MASAKAN SAYURAN SEHAT KREASIKU

MASAKAN SAYURAN SEHAT KREASIKU

Ivan Taniputera

2 Juli 2015

 

 

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi resep makanan sayuran sehat kreasi saya. Berikut ini adalah bahan-bahannya:

 

1.Bawang putih

2.Bawang bombay atau bawang timur

3.Tahu

4.Terong

5.Tomat

6.Tauge

7.Jagung muda

 

Mungkin ada yang bertanya, berapa jumlah masing-masing bahan tersebut, tetapi bagi saya memasak adalah seni. Oleh karenanya, saya tidak pernah memerinci atau menghitung berapa tepatnya jumlah masing-masing bahan masakan. Sebagaimana halnya seseorang melukis, maka semua itu berdasarkan perasaan saja. Anda harus dapat bertumpu pada perasaan dan naluri Anda, seberapa banyak tepatnya jumlah masing-masing bahan makanan penyusun masakan Anda. Jikalau kita sudah menetapkan jumlah yang pasti, apakah bedanya dengan rumus-rumus kimia? Dengan demikian, memasak bukan lagi seni. 

Kini saya akan memaparkan bagaimana cara membuatnya.

Pertama-tama masing-masing bahan dipotong-potong. 

Kemudian panaskan minyak secukupnya dan masukkan tahunya. Goreng hingga tahu berwarna kecoklatan dan agak kering. Setelah itu masukkan potongan-potongan jagung muda, dan aduk-aduk hingga agak lunak. 

Masukkan potongan-potongan tomat, terong, dan tauge. Selanjutnya aduk-aduk secukupnya.

Setelah dirasa cukup masukkan potongan bawang putih dan bawang timur. Bawang-bawangan ini dimasukkan terakhir demi menjaga cita rasanya.

Tambahkan pula garam dan gula secukupnya. Selanjutnya tambahkan juga bumbu-bumbu lain berupa saus dan lain sebagainya. 

Karena merupakan seni, maka bumbu-bumbu tersebut adalah menyesuaikan dengan selera Anda.

 

Cita rasa masakan ini cukup nyaman di lidah. Ada rasa masam yang berasal dari tomat, dipadu oleh rasa gurih dari terong serta tahu, dan ditingkah oleh kerenyahan tauge. Semua akan menari-nari di atas lidah ada.

 

Demikianlah cara memasak sayuran sehat kreasiku. Terdapat banyak manfaat yang timbul dari memakan sayuran. Pertama-tama dapat mencukupi kebutuhan kita akan serat. Kedua, dengan memakan lebih banyak sayuran, kita mengurangi makanan yang berasal dari penderitaan makhluk lain. Memang benar bahwa mengonsumsi makanan sayuranis tidak menjadikan kita sebagai orang suci. Tetapi faktanya, jika kita makan sayuranis dan menghindari sebanyak mungkin daging, maka kita juga semakin sedikit menikmati makanan hasil penderitaan makhluk lain. Ini adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri siapa pun. 

 

Selamat mencoba.

Advertisements

FILSAFAT MAKANAN: PARE REBUS

FILSAFAT MAKANAN: PARE REBUS

Ivan Taniputera

18 Februari 2015

.

 
 

Pada kesempatan kali ini marilah kita merenungkan mengenai pare. Tentu banyak orang yang tidak asing lagi dengan pare (momordica charantina) yang rasanya pahit ini. Meski banyak orang mengenalnya, mungkin yang menyukainya tidak banyak. Kendati demikian, pare konon memiliki beberapa khasiat, antara lain adalah:

 

1) Dapat mengendalikan gula darah, sehingga mengurangi risiko terkena diabetes.

2) Membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

3) Baik bagi ginjal. 

4) Bersifat antioksidan, sehingga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

 

Lalu apakah makna filosofis pare? Dalam hidup ini kita tidak hanya memerlukan yang manis-manis saja. Kita tidak hanya memerlukan pujian-pujian indah yang enak didengar, melainkan juga saran-saran atau kritikan membangun yang pahit rasanya. Semua itu, perlu dalam keseimbangan. Seorang pemimpin tentu saja sangat memerlukan kritikan-kritikan yang pahit namun membangun. Banyak orang hanya sanggup mengkritik, tetapi tidak bisa memberikan saran yang baik. Tentu saja kritikan semacam itu bukan kritikan yang sehat atau membangun. Orang-orang yang melontarkannya dapat dikatakan sebagai “asbun” atau “asal bunyi.” Pare menyehatkan bukan karena rasanya yang pahit, namun memang dalam dirinya sudah terkandung zat-zat yang menyehatkan tubuh. Pare rasanya pahit tapi sehat, bukan pahit tapi beracun. Kita perlu yang pahit tetapi sehat. 

 

Kalau terlalu banyak makan yang manis-manis, maka kita justru berisiko terserang penyakit. Namun bukan berarti makanan manis tidak diperlukan. Kita membutuhkan kalori dan energi darinya. Jadi kembali lagi, semua itu harus seimbang. Kita juga memerlukan pujian atau kata-kata indah agar hidup kita juga menjadi indah dan tetap bersemangat. Orang yang hanya mengonsumsi makanan pahit juga tidaklah sehat.

 

Dalam mengkritik seseorang juga harus tulus dan jangan dilandasi rasa benci. Banyak orang bersifat munafik, di mulut mengatakan tulus, namun hatinya mengumbar kebencian. Tentu saja ini juga merupakan kritikan beracun. Pare melimpahkan zat-zat yang menyehatkan pada kita dengan tulus. Pare tidak membenci kita. Bahkan mungkin kitalah yang justru membenci pare karena rasanya. Padahal ia bermanfaat bagi kita.

 

Hidup terkadang ada manis dan juga ada pahitnya. Barulah dengan demikian menjadi indah.

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel-artikel menarik lainnya mengenai ramalan, astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan motivasi hidup, silakan kunjungi: