OBROLAN SANTAI SAMBIL MINUM TEH: BAGAIMANA MERAMALKAN SESUATU DENGAN TEPAT?

OBROLAN SANTAI SAMBIL MINUM TEH: BAGAIMANA MERAMALKAN SESUATU DENGAN TEPAT?

.

Ivan Taniputera.

19 Maret 2017.

.

Ini adalah hasil obrolan santai sambil minum teh. Karena suasananya santai, artikel ini bukanlah sesuatu yang bersifat formal dan masih dapat didiskusikan lagi lebih lanjut. Berikut ini adalah pandangan saya mengenai bagaimana meramalkan sesuatu dengan tepat.

.

Pertama-tama, saya perlu membahas terlebih dahulu metoda-metoda meramalkan sesuatu. Menurut saya, ilmu peramalan di muka bumi ini dapat digolongkan menjadi dua bagian besar:

.

1) Ilmu perhitungan nasib, yang dalam bahasa Inggrisnya disebut “fortune telling.” Dalam hal ini terdapat suatu metoda perhitungan didasari oleh serangkaian aturan baku atau semi baku. Contohnya di dunia Barat kita mengenal Astrologi; sedangkan di dunia Timur ada banyak ragamnya, seperti Bazi (Astrologi Delapan Karakter), Ziweidoushu (Astrologi Bintang Kaisar atau ada juga yang menerjemahkannya sebagai Astrologi Bintang Ungu), Sembilan Ki, Astrologi Tiga Kehidupan, dan lain sebagainya. Dari Nusantara kita juga mengenal ramalan berdasarkan Primbon, yang mencakup banyak hal, seperti ramalan berdasarkan neptu hari kelahiran, Pawukon, dan lain sebagainya. Prinsipnya adalah praktisi membuat suatu bagan atau memeriksa suatu tabel berdasarkan data kelahiran seseorang, dan kemudian menafsirkan bagan tersebut. Berdasarkan hal tersebut dapat diperoleh uraian mengenai kepribadian, aspek-aspek kehidupan, pasang surutnya keberuntungan, perjodohan, dan masih banyak lagi. Dalam khazanah Lima Ilmu China, ilmu ini dekat dengan apa yang disebut ilmu Ming (命) . 

.

2) Ilmu peramalan untuk kepentingan tertentu (divinasi), yang dalam bahasa Inggrisnya disebut “divination.” Bedanya dengan ilmu perhitungan nasib adalah ramalan ini membahas kasus yang lebih spesifik, seperti barang hilang, kasus kejahatan tertentu, kondisi penyakit, apakah kekasih masih mencintai, apakah buku yang ditulis akan sukses, dan lain sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan atau permasalahan khusus tersebut mungkin kurang dapat dideteksi oleh ilmu perhitungan nasib; walaupun ada kalanya juga bisa. Seorang praktisi yang baik bila diperlukan akan menggabungkan keduanya. Ilmu ini saya bagi menjadi dua lagi.

.

2a. Yang menggunakan perhitungan dan bagan mirip ilmu perhitungan nasib. Di dunia Barat kita mengenal Horary Astrology. Sebenarnya ini sama-sama ilmu Astrologi. Hanya saja bedanya, dalam ilmu perhitungan nasib menurut Astrologi, bagan kelahiran dibuat berdasarkan data kelahiran seseorang (saat seseorang dilahirkan); sedangkan bagan Horary Astrology dibuat saat pertanyaan diajukan. Misalkan ada seorang klien yang menanyakan mengenai kekasihnya dan datang pada tanggal 19 Maret 2017, pukul 12:39, maka saya akan membuat bagan astrologi berdasarkan tanggal tersebut dan menafsirkannya. Di dunia Timur kita mengenal Qimendunjia dan Daliuren.

.

