RAMALAN 42 PERUMPAMAAN: PERTANYAAN MENGENAI PEKERJAAN YANG SEPI

RAMALAN 42 PERUMPAMAAN: PERTANYAAN MENGENAI PEKERJAAN YANG SEPI

Ivan Taniputera

28 Februari 2015

.

Seseorang menanyakan pada saya mengenai pekerjaannya sepi. Karena pada hari ini saya ingin mencoba metoda Ramalan 42 Perumpamaan, maka saya akan menggunakannya.

 

Didapatkan Perumpamaan nomor 31, yang penjelasannya adalah sebagai berikut:

 

“Hendaklah seseorang mengerdjakan pekerdjaannja sendiri, dan djanganlah ia tjampoer dalam pekerdjaan orang lain.”

 

Kita dapat menafsirkan sebagai berikut.

 

Dalam bekerja Anda harus berjuang atau bekerja sendiri. Jikalau mengandalkan orang lain, maka hasilnya pasti tidak akan beres. Memang nampaknya dalam nasib Anda harus berjuang dan bekerja keras sendiri. 

 

Oleh karenanya, dalam hal ini Anda perlu turun tangan sendiri. Segenap kerja sama harus dikurangi hingga seminimal mungkin, karena Anda belum akan menemukan rekan kerja sama yang tepat. Rekan kerja akan lebih banyak menghasilkan sesuatu yang di luar harapan. 

 

Apabila hendak menjalankan suatu proyek, maka lebih baik jangan lewat perantaraan orang lain. Sedapat mungkin Anda harus berjumpa langsung dengan pimpinan utama proyek tersebut atau orang yang memegang wewenang utama. Jangan lewat perantaraan orang lain. Namun, jika harus atau terpaksa melalui perantaraan orang lain, maka segala sesuatunya harus penuh kejelasan dan ada perjanjian tertulis. Barulah dengan demikian, segenap kekecewaan dapat diminimalkan.

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Fengshui, Astrologi, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi:

 

Advertisements

RAMALAN 42 PERUMPAMAAN: PERTANYAAN MENGENAI REJEKI ATAU KEBERUNTUNGAN

RAMALAN 42 PERUMPAMAAN: PERTANYAAN MENGENAI REJEKI ATAU KEBERUNTUNGAN

Ivan Taniputera

28 Februari 2015

.

 

Seseorang menanyakan pada saya mengenai rejeki atau keberuntungannya. Karena pada hari ini saya ingin mencoba metoda Ramalan 42 Perumpamaan, maka saya akan menggunakannya.

 

Didapatkan Perumpamaan nomor 2, yang penjelasannya adalah sebagai berikut:

 

“Kebanjakan orang, apabila ia mengehendaki barang soeatoe apa dengan inginnja, djika tiada didapatnja barang itoe, ditjatjatnja, lagi poera-poera katanja “ta’ soeka.”

 

Berdasarkan hasil ramalan di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa kemungkinan Anda sedang dilanda kekecewaan atau akan dilanda kekecewaan. Anda telah atau sedang mendambakan sesuatu hasil, yang sangat Anda harapkan akan berhasil. Meskipun demikian, apa yang Anda harapkan itu kemungkinan tidak akan tercapai, sehingga Anda merasa kecewa, padahal Anda sudah sangat mengharapkannya. Kemungkinan Anda akan berbalik merasa kesal dengan harapan-harapan tersebut dan sebagai obat atas kekecewaan Anda, maka Anda barangkali akan mencoba menanamkan perasaan, bahwa Anda sesungguhnya tidak benar-benar mengharapkannya, atau apa yang diharapkan itu sesungguhnya tidak bermanfaat bagi Anda. 

 

Di sini ramalan tersebut dapat pula mengacu pada seseorang, misalnya ada orang yang sudah Anda kenal baik menjanjikan sesuatu, namun ternyata meleset. Akibatnya Anda merasa kecewa dan berbalik menjauhi orang tersebut. 

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Fengshui, Astrologi, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi:

 

RAMALAN 42 PERUMPAMAAN: MENANYAKAN MENGENAI PERJODOHAN

RAMALAN 42 PERUMPAMAAN: MENANYAKAN MENGENAI PERJODOHAN

Ivan Taniputera

28 Februari 2015

 

Seseorang menanyakan pada saya mengenai perjodohan adiknya. Karena pada hari ini saya ingin mencoba metoda Ramalan 42 Perumpamaan, maka saya akan menggunakannya.

