RENUNGAN AJARAN DEWA TAN TIK SIOE

RENUNGAN AJARAN DEWA TAN TIK SIOE.

.

Ivan Taniputera.

14 Juni 2017.

.

Pada kesempatan kali ini kita akan sedikit membahas mengenai ajaran Dewa Tan Tik Sioe:

.

“Kita ada mempoenjai saboewa roema bogrek djanganlah aken memandeng roema bagoes.” (Dewa Tan Tik Sioe pada Moestika Adem Hati, 1917).

.

Apabila kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia modern kurang lebih adalah:

.

“Jika kita memliki rumah yang buruk janganlah mengharapkan rumah mewah.”

.

Berdasarkan ajaran di atas, dapat disimpulkan bahwa kita hendaknya tidak merasa putus asa bila tidak mendapatkan apa yang diharapkan. Banyak orang mengharapkan hasil yang tinggi namun sewaktu ambisinya tidak tercapai ia menjadi sangat tertekan. Oleh karenanya, kita perlu bersuka cita apa pun hasil yang dicapai.

.

Meskipun demikian, ajaran di atas tidak menyatakan agar kita mudah berpuas diri. Apabila kita merasa atau menganggap rumah kita buruk, tidaklah salah mengharapkan rumah yang lebih baik. Namun berharap saja tidak cukup. Kita perlu berupaya mewujudkannya dengan memanfaatkan segenap kemampuan beserta sumber daya yang kita miliki. Yang penting adalah kita berupaya sebaik mungkin, tetapi apa pun hasilnya perlu kita terima dengan suka cita.

.

Kita dapat menafsirkan ajaran di atas bahwa bila kita menabur sesuatu yang buruk janganlah mengharapkan yang baik. Dalam dunia karir dan usaha, tidak jarang orang saling menjegal serta merugikan satu sama lain. Namun sesuatu yang diperoleh dengan merugikan hak orang lain, tidak akan membuahkan kebaikan. Sesuatu yang buruk mustahil menghasilkan kebaikan. Jika ada sesuatu yang seolah-olah nampak sebagai kebaikan atau kebahagiaan, maka semua itu hanya sementara saja sifatnya.

.

Demikianlah sedikit renungan kita terhadap ajaran Dewa Tan Tik Sioe.

HU KONGCO KWAN KONG (GUAN YU)

HU KONGCO KWAN KONG (GUAN YU).

.

Ivan Taniputera.

5 Februari 2017.

.

 
 

.

Saya baru saja mendapatkan hu Kongco Kwan Kong (Guanyu) seperti gambar di atas. Pada hu tersebut terdapat tulisan Shanxi Fuzi (山西夫子) atau Orang Suci dari Shanxi. Ini merupakan salah satu gelar Beliau, yang dianugerahkan oleh Kaisar Qianlong dari Dinasti Qing (1644-1912). Hu ini nampaknya berfungsi sebagai perlindungan, yakni agar orang yang membawanya mendapatkan perlindungan beserta pertolongan dari Kongco Kwan Kong.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .

.

 

 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

SERIAL LIPUTAN KELENTENG: KUNJUNGAN KE KELENTENG HOK AN BIO (福安廟 Mandarin: Fuan Miao), GUBUG, KABUPATEN GROBOGAN, JAWA TENGAH

SERIAL LIPUTAN KELENTENG: KUNJUNGAN KE KELENTENG HOK AN BIO (福安廟 Mandarin: Fuan Miao), GUBUG, KABUPATEN GROBOGAN, JAWA TENGAH

.

Ivan Taniputera
4 November 2012
.
Pada hari ini saya mengunjungi Kelenteng Hok An Bio (福安廟, Mandarin: Fuan Miao) di Gubug, Kabupaten Grobogan. Adapun bangunan tampak depan kelenteng seperti gambar di bawah ini:
.
 
 .
Sedangkan bagian ruang utamanya adalah seperti gambar di bawah ini:
.
 
.
Dewata-dewata yang dipuja di ruang utama antara lain adalah:
.
Di bagian depan terhadap Zhongtan Yuanshuai, lalu di belakangnya terdapat altar Hok Tek Tjin Sin (Fude Zhenshen).
.
Di bagian sampingnya terdapat altar:
.
  • Kwan Te Ya
  • Sam Po Tay Djien
  • Kiu Tian Ming Tjiauw
  • dan lain-lain.
.
 
.
Rupang Dewa Kiu Tian Ming Tjiauw
.
 .
Rupang Dewa Zhongtan Yuanshuai.
.
Sedangkan di bagian samping kanan terdapat ruang altar bagi Trinabi, yakni Buddha, Laozi, dan Kongzi. Ada pula altar bagi Dewa Jing Cui Co Soe Kong.
.
Di bagian samping kanan terdapat ruang altar bagi Avalokitesvara (Guanyin Busa). Selain itu masih ada pula altar bagi Tee Bo (Mandarin: Dimu).
.
Menurut penuturan dari penjaga bio yang menarik di sini adalah altar bagi Avalokitesvara Bodhisattva, dulunya dipergunakan sebagai altar bagi Yesus dan Bunda Maria. Namun kedua rupang tersebut kini telah dipindahkan ke Gua Maria Kerep.
Kelenteng ini tidak begitu besar, dan waktu saya berkunjung ke sana dalam keadaan sepi.

MENENTUKAN ARAH SEMBAHYANG TAHUN BARU IMLEK SETIAP TAHUNNYA

MENENTUKAN ARAH SEMBAHYANG TAHUN BARU IMLEK SETIAP TAHUNNYA.

.

Ivan Taniputera.

29 Januari 2017.

.

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek banyak orang bertanya ke arah manakah meja sembahyang harus dihadapkan, karena memang setiap tahun arahnya berubah-ubah. Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan daftar arah hadap meja sembahyang Tahun Baru Imlek bagi setiap tahun hingga tahun 2060. Arah hadap didasari oleh arah kedatangan Dewa Rejeki setiap tahunnya.