2b. Yang tidak menggunakan perhitungan. Ini jumlahnya sangat banyak. Medianya juga sangat beragam. Di dunia Timur kita mengenal Yijing, Taixuanjing, dan ciamsie. Sebagai contoh, saat mempunyai suatu pertanyaan atau permasalahan, seseorang akan berkunjung ke sebuah kuil, mengajukan pertanyaan, dan melakukan ritual pengambilan ciamsie. Ramalan dengan kartu (kartomansi) juga termasuk ke dalamnya; kita mengenal ramalan kartu Tarot dan Lenormand dari dunia Barat; dari dunia Timur kita mengenal ramalan dengan kartu ceki atau lintrik. Metoda-metoda lainnya adalah ramalan daun teh (taseografi), ramalan bunga, bentuk awan, dan lain sebagainya. Pada zaman Romawi, orang meramal dengan mengamati bentuk organ dalam hewan yang disembelih. Di Afrika orang meramal dengan menggunakan batu-batuan. Masih ada lagi praktisi yang mengaku meramal dengan menggunakan “mata batin” atau “indra keenam.”

.

Ilmu divinasi ini mungkin dekat dengan ilmu Pu (卜) dalam khazanah Lima Ilmu China.

.

Sebagai tambahan, masih ada lagi ilmu peramalan berdasarkan bentuk tubuh (fisiognomi); di dalamnya tercakup ramalam bentuk wajah, garis tangan (palmistri), dan lain sebagainya. Dalam khazanah Lima Ilmu China, ini digolongkan tersendiri sebagai ilmu Xiang (相). Di dalamnya tercakup pula ilmu Fengshui. Namun tujuan Fengshui bukan meramal, melainkan terutama mencari letak yang sesuai dan mendatangkan energi baik bagi seseorang. Fengshui juga dapat dipergunakan merancang suatu kota.

.

Dalam ilmu pengetahuan atau sains modern juga dikenal “peramalan” hanya saja mereka menyebutnya sebagai “prediksi.” Beberapa praktisi ilmu perhitungan nasib juga tidak menyebut ilmu mereka sebagai “ramalan” melainkan “prediksi.” Tujuan prediksi dalam sains modern sebenarnya mirip, yakni “mengantisipasi apa yang mungkin terjadi di masa mendatang.” Sebagaimana halnya dalam ilmu perhitungan nasib dan ilmu divinasi, prediksi dalam sains modern juga tidak selalu tepat. Hanya saja para ilmuwan menyatakan bahwa prediksi mereka dilandasi oleh prinsip-prinsip ilmiah.

.

Saya akhiri dahulu perkenalan terhadap berbagai bentuk ilmu peramalan. Diharapkan para pembaca akan sanggup mengenali berbagai jenis dan metoda ilmu peramalan tersebut. Kini kita akan kembali pada pertanyaan di atas: Bagaimana meramalkan sesuatu dengan tepat?

.

Tentunya ada banyak faktor yang memengaruhi tepatnya suatu ramalan. Kita tidak dapat bergantung pada satu faktor saja. Hal-hal berikut ini menurut saya memberikan sumbangsih bagi tepatnya suatu ramalan.

.

1) Pemahaman terhadap metoda. Sebagai contoh, jika Anda mempelajari astrologi, maka Anda perlu memahami simbolisme masing-masing planet dan tanda zodiak. Secara ringkas, Anda perlu mempunyai kemampuan membaca dan memahami suatu bagan astrologi. Bila Anda mempelajari Bazi, Anda perlu mempunyai kemampuan membaca serta memahami makna Batang Langit dan Cabang Bumi serta interaksi di antaranya. Anda perlu mempunyai kemampuan memahami Lima Unsur beserta interaksinya. Intinya, jika Anda tidak memahami bagaimana membaca suatu bagan, bagaimana Anda dapat melakukan peramalan atau prediksi. Bagaimana Anda dapat memahami sejilid buku, jikalau Anda tidak dapat membaca dan mencerna isinya? 

.

2)Kemampuan menganalisa dan intuisi yang baik. Suatu bagan berisikan simbol dan begitu pula dengan kartu-kartu yang dipergunakan dalam meramal. Simbol-simbol itu merupakan data yang masih “mentah.” Anda mungkin sudah dapat memahami dengan baik makna masing-masing simbol terkait, karena memang hal itu dapat dipelajari oleh setiap orang. Tetapi itu saja belum cukup. Makna-makna tersebut masih perlu diolah dan ditafsirkan; menjadi suatu uraian yang bermanfaat bagi Anda maupun klien. Anda memerlukan kemampuan analisa yang baik. Analoginya adalah seorang perumus kebijakan strategis perusahaan, yang disodori angka-angka hasil statistik. Ia harus sanggup merumuskan angka-angka tersebut menjadi suatu kebijakan yang bermanfaat bagi perusahaan. Dalam hal ini intuisi yang baik diperlukan.

