KEADAAN PERMUKAAN PLANET VENUS

KEADAAN PERMUKAAN PLANET VENUS.

.

Ivan Taniputera.

20 Mei 2017.

.

 
 
 

Pada kesempatan kali ini kita akan sedikit belajar astronomi. Bagi kita yang mempelajari astrologi, tidak ada salahnya jika juga mengenal astronomi. Dalam astrologi kita memandang Venus sebagai planet yang melambangkan cinta. Namun kenyataannya, permukaan planet ini sangat mengerikan dan jauh sekali dari sesuatu yang dapat dikaitkan dengan “cinta.”

.

Venus adalah planet yang disebut sebagai Bintang Fajar atau Bintang Senja, tergantung kapan ia terbit. Jarak terdekatnya (perihelion) dari matahari adalah 107.477.000 km; sedangkan jarak terjauhnya (aphelion) adalah 108.939.000 km. Karena letaknya ini, Venus berada di luar zona planet yang dapat menunjang kehidupan (habitable zone). Adapun yang dimaksud zona penunjang kehidupan ini adalah jarak dari bintang yang diorbitnya, dimana jarak tersebut memungkinkan berkembangnya kehidupan. Oleh karenanya, mustahil ada kehidupan di Venus.

.

Permukaan planet Venus dipenuhi oleh aktifitas gunung berapi dan sangat panas. Aktifitas gunung berani itu menjadikan atmosfer Venus dipenuhi oleh Karbondioksida (CO2). Itulah yang mengakibatkan terjadinya Efek Rumah Kaca dashyat di Venus. Jadi berbeda dengan Bumi, Efek Rumah Kaca di Venus terjadi secara alami. Atmosfer Venus 96,5 % terdiri dari CO2. Oleh karenanya, keadaannya sangat menyesakkan dan mustahil bagi kita hidup di sana. Temperatur di Venus adalah sekitar 460 derajat Celsius, sehingga kita pasti akan terpanggang bila berada di sana.

.

Misi antariksa Venera 9 dan Venera 12 yang dikirim ke Venus mencatat adanya aktifitas berupa kilat di planet tersebut. Sementara itu, aktifitas gunung berapi telah dibuktikan oleh data yang dikirimkan oleh Venus Express pada tahun 2008 dan 2009. Oleh karenanya, Venus juga memiliki aktifitas cuaca seperti di di bumi.

.

Demikianlah kita sudah sedikit mengenal keadaan permukaan Venus. Ternyata Venus bukan planet yang nyaman didiami.

TATA CARA SEMBAHYANG MEMOHON PERJODOHAN TANGGAL 7 BULAN 7 IMLEK PADA NIULANG DAN ZHINU (PENGGEMBALA DAN GADIS PENENUN)

TATA CARA SEMBAHYANG MEMOHON PERJODOHAN TANGGAL 7 BULAN 7 IMLEK PADA NIULANG DAN ZHINU (PENGGEMBALA DAN GADIS PENENUN).

.

Ivan Taniputera.

6 Mei 2017.

.

Pada kesempatan kali ini saya hendak membagikan tata cara sembahyang memohon perjodohan yang dilakukan pada tanggal 7 bulan 7 Imlek. Tata cara ritual ini diambil dari sejilid pustaka kuno dan ada kaitannya dengan hikayat Penggembala (Niulang, 牛郎) serta Gadis Penenun (Zhinu, 織女). Sebagai tambahan, ada yang menyebut perayaan tanggal 7 bulan 7 Imlek ini sebagai hari Valentine Tionghoa. Hikayat Penggembala dan Gadis Penenun telah banyak diriwayatkan di buku-buku dan juga tempat lainnya; oleh karenanya saya tidak akan mengisahkannya lagi di sini.

.

 
 

.

Tata caranya sangat sederhana dan dilakukan pada tanggal 7 bulan 7 Imlek. Sembahyang pada Niulang Zhinu (Hokkian: Goliong Citli) ini dilakukan pada malam hari. Letaknya bebas. Boleh di halaman atau teras depan rumah dan halaman belakang; asalkan tidak dekat dengan kamar mandi, WC, tempat mencuci pakaian, atau tempat pembuangan sampah. Intinya adalah tempat yang bersih dan nyaman. Arahnya juga bebas, tetapi disarankan menghadap ke luar rumah.

.

Sajiannya adalah sebagai berikut:

.

  1. Tujuh macam bunga.
  2. Sesisir pisang mas
  3. Sebuah jeruk
  4. Tujuh cangkir teh
  5. Theeliauw (manisan), yang terdiri dari angco, oco, dan kelengkeng.
  6. Dupa tiga batang.
  7. Sepasang lilin.
  8. Kayu cendana yang dibakar di bawah meja sembahyang.

.

 
 

 

.

Setelah sajian diatur di atas meja sembahyang, maka dapat mulai bersembahyang dengan menyampaikan nama, usia, serta permohonan Anda agar cepat berjumpa dengan jodoh yang baik. Selanjutnya bakar kayu cendana di bawah meja. Dalam ritual sembayang ini, diutamakan persembahan yang berbau harum (dupa, bunga, dan cendana). Persembahan berupa makanan tidak diutamakan.

