KISAH UT TI KIONG DITOLONG TIKUS

KISAH UT TI KIONG DITOLONG TIKUS

.

Ivan Taniputera.

28 September 2015

.

 

 

Ut Ti Kiong merupakan salah satu dewa pintu dalam tradisi Tiongkok. Kisah ini terjadi ketika Ut Ti Kiong terkepung banjir di kota Wan Shia bersama tiga ribu orang pasukannya. Untuk bertahan hidup mereka terpaksa bertahan hidup dengan memakan sayur keladi. 

.

Suatu ketika, saat sedang menggali sayur keladi di dalam kota Wan Shia, mereka menemukan berkarung-karung padi di dalam tanah. Jumlahnya mencapai 3.000 karung. Ternyata karung-karung padi tersebut berasal dari gudang padi kota Kim Yang Kwan yang dahulu dikuasai oleh Raja Lie Bit. Selama bertahun-tahun, tikus-tikus mengangkuti beras-beras tersebut, hingga tertimbun terus menerus menjadi sebanyak itu.

.

Konon hal itu terjadi karena bintang keberuntungan Raja Lie Bit sudah habis, sehingga tikus-tikus mengangkuti karung-karung berasnya. Pada saat yang tepat beras-beras itu dapat menyelamatkan Ut Ti Kiong beserta pasukannya dari kebinasaan. Bersamaan dengan itu, bintang keberuntungan Lie Sie Bin, raja Tjin, selaku majikan Ut Ti Kiong, sedang menanjak. Kelak Lie Sie Bin dapat menjadi kaisar Dinasti Tang. 

.

Berdasarkan kisah di atas, maka kita belajar bahwa alam itu bekerja dengan cara yang unik dan rumit. Bahkan terkadang dengan cara yang tidak kita duga. 

.

Sumber: “Tjerita Di Tiongkok Tjap-Pe Lo Hoan Ong Kota Wakang, Tempo Keradja’an Merk Soei Tiauw Baginda Soei Jang Te,” djilid ka 8, halaman 611.

.

Artikel menarik lainnya, silakan kunjungi:

.

 

 
Advertisements

BAGAIMANA AGAR MENJUAL MOBIL CEPAT LAKU?

BAGAIMANA AGAR MENJUAL MOBIL CEPAT LAKU?

.

Ivan Taniputera.

27 September 2015

.

 

Seseorang menanyakan pada saya bagaimana caranya agar menjual mobil cepat laku. Saya lalu menjelaskan tata cara sebagai berikut. .

Cuci mobil dengan air dicampur air kelapa dan bunga tujuh rupa. Bunga tujuh rupa itu dapat dibeli di pasar tradisional. Sebelum dilakukan tata cara ini, mobil boleh sudah dibersihkan terlebih dahulu atau dibawa ke salon mobil. Saat mencuci dengan air kelapa dan bunga tujuh rupa tersebut, boleh bacakan doa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

.

Inti doanya agar supaya mobil itu cepat laku. Tentu saja harus disertai tekad dan keyakinan yang kuat. Diharapkan agar setelah melakukan ritual ini maka mobil dapat cepat laku terjual.

.

Tentu saja mobil tersebut harus diiklankan dan harganya juga wajar. Jika tidak diiklankan bagaimana ada orang yang mengetahui bahwa mobil itu dijual? Harga juga harus wajar, karena bagaimana pun juga kita tidak dapat melawan hukum alam.

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Fengshui, Astrologi, Bazi, Ziweidoushu, metafisika dan lain-lain, silakan kunjungi: 

 
 

ANALISA SEORANG GADIS YANG BERLUM PERNAH PACARAN

ANALISA SEORANG GADIS YANG BELUM PERNAH PACARAN

.

Ivan Taniputera.

26 September 2015

.

 

Saya biasa menganalisa beberapa kasus unik berdasarkan Bazi. Salah seorang sahabat memberitahukan mengenai temannya yang belum pernah pacaran. Saya tertarik menganalisanya berdasarkan Bazi. Berikut ini adalah bagan Bazinya.

.

.

Berdasarkan diagram tersebut, saya menafsirkan bahwa orang tersebut, sebut saja namanya A, mempunyai pikiran terlalu rumit. Sering memikirkan hal-hal yang dianggap tidak umum atau tidak masuk akal oleh orang lain. Dapat membangkitkan gagasan-gagasan ideal yang terlalu melambung tinggi atau mendambakan sesuatu yang terlampau melambung tinggi. Pikiran bisa mudah kacau dan mengalami gejolak. Bisa mengalami kesedihan mendalam karena hal yang tidak perlu dan begitu mengalami kesedihan tersebut, maka akan sulit disembuhkan. Pikiran tersebut menjadikannya mudah tersinggung atau salah paham, bahkan oleh hal-hal yang dianggap tidak masuk akal oleh orang lain.

.

Pemikiran yang terlalu rumit ini berpengaruh pula pada kehidupan asmaranya. Oleh karenanya, ia sulit mendapatkan kekasih yang sesuai. Ia mungkin mengharapkan seorang kekasih yang benar-benar ideal, seperti pangeran di negeri dongeng. Sikap mudah tersinggung itulah yang menghalanginya menjalin hubungan asmara lebih serius.

.

Nampak pula berdasarkan diagram di atas, A mempunyai ikatan batin yang kuat dengan orang tuanya. Bisa mengalami kesedihan karena orang tuanya. 

.

Kendati demikian, kita dapat pula menafsirkan bahwa A berpeluang mendapatkan didikan yang keliru dari orang tuanya. Pengaruh orang tua sangat kuat pada dirinya. 

.

Berdasarkan diagram di atas, sebenarnya A berpeluang menikah pada usia yang relatif muda. Pada kenyataannya memang benar demikian. Karena suatu sebab maka hubungan tersebut tidak berlanjut ke tahapan yang lebih serius, yakni tidak berlanjut pada taraf pacaran. 

.

Calon kekasih kebanyakan akan dikenalkan oleh ibunya. Hal ini juga dibenarkan oleh sahabat saya.

.

Saya melanjutkan bahwa ia harus waspada penyakit yang ada kaitan dengan hati, khususnya pelemakan hati. Bisa juga mengalami masalah dengan kolestrol. Pada kenyataannya, menurut sahabat saya, A memang mempunyai hobi makan. 

.

Berdasarkan diagram di atas, A sebenarnya semenjak muda banyak yang menaksir, namun karena pemikirannya tersebut tidak ada yang berhasil menjadi kekasihnya.

Dalam hal kuliah, saya menafsirkan bahwa A akan mendapatkan hasil yang pas-pasan. Sahabat saya membenarkan hal tersebut.

.

Sayangnya jam kelahirannya tidak diketahui, sehingga analisa dilakukan tanpa melibatkan jam kelahiran tersebut. Namun dari kasus ini kita dapat belajar suatu hal. Kemungkinan tidak semua orang yang terlahir pada tanggal tersebut tidak akan pernah pacaran. Kendati demikian, kemungkinan orang yang lahir pada tanggal itu akan memiliki kecenderungan sama. Hanya saja, manusia mempunyai kehendak bebas, sehingga setiap orang sesungguhnya sanggup mengarahkan kepribadiannya ke arah membangun atau merusak. Kita mempunyai kemampuan membangun kehidupan kita sendiri. Ada banyak orang terlahir pada tanggal yang sama dengan seorang pembunuh berantai. Tetapi pada kenyataannya tidak semua orang terlahir pada tanggal tersebut menjadi pembunuh berantai. 

.

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

 .

Artikel lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain silakan kunjungi:

BUKU LUAR BIASA KUMPULAN RAMALAN DAN HAL-HAL GAIB DI SELURUH PENJURU TANAH JAWA

BUKU LUAR BIASA KUMPULAN RAMALAN DAN HAL-HAL GAIB DI SELURUH PENJURU TANAH JAWA

Ivan Taniputera

21 September 2015

.

 

Beberapa jilid buku ini merupakan kumpulan luar biasa berbagai ramalan dan hal-hal gaib di seluruh penjuru Tanah Jawa. Berikut ini adalah jilid-jilid yang tersedia.

 

JILID 1

 

 
 

Judul: De Javaansche Geestenwereld

Terdapat keterangan: De Betrekking, Die Tusschen De Geesten En De Zinnelijke Wereld Bestaat,

Verduidelijkt Door Petangan’s of Tellingen, Bij De Javanen en Soendaneezen in Gebruik

Penulis: H. A. van Hien

Jilid 1. De Geschiedenis der Godsdiensten op Java

Soerat petangannja orang Djawa dan orang Soenda, menjataken segala roepa itoengan, boewat mentjari keslametan.

Penerbit: G. Kolff & Co., Batavia

Jumlah halaman: 425 

Bahasa: Belanda.

 

Berikut ini adalah daftar isinya:

 
 

 

 

Jilid pertama ini berisikan berbagai hal yang luar biasa. Sebagai contoh, terdapat uraian mengenai dewa-dewa Hindu:

 

“PARABRAHMA

 

de God der Brahmanen, de Almacht, Die, vereenzelvigd met het Nirwana, de oorsprong is van alles, wat bestaat. In de Weda’s wordt uit eerbied Zijn naam niet genoemd, doch vervangen door:…….” (halaman 20).

 

Terjemahan:

 

“PARABRAHMA

 

Dewa kaum Brahmana, Yang Maha Kuasa, yang disamakan dengan Nirwana, merupakan asal muasal segala sesuatu yang ada. Dalam Weda, karena rasa hormat, maka nama Beliau tidak pernah disebutkan, namun digantikan oleh:…..”

 

Lalu terdapat pula legenda mengenai asal muasal terjadinya perhitungan Wuku (Pawukon), sebagaimana tercantum di halaman 72:

 

“In der beginne der heerschappij van Batara Goeroe op aarde, was zijn rijk verdeelde in vijf hoofd en vier onderdeelen. De vijd hoofddeelen, zijnde het Oosten, Westen, Zuiden, Noorden, en Midden, hadden ieder een zekeren dag van oppergebied, van marktijd en van gezag. De vijf dagen vormden een kleine tijdcirkel…”

 

Terjemahan:

 

“Pada awal masa pemerintahan Batara Guru di muka bumi ini, daerah kekuasaannya dibagi menjadi lima bagian utama dan empat bagian lanjutan. Kelima bagian utama itu adalah Timur, Barat, Selatan, Utara, dan Tengah, masing-masing mempunyai kekuasaan atas hari-hari tertentu, sebagai penanda waktu dan aturan. Kelima hari itu membentuk satu siklus kecil….”

 

Selanjutnya dalam buku ini juga dibahas mengenai jenis-jenis makhluk halus baik berasal dari tradisi India maupun Jawa. Sebagai contoh adalah:

 

“719 PHISATJA dan 720 PHISATJIS

 

de zoogenammde vampires, die in holen en kloven huizen en voornamelijk er op uit gaan, om menschen en dieren en al waat leeft kwaad te doen en hun het bloed uit te zuigen. Eenige van deeze reuzen, die in de mythologie met naam genoemd worden, zullen wij trachten in het kort the beschrijven.” (halaman 119).

 

Terjemahan:

 

“PHISATJA DAN PHISATJIS

 

Merupakan semacam vampir, tinggal dalam gua dan jurang-jurang serta keluar mencari manusia, hewan, dan makhluk hidup guna melakukan sesuatu yang jahat dengan menghisap darah mereka. Beberapa makhluk ini yang namanya disebutkan dalam mitologi akan kita ulas secara ringkas…”

 

Lalu terdapat pula uraian mengenai legenda-legenda Jawa, misalnya mengenai asal muasal iblis, dunia, dan lain sebagainya.

 

Berikut ini adalah nama-nama makhluk halus dalam kepercayaan Jawa:

 

1. DE TJINOENOEK

2. DE KABO KAMILI

3. DE DADOENG AWOES’S

4. DE POTO

5. DE SAWAN

6. DE SARAP

7. DE DHENGEN

8. DE MADJOESI

9. DE GENDROEWA

10. DE WEWE

11. DE KOENTHIANAK

12. DE BONTOT

13. DE BANASPATI

14. DE SETAN OESOES

15. DEN DJERANGKONG

16. DE ANTOE DARAT

17. DE ANTOE LAOET

18. DE KEMAMANG

19. DEN BISOE

20. DE LAMPOR

21. DE LAHA

22. DE BLORONG

23. DE GOENDHOEL

24. DE BELIS

25. DE SATO

26. DE DINKEL

27. DE TETELO

28. DE KITJIWIS

29. DE GEBLOEK

30. DE KEBLEK

 

dan lain-lain, masing-masing dengan penjelasannya. Secara keseluruhan terdapat 93 jenis hantu yang diulas dalam buku ini.

 

Meskipun demikian, pada halam 238 hingga 243, terdapat tambahan 24 jenis hantu (spoken) lagi, namun beberapa di antaranya mendapatkan pengaruh tradisi India.

 

Pada halaman 266 hingga 271 diulas mengenai malaikat-malaikat yang kemungkinan dari namanya mencerminkan pengaruh Arab. Sebagai contoh adalah: Djabarail, Mikail, Israfil, Idjrail, Malakal Maoet, Asrael, Roeman, Moenkar, Nakir, dan lain sebagainya. Masing-masing beserta ulasannya. Selanjutnya terdapat pula tabel yang menghubungkan antara nama bintang beserta malaikat. 

 

Pada halaman 282 hingga 285 terdapat uraian mengenai selamatan beserta tata caranya.

 

Selanjutnya, terdapat uraian mengenai pengaruh-pengaruh iblis, makhluk halus, dan hantu terhadap manusia, antara lain menimbulkan penyakit. Sebagai contoh, ini adalah penyakit-penyakit yang ditimbulkan beserta hari berjangkitnya penyakit.

 

“Zaterdag: Rechter oor, knieen, en beenderenstelsel.

Donderdag: Linker oor, dijen, voeten, en slagaderensysteem.” (halaman 287).

 

Terjemahan:

 

“Sabtu: telinga kanan, lutut, dan tulang

Kamis: telinga, paha, kaki, dan sistem arteri Kiri……”

 

Terdapat uraian mengenai tradisi ruwatan (kias) terhadap urutan kelahiran anak yang dianggap kurang baik beserta sesajiannya.

 

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

 
 

 

 

 
 

JILID II

 
 

 
 

Judul: De Javaansche Geestenwereld

Terdapat keterangan: De Betrekking, Die Tusschen De Geesten En De Zinnelijke Wereld Bestaat,

Verduidelijkt Door Petangan’s of Tellingen, Bij De Javanen en Soendaneezen in Gebruik

Penulis: H. A. van Hien

Jilid II. A. De Bedoewi’s en hun Pawoekon’s (Orang Badui dan Pawukon mereka). B. De Tiang Tengger en hun Ngelmoe (Tiang Tengger dan Ngelmu mereka).

Soerat petangannja orang Djawa dan orang Soenda, menjataken segala roepa itoengan, boewat mentjari keslametan.

Penerbit: G. Kolff & Co., Batavia-C

Jumlah halaman: 338

Bahasa: Belanda dan Indonesia (Melayu).

Buku ini mengupas mengenai Pawukon (perhitungan Wuku) dan juga beberapa metoda ramalan atau petangan.

 

Berikut ini adalah daftar isinya:

 
 

Ini adalah contoh halaman yang memuat perhitungan wuku beserta keterangannya, seperti tentang selamatan dan lain sebagainya.

 
 

 
 

Berikut ini adalah contoh-contoh halaman lainnya, yang memuat berbagai petangan  atau ramalan dan lain sebagainya. 

Cara meramal cukup sederhana, dapat menggunakan dadu atau kartu domino. Pertama-tama dengan melihat daftar pertanyaan dan sesudah itu dicocokkan dengan tabel jawabannya.