.

3)Apakah bagan Astrologi kelahiran Anda mendukung bagi ilmu-ilmu semacam itu? Setiap orang memang bisa mempelajari ilmu-ilmu di atas; apalagi di era globalisasi seperti sekarang. Namun apakah setiap orang dapat menjadi praktisi yang baik? Menurut saya tidak. Setiap orang sudah mempunyai bakatnya sendiri-sendiri; ada yang berbakat menjadi insinyur, seniman, artis, ahli ekonomi, dan juga praktisi ilmu peramalan. Jika Anda ingin tahu apakah Anda berbakat menjadi praktisi ilmu peramalan silakan periksa bagan Astrologi, Bazi, atau Ziweidoushu Anda. Apakah terdapat kecenderungan ke arah tersebut? Bila tidak ada, maka sebaiknya Anda tidak menekuni bidang tersebut.

.

4)Satu hal penting, yang memberikan sumbangsih bagi ketepatan ramalan adalah keberuntungan praktisi itu sendiri. Apabila sedang berada dalam saat keberuntungannya, maka ramalan yang diberikan juga sebagian besar tepat. Sebaliknya jika peruntungannya dengan jelek, maka hasil analisa dan intuisi praktisi juga akan meleset; sehingga ramalannya juga tidak tepat.

.

5)Patut disadari bahwa ramalan juga ada kalanya meleset. Jadi terlepas dari empat faktor di atas, ramalan mustahil selalu tepat. Itu adalah sesuatu yang wajar. Jika ramalan atau prediksi Anda meleset jangan berkecil hati. Sekali lagi, itu adalah sesuatu yang sangat wajar. Tidak ada yang aneh. Dalam sains modern kita juga mengenal adanya deviasi atau penyimpangan. Dalam fisika modern kita mengenal Prinsip Ketidak-pastian Heisenberg. Seperti yang diungkapkan oleh filsafat Daoisme: “Dalam sesuatu yang tetap ada sesuatu yang berubah; dalam sesuatu yang berubah ada sesuatu yang tetap.” Jadi, alam semesta ini adalah sesuatu yang kompleks dan senantiasa dipenuhi perubahan. Ilmu peramalan juga mempunyai keterbatasan. Sebagaimana halnya ilmu mekanika fluida yang tidak dapat menghitung dengan tepat, saat turbulensi menjadi terlalu ekstrim, begitu pula ilmu peramalan. Dengan demikian, jangan berharap suatu ramalan akan selalu tepat. Itu adalah sesuatu yang mustahil.

.

Demikian kita sudah membahas hal-hal yang memberikan sumbangsih bagi tepatnya suatu ilmu ramalan.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

APAKAH INI MAKNA PENGLIHATAN SAYA TERKAIT PEMBUNUHAN SADIS DI PULOMAS?

APAKAH INI MAKNA PENGLIHATAN SAYA TERKAIT PEMBUNUHAN SADIS DI PULOMAS?

.

Ivan Taniputera.

29 Desember 2016.

.

Pada tanggal 6 Oktober 2016 saya pernah memuat gambar sebagai berikut:

.

 
 

.

Sebenarnya gambar ini berasal dari penglihatan atau visi yang saya alami pada tanggal 5 Oktober 2016 dan kemudian saya mencoba menuangkannya dalam bentuk gambar. Penglihatan itu muncul saat malam hari, yakni ketika saya sedang beristirahat sambil berbaring-baring. Begitu mendapatkan visi tersebut agar tidak lupa, saya segera meraih handphone saya dan mencoba menggambarkannya serinci mungkin dengan aplikasi Sketsa. Hasilnya adalah seperti gambar di atas. Pada penglihatan tersebut, saya melihat orang yang sedang ditodong dengan pistol oleh beberapa orang, dimana yang tampak pada penglihatan saya ada tiga orang. Hanya saja wajah-wajahnya tidak begitu jelas dalam penglihatan saya dan nampak kabur atau samar-samar saja. Setelah selesai saya memuatnya di facebook dan blog saya lainnya. Linknya adalah sebagai berikut: https://ramalanfengshuiastrologimetafisika.wordpress.com/2016/10/11/sebuah-gambar/.