.

 
 

Berikut ini adalah daftarnya:

2010 (Gengyin): Tenggara

2011 (Xinmao): Utara

2012 (Renchen): Selatan

2013 (Guisi): Barat

2014 (Jiawu): Selatan

2015 (Yiwei): Barat

2016 (Bingshen): Timur

2017 (Dingyou): Tenggara

2018 (Wuxu): Utara

2019 (Jihai): Selatan

2020 (Gengzi): Barat

2021 (Xinchou): Timur

2022 (Renyin): Tenggara

2023 (Guimao): Timur

2024 (Jiachen): Tenggara

2025 (Yisi): Utara

2026 (Bingwu): Selatan

2027 (Dingwei): Barat

2028 (Wushen): Timur

2029 (Jiyou): Tenggara

2030 (Gengxu): Utara

2031 (Xinhai): Selatan

2032 (Renzi): Barat

2033 (Guichou): Selatan

2034 (Jiayin): Barat

2035 (Yimao): Timur

2036 (Bingchen): Tenggara

2037 (Dingsi): Utara

2038 (Wuwu): Selatan

2039 (Jiwei): Barat

2040 (Gengshen): Timur

2041 (Xinyou): Tenggara

2042 (Renxu): Timur

2043 (Guihai): Tenggara

2044 (Jiazi): Utara

2045 (Yichou): Selatan

2046 (Bingyin): Barat

2047 (Dingmao): Timur

2048 (Wuchen): Tenggara

2049 (Jisi): Utara

2050 (Gengwu): Selatan

2051 (Xinwei): Barat

2052 (Renshen): Selatan

2053 (Guiyou): Barat

2054 (Jiaxu): Timur

2055 (Yihai): Tenggara

2056 (Bingzi): Barat

2057 (Dingchou): Selatan

2058 (Wuyin): Barat

2059 (Jimao): Timur

2060(Gengchen): Tenggara

.

Dengan demikian, kita dapat memperhatikan hal menarik sebagai berikut:

1) Dewa Rejeki tidak pernah datang dari arah Barat Laut, Barat Daya, dan Timur Laut.

2) Arah kedatangan Dewa Rejeki itu tersebar secara acak. Dalam kurun waktu 50 tahun, maka Dewa Rejeki:

  • Datang dari arah Barat sebanyak 12 kali.
  • Datang dari arah Selatan sebanyak 11 kali.
  • Datang dari arah Tenggara sebanyak 11 kali
  • Datang dari arah Timur sebanyak 10 kali.
  • Datang dari arah Utara sebanyak 7 kali.

Dewa Rejeki paling banyak datang dari arah barat.

3) Berikut ini adalah pola jeda tahunnya:

Barat: 4-5-7-5-2-5-7-5-2-3-2

Selatan: 2-5-7-5-2-5-7-5-2-5

Tenggara: 7-5-2-5-7-5-2-5-7-5

Timur: 5-2-5-7-5-2-5-7-5

Utara: 7-7-5-7-7-5

.

Pola ini sangat unik dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .

.

 

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

TAKDIR VERSUS CISWA: SEBUAH RENUNGAN DARI KISAH THO HWA LI

TAKDIR VERSUS CISWA: SEBUAH RENUNGAN DARI KISAH THO HWA LI

Ivan Taniputera

27 Februari 2013

.

Dalam perjalanan ke delapan kelenteng beberapa waktu yang lalu, saya menemukan buku kisah Tho Hwa Li buah karya Gan KH ini. Sebenarnya saya sudah pernah mendengar mengenai kisah Tho Hwa Li semenjak masih kecil dan edisi lama buku ini saya sudah punya, namun kini tidak tahu lagi di mana keberadaannya. Oleh karenanya, penemuan kembali buku ini di salah sebuah kelenteng yang saya kunjungi merupakan peristiwa berharga. Kisah-kisah dalam tradisi Tiongkok memang sarat makna dan filsafat pemikiran.

 
 
 

Secara umum, dalam buku tersebut ada hal-hal menarik, seperti asal muasal tradisi ritual pengantin yang masih dilaksanakan hingga hari ini dan takdir versus ciswa. Kita akan mengulasnya satu persatu.

 

1.TAKDIR VERSUS CISWA

 

Sebelum mengulas mengenai topik bahasan ini. Saya akan memaparkan latar belakang kisahnya secara singkat. Ciu Kong adalah seorang mantan pembesar di masa pemerintahan Kaisar Ciu Yu Ong (781 SM) dari dinasti Ciu (Mandarin: Chou). Karena kaisar ke-12 ini hanya gemar bersenang-senang saja bersama selirnya bernama Po Su, Ciu Kong lantas mengundurkan dirinya. Sebenarnya Ciu Kong ini bukanlah nama pembesar tersebut. Namanya tidak disebutkan dalam buku ini. Ciu Kong adalah gelar yang dianugerahkan oleh Kaisar Yu Ong, sewaktu pembesar tersebut mengundurkan dirinya guna pulang ke desa. Arti telar itu adalah “Sesepuh Marga Ciu.” (lihat halaman 3). Selain pemberian gelar kehormatan, Ciu Kong mendapatkan pula anugerah berupa pedang bernama Sian-cam-ho-cau (Bunuh Dulu Urusan Belakang). Ini menandakan bahwa pemegang pedang tersebut memiliki kekuasaan luar biasa.

Ciu Kong yang telah mengundurkan dirinya lantas membuka profesi sebagai juru ramal. Uniknya Ciu Kong akan memberikan ganti rugi yang besar jika ramalannya meleset (tiga ratus lima puluh tahil perak-halaman 6). Meskipun demikian, biaya meramalnya cukup rendah, yakni “tiga tahil setengah uang perak.” (halaman 5). Dalam sehari, ia hanya menerima tiga orang saja yang hendak diramal. Sebagai juru penerima tamu, Ciu Kong mengangkat mantan juru tulisnya bernama Peng Cian.

Ramalan Ciu Kong memang terbukti keakuratannya. Kendati demikian dua kali ramalan Ciu Kong meleset, yakni:

 

a.Putera seorang nenek bernama Li Kho-cwan (halaman 16) yang diramal akan meninggal. Berkat kias yang diberikan Tho Hwa Li, nyawanya berhasil diselamatkan. Tho Hwa Li adalah gadis sakti yang pandai menciptakan beraneka macam kias. Caranya adalah bersembahyang dengan tiga batang dupa saat sore hari, lalu mengambil bantal anaknya, menepuk tiga kali pada bantal disertai seruan keras memanggil anaknya. Singkat cerita, memang kias atau penangkal ini terbukti kemanjurannya.

 

b.Peng Cian sendiri diramalkan akan meninggal oleh Ciu Kong. Namun Tho Hwa Li berhasil menyelamatkannya, yakni menyuruh Peng Cian menanti kehadiran Delapan Dewa di sebuah kuil. Ternyata usia Peng Cian dapat ditambah 80 tahun.

 

Kegagalan ramalannya ini menggusarkan hati Ciu Kong yang merasa otorita-nya tertantang. Ia lalu mencari cara membunuh Tho Hwa Li yang akan kita uraikan belakangan.

 

Kini kita akan mendiskusikan terlebih dahulu makna kisah ini. Tentu saja sebuah kisah dapat dimakna berbeda-beda bagi masing-masing orang. Kendati demikian saya lebih cenderung memaknainya berdasarkan pertanyaan klasik “Apakah nasib dapat diubah?” Ini adalah sebuah pertanyaan yang telah hadir semenjak zaman yang amat lampau. Sepanjang sejarahnya agama dan filsafat telah berupaya memberikan jawaban bagi hal ini, sehingga kita dapat menjumpai banyak teori tentangnya. Namun, semuanya itu akan tetap menjadi sebuah “hipotesa” yang tidak dapat kita buktikan kebenarannya. Mengapa? Karena kita tidak memiliki mesin waktu. Sebuah hipotesa baru akan terbukti jika sudah diuji dengan sebuah eksperimen. Jadi secara sederhana adalah sebagai berikut. Seorang melakukan tindakan A hingga akhirnya mendapatkan B. Namun kita tidak tahu, jika tidak melakukan A, apakah ia akan tetap mendapatkan B. Dalam kehidupan nyata, memang terdapat kasus-kasus di mana seseorang telah berupaya, namun tidak memperoleh hasil yang diharapkan. Sebaliknya, ada juga orang tidak berusaha, tetapi malah mendapatkan sesuatu yang diharapkannya. Karena kita tidak mampu mengujinya, pertanyaan apakah “nasib dapat diubah” akan tetap menjadi misteri umat manusia sampai ditemukannya mesin waktu; yakni satu-satunya alat yang dapat dipergunakan menguji berbagai kemungkinan pararel dalam kehidupan manusia. Untuk lebih jelasnya, pembaca dapat menonton film “Butterfly Effect.” Apakah ciswa itu benar dapat mengubah nasib? Pertanyaan ini juga mustahil dijawab. Namun kisah di atas mencerminkan pertanyaan klasik tersebut, yakni takdir versus ciswa.

 

2.RITUAL-RITUAL UPACARA PERNIKAHAN TIONGHOA

 

Demi membalaskan dendamnya pada Tho Hwa Li, Ciu Kong lantas melakukan suatu tindakan yang agak eksentrik. Dia hanya memiliki seorang puteri bernama Ciu He Lian, namun agar dapat “membunuh” Tho Hwa Li, ia lantas “menikahkan” puterinya itu dengan Tho Hwa Li. Tentu saja sebelumnya sang puteri akan dirias sebagai pengantin pria. Ciu Kong memilihkan hari paling buruk, yang disebut Thian pia jit. Itu merupakan hari paling buruk bagi pengantin wanita. Banyak bahaya yang menanti, sehingga akan mengancam nyawa sang mempelai wanita. Berikut ini adalah bahaya beserta penangkalnya.

 

a.Pada hari itu saat mempelai wanita keluar dari rumahnya sendiri, dua bintang jahat, yakni Thian-sat dan Thian sin, telah siap menghantamnya, sehingga pengantin wanita mendadak jatuh tersungkur dan meninggal seketika.

 

PENANGKAL: Tho Hwa Li bersembahyang pagi-pagi sebelum matahari terbit, guna mengundang kehadiran dewa Liok ting Thai-sin dan Liok tha Thai sin, yang bertugas menjaga keamanan langit, sehingga sanggup mengusir Thian-sat dan Thian-sin.

 

b.Saat mempelai wanita telah duduk dalam tandu, bintang Ceng-liong ce (Naga Hijau) dan Pek-hou ce (Macan Putih) telah siap mencabut nyawanya.

 

PENANGKAL: Ceng-liong ce paling takut dengan kilin, sedangkan Pek-hou ce takut dengan burung hong (funiks). Oleh karenanya, Tho Hwa Li menempelkan kertas merah bertuliskan warna emas, yang masing-masing berbunyi “KI LIN TO CU” dan “HONG HONG TO CU.” Artinya adalah “Kilin berada di sini” dan “Burung hong merah ada di sini.” Dengan demikian Naga Hijau dan Macan Putih kebur ketakutan.

 

c.Begitu tandu tiba di rumah mempelai pria, bintang Ceng-liong ce yang gagal membunuh pengantin wanita akan kembali beraksi, sehingga mempelai wanita bisa menemui ajalnya.

 

PENANGKAL: Melepaskan tiga batang anak panah, sehingga Ceng-liong ce lari ketakutan.

 

d.Begitu mempelai wanita memasuki rumah pengantin pria, bintang Thian Kau-ce (Kera Langit) telah siap mencekiknya.

 

PENANGKAL: Dengan menaburkan beras kuning, sehingga Kera Langit lari ketakutan. Beras kuning itu dipercaya mampu membutakan mata Kera Langit.

 

e.Bintang Ngo-kui-ce (Lima Setan) telah siap menanti di balik pintu rumah Ciu Kong dan siap menerjang serta menghabisi nyawa Tho Hwa Li.

 

PENANGKAL: Menggunakan niru sebagai payung yang telah digambari pat kwa. Dengan demikian, Lima Setan tidak berani mendekat dan menyingkir jauh-jauh.

 

f.Saat kedua mempelai duduk bersama di dalam kamar pengantin guna bersantap bersama, bintang Pek-hou ce akan datang lagi dan menghantam mempelai wanita sampai tewas.

 

PENANGKAL: Tidak ada penangkalnya, tetapi Tho Hwa Li tidak kehilangan akal. Ia pura-pura pusing dan berbaring di ranjang pengantin. Akibatnya hanya Ciu He Lian yang duduk sendirian di depan meja pengantin. Meskipun berdandan sebagai pengantin wanita, bintang Peh-hou ce tidak dapat ditipu. Ia lantas menghantam puteri Ciu Kong tersebut hingga tewas.

 

Dengan demikian, justru Ciu Kong yang kehilangan puterinya. Dendamnya pada Tho Hwa Li semakin bertambah.

 

Kisah di atas mencerminkan sebuah ajaran bahwa manusia hendaknya senantiasa berupaya memperbaiki keadaan. Meski benar bahwa kita tidak mengetahui apakah takdir dapat diubah atau tidak. Namun berusaha menciptakan sesuatu yang lebih baik adalah lebih baik ketimbang tidak berusaha sama sekali.

 

3.EPILOG

 

Ciu Kong mencari cara lain dalam membunuh Tho Hwa Li. Ia lantas mengetahui rahasia kelemahan Tho Hwa Li, yakni ranting pohon Tho tumbuh di halaman rumah Tho Hwa Li yang menjulur ke penjuru barat. Ciu Kong meminta potongan dahan tersebut pada Tho Wan Gwe, yakni ayah Tho Hwa Li, dengan alasan bahwa benda tersebut akan dipakai sebagai wahana penujuman. Benar saja setelah ranting pohon itu dipotong, kesehatan Tho Hwa Li semakin menurun dan akhirnya sakit parah. Sebelum meninggal, Tho Hwa Li berpesan pada Peng Cian, yang pernah ditolongnya, agar membenturkan peti jenazahnya saat hendak diangkut keluar dari rumah Ciu Kong. Permintaan ini dilaksanakan, dan ajaibnya Tho Hwa Li hidup kembali. Terjadi perang tanding dengan Ciu Kong. Ternyata Ciu Kong adalah jelmaan pedang dewa, sedangkan Tho Hwa Li adalah jelmaan sarungnya. Kedua pedang itu sebelumnya adalah milik Dewa Hian Thian Siang Tee (Siang Tee Kong) sewaktu Beliau masih bertapa di Bu-tong-san. Karena memperoleh Jit Gwat jing (sari murni matahari dan rembulan), akhirnya pedang beserta sarungnya berubah menjadi manusia. Saat tengah bertarung, keduanya lantas ditangkap oleh Dewa Hian Thian Siang Tee dan diubah kembali menjadi pedang dan sarungnya.Demikianlan akhir kisah menarik tersebut.

 

Epilog di atas nampaknya menandakan bahwa meskipun bertentangan, keduanya merupakan kedua hal saling melengkapi dalam tradisi Tionghoa, ibarat pedang beserta sarungnya. Pedang tanpa sarung juga tidak berguna dan bisa melukai sang pemilik pedang. Sarung saja tanpa pedang juga tidak berguna, karena tak dapat melindungi seseorang.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . .

.

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

SUTRA AVALOKITESVA RAJA GAO

SUTRA AVALOKITESVARA RAJA GAO.

.

佛說高王觀世音經

Fo shuō gāo wáng guānshìyīn jīng

.

Taisho Tripitaka 2898

.

 
 

 

.

Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia oleh Ivan Taniputera.

.

CATATAN PENERJEMAHAN BAHASA INDONESIA.

.

Pada terjemahan ini akan dicantumkan pula lafal bahasa Hokkian sebagai perbandingan. Adapun lafal bahasa Hokkian diambil dari naskah-naskah Fo Shuo Gao Wang Guanshiyin Jing yang banyak terdapat di berbagai kuil.

Sutra ini boleh diperbanyak dan disebar luaskan, dengan TIDAK MENGUBAH apa pun (tanpa menambah dan mengurangi apa pun) sebagaimana yang tercantum di sini-baik dari awal hingga akhir.

Segenap pahala kebajikan yang didapatkan dari penerjemahan Sutra ini akan dilimpahkan bagi Guru, Buddha, Dharma, Sangha, Leluhur, bangsa dan negara, serta semua makhluk.

 

世音菩薩。南無佛。南無法。南無僧。

Mandarin: Guānshìyīn púsà. Námó fo. Námó fǎ. Ná mó sēng.

Cara baca lafal Mandarin: Kuan Se In Bu Sa. Namo Fo. Namo Fa. Namo Seng.

.

Hokkian: Kwan Sie Im Pou Sat, Lam Boe Hoet, Lam Boe Hoat, Lam Boe Tjeng.

.

Terjemahan: Bodhisattva Avalokitesvara. Namo Buddhaya, Namo Dharmaya, Namo Sanghaya.

.

 

佛國有緣。佛法相因。常樂我淨。有緣佛法。

Mandarin: Fo guó yǒuyuán. Fófǎ xiāng yīn. Cháng lè wǒ jìng. Yǒuyuán fófǎ.

Cara baca lafal Mandarin: Fo kuo yu yuen. Fo fa siang in. Jang le wo cing. Yu yuen fo fa.

.

