INTUISI ATAU INDERA KEENAM?

INTUISI ATAU INDERA KEENAM?
Ivan Taniputera
19 Agustus 2013

Pembaca tentu akan bertanya-tanya apakah hubungan gambar patung jerapah di atas dengan pembahasan mengenai intuisi atau indera keenam. Ceritanya adalah sebagai berikut. Dua hari yang lalu, atau tepatnya tanggal 17 Agustus 2013, saya bersama keluarga termasuk keponakan saya berusia 4 tahun, sedang makan siang di sebuah restoran di Semarang. Saat itu adalah pertama kalinya kami mengunjungi restoran tersebut. Bangunan tempat Restoran itu berada terdiri dari dua tingkat. Tingkat pertama untuk restoran, sedangkan tingkat keduanya untuk galeri yang menjual bunga, patung, dan hiasan lainnya. Namun pada mulanya saya tidak tahu apa kegunaan lantai keduanya.Keponakan saya kemudian minta diajak ke lantai dua. Secara asal-asalan saya mengatakan bahwa di atas ada jerapahnya, padahal saya waktu itu sama sekali belum pernah ke lantai dua, sehingga tentu saja tidak tahu apa yang ada di sana. Setelah selesai makan, kami iseng-iseng pergi ke lantai dua. Di sana merupakan galeri tempat menjual bunga, patung, dan barang pajangan lainnya. Waktu itu keponakan saya tiba-tiba berkata, “Mana kok tidak ada jerapahnya?” Seketika itu juga saya teringat perkataan saya tadi, bahwa di lantai atas ada jerapahnya. Saya lalu berjalan lebih jauh dan mengamati setiap sudut galeri dengan cermat. Ternyata, terdapat patung jerapah di salah satu sudut ruangan. Jadi apa yang saya katakan memang terbukti kebenarannya. Saya lalu memotret patung jerapah tadi, dengan gambar seperti di atas.

Apakah itu intuisi atau indera keenam?

Saya pada artikel ini hendak mengatakan bahwa seorang praktisi metafisika baik Barat maupun Timur memerlukan pula apa yang namanya intuisi atau indera keenam. Setiap orang sebenarnya memiliki potensi intuisi atau indera keenam ini. Hanya saja ada yang sejak lahir intuisi atau indera keenamnya lebih kuat. Namun kita semuanya mempunyainya dan kemampuan tersebut bisa dilatih. Caranya adalah dengan membangkitkan keheningan dan ketenangan dalam pikiran kita. Sepintas memang kelihatan mudah, namun tidak demikian halnya. Makin Anda punya keinginan kuat menenangkan pikiran, pikiran itu akan menjadi semakin bergolak. Ibaratnya kita berupaya mengaduk air keruh dengan tujuan menjadikannya jernih. Ini adalah upaya yang sia-sia. Airnya justru akan semakin bertambah keruh. Tetapi begitu kita mengembangkan kepasrahan dan kesantaian, maka pikiran akan menjadi tenang sendiri. Air keruh jika didiamkan kotorannya justru akan mengendap sendiri dan air menjadi jernih.

Semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya silakan bergabung dengan:Image

Advertisements

MEMBACA PERTANDA ZAMAN DARI HEWAN-HEWAN INI

MEMBACA PERTANDA ZAMAN DARI HEWAN-HEWAN INI

 

Ivan Taniputera

17 April 2014

 

Akhir-akhir ini, tanpa disadari saya telah mengambil gambar beberapa hewan. Waktu saya mengamati kembali foto-foto yang saya ambil selama bulan April ini, saya mendapati gambar keempat hewan tersebut. Saya berpikir apakah hewan-hewan tersebut mengajarkan kita mengenai suatu pertanda zaman? Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi hal tersebut. Memang barangkali ada yang berpendapat bahwa apa yang saya sampaikan ini hanya kebetulan saja. Mungkin saja. Setiap orang bebas berpendapat asalkan saling menghargai. Setiap orang bebas berpendapat asalkan jangan saling menghina. Apa yang saya tulis ini juga berdasarkan gagasan keluar dari intuisi saya semata. Mungkin bisa benar dan mungkin juga tidak. Namun tidak ada salahnya kita mencoba menarik pelajaran dari hal-hal yang disajikan alam pada kita. Entah itu hanya kebetulan atau sama sekali bukan kebetulan. 

 

Hewan pertama yang akan kita ulas adalah belalang.

 

 

Gambar belalang ini saya ambil pada tanggal 3 April 2014, sekitar pukul empat sore. Belalang ini meloncat ke sana kemari, seperti kebingungan. Mungkinkah ini menggambarkan kondisi sekarang dimana banyak orang mengalami kebingungan? Mereka meloncat ke sana kemari mencari panutan atau pegangan. Tetapi setelah hinggap pada satu tempat akan meloncat kembali ke tempat lainnya. Apakah  ini menggambarkan para politikus kita yang juga mengalami kebingungan mencari koalisi ke sana kemari? Hinggap sini dan hinggap sana dengan penuh kebingungan. Ingat bahwa belalang mempunya enam kaki. Apakah kelak akan ada koalisi antara enam partai yang bergerak ke sana kemari. Hal yang bisa kita jadikan pelajaran adalah belalang tersebut akhirnya setelah lelah meloncat ke sana kemari merasa lelah dan diam saja seperti sedang menyembah. Barangkali ini berarti bahwa kita harus belajar hening dan tenang guna meredakan kebingungan tersebut. Pikiran ini memang seperti belalang yang meloncat dengan liar kesana kemari. Tetapi dengan belajar “diam dan hening” kita akan berhasil merealisasi kejernihan batin kembali.

 

 

Tidak lama kemudian saya menyaksikan kepiting yang merangkak ke luar dari selokan. Saya mencoba merenungkan apa maknanya. Kepiting itu jika berjalan selalu miring. Mungkinkah artinya adalah orang yang berjalan miring dan melenceng dari jalur kebenaran? Apalagi kepiting memiliki capit yang siap menjepit serta menyakiti siapa saja yang mengganggu dirinya. Dewasa ini banyak orang yang melakukan kejahatan seperti korupsi dan merugikan banyak orang. Mereka juga menyeret banyak orang agar turut terlibat dalam kejahatannya. Baru-baru ini ada seorang anak kecil yang mengalami pelecehan seksual. Banyak orang berjalan miring seperti kepiting. Capitnya siap melukai siapa saja. Oleh karenanya, kita harus selalu waspada. Kepiting itu berkaki delapan. Apakah makna angka delapan di sini? Itulah yang masih menjadi pertanyaan dalam benak saya.

Satu hal lagi, kepiting ini warnanya kehitaman dan ia keluar dari selokan yang kotor. Nampaknya bukan merupakan pertanda baik.

 

 

Pada tanggal 9 April 2014, saya tiba-tiba tertarik mengambil gambar seekor kucing. Apakah makna seekor kucing? Kucing bermanfaat mengusir tikus. Meskipun demikian, kucing adalah hewan yang nampak lembut. Kucing bisa memberikan ketenangan bagi yang memeliharanya. Apakah kita perlu kucing untuk mengusir para tikus yang merugikan negara. Jika ada kucing hadir, maka tikus-tikus akan kabur. Jelas, kucing ini sesuatu yang ditakuti oleh tikus. Foto kucing ini memancarkan semacam aura atau energi positif bagi kita. Meski kucing tidak segalak anjing, tetapi dengan kelembutannya, ia akan dapat memancarkan keteduhan dan ketenangan bagi negeri ini. Tetapi kucing juga tetap punya naluri kehewanan. Ia bisa mencakar juga jika kita mengganggu atau menyakitinya dengan semena-mena. Oleh karenanya, kita hendaknya tidak menyakiti atau mengganggu kucing tersebut. Ingat kucing punya cakar atau senjata yang dapat melukai kita. Yang kita juga perlu waspada adalah kucing sesekali juga pernah mencuri ikan bakal makan siang kita. Kucing adalah hewan yang baik asalkan sang majikan mampu menjaga dan mengendalikannya. Tak pelak lagi kucing mempunyai dua sisi. Mungkinkah orang yang mempunyai karakteristik seperti kucing ini telah hadir di negara kita?

 

 

Foto berikutnya diambil tanggal 12 April 2014 yang menggambarkan seekor katak. Katak ini duduk tenang saja. Penampilan luar khususnya kulit katak tersebut nampak buruk. Namun katak adalah pemakan serangga-serangga yang mengganggu kita. Katak ini juga suka meloncat-loncat namun intensitasnya tidak seperti belalang. Katak adalah juga hewan yang bersuara nyaring. Ia nampaknya melambangkan orang yang berani berbicara menyuarakan kebenaran dan tidak kenal takut. Di mana ada kesempatan ia akan menyuarakan kebenaran. Walau kulitnya buruk namun katak adalah hewan bermanfaat. Hal yang patut diwaspadai oleh katak adalah hewan pemangsanya, seperti ular. Jika berjumpa dengan hewan pemangsanya, maka katak akan tamat riwayatnya. Dengan demikian, dalam menyuarakan kebenaran katak harus berhati-hati, sehingga tidak dimangsa oleh ular. Barangkali orang yang dilambangkan dengan katak ini telah muncul atau akan muncul di negeri kita.

 

Demikianlah tafsiran saya terhadap empat hewan di atas. Entah kebetulan atau tidak, marilah kita ambil yang bermanfaat saja. Barangkali para pembaca sekalian ada yang memiliki tafsiran berbeda. Semua itu tidak masalah. Suatu fenomena dapat saja ditafsirkan berbeda-beda. Tidak perlu menjadi bahan perdebatan. Sekarang ini kita semua sedang lapar. Oleh karenanya mari kita semua bersantap. Jangan membuang waktu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti berdebat ke sana kemari hanya demi memamerkan kepandaian, padahal sesungguhnya semua itu hanya kosong adanya. Saya jadi teringat lagu anak-anak di Jawa “sir-sir pong, dele kopong.” Dele kopong artinya “kedelai yang kosong.” Apakah kita mau menjadi seperti kedelai yang kosong? Marilah kita renungkan bersama.

 

Semoga bermanfaat.

 

Artikel-artikel menarik lainnya silakan bergabung dengan:

SATU LAGI BUKU TENTANG RAMALAN CEKI (LINTRIK)

SATU LAGI BUKU TENTANG RAMALAN CEKI (LINTRIK)

Ivan Taniputera

16 April 2014

 

Ceki1

Judul: Ilmu Petangan Pakai Kartu Djawa

Penulis: Ong Seng Djin

Penerbit: Tjermin, N.V., Surabaya, 1952

Jumlah halaman: 48

Buku ini merupakan pelengkap bagi buku tentang ramalan ceki yang satu lagi. Berikut ini adalah daftar isinya.

Ceki2

Pada bagian pendahuluan di halaman 5 dapat kita baca sebagai berikut:

“Pembatja jang terhormat!

Melihat dengan perantaraannja seseorang dukun, senantiasa disertai rasa tjuriga-kalau dukun itu, karena dipengaruhi oleh pembajaran, lalu memperdengarkan ramalan jang kurang tjukup atau belum  memuaskan orang jang berkepentingan.

Beda sekali halnja djika kita melihat sendiri!

Soal melihat adalah suatu soal jang biasa sadja, lihat kepada bangsa Perantjis di Eropa jang tersohor paling sopan, masih djuga mengenal Ilmu Melihat dengan memakai kartu.