.

Saya sebenarnya sudah melupakan gambar tersebut. Namun setelah menonton berita pembunuhan sadis di Pulomas beberapa hari lalu, saya teringat gambar itu. Apakah itu penglihatan saya terkait pembunuhan tersebut? Saya sendiri juga tidak tahu. Yang pasti sekarang saya sudah lupa dengan apa yang saya saksikan pada penglihatan tersebut karena sudah kurang lebih dua bulan berlalu.

.

Terlepas dari semua itu, marilah kita berdoa agar dunia ini menjadi makin aman dan bebas segenap kejahatan. Kita berdoa pula agar pelakunya segera tertangkap dan mendapatkan hukuman yang seadil-adilnya.

.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . 

 

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

SAJAK-SAJAK LORONG WAKTU

SAJAK-SAJAK LORONG WAKTU

.

Ivan Taniputera.

15 Oktober 2016

(dilengkapi 2 November 2016)

.

MASA PERTAMA

(1)

 
 
Tertunduk berjalan sang raja

Menuju singgasananya yang retak

Sudah habis kekuasaannya

Dua masa diperpanjang tidak

(2)

Dua kota itu ditinggalkan kosong

Penduduknya berlarian ke samudera raya

Anjing sedih melolong lolong

Pada dua ratus dua puluh enam adanya

(3)

Pada tempat pertemuan dua arus

Nyala merah membara di angkasa

Terjun jatuh Icarus

Seratus tiga puluh enam tak berdaya

(4)

Seratus lebih mengarak panji

Hantu hantu yang lapar

Porak poranda sudah terjadi

Tubuh-tubuh terkapar

(5)

Tubuh-tubuh melesat berlarian

Kemenangan putih merah biru

Pekik membahana nian

Sudahlah pasti diseru

(6)

Sudah begitu jalannya mentari

Orang akan memperingati lima

Dan enam akan diingati

Hati akan menjadi lambangnya

(7)

Hati intisari segenap pengetahuan

Saat KAN memasuki KUN

Jiwa air akan berkumpul demikian

Di negeri penuh halimun

(8)

Di negeri hijau kuning

Rimba raya bersungai

Wabah akan membuat hening

Bulan dua tiga akan mulai

(9)

Bulan di rasi Taurus

Sudah tentu tidak kurus

Lembu muda tanduk terhunus

Puri nan salah urus

(10)

Puri keagungan malam

Saatnya berjumpa mimpi

Bagian pertama ini telah tersulam

Sementara sudah usai.

.

MASA KEDUA

(1)

Sang pangeran lanjut usia

Dimahkotai pada kota tujuh bukit

Pilar pilar herkules asalnya

Tempat Aeskulapius penyembuh sakit

(2)

Tempat panji mentari terbit berkibar

Galangan kapal terangkat dashyat

Bumi menari berdebar debar

Ombak bergulung menghantam hebat

(3)

Dua bebek berjalan beriringan

Dari dua tembok tua kelabu

Dari situlah asalnya gerakan

Perubahan kesadaran zaman baru

(4)

Nyanyian peri siren di lautan

Suatu penemuan keantikan lampau

Dinding batu bawah ombak keabadian

Istana dasar laut terlupakan ribuan masa

(5)

Naga merah meliuk ke timur

Melindungi paruh atasnya yang kecil

Rajawali biru merah bercakar berat

Hinggap di paruh bawah nan mungil

(6)

Oh siapakah ksatria yang sanggup menahannya

Raksasa garang beroda baja

Menggali gorong-gorong bumi perkasa

Dua benua terhubung sudah.

