BUKU PETUAH KEHIDUPAN, ILMU KEBATINAN, DAN SPIRITUAL KARYA DEWA TAN TIK SIOE (TAN TIK SIOE SIAN)

BUKU PETUAH KEHIDUPAN, ILMU KEBATINAN, DAN SPIRITUAL KARYA DEWA TAN TIK SIOE (TAN TIK SIOE SIAN)

Ivan Taniputera

3 September 2015

.

Judul: Djemparing Soeling: Moestika Koemala Boenga Tjepaka Tjina II

Terdapat keterangan: Ilmoe Woelang Hoetomo di bagian rasa sedjatie dari pada pengrasah sedjatie.

Penulis: Dewa Tan Tik Sioe (1884-1929)

Jumlah halaman: 76

Tahun terbit: 1920

 

Buku ini berisikan berbagai petuah kehidupan dan juga hal-hal terkait ilmu kebatinan. Berikut ini adalah daftar isinya.

 
 

Berikut ini adalah contoh syairnya nasihat kehidupan (halaman 23):

 

“Daon pisang si kajoe djati,

Daon keniker poehon sembodja,

Malang melintang kersanja widi,

Tida memikir doenia bradja.”

 

Pada halaman 26 dapat kita baca:

 

“Djangan orang membatja ini boekoe 1-2-3 kali sadja lantas lempar swara kasini-sana berlaga-laga ada 1 goeroe, beloen mengenalin oedjoeng bongkotnja soeda orang kebanjakan brani omong in elmoe pendapetannja dari pringetannja sendiri, dari moeda mendapet dradjat doewet, boektinja soeda banjak jang begitoe.

 

Ka I omong kosong.

Ka II omong djoesta.

Ka III sering loepa dan menghinain lain orang.

Ka IV poerak-poerak dan menipoe.

Ka V omong wadi.

 

Memanglah orang bodo jang ta’ mengenalin 1 bidji elmoe jang bersi djika ada orang menanja ja lantas sadja bikin 1 alesan omongan wadi, tapi kita bilang bodolah! dia.

 

Pada halaman 63 diulas mengenai Raden Werkudara atau disebut juga Bima, yakni salah seorang di antara lima pandawa:

 

“R. Werkoedara memakei bertjoendoek ja! boenga poedak sinoempoet, bermaksoed R. Werkoedara pandei melinjapkin segala tjemar dari pada kabetjikan.”

 

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

 

 
 
 

 

 

 

 
 

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU KARYA DEWA TAN TIK SIOE (TAN TIK SIOE SIAN) TENTANG KEBATINAN, RESEP OBAT TIONGHOA, DAN LAIN SEBAGAINYA

BUKU KARYA DEWA TAN TIK SIOE  (TAN TIK SIOE SIAN) TENTANG KEBATINAN, RESEP OBAT TIONGHOA, DAN LAIN SEBAGAINYA

Ivan Taniputera

2 September 2015

.

Judul: Rasa Sedjati: Boengah Tjepaka Tjina Java, Ilmoe Woelang Hoetomo Wilis Adem Hati

Penulis: Tan Tik Sioe Sian (Dewa Tan Tik Sioe, 1884-1929)

Jumlah halaman: 115

Buku ini berisikan berbagai macam hal, seperti resep obat dan nasihat-nasihat kebatinan beserta spritualisme.

Berikut ini adalah contoh halaman yang berisikan resep obat.

Seperti pada gambar di atas, maka resep obat itu tercantum dalam aksara Tionghoa, dengan sedikit keterangan di bawahnya. Terdapat sekitar 30 resep obat.

Selanjutnya terdapat berbagai syair nasihat.

“ikan moong sing di poelo batoe,

ikan bader, tambang, segaran,

oentoeng roegi, dijawamoe itoe,

hatimoe keder, djadi seselan.” (halaman 28).

Terdapat pula nasihat:

“Djangan pertjajakin segala kitab-kitab goeroe-goeroe-goeroe nenek goeroe, pertjajakinlah timboel dari hatimoe sendiri.”

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU TENTANG KEBATINAN DAN ILMU GAIB

BUKU TENTANG KEBATINAN DAN ILMU GAIB

Ivan Taniputera

1 September 2015

 
 

 
 

Judul: Ilmoe Kemenoesia’an Sedjati, Djilid Ke Doewa

Terdapat keterangan: Isinja ini boekoe adalah memaknakan dari maksoednja ilmoe gaib dengan di terangkan sehingga djelas.

Penulis: tidak tercantum

Penerbit: Astrologisch Bureau “Aquarius,” Semarang, tahun sekitar 20-30 an.

Jumlah halaman: 76

 

Buku ini menguraikan perihal kebatinan dan ilmu gaib. Berikut ini adalah daftar isinya:

 

 
 
 

Pada bagian pendahuluan terdapat penjelasan sebagai berikut:

 

“Pembatja jang terhormat!

 

Soenggoehpoen didalam maksoednja boekoe ini, meskipoen ta’ seberapa menoeroet dalam sipatnja (rendah), akan tetapi apa bila pembatja sedikitnja soeka membatja dengan perlahan-lahan sehingga dirasa-rasakan, soenggoehlah akan membawa keselamatan tentang hidoep didoenia, dan djoega akan mendjadi soeatoe pokoknja tentang segala hal jang dikehendakan, baikpoen kearah keloehoeran, keoetamaan, dan sebagainja; dan tjara-tjaranja menoedjoe kearah jang mana tadi, haroeslah mengarti dalam maksoednja……”

 

Pada halaman 5 terdapat pembahasan mengenai tiga alam yang disebut dengan Tri Bawono:

 

“Bahwa sesoenggoehnja tentang didoenia jang kita diami ini, maka tentang didalam perkataan: alam, doenia dan djagat itoe, menoeroet masing-masingnja dari perkataan tadi memang adalah berlainan dalam maksoednja, ja itoe:

 

Doenia, jalah boemi jang haroes bergandeng dengan langit, jang kita diami ini.

Alam, jalah gelarnja boemi dan langit, dan djagad jalah…………..”

 

Terdapat pula peringatan dalam mempelajari ilmu kegaiban (halaman 9):

 

“Tetapi disebabkan jang memang ilmoe tadi ta’ moedah akan dipeladjari, djadi oetamanja djanganlah moedah akan pertjaja, karena dengan moedah akan pertjaja tadi, adalah kalanja djoega akan moedah tersesatnja..”

 

Pada halaman 18 terdapat penjelasan:

 

“Djadi sesoenggoehnja jang mendjadi badan langgeng hidoep kita sedjati )langgeng) ja itoe jang diseboet: angan-angan, jalan ketiga badan aloes dari rasa: keinginan, pikiran, dan tjipta, jang soedah mendjadi satoe = tri-moerti. Tri, berarti: tiga, dan moerti berarti: mendjadi satoe (noenggal jv.) jalah berdiri Goesti, dan ada pada sipat kita manoesia ini, adalah kawoelo lan Goesti…..”

 

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

 

 
 

 
 

 
 
 

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

MAKNA AKSARA CHINA PADA KARTU CEKI

MAKNA AKSARA CHINA PADA KARTU CEKI

Ivan Taniputera

31 Agustus 2015

Salah seorang sahabat menanyakan pada saya mengenai makna aksara Mandarin pada kartu ceki. Saya berjanji menulis artikel mengenai hal itu, tetapi karena ada banyak kesibukan, maka saya baru sempat membuat artikel tersebut pada hari ini.

 

Saya akan mengumpulkan terlebih dahulu kartu ceki yang ada aksara Mandarinnya. Ternyata ada sembilan kartu yang tercantum aksara Mandarinnya.

 
 

Aksara yang berada di sebelah kiri itu nampaknya merupakan aksara 万. Bunyinya adalah Wàn, yang artinya “puluh ribu.” Sedangkan aksara di sebelah kanan, masing-masing menyatakan angka dari 1 hingga 9. Jadi aksara-aksara pada kartu paling kiri nampaknya berarti sepuluh ribu. Lalu kartu kedua dari kiri berarti “dua puluh ribu” dan seterusnya.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Bazi, Fengshui, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi:

 

BUKU OBAT TIONGHOA YANG SUDAH BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN

BUKU OBAT TIONGHOA YANG SUDAH BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN

.

Ivan Taniputera

31 Agustus 2015

.

Judul: Ilmoe Obat-Obattan: Bergoena Pada Sekalian Orang Lelaki dan Prampoean Jang Dapet Roepa-roepa Penjakit

Terpetik dari Boekoe Tjina: Tat Seng Pian

Penulis:-

Penerbit: Yap Goan Ho, Batavia, 1890,

Jumlah halaman: 194

 

Buku ini memuat resep obat-obat China bagi berbagai keperluan. Resep obat ditulis dalam aksara Tionghoa. Berikut ini adalah daftar isinya.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.