RAMALAN MENGENAI BIAWAK YANG MENGACAK-ACAK TEMPAT SEMBAHYANG BAGI DEWA BUMI

RAMALAN MENGENAI BIAWAK YANG MENGACAK-ACAK TEMPAT SEMBAHYANG BAGI DEWA BUMI

Ivan Taniputera

12 September 2014

 

Salah seorang kawan memberitahukan pada saya bahwa semalam ada biawak yang masuk ke rumahnya dan mengacak-acak tempat sembahyang bagi Dewa Bumi. Ia juga mengirimkan foto tempat sembahyang Dewa Bumi yang sudah diacak-acak.

Nampak pada gambar cangkir-cangkir tempat persembahan yang terguling dan berhamburan karena serangan biawak tersebut. Selain itu juga nampak persembahan menjadi acak-acakan. Biawak itu kemudian ditangkap. Berikut ini adalah gambar biawak tersebut.

Kawan saya menanyakan apakah makna peristiwa tersebut. Saya mengatakan bahwa secara umum itu merupakan pertanda yang kurang baik. Namun saya akan mencoba menggunakan beberapa metoda untuk mengetahui maknanya. Saya akan mencoba menggunakan metoda Yijing terlebih dahulu.

Didapatkan heksagram 9 berubah menjadi 61:

Heksagram nomor 9 menandakan adanya awan gelap yang bergerak menutupi langit, dimana ini merupakan pertanda akan datangnya hujan lebat. Oleh karenanya, ini menandakan adanya sejumlah rintangan. Heksagram 61 melambangkan adanya perasaan jujur, tulus, dan tanpa prasangka. Oleh karenanya, jika Anda sanggup membuang segenap kekhawatiran, dan tetap bekerja dengan jujur, tulus, serta bebas dari segenap kekhawatiran, maka hal itu tidak akan menimbulkan masalah apa pun bagi Anda.

Selanjutnya, saya akan menggunakan metoda Yak King Ho Thian Ik So:

Didapatkan syair nomor 858:

“Orang jang soedah berdjandji bolehlah sedikit pertjaja,
Kendati ada soesah tamtoelah kadjadiannja,
Atawa maoe taoe tempo apa jang mendjadi goenanja,
Toenggoe djam 11 tengah hari lantas dapet kabarnja.”

Ramalan atau petangan di atas mengajarkan bahwa Anda sebaiknya jangan mudah mempercayai orang lain. Meskipun nampaknya dapat dipercaya, tetapi lebih baik menaruh sedikit kepercayaan saja. Ini juga menandakan adanya kesusahan. Namun segala sesuatu harus diterima dengan penuh keberanian, kerelaan dan keiklasan, karena sudah menjadi jalannya kehidupan.  Jam 11 tengah hari boleh melepaskan satwa atau melakukan fangshen. Satwanya harus sepasang.

Kini kita akan beralih pada metoda Yak King Sian Thian Ik So:

Didapatkan syair nomor 627:

“Trima pangkat ambtenaar peritoengan dapet kadjadiannja,
Segala perkara tiada sampe mendjadi soesahnja
Boelan 4 sampe 9 teroeskan kamaoeanja,
Boelan 10 sampe moelai boelan 3 tiada bergoena.”

Berdasarkan ramalan di atas, maka segenap gangguan  atau permasalahan tersebut tidak sampai menjadikan Anda mengalami kesusahan mendalam. Bulan keempat hingga kesembilan Imlek harus terus berusaha tanpa patah semangat. Setelah lewat bulan kesepuluh hingga tahun Imlek mendatang (tepatnya sampai bulan ketiga Imlek tahun depan), maka peruntungan kemungkinan biasa-biasa saja.

Kita dapat menyimpulkan bahwa Anda tidak perlu khawatir terhadap peristiwa tersebut dan harus tetap berusaha dan bersemangat.

Dari segi ilmiah, maka masuknya hewan-hewan liar ke rumah manusia memperlihatkan habitatnya yang semakin sempit.

Artikel menarik lain mengenai ramalan, Fengshui, Astrologi, Bazi, Ziweidoushu, metafisika, dan lain-lain silakan kunjungi:

https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

Advertisements