 

Didapatkan Perumpamaan nomor 15, yang penjelasannya adalah sebagai berikut:

 

“Djanganlah engkau pertjaja kepada seorang, jang tiada kauketahoei kelakoeannja, soepaja djangan kemoedian engkau menjesal.”

 

Ini menandakan bahwa segenap permasalahan yang belum jelas harus diupayakan kepastiannya dahulu, sebelum melangkah ke jenjang lebih jauh. Apabila kepastian itu tidak diupayakan terlebih dahulu, maka akan menyesal di kemudian hari, karena bisa jadi orang yang dicintai itu ternyata melakukan sesuatu yang di luar harapan. 

 

Intinya adalah sebelum melangkah lebih jauh, maka segala sesuatu harus dijelaskan terlebih dahulu, termasuk kepribadian, rencana jangka panjang, dan lain sebagainya. Tanpa kejelasan terhadap hal-hal yang penting tersebut, maka sebaiknya jangan melangkah maju.

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Fengshui, Astrologi, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain, silakan kunjungi:

 
 

BUKU HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN BERISIKAN NASIHAT-NASIHAT SPIRITUAL DAN KEBATINAN RAMA MURTI (TAN TEK SIOE SIAN)

BUKU HAMPIR BERUSIA 100 TAHUN BERISIKAN NASIHAT-NASIHAT SPIRITUAL DAN KEBATINAN RAMA MURTI (TAN TEK SIOE SIAN)

.

Ivan Taniputera

27 Februari 2015

.

 
 
 

Judul: Rasa Soetjie Terbitnja Hatie: Boekoe Die Dalem Pringetan Poro Lelakoe Lakik2 Saheer Begawan.

Penulis: Rama Murti (1884-1929, Tan Tek Sioe Sian)

Tahun tebit: 1918

Jumlah halaman: 30

 

Buku ini berisikan syair-syair nasihat spiritual dan petuah kehidupan karya Rama Murti (Tan Tek Sioe Sian). Sebagai contoh di halaman 6 disebutkan agar kita senantiasa waspada dalam kehidupan:

 

“Eeh bener kitalah inget

Elingnja lakoe katja di hati

Eeh tinerlah lantas di iket

Elingnja rahaijoe sifatnja widi.”

 

Selanjutnya pada halaman 15 terdapat nasihat:

 

“Siapa bersajang pada Alah! ja Alah! sajangken kamoe.”

 

Pada halaman 19 disebutkan bahwa hati merupakan pengendali kehidupan manusia:

 

“Ka I djiwa, Ka II njawa, Ka III raga, Siapalah ! ja mempoenjain dia?, dan siapa ja berkwasain dia? Hati jang kwasain djiwa raga, dan njawa, in moestail sekali, itoe hati ada ini kakoewasakaan? itoe hati, ja katjoewali pindjem sadja boekan?”

 

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

 

 

 

 
 

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU RAMALAN DAN RESEP OBAT TIONGHOA YANG LUAR BIASA

BUKU RAMALAN DAN RESEP OBAT TIONGHOA YANG LUAR BIASA

.

Ivan Taniputera

25 Februari 2015

.

Judul: Almanaak Alam Pasti: Terisi Segala Alamat Dengen Elmoe Primbon Dari Pangeran

Penulis: Tan Joen Tjong

Penerbit: Boen Sin Ik Kiok

Sebagai derma bagi Sam Po Kong Biouw, Sangijang Talaga, 1924

Jumlah halaman: 31

 

Buku ini berisikan beberapa metoda ramalan dan resep obat Tionghoa. Pada bagian sampulnya tertulis bahwa buku ini merupakan derma bagi Sam Po Kong Biouw. Halaman pertama-keempat berisikan beberapa syair, seperti:

 

“Ini Parimbon banjak jang soeda boekti,

Harap pembatja preksa jang teliti,

Tjotjog of tida pembatja lebi mengarti,

Apa jang di seboet soeda pasti.”

 (bait syair nomor 8)

 

Lalu bait syair nomor 11 dan 12:

 

“Saja seorang Kwitang tjinanja,

Ada sedikit kemengartiannja,

Hati moerah banjak toeloeng orangja,

Di mana-mana djoega dapet namanja.

 

Elmoe Parimbon tertjampoer alamat,

Boeat kita orang idoep perloe amat,

Bisa njingkirkan tjilaka mendjadi selamat,

Kaloe apalin hasilnja tiada tamat.”

 

Terdapat pula pengantar sebagai berikut:

 

“Bahoewa ini boekoe Almanaak Parimbon pasti soeda saja tjotjogken di mana-mana serta soeda di tjoba di moeka orang banjak njata betoel, maka dari itoe saja sekarang ada ingetan pariboedi jang saja aken ditjitaken mendjadiken Almanaak Parimbon pasti,…..”

 

Berikut ini adalah daftar isinya:

 
 

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya:

 
 

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

DASAR-DASAR BAZI: MENEMUKAN BINTANG KUNCUP PERSIK (桃花, TAO HUA) DAN CARA MENGAKTIFKAN PERJODOHAN

DASAR-DASAR BAZI: MENEMUKAN BINTANG KUNCUP PERSIK (桃花, TAO HUA) DAN CARA MENGAKTIFKAN PERJODOHAN

Ivan Taniputera

24 Februari 2015

 

Berikut ini saya akan sedikit berbagi mengenai bintang Kuncup Persik atau Tao Hua (桃花) dalam ilmu Bazi. Sebagai catatan dalam bahasa Inggris ada yang menyebut istilah ini dengan Peach Blossom. Ada pun daftar Bintang Kuncup Persik bagi masing-masing cabang bumi (oleh orang awam disebut shio) adalah sebagai berikut.

 
 

Berdasarkan tabel di atas, maka nampak sekali bahwa cabang bumi Yin (harimau), Wu (kuda), dan Xu (anjing), maka Bintang Kuncup Persiknya adalah Mao (kelinci).

Cabang bumi Si (ular), You (ayam), dan Chou (sapi), maka Bintang Kuncup Persiknya adalah Wu (kuda).

Cabang bumi Shen (Monyet), Zi (tikus), dan Chen (naga), maka Bintang Kuncup Persiknya adalah You (ayam).

Cabang bumi Hai (Babi), Mao (kelinci), dan Wei (Kambing), maka Bintang Kuncup Persiknya adalah Zi (tikus).

 

Demikianlah rumusnya. 

 

Bagaimana cara menentukan Bintang Kuncup Persik? Diambil dari Cabang Bumi pilar hari yang disebut Istana Pasangan Hidup Anda. Jadi misalnya pada pilar hari diagram Bazi Anda diduduki oleh Cabang Bumi Yin, maka Bintang Kuncup Persik Anda adalah Mao. Dengan demikian, Bintang Kuncup Persik, TIDAK dilihat berdasarkan shio tahunan Anda. Orang yang lahir pada tahun Yin (harimau), belum tentu Bintang Kuncup Persiknya adalah Mao (kelinci). Harus diamati pilar harinya. 

 

Demikian pula jika Anda berjumpa dengan pilar dekade atau pilar tahun yang terdapat Cabang Bumi Mao, maka itu juga merupakan Bintang Kuncup Persik Anda.

 

Bintang Kuncup Persik juga dapat diwujudkan berdasarkan arah. Apabila seseorang susah mendapatkan jodoh, maka perlu mengaktifkan sektor yang terdapat bintang Kuncup Persiknya. Sebagai contoh, orang yang mempunyai Cabang Bumi Mao sebagai Bintang Kuncup Persiknya, perlu mengaktifkan sektor sebagai berikut.

 
 

Setelah mengetahui arah Bintang Kuncup Persik masing-masing, maka lokasi tersebut dapat diaktifkan. Cara aktifasinya berbeda-beda pada masing-masing orang dan harus dilakukan analisa lebih lanjut.

 

Artikel menarik lainnya mengenai ramalan, Astrologi, Fengshui, metafisika, Ziweidoushu, Bazi, dan lain-lain, silakan kunjungi:

 

PERHATIAN: Sebagai tambahan, saya tidak memberikan analisa atau konsultasi gratis. Saya sering menerima email atau message yang meminta analisa gratis. Ini adalah sesuatu yang sia-sia dan juga sangat mengganggu saya. Jika ingin berkonsultasi atau saya analisa, maka itu berbayar. Oleh karenanya, jika Anda ingin analisa atau konsultasi gratis maka mohon agar tidak menghubungi saya. Demikian harap maklum.

