Ziweidoushu (紫微斗數), Qimendunjia (奇門遁甲), Taiyishenshu (太乙神數), dan Daliuren (大六壬). Sebelumnya saya menjelaskan pula mengenai Yinyang (陰陽) , Lima Elemen (五行 Wuxing), dan siklus 60 Jiazi (甲子) . Berbeda dengan Qizhengshiyu, meski ada komponen-komponen Bazi yang dapat diturunkan dari gerakan benda langit, namun bagan Bazi sendiri tidak langsung mengacu pada pergerakan benda langit. Bintang-bintang dalam bagan Ziweidoushu juga tidak mencerminkan pola pergerakan benda langit yang sebenarnya. Saya telah memaparkan pula alasan dan contoh bagi hal tersebut. Untuk memahaminya tentu saja kita memerlukan pengetahuan mengenai dasar-dasar ilmu Astronomi.

.

Ternyata ilmu Bazi sendiri dahulunya hanya mengenal tiga pilar saja. Berikut ini sekilas sejarahnya. Li Xuzhong (李虛中) dari Dinasti Tang: hanya mengenal pilar tahun, bulan, dan hari; yang dipentingkan pilar tahun. Xu Ziping (徐子平) dari Dinasti Song telah mengenal empat pilar; yakni tahun, bulan, hari, dan jam; yang dipentingkan pilar hari. Itulah sebabnya, Bazi yang kita kenal sekarang berasal dari Xu Ziping.

.

Saya juga membahas mengenai 12 shio (肖) dan contoh-contoh kasus penerapan ilmu Astrologi, baik yang berasal dari dunia Barat maupun Timur.

.

Berikut ini adalah contoh kasus yang berasal dari Tiongkok.

.

Contoh pertama berasal dari negarawan terkemuka Dinasti Qing bernama Zeng Guofan (1811-1872). Sewaktu putera tertua Zeng Guofan akhirnya mempunyai anak pada usia 33 tahun, ia mendapati bahwa bagan Bazinya kekurangan elemen Air dan Api. Ia khawatir cucunya itu tidak berusia panjang. Menjelang akhir tahun, ternyata benar cucunya itu meninggal. Zeng lalu dengan sedih menyatakan bahwa semua itu sudah merupakan kehendak Langit. Yang dapat dilakukan hanyalah menerima semua itu dengan tenang serta mematuhinya dengan diam.

.

Ternyata di Tiongkok, tidak semua pemikir menyukai Astrologi atau ilmu ramalan. Penentang ilmu ramalan pada masa Dinasti Qing antara lain: Gu Yanwu, Lu Shiyi, Fengjing, dan Quan Zuwang memperlihatkan contoh-contoh kesalahan dalam ilmu ramal. Novel Rulin Waishi (The Scholars) juga memperlihatkan contoh-contoh semacam itu. Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing dalam perjalanan penyamarannya juga pernah menguji para peramal yang dijumpainya.

.

Berikut ini adalah contoh-contoh kasus yang berasal dari Barat.

.

Kita tentu telah mengenal nama Nostradamus (1503-1566). Beberapa penguasa pada zaman Nostradamus meminta saran padanya. Ramalan-ramalan Nostradamus juga masih menjadi bahan perbincangan hingga hari ini.

.

Ternyata ilmu Astrologi juga pernah diajarkan di universitas-universitas Eropa. Semasa akhir Abad Pertengahan di Eropa, Astrologi juga diajarkan pada berbagai universitas di Italia; sebagai contoh adalah Universitas Pavia di Milan. Astrologi diajarkan sebagai bagian studi kedokteran dan seni. Dengan demikian, pada masa itu diagnosa pasien juga melibatkan pembacaan bagan Astrologinya. Ini disebut medical Astrology (Astrologi Kedokteran). Para dokter di zaman dahulu menghitung pula bagan kelahiran Astrologi pasiennya sebagai bagian dari diagnosa. Lambat laun Astrologi dihilangkan dan dianggap sebagai pseudoscience (sains semu).

.

Galeazzo Sforza, duke Milan kelima (memerintah 1466-1476) merupakan salah seorang penguasa Eropa yang mempunyai ketertarikan kuat terhadap Astrologi dan mendasari penetapan kebijakan pemerintahannya pada Astrologi. Meskipun demikian, ia akan menghukum dengan kejam siapa saja yang berani memberikan prediksi buruk mengenainya. Salah seorang astrolog menyatakan bahwa masa pemerintahannya tidak akan mencapai 11 tahun. Astrolog itu dipenjara dan dibiarkan mati kelaparan tanpa diberi makan. Pada kenyataannya Galeazzo Sforza hanya memerintah selama kurang lebih 10 tahun.

.

Selama Perang Dunia II, baik pihak Sekutu maupun Poros menggunakan Astrologi sebagai alat propaganda.

.

Seminar ini diakhiri dengan tanya jawab.

.

Berikut ini beberapa foto lagi terkait seminar di atas.

.

.

.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . 

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

POHON DAN BAYANGANNYA

POHON DAN BAYANGANNYA.

.

Ivan Taniputera.

17 Juli 2018.

.

 

.

Suatu kali saya sedang mengadakan perjalanan ke sebuah negeri antah berantah. Pemandu saya, Pak Marques menuturkan mengenai sebuah desa yang bernama Desa Kebijaksanaan. Di sana terdapat seorang lanjut usia, yang biasa dipanggil Pak Pengetahuan. Ia gemar menuturkan kisah-kisah kebijaksanaan yang unik pada para warga desa. Konon semenjak usia mudanya, Pak Pengetahuan sudah menjadi tukang cerita. Karena warga di desa itu tidak begitu menggemari gadget beserta teknologi modern lainnya, maka kisah-kisah tuturan Pak Pengetahuan merupakan sumber hiburan utama bagi mereka. Saya berniat mengunjungi desa tersebut, karena saya menggemari tujuan wisata yang lain dari yang lain. Pak Marques kemudian mengatur perjalanan ke sana. Pada kesempatan kali ini saya hanya menuturkan ulang saja apa yang saya alami di desa tersebut.

.

Singkat cerita keesokan harinya saya tiba di Desa Kebijaksanaan selewat tengah hari; yakni sekitar pukul 01.00 siang. Pemandangan alam di sana tidaklah mengecewakan. Kami lalu menuju ke tempat kediaman Pak Pengetahuan. Ternyata di sana telah berkumpul para warga desa yang siap mendengarkan kisah Pak Pengetahuan. Mereka sedang beristirahat sejenak dari pekerjaan di ladang. Memang, sebagian besar penduduk desa bermata pencaharian sebagai peladang. Hasil utama desa mereka adalah jagung.

.