.

Makna filosofis persembahan ini adalah sebagai berikut. Agar cepat mendapat jodoh, maka kita perlu membuat diri kita menjadi “harum.” Harum di sini antara lain mengacu pada nama yang harum, artinya kita harus menjaga nama baik kita sendiri. Apabila seseorang terkenal suka berjudi dan mabuk-mabukkan, apakah ada orang yang mau menjadi pasangan hidupnya? Kedua, harum di sini mengacu pada jasmani atau fisik. Artinya orang itu harus bersih penampilannya. Jikalau seseorang jarang mandi dan penampilannya kusut, adakah orang yang tertarik padanya? Penulis pernah mengenal seseorang yang sulit mendapatkan jodoh karena badannya bau. Jadi, bila ingin cepat mendapatkan jodoh ia perlu mengatasi bau badannya tersebut. Demikianlah makna filosofis tata cara ritual sembahyang ini. Seluruh ritual yang diwariskan leluhur di zaman dahulu pasti mempunyai makna filosofis, yakni mengajar generasi selanjutnya bagaimana memperoleh kehidupan yang baik di tengah masyarakat. Tanpa mengetahui makna sejati suatu ritual kita tidak mendapatkan apa-apa.

.

Sebagai tambahan, ritual sembahyang ini hanya khusus memohon terbukanya perjodohan. Jadi, jangan memohon masalah rejeki, kesehatan, dan lain sebagainya. Selanjutnya, ritual ini hanya khusus bagi yang belum pernah menikah. Bagi yang sudah pernah menikah, maka ritual ini tidak akan mendatangkan manfaat apa-apa.

.

Bagi para penggemar Astronomi, maka saya akan mengulas makna Niulang dan Zhinu dari sudut pandang ilmu perbintangan.

.

Sebenarnya Niulang dan Zhinu adalah bintang-bintang di langit. Dalam ilmu Astronomi Barat, Niulang adalah bintang Altair di Rasi Bintang Aquila; sedangkan Zhinu adalah bintang Vega di Rasi Bintang Lyra. Sungai Langit yang memisahkan mereka adalah Galaksi Bima Sakti. Sementara itu, burung magpi yang menjadi jembatan tempat perjumpaan mereka adalah bintang-bintang pada Rasi Bintang Cygnus. Memang jika disaksikan bintang-bintang itu seolah-olah membentang melalui Galaksi Bima Sakti dan menyerupai jembatan.

.

 
 

.

Dengan demikian, pembahasan kita mengenai ritual ini sudah selesai.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . .

.

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

HUBUNGAN ANTARA MASSA PLANET DAN JUMLAH SATELIT

HUBUNGAN ANTARA MASSA PLANET DAN JUMLAH SATELIT.

.

Ivan Taniputera.

16 April 2017.

.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas mengenai hubungan antara massa planet dan jumlah satelit yang dimilikinya. Pertama-tama saya akan memaparkan massa masing-masing planet beserta jumlah bulan yang dimilikinya.

.

  • Merkurius: massa: 0.055 x massa Bumi. Jumlah satelit: 0
  • Venus: massa: 0.815 x massa Bumi. Jumlah satelit: 0
  • Bumi: massa: 1 x massa Bumi. Jumlah satelit: 1
  • Mars: massa: 0.107 x massa Bumi. Jumlah satelit: 2
  • Jupiter: massa: 317.8 x massa Bumi. Jumlah satelit: 67
  • Saturnus: massa: 95.159 x massa Bumi. Jumlah satelit: 62
  • Uranus: massa: 15.536 x massa Bumi. Jumlah satelit: 27
  • Neptunus: massa: 17.147 x massa Bumi. Jumlah satelit: 14
  • Pluto: massa: 0.183 x massa Bumi. Jumlah satelit: 5

.

Sebagai catatan: Jumlah satelit mungkin saja akan berubah seiring berjalannya waktu, yakni dengan ditemukannya satelit-satelit baru yang belum diketahui sebelumnya. Kedua, Pluto tetap saya masukkan sebagai planet.

.

Kita akan menuangkan hubungan tersebut dalam bentuk grafik.

.

 
 

.

Meski nampak adanya kecenderungan planet dengan massa lebih besar mempunyai banyak satelit; tetapi tidak ada hubungan langsung antara massa dengan jumlah satelit. Sebagai contoh, Mars yang mempunyai massa lebih kecil dibanding Bumi justru mempunyai satelit lebih banyak dibanding bumi. Pluto yang mempunyai massa jauh lebih kecil dibanding Bumi, justru mempunyai lima buah satelit.

.

Dengan demikian, terdapat banyak faktor yang menentukan jumlah satelit. Nampaknya jumlah satelit itu merupakan kebetulan saja. Hanya saja, massa yang lebih besar memperbesar atau meningkatkan peluang suatu planet menangkap benda langit lain yang melintas dan menjadikannya sebagai satelit. Jadi, fungsi massa di sini hanya meningkatkan peluang suatu planet mempunyai lebih banyak satelit, tetapi bukan satu-satunya penentu.