RIWAYAT MAK CO TIAN SHANG SHENG MU DAN BUKU THIAN SIANG SENG BO (MA CO PO) KIU KHO CIN KENG BESERTA ILMU HU-NYA

RIWAYAT MAK CO TIAN SHANG SHENG MU DAN BUKU THIAN SIANG SENG BO (MA CO PO) KIU KHO CIN KENG BESERTA ILMU HU-NYA 

Ditulis ulang oleh Ivan Taniputera

06 Oktober 2012

Saya baru-baru ini mendapatkan keng (Mandarin: jing) tentang Tianshang Shengmu yang terkenal sebagai pelindung para pelaut dan salah satu dewata utama rakyat Minnan. Keng dalam bentuk buku kecil ini saya dapatkan di salah sebuah kelenteng, tapi saya lupa kelenteng mana. Ada beberapa hal menarik yang ingin saya bagikan di sini, yakni tentang ritual pengusiran setan (eksorsisme) dan pertolongan Tianshang Shengmu pada Laksama Zhenghe. Sayangnya dalam keng ini tidak mencantumkan huruf Mandarin dan hanya terdapat lafal bahasa Hokkiannya saja, sehingga tidak dapat dilakukan penerjemahan lebih lanjut.

 

A.RITUAL PENGUSIRAN SETAN

 
 

 
 

Terdapat keterangan di halaman 16:

 

“Tiga bentuk hu di bawah ini untuk mengobati orang sakit lantaran kena “SETAN.” Ambil air semangkok dan tulis dengan jari telunjuk.

Sambil membaca keng di bawah ini:

 

Hu Tau Cin Jin, Kam Eng Hoa Seng.

It Hu It Sui, Kiu Ce Ban Bin,

Ti Cay Ki Ciang. Eng Po An Leng.

Kip Kip Ji Lut Leng

 

Air hu itu boleh diminum dan diusapkan di badan pasien sambil membaca keng di bawah ini:

 

Ce Thian Seng Boh, Poh Tauw Hang Sin.

Sam Kay Hian Cek. Pian Hay tong Leng.

Sin Tong Pian Hoa Sun. Ce Ceng Beng.

Sam Sip Ji Siang. Siang Mau toan Seng.

Sui Lam Sui eng. Ci Seng Ci Leng.

Wi Kong Hian Hek. Ho Kek Pi Bin.

Hay Hong Cwe Leng Ci Siok Hang Lim.

It Sim Ciam Giang. Hian Hian Cin Sin.

Hi Kong Cui Hian. Thong Leng Thian Peng.

Wi Sin He Heng. Kwi Hok Sin Keng.

Hu thian Hu Cu. Seng Hou Tiok Lim.

Pak Tau Tay Seng. Xi Tiok Sia Ceng.

Hau Cay San Ho. Koh Ke An Leng.

Kip Kip Ji Lut Leng.

 

B.PERTOLONGAN TIANSHANG SHENGMU PADA LAKSAMANA ZHENGHE.

 

Akan saya kutipkan dari halaman 11-12 dengan berbagai perbaikan:

 

Sedemikian besar kepercayaan para nelayan terhadap kebesaran dan kesaktian Ma Zu (Tianshang Shengmu) atas keselamatan mereka di lautan teduh, sehingga di atas setiap kapal juga disediakan patung pemujaan. Demikianlah yang terjadi pada pelaut terbesar di zaman dinasti Ming, laksamana Zheng He (The Ho) yang memimpin 62 armada pelayaran muhibah ke Nusantara. Tujuh kali Zheng He berhasil memimpin kunjungan muhibahnya ke  belasan negeri di Asia dan Afrika. Beliau senantiasa memimpin upacara sembahyang memohon perlindungan dan keselamatan kepada Mazu.

Pada tahun ketujuh pemerintahan Kaisar Yong Le (1409), yakni dalam pelayaran Beliau ketiga, Zheng He menyempatkan diri singgah di Pulau Mei-chou serta mengadakan upacara sembahyang di kelenteng Mazu. Sampai sekarang, prasasti peninggalan Zheng He masih terdapat di Zhan-le, Provinsi Fujian (Hokkian). Prasasti tersebut menerangkan secara rinci keselamatan pelayaran-pelayaran mereka itu adalah berkat kemukjizatan Tianshang Shengmu. Mengenang perlindungan Tiangshang Shengmu itulah, Kaisar Yongle lantas menganugerahkan gelar “Tian Fei” berkat keberhasilan misi muhibah Laksamana Zheng He.

 

Artikel-artikel menarik lainnya, silakan kunjungi: https://www.facebook.com/groups/339499392807581/