Siang itu, Pak Pengetahuan mengisahkan mengenai seseorang yang belum pernah melihat pohon. Tentu saja karena namanya sebuah kisah, maka kita janganlah terlalu mencoba mencernanya dengan logika, begitu pikir saya. Ia hanya mendengar penuturan teman-temannya bahwa pohon itu sangatlah indah. Ia lalu ingin melihat seperti apakah pohon itu. Orang itu, sebut saja namanya Si Pengelana, bertanya pada seorang profesor yang pandai, mengenai seperti apakah pohon itu. Profesor yang ditanya lalu menjelaskan secara panjang lebar mengenai pohon beserta ciri-cirinya. Setelah mendengar uraian sang profesor, ia lalu melangkah pergi dan mencari sesuatu dengan ciri-ciri seperti yang digambarkan profesor tersebut.

.

Saat berjalan, tiba-tiba mata Si Pengelana terpaku pada sebuah citra di tanah yang tak lain dan tak bukan adalah bayangan sebatang pohon. Ia berhenti sebentar dan mengamatinya. Ia lantas berkata, “Sungguh mirip sekali dengan apa yang digambarkan profesor yang kutanya tadi.” Tiba-tiba ia melompat penuh kegembiraan seraya berseru, “Oh inilah rupanya yang disebut pohon itu!” Si Pengelana terpaku dengan takjub. Ia merasa telah menemukan apa yang dicarinya. Demikianlah, Si Pengelana terus mematung di tempat tersebut dipenuhi luapan kegirangan batin luar biasa yang tak tergambarkan. Matanya terus mengamati citra di tanah tersebut. Entah berapa waktu telah berlalu.

.

Matahari semakin menggelincir ke arah barat dan malam pun tiba. Si Pengelana baru menyadari bahwa citra yang diamatinya penuh rasa takjub itu menghilang. Kegelapan menyelimuti tempat di sekitarnya. Tetapi yang lebih penting lagi adalah timbul perasaan sedih dan kehilangan yang luar biasa. Jika sebelumnya, ia merasakan kegembiraan meluap-luap; kini rasa sedih itu menjalari batinnya. Ke manakah perginya “pohon” yang dikaguminya itu. Karena hari telah menjadi gelap, Si Pengelana mengeluarkan korek dari saku bajunya. Ia menyalakan korek itu dan melihat ke sekeliling. Tiba-tiba dengan diterangi cahaya korek yang dinyalakannya, tidak jauh dari tempat tersebut, ia menyaksikan suatu sosok sedang berdiri dengan gagahnya. Ia mengamati sosok tersebut. Ternyata sosok itu justru jauh lebih mendekati gambaran mengenai pohon sebagaimana diuraikan sang profesor. Seluruh uraian sang profesor benar-benar bersesuaian dengan sosok tersebut. Bersesuaian secara sempurna tanpa ada yang terlewatkan.

.

Kegembiraan baru menjalari batin Si Pengelana. Kini ia tahu bahwa apa yang baru saja dilihatnya itu merupakan pohon sebenarnya. Bayangan sebuah pohon bisa menghilang sedangkan pohon yang sebenarnya tetap ada. Si Pengelana lalu memeluk pohon tersebut. Ia telah berjumpa dengan apa yang dicarinya.

.

Pak Pengetahuan mengakhiri kisahnya karena para warga desa hendak kembali ke ladang masing-masing. Para warga pun nampak puas dan bertepuk tangan.

.

Kisah ini bagi saya cukup menarik, tetapi saya sendiri tidak yakin dengan penafsiran saya terhadap makna filosofis cerita tersebut. Apakah para warga desa yang mendengarnya mengetahui makna filosofis tersebut? Entahlah. Apakah memang cerita itu hanya sekedar cerita saja tanpa mempunyai makna filosofis tertentu? Entahlah. Saya lalu mendekati Pak Pengetahuan dan menanyakan apakah makna kisah tersebut. Pak Pengetahuan hanya tersenyum dan berkata, “Temukanlah sendiri.”

.

“Apakah yang dimaksud dengan bayangan pohon itu?”

“Apakah yang dimaksud dengan pohon itu?”

“Siapakah sesungguhnya yang dimaksud dengan Si Pengelana?”

“Mengapa justru cahaya korek api yang kecil dapat menuntun Si Pengelana menemukan pohon sebenarnya?” “Mengapa malah bukan cahaya matahari?”

“Apakah yang dimaksud dengan cahaya korek api kecil pada kisah ini?”

.

Banyak pertanyaan yang timbul dalam benak saya. Apakah para pembaca mengetahui jawabannya? Apakah para pembaca ingin mengetahui jawabannya?

.

“Temukanlah sendiri.”

MEMILIH PEMIMPIN LAMA DAN BARU DI SEBUAH NEGERI ANTAH BERANTAH

MEMILIH PEMIMPIN LAMA DAN BARU DI SEBUAH NEGERI ANTAH BERANTAH.

.

Ivan Taniputera.

6 Mei 2018.

.

 

 

CATATAN: Kisah ini adalah sepenuhnya fiksi. Kemiripan nama dan jalan cerita hanyalah sepenuhnya kebetulan.

.

Dalam perjalanan saya mengunjungi sebuah negeri antah berantah tibalah saya di sebuah kota kecil. Karena hari telah menjelang senja singgahlah saya di sebuah kedai kopi. Saya juga hendak menanyakan di mana saya dapat bermalam di kota kecil tersebut sebelum meneruskan perjalanan menikmati keindahan hutan Amazonias keesokan harinya. Segera saya mencari meja yang kosong, karena sore itu kedai cukup penuh. Kebetulan saya mendapatkan meja kosong di dekat tiga orang yang sedang menikmati kopi pesanannya. Dua orang usianya masih agak muda; sedangkan satu lagi sudah lanjut usia dan mengenakan kaca mata. Karena jarak yang berdekatan saya dapat mendengar obrolan mereka dengan baik. Belakangan saya mengetahui bahwa kedua orang muda itu masing-masing bernama Sanchez dan Ramirez. Sementara orang tua itu mereka panggil Pak Tua Bijaksana.

.

Saya juga baru mengetahui bahwa tahun depan negeri itu akan memilih pemimpin baru mereka. Di Negeri Antah Berantah itu pemilihan pemimpin dilakukan setiap beberapa tahun sekali dan kebetulan tahun depan memang merupakan saat diselenggarakannya ajang pemilihan pemimpin baru. Seorang pemimpin yang sudah atau sedang menjabat dapat dipilih kembali. Demikianlah yang saya baca dari buku petunjuk wisata Negeri Antah Berantah.

.

Orang yang pada akhirnya saya ketahui bernama Sanchez memulai pembicaraan, “Pokoknya tahun depan pemimpinnya harus yang sekarang menjabat!”

.

Orang muda satunya yang dipanggil Ramirez nampak tidak mau kalah. Ia berkata, “Pokoknya tahun depan pemimpinnya harus yang baru!.”

.

Sanchez: “Yang lama!!!”

Ramirez: “Yang baru!!!”

.

Hampir saja mereka saling menggebrak meja. Dari percakapan mereka nampak jelas bahwa Sanchez merupakan pedukung pemimpin lama. Sebaliknya Ramirez menginginkan pemimpin baru. Saya kemudian mengetahui bahwa pemimpin lama, tahun depan hampir dipastikan akan mencalonkan diri kembali.

.

