SALAH SATU CARA ATAU KRITERIA MENENTUKAN LETAK KOMPOR MENURUT ILMU FENGSHUI

SALAH SATU CARA ATAU KRITERIA MENENTUKAN LETAK KOMPOR MENURUT ILMU FENGSHUI.

.

Ivan Taniputera.

11 Desember 2016.

.

Sebenarnya ada banyak kriteria dalam meletakkan kompor menurut Fengshui dan kita disarankan agar jangan mengikuti satu kriteria saja. Mengikuti satu kriteria tidaklah cukup. Secara umum, sebelum menentukan letak kompor, tentu saja kita harus menentukan letak dapur terlebih dahulu. Namun kita tidak akan membahasnya dalam artikel ini.

.

Pada artikel ini kita hanya akan membahas salah satu kriteria menentukan letak kompor, yang justru sangat jarang diperhitungkan. Kriteria ini kemungkinan telah banyak dilupakan.

.

Adapun kriterianya adalah kompor tidak boleh ditabrak atau diterjang oleh garis sumbu kompas 0-180 derajat; 45-225 derajat; 90-270 derajat; dan 135-315 derajat. Jadi Anda pertama-tama menghitung letak titik tengah rumah dan taruh kompas padanya. Lalu tariklah garis-garis di atas dan periksa apakah garis-garis di atas menabrak kompor atau tidak. Jika menabrak maka pindahkanlah kompor agar tidak terkena garis-garis sumbu tersebut. Untuk jelasnya perhatikan gambar di bawah ini.

.

 
 

.

Demikianlah salah satu kriteria penentuan letak kompor. Namun Anda juga tetap perlu memperhatikan kriteria-kriteria lainnya. Lalu bagaimana jika letak kompor melanggar kriteria di atas? Karena kompor termasuk elemen Api, maka Api menjadi ganas. Salah satu pengaruhnya, jika kebetulan kondisi perbintangan dan peta nasib pemilik atau penghuni rumah kebetulan bersesuaian semuanya, maka ini dapat memicu bahaya kebakaran. Pengaruh lainnya dapat mendatangkan penyakit karena elemen Api yang tidak seimbang, seperti para penghuni rumah mudah sakit demam atau bahkan gangguan jantung.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . 

.

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

Advertisements

BUKU HODJO GELLO TENTANG KEBATINAN KARYA TAN TIK SIOE

BUKU HODJO GELLO TENTANG KEBATINAN KARYA TAN TIK SIOE.

.

Ivan Taniputera.

8 Desember 2016

.

 
 

.

Judul: Hodjo Gello

Penulis: Tan Tik Sioe

Jumlah halaman: 15

.

Buku ini berisikan berbagai petuah kehidupan dan kebatinan. Salah satunya adalah tentang mencari menantu yang baik:

.

“Djika orang kajah1 ada poenja anak Estri bakal tjarikin toenangan?….. tjariklah! jang saderhanah, djangan terlaloe kajah, pendek asal adat boedinja tjoekoep soedah bagoes….., djangan liat matjem bagoes atau bergas of ganteng …….., tjarik jang otaknja bersi dan jang berakal djoedjoer.” (halaman 9).

.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

.

 
 

 
 
 

.

 

.

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

RAMALAN ASTROLOGI AKHIR TAHUN 2016

RAMALAN ASTROLOGI AKHIR TAHUN 2016.

.

Ivan Taniputera.

7 Desember 2016

.

Pada kesempatan kali ini, saya hendak menulis artikel mengenai bagaimana keadaan dunia di akhir tahun 2016 berdasarkan astrologi. Berikut adalah bagan astrologinya.

.

 
 

.

Nampak bahwa Uranus mendapatkan banyak pengaruh atau aspek sehingga menjadi aktif. Oleh karenanya, kita akan menyaksikan bahwa selama bulan Desember 2016 ini akan banyak terjadi gempa bumi, bahkan mungkin hingga awal 2017. Selain itu, Uranus juga merupakan planet yang melambangkan penerbangan. Dengan demikian, pada kurun waktu ini dunia penerbangan juga perlu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaannya.

.

Hal lain yang patut diperhatikan adalah adanya T-Square yang melibatkan Yupiter beserta Uranus dan Pluto sebagai focal planet-nya. Pluto adalah planet yang melambangkan kengerian, teror, kematian, dan wabah penyakit. Kita dapat menafsirkan bahwa dunia perlu mewaspadai adanya hal-hal sebagaimana diwakili oleh simbolisme Pluto tersebut. Terlebih lagi Neptunus mengalami conjunction dengan Nodal Selatan (Ketu) yang selalu berlawanan (opposition) dengan Nodal Utara (Rahu). Ini menandakan bahwa umat manusia akan mudah terjerumus pada pandangan sempit, seperti fanatisme dan rasisme. Umat manusia akan makin terkotak-kotak. Akan terjadi balas-membalas antar berbagai kubu. Dengan demikian, hal ini juga kondusif bagi aksi teror. Dunia perlu makin waspada terhadap tindakan teror yang tidak bertanggung jawab tersebut.

.

Namun apakah semuanya buruk? Ternyata tidak. Kita juga akan menyaksikan adanya perkembangan baru dalam bidang sains dan teknologi. Akan terdapat penemuan dan kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan pada akhir tahun 2016 ini. Selanjutnya, kita dapat pula mengharapkan adanya prestasi baru dalam bidang olah raga. Gerakan-gerakan mendukung perdamaian serta spritual berwawasan luas juga akan bangkit. Semangat mengampanyekan nilai-nilai luhur akan bertambah kuat.

.

Tentu saja semua ini hanya ramalan saja yang belum tentu terbukti kebenarannya. Terlepas dari semua itu, marilah kita senantiasa memanjatkan doa agar dunia senantiasa damai dan cinta kasih tetap tersebar luas di mana-mana.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . 

 

 

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

SAJAK-SAJAK LORONG WAKTU

SAJAK-SAJAK LORONG WAKTU

.

Ivan Taniputera.

15 Oktober 2016

(dilengkapi 2 November 2016)

.

MASA PERTAMA

(1)

 
 
Tertunduk berjalan sang raja

Menuju singgasananya yang retak

Sudah habis kekuasaannya

Dua masa diperpanjang tidak

(2)

Dua kota itu ditinggalkan kosong

Penduduknya berlarian ke samudera raya

Anjing sedih melolong lolong

Pada dua ratus dua puluh enam adanya

(3)

Pada tempat pertemuan dua arus

Nyala merah membara di angkasa

Terjun jatuh Icarus

Seratus tiga puluh enam tak berdaya

(4)

Seratus lebih mengarak panji

Hantu hantu yang lapar

Porak poranda sudah terjadi

Tubuh-tubuh terkapar

(5)

Tubuh-tubuh melesat berlarian

Kemenangan putih merah biru

Pekik membahana nian

Sudahlah pasti diseru

(6)

Sudah begitu jalannya mentari

Orang akan memperingati lima

Dan enam akan diingati

Hati akan menjadi lambangnya

(7)

Hati intisari segenap pengetahuan

Saat KAN memasuki KUN

Jiwa air akan berkumpul demikian

Di negeri penuh halimun

(8)

Di negeri hijau kuning

Rimba raya bersungai

Wabah akan membuat hening

Bulan dua tiga akan mulai

(9)

Bulan di rasi Taurus

Sudah tentu tidak kurus

Lembu muda tanduk terhunus

Puri nan salah urus

(10)

Puri keagungan malam

Saatnya berjumpa mimpi

Bagian pertama ini telah tersulam

Sementara sudah usai.

.

MASA KEDUA

(1)

Sang pangeran lanjut usia

Dimahkotai pada kota tujuh bukit

Pilar pilar herkules asalnya

Tempat Aeskulapius penyembuh sakit

(2)

Tempat panji mentari terbit berkibar

Galangan kapal terangkat dashyat

Bumi menari berdebar debar

Ombak bergulung menghantam hebat

(3)

Dua bebek berjalan beriringan

Dari dua tembok tua kelabu

Dari situlah asalnya gerakan

Perubahan kesadaran zaman baru

(4)

Nyanyian peri siren di lautan

Suatu penemuan keantikan lampau

Dinding batu bawah ombak keabadian

Istana dasar laut terlupakan ribuan masa

(5)

Naga merah meliuk ke timur

Melindungi paruh atasnya yang kecil

Rajawali biru merah bercakar berat

Hinggap di paruh bawah nan mungil

(6)

Oh siapakah ksatria yang sanggup menahannya

Raksasa garang beroda baja

Menggali gorong-gorong bumi perkasa

Dua benua terhubung sudah.

(7)

Pertempuran itu sudah berlalu

Menyisakan jalan-jalan berlubang

Gedung-gedung menjadi arang abu

Jenderal botak rajai negeri sisa perang

(8)

Di tahun ayam kegentaran besar

Gajah raksasa menapak bumi

Goncang sudah negeri besar

Bagai guncangan tali rami

(9)

Garis balik utara

Pangeran mengejar putri raja

Salju tercurah tanpa suara

Menutupi kepingan-kepingan baja

(10)

Binatang-binatang hitam

Pada kemunculan bintang berekor

Merajalela penyakit demam

Darah merah merona dalam bokor

.