Djuga dengan buku ini, dengan mempergunakan “kartu Djawa” orang akan dapat melihat segala apa jang dirasa perlu dan jang dikandung dalam hati. Hendak berusaha mentjari untung akan pergi berdjudi, ataupun berniat apa pun djuga, kesemuanja ini nanti dapat diramalkan, asal sadja dalam melihat ini semua, hati dan fikiran kita sudjud benar-benar kepada tudjuan jang difikirkan itu.

Rasanja boleh saja mengemukakan disini, bahwa saja sendiri telah seringkali membuktikan benarnja ramalan Kartu Djawa, baik untuk diri sendiri maupun untuk beberapa handai-taulan saja.”

Berikut ini adalah contoh halaman-halamannya:

Ceki3

Ceki4

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

BUKU RAMALAN ANGKA (NUMEROLOGI) YANG LUAR BIASA

BUKU RAMALAN ANGKA (NUMEROLOGI) YANG LUAR BIASA

Ivan Taniputera

16 April 2014

 

Ilmuangka1

Judul: Ilmoe Angka: Menerangken Kegaibannja Angka Jang Berhoeboeng Dengan Orang Poenja Kodrat dan Segala Kedjadian Didalam Ini Alam

Pengarang: Uranus

Penerbit: Astrologisch Bureau “Aquarius,” Semarang, tahun 1940-an (masih menggunakan ejaan van Ophuysen).

Jumlah halaman: 153

Buku ini membahas mengenai ilmu numerologi, yakni berdasarkan ramalan berdasarkan angka yang dihitung dari nama beserta tanggal kelahiran seseorang.

Berikut ini adalah daftar isinya.

Ilmuangka2

Apabila hendak menggunakan nama kita, maka perhatikan tabel sebagai berikut.

Ilmuangka3

Sebagai contoh jika nama Anda adalah SUPERMAN, maka nilai nama Anda adalah: 1 + 3 + 7 + 5 + 9 + 4
+ 1 + 5 = 35. Angka 35 ini kita ringkas kembali menjadi 8.

Kemudian kita mencari keterangan pada bagian mengenai angka 8. Dapat dikenali kepribadian, kesehatan, pekerjaan yang cocok, dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah contoh-contoh halamannya.

Ilmuangka4

Ilmuangka5

Ilmuangka6

Berminat foto kopi hubungi ivan_taniputera@yahoo.com.

 

KEGUNAAN CERMIN CEKUNG DAN CEMBUNG DALAM FENGSHUI-MENCOBA PENJELASAN ILMIAH

KEGUNAAN CERMIN CEKUNG DAN CEMBUNG DALAM FENGSHUI-MENCOBA PENJELASAN ILMIAH

Ivan Taniputera

16 April 2014

Pada salah sebuah buku Fengshui saya membaca bahwa cermin cekung dipergunakan untuk menarik pengaruh baik (shengqi), sedangkan cermin cembung dipergunakan menolak pengaruh buruk (shaqi). Ada pun alasan yang dikemukakan adalah cermin cembung akan memperbesar bayangan, sedangkan cermin cekung memperkecil bayangan. Jadi:

  • Cermin cekung akan memperbesar bayangan, sehingga pengaruh baik akan semakin besar.
  • Cermin cembung akan memperkecil bayangan, sehingga pengaruh buruk akan semakin kecil.

Apa yang saya dapatkan dari orang-orang tua dahulu adalah kebalikannya, yakni:

  • Cermin cekung berfungsi menolak pengaruh buruk (shaqi).
  • Cermin cembung berfungsi menarik pengaruh baik (shengqi)

Marilah kita mencoba berpaling pada sains atau ilmu pengetahuan  modern khususnya fisika guna menguji pandangan manakah yang benar dan lebih masuk akal.