Tiba-tiba bapak tua yang menyertai mereka dan dari tadi diam saja berdehem dan mulai berbicara, “Bukankah tujuan kita kemari adalah menikmati lezatnya kopi kedai ini dan sejuknya udara sore? Apakah tujuan kita kemari untuk bertengkar?”

.

Sanchez dan Ramirez serentak berkata, “Bagaimana pendapat Pak Tua Bijaksana?”

.

Bapak tua yang dipanggil Pak Tua Bijaksana itu menjawab, “Bagaimanapun juga kita saat ini belum mengetahui siapakah saingan pemimpin lama yang hendak mencalonkan diri kembali tersebut. Apakah kalian sudah mengetahui siapakah calon pemimpin lainnya?”

.

Sanchez dan Ramirez menggelengkan kepalanya.

.

Pak Tua Bijaksana melanjutkan, “Kalau begitu untuk apa kalian bertengkar? Masih terlalu dini untuk menyatakan pilihan kalian. Jika apa saja yang dapat dipilih belum diketahui secara pasti, untuk apa kalian bersitegang masalah pilihan? Bukanlah itu berarti kalian meributkan sesuatu yang belum jelas? Apalagi sampai merusak suasana minum kopi yang menyenangkan ini.”

.

Mereka bertiga kemudian menghirup kopi masing-masing yang masih sedikit mengepulkan asap. Para pengunjung lain tidak mempedulikan percakapan mereka bertiga.

.

Pak Tua Bijaksana melanjutkan kembali perkataannya, “Aku akan memberikan sebuah analogi. Misalkan aku akan memberikan hadiah pada kalian tahun depan. Pilihan hadiahnya ada dua, namun salah satu akan kukatakan sekarang; yakni mobil. Sedangkan satu lagi belum mau kukatakan sekarang. Aku baru mau mengatakannya tahun depan saat ajang pemberian hadiah dibuka. Kalian belum mengetahui pilihan hadiahnya yang satu lagi. Lalu ada orang yang berkata bahwa ia mau mobil saja. Yang lain berkata bahwa ia tidak mau mobil. Nah, kemungkinannya ada dua. Bila ternyata hadiahnya yang satu adalah pesawat terbang, maka yang pertama akan kecewa. Ternyata ada hadiah yang jauh lebih baik, yakni pesawat terbang; padahal ia sudah memilih mobil. Namun jika ternyata hadiahnya yang satu adalah sepeda, maka orang kedua akan kecewa, karena ia sudah menolak mobil; sehingga harus menerima pilihan hadiah yang jauh lebih buruk. Tentunya dengan asumsi bahwa mereka masing-masing tidak boleh menjilat ludahnya sendiri.

.

Bapak tua itu berhenti sebentar untuk membetulkan letak kaca matanya dan menghirup kopi di cangkirnya. Kopi itu tentunya sudah agak dingin.

.

Ia melanjutkan lagi ucapannya, “Begitu pula dengan memilih pemimpin baru. Kita juga belum tahu apakah pada tahun depan ada calon lain yang lebih baik atau tidak. Terlalu dini untuk membicarakan hal tersebut. Aku sendiri netral. Jika ada calon yang sanggup membuktikan dirinya lebih baik, mengapa aku tidak memilihnya? Kita harus memilih pemimpin terbaik bagi Negeri Antah Berantah yang kita cintai ini. Bukankah demikian, Nak Sanchez dan Ramirez?”

.

Sanchez dan Ramirez mengangguk setuju.

.

Pak Tua Bijaksana berkata lagi, “Dari pada bertengkar, lebih baik masing-masing pihak berupaya memunculkan calon terbaiknya, khususnya yang menginginkan pergantian pemimpin tahun depan. Lebih baik munculkan konsep-konsep apa yang hendak mereka wujudkan bila terpilih kelak. Pemimpin lama lebih baik melakukan penilaian terhadap apa yang telah dikerjakan selama masa pemerintahannya. Coba ciptakan program-program yang lebih baik lagi. Apa yang keliru dan kurang baik hendaknya diperbaiki di masa mendatang. Seorang pemimpin tidaklah luput dari kesalahan dan kekurangan, tetapi pemimpin yang baik bersedia mengakui kesalahannya, meminta maaf, serta memperbaikinya di masa mendatang. Dengan demikian, masing-masing calon dapat saling beradu konsep. Sementara itu, para pendukung masing-masing calon juga jangan saling bertengkar apalagi bermusuhan. Tiap orang bebas menentukan pilihannya masing-masing. Mari kita pilih pemimpin yang terbaik. Tidak perlu terpaku pada satu sosok, melainkan pada program dan konsepnya bagi negara kita.

.

Mereka kemudian menghabiskan sisa kopi yang ada di cangkir masing-masing.

.

Pak Tua Bijaksana berkata, “Tak terasa sekarang sudah hampir gelap. Jam telah menunjukkan pukul tujuh malam. Aku hendak pulang dulu ke rumahku.”

.

Sanchez dan Ramirez juga hendak pulang ke rumah mereka masing-masing. Demikianlah, mereka bertiga beranjak meninggalkan meja dan menuju kasir.

.

Saya tiba-tiba teringat mengenai rumah penginapan yang saya perlukan malam itu. Saya juga bangkit berdiri ke meja kasir untuk membayar dan menanyakan letak rumah penginapan terdekat. Besok saya masih harus melanjutkan perjalanan saya. Demikianlah, sedikit pengalaman saya di kedai kopi Negeri Antah Berantah.

APAKAH DUNIA DALAM CENGKERAMAN ELIT GLOBAL?

APAKAH DUNIA DALAM CENGKERAMAN ELIT GLOBAL?

.

Ivan Taniputera.

8 Mei 2018.

.

 

 

.

Sore ini saya bertanya-tanya, tema apa lagi yang perlu saya tulis? Tiba-tiba dalam hati saya terdengar suatu suara, “Tulislah mengenai elit global.” Sejujurnya, sampai saat ini saya tidak memandang pembahasan mengenai keberadaan suatu elit global yang mencengkeram dunia sebagai hal yang serius. Apalagi mengenai teori konspirasi. Saya biasanya memandang hal-hal tersebut sebagai topik hiburan saja. Saya lebih berpegang pada paparan dan kajian ilmiah yang dianut kalangan akademisi. Sebagai penggemar sejarah dan politik, saya biasanya berpegang pada kajian arus utama (main stream). Namun kali ini tiba-tiba berbagai ide mengalir begitu saja dalam pikiran saya.

.

Tiba-tiba terlintas di benak saya bahwa elit global itu mungkin dan memang ada dalam sejarah. Kita tidak perlu beralih pada sejarah alternatif atau teori konspirasi untuk mengetahui keberadaannya. Sepanjang sejarah, telah ada “elit-elit global” yang berupaya mengarahkan jalannya sejarah. Hal ini dicatat pada buku-buku dan karya sejarah yang sudah diterima umum. Marilah kita kembali ke Eropa menjelang Perang Dunia I (1914-1918). Ketika itu, dunia dikendalikan oleh negara-negara Eropa yang mempunyai banyak wilayah jajahan. Sebagai contoh, adalah Inggris, Perancis, Jerman, Austria Hungaria, dan Rusia. Mereka inilah yang dapat disebut sebagai “elit-elit global” pada zaman itu. Mereka telah berupaya mengatur dan mengendalikan wilayah-wilayah kekuasaannya di berbagai belahan dunia. Dunia diatur oleh segelintir orang saja. Hal-hal ini sudah dibahas pada banyak buku sejarah yang telah umum diterima kebenarannya.