MASA KETIGA

(1)

Singgasana para raja

Cucuran bunga api merah merona

Senja langit jingga

Berkobar menyambar angkasa

(2)

Revolusi besar dimulai di tengah badai

Mereka akan disebut Anak-Anak Badai

Menyebar laksana angin menghembus api

Perubahan besar sudah terjadi

(3)

Ditingkah paduan suara sumbang

Berharap ia tumbang

Jatuh dari gelanggang

Namun ia tetap terpilih menang

(4)

Demikianlah sudah tergurat dan tersurat

Jalannya nasib semesta keramat

Dari Timur berjalan ke Barat

Akan bersatu dua budaya adat istiadat

(5)

Sastrawan besar dari Timur

Pujangga seumur umur

Menaiki panggung hadiah termashyur

Menerima penghargaan luhur

(6)

Ia yang luhur tulus

Mendapatkan dua penolong berbudi halus

Seorang dikiri seorang dikanan sudahlah harus

Barulah dapat berjalan lurus

(7)

Kengerian besar di negeri air mancur

Mendadak semua hancur

Jerit tangis apa lacur

Menolong yang terkubur

(8)

Semua begitu terkejut

Semua begitu takut

Bingung carut marut

Luka terparut-parut

(9)

Siapa kenal Orakel delphi

Warisan negeri Yunani

Seorang pemimpin baru akan berdiri

Akhiri masa resesi

(10)

Malam terus mendaki

Hampir mendekati pagi

Saatnya istirahat lagi

Esok menulis kembali.

.

MASA KEEMPAT

(1)

Anjing-anjing perang

Di tengah padang gersang

Menggonggong di dekat kilang

Yang kalah pasti hilang

(2)

Panji-panji kanan kalahkan kiri

Sang penguasa baru di Ungari

Sebagian menjadi anak tiri

Semua hanya tuk anak negeri

(3)

Putera mahkota menanti jadi raja

Akhir masa penantian tiba

Tapi tiadalah kesukaan rakyat padanya

Memerintah tanpa cinta karisma

(4)

Kegelapan tak tertembus

Olehnya sebuah kota terbungkus

Badai hebat membuatnya putus

Demikian semua jadi minus

(5)

Rakyat bergerak berarak arak

Di sebuah negeri pasir gemeretak

Menentang rajanya nan lama tiada gerak

Riuh nian suara sorak-sorak

(6)

Hingar bingar suara seruling

Sesudah itu mulai hening

Ternyata sudah musim fruehling

Merah terpilih melalui voting

(7)

Renik-renik peradaban

Berabad-abad sudah berjalan

Malam telah semakin depan

Saatnya istirahat di atas dipan

(8)

Sirine telah meraung-raung

Terdengar jauh ia bergaung

Demikianlah di negeri burung

Dentuman mengejutkan jantung

(9)

Ia memperingati limapuluh tahun

Di antara aneka daun

Musik lambat mengalun

Pria tua berlagak pikun.

(10)

Sebentar lagi terbit mentari

Tanda sudah berganti hari

Sementara cukup jari menari

Istirahat dulu nanti disambung lagi.

.

MASA KELIMA

(1)

Namanya seperti pembawa berkat

Bagi bangsanya datangkan hormat

Negerinya penuh rahmat

Semuanya takjub terpikat.

(2)

Di negeri itu orang hanya bisa makan bubur

Tiada lagi yang tumbuh subur

Jangankan lagi daging apalagi telur

Perang saudara semua hancur.

(3)

Siapa terdepan akan jadi terbelakang

Bagai semut orang akan hengkang

Banyak tiada terbilang

Semua terbang bagai belalang.

(4)

Oh sudah tiada kota itu

Ditelan dashyatnya samudera bagai hantu

Dulu banyak orang berlalang lalu

Ibukota Timur ia disebut begitu.

(5)

Curahan semesta alam

Mengguyur tembok pualam

Hanya dalam satu malam

Kota bertirai bambu tenggelam.

(6)

Perundingan antara dua raja

Membawa pedang baja

Penguasa istana merah senja

Akan lebih berjaya

(7)

Kereta melebur hancur

Terbolak-balik bagai air mancur

Apa daya ia dashyat berbentur

Meluncur keluar jalur

(8)

Tembok berbatu tulang

Nampak bersilang-silang

Di situlah ditemukan yang hilang

Dalam wujud kering belulang.