(7)

Pertempuran itu sudah berlalu

Menyisakan jalan-jalan berlubang

Gedung-gedung menjadi arang abu

Jenderal botak rajai negeri sisa perang

(8)

Di tahun ayam kegentaran besar

Gajah raksasa menapak bumi

Goncang sudah negeri besar

Bagai guncangan tali rami

(9)

Garis balik utara

Pangeran mengejar putri raja

Salju tercurah tanpa suara

Menutupi kepingan-kepingan baja

(10)

Binatang-binatang hitam

Pada kemunculan bintang berekor

Merajalela penyakit demam

Darah merah merona dalam bokor

.

MASA KETIGA

(1)

Singgasana para raja

Cucuran bunga api merah merona

Senja langit jingga

Berkobar menyambar angkasa

(2)

Revolusi besar dimulai di tengah badai

Mereka akan disebut Anak-Anak Badai

Menyebar laksana angin menghembus api

Perubahan besar sudah terjadi

(3)

Ditingkah paduan suara sumbang

Berharap ia tumbang

Jatuh dari gelanggang

Namun ia tetap terpilih menang

(4)

Demikianlah sudah tergurat dan tersurat

Jalannya nasib semesta keramat

Dari Timur berjalan ke Barat

Akan bersatu dua budaya adat istiadat

(5)

Sastrawan besar dari Timur

Pujangga seumur umur

Menaiki panggung hadiah termashyur

Menerima penghargaan luhur

(6)

Ia yang luhur tulus

Mendapatkan dua penolong berbudi halus

Seorang dikiri seorang dikanan sudahlah harus

Barulah dapat berjalan lurus

(7)

Kengerian besar di negeri air mancur

Mendadak semua hancur

Jerit tangis apa lacur

Menolong yang terkubur

(8)

Semua begitu terkejut

Semua begitu takut

Bingung carut marut

Luka terparut-parut

(9)

Siapa kenal Orakel delphi

Warisan negeri Yunani

Seorang pemimpin baru akan berdiri

Akhiri masa resesi

(10)

Malam terus mendaki

Hampir mendekati pagi

Saatnya istirahat lagi

Esok menulis kembali.

.

MASA KEEMPAT

(1)

Anjing-anjing perang

Di tengah padang gersang

Menggonggong di dekat kilang

Yang kalah pasti hilang

(2)

Panji-panji kanan kalahkan kiri

Sang penguasa baru di Ungari

Sebagian menjadi anak tiri

Semua hanya tuk anak negeri

(3)

Putera mahkota menanti jadi raja

Akhir masa penantian tiba

Tapi tiadalah kesukaan rakyat padanya

Memerintah tanpa cinta karisma

(4)

Kegelapan tak tertembus

Olehnya sebuah kota terbungkus

Badai hebat membuatnya putus

Demikian semua jadi minus

(5)

Rakyat bergerak berarak arak

Di sebuah negeri pasir gemeretak

Menentang rajanya nan lama tiada gerak

Riuh nian suara sorak-sorak

(6)

Hingar bingar suara seruling

Sesudah itu mulai hening

Ternyata sudah musim fruehling

Merah terpilih melalui voting

(7)

Renik-renik peradaban

Berabad-abad sudah berjalan

Malam telah semakin depan

Saatnya istirahat di atas dipan

(8)

Sirine telah meraung-raung

Terdengar jauh ia bergaung

Demikianlah di negeri burung

Dentuman mengejutkan jantung

(9)

Ia memperingati limapuluh tahun

Di antara aneka daun

Musik lambat mengalun

Pria tua berlagak pikun.

(10)

Sebentar lagi terbit mentari

Tanda sudah berganti hari

Sementara cukup jari menari

Istirahat dulu nanti disambung lagi.

.

MASA KELIMA

(1)

Namanya seperti pembawa berkat

Bagi bangsanya datangkan hormat

Negerinya penuh rahmat

Semuanya takjub terpikat.

(2)

Di negeri itu orang hanya bisa makan bubur

Tiada lagi yang tumbuh subur

Jangankan lagi daging apalagi telur

Perang saudara semua hancur.

(3)

Siapa terdepan akan jadi terbelakang

Bagai semut orang akan hengkang

Banyak tiada terbilang

Semua terbang bagai belalang.

(4)

Oh sudah tiada kota itu

Ditelan dashyatnya samudera bagai hantu

Dulu banyak orang berlalang lalu

Ibukota Timur ia disebut begitu.