.

Apakah elit-elit global ini bisa berperang satu sama lain? Jawabnya adalah bisa. Selama terdapat perbedaan kepentingan, perang antar elit global mungkin saja pecah. Buktinya adalah Perang Dunia I (1914-1918). Rusia turun membantu Serbia untuk mengamankan pengaruhnya di Balkan. Segera saja, sekutu masing-masing negara yang terlibat perang turun pula dalam kancah peperangan. Api peperangan berkecamuk dengan dashyatnya di Eropa. Perang Dunia I dilanjutkan dengan Perang Dunia II. Elit global kali ini terbagi menjadi dua kubu; yakni kubu Poros; yang terdiri dari Jerman, Italia, dan Jepang, melawan kubu Sekutu; yang dimotori oleh Inggris, Perancis, Amerika Serikat, dan Rusia. Sejarah mencatat kekalahan Kubu Poros.

.

Dari abu sisa Perang Dunia II muncul apa yang dinamakan Perang Dingin. Muncul kembali dua kubu di sini; yakni blok Barat yang dimotori Amerika Serikat, melawan blok Timur yang dikomandoi Rusia. Mereka melancarkan proxy war (perang yang tidak dilancarkan di negaranya sendiri) dan turut serta dalam percaturan politik negara-negara lain. Dengan demikian, elit-elit global pada masa Perang Dingin adalah para petinggi Amerika Serikat dan Rusia. Merekalah yang bermain dalam percaturan politik dunia.

.

Apa yang baru saja saya tulis di atas merupakan sejarah resmi yang sudah menjadi pengetahuan umum; jadi bukan merupakan sesuatu yang misterius. Berdasarkan hal itu kita dapat menyimpulkan bahwa elit-elit global itu memang ada. Hanya saja elit-elit itu bisa saja berganti-ganti sepanjang zaman. Tokohnya juga sudah pasti berganti-ganti.

.

Berdasarkan apa yang sudah dipaparkan di atas, maka elit-elit global itu merupakan pemimpin negara-negara yang kuat pada suatu masa. Logikanya, tentu saja karena punya kekuatan mereka akan sanggup melebarkan pengaruh di dunia ini. Elit-elit global itu bisa saja merupakan para pemilik modal terbesar di dunia. Uang tak pelak lagi merupakan daya penggerak yang dashyat. Dengan uang, mereka dapat turut mengatur dunia ini. Kita tidak perlu jauh-jauh dalam membuktikan kebenaran pernyataan ini. Sebenarnya, di mana pun juga terdapat tak terhitung “elit global kecil” atau sebut saja “elit lokal.” Sebagai contoh, Anda adalah orang yang paling kaya di kampung halaman Anda. Tentunya Anda akan mempunyai pengaruh dalam berbagai peristiwa yang terjadi di kampung halaman Anda. Intinya, orang yang mempunyai kelebihan dari sisi keuangan, sudah pasti patut diperhitungkan dan ia mempunyai peluang besar dalam mengarahkan berbagai peristiwa di lingkungan sekitarnya. Demikianlah yang terjadi dalam skala kecil dan terlebih lagi dalam tataran dunia.

.

Berdasarkan kenyataan di atas, kita tidak dapat mengabaikan kenyataan bahwa elit-elit global itu ada. Di antara sekian milyar penduduk bumi ini, berapa gelintir yang menguasai keuangan dunia? Silakan Anda renungkan sendiri. Bukankah mereka orang yang sangat berpengaruh?

.

Para elit global ini tentu saja terutama hanya mengupayakan kepentingan mereka semata. Ini tentu saja merupakan sesuatu yang wajar. Bila Anda seorang “elit global kecil” atau “elit lokal” bukankah Anda juga berupaya mengamankan kepentingan Anda? Apa yang disebut kepentingan itu tidak jarang berbenturan dengan kepentingan pihak atau orang lain. Dengan demikian, bisa saja terjadi perang kepentingan. Tentu saja, mereka yang mempunyai sumber daya besar akan sanggup menggunakan berbagai cara agar kepentingan mereka yang menang. Mereka dapat memperalat orang lain untuk mencapai tujuannya, baik disadari atau tidak. Sumber daya yang lebih besar membuat Anda sanggup menerapkan lebih banyak strategi atau taktik. Tujuannya adalah kemenangan Anda. Tentu saja korban dari pihak lawan tidak dapat dihindari. Itulah sebabnya, kemenangan itu memerlukan korban. Hingga sejauh ini, Anda dapat mengikuti logikanya, bukan? Sangat sederhana dan tidak ada yang rumit. Sampai di sini saya hendak mengatakan bahwa teori konspirasi itu mungkin ada sebagai bagian dari rencana atau strategi. Kendati demikian, kita jangan terlalu berlebihan, yakni mengaitkan segala sesuatu dengan teori konspirasi. Selama belum ada bukti yang sahih, maka kita lebih baik diam saja.

.

Kita kembali pada bahasan tentang elit global. Telah diungkapkan di atas bahwa elit-elit global itu hampir pasti akan membela kepentingannya terlebih dahulu. Nampaknya hampir mustahil bahwa mereka akan membela kepentingan Anda. Anda bukan kerabat dan saudara mereka; kenal pun tidak, lalu untuk apa mereka membela kepentigan Anda? Bahkan mungkin sekali Anda justru diperalat oleh mereka guna mencapai tujuannya, baik disadari maupun tidak. Mungkin Anda tidak menyadarinya dan merasakan keuntungan sesaat. Anda mungkin tidak sadar bahwa negara Anda sedang diacak-acak oleh mereka. Namun ingat tujuan akhir mereka belum tentu kepentingan Anda. Sekali lagi yang patut diingat, mereka hanya membela kepentingannya sendiri. Bila suatu saat kepentingan mereka berbenturan dengan kepentingan Anda, maka Anda pun akan dilibas oleh mereka.

.

Apakah Anda bersedia diperalat oleh para elit global atau tidak, pilihan sepenuhnya berada di tangan Anda. Namun untuk mencegah agar Anda tidak diperalat oleh mereka maka kuncinya adalah “kesadaran” dan “kewaspadaan.” Selalu tanyakan hal-hal sebagai berikut, “Apakah hal ini bermanfaat bagi diriku? Apakah hal ini bermanfaat bagi semua orang tanpa membeda-bedakan?” Jadi, kuncinya adalah kemanusiaan (humanity). Anda menjadi tidak mudah dihasut. Ibaratnya seperti pohon yang kokoh dengan akar kuat, sehingga tidak mudah digoyahkan angin. Tetapi hal ini juga tidak menjamin 100 persen bahwa kita tidak akan diperalat oleh elit global. Seringkali caranya dalam memperalat kita adalah begitu halusnya, sehingga hampir mustahil bagi kita menyadarinya. Bahkan mungkin saat ini pun saya sedang diperalat tanpa saya sadari. Namun kalau saya diperalat untuk melakukan sesuatu yang mendukung kemanusiaan (humanity), maka saya justru akan menyokongnya dengan sepenuh hati.

.

Tidak ada gunanya melawan elit global. Mereka mempunyai sumber daya yang jauh lebih melimpah. Saya tidak mengajak Anda melawan elit global. Mungkin ada yang membantah dan mengatakan bahwa bila bersatu kita dapat melawan mereka. Ya, barangkali itu benar. Namun bagaimana cara mempersatukan “kita”? Dahulu waktu kita masih duduk di bangku sekolah, mempersatukan satu kelas yang terdiri dari 30 orang saja susah, apalagi hendak menyatukan “kita” yang jumlahnya entah berapa. Daripada berbicara yang muluk-muluk lebih baik dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Setujukah Anda?

DASAR ILMU NUMEROLOGI: EKSOTERIK, ESOTERIK, DAN GAMBAR-GAMBAR POLA GETARAN ANGKA

DASAR ILMU NUMEROLOGI: EKSOTERIK, ESOTERIK, DAN GAMBAR-GAMBAR POLA GETARAN ANGKA.

.

Ivan Taniputera.

1 Juni 2018

.

PENDAHULUAN

.

Pada kesempatan kali ini marilah kita mempelajari dan merenungkan beberapa wawasan pengetahuan yang lebih dalam terkait dasar-dasar ilmu Numerologi. Banyak orang mempelajari ilmu Numerologi namun barangkali hanya sedikit yang menyelami hakikat mendalam ini. Artikel atau tulisan kali ini akan mengulas mengenai gambar pola-pola angka yang ajaib, dimana hal tersebut memperlihatkan getaran-getaran setiap angka sebagaimana dipergunakan dalam ilmu Numerologi. Kita juga akan mempelajari berbagai filosofi yang lebih mendalam. Sebenarnya, dalam mempelajari sesuatu kita hendaknya tidak hanya puas dengan pengetahuan yang dangkal saja. Kita mungkin paham dan hafal makna-mana setiap angka serta dapat menguraikannya dengan baik, namun kita juga perlu mengetahui hakikat di balik konsep-konsep yang kita pelajari tersebut. Sebagai penekun ilmu Numerologi ada baiknya kita juga mempelajari matematika.

.

ASPEK EKSOTERIK DAN ESOTERIK

.

Masing-masing angka dalam ilmu Numerologi mempunyai getaran yang dapat dibagi menjadi eksoterik dan esoterik. Oleh karenanya, kita perlu mengenal terlebih dahulu apa yang dimaksud eksoterik dan esoterik. Sesungguhnya, segala sesuatu di muka bumi ini terbentuk dari dua aspek; yakni eksoterik dan esoterik. Secara sederhana, aspek eksoterik adalah sesuatu yang nampak secara jelas dari luar; sementara itu aspek esoterik adalah sesuatu yang tersembunyi. Perlu prasyarat-prasyarat tertentu agar kita dapat memasuki apa yang disebut aspek esoterik. Tentu saja salah satunya adalah memahami terlebih dahulu hakikat aspek eksoterik. . Agar memperoleh pemahaman yang lebih jelas, saya akan menggunakan gambar. Gambar ini pada dasarnya merupakan dua buah lingkaran yang masing-masing dibagi menjadi 12 (lingkaran dalam) dan 30 titik (lingkaran luar). Saya memilih angka 12 serta 30 ini karena terkait dengan perioda edar planet Yupiter beserta Saturnus. Tetapi Anda juga boleh memilih angka-angka lainnya. Saya yakin bahwa pada dasarnya setiap angka mempunyai getarannya sendiri. . Terdapat dua cara dalam menghubungkan titik-titik pada masing-masing lingkaran. Cara pertama adalah menghubungkan secara urut; yakni titik paling atas pada lingkaran dalam dihubungkan dengan titik paling atas pada lingkaran luar. Titik berikutnya kita hubungkan dengan titik berikutnya. Demikian seterusnya hingga berulang lagi pada pertemuan titik pertama dengan titik pertama.

.

.

.Silakan Anda perhatikan. Pola gambar apakah yang terbentuk?

.

Cara kedua adalah menghubungkan setiap titik pada suatu lingkaran dengan seluruh titik pada lingkaran lainnya. Dengan demikian, setiap titik pada lingkaran dalam akan terhubung dengan tiga puluh lingkaran luar. Seluruh titik pada lingkaran luar akan terhubung dengan duabelas titik pada lingkaran dalam. .

.

.

Silakan Anda perhatikan. Pola gambar apakah yang terbentuk?

.

Hasilnya adalah sebagai berikut. Cara pertama menghasilkan suatu pola yang terlihat secara jelas, yakni bunga berkelopak tiga. Sementara itu, cara kedua akan menghasilkan gambar yang lebih ruwet. Barangkali agak sulit bagi kita untuk mengenali pola yang muncul pada gambar cara kedua. Namun uniknya bila kita melihatnya dari jauh, nampak bunga berkelopak enam di bagian tengahnya dan bunga berkelopak delapan belas di bagian yang lebih luar. Gambar pola itu hanya terlihat jelas dari jauh. Berikut ini adalah jawaban bagi pertanyaan di atas, yakni gambar yang sudah saya perjelas sehingga terlihat polanya.

.

.

Begitu pula dalam memahami wawasan kebijaksanaan esoterik diperlukan pandangan yang jauh serta lebih luas. Sesungguhnya seluruh garis pada gambar cara pertama (lambang aspek eksoterik) juga terdapat pada gambar cara kedua (lambang aspek esoterik). Jadi secara matematis garis-garis pada gambar cara pertama merupakan himpunan bagian garis-garis pada gambar cara kedua. Dengan kata lain, aspek eksoteris sesungguhnya terkandung pula dalam aspek esoterik. Tetapi aspek esoterik belum tentu terdapat dalam aspek eksoterik. . Dalam membuat gambar cara pertama, terdapat suatu aturan yang harus dipenuhi; yakni penyambungan titik-titiknya harus mematuhi urutan tertentu. Sebaliknya, penyambungan titik pada cara gambar kedua setiap titik pada masing-masing lingkaran tersambung dengan seluruh titik lingkaran lainnya. Dengan demikian, dalam aspek esoterik, seluruh realita diterima serta dipahami sebagaimana adanya. Namun tidak benar bahwa aspek esoterik dan eksoterik adalah dua hal yang saling bertentangan. . Seperti yang telah diungkapkan di atas, aspek eksoterik terkandung dalam aspek esoterik. Logikanya adalah sebagai berikut. Jika gambar kedua adalah himpunan seluruh garis yang mungkin ditarik antara masing-masing titik kedua lingkaran; bukankah garis-garis gambar pertama juga pasti sudah terdapat pada gambar kedua? Gambar pertama adalah himpulan bagian gambar kedua. Jadi, gambar pertama tidaklah bertentangan dengan gambar kedua. Kedua gambar itu sama-sama terbentuk dari lingkaran- bertitik 12 dan 30. Semuanya berakar dari realita yang sama. . Aspek esoterik dan eksoterik tidaklah saling bertentangan. . Mungkin pembahasan kali ini agak berat. Tetapi saya yakin terdapat pembaca yang memahaminya. Sampai di sini bila Anda belum memahaminya, maka bacalah berulang-ulang dengan penuh konsentrasi.