Hokkian: Hoet Kok Joe Jan. Hoet Hoat Siang In. Siang Kok Ngo Tjeng. Joe Jan Hoet Hoat.

.

Terjemahan: Mempunyai jodoh dengan Tanah Buddha (Negeri Buddha), maka ia akan menjalankan Buddhadharma. Dengan senantiasa bersukacita mewujudkan kemurnian diri, berarti mempunyai jodoh dengan Buddhadharma.

.

 

南無摩訶般若波羅蜜。是大神呪。南無摩訶般若波羅蜜。是大明呪。南無摩訶般若波羅蜜。是無上呪. 南無摩訶般若波羅蜜。是無等等呪。

Mandarin: Námó mó hē bōrě bōluómì. Shì dà shénzhòu. Námó mó hē bōrě bōluómì. Shì dàmíng zhòu. Námó mó hē bōrě bōluómì. Shì wú shàng zhòu. Námó mó hē bōrě bōluómì. Shì wú děng děng zhòu.

Cara baca lafal Mandarin: Namo mo he po ye po luo mi. Se ta sen cou. Namo mo he po ye po luo mi. Se ta ming cou. Namo mo he po ye po luo mi. Se u sang cou. Namo mo he po ye po luo mi. Se u teng teng cou.

.

Hokkian: Lam Boe Mo Ho Poan Djiat Po Lo Bit, Sie Taij Sin Tjioe. Lam Boe Mo Ho Poan Djiat Po Lo Bit, Sie Taij Beng Tjioe. Lam Boe Mo Ho Poan Djiat Po Lo Bit, Sie Boe Siang Tjioe. Lam Boe Mo Ho Poan Djiat Po Lo Bit, Sie Boe Teng Teng Tjioe.

.

Terjemahan: Namo Maha Prajnaparamita adalah mantra kekuatan agung. Namo Maha Prajnaparamita adalah mantra kegemilangan agung. Namo Maha Prajnaparamita adalah mantra tiada yang melebihinya. Namo Maha Prajnaparamita adalah mantra yang tiada menyamainya.

.

南無淨光祕密佛。法藏佛。師子吼神足由王佛。佛告須彌登王佛。法護佛

Mandarin: Námó jìng guāng bìmì fo. Fǎcáng fo. Shī zi hǒu shénzú yóu wáng fo. Fo gào xū mí dēng wáng fo. Fǎ hù fo

Cara baca lafal Mandarin: Namo cing kuang pi mi fo. Fa jang fo. Se ce hou sen cu yu wang fo. Fo kao su mi teng wang fo. Fa hu fo.

.

Hokkian: Lam Boe Tjeng Kong Pie Bit Hoet. Hoat Tjong Hoet. See Tjoe Kong Hoet. Tjiak Joe Ong Hoet. Hoet Sie Mie Teng Ong Hoet. Hoat Hok Hoet.

.

Terjemahan: Namo Buddha Kegemilangan Jernih Nan Paling Rahasia. Buddha Perbendaharaan Dharma. Buddha Raja Auman Singa Sangat Cepat. Buddha Gunung Sumeru nan Tinggi Yang Dibabarkan Buddha. Buddha Pelindung Dharma (Dharmapala).

.

金剛藏師子游戲佛。寶勝佛。神通佛。藥師琉璃光王佛。普光功德山王佛。善住功德寶王佛。過去七佛。

Mandarin: Jīngāng cáng shī zǐ yóuxì fo. Bǎo shèng fo. Shéntōng fo. Yàoshī liúlí guāng wáng fo. Pǔguāng gōngdé shānwáng fo. Shàn zhù gōngdé bǎo wáng fo. Guòqù qī fo.

Cara baca lafal Mandarin: Cin kang jang se ce yu si fo. Pao seng fo. Sen dung fo. Yao se liu li kuang wang fo. Bu kuang kung te san wang fo. San cu kung te pao wang fo. Kuo chi ji fo.

.

Hokkian: Kim Kong Tjong Soe Tjioe Joe Hie Hoet. Po Sin Hoet. Pin Tong Hoet. Jok Soe Lioe Lie Kong Hoet. Pou Kong Kong Tek San Ong Hoet. Sian Tjioe Kong Tek Po Ong Hoet. Ko Ki Ki Hoet.

.

Terjemahan: Buddha Perbendaharaan Vajra Singa Yang Berjalan Ke mana-mana. Buddha Kejayaan Nan Berharga. Buddha Kekuatan Ajaib. Buddha Raja Pengobatan Kristal nan Jernih. Buddha Raja Cahaya dan Pahala Kebajikan Memancar ke Seluruh Penjuru. Buddha Raja Permata Kebaikan dan Pahala Kebajikan. Tujuh Buddha Masa lalu.

.

未來賢劫千佛。千五百佛。萬五千佛。五百花勝佛。百億金剛藏佛。定光佛。六方六佛名號

Mandarin: Wèilái xián jié qiān fo. Qiān wǔbǎi fo. Wàn wǔqiān fo. Wǔbǎi huā shèng fo. Bǎi yì jīngāng cáng fo. Dìngguāng fo. Liùfāng liù fo mínghào

Cara baca lafal Mandarin: Wei lai sien cie jien fo. Jien u pai fo. Wan u jien fo. U pai hua seng fo. Pai i cin kang jang fo. Ting kuang fo. Liu fang liu fo ming hao.

.

Hokkian: Bi Laij Kian Kiap Tjian Hoet. Tjian Ngo Pek Hoet. Ban Ngo Tjian Hoet. Ngo Pek Hoat Seng Hoet. Pek Ek Kwie Kong Tjong Hoet. Teng Kong Hoet. Liok Hong Liok Hoet Beng Ho.

.

Terjemahan: Seribu Buddha yang akan datang selama Kalpa Keberuntungan (Bhadrakalpa). Seribu lima ratus Buddha. Lima belas ribu Buddha. Lima Ratus Buddha Kejayaan. Seratus juta Buddha Perbendaharaan Vajra. Buddha Dipamkara. Berikut ini adalah nama-nama Buddha di enam penjuru.