.

Lebih jauh lagi, menurut rumus hukum gravitasi universal Newton yang memerikan besarnya gaya tarik menarik antara dua benda; yakni:

.

F = G.m1.m2/r^2

.

G = konstanta gravitasi

m1 dan m2 = massa

r = jarak kedua benda

.

jelas sekali bahwa semakin besar m1 atau m2, semakin besar pula gaya tarik menarik antara dua benda tersebut. Bila dikaitkan dengan jumlah satelit yang dimiliki suatu planet, maka besarnya gaya tarik itu berperan sebagai berikut:

.

1) Menarik benda-benda langit yang melintas dengannya dan menjadikan benda langit tersebut sebagai satelit.

2) Mempertahankan satelit yang telah dimilikinya.

.

Jadi, wajar saja jika planet dengan massa yang besar mempunyai peluang mempunyai lebih banyak satelit.

MEMBACA PRINCIPIA KARYA SIR ISAAC NEWTON

MEMBACA PRINCIPIA KARYA SIR ISAAC NEWTON.

.

Ivan Taniputera.

19 Januari 2017

.

Sebagian besar di antara kita, tentunya telah mengenal Sir Isaac Newton (1643-1727) semenjak dari bangku sekolah. Kita barangkali telah mengetahui bahwa, ia merupakan penulis karya tersohor dalam bidang matematika serta fisika berjudul “Principia.” Sebenarnya itu merupakan singkatan dari judul berbahasa Latin “Philosophiae Naturalis Principia Mathematica,” yang bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia akan berbunyi “Prinsip-prinsip Matematika Dalam Filsafat Alam.” Saya tiba-tiba saja tertarik membaca karya tersebut untuk mengetahui apakah di masa sekarang masih diperlukan membacanya. Beruntunglah di era Internet ini, berbagai karya terkemuka di zaman dahulu dapat dengan mudah dijumpai. Karya Newton ini memberikan sumbangsih berharga pada berbagai cabang sains, seperti astronomi, mekanika, matematika, dan lain sebagainya.

.

Newton membuka karyanya dengan suatu definisi, yang disebutnya Definisi Pertama:

.

“Kuantitas materi adalah ukuran sama yang timbul dari massa jenis dan isi secara bersamaan.”

.

Saya mencoba memahami apa yang dimaksud Isaac Newton dengan definisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa jika massa jenis udara digandakan dengan ruang yang ditempatinya (maksudnya volume) juga digandakan, maka kuantitasnya akan menjadi rangkap empat. Apabila volumenya dibuat rangkap tiga (massa jenis tetap digandakan sebagaimana disebutkan sebelumnya), maka kuantitasnya akan menjadi rangkap enam. Kuantitas materi ini dengan demikian adalah sesuatu yang kini lebih kita kenal dengan massa. Newton sedang menjelaskan mengenai hubungan antara massa, massa jenis, dan volume; yakni melalui rumus yang kini kita kenal sebagai:

.

massa = massa jenis x volume.

m = ρ .V

.

Rumus ini tentu sudah kita kenal sejak duduk di bangku SMP. Newton menambahkan pula bahwa apa yang disebut massa ini berbanding lurus (proporsional) dengan beratnya. Hal ini tentu sudah kita kenal melalui rumus:

.

W = m. g

.

Kita akan melanjutkan dengan definisi kedua Newton:

.

“Kuantitas gerak adalah ukuran sama, yang timbul dari kecepatan dan kuantitas materi (massa) secara bersamaan. “

.

Ia menambahkan, jika suatu materi massanya digandakan tetapi kecepatannya tetap, maka kuantitas geraknya akan menjadi dua kali lipat (digandakan pula). Apabila kecepatannya juga digandakan dua kali lipat, maka kuantitas geraknya akan menjadi empat kali lipat. Nampaknya apa yang kita kenal sebagai kuantitas gerak ini adalah momentum atau p, yang dirumuskan sebagai:

.

Momentum = massa x kecepatan.

.

p = m.v

.

Kita melanjutkan lagi pada Definisi Ketiga. Definisi ketiga Newton inilah yang ternyata kita kenal sebagai Hukum Newton Pertama dalam buku-buku fisika:

.

“Gaya yang terdapat dalam sebuah materi, adalah kekuatan untuk melawan, dimana setiap benda pada keadaannya saat itu, berupaya mempertahankan keadaannya, baik itu saat diam atau bergerak lurus dengan kecepatan tetap dalam suatu garis lurus.”

.

Hal ini yang kita kenal dengan sifat kelembaman benda. Efeknya nampak saat mobil mengerem secara mendadak, dimana kita akan tersentak maju ke depan, atau saat mobil menambah kecepatan kita akan serasa terdorong ke belakang. Newton menyebut sifat ini dalam bahasa Latin sebagai vis inertiae atau “gaya tidak aktif” (inactivity force).

.

Definisi keempat Newton berbunyi:

.