Agar para pembaca dapat memahami artikel ini, maka perlu dijelaskan terlebih dahulu mengenai ilmu optika. Energi baik dan buruk di sini hendaknya diterjemahkan sebagai energi dalam bentuk cahaya. Kita perlu mempelajari terlebih dahulu jalannya cahaya dan pembentukan bayangan pada cermin cembun maupun cekung, sebagaimana nampak pada gambar di bawah ini.

Cermin

Apa yang dimaksud dengan R adalah jari-jari kelengkungan cermin, sedangkan f adalah fokus cermin.

I berarti Ruang I, yakni daerah antara cermin dengan titik fokus (f)

II berarti Ruang II, yakni daerah antara titik fokus (f) dengan titik kelengkungan cermin (R)

III berarti Ruang III, yakni dari titik kelengkungan cermin hingga jauhnya tak terhingga.

IV berarti Ruang IV, yakn daerah “di belakang” cermin.

Letak benda pada masing-masing ruang tersebut juga akan menghasilkan sifat bayangan yang berbeda-beda. Berikut ini adalah ringkasan sifat-sifat bayangan di masing-masing ruang bagi cermin cekung dan cembung.

CERMIN CEKUNG

  • Benda di Ruang I, sifat bayangan: di Ruang IV, tegak, diperbesar, maya.
  • Benda di fokus (f), tidak terbentuk bayangan.
  • Benda di Ruang II, sifat bayangan: di ruang III, terbalik, diperbesar, nyata.
  • Benda di titik kelengkungan cermin (R), sifat bayangan: di titik kelengkungan cermin (R), terbalik, ukuran sama, nyata.
  • Benda di Ruang III, sifat bayangan: di Ruang II, terbalik, diperkecil, nyata.

CERMIN CEMBUNG

  • Benda di Ruang I, sifat bayangan: di Ruang IV, tegak, diperkecil, maya.
  • Benda di fokus (f), sifat bayangan: di Ruang IV, tegak diperkecil, maya.
  • Benda di Ruang II, sifat bayangan: di Ruang IV, tegak diperkecil, maya.
  • Benda di titik kelengkungan cermin (R), sifat bayangan: di Ruang IV, tegak diperkecil, maya.
  • Benda di Ruang III, sifat bayangan: di Ruang IV, tegak diperkecil, maya.

Jadi tidak benar bahwa bayangan pada cermin cekung selalu diperbesar.

Kita harus mengasumsikan bahwa shengqi dan shaqi itu datang dari tempat yang jauh, yakni di Ruang III; misalnya dari seberang jalan. Jadi kita harus menganggap bahwa shengqi maupun shaqi itu ibaratnya benda yang berada di Ruang III. Berdasarkan sifat bayangan di atas, maka jika benda berada di Ruang III baik cermin cembung maupun cekung akan MEMPERKECIL bayangannya. 

Jadi pandangan bahwa cermin cekung akan memperbesar Qi tidaklah berlaku, karena sumber Qi berasal dari tempat yang relatif jauh, bukan dekat (Ruang I dan II). 

Selanjutnya perhatikan bahwa pada cermin cekung jika benda di Ruang III, maka bayangannya akan TERBALIK. Sifatnya ini justru dapat dimanfaatkan melemahkan pengaruh buruk (shaqi), karena akan menjadi terbalik sehingga memperlemah atau menjungkir-balikkan kekuatannya.

Kemudian perhatian sifat maya dan nyata bayangan yang dihasilkan masing-masing cermin. Sebelumnya bagi para pembaca yang masih awam, perlu dijelaskan bahwa:

  • Bayangan nyata berarti bayangan yang berada di depan cermin.
  • Bayangan maya berarti bayangan yang berada di belakang cermin.

Jadi bayangan maya seolah-olah adalah bayangan itu ada di “dalam” cermin, sebaliknya bayangan nyata seolah-olah bayangan ada di “depan” cermin.

Konsep ini dapat pula kita terapkan pada Qi yang hendak ditarik atau ditangkal oleh masing-masing cermin.