(5)

Curahan semesta alam

Mengguyur tembok pualam

Hanya dalam satu malam

Kota bertirai bambu tenggelam.

(6)

Perundingan antara dua raja

Membawa pedang baja

Penguasa istana merah senja

Akan lebih berjaya

(7)

Kereta melebur hancur

Terbolak-balik bagai air mancur

Apa daya ia dashyat berbentur

Meluncur keluar jalur

(8)

Tembok berbatu tulang

Nampak bersilang-silang

Di situlah ditemukan yang hilang

Dalam wujud kering belulang.

(9)

Negeri yang ada di bawah pelangi

Memilih rajanya lagi

Di bawah gantang terdapat ragi

Hamba sahayanya tiada terbagi

(10)

Jika tujuh sudah datang

Sembilan akan muncul

Akan berbaris menjelang petang

Sambil memanggul umbul-umbul.

PERMAINAN SANG DALANG

Ternyata saya sudah pernah menuliskan puisi ini status facebook saya pada tanggal 19 Februari 2016

.

 Berikut ini adalah isi puisi selengkapnya:

PERMAINAN SANG DALANG

Ivan Taniputera.

19 Februari 2016

Wahai kawan,

Semua ini hanya permainan

Sang dalang

yang bersembunyi di balik bayang-bayang

.

Hanya bergerak tanpa tahu

Dirinya hanyalah boneka

Digerakkan oleh tali temali teraju

Kesana kemari tanpa mau

.

Dalang bersembunyi asri

Di balik layar terbentang

Damai atau perang sungguh ngeri

Itulah hanya lakon sang dalang

.

Semua demi kepentingannya

Dalang penghisap darah

Semua tunduk perintahnya

Tanpa sadar dijarah sudah

.

Peluh lelah keluh kesah

Tanpa tahu bekerja deminya

Pastilah sang dalang untung sudah

Tubuh bertumbangan tanpa arah

.

Wahai kawan waspadalah

Kedua waspadalah

Ketiga waspadalah

Apakah engkau boneka dalang serakah?

SEKELUMIT MENGENAI ASTROLOGI YAHUDI

SEKELUMIT MENGENAI ASTROLOGI YAHUDI.

.
Ivan Taniputera.
19 November 2016
.
Pada kesempatan kali ini, kita akan sedikit mengulas mengenai astrologi Yahudi. Sebelumnya, kita akan sekilas menguraikan mengenai sistim penanggalan Yahudi (הַלּוּחַ הָעִבְרִי, Ha-Luah ha-Ivri) . Penanggalan Yahudi terdiri dari 12 bulan:
.
1. Nisan ( נִיסָן‎‎ ), terdiri dari 30 hari.
2. Iyar ( אִייָר ), terdiri dari 29 hari.
3. Sivan ( סִיוָן ), terdiri dari 30 hari.
4. Tammuz ( תמוז ), terdiri. dari 29 hari.
5. Av ( אָב ), terdiri dari 30 hari.
6. Elul ( אֱלוּל ), terdiri dari 29 hari.
7. Tishri ( תִּשְׁרִי ), terdiri dari 30 hari.
8. Marcheshvan ( מַרְחֶשְׁוָן ), terdiri dari 29 atau 30 hari
9. Kislev ( כִּסְלֵו ), terdiri dari 30 atau 29 hari.
10. Tevet ( טֵבֵת ), terdiri dari 29 hari.
11. Shevat ( שְׁבָט ), terdiri dari 30 hari.
12. Adar ( אֲדָר ), terdiri dari 29 hari.
.
Uniknya adalah panjang satu hari tidaklah sama menurut tradisi Yahudi. Menurut tradisi Yahudi, satu jam adalah 1/12 waktu antara matahari terbit dan terbenam. Jadi, pada saat musim panas, dimana matahari terbenam lebih lambat, maka panjang satu jam juga menjadi lebih panjang, begitu pula sebaliknya. Jumlah hari dalam tahun Yahudi adalah bervariasi antara 353 hingga 355 hari. Untuk menyesuaikan dengan peredaran matahari, maka mereka juga menambahkan bulan tambahan (bulan kabisat). Demikianlah selintas mengenai sistim penanggalan Yahudi. Kita tidak akan membahas perhitungan penanggalan mereka lebih lanjut.
.
Pada Naskah-naskah Laut Mati, dikenal literatur yang disebut brontologion, yakni semacam almanak berisikan makna pertanda-pertanda alam seperti guruh dan makna masing-masing hari penanggalan mereka. Selanjutnya terdapat almanak atau semacam ephemeris letak Rembulan pada tanda-tanda zodiak harinya:
 