“Gaya yang dikerahkan adalah upaya diberikan pada sebuah benda, guna mengubah keadaannya; baik itu dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan.”

Newton menjelaskan bahwa gaya itu hanya berupa tindakan saja dan tidak lagi ada jika tindakan tersebut tidak lagi diberikan. Mungkin inilah kita yang kini kita sebut dengan “gaya luar” F.

.

Sampai di sini dahulu pembacaan saya terkait Principia karya Isaac Newton karena hari sudah larut malam. Pembacaan akan saya lanjutkan di lain kesempatan. Tentunya karya ini akan sangat menarik bagi para penggemar fisika.

TAFSIRAN ASTROLOGIS RAMALAN GERHANA MATAHARI 1 SEPTEMBER 2016

TAFSIRAN ASTROLOGIS RAMALAN GERHANA MATAHARI 1 SEPTEMBER 2016.

.

Ivan Taniputera.

2 September 2016.

.

Pada tanggal 1 September 2016 berlangsung gerhana matahari cincin, namun karena terjadinya menjelang matahari terbenam, maka bagi mereka yang tinggal di kawasan Semarang agak susah menyaksikannya. Letak matahari sudah terlalu rendah, sehingga terhalang gedung-gedung tinggi dan selain itu cuacanya berawan.

.

 
 

.

Jadi gerhana matahari tersebut tidak dapat saya amati. Berikut ini peta lintasan gerhana matahari 1 September 2016.

.

 
 

.

Kini kita akan mengulas makna gerhana matahari di atas dari sudut pandang ilmu astrologi.

.

Pertama-tama saya akan membuat peta langit atau bagan astrologis saat berlangsungnya gerhana.

.

 
 

.

Kita menyaksikan bahwa gerhana matahari itu berlangsung di rumah ketujuh, rasi bintang Virgo. Saya akan mencoba menafsirkannya sebagai berikut.

.

Permusuhan dan peperangan masih akan mengancam dunia ini. Oleh karenanya, kita kemungkinan masih akan menyaksikan timbulnya berbagai peperangan beserta konflik. Adanya conjunction Saturnus dan Mars yang mengalami pengaruh buruk berupa Square dengan gerhana tersebut juga menandakan adanya kekerasan dan teror. Mars berada di rumah kesepuluh yang melambangkan kepala negara dan pemerintahan. Dengan demikian, dapat ditafsirkan adanya kepala negara yang meninggal atau terbunuh dan pemerintahan yang terguncang atau terguling. Kita dapat mengamati adanya Opposition dengan Neptunus. Hal ini juga dapat memicu fanatisme dan keyakinan terhadap pandangan yang salah. Pandangan itu memang dari luar nampaknya indah, namun sebenarnya justru membawa kehancuran atau kerugian. Secara umum, mengacu pada hal-hal yang bersifat menipu. Penyalah gunaan alkohol dan obat-obatan terlarang kemungkinan akan bertambah marak. Hal lain yang perlu diwaspadai adalah bencana terkait lautan. Perjalanan melalui laut atau dengan kapal juga perlu diwaspadai. Kemungkinan harga minyak bumi juga akan terpengaruh. Dunia perlu mewaspadai pula berjangkitnya wabah penyakit.

.

Sisi baiknya adalah beberapa rahasia atau skandal akan terbuka. Orang-orang yang bersalah akan mendapatkan ganjarannya. Sebaliknya, orang baik juga akan mendapatkan buah kebajikan atas segala sesuatu yang dilakukannya. Hal-hal yang sebelumnya tersembunyi akan terbuka.

.

Kini kita beralih pada letak gerhana berdasarkan 28 Xiu atau rasi perbintangan China.

.

 
 

 

.

Nampak bahwa gerhana matahari terjadi di rasi bintang (Xiu) bernama Zhang ( 張 ). Ini melambangkan pesta. Biasanya dalam pesta dihidangkan arak atau minuman beralkohol. Oleh karenanya, dapat ditafsirkan bahwa ini melambangkan maraknya penyalah gunaan alkohol dan obat-obatan terlarang. Dengan demikian, penafsirannya selaras dengan apa yang telah diungkapkan di atas. Ia dapat pula ditafsirkan sebagai harta pusaka. Harta pusaka biasanya tersembunyi dalam tanah dan harus digali terlebih dahulu. Oleh karenanya, ini melambangkan penyingkapan hal-hal tersembunyi atau belum diketahui sebelumnya. Berbagai skandal kemungkinan akan terungkap.

.

Terlepas dari apa pun hasil ramalan di atas, marilah kita senantiasa memanjatkan doa agar dunia ini senantiasa berbahagia dan damai.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . . . 

.

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

ASAL MULA LIMA PENGGABUNGAN BATANG LANGIT DAN ENAM PENGGABUNGAN HARMONIS CABANG BUMI (LIU HE) DALAM BAZI

ASAL MULA LIMA PENGGABUNGAN BATANG LANGIT DAN ENAM PENGGABUNGAN HARMONIS CABANG BUMI (LIU HE) DALAM BAZI.

.

Ivan Taniputera.