.

東方寶光月殿月妙尊音王佛。南方樹根花王佛。西方皂王神通焰花王佛。北方月殿清淨佛。上方無數精進寶首佛。下方善寂月音王佛.

Mandarin: Dōngfāng bǎo guāng yuè diàn yuè miào zūn yīn wáng fo. Nánfāng shù gēn huāwáng fo. Xīfāng zào wáng shéntōng yàn huāwáng fo. Běifāng yuè diàn qīngjìng fo. Shàngfāng wúshù jīngjìn bǎo shǒu fo. Xiàfāng shàn jì yuè yīn wáng fo.

Cara baca lafal Mandarin: Tung fang pao kuang ye tien ye miao cuen in wang fo. Nan fang su ken hua wang fo. Si fang cao wang sen tung yen hua wang fo. Pei fang ye tien jing cing fo. Sang fang u su cing cin pao sou fo. Sia fang san ci ye in wang fo.

 

Hokkian: Tong Hong Po Kong Goat Tian Goat Biauw Tjoen Im Ong Hoet. Lam Hong Sie Kin Hoa Ong Hoet. See Hong Tjo Ong Sin Tong Ham Hoa Ong Hoet. Pak Hong Goat Tian Tjeng Tjeng Hoet. Siang Hong Boe Sou Tjeng Tjin Po Sioe Hoet. Hee Hong Siang Siok Goat Im Ong Hoet.

.

Terjemahan:

Di penjuru timur Buddha Raja Kegemilangan Mestika Istana Rembulan Suara Mulia Sejati Rembulan.

Di penjuru selatan Buddha Raja Akar Pohon Bunga.

Di penjuru barat Buddha Raja Pembersih Raja Kekuatan Ajaib Bunga Menyala.

Di penjuru utara Buddha Istana Kemurnian Rembulan.

Di penjuru atas Buddha Permata Mahkota Kejernihan Yang Tiada Terhitung.

Di penjuru bawah Buddha Raja Suara Kebaikan Ketenangan Rembulan.

.

無量諸佛。 多寶佛。釋迦牟尼佛。彌勒佛。阿閦佛。彌陀佛。

Mandarin: Wúliàng zhū fo. Duō bǎo fo. Shìjiā móu ní fó. Mílè fo. Ā chù fo. Mítuó fó.

Cara baca lafal Mandarin: U liang cu fo. Tuo pao fo. Se cia mo ni fo. Mi le fo. A chu fo. Mi duo fo.

.

Hokkian: Boe Liang Tjoe Hoet. Too Po Hoet. Sek Ka Bou Nie Hoet. Mie Lek Hoet. O Tjee Hoet. O Mie To Hoet.

.

Terjemahan: Para Buddha yang tiada terbilang jumlahnya. Buddha Prabhutaratna. Buddha Sakyamuni. Buddha Maitreya. Buddha Aksobhya. Buddha Amitabha.

.

中央一切眾生。在佛世界中者。行住於地上。及在虛空中。慈憂於一切眾生。各令安穩休息。晝夜修持。心常求誦此經。能滅生死苦。消伏於毒害。

Mandarin: Zhōngyāng yīqiè zhòngshēng. Zài fo shìjiè zhōng zhě. Xíng zhù wū dìshàng. Jí zài xūkōng zhōng. Cí yōu wū yīqiè zhòngshēng. Gè lìng ānwěn xiūxí. Zhòuyè xiū chí. Xīn cháng qiú sòng cǐ jīng. Néng miè shēngsǐ kǔ. Xiāo chú zhū dúhài.

Cara baca lafal Mandarin: Cung yang i cie cung seng. Cai fo se cie cung ce. Sing cu u ti sang. Ci cai si gong cung. Ce yu wu i cie cung seng. Ke ling an wen siu si. Cou ye siu ce. Sin jang ciu sung ce cing. Neng mie seng se gu. Siao cu cu tu hai.

.

Hokkian: Tiong Jang It Tjiat Tjiong Seng. Taij Hoet Sie Kaij Tjia Heng Tjoe Ie Te Siang. Kip Tjaij Hie Kong tiong. Tjoe Joe Ie Tjiat Tjiong Seng. Kok Leng An In Hioe Sit. Tioe Ja Sioe Ti. Lim Siang Kia Song Tjoe Keng Leng Biat Seng See Kou. Siauw Hok Ie Tok Haij.

.

Terjemahan: Seluruh makhluk yang berada di Jambudvipa (dunia) ataupun di Tanah Buddha. Baik bergerak di muka bumi atau di angkasa. Mencurahkan belas kasih pada semua makhluk. Melimpahkan kedamaian beserta ketenangan pada mereka, sehingga baik siang dan malam dapat melatih diri. Dengan sepenuh hati melafalkan sutra ini, dapat membebaskan diri dari segenap penderitaan akibat kelahiran dan kematian. Menyirnakan segenap penderitaan.

.

那摩大明觀世音。觀明觀世音。高明觀世音。開明觀世音。

Mandarin: Nà mó dàmíng guānshìyīn. Guān míng guānshìyīn. Gāomíng guānshìyīn. Kāimíng guānshìyīn.

Cara baca lafal Mandarin: Na mo ta ming kuan se in. Kuan ming kuan se in. Kao ming kuan se in. Gai ming kuan se yin.

.

Hokkian: Nah Moo Taij Beng Kwan Sie Im, Kwan Beng Kwan Sie Im. Ko Beng Kwan Sie Im. Kaij Beng Kwan Sie Im. 

.

Terjemahan: Namo Bodhisattva Avalokitesvara Kegemilangan Agung. Bodhisattva Avalokitesvara Pendengar Agung. Bodhisattva Avalokitesvara Yang Paling Gemilang. Bodhisattva Avalokitesvara Pembuka Kegemilangan.