 

 

 
 

JILID III

Judul: De Javaansche Geestenwereld

Terdapat keterangan: De Betrekking, Die Tusschen De Geesten En De Zinnelijke Wereld Bestaat,

Verduidelijkt Door Petangan’s of Tellingen, Bij De Javanen en Soendaneezen in Gebruik

Penulis: H. A. van Hien

Jilid III. De Tiang pasek an hun Tengerans en de Mohammedanen en hun Primbons.

Soerat petangannja orang Djawa dan orang Soenda, menjataken segala roepa itoengan, boewat mentjari keslametan.

Penerbit: G. Kolff & Co., Batavia-C.

Jumlah halaman: 374.

Bahasa: Belanda dan Indonesia (Melayu).

Buku ini memuat berbagai hitungan dalam primbon. Berikut ini adalah daftar isinya:

 
 

Di dalamnya diulas pula ramalan garis tangan, fisiognomi, dan lain sebagainya. Terdapat uraian mengenai tempat-tempat keramat, seperti gunung, sungai, makam dan lain sebagainya.

 

Sebagai contoh adalah uraian mengenai Gunung Sumbing:

 

“Goenoeng Soembing, Goenoeng Sindoro, Deze bergen worden door de Javanen Vereerd.  Deze vereering vloeit voort uit een legende, die vermeldt dat deze bergen vroeger menschen zijn geweest en wel broeders.” (halaman 9).

 

Terjemahan:

 

“Gunung Sumbing, Gunung Sindoro. Gunung-gunung ini dihormati oleh orang Jawa. Penghormatan ini berasal dari legenda yang meriwayatkan bahwa gunung-gunung ini dulunya adalah manusia yang saling bersaudara.”

 

Terdapat uraian mengenai tanda-tanda kuda yang baik. 

 

Firasat telinga berbunyi, muka terasa panas, dan lain sebagainya juga dibahas di dalamnya.

 

Yang menarik terdapat primbon khusus bagi merampok, yakni mencari saat yang baik dalam melancarkan aksinya (Primbon Ngetjoe, Ngampak, Membegal, dan Maling, Kerojok).

 

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

 
 

JILID V

Judul: De Javaansche Geestenwereld

Terdapat keterangan: De Betrekking, Die Tusschen De Geesten En De Zinnelijke Wereld Bestaat,

Verduidelijkt Door Petangan’s of Tellingen, Bij De Javanen en Soendaneezen in Gebruik

Penulis: H. A. van Hien

Jilid V. De Primbons

Soerat petangannja orang Djawa dan orang Soenda, menjataken segala roepa itoengan, boewat mentjari keslametan.

Penerbit: Bandoeng, Fortuna, 1913

Jumlah halaman: 148 (ada beberapa halaman terakhir yang hilang).

Bahasa: Belanda dan Indonesia

Ini merupakan buku yang sangat unik, berupa kumpulan berbagai ramalan dan perhitungan dalam primbon yang pernah digunakan di pulau Jawa (mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur). Berikut ini adalah daftar isinya:

Buku ini memuat berbagai perhitungan, misalnya perhitungan mengenai naga tahun dan naga bulan. Ternyata terdapat perbedaan antara perhitungan arah naga bulan di Jawa Barat dan Tengah dengan di Jawa Timur. Adapun perbedaan itu antara lain:

Di Jawa Barat dan Tengah:

Bulan Rabingoel-awal (Rabiul Awal), naga terletak di timur, jatingarang terletak di selatan, ridjal terletak di barat, dan sambang banger terletak di utara.

Di Jawa Timur:

Bulan Rabingoel-awal (Rabiul Awal), naga terletak di selatan, jatingarang terletak di barat, ridjal terletak di utara, dan sambang banger terletak di timur.

Perhitungan hari buruk pada masing-masing bulan, juga terdapat perbedaan. Adapun perbedaan itu antara lain:

Di Jawa Barat dan Tengah:

Bulan Soera, hari Senin dan Selasa.

Di Jawa Timur:

Bulan Soera, hari Sabtu dan Minggu (Ngahat).

Terdapat pula berbagai hitungan mengenai perjalanan, pindah rumah, mencari pencuri, dan bahkan terdapat pula primbon-primbon untuk keperluan khusus, seperti primbon perang, perang sabil, dan perang bakat, primbon untuk penjahat (ngetjoe, gampak, membegal, dan maling kerojok), dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU PRIMBON BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN TENTANG TANDA-TANDA KUDA YANG BAIK BESERTA OBATNYA

BUKU PRIMBON BERUSIA LEBIH DARI 100 TAHUN TENTANG TANDA-TANDA KUDA YANG BAIK BESERTA OBATNYA

Ivan Taniputera

13 September 2015

.

Judul: Boekoe Obat Katoeronggo Koeda.

Terdapat keterangan:

“Ja-itoe menerangke tjatjad atawa baiknja Koeda, kentara dari boeloe atawa tandanja Mathi, atawa oenjeng-oenjengan, bagimana tjeritanja orang doeloe kala.

Penulis: –

Penerbit: Firma H. Buning, Jogjakarta, 1895

Jumlah halaman: 63

 

Buku ini memuat berbagai tanda-tanda (katurangga) kuda yang baik, beserta obat tradisionalnya bila sakit. Berikut ini adalah daftar isinya:

 

 
 
 
 

Sebagai contoh pada halaman 19 disebutkan  mengenai kuda yang disebut “Bahoerekso”:

 

“Koeda ampoenja oenjengan doewa ada di dada kanan dan kiri, itoe baik, djika tepake di perang jang toenggang slamet tiada kena pelor dan sendjata lainnja, djika prijaji jang piara, slamet dan toeloes pangkatnja.”

 

Selain tanda-tanda yang baik, ada juga tanda tanda yang jelek, sebagai kuda yang disebut “Pasoepati”:

 

“Koeda ampoenja oenjengan di dada tengah betool, tada baik, siapa jang piara dapet tjilaka.”

 

Berikut ini adalah contoh obat tradisional bagi kuda:

 

“Obat koeda djika tjape

 

Beras 1 mangkok, garem 1 mangkok, manis-djangan 3 djari pandjangnja, brambang 3 bidji, wlirang berat 3 soekoe, koenir 15 bidji, asem sakepel, semoea di pipis, boeat djamoe.”

 

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

 

 

 
 

Berminat kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

TEPATNYA RAMALAN SAYA MENGENAI PERISTIWA PENGEBOMAN SEBUAH KUIL

TEPATNYA RAMALAN SAYA MENGENAI PERISTIWA PENGEBOMAN SEBUAH KUIL

Ivan Taniputera

13 September 2015

.

Mencermati perkembangan penanganan kasus pengeboman sebuah kuil yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 2015 lalu, saya mencoba membandingkan dengan apa yang sudah saya ramalkan pada tanggal 20 Agustus 2015 lalu, yakni tiga hari setelah peristiwanya. Untuk memudahkan para pembaca, berikut ini adalah linknya.

https://ramalanfengshuiastrologimetafisika.wordpress.com/2015/08/20/telaah-astrologi-bagi-peristiwa-pengeboman-sebuah-kuil-baru-baru-ini/

Pertama-tama, saya akan mengutipkan dahulu ramalan saya di atas dan faktanya:

RAMALAN 1:

“Jika kita perhatikan maka nampak bahwa Pluto (lambang bagi bom) mendapatkan aspek dari tiga planet, yakni Uranus, Chiron, dan Neptunus. Dengan demikian, kita dapat menafsirkan bahwa yang menjadi pelaku utama dalam peristiwa tersebut ada 3 orang.”

FAKTA:

Ternyata link http://www.suara.com/news/2015/09/08/163033/tersangka-bongkar-identitas-otak-di-balik-bom-bangkok, menyebutkan nama-nama pelakunya sebagai: I, M, dan AK.

RAMALAN 2:

Dua planet (Uranus dan Chiron) berada di rasi bintang Pisces. Rasi bintang tersebut melambangkan air. Jadi, kita boleh pula menafsirkan bahwa mereka kini berada di dekat tempat yang banyak airnya, misalnya sungai, pantai, dan lain sebagainya.

FAKTA:

Salah seorang tersangka tertangkap di distrik bernama Nong Chok.

Silakan perhatikan skesta peta kawasan Nong Chok berikut ini.

Nampak bahwa kawasan itu banyak terdapat sungai.

RAMALAN 3:

Sementara itu Neptunus berada di Aries. Tempat yang diwakili Aries adalah: tempat yang berbukit-bukit dan berpasir, tempat di mana sedang terjadi pembangunan, tempat yang terpencil. Aries juga mewakili langit-langit sebuah rumah.

FAKTA:

Satu tersangka lagi tertangkap di Provinsi Sa Kaeo, yakni perbatasan antara Muangthai dan Kamboja. Silakan perhatikan keterangan mengenai provinsi tersebut di wikipedia:

https://en.wikipedia.org/wiki/Sa_Kaeo_Province

Perhatikan bahwa di bagian utara provinsi tersebut memang bergunung-gunung. Selain itu, Sa Kaeo merupakan provinsi perbatasan antara Muangthai dan Kamboja, sehingga dengan demikian merupakan yang dimaksud dengan “tempat terpencil.” Penggambaran pada ramalan saya sangat mirip dengan keadaan Provinsi Sa Kaeo.

RAMALAN 4:

“Terdapat pula aspek dengan Yupiter. Ini menandakan bahwa pelakunya kemungkinan bukan orang dari negara tersebut, melainkan orang dari luar. “

FAKTA:

Pelakunya memang bukan orang dari negara tersebut, sebagaimana yang dapat kita baca dari:

http://www.channelnewsasia.com/news/asiapacific/key-suspect-in-bangkok/2114268.html

RAMALAN 5:

Apakah mereka dapat tertangkap? Jawabannya dapat. Perhatikan bahwa Chiron mendapatkan oposisi dari Merkurius. Kemungkinan pelaku yang diwakili Chiron tersebut akan tertangkap lebih dahulu. Selanjutnya yang tertangkap adalah pelaku yang diwakili Neptunus. Sedangkan pelaku yang diwakili Uranus mungkin agak lambat tertangkap. Hal ini dikarenakan Uranus mendapatkan aspek yang baik berupa trine. Kemungkinan, ia akan berhasil meloloskan diri terlebih dahulu.

FAKTA:

Kenyataannya dua pelaku dengan inisial M dan AK telah tertangkap terlebih dahulu. Sementara itu, seorang pelaku berinisial I telah berhasil melarikan diri.

Sebagaimana yang dapat kita baca di http://www.suara.com/news/2015/09/08/163033/tersangka-bongkar-identitas-otak-di-balik-bom-bangkok

Dengan demikian, berdasarkan perbandingan di atas, maka ramalan saya telah dapat menggambarkan secara cukup akurat apa yang akan terjadi. Oleh karenanya, metafisika baik Barat maupun Timur dapat dipergunakan membantu memecahkan suatu kasus apabila dikembangkan lebih jauh.

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Fengshu, Astrologi, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi:

https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

SUTRA MAHADEWA VAISRAMANA

SUTRA MAHADEWA VAISRAMANA

毘沙門天王經

Píshāméntiān wáng jīng 

 

Taisho Tripitaka 1244

Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia oleh Ivan Taniputera

 

CATATAN:

Terjemahan Sutra ini masih jauh dari sempurna. Oleh karenanya, segenap kritik dan saran akan diterima dengan senang hati.

Sutra ini boleh diperbanyak dan disebar luaskan, dengan TIDAK MENGUBAH apa pun (tanpa menambah dan mengurangi apa pun) sebagaimana yang tercantum di sini.

 

Jasa pahala penerjemahan Sutra akan dilimpahkan pada Guru, Buddha, Dharma, dan Sangha.

 

開府儀同三司特進試鴻臚卿肅國公食邑三千戶贈司空諡大鑒正號大廣智大興善寺三藏法師不空奉 詔譯

Kāifǔ yí tóng sān sī tèjìn shì hóng lú qīng sù guó gōng shí yì sānqiān hù zèng sīkōng shì dà jiàn zhèng hào dà guǎng zhì dà xīng shàn sì sānzàng fǎshī bù kōng fèng zhào yì 

 

Diterjemahkan dari bahasa Sansekerta ke bahasa Mandari oleh Bukong (Amoghavajra).

 

爾時毘沙門天王。在於佛前合掌。白佛言世尊。我為未來諸有情等利益安樂。豐饒財寶護持國界故。說自真言。我此真言。如真多摩尼寶王能滿眾願。世尊聽許我說。佛言善哉善哉天王。汝能愍念為諸有情。恣汝意說。

 

ěr shí píshāméntiānwáng. Zàiyú fú qián hézhǎng. Bái fú yán shìzūn. Wǒ wèi wèilái zhū yǒuqíng děng lìyì ānlè. Fēngráo cáibǎo hùchí guójiè gù. Shuō zì zhēnyán. Wǒ cǐ zhēnyán. Rú zhēn duōmó ní bǎo wáng néng mǎn zhòng yuàn. Shìzūn tīng xǔ wǒ shuō. Fú yán shànzāi shànzāi tiān wáng. Rǔ néng mǐn niàn wèi zhū yǒuqíng. Zì rǔ yì shuō.

 

Pada saat itu, Mahadewa Vaisramana menghaturkan sembah sujud dan berkata pada Yang Dijunjungi Dunia, “Demi menaburkan manfaat dan kedamaian bagi para insan serta kemakmuran bagi dunia ini, aku akan mengucapkan sebuah mantra yang laksana raja permata (mani); sehingga dapat mengabulkan dambaan setiap insan. Sudilah kiranya Yang Dijunjungi Dunia mengizinkanku melafalkan mantra tersebut. Buddha menjawab Mahadewa Vaisramana, “Sungguh baik sekali. Silakan lafalkan dharani itu.”

 

爾時毘沙門天王歡喜無量即於佛前說心真言曰。

Ěr shí píshāméntiān wáng huānxǐ wúliàng jí yú fú qián shuō xīn zhēnyán yuē

 

Dengan suka cita yang tiada terhingga Mahadewa Vaisramana melafalkan dharani tersebut.

 

(一)曩謨囉怛曩(二合)怛囉(二合)夜(引)野

(1)Nǎng mó luō dá nǎng dá luō yè yě

 

 (二)曩謨吠室囉(二合)麼拏(鼻引)野

(2) nǎng mó fèi shì luō me ná yě

 

 (三)摩賀(引)囉(引)惹(引)野

(3)Mó hè. Luō. Rě. Yě

 

(四)薩[口縛]薩怛[口縛](二合)曩(引)麼(鼻引四)舍(引)跛哩布(引)

(4)Sà [wa] sà dá [wa] nǎng me  shě  bǒ lī bù

 

(五)舍(引)跛哩布(引)囉拏(鼻引)野

(5) shě bǒ lī bù luō ná yě

(六)悉地迦囉(引)野

(6) xīde jiā luō yě 

 

(七)蘇(上)騫娜娜(引)野

(7) sū qiān nà nà Yě

 

(八)怛娑每(二合引)曩莫塞訖哩(三合)怛[口縛](二合)

(8) dá suō měi nǎng mò sāi qì lī dá [2a]

 

(九)伊(上)[牟含](引)吠(引)室囉(二合)麼拏(鼻引)紇哩(二合)乃野

(9) yī [móu] fèi shì luō me ná hé lī nǎi yě

 

(十)麼(引)襪多以灑(引)弭

(10) me wà duō yǐ sǎ mǐ

 

(十一)薩[口縛]薩怛[口縛](二合)蘇(上)佉(去引)[口縛]憾

(11) sà [wa] sà dá [wa] sū qū [wa] hàn.