24 Agustus 2016

.

Jika kita mempelajari ilmu Bazi maka terdapat beberapa jenis penggabungan. Ada pun yang dimaksud penggabungan di sini adalah dua batang langit atau cabang bumi yang bergabung dan membentuk unsur baru. Rumus dan hasil penggabungan banyak orang telah mengetahuinya. Meskipun demikian latar belakang teoritis yang mendasari penggabungan tersebut tidak banyak orang mengetahuinya. Oleh karenanya, pada kesempatan kali ini saya akan mengulas hal tersebut.

 

LIMA PENGGABUNGAN BATANG LANGIT.

.

Adapun penggabungan Batang Langit (Tiangan) adalah:

.

  1. Jia dan Ji bergabung menghasilkan Tanah.
  2. Yi dan Geng bergabung menghasilkan Logam.
  3. Bing dan Xin bergabung menghasilkan Air.
  4. Ding dan Ren bergabung menghasilkan Kayu.
  5. Wu dan Gui bergabung menghasilkan Api.

.

Bagaimana asal muasal penggabungan ini? Terdapat berbagai teori mengenanya; antara lain adalah melalui pengamatan meteorologi, sebagaimana tercantum dalam Huangdinejijing ( 黃帝內經 ).

 

1) Saat tahun berbatang langit Jia dan Ji langit berwarna kekuningan, yang bergerak dari timur ke tenggara. Iklimnya lembab-basah, sehingga dihubungkan dengan tahapan siklus tanah. Jadi Jia dan Ji dianggap bergabung membentuk elemen Tanah.

2) Saat tahun berbatang langit Yi dan Geng langit berwarna putih, yang bergerak dari timur ke barat. Hujan agak kurang, sehingga tanah menjadi pecah-pecah. Orang lantas menghubungkan dengan tahapan siklus Logam. Jadi Yi dan Geng dianggap bergabung membentuk Logam.

3) Saat tahun berbatang langit Bing dan Xin langit berwarna biru gelap, yang bergerak dari selatan ke barat. Pada tahun ini curah hujan tinggi sehingga dihubungkan dengan tahapan siklus air. Jadi Bing dan Xin dianggap bergabung membentuk Air.

4) Saat tahun berbatang langit Ding dan Ren langit berwarna kehijauan, yang bergerak dari selatan ke utara. Ini merupakan tahun yang berangin. Orang lantas menghubungkannya dengan tahapan siklus kayu. Jadi Ding dan Ren dianggap bergabung membentuk kayu.

5) Saat tahun berbatang langit Wu dan Gui langit berwarna kemerahan, yang bergerak dari utara ke barat lagut. Ini merupakan tahun yang panjang musim keringnya dan panas. Orang lantas menghubungkannya dengan tahapan siklus kayu. Jadi Wu dan Gui dianggap bergabung membentuk Api.

.

Selain itu, ada yang menghubungkannya dengan Hetu. Angka Hetu 1 (mewakili Jia) dan 7 (mewakili Ji) sama-sama berada di Utara. Oleh karenanya, Jia bergabung dengan Ji. Angka 2 (mewakili Yi) dan 7 (mewakili Geng) sama-sama berada di Selatan. Oleh karenanya, Yi bergabung dengan Geng. Angka 3 (mewakili Bing) dan 8 (mewakili Xi) sama-sama berada di Timur. Oleh karenanya, Xin bergabung dengan Bing. Angka 4 (mewakili Ding) dan 9 (mewakili Ren) sama-sama berada di Barat. Oleh karenanya, Ding bergabung dengan Ren. Angka 5 (mewakili Wu) dan 10 (mewakili Gui) sama-sama berada di tengah. Oleh karenanya, Wu bergabung dengan Gui.

.

 
 

.

Demikianlah kita telah membaha konsep-konsep dasar penggabungan Batang Langit.

 

ENAM PENGGABUNGAN CABANG BUMI.

.

Penggabungan ini juga dikenal sebagai Liuhe atau Enam Keselarasahan.

Adapun enam penggabungan cabang bumi adalah sebagai berikut.

 
  1. Zi dan Chou bergabung menghasilkan Tanah.
  2. Yin dan Hai bergabung menghasilkan Kayu.
  3. Mao dan Xu bergabung menghasilkan Api.
  4. Chen dan You bergabung menghasilkan Logam.
  5. Si dan Shen bergabung menghasilkan Air.
  6. Wu dan Wei bergabung menghasilkan Api.

.

Pertama-tama nampak bahwa ada dua elemen Api. Mengapa demikian? Untuk menjawabnya kita perlu mengenal adanya enam energi kosmis (六氣, Liuqi), yakni:

1) Shaoyin – 少阴, terkait dengan elemen Api lebih tinggi. 2) Shaoyang – 少阳, terkait dengan elemen Api lebih rendah. 3) Taiyin – 太阴, terkait dengan elemen Tanah . 4) Yangming – 阳明, terkait dengan elemen Logam. 5) Taiyang – 太阳, terkait dengan elemen Air. 5) Jueyin – 厥阴, terkait dengan elemen Kayu.