.

Berdasarkan hasil percobaan di atas, kita memperlihatkan bahwa angka-angka mempunyai pola getaran yang bisa saling ber”interferensi.” Pola-pola “interferensi” itulah yang dilambangkan dengan gambar-gambar di atas. Terdapat pola-pola yang masing-masing bersifat eksoterik dan esoterik.

.

KASUS DI MANA TERNYATA ASPEK EKSOTERIK SAMA DENGAN ESOTERIK.

.

Terdapat beberapa kasus di mana sesungguhnya metoda ekstorik atu sama dengan esoteriknya. Hanya saja mempunyai urutan langkah yang berlainan. Hal ini dapat dianalogikan dengan mendaki menuju puncak sebuah gunung. Terdapat banyak kemungkinan jalur pendakian, namun tujuannya adalah sama, yakni puncak gunung tersebut.

.

Kita ambil contoh dua lingkaran dengan titik-titik yang masing-masing berjumlah 12 dan 19.

.

Apabila masing-masing titik kita hubungkan dengan cara pertama, maka hasilnya adalah sebagai berikut.

.

.

Silakan Anda perhatikan. Pola gambar apakah yang terbentuk?

.

Berikut ini adalah hasil dengan cara kedua.

.

.

Silakan Anda perhatikan. Pola gambar apakah yang terbentuk?

.

Berikut ini adalah jawabannya.

.

 

.

Ternyata kedua cara atau metoda memberikan hasil berupa pola gambar yang sama; yakni berupa bunga berkelopak tujuh.

.

POLA-POLA GAMBAR YANG LAIN.

.

A. RASIO 12:20.

.

Cara pertama.

.

 

.

Silakan Anda perhatikan. Pola gambar apakah yang terbentuk?

.

Cara kedua.

.

 

.

Silakan Anda perhatikan. Pola gambar apakah yang terbentuk?

.

Berikut ini adalah jawabannya.

.

 

.

B. RASIO 12:21

.

Cara pertama.

.

.

Cara kedua

.

.

Silakan perhatikan, pola-pola apakah yang terbentuk pada masing-masing gambar di atas?

.

Berikut ini adalah jawabannya.

.

.

C. RATIO 12:22

.

Cara pertama.

.

.

Cara kedua

.

.

Silakan perhatikan, pola-pola apakah yang terbentuk pada masing-masing gambar di atas?

.

Berikut ini adalah jawabannya.

.

.

D. RASIO 12:23

.

Cara pertama.

.

.

Cara kedua.

.

 

.

Silakan perhatikan, pola-pola apakah yang terbentuk pada masing-masing gambar di atas?

.

Berikut ini adalah jawabannya.

.

 
 

.

Ini sekali lagi memperlihatkan aspek eksoterik yang sama dengan esoterik.

.

E. RASIO 12:24

.

Cara pertama

.

 

.

 

Cara kedua.

.

 

Silakan perhatikan, pola-pola apakah yang terbentuk pada masing-masing gambar di atas?

.

Berikut ini adalah jawabannya.

.

.

F. RASIO 12:25

.

Cara pertama.

.

.

Cara kedua.

.

.

Silakan perhatikan, pola-pola apakah yang terbentuk pada masing-masing gambar di atas?

.

Berikut ini adalah jawabannya.

.

.

G. RASIO 12:26

.

Cara pertama

.

.

Cara kedua

.

.

 

Silakan perhatikan, pola-pola apakah yang terbentuk pada masing-masing gambar di atas?

.

Berikut ini adalah jawabannya.

.

H. RASIO 12:27

.

Cara pertama.

.

.

Cara kedua.

.

.

Silakan perhatikan, pola-pola apakah yang terbentuk pada masing-masing gambar di atas?

.

Berikut ini adalah jawabannya.

.

.

I. RASIO 12:28

.

Cara pertama

.

.

Cara kedua.

.

.

 

Silakan perhatikan, pola-pola apakah yang terbentuk pada masing-masing gambar di atas?

.

Berikut ini adalah jawabannya.

.

.

J. RASIO 12:29

.

Cara pertama

.

 

Cara kedua.

.

 

.

 

Silakan perhatikan, pola-pola apakah yang terbentuk pada masing-masing gambar di atas?

.

Berikut ini adalah jawabannya.

.

 

.

Rasio 12:30 sudah ditampilkan di atas, sehingga tidak akan kita ulangi lagi.

.

TAMBAHAN POLA GAMBAR LAIN.

.

Saya masih akan menambahkan lagi pola gambar lain, mulai dari rasio 12:12 hingga 12:18. Rasio 12:19 sudah ditampilkan di atas, sehingga tidak akan dimunculkan lagi.

.

K. RASIO 12:12

.

.

.

 .

..

.

.

L. RASIO 12:13

.

.

.

.

.

M. RASIO 12:14

.

 .

 .

.

N. RASIO 12:15.

.

.

.

.

O. RASIO 12:16

.

 .

.

.

P. RASIO 12:17.

.

.

.

.

Q. RASIO 12:18

.

.

.

.

Rasio 12:19 sudah kita tampilkan di atas.

.

 
 
 

.

Gambar-gambar di atas telah memperlihatkan bahwa angka-angka memiliki “getaran”-nya sendiri-sendiri yang menimbulkan berbagai pola. Inilah hal paling mendasar dalam ilmu Numerologi. Dengan memahami rahasia mendasar tersebut kini kita memahami bagaimana cara ilmu Numerologi bekerja.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . 

.

 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

PINTU MENUJU KEKAYAAN DAN KEMAKMURAN

PINTU MENUJU KEKAYAAN DAN KEMAKMURAN.

.

Ivan Taniputera.

13 Desember 2017.

.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengadakan penelitian mengenai adakah kaitan antara pola pikir kita terhadap kekayaan dengan kekayaan beserta kemakmuran yang dapat kita raih. Jika ada, pola pikir apakah yang kondusif dalam mendatangkan kemakmuran beserta kekayaan? Saya lalu merancang kuis sebagai berikut. Silakan Anda baca sampai selesai. Barangkali hasil penelitian ini dapat menjadi bahan diskusi yang menarik.

.

Saya mengucapkan terima kasih banyak pada para responden yang sudah berpartisipasi dalam penelitian ini.

.

Berikut ini terdapat enam gambar pintu. Jikalau di belakang pintu tersebut terdapat kekayaan, manakah pintu yang Anda pilih?

.