 

(十二)怛你也(二合)他(去引)

(12) dá nǐ yě tā

(十三)唵悉地悉地

(13) Om xīde xīde

(十四)蘇(上)母蘇(上)母

(14)sū mǔ sū mǔ

(十五)左(上)左(上)左(上)左(上)

(15) zuǒ zuǒ zuǒ zuǒ

(十六)左囉左囉

(16) zuǒ luō zuǒ luō

(十七)娑囉娑囉

(17) suō luō suō luō

(十八)羯囉羯囉

(18) jié luō jié luō

(十九)[打-丁+只]里[打-丁+只]里

(19)[zhǐ] lǐ [zhǐ] lǐ

 

(二十)矩嚕矩嚕

(20) jǔ lǔ jǔ lǔ

 
 

(二十一)母嚕母嚕

(21) mǔ lǔ mǔ lǔ

 

(二十二)主嚕主嚕

(22) zhǔ lǔ zhǔ lǔ

 

(二十三)娑(去引)馱野遏貪麼麼

(23) suō tuó yě è tān me me

 

(二十四)[寧頁]底也(二合)末他弩(鼻引)婆(去)[口縛]娑[口縛](二合)賀

(24)[níng] dǐ yě mò tā nǔ pó [wa] suō [wa] hè

 

(二十五)吠室囉(二合)麼拏(鼻引)野娑[口縛](二合引)賀

(25) fèi shì luō me ná yě suō [wa] hè

 

(二十六)馱曩娜(引)野娑[口縛](二合)賀(引)

(26) tuó nǎng nà yě suō [wa] hè.

 

(二十七)麼(鼻)拏(鼻引)囉他

(27) me ná luō tā

 

(二十八) 跛 哩布(引)囉迦(引)野娑[口縛](二合)賀(引)

(28) luō jiā yě suō [wa] hè

 

爾時毘沙門天王說此真言已。白佛言世尊。我今說受持真言法。先取安悉香白檀香龍腦香多櫱囉香薰陸香蘇合香。和合此香。供養我毘沙門天王。若迎請時結根本印。以二頭指向身三招。即誦真言七遍頂上散印。

 

Ěr shí píshāméntiān wáng shuō cǐ zhēnyán yǐ. Bái fú yán shìzūn. Wǒ jīn shuō shòu chí zhēnyán fǎ. Xiānqǔ ān xī xiāng báitán xiāng lóng nǎo xiāng duō niè luō xiāng xūn lù xiāng sū hé xiāng. Héhé cǐ xiāng. Gòngyǎng wǒ píshāméntiān wáng. Ruò yíng qǐng shí jié gēnběn yìn. Yǐ èr tóu zhǐxiàng shēn sān zhāo. Jí sòng zhēnyán qī biàn dǐngshàng sàn yìn.

 

Sesudah Mahadewa Vaisramana melafalkan dharani tersebut, berkatalah ia pada Yang Dijunjungi Dunia, “Aku kini akan membabarkan tata cara sadhana dharani tersebut. Pergunakanlah dupa Anxi, Cendana Putih, Otak Naga (Longnao), Duonieluo, Xunlu, dan Suhe. Campurkanlah dupa-dupa tersebut. Persembahkanlah padaku, Mahadewa Vaisramana. Jikalau hendak melakukan ritual pengundangan bentuklah mudra utama, yakni dengan ibu jari diarahkan pada tubuh sendiri. Lakukan hal ini sebanyak tiga kali dan segera sesudahnya lafalkan dharani  sebanyak tujuh kali. Selanjutnya leraikan kedua belah tangan di atas kepala seraya melafalkan dharani sebagai berikut:

 

(一)怛你也(二合)他(去引)

 

(1) dá nǐ yě tā

 
 

(二)曩謨吠(引)室囉(二合)麼(鼻音呼)拏(鼻音引)野

 

(2) nǎng mó fèi shì luō me ná yě

(三)曩謨(引)馱曩娜(引)野

(3) nǎng mó tuó nǎng nà yě

(四)馱甯(寧定反引)濕[口縛](二合)囉(引)野

(4) tuó níng shī [wa] luō yě

(五)阿(去引)櫱(言羯反)蹉(去引)櫱蹉

(5) ā niè cuō niè cuō

(六)阿跛哩弭多馱甯(引)濕[口縛](二合)囉

(6) ā bǒ lī mǐ duō tuó níng shī [wa] luō

(七)缽囉麼(鼻)迦(引)嚕抳迦

(7) bō luō me  jiā lǔ nǐ jiā

(八)薩[口縛]薩答[口縛](二合)呬(馨異反)多(上)唧多

(8) sà [wa] sà dá [wa] xì duō jī duō.

(九)麼麼馱曩麼(鼻音)拏(鼻音)缽囉(二合)拽(延結反)蹉

(9) me me tuó nǎng me ná bō luō zhuāi cuō

(十)娑[口縛](二合)琰麼(鼻音引)蘗嗟娑[口縛](二合)賀(引)

(10) suō [wa] yǎn me bò jiē suō [wa] hè.

行 者念誦常無間斷。乃至毘沙門天王子赦你娑。現童子形告持誦者言。汝有何事請召我父。持誦者言。我為供養三寶受與我財寶。童子赦你娑於須臾頃。還至毘沙門天 王所。告父王言。持誦者求諸財寶。為供養故利益有情。毘沙門天王告童子赦你娑言。汝日日與金錢一百乃至壽終。其童子赦你娑。日日送金錢一百。與持誦者安於 頭邊。其金錢異種香氣。先願所得之者。除自受用外應行捨施。不應貯積而懷慳吝。

Xíngzhě niànsòng cháng wú jiànduàn. Nǎizhì píshāméntiān wángzǐ shè nǐ suō. Xiàn tóngzǐ xíng gào chí sòng zhě yán. Rǔ yǒu héshì qǐng zhào wǒ fù. Chí sòng zhě yán. Wǒ wèi gòngyǎng sānbǎo shòu yǔ wǒ cáibǎo. Tóngzǐ shè nǐ suō yú xūyú qǐng. Hái zhì píshāméntiān wáng suǒ. Gào fù wáng yán. Chí sòng zhě qiú zhū cáibǎo. Wèi gòngyǎng gù lìyì yǒuqíng. Píshāméntiān wáng gào tóngzǐ shè nǐ suō yán. Rǔ rì rì yǔ jīnqián yībǎi nǎizhì shòu zhōng. Qí tóngzǐ shè nǐ suō. Rì rì sòng jīnqián yībǎi. Yǔ chí sòng zhě ān yú tóu biān. Qí jīnqián yìzhǒng xiāngqì. Xiān yuàn suǒdé zhī zhě. Chú zì shòuyong wài yīng xíng shě shī. Bù yìng zhù jī ér huái qiānlìn.

Sadhaka (praktisi) hendaknya melafalkan dharani tanpa henti, hingga putera Mahadewa Vaisramana menjumpainya dalam wujud seorang anak kecil yang berkata, “Mengapakah engkau memanggil ayahku?” Sadhaka hendaknya menjawab, “Aku hendak menghaturkan persembahan pada Tiga Permata (Buddha, Dharma, dan Sangha). Itulah sebabnya aku memohon harta kekayaan.” Dengan segera ia akan meninggalkan sadhaka serta kembali ke tempat kediaman Mahadewa Vaisravana dan memberitahu ayahnya, “Orang yang melafalkan dharani itu memohon kekayaan demi menghaturkan persembahan pada semua makhluk.” Selanjutnya, Mahadewa Vaisramana akan memerintahkan anak kecil tersebut, “Bawakanlah orang itu seratus keping emas setiap hari seumur hidupnya.” Demikianlah, putera Mahadewa Vaisramana itu akan memberikan sadhaka seratus keping setiap harinya, yang dengan diam-diam diletakkan di samping kepalanya. Emas itu akan memancarkan bau harum (bau dupa). Kendati demikian, harta kekayaan tersebut hendaknya jangan digunakan atas dasar sifat mementingkan diri sendiri, melainkan didanakan. Selain itu, hendaknya menghindarkan diri dari kekikiran.