.

Hakikat dua belas Cabang Bumi adalah juga enam energi kosmis ini.

.

  • Zi hakikatnya adalah Shaoyin.
  • Chou hakikatnya adalah Taiyin.
  • Yin hakikatnya adalah Shaoyang.
  • Mao hakikatnya adalah Yangming.
  • Chen hakikatnya adalah Taiyang.
  • Si hakikatnya adalah Jueyin.
  • Wu hakikatnya adalah Shaoyin.
  • Wei hakikatnya adalah Taiyin
  • Shen hakikatnya adalah Shaoyang.
  • You hakikatnya adalah Yangming.
  • Xu hakikatnya adalah Taiyang.
  • Hai hakikatnya adalah Jueyin.

.

Kemudian kita akan membahas siklus Yin dan Yang. Ini adalah siklus yang senantiasa bergerak atau dinamis. Yin akan berubah menjadi Yang dan sebaliknya Yang juga akan berubah menjadi Yin. Pada Yang tersimpan potensi Yin dan pada Yang tersimpan potensi Yin. Yang akan berubah menjadi Yin setelah mencapai puncak tertingginya. 

,

 

.

Jika kita memperhatikan gambar di atas, maka Zi merupakan awal pembuka tahapan Yang, sehingga dalam tahapan Yang ia adalah pertama; diikuti oleh Chou (2), Yin (3), Mao (4), Chen (5) dan berakhir di Si (6). Selanjutnya beralih pada tahapan Yin, yang dibuka dengan Wu (1) dan dilanjutkan secara berturutan dengan Wei (2), Shen (3), You (4), Xu (5), dan Hai (6).

.

Kini kita akan memperkenalkan prinsip angka 3 dan 9. Angka 3 merupakan lambang awal kehidupan (化生, huasheng). Sedangkan angka 9 merupakan lambang pencapaian manifestsi tertinggi. Ini juga merupakan salah dasar penting dalam memahami enam penggabungan cabang bumi.

.

Bila kita perhatikan lebih jauh. Angka 1 (Zi) dan 2 (Chou) jika dijumlahkan adalah 3.

Angka 3 (Yin) dan angka 6 (Hai) jika dijumlahkan adalah 9.

Angka 4 (Mao) dan angka 5 (Xu) jika dijumlahkan adalah 9.

Angkah 5 (Chen) dan angka 4 (You) jika dijumlahkan adalah 9

Angka 6 (Si) dan angka 3 (Shen) jika dijumlahkan adalah 9

Angka 1 (Wu) dan angka 2 (Wei) jika dijumlahkan adalah 3.

.

Dengan demikian nampak jelas sekali prinsip angka 3 dan 9.

.

Enam penggabungan itu dapat juga dijelaskan secara astronomis, yakni berdasarkan gerak penyatuan Matahari dan Bulan (bulan baru) dan ekor rasi bintang Gantang Utara (Ursa Mayor); sebagaimana dipaparkan dalam Xinglikaoyuan:

.

Pada bulan pertama, saat Matahari menyatu dengan Bulan di Yin; maka rasi bintang Gantang Utara menunjuk pada Hai. Oleh karenanya Yin dikatakan bergabung atau selaras (he) dengan Hai.

Pada bulan kedua, saat Matahari menyatu dengan Bulan di Mao; maka rasi bintang Gantang Utara menunjuk pada Xu. Oleh karenanya Mao dikatakan bergabung atau selaras (he) dengan Xu.

Pada bulan ketiga, saat Matahari menyatu dengan Bulan di Chen, maka rasi bintang Gantang Utara menunjuk pada You. Oleh karenanya Chen dikatakan bergabung atau selaras dengan You.

Demikianlah seterusnya.

Bulan keempat. Matahari dan Bulan di Si. Rasi bintang Gantang Utara: Shen.

Bulan kelima. Matahari dan Bulan di Wu. Rasi bintang Gantang Utara: Wei.

Bulan keenam. Matahari dan Bulan di Wei. Rasi bintang Gantang Utara: Wu.

Bulan ketujuh. Matahari dan Bulan di Shen. Rasi bintang Gantang Utara: Si.

Bulan kedelapan. Matahari dan Bulan di You. Rasi bintang Gantang Utara: Chen.

Bulan kesembilan. Matahari dan Bulan di Xu. Rasi bintang Gantang Utara: Mao.

Bulan kesepuluh. Matahari dan Bulan di Hai. Rasi bintang Gantang Utara: Yin.

Bulan kesebelas. Matahari dan Bulan di Zi. Rasi bintang Gantang Utara: Chou.

Bulan keduabelas. Matahari dan Bulan di Chou. Rasi bintang Gantang Utara di Zi.

.

Kini kita akan membahas mengapa dihasilkan elemen tertentu dari penggabungan tersebut. sebagaimana yang diulas dalam Xinglikaoyuan.

.

Cabang Bumi Zi berunsur Air, sedangkan cabang bumi Chou berunsur Tanah. Chou adalah cabang bumi berelemen tanah yang diperlukan oleh Elemen Arah Air (Hai, Zi, dan Chou). Oleh karenanya, Zi dan Chou jika bergabung akan membentuk Tanah.