Pada cermin cekung bayangannya bersifat nyata, artinya selalu ada di depan cermin dan tidak pernah masuk ke “dalam.” Ini cocok kita terapkan dalam menangkal pengaruh buruk (shaqi). Pengaruh buruk itu akan selamanya berada di depan cermin, sehingga tidak dapat masuk ke dalam.

Pada cermin cembung bayangannya bersifat maya, artinya selalu ada di “dalam” cermin. Dengan demikian, cermin ini cocok untuk memasukkan atau menarik pengaruh baik (shengqi). Shengqi seolah-olah secara berkesinambungan dimasukkan ke “dalam” oleh cermin cembung.

Dengan demikian, teori atau ajaran yang saya terima dari Leluhur lebih masuk akal jika ditinjau dari ilmu fisika modern.

  • Cermin cekung berfungsi MENANGKAL pengaruh buruk (shaqi).
  • Cermin cembung berfungsi MENARIK penaruh baik (shengqi).

Semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya silakan kunjungi:

https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

af64a-grupastrologi

WARUNG YANG TIBA-TIBA SEPI

WARUNG YANG TIBA-TIBA SEPI

Ivan Taniputera

7 April 2014

 

 

Seorang teman memiliki sebuah warung yang dibuka akhir tahun lalu tiba-tiba saja pendapatannya menurut secara drastis. Oleh karenanya, ia lalu berkonsultasi mengenai masalah ini. Pertama-tama saya mencoba menanyakannya dengan metoda Yijing. Hasilnya adalah sebagai berikut.

Didapatkan Sadgarit 3 yang berubah menjadi 63. Ini menandakan adanya suatu kesulitan pada awalnya. Namun akhirnya akan mendapatkan keberhasilan atau kesuksesan. Selanjutnya saya menyarankan perubahan-perubahan sebagai berikut di warungnya.

Yang pertama adalah memasang meja setengah lingkaran menghadap ke arah luar. Pada bagian kiri dan kanan meja dipasang tumbuhan pada pot, misalnya bambu. Lalu letakkan pula sepasang singa-singaan kecil menghadap ke luar. Tempatkan pula batu kerikil dengan formasi membentuk segitiga, dimana ujung segitiga menghadap ke luar.

Yang kedua, di atas meja kasir ditempatkan lampu yang terang.

Yang ketiga, di jalan yang hendak menuju ke kamar mandi pasang sederetan tumbuhan. Tumbuhan-tumbuhan ini harus diletakkan serapat mungkin dan tiap hari harus disirami.

Yang keempat, pasang gambar tiga segitiga merah. Gambar ini boleh terbuat dari kertas atau kertas gambar tempel. Diusahakan agar bahannya bagus sehingga awet dan tidak pudar.

Yang kelima, tempelkan kaca cekung pada bagian atas tengah pintu.

Yang keenam, haturkan persembahan untuk dewa bumi setempat. Persembahannya harus makanan setempat.

Yang ketujuh, lakukan ritual pembersihan dengan dupa cendana dan uang-uangan kertas.

Yang kedelapan, adalah banyak beramal.

Selanjutnya, kita juga dapat mencoba cara lain yang lebih nyata, misalnya dengan menawarkan jasa katering ke kantor atau sekolah yang ada di sekitar warung. Tawarkan pula program-program diskon yang menarik dan lain sebagainya. Boleh juga dengan membagi-bagi selebaran. Lakukan analisa harga, yakni apakah terjangkau oleh masyarakat sekitar. Perlu mencoba cara-cara kreatif dalam menarik pelanggan.