“Tanggal 6 dan 7 pada Sagitarius.
Tanggal 8 dan 9 pada Capricornus.
Tanggal 10 dan 11 pada Aquarius.
Tanggal 12, 13, dan 14 pada Pisces.
Tanggal 15 dan 16 para Aries.
Tanggal 17 dan 18 pada Taurus.
Tanggal 19, 20, dan 21 pada Gemini.
Tanggal 22 dan 23 pada Cancer.
Tanggal 24 dan 25 pada Leo.
Tanggal 26. 27, dan 28 pada Virgo.
Tanggal 29 dan 30 pada Libra.
TISHRI
Tanggal 1 dan 2 pada Scorpio.
Tanggal 3 dan 4 pada Sagitarius.
Tanggal 5, 6, dan 7 pada Capricornus.
Tanggal 8 dan 9 pada Aquarius.
Tanggal 10 dan 11 pada Pisces.
Tanggal 12, 13, dan 14 pada Cancer.
Tanggal 15 dan 16 pada Leo.
Tanggal 17 dan 18 pada Virgo.
Tanggal 19, 20, dan 21 pada Libra.
Tanggal 22 dan 23 pada Scorpio.
Tanggal 24 dan 25 pada Sagitarius.
Tanggal 26, 27, dan 28 pada Capricornus.
Tanggal 29 dan 30 pada Aquarius.
SHEVAT
Tanggal 1 dan 2 pada Pisces
Tanggal 3 dan 4 pada Aries.
Tanggal 5, 6, dan 7 pada Taurus.
Tanggal 8 dan 9 pada Gemini.
Tanggal 10 dan 11 pada Cancer.
Tanggal 12, 13, dan 14 pada Leo.
Tanggal 15 dan 16 pada Virgo.
Tanggal 17 dan 18 pada Libra.
Tanggal 19, 20, dan 21 pada Scorpio.
Tanggal 22 dan 23 pada Sagitarius.
Tanggal 24 dan 25 pada Capricornus.
Tanggal 26, 27, dan 28 pada Aquarius.
Tanggal 29 dan 30 pada Pisces.
…….”
.
Jadi, kita dapat menyimpulkan bahwa Rembulan menurut penanggalan Yahudi akan berada dalam satu tanda zodiak selama kurang lebih 2 atau 3 hari. Selain itu, dapat disimpulkan bahwa kedua belas tanda zodiak telah dikenal pula pada masa tersebut.
.
Astrologi merupakan bagian tradisi Kabbalah dalam Yudaisme. Dalam bahasa Hibrani, zodiak disebut mazzaroth. Berikut ini adalah nama-nama zodiak dalam tradisi Yahudi.
.
1. Taleh (Aries).
2.Shor (Taurus).
3. Teomim (Gemini).
4.Sarton (Gemini).
5. Ari (Leo).
6. Betulah (Virgo).
7. Moznayim (Libra).
8. Akrab (Scorpio).
9. Kasshat (Sagitarius).
10. Gedi (Capricornus).
11. D’li (Aquarius).
12. Dagim (Pisces).
.
Selanjutnya dikenal pula tujuh benda langit, yakni:
.
1. Shabbatai (שבתאי) atau Saturnus
2.Tzedeq ( צדק) atau Yupiter
3. Ma’adim ( מאדים) atau Mars
4. Ḥammah ( חמה) atau Matahari
5. Kokhevet ( כוכבת ) atau Venus
6. Kokhav ( כוכב ) atau Merkurius
7. Levanah ( לבנה ) atau Rembulan
.
Demikianlah sepintas perkenalan kita terhadap astrologi Yahudi.
.
DAFTAR PUSTAKA.
.
Vermes, Geza. The Dead Sea Scrolls in English, Penguin Books, 1995.