常於一切有情起大慈心勿生嗔 恚。以殊勝香花飲食燈明。於寂靜處如法供養佛法僧寶。兼復思惟而無間斷。為毘沙門天王并諸眷屬。念恩德故常誦吉祥讚。令彼天王獲諸吉慶。願毘沙門天王男女 眷屬內外親姻輔弼。乃至使者及諸營從。國界有情佛所稱讚十種福利悉皆獲得。所謂一者淨信二者戒。二者聞四者捨。五者受六者慧。七者形貌八者力。九者辯十者 色聲香味觸富貴自在。於佛法中而開法眼。證得聖果獲得甘露妙法。亦得三十七品助佛道法。持誦者每日作如是發願。毘沙門天王即生歡喜告自營從眷屬。汝等觀彼 持誦者於我深生恭敬。復告子赦你娑言。持誦者希望。

Cháng yú yīqiè yǒuqíng qǐ dàcí xīn wù shēng chēn huì. Yǐ shūshèng xiānghuā yǐnshí dēngmíng. Yú jìjìng chù rú fǎ gòngyǎng fófǎ sēng bǎo. Jiān fù sīwéi ér wú jiànduàn. Wèi píshāméntiānwáng bìng zhū juànshǔ. Niàn ēndé gùcháng sòng jíxiáng zàn. Lìng bǐ tiān wáng huò zhū jíqìng. Yuàn píshāméntiān wáng nánnǚ juànshǔ nèiwài qīn yīn fǔbì. Nǎizhì shǐzhě jí zhū yíng cóng. Guójiè yǒuqíng fú suǒ chēngzàn shí zhǒng fúlì xījiē huòdé. Suǒwèi yī zhě jìng xìn’èr zhě jiè. Èr zhě wén sì zhě shě. Wǔ zhě shòu liù zhě huì. Qī zhě xíng mào bā zhě lì. Jiǔ zhě biàn shí zhě sè shēng xiāngwèi chù fùguì zìzài. Yú fófǎ zhōng ér kāi fǎyǎn. Zhèng dé shèng guǒ huòdé gānlù miàofǎ. Yì dé sānshíqī pǐn zhù fú dào fǎ. Chí sòng zhě měi rì zuò rúshì fāyuàn. Píshāméntiān wáng jí shēng huānxǐ gào zì yíng cóng juànshǔ. Rǔ děng guān bǐ chí sòng zhě yú wǒ shēn shēng gōngjìng. Fù gào zi shè nǐ suō yán. Chí sòng zhě xīwàng.

Senantiasa bangkitkan belas kasih agung dan jangan pernah membangkitkan amarah. Haturkanlah persembahan istimewa berupa dupa, bunga,makanan, minuman, dan pelita pada Buddha, Dharma, serta Sangha. Meditasikanlah tanpa henti  Mahadewa Vaisramana beserta para pengikutnya. Lafalkan senantiasa bait-bait yang terpuji, sehingga mahadewa akan menganugerahkan kebajikan. Berharap agar Mahadewa Vaisramana beserta para pengikutnya senantiasa mencurahkan pertolongannya baik di mana pun juga dan bahkan Beliau akan mengerahkan balatentarannya melindungi orang tersebut. Dengan demikian, semua makhluk akan mendapatkan sepuluh kesejahteraan sebagaimana disabdakan Buddha. yakni:

(1)Keyakinan murni

(2)Aturan disiplin moralitas (sila)

(3)Kemampuan mendengarkan Dharma

(4)Kesediaan berdana Berparamita

(5)Kesabaran atau kesediaan menanggung penderitaan (ksanthi)

(6)Kebijaksanaan (prajna)

(7)Penampilan elok

(8)Kekuatan

(9)Kefasihan berbicara

(10)Akan mengalami pencerapan indra berupa wujud, suara, bebauan, dan sentuhan yang menyenangkan.

Ia juga akan memahami intisari Dharma serta membangkitkan mata Dharma. Ia akan memperoleh pula buah amrta Dharma sejati. Selain itu, ia akan memahami pula 37 bagian pencerahan (bodhipakshika-dharma). Melafalkan dharani dengan tekad kuat akan menyenangkan Mahadewa Vaisramana, sehingga Beliau lalu memberitahu para pengikutnya, “Wahai kalian, lihatlah orang itu yang melafalkan dharani tersebut, ia begitu menghormatiku.” Ia lalu memberitahu puteranya, “Orang itu mempunyai keinginan

欲見我毘沙門藥叉王欲閉惡趣門。所思勝願皆令滿足。壽無量百千歲。獲得如意寶飛騰虛空。安怛那及得伏藏。若男若女及囉 惹皆令敬愛。亦解一切禽獸語言。令得豐財永離貧匱。彼持誦者當於白月八日及十五日。令畫人受八戒澡浴著新淨衣。取不截白[疊毛]畫像。其彩色中不用皮膠。 中心畫釋迦牟尼佛作說法相。佛右邊畫吉祥天女形。眼目廣長顏貌寂靜。首戴天冠瓔珞臂釧莊嚴其身。右手作施願手左手執開敷蓮花。畫像得已於清淨處。安像供養 以塗香花鬘燒香飲食燈明。以供養佛及吉祥天女。受持者不應以下劣心而生恐怖。應以決定心。如法念誦此吉祥天女真言曰。

Yù jiàn wǒ píshāmén yàochā wáng yù bì è qù mén. Suǒ sī shèng yuàn jiē lìng mǎnzú. Shòu wúliàng bǎi qiān suì. Huòdé rúyì bǎo fēiténg xūkōng. Ān dá nà jí dé fú cáng. Ruònán ruò nǚ jí luō rě jiē lìng jìng’ài. Yì jiè yīqiè qínshòu yǔyán. Lìng dé fēng cái yǒng lí pín guì. Bǐ chí sòng zhě dāng yú bái yuè bā rì jí shíwǔ rì. Lìng huà rén shòu bā jiè zǎo yùzhe xīn jìng yī. Qǔ bù jié bái [dié*máo] huàxiàng. Qí cǎisè zhōng bùyòng pí jiāo. Zhōngxīn huà shìjiā móu ní fó zuò shuōfǎ xiāng. Fú yòubiān huà jíxiáng tiānnǚ xíng. Yǎnmù guǎngzhǎng yán mào jìjìng. Shǒu dàitiān guān yīngluò bì chuàn zhuāngyán qí shēn. Yòushǒu zuò shī yuàn shǒu zuǒshǒu zhí kāi fū liánhuā. Huàxiàng dé yǐ yú qīngjìng chù. Ān xiàng gòngyǎng yǐ tú xiānghuā mán shāoxiāng yǐnshí dēngmíng. Yǐ gòngyǎng fú jí jíxiáng tiānnǚ. Shòu chí zhě bù yìng yǐxià liè xīn ér shēng kǒngbù. Yīng yǐ juédìng xīn. Rú fǎ niànsòng cǐ jíxiáng tiānnǚ zhēnyán yuē.

berjumpa denganku, Vaisramana. sang raja Yaksa, serta berkeinginan menutup pintu-pintu kejahatan dan memasuki pintu-pintu kebajikan. Segenap keinginannya terkabul. Memperoleh usia panjang tiada terhingga, mencapai ratusan ribu tahun. Mendapatkan permata pengabul keinginan, sanggup terbang di angkasa, penderitaan terhapus, dan menemukan perbendaharaan harta pusaka tersembunyi. Baik pria maupun wanita dapat memperoleh penghormatan dan cinta dari orang lain. Akan memperoleh pula kesanggupan memahami bahasa hewan. Sanggup mendatangkan harta kekayaan guna mengatasi kemiskinan. Praktisi (sadhaka) dapat melafalkannya pada tanggal 8 bulan 15 (penanggalan Candrasengkala). Ia dapat membuat lukisan [makhluk suci), menjalankan Delapan Sila (Asthasila), mandi, dan mengenakan pakaian bersih. Kemudian ia dapat mengambil perlengkapan-perlengkapan melukis. Di bagian tengah lukislah Buddha Sakyamuni membabarkan Dharma. Di bagian kanan Beliau lukiskan Sri Mahadewi. Matanya terbuka lebar dengan penampilan tenang. Kepala sang dewi mengenakan mahkota. Lehernya mengenakan kalung. Tangannya mengenakan gelang. Tubuhnya sungguh gemilang. Tangan kanan membentuk mudra pengabul keinginan. Tangan kiri memegang teratai mekar. Letakkan lukisan tersebut di tempat bersih. Persembahkanlah bunga, dupa, makanan, minuman, dan pelita pada Buddha beserta Sri Mahadewi. Praktikkan hal itu dengan kemantapan dan pikiran terpusat. Demikianlah, Sri Mahadewi melafalkan mantra sebagai berikut:

(一)曩莫室哩(二合)伽(去)曩(引)野

(1)nǎng mò shì lī  jiā nǎng yě

(二)曩謨吠(引)室囉(二合)摩拏(上引)野

(2)nǎng mó fèi shì luō mó ná yě

(三)摩賀(引)藥乞灑(二合)囉(引)惹(引)地囉(引)惹野

(3)Mó hè yào qǐ sǎ luō rě de luō rě yě

(四)曩莫室哩(二合)夜(引)裔(引)

(4) nǎng mò shì lī yè yì

(五)摩賀(引)禰(引)吠(鼻引)

(5) mó hè mí fèi

(六)怛你也(二合)他(去引)

(6) dá nǐ yě tā

(七)唵怛囉怛囉

(7) Om dá luō dá luō

(八)咄嚕咄嚕

(8) duō lǔ duō lǔ

(九)蘇瑟貙(二合)蘇瑟貙(二合下貙敕數反上同九)

(9) sū sè chū sū sè chū

(十)麼抳迦曩迦

(10) me nǐ jiā nǎng jiā

(十一)[口縛]日[口縛](二合)吠(引)女(拏數反引)哩也(二合)

(11)[Wa] rì [wa] fèi nǚ lī yě

(十二)穆訖多(二合)曩(引)麼(引)稜(去)訖[口呂](二合)

(12) mù qì duō nǎng me léng qì [lǚ]

(十三)多僕(引)

(13) duō pú

(十四)薩[口縛]薩怛[口縛](二合)

(14) sà [wa] sà dá [wa]

(十五)呬多迦(引)麼

(15) xì duō jiā me

(十六)吠(引)室囉(二合)摩拏

(16) fèi shì luō mó ná

(十七)室哩(二合)野泥(上)尾(引)

(17) shì lī yě ní wěi

(十八)末臘毘(去)

(18) mò là pí

(十九)曀醯(去引)呬

(19) yì xī  xì

(二十)具囉拏(二合鼻)具囉拏(二合鼻)

(20) jù luō ná jù luō ná

(二十一)麼娑麼娑

(21) me suō me suō

(二十二)捺囉(二合)捨野悉地

(22) nà luō shěyě xīde

(二十三)娜娜(引)呬銘

(23) nà nà xì míng

(二十四)捺囉(二合)捨曩迦(引)麼寫

(24) nà luō shě nǎng jiā me xiě

(二十五)捺囉(二合)捨南

(25) nà luō shě nán

(二十六)缽囉(二合)賀[打-丁+羅](二合)賀[打-丁+羅](二合引)娜野麼諾娑縛(二合引)賀(引)

(26) bō luō hè [luó] hè [luó] nà yě me nuò suō fù hè .

爾 時毘沙門天王。見持誦此真言及供養如來。愍念行者。則為現身作童子形或居士形。右手持如意寶左手持金篋。顏貌寂靜來至像前。禮佛像已告行者言。汝今於我欲 求何願。為入修羅窟耶。為求伏藏耶。為求伏火水銀耶。為求安怛那囉惹敬愛耶。雄黃成就耶安膳那藥成就耶。持明成就耶飛騰虛空耶受命一大劫耶。如是等願悉能 成就。持誦者白毘沙門天王言。願我一切處通達。獲得金銀無盡名稱福德。壽命無量劫飛騰虛空。變化種種瑜伽自在。毘沙門言隨汝所願。爾時毘沙門天王。欲重明 其義而說偈言。

Ěr shí píshāméntiān wáng. Jiàn chí sòng cǐ zhēn yánjí gòngyǎng rúlái. Mǐn niàn xíngzhě. Zé wèi xiànshēn zuò tóngzǐ xíng huò jūshì xíng. Yòushǒu chí rúyì bǎo zuǒshǒu chí jīn qiè. Yán mào jìjìng lái zhì xiàng qián. Lǐ fóxiàng yǐ gào xíngzhě yán. Rǔ jīn yú wǒ yùqiú hé yuàn. Wèi rù xiūluó kū yé. Wèi qiú fú cáng yé. Wèi qiú fú huǒ shuǐyín yé. Wèi qiú ān dá nà luō rě jìng’ài yé. Xiónghuáng chéngjiù yé ān shàn nà yào chéngjiù yé. Chí míng chéngjiù yé fēiténg xūkōng yé shòumìng yī dà jié yé. Rúshì děng yuàn xī néng chéngjiù. Chí sòng zhě bái píshāméntiān wáng yán. Yuàn wǒ yīqiè chù tōngdá. Huòdé jīnyín wújìn míngchēng fú dé. Shòumìng wúliàng jié fēiténg xūkōng. Biànhuà zhǒngzhǒng yújiā zìzài. Píshāmén yán suí rǔ suǒ yuàn. Ěr shí píshāméntiān wáng. Yù zhòngmíng qí yì ér shuō jì yán.

Tatkala Mahadewa Vaisramana menyaksikan sadhaka melafalkan mantra serta menghaturkan persembahan pada Buddha, bangkitlah belas kasih dalam diri Beliau. Ia akan menghadirkan dirinya dalam wujud seorang anak kecil atau perumah tangga awam. Tangan kanan Beliau memegang permata pengabul keinginan, sedangkan tangan kirinya memegang kepingan emas. Penampilannya memancarkan ketenangan. Beliau lalu menghampiri lukisan Buddha tersebut. Setelah menghaturkan penghormatan pada Buddha berkatalah Beliau, “Apakah yang engkau inginkan dariku saat ini? Apakah untuk pelatihan diri? Apakah engkau memohon perlindungan? Apakah engkau memohon kemampuan menaklukkan api, air, atau perak? Apakah engkau memohon kedamaian dan disukai serta dicintai orang lain? Apakah engkau memohon kebutuhan hidup? Apakah engkau memohon obat yang manjur? Apakah engkau memohon kemampuan terbang di udara? Apakah engkau memohon hidup selama satu mahakalpa (kalpa besar)? Apapun yang engkau dambakan akan terkabul.” Selanjutnya sadhaka dapat menjawabnya, “Mohon agar apa yang aku harapkan seluruhnya tercapai seluruhnya, yakni mendapatkan emas serta perak yang tiada akan habis bernama Kebajikan Keberuntungan. Mendapatkan usia panjang serta kemampuan terbang di udara. Memperoleh kemampuan mengubah segala jenis permata tiada bercela.” Mahadewa Vaisramana akan berkata, “Apa yang inginkan akan terpenuhi.” Guna menjelaskan makna ajaran tersebut, Mahadewa Vaisramana lalu melafalkan gatha sebagai berikut:

假使有日月  從空墮於地

Jiǎshǐ yǒu rì yuè cóng kōng duò yú de

Jika mentari dan rembulan jatuh ke bumi.

或大地傾覆  寧有如是事

Huò dàdì qīngfù níng yǒu rúshì shì

Atau bumi terjungkir balik atau hal-hal lainnya.

不應生少疑  此法易成就

Bù yìng shēng shǎo yí cǐ fǎ yì chéngjiù

Janganlah memendam keraguan terhadap ajaran Dharma nan jitu ini.