Demikian semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya silakan kunjungi https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

MENGUNGKAP RAHASIA TAFSIRAN ASTRONOMIS BAGI LIU DING DAN LIU JIA (六丁六甲)

MENGUNGKAP RAHASIA TAFSIRAN ASTRONOMIS BAGI LIU DING DAN LIU JIA (六丁六甲)

Ivan Taniputera

6 April 2014

 

 

Saya berupaya mencari kaitan atau benang merah antara astrologi Barat dan China. Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas mengenai Liu Ding dan Liu Jia (六丁六甲). Liu Ding dan Liu Jia adalah dua belas dewa pelindung dalam Daoisme, yang bertugas mengendalikan cuaca. Selain itu, juga melindungi jasmani dan rohani umat manusia. Saat seseorang nasibnya kurang baik atau mengalami pengaruh buruk, maka dapat mengundang dewa Liu Ding dan Liu Jia. Berikut ini adalah gambarnya.

Liudingliujia1

(picture source/sumber gambar: http://www.guoxuecc.com/xianfeng/2009/6880.html)

Secara harafiah Liu Ding dan Liu Jia berarti Enam Ding dan Enam Jia.

Liu Ding adalah enam pasangan dalam siklus enam puluh Jiazi yang mempunyai batang langit Ding, yakni:

  • Ding Mao
  • Ding Si
  • Ding Wei
  • Ding You
  • Ding Hai
  • Ding Chou

Liu Jia adalah enam pasangan dalam siklus enam puluh Jiawi yang mempunyai batang langit Jia, yakni:

  • Jia Zi
  • Jia Xu
  • Jia Shen
  • Jia Wu
  • Jia Chen
  • Jia Yin

Saya mencoba mencari tafsiran astronomis bagi Liu Ding dan Liu Jia, karena keduanya pasti perhubungan dengan pergerakan bintang dan planet. Ternyata setelah mencoba perhitungan dengan berbagai planet. Ternyata Liu Ding dan Liu Jia itu berhubungan dengan siklus planet Mars (火星, Huo Xing) dan Yupiter (木星, Mu Xing).

Jika kita mengurutkan Batang Langit (Tiangan): Jia, yi, bing, ding, wu, ji, geng, xin, ren, dan gui, maka nampak bahwa dari jia ke ding berjarak 3, sedangkan dari ding ke jia lagi akan berjarak 7. Jadi terdapat angka 3 dan 7 di sini. Angka 3 dan 7, secara kebetulan juga berkaitan dengan konsep 3 hun dan 7 po dalam filsafat Daoisme.

Berikut ini adalah daftar letak Mars dan Yupiter pada tahun-tahun batang langit Ding dan Jia.

Liudingliujia2

Nampak terdapat siklus keterkaitan antara letak planet Mars dan Yupiter pada tahun-tahun berbatang langit Ding dan Jia.

Sebagai contoh, pada tahun 1977 (Ding Si), Mars terletak pada Taurus, sedangkan Yupiter terletak pada Gemini. Sementara itu, pada tahun 2024 (Jia Chen), Mars kembali terletak pada Taurus dan Yupiter pada Gemini. Tahun 1987 (Ding Mao) akan memiliki konfigurasi Mars dan Yupiter yang sama dengan tahun 2034 (Jia Yin). Demikian seterusnya.

Jadi konfigurasi pada tahun Ding kelak akan muncul pada tahun Jia, dimana siklus ini akan berlangsung selama 47 tahun.

Tentu saja, karena waktu revolusi (gerak planet mengedari matahari) tidak berupa bilangan bulat, maka lambat laun pasti akan terjadi perbedaan atau selisih.

Berikut ini adalah letak Mars dan Yupiter bagi tahun 1977 dan 2024 pada bagan astrologis.

Liudingliujia3

Liudingliujia4

Namun, di sini kita berupaya membuktikan bahwa ada kaitan antara metafisika China dengan gerakan benda langit. Dengan demikian, pada zaman dahulu bangsa China telah mengadakan pengamatan terhadap gerakan benda langit. Keterkaitan lainnya antara metafisika China dengan gerakan benda langit masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Artikel-artikel menarik lainnya silakan kunjungi https://www.facebook.com/groups/339499392807581/

 

grupastrologi