 
 

.

Makna pilihan Anda adalah sebagai berikut.

.

PINTU A.

.

Anda percaya bahwa kekayaan dan kemakmuran itu bukanlah hak tiap orang. Hanya orang-orang yang terpilih dan beruntung saja dapat memperoleh kekayaan beserta kemakmuran. Jadi, tidak peduli betapa keras Anda berusaha atau betapa tinggi tingkat pendidikan Anda, bila Anda tidak termasuk pada golongan mereka yang beruntung itu, Anda tidak akan menjadi kaya atau makmur. Kekayaan dan kemakmuran itu sudah ditentukan sebelumnya. Mereka yang tidak berhak tidak diperkenankan mengambilnya.

Pandangan terhadap kekayaan Anda sendiri adalah sebagai berikut: Apabila Anda berhasil mengumpulkan kekayaan, maka kekayaan itu harus dijaga baik-baik. Jangan dikeluarkan secara serampangan. Anda sangat teliti dan perhitungan terhadap kekayaan, karena Anda merasa itu adalah hak Anda.

Dari sisi pekerjaan Anda cocok pekerjaan yang sifatnya menjaga sesuatu. Anda mungkin dapat menjadi auditor kekayaan perusahaan dengan baik. Anda dapat dipercaya dan baik sekali dalam menyimpan rahasia. Bisa menjadi kepercayaan atasan Anda.

.

PINTU B

.

Anda percaya bahwa kekayaan dan kemakmuran itu adalah hak semua orang. Setiap orang dapat menjadi makmur atau kaya. Asalkan mau berusaha sedikit, pasti ia dapat menjadi makmur atau kaya. Tidak ada yang namanya orang beruntung. Tiap orang bisa menjadi beruntung asalkan mau berusaha. Kekayaan dan kemakmuran tidak bergantung pada tingkat pendidikan atau asal keturunan seseorang.

Pandangan terhadap kekayaan sendiri adalah sebagai berikut. Anda tidak terlalu perhitungan pada apa yang telah Anda berhasil kumpulkan. Bagi Anda bersenang-senang juga penting. Berhasil mengumpulkan kekayaan tetapi tidak bahagia bagi Anda adalah percuma. Anda juga bersedia berbagi kekayaan Anda pada orang lain.

Dari sisi pekerjaan, pilihan Anda sebenarnya banyak. Karena mau berusaha, maka tidak ada batasan bagi pilihan pekerjaan Anda. Asalkan Anda rasa senang, maka Anda akan mengerjakannya. Anda dapat menjadi kesayangan atasan Anda karena sikap rajin Anda. Namun, kelemahannya kalau Anda rasa sesuatu itu tidak berharga dikerjakan, maka Anda enggan mengerjakannya.

.

PINTU C

.

Anda percaya bahwa pendidikan dan sumber daya yang Anda miliki sangat penting dalam mengumpulkan kekayaan beserta kemakmuran. Apa yang dimaksud sumber daya ini tentunya sangat luas; yakni mencakup pula jaringan koneksi, latar belakang keluarga, dan lain sebagainya. Bagi Anda, semakin banyak sumber dayanya, maka semakin besar peluang mengumpulkan kekayaan dan kemakmuran. Itulah sebabnya, Anda mungkin akan mengumpulkan sumber daya dan pengetahuan sebanyak-banyaknya. Sebagai contoh, adalah menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Sebagai tambahan, yang dimaksud koneksi di sini adalah orang-orang yang berpeluang menguntungkan Anda. Jadi, bagi Anda teman adalah penting, namun hanya teman yang menguntungkan atau ada kaitannya dengan bisnis Anda.

Pandangan Anda terhadap kekayaan adalah sebagai berikut. Anda akan mengeluarkan kekayaan Anda untuk sesuatu yang bermanfaat. Jadi, Anda tidak segan mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sifatnya investasi. Anda tidak segan mengeluarkan uang untuk belajar lagi atau memperbesar sumber daya Anda.

Anda cocok bekerja pada bidang-bidang yang sesuai keahlian Anda. Cocok menjadi pekerja profesional. Namun bekerja sendiri juga tidak masalah, asalkan sesuai dengan keahlian dan sumber daya yang Anda miliki. Bidang yang juga cocok adalah riset dan pengembangan (research and development).

.

PINTU D

.

Anda percaya bahwa nilai-nilai konvensional seperti hemat, hidup sederhana, dan kerja keras merupakan kunci menuju kekayaan beserta kemakmuran. Bagi Anda, orang yang memegang nilai-nilai seperti itu akan sanggup meraih kekayaan dan kemakmuran.

Pandangan Anda terhadap kekayaan yang telah berhasil Anda kumpulkan adalah sebagai berikut. Anda akan menabung sebagian besar penghasilan Anda. Anda sudah puas dengan kehidupan yang sederhana dan tidak akan hidup berlebihan. Bagi Anda bukan mewahnya suatu barang yang dipentingkan, melainkan kegunaannya. Meski punya banyak uang, tetapi rumah dan mobil Anda sederhana.

Dari sisi pekerjaan, Anda cocok menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya konvensional atau konservatif, misalnya bisnis warisan keluarga. Anda bisa menjadi kesayangan atasan karena kerja keras Anda. Kelebihan Anda adalah meski Anda tidak menyukai suatu pekerjaan, namun jika dirasa menguntungkan Anda akan tetap mengerjakannya. Anda merasa bahwa bekerja itu berbeda dengan bersenang-senang. Jadi, suka maupun tidak suka tetap harus dikerjakan.

.

PINTU E.

.

Anda percaya bahwa kemakmuran itu didapatkan melalui membahagiakan dan menabur cinta kasih pada orang lain. Anda percaya bahwa dengan membahagiakan orang lain, maka kekayaan beserta kemakmuran akan hadir pada Anda. Orang yang senantiasa menabur kebahagiaan akan makmur dan kaya, meski tingkat pendidikan atau sumber dayanya tidak tinggi. Bagi Anda segenap kebaikan dan cinta kasih itu pada akhirnya akan berpulang pada diri Anda sendiri. Anda mungkin banyak teman, karena Anda tidak pilih-pilih teman. Anda akan berteman pula dengan orang-orang yang tidak ada kaitannya dengan usaha atau pekerjaan Anda.

.

Terhadap kekayaan yang sudah Anda kumpulkan, Anda akan berpandangan sebagai berikut. Anda tidak segan berbagi kekayaan Anda, meski tidak harus berupa materi. Anda juga mungkin membagikan keramahan, senyuman dan kata-kata manis, sehingga orang senang pada Anda.

.

Dengan menimbang hal-hal di atas, maka Anda cocok pada pekerjaan yang berhubungan dengan banyak orang. Apabila banyak orang yang senang pada Anda, maka hal tersebut juga akan makin menunjang bisnis Anda. Sebagai contoh, jika Anda mempunyai toko, maka melalui keramahan Anda, para pelanggan akan terus berbelanja di toko Anda. Bidang hiburan (entertainment) dan pemasaran (marketing) juga cocok bagi Anda. Di saat perusahaan mengalami krisis, Anda adalah orang yang paling berguna karena orang-orang seperti Andalah yang bersedia berkorban lebih banyak untuk perusahaan tanpa ada rasa paksaan.