.

藥王菩薩。藥上菩薩。文殊師利菩薩。普賢菩薩。虛空藏菩薩。地藏菩薩。清涼寶山億萬菩薩。普光王如來化勝菩薩。念念誦此偈。七佛世尊。即說呪曰:

Mandarin: Yào wáng púsà. Yào shàng púsà. Wénshū shī lì púsà. Pǔ xián púsà. Xūkōng cáng púsà. Di cáng púsà. Qīngliáng bǎoshān yì wàn púsà. Pǔguāng wang rúlái huà shèng púsà. Niàn niàn sòng cǐ jìng. Qī fo shìzūn. Jí shuō zhòu yuē:

Cara baca lafal Mandarin: Yao wang bu sa. Yao sang bu sa. Wen su se li bu sa. Bu sien bu sa. Si gong jang bu sa. Ti jang bu sa. Jing liang pao san i wan bu sa. Bu kuang ru lai hua seng bu sa. Nien nien sung ce cing. Ji fo se cuen. Ci suo cou ye:

.

Hokkian: Jo Ong Pou Sat. Jo Siang Pou Sat. Boen Tjoe Sioe Lie Pou Sat. Pau Hian Pou Sat. Hi Kong Tjong Pou Sat. The Tjong Ong Pou Sat. Tjeng Liang Pe San It Ban Pou Sat. Pou Kong Ong Djie Laij Hoa Sin Pou Sat. Liam Liam Siong Tjoe Keng. Tjit Hoet Sie Tjoen Tjek Soat Tjioe Wat.

.

Terjemahan: Bodhisattva Bhaisajyaraja. Bodhisattva Bhaisajayasamudgata. Bodhisattva Manjushri. Bodhisattva Samantabhadra. Buddhisattva Akasagarbha. Bodhisattva Kshitigarbha. Sepuluh ribu Bodhisattva Kesejukan Gunung Mestika. Bodhisattva Mulia Raja Tathagata Cahaya Memancar Ke mana-mana. Senantiasa membaca Sutra ini. Berikut ini adalah mantra Tujuh Buddha:

.

離波離波帝。求訶求訶帝。陀羅尼帝。尼訶羅帝。毘離尼帝。摩訶迦帝。真靈虔帝。娑婆訶

Mandarin: Lí bō lí bō dì. Qiú hē qiú hē dì. Tuóluóní dì. Ní hē luó dì. Pí lí ní dì. Mó hē jiā dì. Zhēn líng qián dì. Suōpó hē 

.

Hokkian: Li Po Li Po Tee. Kioe Ho Kioe Ho Tee. To Lo Nie Tee. Nie Ho Lo Tee. Pin Lie Nie Tee. Mo O Ka Tee. Tjin Leng Kian Tee. So Po Ho.

 

PUJIAN:

.

十方觀世音 一切諸菩薩 誓願救眾生

Mandarin: Shí fāng guānshìyīn yīqiè zhū púsà shìyuàn jiù zhòngshēng 

Cara baca lafal Mandarin: Se fang kuan se in. I cie cu bu sa. Se yuen ciu cung seng.

.

Hokkian: Sip Hong Kwan Sie Im. It Tjiat Tjioe Pou Sat. Sie Goan Kioe Tjiong Seng.

Terjemahan: Sepuluh penjuru Avalokitesvara dan seluruh Bodhisattva telah berikrar menolong para makhluk. 

.

稱名悉解脫 若有智慧者 慇懃為解脫

Mandarin: Chēng míng xī jiětuō ruò yǒu zhìhuì zhě yīnqín wèi jiětuō

Cara baca lafal Mandarin: Ceng ming si cie duo. Ruo yu ce hui ce. In cin wei cie duo.

.

Hokkian: Tjeng Beng Sit Kaij Toat. Djiat Joe Hok Pok Tjia. In Kim Wie Kap Soat.

.

Terjemahan: Jika menyerukan nama Mereka akan mendapatkan pembebasan. Apabila memiliki kebijaksanaan dan melatih kesadaran pikiran akan memperoleh pembebasan.

.

但是有因緣 讀誦口不綴 誦經滿千遍

Mandarin: Dànshì yǒu yīnyuán dú sòng kǒu bù zhui sòng jīng mǎn qiān biàn

Cara baca lafal Mandarin: Tan se yu in yuen. Tu song gou pu cui. Sung cing man jien pien.

.

Hokkian: Tan Sin JoeIn Jan. Tok Siong Koe Poet Toat. Siong Keng Boan Tjian Tian.

.

Terjemahan: Barangsiapa yang memiliki jodoh karma. Membaca dan melafalkannya tanpa henti, yakni hingga seribu kali. 

.

念念心不絕 火焰不能傷 刀兵立摧折

Mandarin: Niàn niànxin bù jué huǒyàn bùnéng shāng dāobīng lì cuīzhé

Cara baca lafal Mandarin: Nien nien sin pu cue. Huo yen pu neng sang. Tao ping li jui ce.

.

Hokkian: Liam Liam Sin Poet Tjoat. Hwee Ham Poet Leng Siang. To Peng Lip Tjoei Tjiat.

.

Terjemahan: Terus melafalkan dengan batin tiada goyah. Marabahaya api tiada sanggup mencelakai. Pedang tajam akan hancur berantakan. 

.

恚怒生歡喜 死者變成活 莫言此是虛 諸佛不妄說

Mandarin: Huì nù shēng huānxǐ sǐzhě biànchéng huó mòyán cǐ shì xū. Zhū fo bù wàngshuō

Cara baca lafal Mandarin: Hue nu seng huan si. Se ce pian ceng huo. Mo yen ce se si. Cu fo pu wang suo.

.

Hokkian: Hwi No Seng Hwan Hie. Soe Tjia Pian Seng Hoat. Bok Gan Tjoe Sie Hin. Tjoe Hoet Poet Bong Soat.