不假於齋戒  利益貧匱者

Bù jiǎ yú zhāijiè lìyì pín guì zhě

Dengan tidak meninggalkan vinaya. Menaburkan pemberian amal (dana) pada mereka yang dilanda kemiskinan.

一切人恭敬  乃至壽命盡

Yīqiè rén gōngjìng nǎizhì shòumìng jǐn

Semua orang akan menghaturkan hormat padanya. Hingga sepanjang hidupnya.

毘沙門加持  遠離諸厄難

Píshāmén jiāchí yuǎnlí zhū ènàn

Mahadewa Vaisramana menganugerahkan berkahnya (adisthana). Sepenuhnya menghindari segenap kesulitan (marabahaya).

藥叉將衛護  常隨受持者

Yàochā jiāng wèihù cháng suí shòu chí zhě

Para jenderal yaksa pelindung akan selalu menyertainya.

若能持是教  諸願悉成就

Ruò néng chí shì jiào zhū yuàn xī chéngjiù

Apabila sanggup menjalankan ajaran ini, maka segenap dambaan akan terkabul sepenuhnya.

迅疾如射箭  諸王敬彼人

Xùnjí rú shèjiàn zhūwáng jìng bǐ rén

Sepesat laju anak panah. Akan dihormati oleh semua raja.

獲得無盡寶  千俱胝藥叉

Huòdé wújìn bǎo qiān jù zhī yàochā

Mendapatkan harta pusaka yang tiada akan habis. Beribu-ribu yaksa.

衛護持誦者  能滿諸勝願

Wèi hùchí sòng zhě néng mǎn zhū shèng yuàn

Melindungi pelaksana ajaran ini, sehingga dapat memenuhi segenap dambaan.

解脫諸惡趣  若見毘沙門

Jiětuō zhū è qù ruò jiàn píshāmén

Terhindar dari segenap kejahatan. Jikalau berjumpa dengan Vaisramana

俱尾羅財施  獲得大智慧

Jù wěi luó cái shī huòdé dà zhìhuì

Akan mendapatkan harta kekayaan dan begitu pula dengan kebijaksanaan agung.

乃至天眼通  壽命俱胝歲

Nǎizhì tiānyǎntōng shòumìng jù zhī suì

Membangkitkan mata dewa serta berusia panjang.

若人殷重心  愛敬此教法

Ruò rén yīn zhòngxīn àijìng cǐ jiào fǎ

Jikalau ada orang yang dengan sepenuh hati menjalankan ajaran ini.

應當求成就  決定無有疑

Yīngdāng qiú chéngjiù juédìng wú yǒu yí

Ia hendaknya berupaya mewujudkan keberhasilan, berketapan hati tanpa keraguan sedikit pun.

今此護身法  多聞天所說

Jīn cǐ hùshēn fǎ duōwéntiān suǒ shuō

Demikianlah Dharma tubuh pelindung ini, sebagaimana dibabarkan oleh Mahadewa Vaisramana.

由此加持故  真言上悉地

Yóu cǐ jiāchí gù zhēnyán shàng xīde

Karena telah memperoleh berkah (adisthana), dharani ini dapat membuahkan keberhasilan.

即誦護身明

Jí sòng hùshēn míng

Selanjutnya lafalkanlah dharani tubuh perlindungan:

(一)曩謨囉怛曩(二合)怛囉(二合)野(引上聲)野

(1)Nǎng mó luō dá nǎng dá luō yě yě

(二)曩謨吠(引)室囉(二合)麼(鼻)拏(鼻引)野

(2)Nǎng mó fèi shì luō me ná yě

(三)摩賀(引)囉(引)惹(引)野

(3)Mó hè luō rě yě

(四)怛你也(二合)他(去引)唵

(4)Dá nǐ yě tā Om

(五)[口朗](轉舌)[言我][口*朗](准上)[言*我]

(5) [lǎng][e][lǎng][e].

 

(六)赦(吒簡反下同)拏赦拏

Shè ná shè ná

(七)齲(區宇反下文同)拏(拏數反鼻音數字上聲)齲弩(准上音)

(7)Qǔ  ná qǔ nǔ

(八)摩賀(引)囉(引)惹

(8)Mó hè luō rě

 

(九)灑乞灑(二合)灑乞灑(二合)[牟含](莫感反引鼻)

(9)Sǎ qǐ sǎ sǎ qǐ sǎ [meng].

(十)薩冒(毛保反引)缽捺囉(二合)吠(引)毘藥(二合)娑[口縛](二合引)賀(引)

(10)Sà mào bō nà luō  fèi  pí yào  suō [wa] hè

我今說根本印。以二手右押左內相叉。

Wǒ jīn shuō gēnběn yìn. Yǐ èrshǒu yòu yā zuǒ nèi xiāng chā.

Aku ini akan membabarkan mengenai mudra utamanya. Pergunakan kedua belah tangan, tangan kanan mendekap tangan kiri.

豎二名指頭相合。屈二頭指如鉤。

Shù èrmíng zhǐtou xiànghé. Qū èr tóu zhǐ rú gōu.

Kedua jari telunjuk diangkat ke atas dan saling ditautkan membentuk kaitan.

若迎請時向身招。若發遣時向外撥。

Ruò yíng qǐng shí xiàng shēn zhāo. Ruò fā qiǎn shí xiàng wài bō.

Jikalau hendak melakukan ritual pengundangkan, maka arahkan [mudra] ke diri sendiri. Apabila hendak melakukan ritual penghantaran maka arahkan mudra menjauhi tubuh (ke arah luar) dan digerak-gerakkan.

念誦時結印當心誦七遍即頂上散。然後取念珠專注念誦。

Niànsòng shí jié yìn dāngxīn sòng qī biàn jí dǐngshàng sàn. Ránhòu qǔ niànzhū zhuānzhù niànsòng.

Sambil membentuk mudra lafalkan dharani dengan sepenuh hati sebanyak tujuh kali, lalu leraikan mudra di atas puncak kepala. Setelah itu, ambil japamala dan lafalkan dharani.

次說吉祥天女身印。二手虛心合掌。

Cì shuō jíxiáng tiānnǚ shēn yìn. Èrshǒu xūxīn hézhǎng.

Bentuklah mudra Dewi Sri Lakshmi. Kedua belah tangan disatukan dengan bagian tengahnya membentuk ruang kosong.

開二頭指二中指二無名指。屈如蓮華形。

Kāi èr tóu zhǐ èr zhōngzhǐ èr wúmíngzhǐ. Qū rú liánhuá xíng.

Kedua jari telujuk, jari tengah, dan jari manis terlerai atau membentang keluar; yakni menbentuk seperti bunga teratai.

二大指二小指豎合。若念誦時當心結誦真言七遍頂上散。

Èr dà zhǐ èr xiǎozhǐ shù hé. Ruò niànsòng shí dāngxīn jié sòng zhēnyán qī biàn dǐngshàng sàn.

Kedua ibu jari dan kedua jari kelingking masing-masing saling menyatu atau menempel. Kemudian lafalkan dharani tujuh kali dan leraikan mudra di atas puncak kepala.

毘沙門天王咒曰。

Píshāméntiān wáng zhòu yuē.

Mahadewa Vaisramana melafalkan dharaninya:

(一)那謨裴鑠囉皤拏寫

(1) nà mó péi shuò luō pó ná xiě

(二)摩訶曷囉闍寫施鞞

(2) mó hē hé luō dū xiě shī bǐng

(三)娑婆呵

(3) suōpó ā

施皤跋跌犁娑婆訶

(4) Shī pó bá diē lí suōpó hē

若咒淨油七遍用塗臥所。

ruò zhòu jìng yóu qī biàn yòng tú wò suǒ.

Sebagaimana pelafalan mantranya oleskan minyak bersih sebanyak tujuh kali

乞財物等得如所願。

Qǐ cáiwù děng dé rú suǒ yuàn.

Demikianlah ia akan mendapatkan harta kekayaan seperti yang didambakan.

毘沙門天王經

Píshāméntiān wáng jīng

Sutra Mahadewa Vaisramana telah selesai dibabarkan.