.

PINTU F.

.

Anda percaya bahwa menjalani rutinitas kerja, sesuai dengan tanggung jawab Anda merupakan kunci bagi kemakmuran dan kekayaan. Anda akan menjalankan sebaik mungkin tugas dan tanggung jawab yang sudah diserahkan pada Anda. Namun, Anda tidak akan bekerja melebihi apa yang sudah menjadi tugas (job description) Anda. Jadi, sebenarnya kata kunci bagi pemilih Pintu F adalah “kepatuhan,” tetapi bukan “kerja keras.” Anda mungkin tidak terdorong untuk bekerja lebih keras demi pekerjaan atau usaha Anda. Bagi Anda masuk kerja atau membuka toko jam 08.00 dan pulang atau tutup toko jam 17.00 sudah cukup bagi Anda. Yang penting adalah hal itu dilakukan terus menerus tanpa henti. Jangan kurang dan jangan lebih.

.

Sikap Anda terhadap uang atau kekayaan yang telah Anda kumpulkan adalah biasa saja. Anda akan menggunakan kekayaan atau uang yang Anda miliki sewajarnya. Tentu saja pengertian wajar di sini adalah menurut Anda sendiri, karena tingkat kewajaran bagi tiap orang adalah berbeda-beda.

.

Dari sisi pekerjaan, Anda cocok mengerjakan pekerjaan yang mempunyai rutinitas tinggi. Anda merupakan orang yang cocok dalam bidang pengendalian kualitas, karena Anda akan menjaga kualitas pekerjaan atau produk Anda tetap sesuai standar. Anda juga cocok mengerjakan bidang pembukuan dan lain sebagainya. Anda akan disayang atasan karena kepatuhan dan kualitas pekerjaan Anda. Meskipun demikian, di saat perusahaan mengalami krisis Andalah yang paling enggan berkorban lebih banyak, kecuali karena paksaan.

.

Berikut ini adalah data-data responden yang masuk. Paling kiri adalah pintu yang dipilih. Tengah adalah skala kemakmuran atau kekayaan yang dimiliki saat ini (skala 1-10). Paling kanan adalah kelompok usia (20-30; 30-40; 40-50; dan seterusnya).

.

(1) E 8 40-50.

(2) C 4 30-40.

(3) E 5 30-40.

(4) E 4 40-50.

(5) C 4 30-40.

(6) C 7 30-40.

(7) D 2 40-50.

(8) C 6 20-30.

(9) C 5 30-40.

(10) A 5 40-50.

(11) C 1 40-50.

(12) E 7 40-50.

(13) C 6 30-40.

(14) D 1 30-40.

(15) A 2 20-30.

(16) C 8 30-40.

(17) F 7 30-40.

(18) B 1 40-50.

(19) E 6 30-40.

(20) E 10 30-40.

(21) B 6 30-40.

(22) E 7 40-50.

(23) D 10 30-40.

(24) F 8 30-40.

(25) E 8 30-40.

(26) A 10 20-30.

(27) D 8 20-30.

(28) E 10 30-40.

(29) E 5 20-30.

(30) B 4 30-40.

(31) E 2 30-40.

(32) A 9 30-40.

(33) B 8 20-30.

(34) A 2 20-30.

(35) F 7 30-40.

(36) E 5 40-50.

(37) E 7 40-50.

(38) A 5 20-30.

(39) D 8 20-30.

(40) B 5 40-50.

(41) F 6 30-40.

(42) E 9 20-30.

(43) E 4 30-40.

(44) A 1 20-30.

(45) D 3 30-40.

(46) C 3 40-50

(47) E 2 30-40

(48) F 2 20-30.

(49) F 10 30-40.

(50) C 5 30-40.

.

Terdapat 50 responden yang masuk.

.

Jika kita hitung, maka yang berikut ini jumlah pemilih masing-masing pintu.

.

Pintu A: 7 orang.

Pintu B: 5 orang.

Pintu C: 10 orang.

Pintu D: 6 orang.

Pintu E: 16 orang.

Pintu F: 6 orang.

Jumlah: 50 orang.

.

Kalau kita paparkan dalam bentuk grafik adalah sebagai berikut.

.

 
 

.

Ternyata di luar dugaan, yang terbanyak adalah pemilih Pintu E. Selanjutnya baru diikuti oleh jumlah pemilih Pintu C. Saya sebelumnya menduga bahwa yang terbanyak adalah pemilih Pintu C. Ini menandakan bahwa masih banyak orang yang yakin bahwa perbuatan baik akan mendatangkan keberuntungan. Selanjutnya disusul oleh jumlah pemilih Pintu C, yang meyakini bahwa pendidikan dan sumber daya penting dalam meraih kemakmuran. Setelah C, maka menyusul jumlah pemilih Pintu A. Ini menunjukkan bahwa masih cukup banyak orang yang berpandangan bahwa kekayaan beserta kemakmuran itu memang ditujukan bagi orang-orang tertentu saja. Sementara itu, pandangan konvensional atau konservatif Pintu D, yakni bahwa orang harus hemat dan hidup sederhana agar dapat meraih kemakmuran, nampaknya tidak begitu banyak diyakini lagi saat ini. Pintu B merupakan yang paling sedikit dipilih. Nampaknya tidak banyak orang yang berpendapat bahwa kekayaan dan kemakmuran itu adalah hak setiap orang.

.

Berikut ini kita akan membuat grafik perbandingan masing-masing pintu dengan skala kemakmuran pemilihnya.

.

 
 

.

Berikut ini adalah grafik gabungannya.

.

 
 

.

Hal menarik yang kita amati adalah pemilih pintu E mempunyai spektrum skala kemakmuran yang tinggi, yakni menengah atas. Oleh karenanya, ini barangkali merupakan penemuan menarik bahwa kekayaan dan kemakmuran itu nampaknya berakar pula dari menabur kebajikan beserta kebahagiaan bagi banyak orang. Hal tersebut nampak jelas dari gambar di bawah ini.

.

 
 

.

Ini nampaknya memperlihatkan keterkaitan antara menabur kebajikan dengan kemakmuran atau kekayaan yang akan dapat kita kumpulkan. Dengan kata lain, bila Anda ingin kaya atau makmur, banyaklah menabur kebajikan.

Spektrum skala kemakmuran pemilih pintu C spektrumnya berada di tengah-tengah. Ini nampaknya mengacu pada para profesional kelas menengah. Sebenarnya hasil ini sesuai dengan dugaan saya.

.

 
 

.

Lebih jauh lagi, berdasarkan gambar grafik hasil di atas, Anda dapat menyimpulkan pandangan apakah yang kurang kondusif bagi pengumpulan kekayaan beserta kemakmuran.

Demikianlah hasil penelitian ini. Kita dapat menyimpulkan bahwa pikiran memiliki pengaruh dalam kehidupan kita.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 

,

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.