(9)

Negeri yang ada di bawah pelangi

Memilih rajanya lagi

Di bawah gantang terdapat ragi

Hamba sahayanya tiada terbagi

(10)

Jika tujuh sudah datang

Sembilan akan muncul

Akan berbaris menjelang petang

Sambil memanggul umbul-umbul.

KASUS FENGSHUI: KAMAR MANDI DI ATAS DAPUR

KASUS FENGSHUI: KAMAR MANDI DI ATAS DAPUR.

.

Ivan Taniputera.

1 Desember 2016

.

 
 

.

Salah seorang teman menanyakan mengenai kamar mandi yang berada di atas dapur. Ia menanyakan jika tidak diperbolehkan apakah landasan filosofis dan logisnya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya lalu menyusun artikel ini.

.

Kamar mandi di atas dapur memang tidak diperkenankan dari sisi Fengshui. Landasan filosofisnya adalah sebagai berikut. Dapur mempunyai unsur atau elemen Api; sedangkan kamar mandi berelemen Air. Air memadamkan Api dalam siklus kelima unsur. Dengan demikian relasi keduanya bentrok satu sama lain. Hal ini tentu saja kurang bagus dari kaidah Fengshui. Dari sisi Fengshui, maka akibat yang ditimbulkannya dapat berupa penyakit, khususnya jantung, karena jantung diwakili oleh elemen Api. Selain itu, apabila elemen rejeki pemilik rumah diwakili oleh Api, dapat juga mengakibatkan permasalahan keuangan yang serius. Secara umum, dampaknya adalah buruk. Oleh karenanya, penting sekali saat merancang rumah, menghindari adanya kamar mandi di atas dapur.

.

Lalu bagaimanakah dari sisi logika? Kamar mandi biasanya menjadi satu dengan tempat membuat kotoran. Tentu saja kurang nyaman apabila kita menyadari bahwa saat sedang memasak makanan, di atas kita sedang ada orang membuang kotoran. Kemudian, kotoran itu erat hubungannya dengan bakteri dan virus penyebab penyakit. Bisa saja sedikit terjadi kebocoran, sehingga akhirnya kuman-kuman tersebut merembes ke dapur.Kelembaban juga dapat memicu tumbuhnya jamur. Akibatnya alat masak dan bahan makanan kita berpeluang tercemari. Demikianlah jika kita mencoba mencari sisi ilmiah hal tersebut.

.

Jikalau sudah terjadi, apakah yang harus kita kita lakukan? Tentu saja jawaban terbaik adalah memindahkan dapur atau kamar mandi itu. Namun jika tidak memungkinkan apa lagi yang dapat dilakukan? Untuk mencegah perembesan kuman penyakit dan kelembaban itu, maka dapat menggunakan penyekat yang sempurna di antara keduanya. Dengan demikian, kecil peluang kuman dapat merembes ke dapur. Selanjutnya, jika menilik dari metafisika Tiongkok, maka hadirkan elemen atau unsur yang dapat menengahi bentrokan antara keduanya (Air dan Api). Caranya adalah menghadirkan elemen Kayu. Dengan kehadiran Kayu, maka alurnya menjadi Air menghasilkan Kayu, Kayu menghasilkan Api. Tidak lagi terjadi bentrokan. Penerapannya adalah mengecat langit-langit dapur dengan warna hijau. Hijau dalam hal ini melambangkan elemen Kayu. Dapat pula menaruh tumbuhan dalam pot di dalam dapur.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, dan lain-lain silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/ . . . . 

.

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

 

PERMAINAN SANG DALANG

Ternyata saya sudah pernah menuliskan puisi ini status facebook saya pada tanggal 19 Februari 2016

.

 Berikut ini adalah isi puisi selengkapnya:

PERMAINAN SANG DALANG

Ivan Taniputera.

19 Februari 2016

Wahai kawan,

Semua ini hanya permainan

Sang dalang

yang bersembunyi di balik bayang-bayang

.

Hanya bergerak tanpa tahu

Dirinya hanyalah boneka

Digerakkan oleh tali temali teraju

Kesana kemari tanpa mau

.

Dalang bersembunyi asri

Di balik layar terbentang

Damai atau perang sungguh ngeri

Itulah hanya lakon sang dalang

.

Semua demi kepentingannya

Dalang penghisap darah

Semua tunduk perintahnya

Tanpa sadar dijarah sudah

.

Peluh lelah keluh kesah

Tanpa tahu bekerja deminya

Pastilah sang dalang untung sudah

Tubuh bertumbangan tanpa arah

.

Wahai kawan waspadalah

Kedua waspadalah

Ketiga waspadalah

Apakah engkau boneka dalang serakah?