.

Selanjutnya pada batas pertemuan antara Air dan Tanah, Kayu akan tumbuh. Oleh karenanya Yin dan Hai jika bergabung akan menghasilkan Kayu. Hai dianggap sebagai titik pertemuan antara Air (Zi) dan Tanah (Chou).

.

Kayu kemudian akan menghasilkan Api. Mao melambangkan Kayu yang sudah dibakar menjadi Api. Setelah Kayu habis dibakar, ia harus kembali ke akarnya. Xu merupakan gudang Api. Dengan demikian Mao dan Xu akan bergabung membentuk Api.

.

Api akan menghasilkan elemen Tanah. Jika kita perhatikan di dalam Xu tersimpan batang Langit Wu yang berelemen Tanah. Jadi, kita boleh menganggap bahwa Xu ini menyimpan energi atau kekuatan bagi Wu. Batang langit Wu ini ternyata juga tersimpan dalam Chen. Jadi Chen melambangkan elemen Tanah yagn sudah kuat. Apabila Tanah berada dalam keadaan puncaknya, elemen Logam akan muncul. Elemen Logam di sini diwakili oleh You. Jadi Chen dan You jika bergabung akan menghasilkan Logam.

.

Air mulai muncul pada cabang bumi Shen (tersimpan sebagai Batang Langit Ren). Sementara itu Si merupakan keadaan sebelum Api mencapai titik puncak di Wu, dimana tidak ada Air sama sekali. Dengan demikian Shen dan Si akan bergabung membentuk Air.

.

Selanjutnya yang tersisa adalah Wu dan Wei yang membentuk elemen Api.

.

Dengan demikian, kita sudah membahas mengenai asal muasal penggabungan Batang Langit dan Cabang Bumi.

.

DAFTAR PUSTAKA.

.

Aylward, Thomas F. Feng Shui & Chinese Astrology, Watkin Publishing, London, 2007.

Koch, Dr. Armin. The Midnight-Noon Ebb Flow Acupuncture Method-Zi Wu Liu Zhu Zhen Fa. The Eight Methods of Magic Turtle-Ling Gui Ba Fa.

三命通會 dalam serial 四庫全書 .

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . 

.

 

 
 
 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

SANGGAHAN TERHADAP PANDANGAN BAHWA BUMI DATAR (FLAT EARTH) DITINJAU DARI WAKTU TERBITNYA MATAHARI

SANGGAHAN TERHADAP PANDANGAN BAHWA BUMI DATAR (FLAT EARTH) DITINJAU DARI WAKTU TERBITNYA MATAHARI.

.

Ivan Taniputera.

18 Juli 2016

.

Pada kesempatan kali ini, saya akan kembali mengajukan sanggahan terhadap pandangan bahwa bumi datar (flat earth). Ada pun topik sanggahan kali ini adalah waktu terbitnya matahari.

.

Pertama-tama, saya akan mengulas secara singkat konsep pandangan bumi datar mengenai terbit dan terbenamnya matahari. Menurut konsep bumi datar, matahari adalah seperti lampu yang berputar menerangi piringan datar bumi di bawahnya. Cahayanya menyebar seperti lingkaran. Kawasan yang terkena cakupan sinar matahari disebut siang hari, sebaliknya yang tidak terkena disebut malam hari. Gambarannya adalah seperti kita menyorotkan lampu senter. Bagian yang terkena cakupan cahaya lampu akan menjadi terang, sedangkan yang tidak akan tetap gelap. Bagian yang terang itu adalah siang, sebaliknya yang gelap adalah malam. Begitu kurang lebih teori mereka. Untuk jelasnya silakan lihat gambar di bawah ini.

.

 
 

.

Saya pergunakan model yang mereka (pendukung konsep bumi datar) buat sendiri. Lingkaran kuning di seputar matahari pada gambar di atas adalah cakupan cahaya matahari, sehingga yang terkena cakupan tersebut akan mengalami mulai dari matahari terbit hingga terbenam. Oleh karenanya, garis tepian hijau pada gambar menandai awal suatu tempat terkena cakupan cahaya matahari pada saat tertentu pula. Jadi, tempat yang terkena garis hijau tersebut akan mulai terang (fajar menyingsing). Bila kita saksikan, berdasarkan model tersebut, maka lebih banyak tempat di muka bumi ini mengalami malam hari ketimbang siang hari.

.

Jika kita cermati lebih jauh, maka nampak bahwa semakin utara suatu tempat, semakin cepat pula tempat tersebut mengalami siang hari. Jadi tempat yang terletak pada garis lintang utara pasti akan lebih cepat menyaksikan matahari terbit dibandingkan kawasan lintang selatan garis bujur yang sama. Hal ini dikarenakan garis tepian cakupan sinar matahari itu akan cepat tiba di belahan utara dibandingkan selatan pada garis bujur yang sama. Singkatnya busur A-A’ lebih pendek dibandingkan busur B-B’. Kita akan menguji apakah hal ini sesuai dengan kenyataan. Jikalau konsep bumi datar benar, maka akan terdapat perbedaan waktu matahari terbit yang signifikan, yakni makin ke selatan akan makin besar.