.

Terjemahan: Kemarahan akan berbalik menjadi suka cita. Kematian berbalik menjadi kehidupan. Janganlah beranggapan bahwa kata-kata ini hanyalah kosong belaka. Semua Buddha tiadalah berdusta.

.

佛說高王觀世音經

Mandarin: Fo shuō gāo wáng guānshìyīn jīng 

.

Hokkian: Hoet Soat Ko Ong Kwan Sie Im Keng

.

高王觀世音 能救諸苦危 臨危急難中

Mandarin: Gāo wáng guānshìyīn néng jiù zhū kǔ wēi lín wéi jínàn zhōng 

.

Terjemahan: Avalokitesvara Raja Gao. Sanggup menolong segenap penderitaan. Saat sedang berada dalam marabahaya dan kesulitan.

.

死者變成活 諸佛語不虛 是故應頂禮

Mandarin: Sǐzhě biànchéng huó zhū fo yǔ bù xū shì gù yīng dǐnglǐ 

.

Terjemahan: Kematian akan berubah menjadi kehidupan. Perkataan semua Buddha adalah terbebas dari kebohongan. Itulah sebabnya kita menghaturkan sujud.

.

持誦滿千遍 重罪皆消滅 薄福不信者 專貢受持經

Mandarin: Chí sòng mǎn qiān biàn zhòngzuì jiē xiāomiè báo fú bùxìn zhě Zhuān gòng shòu chí jīng.

.

Terjemahan: Melafalkannya hingga seribu kali. Segenap kejahatan berat dapat disirnakan. Orang yang hanya sedikit keberuntungan tiadalah akan mempercayainya. [Marilah] dengan sepenuh hati melafalkan Sutra ini.

.

念八大菩薩名號

Melafalkan nama Delapan Bodhisattva. 

.

南無觀世音菩薩摩訶薩  

Námó guānshìyīn busàmó hē sà

Lam Boe Kwan Sie Im Pou Sat Mo Ho Sat.

Namo Avalokitesvara Bodhisattva Mahasattva.

.

南無彌勒菩薩摩訶薩

Námó mílè púsà mó hē sà

Lam Boe Mie Lek Pou Sat Mo Ho Sat

Namo Maitreya Bodhisattva Mahasattva.

.

南無虛空藏菩薩摩訶薩 

Námó xūkōng cáng púsà mó hē sà

Lam Boe Hie Kong Tjong Pou Sat Mo Ho Sat.

Namo Akasagarbha Bodhisattva Mahasattva.

.

南無普賢菩薩摩訶薩

Námó pǔ xián púsà mó hē sà

Lam Boe Po Hian Pou Sat Mo Ho Sat.

Namo Samantabhadra Bodhisattva Mahasattva.

.

南無金剛手菩薩摩訶薩  

Námó jīngāng shǒu púsà mó hē sà

Lam Boe Kim Kong Tjoe Pou Sat Mo Ho Sat

Namo Vajrapani Bodhisattva Mahasattva.

.

南無妙吉祥菩薩摩訶薩

Námó miào jíxiáng púsà mó hē sà

Lam Boe Biau Kit Siang Pou Sat Mo Ho Sat.

Namo Manjushri Bodhisattva Mahasattva.

.

南無除蓋障菩薩摩訶薩  

Námó chú gài zhàng púsà mó hē sà

Lam Boe Tie Kaij Tjiang Pou Sat Mo Ho Sat.

Namo Sarvanirvarana Viskambhin Bodhisattva Mahasattva.

.

南無地藏王菩薩摩訶薩

Námó di cáng wáng púsà mó hē sà

Lam Boe Tee Tjong Ong Pou Sat Mo Ho Sat.

Namo Kshitigarbha Bodhisattva Mahasattva.

.

南無諸尊菩薩摩訶薩

Námó zhū zūn púsà mó hē sà

Namo Seluruh Bodhisattva Mahasattva Mulia.

 

BUKU TENTANG KELENTENG TIAO KAK SIE DI CIREBON

BUKU TENTANG KELENTENG TIAO KAK SIE DI CIREBON.

.

Ivan Taniputera.

30 Agustus 2016

.

 
 

.

Judul: Kelenting Koan Iem “Tiao-Kak-Sie” di Tjirebon.

(Di keloearkan oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen).

Penulis: J.L. J.F. Ezerman, disalin oleh S. M. Latif.

Penerbit: Drukkerij Volkslectuur, Weltevreden, 1922.

Jumlah halaman: 57.

.

Buku ini membahas mengenai seluk beluk Kelenteng Tiao Kak Sie di Cirebon. Berikut ini adalah uraian mengenai waktu dibangunnya kelenteng:

.

“Sjahdan maka tidaklah ada soerat-soerat atau tjerita-tjerita jang mengabarkan waktoe kelenting itoe dibangoenkan. Tahoen jang terlama tertoelis didalamnja jaitoe tahoen 1658. Tahoen itu tertoelis pada doea boeah papan ketjil “paai” namanja, jang berisi pepatah atau peri basa pendek-pendek akan djadi kehormatan bagi dewa-dewa. Biasanja pada “paai “ itoe tertoelis disebelah kiri dibawah nama orang jang memberikan dan sebelah kanan tahoen pemberian itoe. “Paai” jang hamba seboetkan diatas itoe letaknja sekarang didinding belakang dan diatas tempat poedjaan sebelah roesoek,……….

Pada tahoen 1658 roepanja telah adalah kelenting itoe, tetapi waktoe orang mendirikannja tiadalah terseboet dimana-mana. Hanja jang ada tertoelis waktoe-waktoe orang memperbaiki kelenting itoe, jaitoe pada tiga boeah toelisan: pada tahoen 1791, 1829, dan 1889…” (halaman 5).

Selanjutnya terdapat pula uraian mengenai masing-masing bagian kelenteng ini.

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

.

 
 

.

 
 

.

 
 

.

 
 

.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.