BUKU PETIKAN TAJUSALATIN TENTANG ILMU FISIOGNOMI ATAU MENGETAHUI KEPRIBADIAN SESEORANG BERDASARKAN TANDA-TANDA FISIKNYA

BUKU PETIKAN TAJUSALATIN TENTANG ILMU FISIOGNOMI ATAU MENGETAHUI KEPRIBADIAN SESEORANG BERDASARKAN TANDA-TANDA FISIKNYA.

.

Ivan Taniputera.

16 Februari 2017

.

 
 

.

Judul: Kitab Tadjoe Salatin

Terdapat penjelasan sebagai berikut: Oleh Imam Sajid Amiril Sopingi atas perdjalanannja di Tanah Arab aken pahamken ilmoe kitab ka negri Mesir.

Jaitoe:

Kitab wirasatnja manoesia lelaki atawa prampoewan, jang djahat atawa jang baik, dan bisa mengatahoewi adat istiadatnja masing-masing orang, menoeroet dari pada ilmoe kitab hoeroef Djawa di melajoeken oleh:

Raden Ngabehi Basah Tirto Soebroto.

Djoeroe bahasa Djawa dari Pengadilan Landraad kota dan moeka kota Betawi.

Penerbit: Snelpersdrukkerij Goan Hong & Co., Batavia, 1925.

Jumlah halaman: 32.

.

Buku ini nampaknya berisi terjemahan bab kesembilan belas Tajussalatin yang berisikan ilmu fisiognomi atau pengenalan terhadap kepribadian seseorang melalui tanda-tanda fisik atau lahiriahnya.

.

Sebagai contoh, terdapat kutipan sebagai berikut di halaman 3:

.

“Inilah saorang jang tjakep, aken tetapi amat sajang bidji matanja biroe, tentoelah ia mengandoeng hati dengki, soenggoelah sajang pada ketjakepannja.”

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

.

 
 

.

 
 

.

 
 

.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

Advertisements

BUKU PRIMBON TENTANG TANDA-TANDA PADA KUDA, PERKUTUT, DAN KUCING

BUKU PRIMBON TENTANG TANDA-TANDA PADA KUDA, PERKUTUT, DAN KUCING

.

Ivan Taniputera.

6 Februari 2017.

.

 

 

.

Judul: Lajang Katoeranggan.

Terdapat keterangan: Ja ikoe katoerangganing djaran, manoek perkoetoet lan koetjing. Nerangake titikane kewan teloeng warna maoe, kang ala lan kang betjik wahanane toemrapkang ngingoe, katanda sake tjandrane, oelese, tjiri-tjirine lan lija-lijane.

Penulis: Tidak diketahui.

Penerbit: Boekhandel Tan Khoen Swie, Kediri, 1929

Jumlah halaman: 28

Bahasa: Jawa.

.

Buku ini menjelaskan mengenai pertanda baik buruknya kuda, perkutut, dan kucing, beserta obat ketiga hewan tersebut.

.

Sebagai contoh pada halaman terdapat pertanda kuda yang buruk:

.

“Anda-moestaka, oenjeng-oenjeng ana ing sikil ngarep kapernah ing dengkoel oetawa sadoewoere; ala banget, nibakake lan ngidak kang noenggang; ‘mbilaeni.”

.

Terjemahan:

“Anda-moestana, pusaran bulu ada di kaki depan, tepatnya pada lutut atau atasnya; sangat buruk, dapat menjatuhkan serta menginjak penunggangnya; membahayakan.”

.

Mungkin di zaman sekarang hal ini tidak berlaku lagi.

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

.

 
 

.

 

 

.

 

 

 

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

ILMU UNIK UNTUK MENGETAHUI MENGAPA BISNIS MENJADI SEPI

ILMU UNIK UNTUK MENGETAHUI MENGAPA BISNIS MENJADI SEPI

.

Ivan Taniputera.

30 Januari 2017

.

Saya baru saja menemukan lembaran kertas bertulisan tangan yang sudah rapuh. Uniknya kertas tersebut bertuliskan ilmu mengetahui mengapa bisnis menjadi sepi.

.

 
 

.

Kita dapat membaca tulisan sebagai berikut:

.

“Boeat mengeliatin sebab apa orang djoewalan koerang lakoenja, pake menjan aloes di boengkoes seperti……”

.

Jika kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia modern akan berbunyi sebagai berikut:

.

“Untuk mengetahui mengapa bisnis kurang laku. [Caranya] adalah dengan menggunakan kemenyan [ditumbuk] halus dan dibungkus seperti….”

.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

ILMU UNIK UNTUK MENGETAHUI APAKAH SESEORANG BERJODOH DENGAN KITA ATAU BIDAK

ILMU UNIK UNTUK MENGETAHUI APAKAH SESEORANG BERJODOH DENGAN KITA ATAU TIDAK

.

Ivan Taniputera.

30 Januari 2017

.

Saya baru saja menemukan selembar kertas rapuh dengan tulisan tangan berangka tahun 1927. Tidak tertera siapa nama penulisnya. Yang menarik adalah kertas ini berisikan tata cara mengetahui apakah seseorang merupakan jodoh kita atau bukan.

.

 
 

.

Terdapat tulisan sebagai berikut:

.

“Mengeliatin kedjoodooan pake ilmu Tjoo go Tjao Yoe, ragattannya bole kramas pagi seblomnja djam 10 oetawa soree sebelomnja djam 4, pitoengan namanja prampoewan jang di minta, kalo nama assaronja lebi dari 16 di potong 8 doewa kali dan tingalnja brapa itoe permintahanja matjemnja kembang, kaloe……”

.

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia modern, maka bunyinya mungkin sebagai berikut:

.

“Mengetahui perjodohan dengan menggunakan ilmu Tjoo go Tjao Yoe, tata caranya adalah keramas pagi hari sebelum pukul 10 atau sore sebelum pukul 4. Hitung jumlah huruf nama perempuan yang ditanyakan. Apabila jumlah aksaranya lebih dari 16, maka dikurangi 8 hingga dua kali, dan sisanya berapa, itulah jumlah bunga [yang diperlukan], apabila….”

.

Dengan menggunakan ilmu unik ini, maka bisa diperoleh mimpi mengenai perjodohan tersebut. Meski di sini tertulis “perempuan,” namun saya yakin ilmu ini dapat dipergunakan oleh pria atau wanita.

.

Berminat kopi silakan hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU HODJO GELLO TENTANG KEBATINAN KARYA TAN TIK SIOE

BUKU HODJO GELLO TENTANG KEBATINAN KARYA TAN TIK SIOE.

.

Ivan Taniputera.

8 Desember 2016

.

 
 

.

Judul: Hodjo Gello

Penulis: Tan Tik Sioe

Jumlah halaman: 15

.

Buku ini berisikan berbagai petuah kehidupan dan kebatinan. Salah satunya adalah tentang mencari menantu yang baik:

.

“Djika orang kajah1 ada poenja anak Estri bakal tjarikin toenangan?….. tjariklah! jang saderhanah, djangan terlaloe kajah, pendek asal adat boedinja tjoekoep soedah bagoes….., djangan liat matjem bagoes atau bergas of ganteng …….., tjarik jang otaknja bersi dan jang berakal djoedjoer.” (halaman 9).

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

.

 
 

 
 
 

.

 

.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU TENTANG TAFSIR MIMPI MENURUT TRADISI TIONGHOA

BUKU TENTANG TAFSIR MIMPI MENURUT TRADISI TIONGHOA

.
Ivan Taniputera.
18 November 2016
.
.
Judul: Prihal Mengimpi: Bergoena akan menerangken alamatnja sasoeatoe impian jang telah diimpiken.
Terdapat keterangan: Tersalin dari Kitab Tionghoa, Oey Tee Le Khing, See San Khie, Kay Bong Tjoan Tji.
Penulis: Lie Sian Seng.
Jumlah halaman: 64.
Penerbit: Snelpersdrukkerij Goan Hong & Co, Tjiong Koen Liong, Batavia, 1922.
.
Buku ini membahas mengenai makna berbagai impian dari cerita-cerita terkait pemenuhan suatu impian. Sebagai contoh:
.
“Ngimpi dapet boekoe atawa kertas-kertas, itoe ada satoe alamat bakal mendapet oentoeng dalem pakerdjahan.” (halaman 30).
.
Selanjutnya dapat kisah pula mengenai impian:
.
“Satoe student laen nama Poei Lim waktoe maoe bikin examen ada mengimpi satoe setan boeat maen gantang, dan waktoe mendoesin ia lantas piatin sendiri maksoednja itoe impian.
Gantang dalem bahasa Tionghoa diseboet “Tauw”, sedeng setan diseboet “Koei”, maka kaloe itoe doea hoeroef digaboeng djadi satoe, hoeroefnja poen ada diseboet “Kwi” djoega, tapi artinja “examen”. Maka dengen girang ia lantas pergi bikin examen, jang njata telah beroleh maksoednja.” (halaman 64).
.
Berikut ini adalah daftar isinya.
.
 
.
Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.
.
 
 
.
 
Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU TENTANG KELENTENG TIAO KAK SIE DI CIREBON

BUKU TENTANG KELENTENG TIAO KAK SIE DI CIREBON.

.

Ivan Taniputera.

30 Agustus 2016

.

 
 

.

Judul: Kelenting Koan Iem “Tiao-Kak-Sie” di Tjirebon.

(Di keloearkan oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen).

Penulis: J.L. J.F. Ezerman, disalin oleh S. M. Latif.

Penerbit: Drukkerij Volkslectuur, Weltevreden, 1922.

Jumlah halaman: 57.

.

Buku ini membahas mengenai seluk beluk Kelenteng Tiao Kak Sie di Cirebon. Berikut ini adalah uraian mengenai waktu dibangunnya kelenteng:

.

“Sjahdan maka tidaklah ada soerat-soerat atau tjerita-tjerita jang mengabarkan waktoe kelenting itoe dibangoenkan. Tahoen jang terlama tertoelis didalamnja jaitoe tahoen 1658. Tahoen itu tertoelis pada doea boeah papan ketjil “paai” namanja, jang berisi pepatah atau peri basa pendek-pendek akan djadi kehormatan bagi dewa-dewa. Biasanja pada “paai “ itoe tertoelis disebelah kiri dibawah nama orang jang memberikan dan sebelah kanan tahoen pemberian itoe. “Paai” jang hamba seboetkan diatas itoe letaknja sekarang didinding belakang dan diatas tempat poedjaan sebelah roesoek,……….

Pada tahoen 1658 roepanja telah adalah kelenting itoe, tetapi waktoe orang mendirikannja tiadalah terseboet dimana-mana. Hanja jang ada tertoelis waktoe-waktoe orang memperbaiki kelenting itoe, jaitoe pada tiga boeah toelisan: pada tahoen 1791, 1829, dan 1889…” (halaman 5).

Selanjutnya terdapat pula uraian mengenai masing-masing bagian kelenteng ini.

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

.

 
 

.

 
 

.

 
 

.

 
 

.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.