.

Untuk mengujinya saya akan menggunakan program online penghitung waktu terbit matahari berdasarkan garis lintang dan bujur, sebagaimana tersedia pada laman http://www.esrl.noaa.gov/gmd/grad/solcalc/sunrise.html. Kita tinggal memasukkan garis lintang, bujur, dan tanggal yang dicari.

.

Saya memilih tanggal 20 Maret 2016, karena saat itu matahari kurang lebih berada di garis katulistiwa, sehingga sesuai dengan model di atas.

.

Kita memilih garis bujur 105.0 Bujur Barat. Sebagai catatan pilihan garis bujur adalah bebas. Kemudian kita akan memasukkan berbagai derajat lintang utara dan selatan serta mencari kapan matahari terbit pada masing-masing kawasan itu.

.

Hasilnya adalah sebagai berikut:

.

80 derajat lintang utara, matahari terbit pada pukul 05:45 (waktu setempat) atau 12:45 UTC.

70 derajat lintang utara, matahari terbit pada pukul 05:56 (waktu setempat) atau 12:56 UTC.

60 derajat lintang utara, matahari terbit pada pukul 06.00 (waktu setempat) atau 13:00 UTC.

50 derajat lintang utara, matahari terbit pada pukul 06.01 (waktu setempat) atau 13:01 UTC.

40 derajat lintang utara, matahari terbit pada pukul 06.02 (waktu setempat) atau 13:02 UTC.

30 derajat lintang utara, matahari terbit pada pukul 06.03 (waktu setempat) atau 13:03 UTC.

20 derajat lintang utara, matahari terbit pada pukul 06.04 (waktu setempat) atau 13:04 UTC.

10 derajat lintang utara, matahari terbit pada pukul 06.04 (waktu setempat) atau 13:04 UTC.

0 derajat (khatulistiwa), matahari terbit pada pukul 06.04 (waktu setempat) atau 13:04 UTC.

10 derajat lintang selatan, matahari terbit pada pukul 06.04 (waktu setempat) atau 13:04 UTC.

20 derajat lintang selatan, matahari terbit pada pukul 06.04 (waktu setempat) atau 13:04 UTC.

30 derajat lintang selatan, matahari terbit pada pukul 06.04 (waktu setempat) atau 13:04 UTC.

40 derajat lintang selatan, matahari terbit pada pukul 06.03 (waktu setempat) atau 13:03 UTC.

50 derajat lintang selatan, matahari terbit pada pukul 06.03 (waktu setempat) atau 13:03 UTC.

60 derajat lintang selatan, matahari terbit pada pukul 06.02 (waktu setempat) atau 13:02 UTC.

70 derajat lintang selatan, matahari terbit pada pukul 05:59 (waktu setempat) atau 12:59 UTC.

80 derajat lintang selatan, matahari terbit pada pukul 05:51 (waktu setempat) atau 12:51 UTC.

.

Berdasarkan hasil perhitungan waktu matahari terbit di atas, nampak jelas bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara waktu matahari terbit di belahan bumi utara maupun selatan. Kawasan di belahan bumi utara belum tentu mengalami matahari terbit terlebih dahulu dibandingkan selatan. Sebagai contoh, kawasan 20 derajat lintang utara mengalami matahari terbit pada pukul 06.04, sementara itu kawasan 70 derajat lintang selatan justru terbit lebih dahulu pada pukul 05:59. Terlepas dari semua itu, perbedaannya tidaklah terlampau jauh.

.

Dengan demikian, model yang dibuat pendukung pandang bumi datar itu tidak sesuai dengan kenyataannya. Matahari tidak pasti terbit terlebih dahulu di belahan bumi utara dibandingkan belahan bumi selatan. Perbedaannya juga tidak signifikan, yakni hanya dalam hitungan menit.

.

Mungkin para pendukung bumi datar akan menyatakan bahwa software itu keliru atau semata-mata buatan para lawan mereka yang menganut pandangan bahwa bumi berbentuk bulat. Kendati demikian, logikanya bila program itu keliru atau tidak akurat, maka tentunya telah banyak diprotes orang dan sangat mungkin tidak dipergunakan lagi atau dihilangkan dari internet. Sebagai tantangan, para pendukung konsep bumi datar disarankan agar membuat program sendiri guna menghitung waktu matahari terbit maupun terbenam. Namun tentu saja, program itu harus dibuat berdasarkan konsep sebagaimana mereka anut. Dengan kata lain, mereka semata-mata harus membuatnya berdasarkan perhitungan menurut konsep bumi datar mereka sendiri. Tidak boleh mencontek rumusan-rumusan sains yang sahih. Silakan dibandingkan apakan program mereka akurat atau tidak.

.

Kesimpulannya, model konsep bumi datar jelas keliru. Hasil yang diperoleh justru menguatkan bahwa bumi berbentuk bulat.